cover
Contact Name
Listyaningsih
Contact Email
listyaningsih@unesa.ac.id
Phone
+628123071250
Journal Mail Official
oksianajatiningsih@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang Jl. Ketintang, Gedung I1. 01.04 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan
  • jurnal-pendidikan-kewarganegaraa
  • Website
ISSN : 2337473X     EISSN : 29854334     DOI : -
Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kewarganegaraan, pendidikan, ideologi, politik, sosial, humaniora, nilai, dan moral.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 923 Documents
STRATEGI KOMUNITAS DELTA PUNK ART DALAM MENGUBAH STIGMA NEGATIF RELLY CITRA ADRIANA; SARMINI SARMINI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.684 KB)

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi Komunitas Delta Punk Art dalam mengubah stigma negatif masyarakat berikut berbagai tantangan yang dihadapi. Substansi ini dicermati dari teori strategi adaptasi John W. Bennett bahwa adaptasi merupakan upaya membangun pola hubungan sosial dan membebaskan diri dari masalah yang dihadapi. Adaptasi di sini terbagi menjadi tiga, yakni adaptasi perilaku, siasat, dan proses. Penelitian ini menjadi penting untuk diteliti mengingat selama ini masyarakat masih menganggap bahwa semua komunitas punk meresahkan dengan perbuatan anarkisnya. Pada faktanya, terdapat juga komunitas punk yang berusaha keras mengubah pandangan masyarakat melalui berbagai strategi yang dimiliki. Metode yang digunakan adalah studi kasus, mengacu pada pendapat Robert K. Yin. Subjek penelitian adalah anggota Komunitas Delta Punk Art yakni EN, DN, dan RY. Nama tersebut sengaja disamarkan demi keamanan. Lokasi penelitian di Kampung Seni Blok CG No. 5-6 Kabupaten Sidoarjo. Sementara itu, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam terkait adaptasi perilaku, siasat, dan proses serta observasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan mengacu pendapat Miles dan Huberman dengan mensandingkan perspektif teori strategi adaptif John W. Bennett. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga strategi meliputi strategi menyesuaikan tindakan dalam memenuhi harapan lingkungan, strategi memanfaatkan sumber daya sebagai faktor penting dalam proses adaptasi, serta strategi mempertahankan hidup dan meringankan beban satu sama lain. Penelitian ini memperkuat teori strategi adaptasi oleh John W. Bennett terutama pada bagian strategi adaptasi perilaku, sementara dalam strategi adaptasi proses belum banyak ditemukan. Hasil dari penelitian direkomendasikan sebagai pijakan bagi peneliti dengan kasus sejenis dan komunitas punk lain dalam usahanya mengubah stigma negatif masyarakat.
KONSTRUKSI KESETARAAN GENDER DALAM PENGURUS KOHATI BADAN KOORDINASI HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM JAWA TIMUR 2018-2020 Uci Shintia Budi; Warsono Warsono
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.513 KB)

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah menjabarkan konstruksi kesetaraan gender pengurus KOHATI Badan Koordinasi (Badko) HMI Jatim Periode 2018-2020. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan konstrukstivisme. Informan dalam penelitian ini berjumlah empat orang, penelitian menggunakan teknik pemilihan informan dengan purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Sedangkan untuk teknik keabsahan menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Fokus pada penelitian ini adalah pandangan pengurus KOHATI Badko HMI Jatim Periode 2018-2020 terhadap kesetaraan gender. Hasil pada penelitian ini mengungkapkan bahwa pengurus KOHATI mengonstruksikan keseteraan gender adalah hak dan peran yang seimbang antara laki-laki dan perempuan pada ruang publik dan domestik tanpa meninggalkan nilai agama. Penelitian ini mengggunakan teori kontruksi sosial dari Peter L. Berger yang menjelaskan bahwa konstruksi sosial muncul melalui tiga proses yaitu eksternalisasi, objektivasi dan internalisasi. Berdasarkan analisis terhadap kesetaraan gender dari pandangan pengurus KOHATI Badko HMI Jatim Periode 2018-2020 memiliki sebuah pengetahuan dan tindakan yang matang dalam membentuk kesensitifan gender. Kata Kunci: KOHATI, Gender, Kesetaraan Gender Abstract The purpose of this study is to describe the construction of gender equality for the KOHATI management of the East Java HMI Coordinating Board (Badko) for the 2018-2020 period. This study uses a qualitative approach with a construktivisme design. There were four informants in this study, the study used informant selection techniques with purposive sampling. Data collection techniques used in this study were indepth interviews, observation and documentation. As for the validity technique using source triangulation and technical triangulation. The focus of this research is the view of the KOHATI Badko HMI East management for the 2018-2020 period on gender equality. The results of this study reveal that KOHATI administrators construct gender equality as equal righs and roles between men and women in public and domestic spaces without leaving the side of religion. This study uses the social construction theory of Peter L. Berger which explains that social emerges through three processes, namely externalization, objectivatin and internalization. Based on an analysis of gender equality form the view of the KOHATI Badko HMI East Java management for the 2018-2020 period, they have mature knowledge and actions in shaping geder sensitivity. Keywords: KOHATI, Gender, gender Equality
STRATEGI ORGANISASI PATROLI KETERTIBAN MADRASAH (PKM) DALAM MENEGAKKAN KEDISIPLINAN PADA SISWA DI MAN 1 PASURUAN Yenni Febrianti; Listyaningsih Listyaningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.823 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v9n3.p485-500

