cover
Contact Name
Kabul Fadilah
Contact Email
kabul.fadilah.tl@upnjatim.ac.id
Phone
+6282231641900
Journal Mail Official
envirotek@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Department of Environmental Engineering University of Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur Jl. Rungkut Madya No.1, Kota Surabaya, Jawa Timur 60294
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
ISSN : 2085501X     EISSN : 26231336     DOI : https://doi.org/10.33005/envirotek.v14i1
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan gives particular to manuscript submissions that employ integrated methods resulting in analyses that provide new insights in environmental engineering, science and management, particularly in the areas of: a. Environmental planning and management; b. Protected areas development, planning, and management; c. Community-based resources management; d. Environmental chemistry and toxicology; e. Environmental restoration; f. Social theory and environment; and g. Environmental security and management. h. Other relevant fields.
Articles 257 Documents
Studi Kehilangan Air pada DMA Perum III di Wilayah Pelayanan Pontianak Timur Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Faiz Arif Harahap; Ervin Nurhayati; Agus Ahyar
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 15 No. 2 (2023): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v15i2.274

Abstract

Tingkat NRW (Non-Revenue Water) yang tinggi di wilayah pelayanan Pontianak Timur tahun 2022 yaitu sebesar 45,83% menjadi tantangan bagi Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa. Pembentukan DMA sebagai salah satu upaya pengendalian NRW telah dilakukan. Salah satu DMA (District Metered Area) yang dibentuk yaitu DMA Perum III pada tahun 2021 masih memiliki tingkat NRW yang tinggi yaitu 46,64%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komponen kehilangan air baik fisik maupun non fisik dan memberikan rekomendasi penurunan kehilangan air. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis neraca air yang kemudian dilanjutkan dengan menghitung indikator kinerja ILI. Penggunaan neraca air bertujuan untuk memahami dengan lebih mendalam komponen kehilangan air. Kehilangan air non fisik didapat sebesar 4,45% dan kehilangan air fisik sebesar 42,19%. Berdasarkan nilai ILI maka DMA Perum III masuk ke dalam kategori D dengan nilai ILI sebesar 18,93 sehingga termasuk ke dalam kategori D dengan tingkat kebocoran 200 liter/sambungan/hari.
Strategi Manajemen Aset untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan Air Minum di Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa, Kota Pontianak I Putu Sudastra Adi Saputra; Ervin Nurhayati; Muhammad Sundoro
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 15 No. 2 (2023): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v15i2.275

Abstract

Perumda Air Minum (Perumdam) di Kota Pontianak menghadapi tantangan kompleks seperti pertumbuhan permintaan air, keterbatasan sumber daya, dan pengendalian kehilangan air (NRW). Untuk mengatasinya, manajemen aset yang efektif diperlukan, tidak hanya mencakup pemeliharaan infrastruktur fisik seperti pipa dan instalasi pengolahan air, tetapi juga kelangsungan operasional serta penyediaan air minum yang berkelanjutan kepada masyarakat. Tujuan utama manajemen aset Perumdam adalah memaksimalkan nilai aset untuk memenuhi standar kuantitas, kualitas, kontinuitas, dan keterjangkauan yang ditetapkan oleh pemerintah dalam penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa, yang bertanggung jawab sebagai penyelenggara SPAM di Kota Pontianak, masih menghadapi tantangan dalam manajemen aset. Salah satu kelemahan yang perlu diatasi adalah data aset yang tersebar dengan berbagai format dan kurangnya sistem informasi manajemen. Analisis SWOT menunjukkan bahwa Perumdam saat ini berada di kuadran III pada diagram strategi, yang menandakan adanya kelemahan internal dan peluang yang dapat dimanfaatkan. Strategi yang dipilih adalah WO (Weakness-Opportunities), yang mencakup langkah-langkah seperti pengembangan sistem informasi manajemen terintegrasi menggunakan Internet of Things (IoT), perbaikan Standar Operasional Prosedur (SOP), inventarisasi aset, dan pengelolaan aset berdasarkan siklus manajemen aset. Dengan implementasi strategi ini, diharapkan manajemen aset Perumdam dapat ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan dan standar pelayanan yang telah ditetapkan
Pemanfaatan Kayu Gaharu (Aquilaria malaccensis) Sebagai Adsorben Dalam Menurunkan Parameter Warna dan pH di dalam Limbah Cair Tekstil Sintetis Ryan Dwi Prakoso; Rina Noor Hayati; Chandra S. Rahendaputri
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 15 No. 2 (2023): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v15i2.276

