cover
Contact Name
Listyaningsih
Contact Email
listyaningsih@unesa.ac.id
Phone
+628123071250
Journal Mail Official
oksianajatiningsih@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang Jl. Ketintang, Gedung I1. 01.04 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan
  • jurnal-pendidikan-kewarganegaraa
  • Website
ISSN : 2337473X     EISSN : 29854334     DOI : -
Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kewarganegaraan, pendidikan, ideologi, politik, sosial, humaniora, nilai, dan moral.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 923 Documents
Penerapan Pendidikan Antikorupsi Melalui Kantin Kejujuran di SMA Antartika Sidoarjo Erlinda Fatimah; Harmanto Harmanto
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.281 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n2.p319-333

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan kantin kejujuran di SMA Antartika Sidoarjo, mengetahui hubungan yang terjalin antara perspektif moral knowing, moral feeling, dan moral behaviour dalam penerapannya di kantin kejujuran SMA Antartika Sidoarjo, dan mengetahui tantangan yang dihadapi dalam penerapan kegiatan kantin kejujuran di SMA Antaratika Sidoarjo. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dan kualitatif, dimana data didapatkan dengan kuesioner, observasi, dan wawancara mendalam kepada guru dan siswa. Lokasi penelitian ini di SMA Antartika Sidoarjo. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis deskriptif data yaitu, data dijabarkan dalam beberapa kategori dan analisis korelasi untuk dapat mengetahui hubungan yang terjadi antar kategori dengan menggunakan teori pendidikan karakter oleh Thomas Lickona. Ada tiga hal yang dapat menentukan karakter seseorang yaitu moral knowing, moral feeling, dan moral behaviour. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Hubungan yang terjadi antara kategori yang diteliti juga menunjukan hal yang baik. Untuk hubungan antara kategori moral knowing dengan moral feeling didapatkan koefisien korelasi sebesar 0.876, moral knowing dengan moral action didapatkan koefisien korelasi sebesar 0.764, moral feeling dengan moral action adalah sebesar 0.864 maka, hubungan tiap kategori kuat. Dalam pelaksanaan dari kantin kejujuran sudah baik dilihat dari persentase nilai pelaksanaan tiap kategori yang mencapai rata-rata 80%. Dalam pelaksanaan, para peserta didik sudah melaksanakan kegiatan dengan baik karena para peserta didik menggunakan moral sebagai dasar dalam berperilaku, adanya hubungan yang kuat antar kategori yang diteliti, serta ditemukannya beberapa tantangan yang harus dihadapi sehingga dapat memberikan hasil yang maksimal. Kata Kunci: Korupsi, Pendidikan Karakter, Thomas Lickona Abstract The study aims to describe the application of the honestly canteen at the Antarctica Sidoarjo High School, to determine the relationship between the perspectives of moral knowing, moral feeling, and moral behavior in its application in the honesty canteen of SMA Antarctica Sidoarjo, and to find out the challenges faced in implementing honesty canteen activities at SMA Antartika Sidoarjo. The approach used is quantitative and qualitative, where data were obtained by questionnaires, observations, and interviews with teachers and students. The location of this research in SMA Antartika Sidoarjo. The data collected were analyzed using descrivtive data analysis, the data explained in several categories and correlation analysis to determine the relationship between categories using Thomas Lickona’s tehori of character education. There are three things that can determine a person’s character are moral knowing, moral feeling, dan moral behaviour. For the relationship between the moral knowing and moral feeling categories a correlation coefficint of 0.876, moral knowing and moral action a correlation coefficint of 0.764, moral feeling and moral action categories a correlation coefficint of 0.864 then, the relationship between each category is strong. In the implementation of the honesty canteen is good seen from the percentage value of the implementation of each category which reaches an average of 80%. In practice the students have carried out the activities well because students use morals as a basis behavior, there was a strong relationship between the categories studied, ass wel as the discovery of several challenges that must be faced in order to provide maximum result. Keywords : Corruption, Character Knowledge, Thomas Lickona
STRATEGI SEKOLAH DALAM PENERAPAN NILAI RELIGIUS DAN TANGGUNG JAWAB DI MAN SIDOARJO Viochita Navyanda Rindianingkasih; Harmanto Harmanto
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.401 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n2.p349-366

