cover
Contact Name
Listyaningsih
Contact Email
listyaningsih@unesa.ac.id
Phone
+628123071250
Journal Mail Official
oksianajatiningsih@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang Jl. Ketintang, Gedung I1. 01.04 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan
  • jurnal-pendidikan-kewarganegaraa
  • Website
ISSN : 2337473X     EISSN : 29854334     DOI : -
Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kewarganegaraan, pendidikan, ideologi, politik, sosial, humaniora, nilai, dan moral.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 923 Documents
Strategi Sekolah Dalam Menanamkan Nilai Menjunjung Tinggi Perdamaian Pada Peserta Didik Di MTs Negeri 11 Jombang Cindi Candra Andari; I Made Suwanda
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.67 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n1.p180-195

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan strategi sekolah dan kendala dalam menanamkan nilai menjunjung tinggi perdamaian pada peserta didik di MTs Negeri 11 Jombang. Pendekatan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data diperoleh dengan teknik observasi dan wawancara terstruktur. Informan penelitian ini adalah Kepala MTs Negeri 11 Jombang, Waka Kurikulum,Waka Kesiswaan, Guru PPKn, Guru Bimbingan Konseling, Guru Agama. Informan dalam penelitian ini ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil dari penelitian menunjukkan strategi sekolah dalam menanamkan nilai menjunjung tinggi perdamaian pada peserta didik di MTs Negeri 11 Jombang terdapat lima hal, yakni: (1) pembiasaan ketertiban sekolah berupa memaksimalkan peserta didik untuk mematuhi tata tertib sekolah, (2) memberikan contoh nyata, berupa mendidik dan memberikan tauldan yang baik pada peserta didik, (3) pengetahuan akhlak islami berupa pembelajaran dan menerapkan nilai akhlak islami dalam mata pelajaran agama, (4) pembisaan kerja sama antar peserta didik berupamelakukan kegiatan yang bernuansa kebersamaan sehingga dapat melatih peserta didik untuk menerima dan menghargai perbedaan, dan (5) memanggil orang tua ke sekolah berupa kerja sama orang tua dalam mendidik anaknya. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori pendidikan karakter yang dikemukakan Thomas Lickona yaitu terdapat tiga unsur pokok dalam pendidikan karakter yakni : mengetahui kebaikan, mencintai kebaikan, dan melakukan kebaikan. Strategi sekolah dalam menanamkan nilai menjunjung tinggi perdamaian pada peserta didik di MTs Negeri 11 Jombang sesuai dengan teori pendidikan karakter yang diungkapkan oleh Thomas Lickona dalam membangun karakter peserta didik yang memiliki nilai perdamaian. Kata Kunci: strategi, sekolah, perdamaian.AbstractThis study aims to describe school strategies and constraints in instilling the value of upholding peace in students in MTs Negeri 11 Jombang. The approach in this study is qualitative approach with descriptive design. The data is obtained by observation techniques and structured interviews. The informants of this research are the Head of State MTs 11 Jombang, Waka Kurikulum, Waka Student, PPKn Teacher, Counseling Guidance Teacher, Religious Teacher. Informants in this study were determined using purposive sampling techniques. The results of the research showed the school's strategy in instilling the value of upholding peace in students in MTs Negeri 11 Jombang there are five things, namely: (1) habituation of school order in the form of maximizing students to comply with school discipline, (2) providing a concrete example, in the form of educating and giving good tauldan to students, (3) knowledge of Islamic morality in the form of learning and applying Islamic moral values in religious subjects , (4) the justification of cooperation between learners in the form of conducting activities with nuanced togetherness so as to train learners to accept and appreciate differences, and (5) calling parents to school in the form of parental cooperation in educating their children. This research was analyzed using the theory of character education put forward by Thomas Lickona, namely there are three main elements in character education, namely: knowing goodness, loving good, and doing good. The school's strategy in instilling the value of upholding peace in students in MTs Negeri 11 Jombang in accordance with the theory of character education expressed by Thomas Lickona in building the character of students who have the value of peace. Keywords: strategy, school, peace.
STRATEGI ORANG TUA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER DEMOKRATIS REMAJA PUTUS SEKOLAH DI WILAYAH PESISIR PANTAI KLAYAR LAMONGAN Isnaini Saputri; Rr. Nanik Setyowati
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.491 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n2.p243-257

