cover
Contact Name
Kabul Fadilah
Contact Email
kabul.fadilah.tl@upnjatim.ac.id
Phone
+6282231641900
Journal Mail Official
envirotek@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Department of Environmental Engineering University of Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur Jl. Rungkut Madya No.1, Kota Surabaya, Jawa Timur 60294
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
ISSN : 2085501X     EISSN : 26231336     DOI : https://doi.org/10.33005/envirotek.v14i1
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan gives particular to manuscript submissions that employ integrated methods resulting in analyses that provide new insights in environmental engineering, science and management, particularly in the areas of: a. Environmental planning and management; b. Protected areas development, planning, and management; c. Community-based resources management; d. Environmental chemistry and toxicology; e. Environmental restoration; f. Social theory and environment; and g. Environmental security and management. h. Other relevant fields.
Articles 257 Documents
Perencanaan Aspek Teknis dan Non-Teknis Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di RW. 01 dan RW. 02 Desa Kenongo, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo Fitria Apriliani Utari; Arqowi Pribadi; Shinfi Wazna Auvaria
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 14 No. 2 (2022): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v14i2.254

Abstract

Masyarakat sebagai sumber timbulan sampah masih belum maksimal dalam penerapan sistem pengelolaan sampah. Desa Kenongo adalah salah satu desa di Kecamatan Tulangan yang masuk kedalam area beresiko sangat tinggi sampah. Desa Kenongo memiliki jumlah penduduk 5.772 jiwa. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui besar timbulan sampah di Desa Kenongo. Sehingga dapat direncakan pengelolaan sampah yang tepat dalam aspek teknis maupun non-teknis. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah distribusi kuesioner dan pengukuran timbulan sampah di lapangan. Hasil distribusi kuesioner menunjukkan bahwa sebagian masyarakat RW. 01 dan RW. 02 Desa Kenongo masih melakukan pemusnahan sampah dengan cara dibakar (open burning). Hasil penelitian menunjukkan timbulan sampah rata-rata yang dihasilkan adalah 1,32 liter/org/hari. Sehingga dilakukan perencanaan pengelolaan sampah yang meliputi pola pewadahan, pola pengangkutan, analisis aspek kelembagaan, analisis potensi ekonomi dan pemberdayaan masyarakat melalui program bank sampah.
Perencanaan Sistem Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat (Studi Kasus: RW 23 Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik) Jauharotul Asfiyah; Arqowi Pribadi; Sulistiya Nengse
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 14 No. 2 (2022): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v14i2.255

Abstract

Desa Suci ini menerapkan pola pengumpulan individual tidak langsung dengan menggunakan gerobak sampah yang tidak dilakukan secara rutin tiap harinya. RW 23 Desa Suci merupakan salah satu RW yang berada di Desa Suci. Tujuan penelitian di RW 23 Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik ini untuk mengetahui kondisi eksisting pengelolaan sampah, mengetahui besar timbulan, densitas dan komposisi sampah di wilayah RW 23 Desa Suci, serta merencanakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat ditinjau dari aspek teknis, aspek finansial, dan aspek kelembagaan. Metode penelitian yang digunakan dalam pengambilan data timbulan mengacu pada SNI 19-3964-1994. Hasil dari penelitian ini didapatkan rata-rata timbulan sampah di RW 23 Desa Suci sebesar 1,31 L/orang.hari. Densitas sampah sebesar 142,64 kg/m3 dan komposisi sampah di RW 23 didominasi oleh sampah organik dengan persentase sebesar 59,27%. Pewadahan sampah di RW 23 direncanakan berbeda dengan menggunakan wadah sampah 2 in 1 berbahan plastik HDPE yang berkapasitas 20 L. Perencanaan pengumpulan sampah direncanakan menggunakan gerobak sampah motor tiga roda dengan kapasitas 1,25 m3. Struktur organisasi direncanakan meliputi penasehat, ketua, sekretaris, bendahara, sie humas, sie pengolahan dan sie monitoring. Besar biaya investasi yang direncanakan sebesar Rp 60.002.000. Pada aspek peran masyarakat yang direncanakan yaitu melakukan pemilahan dan pengolahan sampah dengan konsep bank sampah.
Pengaruh Ph dan Substrat terhadap Nilai Kinetika Pertumbuhan Bakteri Pseudomonas sp. dan Bacillus sp. pada Pengolahan Limbah Cair Batik Tuhu Agung Rachmanto; Aulia Ulfah Farahdiba; Azzahra Hanggararas Sasdika; Nicken Elok Arohmah
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 14 No. 2 (2022): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v14i2.256

