cover
Contact Name
Listyaningsih
Contact Email
listyaningsih@unesa.ac.id
Phone
+628123071250
Journal Mail Official
oksianajatiningsih@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang Jl. Ketintang, Gedung I1. 01.04 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan
  • jurnal-pendidikan-kewarganegaraa
  • Website
ISSN : 2337473X     EISSN : 29854334     DOI : -
Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kewarganegaraan, pendidikan, ideologi, politik, sosial, humaniora, nilai, dan moral.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 923 Documents
STRATEGI KAMPANYE POLITIK PASANGAN CALON BUPATI DAN WAKIL BUPATI GRESIK PADA PILKADA 2020 DI MASA PANDEMI COVID-19 Arista Maya Dewanti; Maya Mustika Kartika Sari
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.323 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v9n3.p704-718

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi kampanye yang digunakan oleh kedua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Gresik pada Pilkada 2020 di masa pandemi covid-19. Dalam masa pandemi covid berlaku protokol kesehatan yakni menggunakan masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan desain penelitian deskriptif. Pengambilan data dalam penelitian ini dengan cara observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah tiga orang. Dalam menentukan informan menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori strategi kampanye Hafied Cangara. Ada lima hal yang dapat digunakan dalam menetapkan strategi kampanye yang pertama yaitu penetapan juru kampanye, kemudian menetapkan target dan sasaran, menyusun pesan kampanye, pemilihan media komunikasi, dan yang terakhir produksi media. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi yang digunakan di masa pandemi ada tiga model kampanye, yaitu kampanye tatap muka, kampanye virtual dan kampanye silaturahmi. Dalam kampanye tatap muka, pasangan calon pertama menggunakan dua pola, yaitu pertemuan tatap muka tertutup dan pertemuan tatap muka terbuka terbatas. Untuk kampanye virtual, pasangan calon pertama menyelenggarakan dialog virtual dengan komunitas, konser musik virtual, dan memanfaatkan sosial media untuk menyampaikan segala aktivitas pasangan calon. Sedangkan pihak pasangan calon kedua, pada kampanye tatap muka menggunakan pola menyapa masyarakat door to door, untuk kampanye virtualnya memanfaatkan media sosial. Dan pada kampanye silaturahmi, kedua belah pihak pasangan calon satu dan dua sama-sama berkunjung, bersilaturahmi dengan tokoh-tokoh masyarakat. Kata Kunci: Kampanye, Pilkada, Masa Pandemi Covid-19.
KELESTARIAN LINGKUNGAN HUTAN BERBASIS ECOLOGICAL CITIZENSHIP DI DESA SUMBERJO KECAMATAN WIDANG KABUPATEN TUBAN Heny Kurniasari; I Made Suwanda
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.775 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n1.p79-98

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kelestarian lingkungan hutan di desa Sumberjo Kecamatan Widang Kabupaten Tuban. Penelitian ini menggunakan teori behavior-setting (setting perilaku) yang dipelopori oleh Robert Barker dan Alan Wicker. Ditinjau dari jenis datanya pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Teknik dalam penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling, adapun informan dalam penelitian ini adalah : Ketua LMDH atau Perhutani di desa Sumberjo, Kepala desa Sumberjo, perangkat desa Sumberjo dan warga desa Sumberjo. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kelestarian lingkungan hutan di desa Sumberjo belum berjalan dengan baik, dilihat dari adanya kerusakaan alam dan bencana alam akibat perilaku manusia. Adapun upaya-upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah desa bersama Perhutani dalam mengatasi permasalahan alam serta menciptakan warga negara yang sadar lingkungan atau disebut dengan ecological citizenship di desa Sumberjo belum berjalan. Hal tersebut disebabkan karena pemahaman masyarakat terkait kelestarian lingkungan masih kurang dan didukung kurangnya ketegasan dari pemerintah desa dan Perum Perhutani dalam menerapkan sanksi yang tegas bagi warga yang tidak mengikuti program-program ataupun kegiatan yang diselengarakan oleh pihak terkait dalam menjaga dan melestarikan lingkungan, sehingga permasalahan alam dan bencana alam yang disebabkan oleh perilaku manusia masih terjadi. Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa kewarganegaraan ecological citizenship di desa Sumberjo belum berjalan. Kata Kunci: kelestarian lingkungan hutan, ecological citizenship
TINGKAT PEMAHAMAN NILAI-NILAI PANCASILA DALAM PEMBELAJARAN DARING PPKN PADA PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 1 SUKODONO SIDOARJO Lailatul Mukarromah; Listyaningsih Listyaningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.196 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v9n3.p689-703