Abstract

Abstrak Penelitian ini menganalisis strategi orang tua dalam pembentukan karakter demokratis remaja putus sekolah. Substansi ini dicermati dari teori pendidikan karakter Thomas Lickona bahwa pendidikan karakter adalah usaha sengaja (sadar) untuk mewujudkan kebajikan, yaitu kualitas kemanusiaan yang baik secara objektif, bukan hanya baik untuk individu perseorangan, tetapi juga baik untuk masyarakat secara keseluruhan. karakter berkaitan dengan konsep moral (moral knonwing), sikap moral (moral felling), dan perilaku moral (moral behavior). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Dalam penelitian ini terdapat 4 informan dengan meggunakan teknik snowball sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi kemudian data dianalisis dengan model analisis data Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa strategi yang telah dilakukan oleh orang tua dalam membangun karakter demokratis terdapat empat strategi. (1) Menjaga hubungan dengan baik antara orang tua dan anak. (2) Memberikan stimulus kepada anak yang dimaksud stimulus dalam strategi ini adalah menuruti keinginan anak namun tidak semua keinginan anak dipenuhi, orang tua akan mempertimbangkan sisi positif dan negatif.(3) Memberikan motivasi kepada anak. (4) Mendorong anak agar bergaul dengan teman, hal ini berguna agar anak mendapatkan pengetahuan yang luas. Hambatan-hambatan yang dialami oleh orang tua ketika strategi membangun karakter demokratis dilakukan yaitu, (1) Hambatan internal yaitu dari remaja putus sekolah itu sendiri yang bersikap acuh dan tidak perduli. (2) Hambatan eksternal yaitu di luar dari remaja putus sekolah yaitu dari orang tuanya yang terbatas dalam pengetahuan. Kata Kunci: karakter demokratis, orang tua, remaja putus sekolah. Abstract The study analyzed parental strategies in the formation of democratic characters of dropout teenagers. This substance is observed from Thomas Lickona's character education theory that character education is a deliberate (conscious) effort to realize virtue, namely the quality of humanity that is good objectively, not only good for individual individuals, but also good for society as a whole. Character relates to moral concepts (moral knonwing), moral attitudes (moral felling), and moral behavior (moral behavior). This study uses qualitative approach with case study research design. In this study there were 4 informants using snowball sampling techniques. The data collection techniques used in this study were interviews, observations and documentation and then the data was analyzed with miles and huberman data analysis models. From the results of research that has been done that the strategy that has been done by parents in building democratic character there are 4 strategies. (1) Maintain a good relationship between parents and children. (2) Providing stimulus to the child in question is to obey the wishes of the child but not all the wishes of the child are fulfilled, the parents will consider the positive and negative side. (3) Provide motivation to the child. (4) Encourage childern to hang out with friends, this is useful so that childern gain broad knowledge. The obstacles experienced by parents when the strategy of building a democratic character is carried out, namely, (1) Internal obstacles that are from the teenagers who are indifferent and do not care. (2) External barriers are outside of the dropout teenagers i.e. from his parents who are limited in knowledge. Keywords: democratic character, parents, teen dropouts
INTERNALISASI NILAI – NILAI KEBHINEKAAN ANGGOTA DALAM KEGIATAN RUTIN FORUM KAJIAN DAN DISKUSI 17-AN KOMUNITAS GUSDURIAN “GERDU SUROBOYO” Mita Amalia Rosa; Iman Pasu Marganda Hadiarto Purba
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.241 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n2.p258-273