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan strategi organisasi Patroli Ketertiban Madrasah (PKM) dalam menegakkan kedisiplinan pada siswa di MAN 1 Pasuruan. Fokus dalam penelitian ini yaitu strategi mendisiplinkan siswa. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori strategi perencanaan J. David Hunger dan Thomas L. Wheleen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian ini adalah 3 anggota organisasi PKM dan pembina organisasi PKM. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara terstruktur dan dokumentasi. Data wawancara akan dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi organisasi PKM dalam menegakkan kedisiplinan pada siswa yaitu patroli pagi, patroli kelas dan patroli pulang sekolah. Pelaksanaan strategi dengan cara anggota organisasi PKM menggunakan teguran untuk menegakkan kedisiplinan dalam menaati peraturan tata tertib dan sikap disiplin dapat tertanam dalam diri siswa agar menjadi suatu kebiasaan. Proses penegakan kedisiplinan pada siswa oleh organisasi PKM mempunyai beberapa hambatan seperti kelengkapan atribut dan ketepatan waktu. Upaya mengatasi hambatan dalam proses menegakkan kedisiplinan siswa yaitu dilakukan evaluasi strategi seperti pemeriksaan atribut siswa, penambahan waktu masuk sekolah agar keterlambatan berkurang dan dilakukan patroli pulang sekolah. Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi organisasi PKM dalam menegakkan kedisiplinan pada siswa telah berhasil karena pelanggaran yang dilakukan siswa berkurang dan sikap disiplin menjadi suatu kebutuhan dalam diri siswa. Kata Kunci: Strategi, Organisasi PKM, Menegakkan Kedisiplinan. Abstract The purpose of this study was to describe the organizational strategy of the Madrasah Order Patrol (PKM) in enforcing discipline on students at MAN 1 Pasuruan. The focus in this research is the strategy of disciplining students. The theoretical basis used in this research is the strategic planning theory of J. David Hunger and Thomas L. Wheleen. This study uses a qualitative approach with a descriptive type of research. The informants of this research were 3 members of the PKM organization and the supervisor of the PKM organization. Data collection techniques in this study are structured interviews and documentation. Interview data will be analyzed by means of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that the PKM organizational strategies in enforcing discipline on students are morning patrols, classroom patrols and school patrols. Implementation of the strategy by means of members of the PKM organization using reprimands to enforce discipline in obeying the rules of conduct and discipline can be embedded in students so that it becomes a habit. The process of enforcing discipline on students by PKM organizations has several obstacles such as completeness of attributes and timeliness. Efforts to overcome obstacles in the process of enforcing student discipline include evaluating strategies such as examining student attributes, increasing school entry time so that delays are reduced and patrols are carried out after school. This study shows that the PKM organizational strategy in enforcing discipline on students has been successful because the violations committed by students are reduced and discipline becomes a necessity in students. Keywords: Strategy, PKM Organizational, Enforcing Discipline.
STRATEGI BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL KABUPATEN TUBAN DALAM PENGELOLAAN ZAKAT SEBAGAI UPAYA MENURUNKAN ANGKA KEMISKINAN UNTUK MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN SOSIAL NOVITA WAHYU PRATAMA; IMAN PASU MARGANDA HADIARTO PURBA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.719 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v9n3.p501-516

