cover
Contact Name
Listyaningsih
Contact Email
listyaningsih@unesa.ac.id
Phone
+628123071250
Journal Mail Official
oksianajatiningsih@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang Jl. Ketintang, Gedung I1. 01.04 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan
  • jurnal-pendidikan-kewarganegaraa
  • Website
ISSN : 2337473X     EISSN : 29854334     DOI : -
Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kewarganegaraan, pendidikan, ideologi, politik, sosial, humaniora, nilai, dan moral.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 923 Documents
UPAYA SMP PGRI 8 SURABAYA DALAM MELAKUKAN PENCEGAHAN DAN PENANGANAN HUMAN TRAFFICKING RODHOTUL AMELIA; I MADE SUWANDA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n1.p%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya yang di lakukan sekolah dalam mencegah dan menangani human trafficking, serta untuk mendeskripsikan hambatan yang ada dalam melakukan pencegahan dan penanganan human trafficking di sekolah. Teori yang digunakan adalah teori pendidikan kritis Freire. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Lokasi penelitian berada di SMP PGRI 8 Surabaya. Informan dalam penelitian ini berjumlah empat orang yaitu, penanggung jawab pelaksanaan program, penggagas program, guru pelaksana program, pendamping lapangan. Data dalam penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Upaya yang dilakukan SMP PGRI 8 Surabaya dalam hal pencegahan human trafficking adalah dengan membuat tiga upaya, yaitu a) pemuatan materi pengenalan diri sebagai modal pengembangan kepercayaan diri siswa, b) pemuatan materi human trafficking melalui pembelajaran berbasis realitas social, c) refleksi kritis melalui kegiatan keagamaan. Sedangkan upaya penanganan human trafficking dilakukan melalui tiga kegiatan, yaitu a) identifikasi yang dilakukan melalui kegiatan pelatihan dan asesmen, b) pendampingan anak, c) penciptaan lingkungan kondusif dengan melakukan pembinaan kepada orang tua, menumbuhkan nilai empati kepada siswa yang tidak berhadapan dengan masalah human trafficking, dan perlindungan terhadap identitas korban. Hambatan dalam pelaksanaan upaya pencegahan dan penanganan human trafficking antara lain karena kurang optimalnya guru-guru dalam melakukan pengawasan dan memberikan perlakuan, dan kurangnya partisipasi orang tua dalam melakukan pengawasan dan penanganan pada anak. Kata kunci: Sekolah, Perdagangan manusia, Pencegahan, Penanganan
SIKAP PEDULI SOSIAL MASYARAKAT JAMBANGAN MELALUI PROGRAM KAMPUNG PENDIIDKAN-KAMPUNG’E AREK SUROBOYO (KP-KAS) ZUZUN IFAH ROSIDAH; I MADE SUWANDA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n1.p%p

Abstract

Rendahnya kepedulian masyarakat menyebabkan terjadinya pelanggaran hak pada anak. Untuk itu, adanya program Kampung Pendidikan Kampung’e Arek Suroboyo (KP-KAS) dengan kegiatan yang mendukung tumbuh kembang anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembentukan sikap peduli sosial masyarakat Jambangan melalui program KP-KAS, hambatan yang dihadapi dan solusi untuk mengatasi hambatan tersebut. Teori yang digunakan adalah teori Social Learning Albert Bandura. Jenis penelitin yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian berada di RT 07 dan RT 08, RW 03, Jambangan, Surabaya. Penelitian ini terdiri dari empat informan yang terdiri dari ketua pelaksana yakni ketua RT 07 dan ketua RT 08, penanggung jawab kegiatan yakni koordinator KP-KAS di Jambangan RT 07dan ketua PKK RT 08. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan (1) Proses yang digunakan pengurus dalam pembentukan sikap peduli sosial yakni sosialisasi, keteladanan, pembiasaan, dan motivasi melalui kegiatan taman bacaan, kelompok tutor sebaya, kebijakan jam wajib belajar, budaya gemar cuci tangan, bank sampah, PHBS, kelompok band remaja, kelompok tari remaja, kelompok banjari anak, forum anak, kader lingkungan muda, dan karang taruna, (2) Hambatan yang dialami adalah kurangnya konsistensi warga atau anak-anak dalam partisipasi kegiatan, (3) Solusi yang diambil RT 07 adalah mengingatkan dan memotivasi warga agar memenuhi dan melindungi hak anak. Kata Kunci: Sikap Peduli Sosial, Kampung Pendidikan-Kampung’e Arek Suroboyo