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan internalisasi nilai - nilai kebhinekaan pada anggota dalam forum kajian dan diskusi pitulasan (17-an) dalam Komunitas Gusdurian, Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Fokus penulisan ini pada anggota komunitas Gusdurian dalam menginternalisasi setiap nilai – nilai kebhinekaan pada forum kajian dan diskusi 17-an, subjeknya adalah anggota aktif komunitas gusdurian. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipasi pasif serta wawancara terstruktur. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan model dari Miles dan Huberman melalui empat tahapan dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan dengan mensandingkan perspektif teori Operant Conditioning B.F Skinner. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peran Internalisasi nilai – nilai tersebut meliputi aspek kajian lintas agama, kajian isu terkini, serta kajian solidaritas sosial. Pertama, dalam kajian lintas agama banyak di peroleh bagaimana setiap peserta yang terlibat mempelajari setiap kultur agama yang ada, sekaligus memberikan rasa keadilan kepada setiap pemeluk kepercayaan tanpa memandang mayoritas maupun minoritas. Kedua dalam kajian isu terkini membahas bagaimana respon yang diberikan peserta mengenai topik – topik yang beredar di masyarakat dan dikaitkan dengan sembilan nilai Gus Dur. Kemudian ketiga membahas tentang nilai kebhinekaan pada aspek solidaritas sosial dalam hal menanggapi permasalahan yang berkaitan dengan narasi – narasi yang berkembang di masyarakat. Sehingga dari ketiga internalisasi tersebut memberikan dampak kepada anggota peserta forum kajian dan diskusi 17-an. Dampak tersebut di rasakan dalam beberapa diantaranya tahap penerimaan terhadap setiap aspek yang akan di bahas di forum kajian dan diskusi 17-an, kemudian dalam bentuk tindakan perilaku, sehingga berdampak pada perubahan cara pandang dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari – hari. Kata Kunci: Nilai, Kebhinekaan, Pitulasan. Abstract This study aims to describe the internalization of the values of diversity among members in a review forum and discussion forum (17s) in the Gusdurian Community. The approach used is qualitative with an case study research design. The focus of this writing is on members of the Gusdurian community in internalizing each and every value of diversity in the 17's study and discussion forum, the subject is an active member of the Gusdurian community. Data collection techniques used passive participatory observation and structured interviews. The data collected was analyzed using the model from Miles and Huberman through four stages starting from data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions by juxtaposing the perspective of B.F Skinner's Operant Conditioning theory. The results of this study indicate that the role of internalizing these values includes aspects of interfaith studies, studies of current issues, and studies of social solidarity. First, in cross-religious studies, it was found how each participant involved studied every existing religious culture, while at the same time giving a sense of justice to every believer regardless of the majority or minority. Second, in the study of current issues, it discusses how the responses given by participants regarding topics circulating in the community are related to the nine values of Gus Dur. Then the third discusses the value of diversity in the aspect of social solidarity in terms of responding to problems related to narratives that develop in society. So that the three internalizations had an impact on the members of the 17's study and discussion forum participants. The impact is felt in several stages of acceptance of every aspect that will be discussed in the 17's study and discussion forum, then in the form of behavioral actions, so that it has an impact on changing perspectives and real actions in everyday life. Keywords: Value, Kebhinekaan, Pitulasan.
STRATEGI GURU PPKN DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER DISIPLIN PESERTA DIDIK MELALUI PEMBELAJARAN DARING DI SMA NEGERI 16 SURABAYA Annisa Sahabsari; I Made Suwanda
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.407 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n1.p196-210