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran daring PPKn pada peserta didik di SMP Negeri 1 Sukodono Sidoarjo. Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelas VIII-A yang berjumlah 36 anak. Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data menggunakan tes untuk mengukur pemahaman nilai-nilai Pancasila yang disampaikan kepada peserta didik dalam bentuk google form karena ditengah pandemi Covid-19. Penelitian ini didasarkan pada teori pemrosesan informasi yang dikemukakan oleh Robert Gagne. Dalam pembelajaran daring peserta didik tetap melakukan pemrosesan informasi berdasarkan materi yang diberikan oleh guru, melalui PPT, youtube, google classroom, zoom, dan google meet. Terdapat tiga tahapan dalam teori pemrosesan informasi antara lain register sensorik (sensory register), memori jangka pendek (short term memory), dan memori jangka panjang (long term memory). Selain itu, penelitian ini juga didasarkan pada teori kognitif yang dikemukakan oleh Jean Piaget, yaitu tahap operasional formal. Tahap ini cocok untuk peserta didik Sekolah Menengah Pertama yang memiliki rentang usia 12-15 tahun. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa rata-rata tingkat pemahaman nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran daring PPKn peserta didik di SMP Negeri 1 Sukodono Sidoarjo dengan predikat tinggi. Hal ini dibuktikan dengan rincian indikator 3.1.1 menjelaskan arti kedudukan dan fungsi Pancasila bagi bangsa dan negara Indonesia memiliki persentase sebesar 78%, dengan predikat tinggi. Indikator 3.1.2 mendeskripsikan makna Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup mempunyai persentase sebesar 80% dengan predikat tinggi. Indikator 3.1.3 menguraikan pentingnya kedudukan dan fungsi Pancasila dalam kehidupan bernegara memiliki persentase sebesar 82% dengan predikat sangat tinggi. Kata Kunci: Pemahaman Nilai-Nilai Pancasila, Pembelajaran Daring. This study aims to determine the level of understanding of Pancasila values in online Civics learning for students at SMP Negeri 1 Sukodono Sidoarjo. The type of research conducted was descriptive quantitative. The sampling technique in this study used a simple random sampling technique. The sample used in this study was class VIII-A, totaling 36 students. In this study, the data collection technique used a test to measure the understanding of Pancasila values ​​conveyed to students in the form of a google form because in the midst of the Covid-19 pandemic. This research is based on the information processing theory proposed by Robert Gagne. In online learning, students continue to process information based on the material provided by the teacher through PPT, youtube, google classroom, zoom, and google meet. There are three stages in the theory of information processing, including sensory registers, short term memory, and long term memory. In addition, this research is also based on the cognitive theory proposed by Jean Piaget, namely the formal operational stage. This stage is suitable for junior high school students with an age range of 12-15 years. Based on the results of the research, it is known that the average level of understanding of Pancasila values in online Civics learning for students at SMP Negeri 1 Sukodono Sidoarjo is high. This is evidenced by the details of indicator 3.1.1 explaining the meaning of the position and function of Pancasila for the nation and state, Indonesia has a percentage of 78%, with a high predicate. Indicator 3.1.2 describes the meaning of Pancasila as the basis of the state and the view of life has a percentage of 80% with a high predicate. Indicator 3.1.3 describes the importance of the position and function of Pancasila in the life of the state which has a percentage of 82% with a very high predicate. Keywords: Understanding Pancasila Values, Online Learning.
MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK YANG BERPERILAKU MENYONTEK DI SMA B LAMONGAN Lia Damayanti; Harmanto Harmanto
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.969 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n1.p99-113

