cover
Contact Name
NI NYOMAN MESTRI AGUSTINI
Contact Email
nyoman.mestri@undiksha.ac.id
Phone
+6281933048631
Journal Mail Official
nyoman.mestri@undiksha.ac.id
Editorial Address
Jalan Udayana no 11 Singaraja Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
GANESHA MEDICINA
ISSN : -     EISSN : 27978672     DOI : -
Core Subject : Health,
Ganesha Medicina Journal is open access; double-blinded peer-reviewed journal aiming to communicate high-quality research articles, case report, reviews and general articles in the field. Ganesha Medicina Journal publish articles that encompass all aspects of basic research/clinical studies related to the field of medical sciences. The Journal aims to bridge and integrate the intellectual, methodological, and substantive diversity of medical scholarship, and to encourage a vigorous dialogue between medical scholars and practitioners.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2025)" : 9 Documents clear
Hubungan Tingkat Stres dengan Kualitas Tidur Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Wana Seraya Kadek Dea Nanda Puspita Andini
Ganesha Medicina Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gm.v5i1.87716

Abstract

Perubahan tubuh akibat menua diistilahkan dengan proses degeneratif meliputi perubahan sistem persarafan yang berkaitan dengan kualitas tidur lansia. Stres psikologis memiliki peranan penting dalam kualitas tidur melalui sekresi hormon norepinefrin, epinefrin, dan kortisol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan kualitas tidur pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Wana Seraya. Pengumpulan data melalui kuesioner PSS-10 untuk tingkat stres dan PSQI untuk kualitas tidur. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 29 orang. Desain penelitian ini yaitu analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan total samping dan menggunakan analisis Pearson untuk analisis bivariat. Hasil menunjukkan Sig. (2-tailed) (p) yaitu 0,001 serta koefisien korelasi (r) 0,606 menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang berarti atau signifikan serta hubungan kuat. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan kualitas tidur pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Wana Seraya.
Hubungan Kualitas Tidur Dengan Kadar Glukosa Darah Sewaktu Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Waninghyun, Made Putri Nararya; Ni Putu Dewi Sri Wahyuni; I Komang Harry Supradnyan
Ganesha Medicina Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gm.v5i1.87725

Abstract

Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan penyakit metabolisme kronis yang ditandai oleh hiperglikemia persisten. Penurunan kualitas tidur dapat memicu pelepasan hormon kontra regulasi sehingga terjadi peningkatan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan kadar glukosa darah sewaktu pada pasien DM Tipe 2. Pengumpulan data melalui pengisian kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index dan pengukuran glukosa darah dengan glucometer. Jumlah sampel penelitian ini adalah 32 orang. Desain penelitian ini yaitu analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan consecutive sampling dan menggunakan Fisher’s Exact Test untuk analisis bivariat. Hasil menunjukkan bahwa nilai Exact Sig. (2-sided) yang diperoleh sebesar 0,003 atau p=0,003 (p<0,05). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kualitas tidur dengan kadar glukosa darah sewaktu pada pasien DM Tipe 2.
Hubungan Anemia Dengan Kualitas Hidup Pasien Penyakit Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis Di RSUD Buleleng Hartajaya, Galang; IP Adi Wibowo; Ni Nyoman Mestri Agustini
Ganesha Medicina Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gm.v5i1.88399

Abstract

Penyakit Ginjal Kronik (PGK) adalah kerusakan ginjal berupa kelainan struktural dan fungsional ginjal yang terjadi lebih dari 3 bulan, menyebabkan penurunan fungsi ginjal yang progresif. Salah satu penanganan pada PGK adalah dengan melakukan hemodialisis atau cuci darah, namun pada terapi ini memiliki efek samping berupa anemia yang tentunya dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan derajat anemia dengan kualitas hidup pasien PGK yang menjalani hemodialisis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional . Hasil penelitian mengambil subjek sebanyak 40 responden dan menunjukkan sebagian besar pasien mengalami anemia sedang (65%), dan subjek yang didapat memiliki kualitas hidup yang buruk (97,5%), dan terdapat hubungan yang sigmifikan anatara derajat anemia dengan kualitas hidup pasien PGK yang menjalani hemodialisis dengan arah penelitian arah hubungan positif dengan kekuatan hubungan variabel sangat kuat (r=0,890). Hal ini menunjukkan bahwa jika variabel derajat anemia semakin ringan maka variabel kualitas hidup akan semakin baik.
Hubungan Hipertensi Dengan Kejadian Kardiovaskular Mayor Pada Pasien Sindrom Koroner Akut Di RSUD Buleleng Ida Ayu Tri Widyantari
Ganesha Medicina Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gm.v5i1.89223