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang strategi, hambatan, dan solusi guru PPKn dalam pembentukan karakter disiplin peserta didik melalui pembelajaran daring di SMA Negeri 16 Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini menggunakan teori pendidikan karakter dari Thomas Lickona. Fokus penulisan ini pada strategi guru PPKn dalam pembentukan karakter disiplin melalui pembelajaran daring, mengetahui hambatan dari pelaksanakan strategi dalam membentuk karakter disiplin beserta solusinya. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Observasi digunakan sebagai studi awal, wawancara terstruktur dilakukan untuk menggali informasi terkait strategi yang digunakan guru PPKn dalam membentuk karakter peserta didik melalui pembelajaran daring, dan dokumentasi terkait proses pembelajaran secara daring. Pada hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa strategi yang dilakukan oleh guru PPKn dalam membentuk karakter disiplin peserta didik melalui pembelajaran daring, yang pertama yaitu, membuat kontrak belajar antara guru PPKn dan peserta didik, memberikan pengetahuan, bercerita, memberi tauladan, memberi tugas, dan memberi penilaian pada peserta didik. Dalam pelaksanaan strategi tersebut, hambatan yang dialami guru PPKn dalam membentuk karakter disiplin melalui pembelajaran daring yaitu dalam hal sarana prasarana, dan faktor sosial ekonomi peserta didik.Solusi untuk mengatasi hambatan tersebut yaitu pihak sekolah memberikan fasilitas komputer dan wifi yang ada di sekolah yang dapat digunakan oleh peserta didik. Peserta didik yang memiliki kendala diperbolehkan untuk datang ke sekolah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Kata Kunci: strategi, karakter disiplin, pembelajaran daring. Abstract This study aims to describe the strategies, obstacles, and solutions of Civics teachers in shaping the disciplined character of students through online learning at SMA Negeri 16 Surabaya. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. This study uses the theory of character education from Thomas Lickona. The focus of this paper is on the strategies of Civics teachers in shaping the character of discipline through online learning, knowing the obstacles to implementing strategies in shaping the character of discipline and their solutions. Data collection techniques using observation, structured interviews, and documentation. Observations were used as a preliminary study, structured interviews were conducted to explore information related to the strategies used by Civics teachers in shaping the character of students through online learning, and documentation related to the online learning process. The results of the study indicate that there are several strategies undertaken by Civics teachers in shaping the disciplined character of students through online learning, the first is, making learning contracts between Civics teachers and students, providing knowledge, telling stories, giving examples, giving assignments, and giving assessment of students. In implementing this strategy, the obstacles experienced by PPKn teachers in shaping the character of discipline through online learning are in terms of infrastructure, and socio-economic factors of students. The solution to overcome these obstacles is that the school provides computer and wifi facilities in schools that can be used. by students. Students who have problems are allowed to come to school while still implementing health protocols. Keywords: strategy, discipline character, online learning.
Pelaksanaan Pembelajaran PPKn Menggunakan Model Probing Prombting Untuk Meningkatkan Berpikir Kritis Siswa Di SMP NEGERI 5 GRESIK Ahmad Nashrudin Fahmi; Harmanto Harmanto
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.829 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n2.p289-303

Abstract

Sistem pendidikan Nasional yang diterapkan di Indonesia salah satunya berorientasi pada nilai. Banyaknya tenaga pendidik yang menerapkan metode ceramah sebagai model pembelajaran, berakibat kurangnya pemahaman siswadalam menyerap pembelajaran dengan baik. Dalam penelitian berikut memiliki tujuan guna mengetahui penerapan pembelajaran PPKn memakai model pembelajaran ProbingPrombting guna memberikanpeningkatanakan berpikir kritis siswa di SMPN 5 Gresik. Metode penelitian yang dipakaiyakni penelitian tindakan kelas, melaluipenggunaan metode survey deskriptif melalui pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasanyamelaluipenggunaan model pembelajaran ProbingPrombting terbukti mampumemberikanpeningkatan pada berpikir kritis siswa di SMPN 5 Gresik. Karena melaluipenggunaan model pembelajaran tersebut peserta didik menjadi lebih mudah untuk menyerap pembelajaran dan lebih fokus untuk menerima pembelajaran PPKn yang berisi tentang sejarah terbentuknya negara Indonesia, aturan yang ada di Indonesia serta nilai dan norma yang ada di Indonesia. Kata Kunci: Pembelajaran, ProbingPrombting, Berpikir Kritis One of the national education systems implemented in Indonesia is value-oriented. The number of educators who use the lecture method as a learning model, results in a lack of student understanding in absorbing learning well. This study aims to determine the application of Civics learning using the Probing Probing learning model in order to improve students' critical thinking at SMPN 5 Gresik. The research method used is classroom action research, using a descriptive survey method through a quantitative approach. The results showed that using the Probing Prombting learning model was proven to improve students' critical thinking at SMPN 5 Gresik. Because by using this learning model, students become easier to absorb learning and are more focused on accepting Civics learning which contains the history of the formation of the Indonesian state, the rules that exist in Indonesia and the values ​​and norms that exist in Indonesia. Keywords:Learning, Probing Prombting, Critical Thinking
IMPLEMENTASI PERDA NO.3 TAHUN 2015 TERKAIT KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DAERAH INDUSTRI DESA REMEN KABUPATEN TUBAN (STUDI PADA PT. PERTAMINA (PERSERO)) Vina Dwi Rohmawati; Agus Satmoko Adi
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.456 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n2.p334-348