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui motivasi belajar peserta didik yang memiliki perilaku menyontek di SMA B Lamongan. Apa yang membuat peserta didik aktif dalam pembelajaran namun ketika mengerjakan tugas maupun ujian melakukan kegiatan menyontek. Fokus penelitian adalah motivasi belajar peserta didik berperilaku menyontek. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Informan dalam penelitian ini adalah enam peserta didik SMA B Lamongan yang berasal dari kelas X, XI, XII dan dari jurusan IPA maupun IPS. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif analisis Miles dan Huberman. Penelitian ini menggunakan teori pengkondisian operan Burhus Frederch Skinner. Hasil penelitian menunjukan bahwa motivasi belajar peserta didik yang berperilaku menyontek di SMA B Lamongan berasal dari motivasi ekstrinsik berupa penghargaan dalam belajar yang diberikan oleh guru. Penghargaan tersebut berupa hadiah seperti uang dan pulsa, poin yang diakumulasi yang nantinya dapat digunakan untuk menghindari ulangan harian selanjutnya, serta bonus nilai yang dapat digunakan untuk tambahan nilai dalam perebutan peringkat kelas. Disisi lain terdapat konsekuensi yang menyumbang motivasi belajar peserta didik yaitu membeli alat kelas dan melakukan hafalan apabila mendapatkan nilai rendah. Sedangkan pada motivasi ekstrinsik berupa kondisi lingkungan belajar tidak menjadi salah satu penyebab dalam motivasi belajar.
STRATEGI INOVASI BURUH TANI DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN HIDUP DI TENGAH PANDEMI COVID-19 : STUDI DESA SATREYAN KABUPATEN BLITAR Ziara Shofy Imansari; Sarmini Sarmini
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.631 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n1.p129-144

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi inovasi buruh tani dalam upaya pemenuhan kebutuhan hidup di tengah pandemi. Substansi ini dicermati dari teori Strategi Adaptasi John W. Bennett bahwa adaptasi adalah upaya membangun pola hubungan sosial dan membebaskan diri dari masalah yang dihadapi. Adaptasi disini terbagi menjadi tiga, yakni adaptasi perilaku, siasat, dan proses. Fokus penelitian ini di tengah pandemi Covid-19 banyak buruh tani yang kehilangan pekerjaannya sehingga dalam mencukupi kebutuhan hidup masih sangat minim. Maka dari itu, munculnya kekhasan karakteristik yang mengharuskan buruh tani hidup berdampingan dengan virus dan menimbulkan aktivitas baru demi memenuhi kebutuhan hidup. Metode yang digunakan adalah studi kasus, mengacu pada pendapat Stake. Lokasi penelitian di Desa Satreyan, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Subjek penelitian adalah tiga orang buruh tani di Desa Satreyan yakni YN, NG, SG. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam dan observasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan mengacu pendapat Miles dan Huberman dengan mensandingkan perspektif teori strategi adaptif John W. Bennett. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga strategi inovasi buruh tani dalam upaya pemenuhan kebutuhan hidup di tengah pandemi Covid-19 yaitu strategi dengan pengimplementasian potensi pribadi, strategi pengimplementasian penghematan kebutuhan hidup dalam proses adaptasi, implementasi sosial kemasyararakatan sebagai strategi perilaku, dan strategi dengan pengimplementasian menjaga kesehatan ditengah pandemi Covid-19. Penelitian ini memperkuat teori Strategi Adaptasi John W. Bennett terutama pada bagian strategi adaptasi siasat, perilaku, dan proses. Kata Kunci: John W. Bennett, Covid-19, Buruh Tani, Inovasi This study analyzes the innovation strategy of farm workers in an effort to meet the needs of life in the midst of a pandemic. This substance is observed from John W. Bennett's Adaptation Strategy theory that adaptation is an effort to build patterns of social relations and free oneself from the problems faced. Adaptation here is divided into three, namely behavioral adaptation, strategy, and process. The focus of this research is in the midst of the Covid-19 pandemic, many farm workers have lost their jobs so that they are still very minimal in making ends meet. Therefore, the emergence of unique characteristics that require farm workers to coexist with the virus and create new activities to meet the needs of life. The method used is a case study, referring to the opinion of Stake. The research location is in Satreyan Village, Kanigoro District, Blitar Regency. The research subjects were three farm workers in Satreyan Village, namely YN, NG, SG. Data collection techniques used are in-depth interviews and observation. The data collected was analyzed by referring to the opinions of Miles and Huberman by juxtaposing the perspective of John W. Bennett's adaptive strategy theory. The results show that there are three innovation strategies for farm workers in an effort to meet the needs of life in the midst of the Covid-19 pandemic, namely strategies by implementing personal potential, implementing strategies for saving life necessities in the adaptation process, implementing social community as a behavioral strategy, and implementing strategies for maintaining health in the midst of the Covid-19 pandemic. Covid-19 pandemic. This research strengthens the theory of John W. Bennett's Adaptation Strategy, especially in the section on strategy, behavior, and process adaptation strategies. Keywords: John W. Bennett, Covid-19, Farmworkers, Innovation
Partisipasi Masyarakat Desa Sambungrejo Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo pada Pilkada 2020 Masa Pandemi Covid-19 Risa Kurnia Ningsih; Maya Mustika Kartika Sari
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.971 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n1.p114-128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan partisipasi masyarakat Desa Sambungrejo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo pada Pilkada 2020 masa Pandemi Covid-19. Fokus penelitian yaitu partisipasi masyarakat Desa Sambungrejo khususnya pada Pilkada 2020 masa Pandemi Covid-19. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Informan penelitian ini adalah sembilan orang masyarakat Desa Sambungrejo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo yang mengikuti Pilkada 2020. Teknik penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Lokasi penelitian ini adalah Desa Sambungrejo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Penelitian ini menggunakan teori pilihan rasional James S. Coleman. Hasil penelitian ini menunjukkan partisipasi masyarakat Desa Sambungrejo pada Pilkada 2020 dipengaruhi beberapa alasan dasar diantaranya: Pertama, rasa bosan berada di rumah. Kedua, tempat bertemu dengan keluarga. Ketiga, tidak khawatir terjadi penularan Covid-19. Keempat, kesadaran hak dan kewajiban. Kelima, momen spesial memilih Kepala Daerah. Keenam, kepercayaan politik. Mengacu pada pandangan teori pilihan rasional dari Coleman ada pengaruh motivasi individu pada hasrat politiknya.
Budaya Gotong Royong Pada Pemuda Dalam Masyarakat Multi Agama Di Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan Dian Agustin; Warsono Warsono
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.063 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n1.p145-163