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi yang dilakukan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tuban dalam pengelolaan zakat sebagai upaya menurunkan angka kemiskinan untuk kesejahteraan sosial. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi yang dilakukan oleh BAZNAS Tuban dalam pengelolaan zakat sebagai upaya menurunkan angka kemiskinan untuk kesejahteraan sosial yang pertama yaitu dengan cara mengoptimalkan pengelolaan zakat melalui lima program utama yang dimiliki oleh BAZNAS Kabupaten Tuban, yang mana program tersebut meliputi Tuban Peduli, Tuban Sehat, Tuban Cerdas, Tuban Taqwa, dan Tuban Berdaya yang fokus pendistribusiannya untuk masyarakat miskin dan memiliki tujuan untuk mensejahterakan masyarakat. Strategi dalam pengelolaan zakat yang dilakukan oleh BAZNAS Kabupaten Tuban yang kedua adalah dengan pengorganisasian anggota dan pelaksana dalam bekerja sesuai dengan strategi pengelolaan dan manajemen strategi yaitu dengan menjalankan prinsip perencanaan (planning), pengorganisasian (Organizing), pengarahan (Actuating), dan pengawasan (Controlling). Kata Kunci: kemiskinan, strategi pengelolaan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS)
PENGARUH IMPLEMENTASI PROGRAM “BIMBINGAN MENTAL PERILAKU” TERHADAP KEDISIPLINAN ANAK ASUH DI UPTD KAMPUNG ANAK NEGERI SURABAYA Chusnul Fitria wati; Siti Maizul Habibah
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.652 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n1.p64-78

Abstract

Abstrak Tujuan peneliti untuk menguji adanya Pengaruh Implementasi Program “Bimbingan Mental Perilaku” Terhadap Kedisiplinan Anak Asuh di UPTD Kampung Anak Negeri Surabaya. Teori yang digunakan adalah teori belajar B.F Skinner (Operant Conditioning). Metode penelitian menggunakan kuantitatif korelasional berlokasi di Unit Pelaksanaan Teknis Daerah (UPTD) Kampung Anak Negeri Surabaya. Teknik sampling yang digunakan sampling jenuh dengan 29 responden dengan teknik analisis data Uji Parsial (t) dengan taraf signifikan 5% diperoleh nilai t.hitung 7,371965923 > t.tabel 2,05 : sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil analisis data implementasi program “Bimbingan Mental Perilaku” di Unit Pelaksanaan Teknis Daerah (UPTD) Kampung Anak Negeri Surabaya (79,6%) artinya kriteria penilaiannya termasuk kategori “baik” sedangkan untuk kedisiplinan anak asuh di Unit Pelaksanaan Teknis Daerah (UPTD) Kampung Anak Negeri Surabaya (89,4%) kriteria penilaiannya termasuk kategori “sangat baik”. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh dalam implementasi program “Bimbingan Mental Perilaku” terhadap kedisiplinan anak asuh di Unit Pelaksanaan Teknis Daerah (UPTD) Kampung Anak Negeri Surabaya bahwa semakin baik pelaksanaan program maka semakin baik kedisiplinan anak asuh di Unit Pelaksanaan Teknis Daerah (UPTD) Kampung Anak Negeri Surabaya. Kata Kunci: Implementasi, Kedisiplinan, Anak Asuh. Abstract The aim of the researcher was to examine the effect of the implementation of the "Bimbingan Mental Perilaku" Program on the Discipline of Foster Children at UPTD Kampung Anak Negeri Surabaya. The theory used is the learning theory of B.F Skinner (Operant Conditioning). The research method using correlational quantitative is located in the Unit Pelaksanaan Teknis Daerah (UPTD) of Kampung Anak Negeri Surabaya. The sampling technique used is saturated sampling with 29 respondents with data analysis techniques Partial Test (t) with a significant level of 5%, the value of t.count is 7.371965923 > t.table 2.05: so H0 is rejected and Ha is accepted. Based on the results of data analysis on the implementation of the "Bimbingan Mental Perilaku" program at the Unit Pelaksanaan Teknis Daerah (UPTD) of Kampung Anak Negeri Surabaya (79.6%), it means that the assessment criteria are in the "good" category, while for foster children's discipline in the Unit Pelaksanaan Teknis Daerah (UPTD) Kampung Anak Negeri Surabaya (89.4%) the assessment criteria are in the "very good" category. It can be concluded that there is an influence in the implementation of the "Bimbingan Mental Perilaku" program on the discipline of foster children in the Unit Pelaksanaan Teknis Daerah (UPTD) of Kampung Anak Negeri Surabaya that the better the implementation of the program, the better the discipline of foster children in the Unit Pelaksanaan Teknis Daerah (UPTD) of Kampung Anak Negeri Surabaya. Keywords: Implementation, Discipline, Foster Children.
PERAN ORGANISASI LINGKUNGAN TUNAS HIJAU DALAM UPAYA MEWUJUDKAN SURABAYA KOTA LAYAK ANAK Anggie Pratiwi; Raden Roro Nanik Setyowati
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.295 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v9n3.p535-549

