cover
Contact Name
Listyaningsih
Contact Email
listyaningsih@unesa.ac.id
Phone
+628123071250
Journal Mail Official
oksianajatiningsih@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang Jl. Ketintang, Gedung I1. 01.04 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan
  • jurnal-pendidikan-kewarganegaraa
  • Website
ISSN : 2337473X     EISSN : 29854334     DOI : -
Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kewarganegaraan, pendidikan, ideologi, politik, sosial, humaniora, nilai, dan moral.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 923 Documents
SIASAT PEMILIK WARUNG DALAM MEMPERTAHANKAN EKSISTENSINYA DI WISATA JURANG KUPING SURABAYA Kiki Dwi Asitasari; Sarmini Sarmini
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.831 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v9n3.p641-655

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan siasat pemilik warung dalam mempertahankan eksistensinya di wisata Jurang Kuping Surabaya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain deskriptif. Informan dalam penelitian ini adalah pemilik warung, dengan jumlah 3 orang. Peneliti menggunakan teknik informan dengan sampel random sampling. Penelitian bertempat di wisata Jurang Kuping Surabaya dengan alamat lengkap di kelurahan Benowo. Teknik pengumpulan data dari hasil penelitian adalah dengan cara wawancara mendalam terhadap para informan. Sedangkan untuk teknik keabsahan data menggunakan trianggulasi sumber. Fokus dari penelitian ini adalah melihat pada strategi pemilik warung yang ada di wisata Jurang Kuping dalam mempertahankan eksistensinya. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian adalah teori strukturalisme dari Giddens (1984). Hasil penelitian mendeskripsikan bahwa siasat dari para pedagang atau pemilik warung di wisata Jurang Kuping dalam mempertahankan eksistensinya adalah dengan melakukan siasat kepada petugas, wisatawan serta sesama pedagang. Siasat tersebut seperti melakukan penutupan wrung lebih awal, menyembunyikan barang dagangannya (minuman alkohol) serta menjual barang sesuai pesanan. Dianalisis dari teori struktural Giddens bahwa agen di sini sebagai pemilik warung melakukan tindakan sengaja untuk menyelesaikan tujuan-tujuan mereka pada saat yang sama, tindakan dari pemilik warung tersebut bertujuan agar aktivitas-aktivitas seperti menyembunyikan barang dagangan terlarang yaitu minuman beralkohol dapat dilakukan secara berulang-ulang.Kata Kunci: Siasat Pemilik Warung, Wisata Jurang Kuping, Eksistensi.
PENGETAHUAN PEMILIH PEMULA DI DESA MARGOMULYO PADA PELAKSANAAN PILKADA KABUPATEN TRENGGALEK 2020 DI MASA PANDEMI COVID-19 Nurfadila Raudotun Nisa; Maya Mustika Kartika Sari
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.504 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v9n3.p626-640

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengetahuan pemilih pemula di Desa Margomulyo dan mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pengetahuan pemilih pemula di Desa Margomulyo pada pelaksanaan Pilkada Kabupaten Trenggalek 2020 di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunaan pendekatan penelitian kuantitatif deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data survei online. Responden berjumlah 102 yang populasinya merupakan seluruh pemilih pemula yang berusia 17 tahun di Desa Margomulyo. Sampel jenuh digunakan sebagai teknik pengambilan data sehingga, seluruh populasi diikutsertakan dalam penelitian. Responden berasal dari dusun Margo, Ketok dan Petung. Uji validitas dan reliabilitas digunakan untuk menentukan uji valid pada instrumen penelitian Analisis persentase digunakan untuk mencari gambaran umum tingkat pengetahuan pemilih pemula di Desa Margomulyo pada pelaksanaan Pilkada Kabupaten Trenggalek 2020 di masa pandemi Covid-19 apakah dalam kategori tinggi atau rendah. Berdasarkan pada aspek pengetahuan memfokuskan penelitian pada tiga tingkatan pengetahuan yakni, mengetahui, memahami dan mengaplikasi. Hasil penelitian menunjukkan 88% pemilih pemula memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi dan 12% pemilih pemula memiliki tingkat pengetahuan yang rendah mengenai pengetahuan pelaksanaan Pilkada Kabupaten Trenggalek 2020 di masa pandemi Covid-19. Faktor yang memengaruhi pengetahuan pemilih pemula dalam mengintepretasikan pelaksanaan Pilkada Kabupaten Trenggalek 2020 adalah : a) rasa ingin tahu, b) kesadaran tentang hak memilih, c) sosialisasi dari desa, d) media sosial, e) alat peraga kampanye, f) intervensi dari orang tua/keluarga, g) teman sebaya. Kata Kunci: Pengetahuan, Pemilih pemula, Pilkada
Tingkat Efikasi Politik Mahasiswa Disabilitas Di Universitas Negeri Surabaya Pada Pilkada 2020 Umi Khoiriyah; Maya Mustika Kartika Sari
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.526 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v9n3.p517-534