Abstract

Penerapan nilai karakter sangat penting bagi generasi penerus bangsa karena nilai menjadi suatu hal yang dijunjung tinggi dalam kehidupan sehari-hari dan nilai karakter dapat mempengaruhi tindakan seseorang. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana strategi sekolah dalam penerapan nilai religius dan tanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi sekolah dalam penerapan nilai religius dan tanggung jawab di MAN Sidoarjo, mendeskripsikan daya dukung yang dimiliki oleh sekolah dalam membentuk karakter religius dan tanggung jawab. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori belajar Albert Bandura (1997) yang terdiri atas fase attention, retension, reproduction dan motivasion. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model Miles dan Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwasannya penerapan nilai religius dan tanggung jawab di MAN Sidoarjo menggunakan teknik modeling yang diterapkan dalam program sekolah dan program pembinaan. Program sekolah meliputi program BTQ, tahfidz qur’an dan boarding school. Tujuan penerapan nilai religius di MAN Sidoarjo sebagai bentuk pendidikan karakter yang diupayakan oleh sekolah agar peserta didik dapat membentengi diri dengan ilmu agama, karena semakin hari jaman akan semakin berkembang sehingga segala informasi dan budaya dapat masuk di Indonesia secara bebas, sedangkan nilai tanggung jawab diterapkan untuk meminimalisir pelanggaran yang dilakukan oleh peserta didik.
Strategi Penanaman Sikap Toleransi Di Sekolah Inklusi SMPN 3 Krian Sebagai Perwujudan Education For All Naila Suroyyah; Harmanto Harmanto
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.13 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n2.p367-381

Abstract

Abstrak Sekolah dengan orientasi inklusif merupakan lembaga yang efektif dalam mengatasi diskriminasi, mengembangkan sikap dan perilaku toleran. Dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah inklusi antara siswa reguler dan siswa berkebutuhan khusus wajib mengedepankan sikap toleransi sehingga penanaman sikap toleransi pada diri siswa sangat penting untuk diimplementasikan. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan strategi penanaman sikap toleransi yang dilakukan guru PPKn, guru BK, dan guru pembimbing khusus serta hambatan yang terjadi dalam penanaman sikap toleransi di sekolah inklusi SMPN 3 Krian. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori belajar sosial Albert Bandura (1997) yang terdiri dari empat fase yaitu attention, retension, reproduction, dan motivasion. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang digunakan dalam penanaman sikap toleransi di sekolah inklusi SMPN 3 Krian dilakukan melalui kegiatan pembelajaran di kelas. Selain itu penanaman sikap toleransi juga melalui program sosialisasi setiap tahun ajaran baru, pemantapan materi siswa inklusi di ruang belajar ceria serta program Go Clean agar terjalin interaksi yang baik antar siswa. Hambatan yang terjadi dalam proses penanaman sikap toleransi siswa reguler terkadang bertindak jail. Di sisi lain siswa berkebutuhan khusus sulit untuk mengontrol diri karena keterbatasan yang dimilikinya. Kata Kunci: Sikap toleransi, Siswa Reguler, Siswa ABK Abstract Schools with an inclusive orientation are effective institutions in overcoming discrimination, developing tolerant attitudes and behaviors. In teaching and learning activities in inclusive schools, regular students and students with special needs must prioritize an attitude of tolerance so that it is very important to implement an attitude of tolerance in students. The purpose of this study is to describe the strategy of inculcating tolerance attitudes carried out by PPKn teachers, BK teachers, and special supervisors as well as obstacles in inculcating tolerance in inclusive schools at SMPN 3 Krian. The theory used in this study is Albert Bandura's (1997) social learning theory which consists of four phases, namely attention, retention, reproduction, and motivation. This research method uses a qualitative approach with a descriptive design. Data analysis using the Miles and Huberman model includes data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results showed that the strategy used in inculcating a tolerance attitude in the inclusion school of SMPN 3 Krian was carried out through classroom learning activities. In addition, the cultivation of tolerance is also carried out through a socialization program every new academic year, strengthening the material for inclusive students in cheerful study rooms and the Go Clean program so that there is good interaction between students. Obstacles in the process of inculcating a tolerance attitude of regular students sometimes act mischievously. On the other hand, students with special needs find it difficult to control themselves because of their limitations. Keywords: Tolerance, Regular Students, Students With Special Needs
Strategi Kepala Desa Karangagung Dalam Melakukan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Pengelolaan Alun-Alun Siska Ulfatin Nada; Maya Mustika Kartika Sari
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.146 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n2.p427-442