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran organisasi lingkungan Tunas Hijau dalam upaya mewujudkan Surabaya sebagai Kota Layak Anak. Penelitian ini menggunakan teori struktural fungsional dengan skema fungsi sistem tindakan yakni AGIL. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode wawancara, dokumentasi, dan analisis data yang digunakan oleh Miles and Huberman. Analisis data dilakukan pada saat pengumpulan dan setelah data diperoleh. Penentuan narasumber dilakukan dengan metode purposive sampling. Adapun narasumber dalam penelitian ini adalah anggota organisasi Tunas Hijau. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa upaya-upaya yang telah dilakukan oleh organisasi Tunas Hijau dalam mengatasi permasalahan anak dan mewujudkan Surabaya menjadi Kota Layak Anak telah berjalan dengan baik. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya adopsi kampung hijau di Surabaya dan meningkatnya partisipasi sekolah dalam kegiatan Surabaya Eco School (SES). Adapun upaya-upaya yang telah dilakukan oleh organisasi Tunas Hijau dalam mewujudkan Surabaya Kota Layak anak adalah dengan menciptakan lingkungan bersih melalui program dan kegiatan yang melibatkan anak serta menyosialisasikan Kota Layak Anak pada masyarakat luas. Faktor pendukung dalam upaya mewujudkan Surabaya Kota Layak Anak adalah berupa dukungan dari sekolah dan masyarakat seperti dukungan material dan finansial serta ikut terlibat dalam berbagai kegiatan Tunas Hijau. Faktor penghambat yakni sumber daya manusia yang terbatas dan komunikasi mengenai informasi kegiatan-kegiatan Tunas Hijau belum menjangkau semua sekolah di Surabaya. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa upaya organisasi lingkungan Tunas Hijau dalam mengatasi permasalahan anak dan mewujudkan Surabaya menjadi Kota Layak Anak telah berjalan dengan baik. Kata Kunci:Peran, Organisasi Lingkungan, Tunas Hijau, Kota Layak AnakAbstract Abstract This study aims to explain the role of Tunas Hijau, an environmental organization, in an effort to make Surabaya a Child Friendly City. This research applies structural functional theory with the scheme function namely AGIL. This research applies qualitative approach using case study. Data collection was conducted through interviews and documentation, which were then analyzed using the model developed by Miles and Huberman. Data analysis was carried during and after data collection. Interviewees were selected using purposive sampling method. The interviewees were the members of Tunas Hijau. The result of this research indicates that Tunas Hijau has successfully contributed in addressing some children issues and brought Surabaya to become a child friendly city. It can be seen from the increasing number of green villages in Surabaya and the schools participation into Surabaya Eco School (SES) program. Some measures conducted by Tunas Hijau were creating clean environment, devising activities involving children, and diseminating child friendly city to the communities. To bring Surabaya becoming child friendly city, it requires public and educational institutions’ supports, be it material, financial, or participation in Tunas Hijau program. Meanwhile, Tunas Hijau also encounters some issues such as limited human resources and limited access of communication to schools. In conclusions, Tunas Hijau has successfully contributed to address children issues and brought Surabaya to become a child friendly city. Keywords: role of organization, environmental organization, Child Friendly City
KERJASAMA ANTARA KEPALA DESA DENGAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TUNAGRAHITA DI DESA KARANGPATIHAN, KECAMATAN BALONG, KABUPATEN PONOROGO Rahmadani Eka Puteri; Agus Satmoko Adi
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.716 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v9n3.p550-564