Abstract

Industri batik adalah industri yang menggunakan bahan kimia berbahaya dalam proses pembuatannya, khususnya dalam proses pewarnaan. Zat warna tekstil pada umumnya terbuat dari senyawa azo dan turunannya. Zat warna tersebut larut didalam air limbah dan akan sulit didegradasi jika tidak diolah dengan benar. Salah satu pengolahan yang dapat digunakan untuk mendegradasi senyawa organik yang tinggi yaitu dengan memanfaatkan mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan nilai parameter kinetika pertumbuhan pada beberapa jenis mikroorganisme yang digunakan yaitu bakteri Pseudomonas sp., bakteri Bacillus sp., kombinasi Pseudomonas sp. dan Bacillus sp., serta bakteri indigeneous pada variasi konsentrasi substrat dan pH air limbah batik yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode lumpur aktif dengan adanya injeksi oksigen dalam reaktor. Dari penelitian ini didapatkan hasil nilai laju pertumbuhan maksimum terbesar berada pada sampel kontrol, konstanta kematian terkecil berada pada bakteri Bacillus sp dengan konsentrasi 60%, konstanta saturasi terkecil berada pada sampel kontrol, sedangkan untuk nilai hasil pertumbuhan terbesar berada pada sampel bakteri indigeneous. Bakteri yang optimal yang dapat digunakan untuk mendegredasi senyawa organik tinggi adalah bakteri indigenous.
Efektivitas Pemanfaatan Daun Kelor sebagai Alternatif Biosurfaktan Detergen dengan Metode PRES (Prinsip Rotary Evaporator Sederhana) Syayidah Dinurrohmah; Ulul Hadiatul Fauki; Melliana Jiana Bahi; Lambang Subagiyo; Atin Nuryadin
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 14 No. 2 (2022): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v14i2.257

Abstract

Salah satu upaya mengatasi permasalahan pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh limbah detergen adalah dengan pemanfaatan bahan alami sebagai pengganti surfaktan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan detergen berbahan aktif biosurfaktan daun kelor dengan metode Prinsip Rotary Evaporator Sederhana (PRES). Pemanfaatan daun kelor (Moringa olifera) dilakukan dengan mengekstraksi daun kelor menggunakan metode maserasi hingga menghasilkan biosurfaktan, yang kemudian diolah menjadi detergen cair. Untuk menguji sediaan biosurfaktan maupun detergen cair, dilakukan beberapa uji, yaitu organoleptik, pH, bobot jenis, stabilitas busa, daya detergensi, dan cemaran dari limbah detergen cair kemudian dibandingkan dengan detergen komersial. Hasil detergen cair menggunakan metode PRES menunjukkan mutu detergensi yang sebanding dengan detergen komersial, karena memiliki stabilitas busa mencapai 97%, dengan daya detergensi mencapai 80%, namun tingkat limbah cemaran yang tinggi. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metode PRES dapat menghasilkan detergen cair dengan stabilitas busa dan mutu detergen yang baik, namun memerlukan penelitian lebih lanjut untuk dapat meminimalkan tingkat cemaran limbah yang dihasilkan.
Evaluasi Efektivitas dan Strategi Pengelolaan Sampah Rumah Kompos di Kabupaten Bintan Yosef Adicita; Mega Mutiara Sari; I Wayan Koko Suryawan
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 15 No. 2 (2023): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v15i2.260

Abstract

Dalam menghadapi dinamika pengelolaan sampah, Kabupaten Bintan, sebuah destinasi pariwisata kelas dunia, memerlukan pendekatan yang berkelanjutan dan inovatif. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas rumah kompos di Kabupaten Bintan dalam mengelola sampah, serta memetakan strategi optimal untuk masa depan. Menggunakan data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) yang dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, penelitian ini memberikan gambaran mendalam mengenai volume, komposisi, dan metode pengelolaan sampah saat ini. Melalui analisis deskriptif, ditemukan bahwa kapasitas rumah kompos di Bintan belum sepenuhnya optimal dalam mengelola timbulan sampah. Pendekatan studi literatur memberikan wawasan tambahan tentang solusi yang telah diterapkan di daerah lain serta potensi inovasi yang bisa diadaptasi. Hasil penelitian ini menciptakan fondasi untuk strategi pengelolaan sampah yang komprehensif, yang tidak hanya meningkatkan kapasitas rumah kompos tetapi juga melibatkan masyarakat, pemangku kepentingan, dan sektor pariwisata. Strategi ini diharapkan dapat menjadikan Kabupaten Bintan sebagai contoh dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan untuk destinasi pariwisata lainnya.
Kajian Tingkat Kesesuaian Antara Kesadaran dan Perilaku Masyarakat dalam Pengelolaan Limbah Cair Domestik di Kelurahan Cihapit Bandung Fransiska Yustiana; Nurul Fitriani Kadarusman
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 15 No. 2 (2023): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v15i2.261