Abstract

Desa Karangagung merupakan salah satu desa yang berada di Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur. Secara geografis Desa Karangagung berbatasan langsung dengan pantai utara sehingga mayoritas masyarakat desa bekerja sebagai nelayan. Masih banyak dari masyarakat Desa Karangagung memiliki kesejahteraan rendah karena menggangtungkan hidupnya dari hasil laut yang tidak pasti, karena itu pemerintah desa berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pemberdayaan yang dilakukan oleh pemerintah Desa melalui pengelolaan alun-alun bertujuan agar masyarakat mampu mengembangkan potensi dirinya dalam berdagang, serta berdaya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi Kepala Desa Karangagung dalam melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan alun-alun, serta mendeskripsikan dukungan masyarakat terhadap program pemberdayaan yang dilakukan oleh Kepala Desa Karangagung. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan desain deskpriptif. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara. Subyek penelitian adalah Kepala Desa Karangagung, perangkat desa, dan staff Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) sebagai informan pendukung. Hasil temuan dalam penelitian memperlihatkan strategi Kepala Desa Karangagung dalam melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat diantaranya, pengelolaan alun-alun oleh BUMDES Bahari Sejahtera, pembentukan pengurus serta penyediaan tempat pemberdayaan, perencanaan program melalui musyawarah dengan masyarakat, penyuluhan terhadap target pemberdayaan mengenai pegelolaan ruko, implementasi program pemberdayaan dan evaluasi setiap minggu. Dukungan masyarakat terhadap program pemberdayaan yang dilakukan oleh kepala desa dalam penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat sangat antusias dengan program tersebut, hal ini dapat dilihat dari partisipasi masyarakat dalam mengikuti program, selain itu dari data yang didapat dari kantor Desa Karangagung terdapat 90% masyarakat turut serta dalam musyawarah terkait pembangunan dan perencanaan program yang ada di alun-alun desa. Karangagung Village is one of the villages in Tuban Regency, East Java Province. Geographically, Karangagung Village is directly adjacent to the north coast so that the majority of the villagers work as fishermen. There are still many of the people of Karangagung Village who have low welfare because they depend on their lives from uncertain marine products, therefore the village government seeks to improve community welfare through community economic empowerment programs. The empowerment carried out by the village government through the management of the square aims to make the community able to develop their potential in trading, and empower themselves to fulfill their needs. This study aims to describe the strategy of the Karangagung Village Head in empowering the community's economy through the management of the square, and to describe the community's support for the empowerment program carried out by the Karangagung Village Head. The approach used in this research is descriptive qualitative. Data obtained through observation and interviews. The research subjects were the Head of Karangagung Village and one of the staff of the Village Owned Enterprise (BUMDES). The findings in the study show the strategies of the Karangagung Village Head in empowering the community's economy including, the management of the square by BUMDES Bahari Sejahtera, the formation of administrators and the provision of empowerment places, program planning through consultation with the community, counseling on empowerment targets regarding shophouse management, implementation of empowerment programs. and evaluation every week. Community support for the empowerment program carried out by the village head in this study shows that the community is very enthusiastic about the program, this can be seen from the community's participation in participating in the program. deliberations related to the development and planning of existing programs in the village square.
PERLINDUNGAN PADA PESERTA DIDIK DARI TINDAK KEKERASAN DI SMA NEGERI 2 TRENGGALEK Dining Hanifah Citra Kumala; Listyaningsih Listyaningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.332 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n2.p397-411