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan budaya gotong royong pada pemuda dalam masyarakat multi agama di desa Balun. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori Struktural Fungsional oleh Talcott Parsons. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Informan terdiri dari tiga orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan model analisis Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemuda di desa Balun mampu beradaptasi dengan lingkungan yang multi agama dan kehidupan era globalisasi ini dengan tetap mempertahankan gotong royong sehingga tidak menjadi pemuda yang memiliki sikap individualisme. Adaptasi yang baik dilakukan oleh para pemuda dengan masuk ke dalam organisasi keagamaan sesuai dengan agama masing-masing. Ada organisasi Remaja Masjid, KPPM GKJW, dan taruna Sweta Dharma. Toleransi yang tinggi sudah tertanam dalam diri pemuda meskipun berbeda organisasi, para pemuda tetap gotong royong membantu pemuda lain saat merayakan perayaan keagamaan. Tujuannya agar kegiatan perayaan keagamaan berjalan lancar dan hubungan persaudaraan diantara pemuda tetap terjaga. Gotong royong yang dilakukan oleh para pemuda membuat komunikasi yang terjalin diantara pemuda multi agama berjalan dengan baik. Komunikasi dipupuk saat mereka bekerjasama dalam kegiatan gotong royong, sehingga belum pernah terjadi perselisihan diantara pemuda Islam, Kristen, dan Hindu. Komunikasi yang baik menjadikan pemuda Islam, Kristen dan Hindu bersama-sama melakukan cara-cara untuk tetap mempertahankan budaya gotong royong yang ada di desa Balun. Adapun cara-cara yang dilakukan oleh para pemuda yaitu saling menghormati dan aktif melakukan berbagai kegiatan. Kata Kunci: Gotong Royong, Pemuda, Multi Agama The purpose of this study is to describe the describe the culture of mutual cooperation among youth in a multi-religious society in Balun village. The theory used in this research is the Structural Fungsional theory by Talcott Parsons. This research uses a qualitative approach with a case study research design. Informants consist of three people. The data collection technique used is in-depth interviews. The data obtained were analyzed using the Miles and Huberman analysis model. The results of the study shows that youth in Balun village can adapt to a multi-religious environment and life in this globalization era while maintaining mutual cooperation so that they do not become youths who have an individualistic attitude. Good adaptation is carried out by the youth by entering into religious organizations according to their respective religions. There are mosque youth organizations, KPPM GKJW, and Sweta Dharma cadets. High tolerance has been instilled in the youth even though they are different organizations, the youth still work together to help other youths when celebrating religious celebrations. The goal is that religious celebration activities run smoothly and brotherly relations between youths are maintained. The mutual cooperation carried out by the youth makes the communication that exists between multi-religious youth go well. Communication is fostered when they work together in mutual cooperation activities so that there has never been a dispute between Muslim, Christian, and Hindu youth. Good communication makes Muslim, Christian, and Hindu youth together do ways to maintain the culture of gotong royong in the village of Balun. As for how the youths respect each other and actively carry out various activities. Keywords: Gotong Royong, Youth, Multi-religious
TINGKAT KESADARAN REMAJA SIDOARJO TENTANG CYBERBULLYING Nur Aida Wisprianti; Maya Mustika Kartika Sari
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.378 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n1.p211-225