ANALISIS PERILAKU POLITIK SANTRI PONDOK PESANTREN HIDAYATUT THULLAB TRENGGALEK DALAM PEMILIHAN GUBERNUR JAWA TIMUR 2018 AHSAN AINUR RIDWAN; AGUS SATMOKO ADI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n1.p%p

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku politik sanyti Pondok Pesantren Hidayatut Thullab Trenggalek. Teori yang digunakan adalah teori budaya politik Gabriel A. Almond. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, informan penelitian berjumlah 7 orang yaitu 1 orang sebagai pengasuh, 3 orang sebagai santri tua (pengurus), dan yang 3 sebagai perwakilan santri. Lokasi penelitian berada di Pondok Pesantren Hidayatut Thullab Desa Kamulan, Kec. Durenan, Kab. Trenggalek. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Pondok Pesantren Hidayatut Thullab tidak pernah ada arahan. Meskipun demikian mereka tidak pernah menjelek-jelekkan satu sama lain, serta santrinya ada yang aktif membicarakan tentang pilihan gubernurnya dan ada yang hanya diam.The purpose of study is to determinate the political behavior of the Hidayatut Thullab Islamic Boarding School in Trenggalek. The theory used is the theory of political culture Gabriel A. Almond. The type of research used was descriptive qualitative, the research informants amounted to 7 people, namely 1 person as a caregiver, 3 people as old santri (administrators), and 3 as representatives of santri. The research of santri. The research location was at the Hidayatut Thullab Islamic Boarding School in Kamulan Village, Kec. Durenan, Kab. Trenggalek. Methods of collecting data using in depth interviews and documentation. Data analysis used is data collection, data reduction, data presentation, and conclusion. The results showed that there were no directives at the Hidayatut Thullab Islamic Boarding School. Even so, they never spoke ill of each other, and there were students who actively talked about the choice of the governor and some were just silent.
Strategi Penanaman Nilai-Nilai Demokrasi Terhadap Santri Di Pondok Pesantren Ngalah Desa Sengonagung Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan SULISTYONO; AGUS SATMOKO ADI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n1.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi yang digunakan pengelolah Pondok Pesantren atau pendidik dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi terhadap santri di Pondok Pesantren Ngalah Pasuruan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Alasan pemilihan pendekatan kualitatif deskriptif adalah untuk mendeskripsikan rumusan masalah yang berjumlah 3 (Tiga) yaitu: (1) Bagaimana strategi penanaman nilai-nilai demokrasi di Pondok Pesantren Ngalah Pasuruan; (2) Apa hambatan dalam strategi penanaman nilai-nilai demokrasi di Pondok Pesantren Ngalah Pasuruan; (3) Bagaimana cara pengelola Pondok Pesantren dalam mengatasi hambatan dalam strategi peenanaman nilai-nilai demokrasi di Pondok Pesantren Ngalah Pasuruan. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 7 (tujuh). Data yang digunakan diperoleh dari observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian yang sudah dilakukan mengenai strategi penanaman nilai-nilai demokrasi terhadap santri di Pondok Pesantren Ngalah Pasuruan menunjukkan bahwa strategi yang digunakan oleh pengelola pondok dan juga pendidik dalam penanaman nilai-nilai demokrasi terhadap santri sangat efektif melalui belajar mengajar di dalam kelas. Berdasarkan daftar alumni Pondok Pesantren Ngalah Pasuruan banyak para alumni yang duduk di anggota dewan. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan teori pendekatan karakter Thomas lickona yang menjelaskan tentang proses terbentuknya karakter manusia melalui Moral Knowing (PengertianMoral), Moral Feeling (PerasaanMoral), Moral Action (TindakanMoral) . Kata kunci: Karakter Demokrasi, Pondok Pesantren Ngalah Pasuruan. Abstract The purpose of this study is to describe the strategies used by boarding school management or educators in instilling democratic values ​​of santri at Ngalah Pasuruan Islamic Boarding School. This study uses a qualitative approach with a type of descriptive research. The reason for choosing a descriptive qualitative approach is to describe the formulation of the problem which amounts to 3 (three), namely: (1) What is the strategy of planting democratic values ​​in the Ngalah Pasuruan Islamic Boarding School; (2) What are the obstacles in the strategy of planting democratic values ​​in the Ngalah Pasuruan Islamic Boarding School; (3) How to manage Islamic Boarding Schools in overcoming obstacles in the strategy of planting democratic values ​​in the Ngalah Pasuruan Islamic Boarding School. The subjects in this study amounted to 7 (seven). The data used is obtained from observation, interviews, and documentation. The results of the research that has been carried out on the strategy of planting democratic values ​​towards santri at the Ngalah Pasuruan Islamic Boarding School indicate that the strategies used by cottage management and educators in planting democratic values ​​towards santri are very effective through teaching and learning in the classroom. Based on the alumni list of the Ngalah Pasuruan Islamic Boarding School, many alumni sit on board members. The theory used in this study is to use the theory of Thomas Lickonas character approach which explains the process of human character formation through Moral Knowing (Moral Understanding), Moral Feeling (Moral Feeling), Moral Action (Moral Action). Keywords : Character of democracy, Ngalah Pasuruan Islamic Boarding School.
Persepsi Guru SMP Negeri 1 Jabon tentang Pemidanaan Guru sebagai Dampak Penggunaan Corporal Punishment dalam Pendidikan DWI ASIH TRISKA WARDHANI; RADEN RORO NANIK SETYOWATI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n1.p%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi guru SMP Negeri 1 Jabon tentang pemidanaan guru sebagai dampak penggunaan corporal punishment dalam pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif yang dilakukan di SMP Negeri 1 Jabon Sidoarjo dengan populasi 49 orang guru dan diambil sampel sebanyak 49 orang guru. Pengumpulan data yang digunakan adalah angket. Uji coba angket dilakukan dengan uji validitas dan uji reliabilitas. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Guru SMP Negeri 1 Jabon cukup setuju dengan pemidanaan guru sebagai dampak penggunaan corporal punishment dalam pendidikan. Pemidanaan guru tidak menyurutkan semangat mendidik namun memunculkan perasaan cemas untuk menindak pelanggaran peserta didik menggunakan corporal punishment. Guru SMP Negeri 1 Jabon menolak segala bentuk kekerasan yang bersifat tidak mendidik dan di luar batas wajar. Batasan-batasan corporal punishment yang dianggap melawan hukum bersifat variatif berdasarkan usia dan pengalaman hidup.Kata Kunci: Persepsi, Pemidanaan Guru, Corporal Punishment.