Abstract

This study aims to determine the forms of violence against students and to determine the impact and protections provided by schools in dealing with cases of violence. The metod used in this research is a qualitative method with a case study design. Collecting data in this study by means of observation and semi structured interviews, as well as informants in this study, namely Counseling Guidance teachers, Child Friendly School team teachers, and also victims of cases of violence. The data analysis technique in this study is data collection, data editor, and data presentation. The results of this study indicate that the form of violence that occurs in schools is physical violence that causes injuries to students who are victims of violence. As for the protection provided by schools against cases of violence that occur, the school coordinates with related agencies, namely the Social Service and the Health Office so that the handling of cases correct. The protection provided by high school 2 Trenggalek is very good, this is evidenced by the completion of this case of violence properly and not detrimental to either party, and of course the school in providing protection is also in accordance with the Law on Child Protection Number 35 of 2014. Even now high school 2 Trenggalek is one of the best examples of school in Trenggalek.It is the duty of every school providing protection to their students so that they are comfortable and safe in the school environment.
STRATEGI PENANAMAN KARAKTER MANDIRI DAN DISIPLIN MELALUI METODE PEMBIASAAN DI SMPN 3 PETERONGAN JOMBANG Vita Febrian; Harmanto Harmanto
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.009 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n2.p412-426

Abstract

AbstrakPendidikan karakter saat ini menjadi poin penting untuk dikembangkan pada peserta didik sebab pendidikan karakter dapat mencerminkan perilaku dan tindakan seseorang. Saat ini di era globalisasi pendidikan karakter memiliki tantangan yang lebih besar karena generasi muda mulai mengalami penurunan moral. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana strategi sekolah dalam menerapkan karakter mandiri dan disiplin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara dalam strategi penanaman karakter mandiri dan disiplin melalui metode pembiasaan di SMPN 3 Peterongan Kabupaten Jombang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan menggunakan teknik pengambilan data menggunakan observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Observasi digunakan untuk mengamati lokasi penelitian, gambaran lokasi penelitian serta kondisi lingkungan sehingga peneliti bisa menentukan subjek dan fokus penelitian yang akan diambil. Wawancara mendalam digunakan untuk menggali informasi ke beberapa informan dengan kriteria tertentu oleh peneliti. Teori yang digunakan pada penelitian ini yaitu Operan Conditioning oleh BF Skinner yang memuat mengenai respon tingkah laku peserta didik dapat dipengaruhi stimulus sebelumnya yang melibatkan pengendalian konsekuensi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa strategi dalam membentuk karakter peserta didik melalui beberapa tahap. Pertama tahap perencanaan pendidikan karakter mandiri dan disiplin di SMPN 3 Peterongan dengan melakukan penanaman pendidikan karakter melalui intrakurikuler, penjadwalan sarana dan prasarana serta reward dan punishment. Kedua tahap implementasi pendidikan karakter melalui pengembangan diri di SMPN 3 Peterongan dilakukan dengan pengembangan diri melalui ekstrakurikuler, pengembangan diri melalui 3S serta pengembangan kelompok kerja (Pokja).Kata Kunci: Pendidikan karakter, Pembiasaan, Mandiri dan disiplin AbstractCharacter education is currently an important point to be developed for students because character education can reflect a person's behavior and actions. Currently, in the era of globalization, character education has a bigger challenge because the younger generation is starting to experience a moral decline in a worse direction. The problem in this study is how the school's strategy in implementing independent and disciplined characters. This study aims to find out how to develop independent and disciplined character strategies through habituation methods at SMPN 3 Peterongan, Jombang Regency. This study uses a qualitative descriptive method, using data collection techniques using observation, in-depth interviews and documentation. Observation is used to observe the research location, description of the research location and environmental conditions so that researchers can determine the subject and focus of research to be taken. In-depth interviews were used to dig up information to several informants, the informants had been determined with special criteria by the researcher. The theory used in this study is Operant Conditioning by BF Skinner which contains the behavioral responses of students that can be influenced by previous stimuli which involve controlling consequences. The results of the study indicate that the strategy in shaping the character of students goes through several stages. The first stage is planning for independent and disciplined character education at SMPN 3 Peterongan by planting character education through intracurricular, scheduling facilities and infrastructure as well as reward and punishment. The two stages of implementing character education through self-development at SMPN 3 Peterongan are carried out with self-development through extracurricular activities, self-development through 3S and development of working groups (Pokja).Keywords: Character education, Habituation, Independent and disciplined
STRATEGI KOMUNITAS SAVE STREET CHILD SURABAYA DALAM PENDIDIKAN KARAKTER RELIGIUS DAN TOLERANSI PADA ANAK JALANAN DI SURABAYA Ririn Setiyowati; Harmanto Harmanto
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.575 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n2.p443-458