Abstract

Tingkat efikasi politik penting dalam partisipasi politik, sebab keduanya saling berkaitan. Oleh sebab itu, apabila tingkat efikasi poiltik seseorang rendah, maka tingkat partisipasi politiknya juga rendah. Meneliti tingkat efikasi politik mahasiswa disabilitas menjadi sesuatu yang menarik, sebab bagi pemilih disabilitas mereka tidak terlalu tertarik dengan kehidupan politik, karena mereka menganggap partisipasinya tidak dapat memberikan perubahan yang berarti, sehingga menyebabkan tingkat efikasi politiknya rendah. Sedangkan, tingkat efikasi politik mahasiswa tinggi, karena tingkat pendidikan mempengaruhi tingkat efikasi politik seseorang. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan tingkat efikasi politik mahasiswa disabilitas di Unesa pada pilkada 2020. Metode penelitian adalah kuantitatif jenis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan, tingkat efikasi politik mahasiswa disabilitas di Unesa sangat tinggi, karena memiliki persentase 86,905%. Responden dalam penelitian adalah 28 mahasiswa disabilitas di Unesa, 20 responden termasuk dalam kategori sangat tinggi, 4 responden termasuk dalam kategori tinggi dan 4 responden termasuk dalam kategori sedang. Tingkat efikasi politik dibedakan menjadi efikasi politik internal dan efikasi politik eksternal. Efikasi politik internal mahasiswa disabilitas di Unesa tergolong sangat tinggi, karena memiliki persentase 86,1%. Efikasi politik eksternal mahasiswa disabilitas di Unesa tergolong sangat tinggi, karena memiliki persentase 87,5%. Efikasi politik eksternal responden lebih tinggi daripada efikasi politik internal, karena tingkat pendidikan responden. Orang yang berpendidikan tinggi (lebih dari SMA) selalu memiliki efikasi politik eksternal yang lebih tinggi daripada efikasi politik internal. Kata Kunci: mahasiswa disabilitas, efikasi politik, pilkada.
STRATEGI HIMPUNAN MAHASISWA PECINTA ALAM UNESA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN Ana Catur Farahiyah
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.812 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v9n3.p656-671

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis strategi himpunan pecinta alam unesa dalam pembentukan karakter peduli lingkungan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori observasional albert bandura yang terdiri dari proses perhatian, proses mengingat, proses pembentukan, proses motivasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan empat informan yang memenuhi kriteria, data dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarakan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa strategi pembentukan karakter peduli lingkungan di Himapala Unesa meliputi yang pertama mempererat rasa solidaritas, kedua keteladanan yang berkaitan dengan karakter peduli lingkungan, perilaku pengurus menjadi teladan berperan sebagai suatu perangsang terhadap sikap, pikiran atau perilaku untuk diteladani atau ditiru oleh anggota sebagai pengamat. Ketiga pemberian pengetahuan tentang pentingnya peduli lingkungan, dan strategi keempat yaitu mengadakan program kerja yang berkaitan dengan kepedulian lingkungan.Kata Kunci: Strategi, Himpunan Mahasiswa Pecinta Alam Unesa, Dan Karakter Peduli Lingkungan
PRIMORDIALISME DALAM PRAKTEK DEMOKRASI DI ORGANISASI KEMAHASISWAAN(KONFLIK SOSIAL DALAM PEMIRA BEM UNESA 2020) Haslinda Syafitri; Warsono Warsono
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.832 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v9n3.p672-688