Abstract

Abstrak Tuban merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur yang beberapa tahun terakhir ini kerap dijadikan sebagai objek industrialisasi. Hal tersebut berdasarkan atas SDA (Sumber Daya Alam) yang ada dan juga lokasi yang strategis. Hal terkait pendirian dan pengelolaan industrialisasi tersebut telah diatur dalam beberapa Perda salah satunya dalam Perda No.3 Tahun 2015 yang diangkat dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Perda No.3 Tahun 2015 terkait kesejahteraan masyarakat daerah industri di Pemukiman Warga Daerah Industrialisasi PT. Pertamina (Persero) Di Desa Remen Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban, dan mengidentifikasi dampak yang dialami masyarakat desa Remen. Ditinjau dari jenis datanya, pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Tuban, tepatnya di daerah pemukiman warga yang dekat dengan industrialisasi PT. Pertamina(PERSERO) di desa Remen kecamatan Jenu, dengan jangka waktu penelitiaan bulan Februari hingga Maret 2021, dengan melalui beberapa teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengimplementasian Perda No.3 Tahun 2015 tentang tanggung jawab sosial perusahaan pada industrialisasi PT. Pertamina (Persero) belum sepenuhnya terlaksana sehingga hal tersebut berpengaruh pada kesejahteraan kehidupan masyarakat dalam bidang ekonomi, sosial, dan lingkungan alam. Kata Kunci: Implementasi, Industrialisasi, Masyarakat. Abstract Tuban is one of the regencies in East Java which in recent years has often been used as an object of industrialization. This is based on existing SDA (Natural Resources) and also a strategic location. Matters related to the establishment and management of industrialization have been regulated in several regional regulations, one of which is Regional Regulation No. 3 of 2015 which was adopted in this study. This study aims to describe the implementation of Regional Regulation No. 3 of 2015 related to the welfare of the industrial community in the Industrialization Residents' Settlement of PT. Pertamina (Persero) in Remen Village, Jenu Subdistrict, Tuban Regency, and Identification of the impacts experienced by the Remen village community. Judging from the type of data, the research approach used in this study is a qualitative approach. This research was conducted in Tuban Regency, precisely in a residential area close to the industrialization of PT. Pertamina (PERSERO) in Remen village, Jenu sub-district, with a research period from February to March 2021, with several data collections, namely observations, interviews, literature studies, and documentation. The results of this study indicate that the application of Regional Regulation No. 3 of 2015 concerning corporate social responsibility in the industrialization of PT. Pertamina (Persero) has not been fully implemented so that it affects the welfare of people's lives in the economic, social and natural environment. Keywords: Implementation, Industrialization, Community.
PERAN ORANG TUA DALAM MENUMBUHKAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB ANAK PADA PEMBELAJARAN DARING DI DUSUN WINONG KABUPATEN NGAWI Yuni Trisnawati; I Made Suwanda
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.632 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n2.p274-288