PEMENUHAN HAK WARGA NEGARA OLEH NEGARA (STUDI AKSES PENDIDIKAN KEPERCAYAAN BAGI PESERTA DIDIK SEKOLAH MENENGAH ATAS PENGHAYAT KEROKHANIAN SAPTA DARMA CABANG SURABAYA) BARIQ MAULANA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n1.p%p

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pemenuhan hak akses pendidikan kepercayaan oleh negara bagi peserta didik penghayat Kerokhanian Sapta Dharma Cabang Surabaya yang bersekolah di SMA Negeri 9 Surabaya. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang sudah diperoleh kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menguji keabsahan data tersebut menggunakan teknik-teknik meliputi triangulasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) Pemenuhan Hak Penghayat Kepercayaan Kerokhanian Sapta Dharma Cabang Surabaya sudah terpenuhi sejak tahun 2016 dibuktikan dengan adanya putusan Mahkamah Konstitusi No. 97/PUU-XIV/2016 yang mengabulkan gugatan pemohon untuk mencantumkan kolom penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan terbit Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 27 Tahun 2016 tentang layanan pendidikan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa Layanan Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Pada Satuan Pendidikan. (2) Implementasi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 27 Tahun 2016 Tentang layanan pendidikan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa Layanan Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Pada Satuan Pendidikan. yang menghasilkan bahwa penghayat kerokhanian Sapta Dharma Cabang Kota Surabaya melaksanakan pendidikan kepercayaan di SMA Negeri 9 Surabaya dengan sarana dan prasarana yang masih kurang memadai sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana untuk SD/MI, SMP/MTS, dan SMA/MA. Kata Kunci : Pendidikan Kepercayaan, Sapta Darma, Penghayat Kepercayaan
IMPLEMENTASI SISTEM KREDIT SEMESTER (SKS) PADA MATA PELAJARAN PPKn DI SMA NEGERI 3 SIDOARJO VIKA APRILIANI; I MADE SUWANDA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n1.p%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Sistem Kredit Semester (SKS) pada mata pelajaran PPKn di SMA Negeri 3 Sidoarjo, mendeskripsikan hambatan serta upaya dalam mengatasi hambatan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara mendalam, Observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Implementasi SKS di awali dengan kegiatan workshop kemudian dilanjutkan dengan MGMP. Selanjutnya pengaturan kelas dalam SKS disebut dengan istilah kelas heterogen. Pengelolaan Unit Kegiatan Belajar Mandiri (UKBM) di SMA Negeri 3 Sidoarjo berbasis pada Layanan Individual. Sedangkan pengaturan beban belajar di dalam SKS menggunaan sistem paket. Kegiatan pembelajaran PPKn dengan SKS meliputi kegiatan pendahuluan, inti dan penutup. Kegiatan pedahuluan diawali dengan pembacaan do’a sebelum belajar. Kegiatan inti menerapkan pendekatan saintifik 5M dengan dipadukan model pembelajaran yang sesuai, sedangkan untuk Peserta Didik Cepat Belajar kegiatan inti yaitu melakukan diskusi dengan kelompok belajarnya untuk mendiskusikan UKBM. Kegiatan penutup dengan memberikan kesimpulan materi yang telah disampaikan serta melakukan refleksi. 2) Hambatan dalam implementasi SKS pada mata pelajaran PPKn di SMA Negeri 3 Sidoarjo meliputi : a) Guru kesulitan membagi waktu. b) Guru kesulitan mengelola kelas. c) Pemahaman peserta didik tentang SKS masih rendah. 3) Upaya dalam mengatasi hambatan implementasi SKS pada mata pelajaran PPKn di SMA Negeri 3 Sidoarjo meliputi : a) Memberikan tugas untuk mengerjakan UKBM. b) Mengelompokkan posisi duduk antara peserta didik reguler dengan PDCB di pisah. c) menggunakan pendekatan memberikan motivasi di sela-sela jam pelajaran. Kata Kunci : Implementasi, Sistem Kredit Semester (SKS), Mata Pelajaran PPKn.
UPAYA FRONT PEMBELA SUARA RAKYAT (FPSR) DALAM MENCEGAH GANGGUAN LINGKUNGAN HIDUP YANG DISEBABKAN PERUSAHAAN INDUSTRI DI KABUPATEN GRESIK DEVI ANANDA SARI; RADEN RORO NANIK SETYOWATI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n1.p%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) upaya LSM FPSR dalam mencegah gangguan lingkungan hidup yang disebabkan perusahaan industri di Kabupaten Gresik dan (2) hambatan yang dialami LSM FPSR dalam mencegah gangguan lingkungan hidup yang disebabkan perusahaan industri di Kabupaten Gresik. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif eksploratif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 2 langkah yang dilakukan oleh LSM FPSR yakni langkah awal dan langkah lanjutan. Langkah awal berupa (1) sosialisasi; (2) pengawasan masyarakat dalam bentuk pemantauan terhadap pencemaran; dan (3) komunikasi dengan perusahaan (pemberian saran). Sedangkan langkah lanjutan berupa (1) peneguran; (2) pelaporan; dan (3) penekanan masyarakat dalam bentuk pemasangan banner yang berisi sindiran dan aksi demonstrasi dengan mengikutsertakan media massa. Hambatan yang dialami oleh LSM FPSR, yakni (1) kesulitan mendapatkan anggota, (2) mahalnya biaya pembuangan dan pengolahan limbah B3, (3) melakukan pemantauan terhadap pencemaran udara berupa bau dan bising, (4) minimnya ketersediaan dana di LSM FPSR.Kata Kunci: LSM FPSR, Mencegah, Pencemaran, Perusahaan Industri.