Abstract

Kesadaran masyarakat untuk mengelola limbah cair domestik merupakan harapan dan bagian dari terwujudnya kondisi lingkungan yang mampu mendukung kehidupan sosial dan ekonomi. Kesadaran yang dimiliki oleh masyarakat harus disertai dengan kebiasaan untuk melakukan pengelolaan limbah cair di masing-masing rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesesuaian antara kesadaran masyarakat dan praktik atau perilakunya dalam menangani limbah cair di rumah. Kesadaran masyarakat diukur menjadi tingkat kepentingan sedangkan perilaku atau praktik masyarakat dalam penanganan limbah cair, diukur dalam tingkat kinerja. Peringkat ditentukan berdasarkan skala likert yang kemudian akan diplot dalam kuadran-kuadran Importance Performance Analysis (IPA). Penelitian dilakukan di Kelurahan Cihapit, Kota Bandung yang mewakili rumah tangga di kota besar dengan tingkat sosial menengah ke atas. Masyarakat Kelurahan Cihapit sudah memiliki kesadaran yang baik dan kebiasaan mendukung. Sebagian besar rumah tangga sudah memiliki sistem drainase terpisah untuk pengelolaan limbah cair dari kamar mandi dan menggunakan air secara efektif dalam kegiatan mencuci pakaian sehingga meminimalkan limbah cair bekas cuci pakaian. Kegiatan yang perlu diprioritaskan adalah pemeliharaan saluran pembuangan secara berkala, perbaikan saluran drainase yang rusak dan pembuatan biopori dan halaman rumah. Responden menyatakan tahu tentang pengelolaan air limbah sebanyak 62%, sedangkan 28% sekedar pernah mendengar dan 10% mengaku tidak tahu.
Potensi Produksi Gas Metana (CH4) dari Kegiatan Landfilling di TPA Bengkala Kabupaten Buleleng dengan Kombinasi Permodelan LandGEM, IPCC, dan LCA Luh Asri Ningsih Widhi Nurjaya; Tuhu Agung Rachmanto
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 15 No. 2 (2023): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v15i2.262

Abstract

Permasalahan sampah semakin memburuk tiap tahun akibat pertumbuhan penduduk yang menyebabkan akumulasi sampah dan penggunaan Tempat Pembuangan Sampah (TPA) kota. Untuk mengatasi ini, penelitian menggunakan model gabungan LandGEM (Landfill Gas Emission Model), IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change), dan LCA (Life Cycle Assessment) di TPA Bengkala. Tujuannya adalah mengukur potensi gas metana dalam penimbunan sampah di TPA ini, karena minimnya data mengenai gas ini di lokasi tersebut. Validasi data dilakukan dengan membandingkan model LandGEM dan IPCC, sementara LCA digunakan untuk mengevaluasi dampak lingkungan dari penanganan sampah di lokasi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata harian sampah yang dihasilkan mencapai 1,95 liter/orang atau 0,36 kg. Densitas rata-rata sampah di TPA Bengkala adalah 185,23 kg/m3. Komposisi sampah mengindikasikan 36% berasal dari sampah taman dan hanya 2,35% dari tekstil. Emisi gas metana sekitar 3,80 Gg/tahun dalam skenario CAA-Conventional default, 1,93 Gg/tahun dalam skenario Inventory default, dan sekitar 0,99 Gg/tahun berdasarkan validasi model IPCC. Puncak produksi gas metana diperkirakan terjadi pada 2034. Dalam aspek dampak lingkungan, skenario pengelolaan sampah dengan metode sanitary landfill (skenario 0) lebih efisien dibanding opsi lain. Namun, pendekatan berkelanjutan dengan daur ulang dan pengomposan cenderung lebih baik, seperti yang ditunjukkan skenario 2, dibandingkan dengan pengolahan termal (skenario 1 dan 3).
Analisis Limpasan Permukaan (Runoff) Aktual pada Pertanian Lahan Kering di Sub DAS Cikeruh-Citarik Karmila Nindya; Kharistya Amaru; Sophia Dwiratna
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 15 No. 2 (2023): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v15i2.266