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Mengetahui Program kegiatan kerjasama yang telah dilakukan kepala desa dengan BPD dalam pemberdayaan masyarakat Tunagrahita di Desa Karangpatihan Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo. (2) Mengetahui hambatan yang dihadapi dalam kerjasama antara kepala desa dengan BPD dalam pemberdayaan masyarakat.(3) Mengetahui upaya kepala desa dan BPD dalam mengatasi hambatan dalam kerjasama antara Kepala Desa dengan BPD dalam pemberdayaan masyarakat Tunagrahita. Penelitian ini dilakukan di Desa Karangpatihan Kecamatan Balong Ponorogo merupakan desa yang memiliki masyarakat tunagrahita terbanyak di Ponorogo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, Menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Menggunakan teknik analisis data Miles & Huberman (1992: 16) dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian ini antara lain : (1)Membentuk Program Rumah Harapan dimana dalam program ini sangat membantu perekonomian masyarakat tunagrahita dan Pengahasilan dari kegiatan di rumah harapan langsung diberikan kepada masyarakat tunagrahita. (2) Faktor penghambat yang dihadapi dalam Terdapat tiga faktor penghambat yakni Kurangnya Tenaga Pendamping yang terlatih di Rumah Harapan, Sumber Daya Manusia Yang masih sangat Rendah dan yang terakhir Anggaran dana. (3) Upaya dari kepala desa dan BPD dalam mengatasi hambatan yakni Mengadakan Pelatihan Bagi Pendamping Mayarakat Tunagrahita , Merencanakan Kegiatan Pemberdayaan kelanjutan untuk meningkatan Sumber Daya Manusia terutama untuk masyarakat tunagrahita,dan Mengupayakan Alokasi dana Untuk Program Rumah Harapan.(4) Mensejahterakan Masyarakat Tunagrahita dalam bidang sosial dan ekonomi.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN DIGITAL CITIZENSHIP DALAM MEMBENTUK GOOD DIGITAL CITIZEN PADA SISWA SMA LABSCHOOL UNESA Eva Maulana Putri; Rr. Nanik Setyowati
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.473 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v9n3.p580-594

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi Pendidikan Digital Citizenship dalam membentuk good digital citizen pada siswa SMA Labschool UNESA, Surabaya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori belajar behaviorisme oleh BF Skinner. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa SMA Labschool UNESA sudah mengimplementasikan Pendidikan Digital Citizenship ditunjukkan dengan pemberian fasilitas berupa kemudahan akeses internet di sekolah atau digital accsess. Pengintegrasian nilai-nilai digital citizenship dalam peraturan dan program sekolah dalam mewujudakan digital right and responsibility yaitu segala bentuk penyalahgunaan teknologi yang dilakukan oleh siswa akan ditindak oleh sekolah melalui wali kelas, guru BK, dan tim tata tertib sekolah, ada juga kegiatan sidak akademik, pekan literasi. Kemudian pemberian pemahaman tentang digital etiquette diberikan melalui pembelajaran PPKn dan TIK. Pada pembelajaran PPKn terfokus pada pembentukan nilai, moral dan karakter siswa, sedangkan pada pembelajaran TIK terfokus pada pemberian teori dan ketrampilan IT, serta adanya kegiatan sosialisasi terkait sistem pembelajaran, peratuaran dan program sekolah dan sosialisasi tentang pemanfaatan teknologi dan dampak dari kemajuan teknologi yang ada dimana setiap tahun mengangkat tema atau permasalahan yang berbeda dari sekolah kepada seluruh siswa dan orang tua. Kata Kunci: Implementasi, Pendidikan Digital Citizenship, Good digital citizen. This study aims to describe the implementation of Digital Citizenship Education in forming good digital citizens for students at SMA Labschool UNESA, Surabaya. The theory used in this study is the learning theory of behaviorism by BF Skinner. This study uses a qualitative approach with descriptive research type, and data collection techniques used are interviews and documentation. The results of this study indicate that SMA Labschool UNESA has implemented Digital Citizenship Education as indicated by the provision of facilities in the form of easy internet access at school or digital access. The integration of digital citizenship values ​​into school regulations and programs in realizing digital rights and responsibility, namely all forms of technology abuse committed by students will be dealt with by the school through homeroom teachers, BK teachers, and the school discipline team, there are also academic inspection activities, weekends literacy. Then the understanding of digital etiquette is given through Civics and ICT learning. Civics learning focuses on the formation of student values, morals and character, while ICT learning focuses on providing IT theory and skills, as well as socialization activities related to learning systems, regulations and school programs and socialization about the use of technology and the impact of existing technological advances. each year raises a different theme or problem from the school to all students and parents. Keywords: Implementation, Digital citizenship education, Good digital citizen
PENGUATAN MODAL SOSIAL MASYARAKAT KAMPUNG 1001 MALAM SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP DI KELURAHAN DUPAK KREMBANGAN SURABAYA Maharani Dwi Pertiwi; Sarmini Sarmini
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.157 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v9n3.p595-609