Abstract

Penelitian ini membahas tentang primordialisme dalam praktek demokrasi di organisasi kemahasiswaan. Tujuannya adalah untuk mengetahui dan menganalisis relasi antara kepentingan primordialisme yang terjadi dengan konflik social pada Pemira BEM Unesa 2020.Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif menggunakan metode desain studi kasus yang mengacu pada perspektif teori strukturalisme konflik Ralf Dahrendorf. Pendekatan Informan dalam penelitian ini sejumlah Empat orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan cara wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis data dimulai dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan selanjutnya ditarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa konflik sosial yang telah terjadi dalam Pemira Badan Eksekutif Mahasiswa Unesa disebabkan enam faktor yaitu : 1) perbedaan kepentigan primordialisme, 2) ideologi Omek, 3) perebutan eksistensi antar kelompok atau indivdu, 4) adanya sebuah aspek laba, 5) distribusi kekuasaan yang terjadi tidak adil dan tidak merata kemudian yang terakhir adalah, 6) adanya suatu fenomena kelompok penguasa yang ingin melanggengkan kekuasaannya. Konflik terjadi menjadi dua bagian yaitu konflik vertikal seta konflik horizontal, konflik vertikal melibatkan antara mahasiswa dengan birokrasi sedangkan konflik horizontal melibatkan antara mahasiswa dengan mahasiswa. Peran dari Ormek menjadi kelompok kepentingan sebagai aktor konflik sosial itu, pada dasarnya dalam Ormek memiliki kepentingan primordialisme yang berbeda tetapi mempunyai orientasi yang sama akibatnya jabatan Presiden BEM Unesa menjadi rebutan banyak Ormek. Latar belakang konflik sosial BEM Unesa yang terjadi juga ditimbulkanoleh adanya pembagian distribusi kekuasaan yang tidak adil dan merata, yang akhirnya membagi dua kelompok yaitu kelompok superordinat serta kelompok subordinat. Dalam kelompok superordinat yaitu kelompok yang mendominasui di tempati oleh Himpunan Mahasiswa Islam ( HMI) kemudian di dalam kelompok subordinat yaitu kelompok yang di dominasi ditempati oleh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kata Kunci: Kepentingan Primordial, Konflik Sosial, Ormek.
STRATEGI PENYELENGGARAAN PEMILIHAN KEPALA DAERAH OLEH KOMISI PEMILILAHAN UMUM DAERAH KABUPATEN PONOROGO DITENGAH PANDEMI COVID-19 Hendrat Rahtami Wulandari; Maya Mustika Kartika sari
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.071 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n1.p1-15

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi penyelenggaraan pilkada oleh KPUD Kabupaten Ponorogo ditengah Covid-19. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori strategi yang dikemukakan oleh Greory G. Dess dan Alex Miller dalam Djaslim Saladin (2003). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan desain deskriptif..Pengumpulan data diperoleh dengan teknik wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa startegi penyelenggaraan pilkada yang dilakukan oleh KPU membuahkan keberhasilan yakni meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pilkada 2020 ditengah pandemi covid dengan jumlah partisipasi warga Ponorogo lebih tinggi dari periode sebelumnya, yakni sebesar 77,02% dengan jumalah pemilih 587.607 jiwa dengan melakukan strategi : pertama, pembentukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang tanggap Covid-19, kedua, penyelenggaraan focus group discussion antara KPUD Kabuapaten Ponorogo dan Polres Ponorogo yang tanggap Covid-19, ketiga, sosialisasi online dan sosialisasi offline sebagai kebijakan kampanye di tengah pandemi covid-19, keempat, penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) pada pelaksanaan pemilu bagi seluruh panitia penyelenggara di tingkat TPS dan 12 hal baru pada saat pencoblosan di TPS. Kata Kunci: Strategi, Pilkada, KPUD Kabupaten Ponorogo
Strategi Komunitas Bonek G-Evolution Surabaya Dalam Menumbuhkan Kesadaran Hukum Berlalu Lintas Anggotanya Arina Ameliyah; Rr. Nanik Setyowati
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.645 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n1.p16-31