Abstract

Abstrak Permasalahan penelitian ini bagaimana strategi pelaksanaan pendidikan karakter religius dan toleransi anak jalanan yang dilaksanakan oleh komunitas Save Street Child Surabaya (SSCS). Teori yang digunakan adalah konstruktivisme oleh Vygotsky. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis data berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan empat penelitian ini berada di base camp SSCS tepatnya berada di Semampir Selatan II blok A No. 45, Medokan Semampir, Kecamatan Sukolilo, kota Surabaya Jawa Timur. Waktu penetian dalam bulan Maret sampai April 2021. Informan dalam penelitian ini adalah Volunteer dari Komunitas SSCS. Fokus dalam penelitian ini adalah ingin mengetahui strategi yang telah dirancang oleh komunitas SSCS terhadap pendidikan karakter religius dan toleransi pada anak jalanan. Strategi pelaksanaan pendidikan karakter religius bagi anak jalanan yang dilakukan komunitas SSCS dengan menyisipkan doa sebelum dan sesudah kegiatan juga doa-doa sehari-hari. Strategi yang lain adalah belajar membaca Al-Qur’an dan berbuka bersama anak jalanan Strategi karakter toleransi dengan memberi pemahaman, contoh tindakan oleh volunteer komunitas SSCS. Pemahaman toleransi dalam keluarga, toleransi dalam bergaulan antarteman, toleransi dalam masyarakat, toleransi dalam lingkungan. Strategi yang dilakukan oleh SSCS memberikan konstribusi dalam kehidupannya menjadi lebih baik dalam tata pergaulan dengan masyarakat. Dalam pembelajaran komunitas SSCS memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan, pengetahuan, pengalaman dan pemahaman anak jalanan. Komunitas SSCS memiliki tujuan agar yang dilakukan dapat diterima oleh anak jalanan dan segala sesuatu yang dilakukan komunitas dapat bermakna bagi anak jalanan. Kata Kunci: Anak jalanan, komunitas SSCS, karakter religius dan toleransi Abstract The problem of this research is how the strategy for implementing religious character education and tolerance for street children is carried out by the Save Street Child Surabaya (SSCS) community. This research used the constructivism theory by Vygotsky. The type of this research is used qualitative descriptive. The data collection techniques are used observation, deep interviews, and documentation. The data analysis techniques in the form of data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing these four studies are located at the SSCS base camp, precisely in Semampir Selatan II block A No. 45, Medokan Semampir, Sukolilo District, Surabaya City, East Java. The time of this research is from March to April 2021. The informants in this study are volunteers from the SSCS Community. The focus of this research is to find out the strategies that have been designed by the SSCS community towards religious character education and tolerance for street children. The strategy for implementing religious character education for street children is carried out by the SSCS community by inserting prayers before and after activities as well as daily prayers. Another strategy is to learn to read the Holy Qur'an and break the fast with street children. A tolerance character strategy by providing understanding, examples of actions by SSCS community volunteers. Understanding tolerance in the family, tolerance in socializing between friends, tolerance in society, tolerance in the environment. The strategy carried out by SSCS contributes to a better life in social relations with the society. In the learning, the SSCS provides assistance according to the needs, knowledge, experience, and understanding of the street children. The SSCS community has a goal to make what they do can be accepted by street children and everything that the community does can be meaningful for street children. Keywords: Street children, SSCS community, religious character and tolerance
Implementasi Program Bantuan Sosial Pemerintah Program Keluarga Harapan (PKH) terhadap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Semarum Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek Elsa Amalia Trisnanti; Agus Satmoko Adi
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v10n3.p476-491