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penguatan modal sosial yang dilakukan oleh masyarakat Kampung 1001 Malam dalam meningkatkan kualitas hidup dan faktor penghambat yang dihadapi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif menggunakan desain studi kasus. Subjek penelitian yaitu ketua Kampung 1001 Malam dan masyarakat yang ikut serta dalam kegiatan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan observasi partisipan yang kemudian dianalisis menggunakan model Milles dan Huberman yang dicermati menggunkan teori struktural fungsional Talcott Parsons. Hasil penelitian menunjukkan lima upaya penguatan yang dilakukan masyarakat meliputi kepercayaan antar masyarakat di Kampung 1001 Malam sebagai upaya penyesuaian terhadap lingkungan. Dalam hal ini terdapat dua bentuk penguatan modal sosial kepercayaan yang ditemukan yaitu pemberian kepercayaan kepada tokoh kampung untuk memimpin serta mengarahkan terwujudnya tujuan bersama dan menjaga rasa saling percaya dan keutuhan kampung melalui komunikasi yang baik dan saling berbagi informasi. Selanjutnya menjadi lebih aktif berorganisasi untuk memperluas jaringan sosial di masyarakat, saling tolong-menolong dalam kegiatan rutin sebagai upaya menjaga kekompakkan antar masyarakat, mengontrol perilaku masyarakat terhadap aturan kampung dan bertegur sapa saat berpapasan. Hambatan yang dialami berupa rasa bosan hingga dipandang sebelah mata mempersulit dalam mewujudkan penguatan modal sosial. Penelitian ini bermanfaat untuk memperkuat teori struktural fungsional Talcott Parsons pada bagian fungsi adaptation, goal attainment, dan integration, sedangkan fungsi latency masih belum ditemukan sanksi yang tegas bagi pelanggar aturan. Hasil penelitian direkomendasikan menjadi referensi bagi penelitian sejenis dan sebagai bahan pertimbangan pemerintah Kelurahan Dupak untuk menetapkan kebijakan pembentukan RT serta kebijakan yang membantu peningkatan kesejahteraan.
TINGKAT KESADARAN HUKUM MASYARAKAT TERHADAP KEPEMILIKAN SURAT IJIN MENGEMUDI (SIM) C DI KECAMATAN SEMAMPIR KOTA SURABAYA Retno Multi Lestari; Rahmanu Wijaya
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.254 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v9n3.p565-579

Abstract

This study aims to describe the legal awareness of the community towards the ownership of a driving license (SIM) C in Semampir District, Surabaya City. Legal awareness is compliance with the law on a wide range of issues, including issues of knowledge, recognition, and respect for the law. This study uses Soekanto's theory of legal awareness. The research was conducted using a quantative approach with a descriptive design. The sample in this study amounted to 100 respondents using random sampling techniques. The data collection technique was carried out using a questionnaire. While the data analysis technique in this study is descriptive statistics with percentages. The results showed that the level of legal awareness of the community towards the ownership of a driving license (SIM) C in Semampir District, Surabaya City was in a low or poor percentage. Keywords: Legal Awareness, Driving License, Ownership.

Page 7 of 93 | Total Record : 923


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 3 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 2 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 1 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 4 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 3 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 2 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 1 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 4 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 3 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 2 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 1 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 1 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 3 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan More Issue