Abstract

Industri tekstil dapat menghasilkan berbagai permasalahan lingkungan, salah satunya adalah pewarna yang dibuang ke badan air. Industri batik shaho di Balikpapan menghasilkan pewarna remazol red yang mencapai 480 Pt-Co, oleh karena itu perlu dilakukan pengolahan. Salah satu pengolahan adalah menggunakan proses adsorpsi, menggunakan adsorben dari kayu gaharu. Pada penelitian ini, divariasikan dosis dan jenis gaharu dan dilihat pengaruhnya terhadap efisiensi penyerapan warna. Adapun metode yang digunakan adalah adsorpsi secara batch yang terdiri dari tahapan pembuatan adsorben, pembuatan limbah sintetis dan proses adsorpsi. Didapatkan bahwa seiring meningkatnya dosis adsorben, maka meningkat efisiensi penyerapan warna. Efisiensi penurunan konsentrasi warna berkisar antara 8.6% – 13.9% untuk adsorben gaharu dalam bentuk serbuk, sedangkan dalam bentuk karbon aktif lebih tinggi, berkisar antara 9.2%-15.3%
Evaluasi Teknik Operasional Pengumpulan dan Pengangkutan Sampah dalam Sistem Pengelolaan Sampah di Kabupaten Subang (Studi Kasus : Kecamatan Subang) Shelvy Putri Pratama; Mohamad Rangga Sururi
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 15 No. 2 (2023): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v15i2.278

Abstract

Salah satu komponen penting pada pengelolaan sampah adalah pengumpulan dan pengangkutan sampah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengevaluasi sistem pengumpulan dan pengangkutan sampah di Kabupaten Subang, tepatnya di tiga TPS Kecamatan Subang yaitu TPS Pasar Pujasera, TPS Jalitri, dan TPS Pasar Terminal. Metode evaluasi dilakukan dengan mengidentifikasi sumber dan timbulan sampah, daerah cakupan pelayanan, jumlah alat serta jenis armada sampah di Kecamatan Subang. Dari hasil analisis jumlah timbulan sampah di Kecamatan Subang yang dihasilkan semakin meningkat setiap tahunnya dan pada tahun 2021 menjadi 33.597.684,98 kg/tahun dengan jumlah penduduk sebanyak 139.046 jiwa. Adapun produksi timbulan sampah yang dihasilkan tidak terangkut di 3 TPS ke TPA Jalupang yaitu sebesar 24.800 kg/hari. Pengumpulan dan pengangkutan sampah di Kecamatan Subang juga tidak dilakukan berdasarkan jenis sampah terpilah karena pada saat pewadahan dan pengumpulan sampah belum dilakukan pemilahan sampah sesuai dengan jenis sampah yang ada. Jumlah armada pengangkut sampah di Kecamatan Subang saat ini terdiri dari 14 unit diantaranya 6 unit dump truk dan 8 unit arm roll truk yang dapat mengangkut sekitar 32.400 kg/hari dan rata-rata ritasi 1 rit/hari. Sedangkan produksi  timbulan sampah yang dihasilkan per hari di 3 TPS sebesar 80.419 kg/hari
Analisis Emisi dari Penggunaan Refuse Derived Fuel sebagai Bahan Bakar Alternatif di Industri Semen (Studi Kasus di PT Solusi Bangun Indonesia Cilacap) Dita Prariesta; Luluk Edahwati; Novel Karaman
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 15 No. 2 (2023): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v15i2.282

Abstract

Sampah adalah masalah bagi setiap orang karena selalu dihasilkan setiap harinya dan sepanjang tahun. Untuk menghindari terjadinya kekurangan lahan untuk tempat pembuangan akhir perlu dilakukan penanganan pada sampah yakni salah satunya dapat dengan mengubah sampah menjadi sumber energi seperti misalnya pembuatan RDF (Refuse Derived Fuel). Sejauh ini pemanfaatan RDF skala besar sebagai bahan bakar alternatif baru diterapkan di PT. Solusi Bangun Indonesia Cilacap. Studi ini mengkaji tiga aspek, yaitu spesifikasi bahan bakar alternatif yang digunakan, data emisi dari cerobong, dan data kualitas udara ambien. Dari data produksi diketahui RDF yang dipakai mempunyai spesifikasi nilai kalor sebesar 3991 Kcal/kg, persentase abu sebesar 17,31%, dan kandungan air sebesar 24,23%. Data emisi dari cerobong Kiln-Raw Mill menunjukkan bahwa untuk parameter partikulat, SO2, NOx, HF, HCl, dan CO sebesar 16 mg/Nm3, 36 mg/Nm3, 178 mg/Nm3, 0,4 mg/Nm3, 14 mg/Nm3, dan 16 mg/Nm3. Sedangkan rata-rata hasil pengukuran ambien untuk 10 lokasi di sekitar pabrik untuk parameter partikulat debu (TSP), PM10, PM2.5, SO2, NO2, CO, O3, HC, dan Pb sebesar 75 mg/Nm3, 30 mg/Nm3, 16 mg/Nm3, 31,5 mg/Nm3, 25,5 mg/Nm3, 1164 mg/Nm3, 34 mg/Nm3, <66 mg/Nm3, <0,002 mg/Nm3. Data hasil pengukuran emisi maupun ambien mempunyai nilai di bawah baku mutu yang berlaku
Penambahan Effective Microorganisme-4 (EM4) Sebagai Agen Peningkatan Kualitas Air Pada Sungai Dinoyo Lamongan Khasanah, Nurul Dwi; Sulistiono, Eko; Wicaksono, Rizky Rahadian; Prasidya, Denaya Andrya
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 16 No. 1 (2024): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v16i1.263