Abstract

Abstrak Olahraga sepak bola tidak hanya berbicara mengenai teknik bermain di lapangan, namun terdapat para suporter yang setia mendukungnya. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan strategi komunitas Bonek G-Evolution dalam menumbuhkan kesadaran hukum berlalu lintas anggotanya beserta hambatannya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui model analisis data Miles dan Huberman. Jumlah informan yang dipilih yaitu 5 informan. Informan kunci dipilih dari ketua pusat komunitas Bonek G-Evolution dan dipilih beberapa pengurus dan anggota yang dianggap mengetahui permasalahan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunitas Bonek G-Evolution dalam menumbuhkan kesadaran hukum berlalu lintas anggotanya yaitu (1) Melakukan sosialisasi tentang peraturan berlalu lintas terhadap anggotanya (2) Memberikan sanksi terhadap anggota yang melanggar peraturan berlalu lintas (3) Menerapkan Role Model, yaitu ketua komunitas Bonek G-Evolution dan Capo memberikan contoh atau teladan terhadap anggotanya untuk selalu patuh terhadap peraturan berlalu lintas. Adapun hambatan yang dialami komunitas Bonek G-Evoluiton yaitu berasal dari hambatan internal, dimana setiap anggota memiliki kesibukan masing-masing sehingga sulit untuk diajak berkumpul. Hambatan eksternal yaitu bonek-bonek lain melakukan provokasi terhadap anggota komunitas Bonek G-Evolution agar tidak mematuhi peraturan berlalu lintas. Kata Kunci : Strategi, Komunitas Bonek G-Evolution, Lalu Lintas. Abstract Football is not only about playing techniques on the field, but there are loyal supporters who support it. The purpose of this study is to describe the strategy of the Bonek G-Evolution community in growing awareness of the traffic law of its members and their obstacles. The approach used in this research is a qualitative approach with a descriptive design. Data were collected through observation, interview and documentation techniques, then analyzed through Miles and Huberman's data analysis model. The number of selected informants is 5 informants. Key informants were selected from the head of the Bonek G-Evolution community center and selected several administrators and members who were considered to know the research problem. The results show that the Bonek G-Evolution community strategy in growing awareness of traffic laws for its members is (1) Conducting socialization about traffic regulations to its members (2) Giving sanctions to members who violate traffic regulations (3) Applying Role Model, namely the chairman Bonek G-Evolution and Capo communities provide examples or role models for their members to always obey traffic rules. The obstacles experienced by the Bonek G-Evoluiton community came from internal obstacles, where each member had their own busy lives so it was difficult to get together. The external obstacle is that other dolls provoke members of the G-Evolution Bonek community to disobey traffic regulations. Keywords : Strategy, Bonek G-Evolution Community, Traffic.
PANDANGAN INTELEKTUAL TERHADAP WACANA KYAI PENDUKUNG KHOFIFAH INDAR PARAWANSA DALAM KONTESTASI PEMILIHAN GUBERNUR JAWA TIMUR 2018 Yoky Armando Sunaryo; Oksiana Jatiningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.603 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v9n3.p610-625