Abstract

Indonesian Conditional Cash Transfer Programme or Program Keluarga Harapan (PKH) is a conditional social assistance program for poor families in the form of cash allocated according to the components in the Beneficiary Families or Keluarga Penerima Manfaat (KPM). In Semarum Village, the PKH program has excited since 2013, but the PKH program is considered unsatisfactory because the number of KPM has not decreased significantly and in practice there are also several obstacle. Therefore, it is important to know the implementation of the PKH program. This research uses the theory of the Edward III public policy implementation model, where there are four factors or variables that influence the success or failure of policy implementation, namely : communication, resources, disposition and bureaucratic structure. The purpose of this research is to understand the implementation of the PKH program and change in KPM conditions before and after the PKH program in Semarum Village, Durenan District, Trenggalek Regency in 2020. The method used in this study is a qualitative approach with a descriptive research design. Selection of informants using purposive sampling technique. Data collection technique using participant observation technique and in-depth interviews. As well as data analysis technique using Huberman and Miles interactive analysis model. The result showed that the implementation of the PKH program on KPM in Semarum Village was successful because of the four factors or variables that affect the success or failure of policy implementation, all of them were achieved. Regarding change in the condition of KPM in Semarum Village before and after the PKH program in 2020, it can be seen from several indication, namely social conditions, economic, education, health and success in breaking the poverty chain.Keywords: implementation, PKH, poverty.
Kompetensi Guru PPKn Dalam Mengembangkan Karakter Disiplin dan Sopan Santun (Civic Teacher Competence In Developing Disciplined And Politeness Characters) Yanuar Adi Prakoso; Rahmanu Wijaya
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.838 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n2.p459-475