Abstract

Sungai Dinoyo merupakan salah satu sungai penting di Kabupaten Lamongan yang mengalir di tengah keramaian kota dan melintasi kawasan pemukiman, pasar dan pertanian di sepanjang sungai.  Sehingga berdampak terhadap penurunan mutu kualitas lingkungan baik dari segi fisik, kimia, dan mikrobiologi. Salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas air dan menurunkan beban pencemar pada air yaitu penambahan EM4. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas penambahan EM4 sebagai agen dalam peningkatan air pada Sungai Dinoyo Lamongan termasuk Penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian yaitu rancangan penelitian eksperimen. Pengambilan sampel dilakukan pada dua titik lokasi Sungai Dinoyo dan pengujian di laboratorium, Analisis data menggunakan pengujian statistic secara Uji Normalitas Shapiro-Wilk dan Anova one way. Penambahan (EM4) yang paling efektif dalam meningkatkan kualitas air pada sungai Dinoyo Lamongan untuk parameter TDS yakni penambahan EM4 50%, parameter TSS yaitu penambahan EM4 75% , dan parameter BOD yaitu penambahan EM4 75%. Uji parameter fisika  TDS menunjukan sig= 0,000, TSS menunjukan sig= 0,01, Parameter Kimia BOD sig= 0,001 nilai tersebut < 0,05 maka hasil uji tersebut bebeda secara signifikan.
Kajian Konsentrasi Nitrogen Dioxide (NO2) dan Sulphur Dioxide (SO2) Di Pulau Kalimantan Menggunakan Google Earth Engine Hartanto, Naufal; Ni'matuzzahroh; Mauliya, Durrotul Jahroo; Al fath’qi, Rheza Rizqi; Julpa, Ira Sopiana; Ridho Fariz, Trida; Haris, Amnan; Jabbar, Abdul
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 16 No. 1 (2024): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v16i1.309

Abstract

Pencemaran Udara yang terjadi di wilayah Kalimantan membawa partikel debu, gas NO2 dan SO2 yang berdampak pada permasalahan kesehatan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dinamika konsentrasi Nitrogen Dioxide (NO2) dan Sulphur Dioxide (SO2) di wilayah Kalimantan tahun 2019, 2021 dan 2023 dengan menggunakan Google Earth Engine. Hasil pemantauan menunjukan adanya kenaikan serta penurunan konsentrasi NO2 dan SO2 di udara pada periode tersebut. Rata-rata konsentrasi NO2 tertinggi selalu berada di Provinsi Kalimantan Selatan dan terendah berada di Provinsi Kalimantan Utara. Untuk konsentartasi SO2 terlihat tersebar secara merata di berbagai provinsi di wilayah Pulau Kalimantan.
Analisa Permasalahan Pengelolaan Persampahan di Kota Mataram dengan Pendekatan DPSIR : Studi Kasus TPS Bintaro Rezi, Lalu Septiya Fahmi; Putri, Lulu Luciana; Ghaffar, Abdul Azizul; Akbar, Nazer; Adiansyah, Joni Safaat
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 16 No. 1 (2024): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v16i1.313