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesadaran remaja Sidoarjo tentang cyberbullying . Penelitian ini menggunakan teori Gestalt mengenai persepsi yang dikembangkan oleh Jean Piaget. Teori Gestalt yang memahami bahwa persepsi berhubungan dengan intelegensi, yang kemudian dikembangkan oleh Jean Piaget bahwa persepsi akan suatu objek atau peristiwa bukan merupakan hanya mengenai faktor-faktor yang terpisah saja, melainkan harus secara keseluruhan atau sebagai suatu kesatuan yang utuh. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner (angket). Teknik pengumpulan data menggunakan teknik sampling kuota sebanyak 98 responden yang didapat dari empat SMA yang ada di Sidoarjo, yakni: SMAN 1 Sidoarjo; SMAN 2 Sidoarjo; SMAN 3 Sidoarjo; dan SMAN 4 Sidoarjo. Penelitian ini mengungkapkan bahwa remaja Sidoarjo memiliki tingkat kesadaran yang sangat tinggi tentang cyberbullying dengan presentase sebesar 87,8%. Berdasarkan hasil angket pada ketiga indikator kesadaran remaja Sidoarjo tentang cyberbullying menunjukkan hasil dengan rincian sebagai berikut: (1) penginderaan sebesar 77,2% dalam kategori sangat tinggi; (2) pemahaman sebesar 88,6% dalam kategori sangat tinggi; (3) pengertian sebesar 95,6% dalam kategori sangat tinggi. Kata Kunci: Kesadaran, Remaja, Cyberbullying.
MODEL PEMBELAJARAN SENTRA DALAM MENUMBUHKAN SIKAP NASIONALISME ANAK USIA DINI DI PAUD NUSA INDAH SURABAYA Dewi Rahayu
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.458 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n1.p164-179