Abstract

Abstrak Berbeda dengan sebelumnya, kyai yang selama ini tidak mendukung perempuan menjadi pemimpin, beberapa di antaranya menjadi pendukung Khofifah dalam pencalonannya menjadi gubernur Jawa Timur di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur tahun 2018. Tentu saja hal ini menjadi fenomena yang menarik untuk dikaji. Apakah perubahan ini menandai terjadinya transformasi nilai gender dari patriarkhi menjadi egalitarian? Dalam bahasa Foucault apakah telah terjadi patahan atau keterputusan dominasi wacana nilai gender patriarkhi yang selama ini mendominasi kehidupan? Menjadi menarik untuk mengaji bagaimana para intelektual melihat fenomena ini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pandangan intelektual tentang wacana kyai pendukung Khofifah Indar Parawansa dalam kontestasi pemilihan gubernur Jawa Timur tahun 2018. Ada sembilan orang intelektual yang menjadi informan penelitian, yang diambil berdasarkan bukti-bukti bahwa yang bersangkutan merupakan intelektual yang memiliki pemahaman di bidang politik-keagamaan yang berkaitan dengan gender, serta terlibat aktif sebagai konsultan politik, pakar, dan peneliti yang sekaligus memiliki pengetahuan tentang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2018. Fokus penelitian ini adalah pandangan intelektual tentang fenomena kyai pendukung Khofifah Indar Parawansa di Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018, yang dapat dicermati dari pendapat dan pandangan yang dituturkannya. Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam dan dokumentasi. Data diambil dengan menggunakan wawancara mendalam dan kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) dukungan kyai kepada Khofifah Indar Parawansa bukan berdasarkan kesadaran untuk memperjuangkan kesetaraan gender, namun berdasarkan kepentingan politik. (2) strategi dan kalkulasi politik kyai berbasis pada kesamaan value. (3) patriarkhi masih menjadi dominant discourse, sehingga tidak terjadi diskontinuitas wacana gender patriarkhi, meskipun Khofifah Indar Parawansa terpilih sebagai Gubernur Jawa Timur. Kata Kunci: Kyai, Wacana, Patriarkhi, Khofifah Indar Parawansa. Abstract In contrast to the previous kyai who have not supported women to became leaders, some of whom have supported supportered of Khofifah in her candidacy for governor of East Java in the 2018 Governor and Deputy Governor Elections. Of course this is an interesting phenomenon to study. Does this change mark the transformation of gender values from patriarchy to egalitarian? In Foucault’s language has there been a break or break in the discourse of patriarchal gender values that have dominated life?It is interesting to study how intellectuals view this phenomenon. Therefore, this study aims to reveal intellectual views about the discourse of kyai supporters of Khofifah Indar Parawansa in the contestation for the 2018 East Java governor election. There were nine intellectuals who became informants of the research. Which were taken based on evidence that the person concerned was an intellectual who in the political-religious field related to gender, as well as being actively involved as a political consultant, and researcher who at the same time has knowledge of the 2018 East Java Governor and Deputy Governor elections. The focus of this research is an intellectual view of the phenomenon of kyai support Khofifah Indar Parawansa in the 2018 East Java Governor and Deputy Governor elections, which can be observed from the opinions and view he expressed. Data collection techniques with in-depth interviews and documentation. Data were taken using in-depth interviews and then analyzed qualitatively. The results of this study indicate that (1) kyai’s support for Khofifah Indar Parawansa is not based on awereness to fight for gender equality, but based on political interests. (2) Political strategies and calculations based on similarity of values. (3) Patriarchy is still the dominant discourse, so there is no discontinuity in patriarchal gender discourse, even though Khofifah Indar Parawansa was elected as Governor of East Java. Keywords: Kyai, Discourse, Patriarchy, Khofifah Indar Parawansa
PERILAKU FANATIK KOMUNITAS BONEK SAKERA PASURUAN TIMUR DITINJAU DARI ASPEK MORALITAS Firda Nur Laili; Rr Nanik Setyowati
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.302 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n1.p49-63