Abstract

Pendidikan kewarganegaraan dalam materinya memuat tentang pendidikan karakter yang bertujuan untuk mengembangkan siswa menjadi warga negara yang berkarakter sesuai Pancasila. Maka dari sini guru PPKn harus memiliki kompetensi dalam usaha mewujudkan itu semua. Kompetensi guru diartikan sebagai sebuah tugas profesionalitas yang harus dimiliki oleh guru dan didalamnya terdapat sebuah aturan bagaimana dan apa yang harus ada dalam diri seorang guru. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan keempat kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru PPKn dengan menggunakan metode kajian pustaka atau literature review yang berisi mengenai teori-teori atau hasil penelitian terdahulu yang relevan. Selanjutnya setelah itu dilakukan proses mengkaji dan menganalisis konsep-konsep dan teori-teori berdasarkan sumber literatur yang diperoleh baik melalui jurnal, internet, ataupun website. Dapat disimpulkan bahwa karakter yang positif atau baik disini dimulai dari memahami informasi-informasi tentang kebaikan, kemudian membuat niatan untuk berbuat kebaikan, dan yang terakhir benar-benar berbuat (melakukan sebuah tindakan dan perilaku kebaikan). Selaras dengan yang dilakukan guru PPKn dalam usahanya mengembangkan keempat kompetensinya itu. Untuk menyukseskan itu semua baik dari karakter disiplin dan sopan santun, maka perlunya seorang guru PPKn untuk memiliki keempat pencapaian kompetensi sehingga ketika dalam meningkatkan mutu pendidikan bisa secara tepat dan efektif, serta dilakukan interaksi yang edukatif antara guru dengan siswa bertujuan agar dapat merubah perilaku siswa yang sebelumnya. Civic education in its material contains character education which aims to develop students into citizens with character according to Pancasila. So from here PPKn teachers must have competence in an effort to make it all happen. Teacher competence is defined as a professional task that must be owned by a teacher and in it there are rules of how and what to have in a teacher. This article aims to describe the four competencies that must be possessed by a Civics teacher by using the literature review method or literature review which contains relevant theories or previous research results. After that, the process of reviewing and analyzing concepts and theories is carried out based on literature sources obtained either through journals, the internet, or websites. It can be concluded that a positive or good character here starts from understanding information about goodness, then makes an intention to do good, and finally actually does something (performs an act and behavior of kindness). In line with what the Civics teacher does in his efforts to develop the four competencies. To make it all successful, both from the character of discipline and courtesy, it is necessary for a Civics teacher to have the four competencies attainment so that when improving the quality of education it can be appropriate and effective, as well as educative interactions between teachers and students aimed at changing student behavior previously.
STRATEGI CALON WALIKOTA SURABAYA 2020 ERI CAHYADI DAN ARMUJI DALAM MEMENANGKAN PILWALI DI SURABAYA Sholihatus Ulfa; Warsono Warsono
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.134 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n3.p492-507

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi calon Walikota Surabaya 2020 Eri Cahyadi dan Armuji dalam memenangkan Pilwali di Surabaya. Fokus penelitian ini adalah strategi pemenangan yang dirumuskan oleh tim pemenangan yang bertujuan untuk memenangkan pilwali di kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian deskriptif. Informan penelitian terdiri dari tiga orang yaitu 1 tim pemenangan, asisten Eri Cahyadi, dan relawan. Lokasi penelitian ini adalah di kantor DPC PDIP Jalan Setail Nomor 8 kota Surabaya. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Hubermen. Penelitian ini menggunakan teori strategi politik Peter Scrhoder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam memenangkan Pilwali di kota Surabaya tim pemenangan menggunakan strategi ofensif dan defensif. Strategi ofensif untuk menarik pemilih baru dengan menggunakan pesan politik berupa tagline meneruskan kebaikan, melakukan kampanye langsung ke masyarakat, jaringan relawan, serta penggunaan isu–isu politik. Strategi defensif untuk merawat pemilih tetap dan memperkuat pemilih musiman dilakukan dengan menjadikan Tri Rismaharini sebagai political branding karena kinerja baiknya selama memimpin kota Surabaya. Tim juga memanfaatkan dukungan Tri Rismaharini yaitu dengan melakukan kampanye langsung yang didampingi oleh Tri Rismaharini, dan dengan memberikan surat cinta kepada masyarakat Surabaya yang bertanda tangan Tri Rismaharini. Kemenangan Eri juga didukung oleh mesin partai PDI-Perjuangan yang selama 20 tahun menang dalam Pilwali di Surabaya. Kata Kunci: Strategi pemenangan, Pilwali, Kampanye.

Page 11 of 93 | Total Record : 923


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 3 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 2 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 1 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 4 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 3 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 2 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 1 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 4 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 3 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 2 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 1 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 1 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 3 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan More Issue