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran orang tua dalam menumbuhkan karakter tanggung jawab anak pada pembelajaran daring di dusun Winong desa Kedunggalar kecamatan Kedunggalar kabupaten Ngawi. Ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Penelitian ini mengambil lima informan yaitu orang tua yang memiliki anak berusia 13-15 tahun dan masih duduk di bangku SMP dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam dan dokumentasi. Uji keabsahan data dengan menggunakan triangulasi sumber. Teori yang digunakan dalam menganalisis adalah teori peran (Role Theory) yang dikemukanan oleh Biddle dan Thomas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua dalam menumbuhkan karakter tanggung jawab anak pada pembelajaran daring yaitu: (a) peran orang tua sebagai pengasuh dan pendidik dapat dicapai dengan pengaturan hubungan baik antara orang tua dan anak serta pemberian perhatian lebih untuk menemukan minat dan bakat yang dimiliki oleh anak; (b) peran orang tua sebagai pembimbing dengan cara pemberian bantuan kepada anak pada saat mengalami kesulitan dalam belajar; (c) peran orang tua sebagai motivator dengan pemberian dukungan akan pentingnya belajar agar anak menjadi lebih bersemangat dalam belajar; (d) dan peran orang tua sebagai fasilitator dengan pemenuhan alat dan kebutuhan belajar anak seperti laptop, hp, dan kuota internet. Kata kunci : peran orang tua, tanggung jawab, pembelajaran daring
PRAKTIK MULTIKULTURALISME ANTARA MASYARAKAT SURABAYA DAN MAHASISWA PAPUA DALAM MEWUJUDKAN HARMONISASI SOSIAL Vio Bintang; Warsono Warsono
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.825 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n2.p304-318

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan praktik multikuturalisme masyarakat Surabaya dan mahasiswa Papua . Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori cultural pluralism : mosaic analogy oleh Berkson. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara. Hasil penelitian menunjukkan dalam parktik multikuturalisme antara masyarakat sekitar asrama Papua dan mahasiswa Papua ditunjukkan dengan Mahasiswa Papua dan masyarakat berkebutuhan hidup secara damai. Mereka saling bertegur sapa, namun karena perbedaan budaya, maka membatasi diri untuk saling berinteraksi menjadi pilihan di antara keduanya. Masyarakat lebih proaktif dalam mengajak berkomunikasi, tetapi mahasiswa Papua lebih menutup diri. Mahasiswa Papua mengekspresikan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan cara tidak meminta bantuan masyarakat saat menghadapi masalah, karena mereka tidak ingin merepotkan masyarakat. Harmonisasi social yang semestinya tampak sebagai kehidupan bersama yang indah, belum tampak karena sebenarnya masih terdapat jarak antara satu dengan yang lain. Mosaik Budaya belum terbangun antara mahasiswa Papua dan masyarakat. Kata Kunci: Praktik, Multikuturalisme, Harmonisasi Sosial. This study aims to describe the practice of multiculturalism of the people of Surabaya and Papuan students. The theory used in this research is the theory of cultural pluralism: mosaic analogy by Berkson. This study uses a qualitative approach with a descriptive type of research. The data collection technique used is interview. The results of the study show that in the practice of multiculturalism between the community around the Papuan dormitory and Papuan students, it is shown by Papuan students and the community in need of living in peace. They greet each other, but because of cultural differences, limiting themselves to interact with each other is a choice between the two. The community is more proactive in inviting them to communicate, but Papuan students are more introverted. Papuan students express their concern for the community by not asking for help from the community when facing problems, because they do not want to inconvenience the community. Social harmonization, which should appear as a beautiful life together, has not been seen because in fact there is still a distance between one another. The Cultural Mosaic has not yet been established between Papuan students and the community. Keywords: Practice, Multiculturalism, Social Harmonization.
Analisis Perilaku Politik Santri Pondok Pesantren Qomaruddin Bungah dalam Pemilihan Bupati Gresik 2020 Suci Rismawati
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.282 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n3.p555-569