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penerapan model pembelajaran sentra yang dilakukan oleh guru kelas dalam menumbuhkan sikap nasionalisme anak usia dini serta menjelaskan faktor penghambat dan pendukung dalam menumbuhkan sikap nasionalisme pada anak usia dini di PAUD Nusa Indah Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus mengacu pada pendapat Creswell (2015). Subyek penelitian ini yaitu guru kelas yang ikut serta dalam menanamkan sikap nasionalisme pada model pembelajaran sentra di PAUD Nusa Indah. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan observasi partisipan. Teknik analisis data menggunakan model Miles and Huberman yang dimulai dari reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan data. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yaitu guru dalam menumbuhkan sikap nasionalisme menggunakan beberapa sentra. Adapun sentra yang digunakan dalam menumbuhkan sikap nasionalisme, antara lain: sentra seni yaitu mengenalkan anak lambang negara dan pakaian adat, sentra bahan alam sama dengan sentra seni yaitu mengenalkan lambang negara, kemudian yang terakhir sentra main peran yaitu memerankan tokoh pahlawan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini pada kegiatan sentra yaitu teori belajar Albert Bandura meliputi peniruan langsung, peniruan tidak langsung, peniruan gabungan dan menggunakan teori bermain yang dikemukakan oleh Vygotsky meliputi jenis main sensorimotor dan main peran. Faktor penghambat dalam menanamkan sikap nasionalisme yaitu anak pada anak itu sendiri karena tidak semua anak memiliki karakter yang sama. Faktor penghambat dalam menanamkan sikap nasionalisme yaitu anak pada anak itu sendiri karena tidak semua anak memiliki karakter yang sama. Faktor pendukung dalam menanamkan sikap nasionalisme yaitu menyempurnakan faktor penghambat dengan memberikan pengulangan atau pembiasaan sikap nasionalisme pada setiap harinya. Kata Kunci: Sikap nasionalisme, Model pembelajaran sentra, Tiga macam sentra. Abstract This study aims to explain the application of the center learning model carried out by class teachers in fostering an attitude of early childhood nationalism and explain the inhibiting and supporting factors in fostering an attitude of nationalism in early childhood in PAUD Nusa Indah Surabaya. This study uses a qualitative approach with a case study design referring to the opinion of Creswell (2015). The subject of this research is the class teacher who participates in instilling the attitude of nationalism in the learning center model in PAUD Nusa Indah. Data collection techniques using in-depth interviews and participant observation. Data analysis techniques using the Miles and Huberman model that starts from data reduction, data presentation, and data conclusions. Based on the results of research and discussion that is the teacher in fostering an attitude of nationalism using several centers. As for the centers that are used in growing nationalism, among others: art centers, namely introducing children of the symbol of the state and traditional clothing, centers of natural materials are the same as centers of art that introduce symbols of the state, then the last center plays a role that is playing the hero. The theory used in this study in the center activities namely Albert Bandura's learning theory includes direct imitation, indirect imitation, combined imitation and using play theory proposed by Vygotsky including the type of sensorimotor play and role play. The inhibiting factor in instilling an attitude of nationalism is the child in the child itself because not all children have the same character. The inhibiting factor in instilling an attitude of nationalism is the child in the child itself because not all children have the same character. Supporting factors in instilling the attitude of nationalism that is perfecting the inhibiting factor by providing repetition or habituation of nationalism attitudes every day Keywords: Attitude of nationalism, Central learning model, Three kinds of center.
Tindakan Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Kota Surabaya terkait Disiplin Protokol Kesehatan untuk Memutus Persebaran Covid-19 di Taman Bungkul Bella Septian Ananda; Sarmini Sarmini
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.11 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n1.p226-242

Abstract

Abstrak Penelitian berikut menjadi penting untuk diteliti karena selama pandemi masih banyak masyarakat menghiraukan protokol kesehatan, dengan demikian Satuan Polisi Pamong Praja bersinergi memberlakukan tindakan tegas untuk membuat sentra pariwisata tetap aman ketika dikunjungi dalam masa pandemi. Penelitian berikut menganalisis tindakan Satuan Polisi Pamong Praja Pererintah Kota Surabaya terkait disiplin protokol kesehatan terhadap upaya memutus persebaran Covid-19. Substansi ini dicermati dengan teori tindakan sosial Max Weber. Lebih lanjut Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian tindakan. Subjek penelitian Satuan Polisi Pamong Praja meliputi, koordinasi lapangan dan satuan Polisi Pamong Praja yang bertugas. Sementara itu lokasi penelitian berada di Jalan Taman Bungkul Kecamatan Wonokromo Kota Surabaya, informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam terkait tindakan. Data yang terkumpul dianalisis mengacu pendapat Miles dan Huberman dengan mensandingkan perspektif teori tindakan sosial Max Weber. Hasil penelitian ditemukan beberapa tindakan yakni, tindakan optimalisasi dalam mengimbau pengunjung, tindakan imbauan berat imbauwan tersebut berangkat dari random rapid test, selajutnya tindakan dengan memberikan sanksi sosial, serta tindakan membangun kerja sama dengan Perlindungan Masyarakat dan Dinas Pariwisata. Hasil penelitian memperkuat teori tindakan sosial Max Weber terutama pada bagian tindakan optimalisasi terhadap pengunjung, karena tindakan ini banyak menekankan perubahan baru bersama tindak lanjut atas sanksi tegas. Hasil penelitian direkomendasikan sebagai pijakan bagi peneliti dengan kasus sejenis dan penegak disiplin protokol kesehatan untuk mewujudkan perubahan dimasa pandemi.Kata Kunci: Tindakan, disiplin protokol kesehatan, Satuan Polisi Pamong Praja

Page 9 of 93 | Total Record : 923


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 3 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 2 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 1 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 4 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 3 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 2 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 1 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 4 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 3 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 2 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 1 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 1 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 3 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan More Issue