Abstract

Kajian dalam penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perilaku fanatik dan juga tujuan mereka melakukan perilaku fanatik pada saat mendukung Persekabpas. Penelitian ini dibatasi dengan salah satu komunitas pendukung Persekabpas yaitu Komunitas Bonek Sakera Pasuruan Timur. Penelitian terkait dengan perilaku fanatik komunitas Bonek Sakera Pasuruan Timur ini dianalisis menggunakan teori Max Weber yaitu Tindakan Sosial yang terdapat empat bagian yaitu 1 Rasionalitas yang berdasarkan bahwa tindakan ini didasari oleh akal atau rasio 2 Rasionalitas yang berorientasi nilai 3 Tindakan afektif dari perasaan/emosi empat Tindakan tradisional kebiasaan yang telah mendarah daging. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan Metode penelitian menggunakan desain studi kasus. Data diperoleh dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. lnforman penelitian ini berjumlah empat orang yang berasal dari anggota komunitas Bonek Sakera Pasruan Timur yang selalu aktif dalam mendukung Persekabpas secara langsung. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku fanatik yang dilakukan oleh Komunitas Bonek Sakera Pasuruan Timur sangat tidak mencerminkan moral baik dalam invidu maupun kelompok yang dapat membahayakan orang lain dan dirinya sendiri juga melanggar nilai dan aturan yang ada di masyarakat. Hasil penelitian ini juga dapat digunakan sebagai tambahan informasi pihak berwenang agar terciptanya kondisi aman dan nyaman saat Persekabpas berlaga. Kata Kunci: Perilaku, Fanatik, Komunitas, Moralitas, Max Weber
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN LURAH DALAM PEMBENTUKAN KELURAHAN SADAR HUKUM PADA MASYARAKAT KELURAHAN POJOK KECAMATAN MOJOROTO KOTA KEDIRI Safira Indhana Zulfani; Warsono Warsono
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.112 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n1.p32-48

Abstract

Implementasi kebijakan yang dilaksanakan oleh pemerintah kelurahan berdampak pada penguatan pembentukan kelurahan sadar hukum yang termasuk dalam upaya memberdayakan masyarakat untuk meningkatkan kepatuhan dan kesadaran terhadap hukum di masyarakat Kelurahan Pojok. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan implementasi dari kebijakan yang telah ditetapkan oleh Lurah dalam pembentukan kelurahan sadar hukum dan memaparkan hambatan serta tantangan yang dihadapi kelurahan pojok dalam pembentukan Kelurahan Sadar Hukum. Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif. Dalam penentuan sampel yang akan digunakan untuk memperoleh data, peneliti menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori implementasi George C. Edward III yang memiliki empat faktor penentu keberhasilan implementasi kebijakan yaitu, komunikasi, sumberdaya, disposisi dan struktur birokrasi/ kewenangan. Komunikasi pelaksanaan kebijakan dilaksanakan dengan cara rapat periodik. Dalam pelaksanaan kebijakan Kelurahan pojok memiliki staf yang mumpuni di bidangnya serta melakukan kerjasama dan koordinasi dengan baik. Pembentukan kesadaran hukum masyarakat merupakan hasil kerja sama dan koordinasi dengan berbagai pihak, melalui penyuluhan dan pelatihan dalam kegiatan KADARKUM.Terdapat hambatan dan tantangan yaitu, kurangya partisipasi masyarakat dalam mengikuti kegiatan kelurahan dan media yang kurang informatif bagi masyarakat. Kesadaran hukum masyarakat Pojok didorong dengan bantuan konsultasi hukum yang diberikan oleh Lurah dan adanya lembaga swadaya masyarakat yang ikut serta memberi pengarahan hukum kepada masyarakat dibuktikan dengan, pembayaran pajak tepat pada waktunya, tidak terdapat pernikahan dini, memiliki kasus kriminal yang rendah dan minimnya kasus narkoba. Dan Masyarakat kelurahan Pojok sangat peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkunganya. Kata Kunci: Implementasi , Kebijakan , Kelurahan Sadar hukum

Page 8 of 93 | Total Record : 923


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 3 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 2 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 1 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 4 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 3 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 2 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 1 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 4 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 3 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 2 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 1 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 1 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 3 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan More Issue