Abstract

Lahan kering dengan kemiringan yang cukup tinggi memiliki potensi yang cukup besar terhadap limpasan permukaan yang menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya erosi. Sub DAS Cikeruh-Citarik merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi pertanian lahan kering yang cukup besar serta memiliki kemiringan yang cukup curam karena sebagian besar berada di kawasan gunung. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis volume limpasan permukaan (runoff) pada pertanian lahan kering di Kecamatan Cileunyi dengan kemiringan 8%, 14%, dan 20% serta Kecamatan Tanjungsari dengan kemiringan 5%, 12%, dan 18%. Metode yang digunakan yaitu dengan melakukan pengamatan limpasan permukaan (runoff) pada plot erosi dengan kemiringan yang berbeda. Berdasarkan hasil analisis, besar curah hujan dan tingkat kemiringan dapat mempengaruhi besar limpasan permukaan. Jumlah limpasan permukaan aktual tertinggi selama masa tanam pada plot lahan  Cileunyi dengan kemiringan 20% yaitu sebesar 71,53 mm sedangkan pada lahan Tanjungsari terdapat pada plot dengan kemiringan lahan 18% yaitu sebesar 207,37 mm. Metode terasering dapat digunakan sebagai salah satu upaya pemeliharaan dan konservasi pada lahan pertanian dengan kemiringan yang curam
Cadangan Karbon dari Penggunaan Sistem Budidaya Agroforestry di Kecamatan Wonosalam, Jombang Wahyu Niken Febrianti; Sisko Budianto; Fadhilatul Laela; Diny Evitasari; Rossyida Priyadharsini; Penta Suryaminasih
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 15 No. 2 (2023): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v15i2.268

Abstract

Perubahan iklim merupakan kondisi meningkatnya emisi gas rumah kaca (GRK) akibat aktivitas manusia, sehingga menyebabkan pemanasan global. Penggunaan lahan yang berubah merupakan salah satu faktor utama yang mengeluarkan GRK. Perubahan penggunaan lahan dapat berperan sebagai sumber atau penyerap karbon dalam konteks perubahan iklim tergantung dari jenis penggunaannya. Keterkaitan spasial antara aktivitas sosial ekonomi suatu wilayah merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi perubahan penggunaan lahan. Penggunaan lahan yang berubah, pertumbuhan populasi, dan peningkatan emisi gas rumah kaca sering kali memberikan dampak negatif bagi lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengestimasi cadangan karbon dengan mengukur biomassa di berbagai penggunaan lahan di Kecamatan Wonosalam dengan menggunakan teknologi pencitraan satelit. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan berbasis cadangan karbon, menggunakan dua tahap analisis, yaitu analisis geografis dan estimasi emisi CO2-eq yang dihasilkan oleh penggunaan lahan di Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. Terdapat 4 spesies pohon yang berada di area penelitian, yaitu cengkeh (Syzygium aromaticum), kopi (Coffea sp.), pisang (Musa paradisiaca) dan sengon (Paraserianthes falcataria (L.)). Pohon sengon memiliki ukuran paling besar dibandingkan tanaman lain di lokasi pengamatan.  Potensi cadangan karbon tertinggi juga terdapat pada tanaman sengon yaitu 50,16 kg/pohon (88,04 ton/hektar). Sedangkan yang terendah adalah pohon kopi yaitu 0,20 kg/ pohon (0,00001 ton /hektar).
Pengaruh Waktu Kontak serta Jenis Elektroda Al-Al dan Al-Fe pada Elektrokoagulasi dalam Penyisihan Fe dan Mn Air Asam Tambang Andini Adi Putri; Ika Meicahayanti; Searphin Nugroho; Ibrahim; Febrina Zulya
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 15 No. 2 (2023): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v15i2.272

Abstract

Kandungan besi (Fe) dan mangan (Mn) dalam air asam tambang perlu diperhatikan agar tidak berpotensi sebagai zat pencemar di badan air penerima. Elektrokoagulasi dapat digunakan sebagai alternatif untuk penurunan logam dalam air limbah. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis pengaruh jenis elektroda dan waktu kontak pada metode elektrokoagulasi menggunakan plat aluminium (Al) dan besi (Fe), sehingga dapat mengetahui efektivitas metode elektrokoagulasi dalam mengolah air asam tambang. Penelitian dilakukan dengan variasi waktu kontak selama 45, 90, 120, 150, 180 menit dan jenis plat Al-Al dan Al-Fe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan waktu kontak diikuti dengan kenaikan efektifitas penyisihan parameter besi (Fe) dan mangan (Mn) pada air asam tambang. Jenis plat Al-Al lebih efesien dibandingkan jenis plat Al-Fe dikarenakan pada kombinasi Al-Al flok yang terbentuk lebih banyak. Jenis plat aluminum (Al-Al) pada waktu kontak 180 menit merupakan variasi yang paling efektif untuk pengolahan air asam tambang dengan hasil penyisihan parameter besi (Fe) sebesar 100% dari konsentrasi awal 1,25 mg/L dan penyisihan kadar mangan (Mn) sebesar  96% dari konsentrasi awal 2,58 mg/L.