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku politik santri Pondok Pesantren Qomaruddin Bungah dalam Pemilihan Bupati Gresik tahun 2020. Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif dengan jumlah informan 5 orang yaitu 1 ketua pondok putri, 3 pengurus dan pengasuh pondok dan 1 perwakilan santri. Penelitian ini berlokasi di Pondok Pesantren Qomaruddin Bungah, Desa Bungah, Kec. Bungah Kab. Gresik. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam. Analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini dianalisis menggunakan teori budaya politik yang dikemukakan oleh Gabriel A. Almond dan Sideney Verba yang menunjukkan bahwa jika dilihat dari aspek kognitif adanya kedekatan pondok terhadap salah satu pasangan calon menjadikan santri lebih mengenal dekat salah satu pasangan calon, sedangkan dari aspek afektif adanya kedekatan tersebut menyebabkan adanya arahan dalam pondok, dan dalam aspek evaluatif kedekatan pondok dengan salah satu pasangan calon mempengaruhi santri dalam menentukan pilihannya, meskipun mereka diberikan kebebasan untuk memilih. Kata Kunci: Perilaku Politik, Santri, Pemilihan Bupati
Kesadaran Hukum Masyarakat Desa Jabontegal Pungging Mojokerto Dalam Memiliki Kartu Identitas Anak Serly Dwi Marlisa; Rahmanu Wijaya
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.722 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n2.p382-396

Abstract

Kebijakan nasional mengenai penerbitan kartu identitas anak (KIA) diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2016. Sesuai dengan Pasal 2 dalam peraturan ini menyatakan bahwa penerbitan KIA bertujuan untuk meningkatkan pendataan, perlindungan dan pemenuhan hak konstitusional warga negara. Banyak sekali hambatan bagi pemerintah dalam penerbitan kartu ini yaitu disebabkan oleh kurangnya kesadaran hukum yang dimiliki oleh masyarakat. Kesadaran hukum masyarakat dalam memiliki KIA dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal yang saling terkait. Seperti teori yang disampaikan oleh Berl Kutchinsky menjelaskan tentang kesadaran hukum bahwa aturan-aturan hukum dengan pola perilaku terjadi adanya keterkaitan, dalam hal ini kaitannya dengan fungsi hukum dalam masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan bagaimana kesadaran hukum masyarakat dalam memiliki KIA. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan mengacu pendapat Miles dan Huberman dengan mensandingkan perspektif teori kesadaran hukum Berl Kutchinsky. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan jumlah informan sebanyak 5 warga Desa Jabontegal Pungging Mojokerto. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesadaran hukum yang cukup baik dari warga Desa Jabontegal, yang menumbuhkan motivasi untuk segera memiliki kartu identitas anak, meskipun motivasi mereka untuk memiliki kartu tersebut beragam dan masih jauh dari makna penting memilikinya. Kata Kunci: Kesadaran Hukum, KIA, Masyarakat The national policy regarding the issuance of child identity cards (KIA) is regulated in the Minister of home affairs regulation number 2 of 2016. In accordance with article 2 of this regulation, it is stated that the issuance of KIA aims to improve data collection, protection and fulfillment of the constitutional rights of citizens. There are many obstacles for the government in issuing this card, that is due to the lack of legal awareness owned by the community Public legal in having KIA is influenced by interrelated internal and external factors. As the theory presented by Berl Kutchinsky explains that the rule of law with poal behavior occurs in connection, in this case it relates to the function of law in society. The purpose of this study is to illustrate how the legal awareness of the community in owning KIA. Data collection techniques used are interviews and observation. The data collected was analyzed by referring to the opinios of Miles and Huberman by juxtaposing the perspective of Berl Kutchinsky’s legal awareness theory. This study uses qualitative research design with the number of informants as many as 5 residents of Jabontegal Pungging Mojokerto Village. The results of the study indicate that there is a fairly good legal awareness of the residents of Jabontegal village, which fosters the motivation to immediately have a child’s identity card, even thought their motivation to have the card is varied and is still far from the importance of having it. Keywords: awareness of the law, identity cards of children, the society

Page 10 of 93 | Total Record : 923


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 3 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 2 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 1 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 4 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 3 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 2 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 1 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 4 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 3 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 2 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 1 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 1 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 3 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan More Issue