Persepsi Masyarakat terhadap Sikap dan Perilaku Kelompok Wahabi di Dusun Masaran Desa Pakong Kecamatan Modung Kabupaten Bangkalan RISKIYAH; MUHAMMAD TURHAN YANI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n1.p%p

Abstract

penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) gambaran sikap dan perilaku kelompok Wahabi di Dusun Masaran Desa Pakong Kecamatan Modung Kabupaten Bangkalan. 2) mendeskripsikan persepsi masyarakat terhadap sikap dan perilaku kelompok Wahabi di Dusun Masaran Desa Pakong Kecamatan Modung Kabupaten Bangkalan. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain eksploratif. teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam. teknik analisis data dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas sehingga datanya jenuh, mulai dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. hasil penelitian menunjukkan bahwa semua informan sepakat berpandangan 1) sikap dan perilaku kelompok Wahabi yang ada di Dusun Masaran tidak pernah beradaptasi dengan lingkungan masyarakat Pakong, tidak pernah bantu-bantu ataupun menghadiri kegiatan sosial seperti kerja bakti, takziah, bahkan jika ada acara pernikahan tidak datang kecuali masih ada ikatan keluarga dan jika buwuh atau takziah menunggu suasana sepi. kelompok Wahabi juga tidak pernah mengikuti kegiatan keagamaan seperti pengajian Desa, Maulid Nabi, tahlil. kelompok Wahabi hanya berkumpul dengan orang yang sama pemahamannya dan memberikan uang ketika melakukan kegiatan khataman Quran. 2) masyarakat Dusun Masaran desa pakong berpandangan negatif terhadap sikap dan perilaku kelompok Wahabi di Dusun Masaran, menurut masyarakat masaran kelompok Wahabi di Masaran tidak mau berkumpul karena berbeda pemahaman dengan masyarakat Pakong. kelompok Wahabi di Masaran tidak termasuk kelompok yang radikal yang melakukan pemaksaan dan kekerasan secara terang-terangan tetapi kelompok Wahabi yang memberikan uang ketika khataman Quran dianggap cara untuk mempengaruhi orang lain supaya ikut Wahabi atau menyuap orang lain supaya ikut Wahabi.
Peran Karang Taruna Panca Duta Dalam Mewujudkan Kesejahteraan Sosial Pemuda Desa Barengkrajan Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo ELLYSTIEN INDAH WARDANI; MUHAMMAD TURHAN YANI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n1.p%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana Peran Karang Taruna Panca Duta dalam mewujudkan kesejahteraan sosial kepada pemuda dan kendala-kendala yang dihadapi Karang Taruna dalam mewujudkan kesejahteraan sosial kepada pemuda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif.teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian menggunakan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Peran Karang Taruna Panca Duta dalam mewujudkan kesejahteraan sosial ditunjukkan pada kegiatan-kegiatan yang dilakukan antara lain, 1) pengelolaan sampah, 2) santunan anak yatim dan dhuafa, 3) Pemberian raskin (Beras untuk orang miskin), 4) Koperasi simpan pinjam, dan 5) Pelatihan Komputer. Tetapi dalam pelaksanaannya masih ada kendala-kendala yang dihadapi oleh Karang Taruna Panca Duta antara lain berasal dari faktor internal dalam individu anggota Karang Taruna maupun dari faktor eksternal

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 3 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 2 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 1 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 4 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 3 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 2 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 1 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 4 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 3 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 2 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 1 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 1 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 3 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan More Issue