Abstract

Semakin pesatnya pembangunan dan pertumbuhan penduduk tidak terlepas dari masalah persampahan di perkotaan yang meningkat dari hari ke hari. Permasalahan utama dalam penanganan sampah di Kota Mataram, terutama di Ampenan, melibatkan kurangnya alat pemilahan yang memadai dan keterbatasan tempat penampungan yang tidak mampu mengakomodasi pertumbuhan volume sampah yang cepat.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penelitian Kualitatif merupakan data yang berupa gambaran deskriptif, dari hasil survei primer dan pengolahan data sekunder. Penelitian ini menggunakan pendekatan atau analisis dengan metode DPSIR (Driver-Pressure-State-Impact-Response) untuk mengidentifikasi sebuah permasalahan lingkungan terkait tentang pencemaran, deformasi dan hilangnya keanekaragaman hayati. Kesimpulan dari analisis terhadap masalah sampah di TPS Bintaro menunjukkan bahwa permasalahan tersebut memiliki dampak yang signifikan terhadap lingkungan sekitarnya. Keterbatasan sarana dan prasarana, kurangnya anggaran, keterbatasan lahan, dan implementasi standarisasi TPS yang belum optimal dapat menimbulkan penumpukan sampah, meningkatkan risiko pencemaran udara dan air, serta membatasi kapasitas pengelolaan sampah. Tanggapan yang diperlukan mencakup peningkatan infrastruktur, alokasi anggaran yang memadai, pembaruan tata ruang, dan penerapan standar pengelolaan sampah secara menyeluruh. Pendekatan ini, yang melibatkan berbagai aspek tersebut, diharapkan dapat memberikan solusi yang jelas dan berkelanjutan terhadap permasalahan sampah di TPS Bintaro, dengan tujuan melindungi lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Kata Kunci: Sampah, Analisa DPSIR, Lingkungan, Pengelolaan, Pencemaran, Masyarakat, Standarisasi
Ruang Terbuka Hijau dan Jejak Karbon Primer pada Jasa Akomodasi Vila di Kabupaten Badung, Bali Kenedy, Fransiskus Vebrian; Maharani, Made Vina; Wiratama, I Gusti Ngurah Made; Widyasari, Ni Luh; Darmayasa, I Gede Oka
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 16 No. 1 (2024): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v16i1.327

Abstract

Kabupaten Badung sebagai pusat pariwisata Bali memiliki potensi sebagai penyumbang emisi karbon yang bersumber dari jasa akomodasi pariwisata. Vila merupakan jasa akomodasi dengan sumber penghasil emisi karbon primer dari penggunaan bahan bakar LPG dalam aktivitas memasak. Tujuan penelitian ini adalah menentukan persentase nilai jejak karbon primer pada jasa akomodasi villa di Kabupaten Badung sebagai pertimbangan dalam pemenuhan ruang terbuka hijau. Data primer dari penelitian diperoleh dengan melakukan survey sebanyak 60 vila.Variabel penelitian terdiri atas jumlah penggunaan bahan bakar LPG per bulan pada setiap vila. Jejak karbon primer diperoleh dari nilai faktor emisi LPG dikalikan dengan jumlah penggunaan bahan bakar selama satu bulan. Persentase jejak karbon primer pada jasa akomodasi vila di Kecamatan Kuta Selatan sebesar 36,76% dan memiliki nilai paling tinggi dibandingkan Kecamatan Kuta 34,31% dan Kecamatan Kuta Utara 28,92%. Nilai persentase carbon footprint primer berbanding lurus terhadap rata-rata penggunaan bahan bakar LPG per bulan. Emisi CO2 primer dipengaruhi oleh jumlah LPG dalam aktivitas memasak di vila. Salah satu solusi alternatif untuk menanggulangi jejak karbon primer pada vila adalah menciptakan ruang terbuka hijau melalui pembuatan taman vertikal. Konsep taman vertikal pada vila sebagai ruang terbuka hijau berfungsi menyerap polusi seperti emisi CO2 sehingga kualitas udara sekitarnya menjadi lebih baik.
Optimalisasi Pengelolaan Sampah di TPS 3R Peganden Dan TPS 3R Betoyoguci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik: Indonesia Priyono, Catur Bagus; Pramesetyawati, Talent Nia
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 16 No. 1 (2024): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v16i1.330

Abstract

Sampah menjadi salah satu pencemaran lingkungan yang menganggu kesehatan mahkluk hidup. Upaya dalam pengurangan sampah dilakukan salah satunya di TPS 3R. Kebupaten Gresik khususnya Kecamatan Manyar memiliki dua TPS 3R yang berada di Desa Peganden dan Desa Betoyoguci. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui timbulan, densitas, komposisi sampah setiap TPS 3R. Metode dalam penelitian ini yaitu untuk pengambilan timbulan, densitas dan komposisi dilakukan sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) 19-3964-1994. TPS 3R Peganden menghasilkan timbulan SRT dan SSRT sebesar 0,35 kg/org.hari dan 0,028 kg/murid.hari, dengan densitas SRT dan SSRT 70,89 kg/m3, 83,43 kg/m3. TPS 3R Betoyoguci menghasilkan timbulan SRT dan SSRT sebesar 0,30 kg/org.hari, 0,055 kg/murid.hari dan 1,39 kg/bed.hari, dengan densitas SRT dan SSRT 84,20 kg/m3, 87,50 kg/m3 dan 46,04 kg/m3. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa optimalisasi pengelolaan sampah di TPS 3R mampu mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir dan meningkatkan kinerja TPS 3R yang optimal.