Abstract

Sindrom Koroner Akut (SKA) menjadi salah satu penyebab kematian utama di dunia. Peningkatan tekanan darah pada individu meningkatkan perkembangan lesi arterosklerotik yang menjadi penyebab infark miokard pada kasus SKA. Kejadian Kardiovaskular Mayor (KKM) menjadi penyebab utama kematian dan morbiditas pada pasien SKA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan hipertensi dengan kejadian kardiovaskular mayor pada pasien sindrom koroner akut di RSUD Buleleng Periode Bulan Januari-Juni tahun 2024. Desain penelitian ini menggunakan cross-sectional study dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Rekam medis yang digunakan sebagai sampel dalam penelitian ini berjumlah 287 rekam medis yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Berdasarkan analisis data bivariat untuk melihat hubungan hipertensi dan KKM dengan uji Chi-square. Hasil yang didapatkan yaitu P 0,002 dan nilai OR yaitu 2,68. Tekanan darah yang tinggi sering menyebabkan aktivasi dari adhesi endotel pembuluh darah. Hal tersebut meningkatkan aktivitas dari leukosit dan sitokin proinflamasi yang akhirnya akan terbentuk plak arterosklerosis pada percabangan pembuluh darah yang dapat menimbulkan komplikasi berupa KKM pada pasien SKA. Simpulannya, terdapat hubungan yang signifikan antara hipertensi dan KKM (P < 0,005), serta pasien SKA dengan riwayat hipertensi memiliki risiko terjadinya KKM 2 kali lipat dibandingakan pasien yang tidak hipertensi (OR 2,68).
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Jara Mara Pati Arimbawa, I Kadek Dita
Ganesha Medicina Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gm.v5i1.89761

Abstract

Hipertensi merupakan gangguan pada sistem kardiovaskular yang disebabkan oleh berbagai faktor yang kompleks. Diagnosis hipertensi ditegakkan apabila tekanan darah sistolik mencapai ≥ 140 mmHg atau tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg, dengan pengukuran dilakukan sebanyak dua kali pada hari yang berbeda. Di Panti Sosial Tresna Werdha Jara Mara Pati, prevalensi hipertensi cukup tinggi, dengan hampir 50% dari 49 lansia telah terdiagnosis hipertensi. Salah satu faktor risiko yang berkontribusi adalah rendahnya tingkat aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan mengenai aktvitas fisik dengan kejadian hipertensi pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Jara Mara Pati. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dengan mencari data primer mengenai tekanan darah dan tingkat aktvitas fisik lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Jara Mara Pati. Populasi target adalah lansia yang tinggal di Panti Sosial Tresna Werdha Jara Mara Pati dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Sampel penelitian ini diambil menggunakan teknik total sampling dan dianalisis menggunakan uji korelasi rank spearmen. Hasil analisis diperoleh data hubungan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi didapatkan nilai p = 0,011 (α ≤0,05) r = -0,394. Dengan demikian dapat disimpulkan korelasi antara aktvitas fisik dengan kejadian hipertensi dengan kekuatan korelasi yang rendah dan arah korelasi negatif
Hubungan Stress dengan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronis Dengan Terapi Hemodialisa di RSUD Buleleng Indra, I Putu Indra Prayoga Putra
Ganesha Medicina Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gm.v5i1.89892

Abstract

Gagal ginjal kronis (GGK) adalah kondisi medis serius yang ditandai dengan menurunnya fungsi ginjal secara bertahap dan tidak dapat dibayangkan, mengakibatkan penumpukan limbah dalam tubuh. Salah satu pengobatan pada GGK adalah dengan hemodialisa, namun memiliki efek samping berupa stres yang mempengaruhi kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan kualitas hidup pasien GGK dengan terapi hemodialisa di RSUD Buleleng. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross – sectional. Hasil penelitian mengambil subjek sebanyak 30 responden dan menunjukkan sebagian besar pasien mengalami stres, di mana terdapat 6 orang (20%) dengan tingkat stres normal, 9 orang (30%) mengalami stres ringan, 6 orang (20%) mengalami stres sedang, 9 orang orang (30%) mengalami stres berat, dan tidak ada pasien (0%) yang mengalami stres sangat berat. dan subjek yang memiliki kualitas hidup buruk sejumlah 15 orang (50%), kualitas hidup sedang sejumlah 7 orang (23,33%), kualitas hidup sangat buruk sejumlah 6 orang (20%), kualitas hidup baik sejumlah 2 orang (6,67 %), dan tidak terdapat pasien yang memiliki kualitas hidup sangat baik. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kualitas hidup pasien GGK dengan terapi hemodialisa dengan arah hubungan negatif dengan kekuatan variabel kuat (r=0,510).
Penapisan dan Diagnosis Diabetes Melitus pada Pelayanan Kesehatan Primer Aditya Nugraha, Ida Bagus
Ganesha Medicina Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gm.v5i1.92345

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit multifaktorial yang dapat menimbulkan komplikasi baik akut maupun kronis serta dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya. Prevalensi DM di seluruh dunia terus meningkat setiap saat. DM sendiri dibedakan menjadi 4 yaitu DM tipe 1, DM tipe 2, DM tipe lain dan diabetes gestasional. Skrining terhadap DM sangat penting karena dapat berimplikasi pada semakin dini terapi diberikan, yang pada akhirnya menurunkan perkembangan DM. Sangat sulit untuk mendiagnosis DM pada fase awal penyakit karena gejalanya biasanya tidak menunjukkan gejala. Pelayanan kesehatan primer (PHC) merupakan pintu masuk awal bagi pasien dalam sistem pelayanan kesehatan khususnya di Indonesia. Puskesmas lebih bergerak pada bidang kesehatan masyarakat dan merupakan tempat yang strategis dalam melakukan skrining dan diagnosis dini penyakit DM. Skrining DM tergantung pada jenis DM dimana tidak dianjurkan untuk melakukan skrining DM tipe 1, skrining setiap 3 bulan pada orang berisiko tinggi/umur > 45 tahun untuk DM tipe 2, dan skrining pada saat diketahui kehamilan untuk diabetes gestasional. Diagnosis DM di Puskesmas dilakukan sesuai dengan pedoman diagnosis DM yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI atau Perkeni.
Satu Kasus Moluskum Kontagiosum Pada Anak Purnama Sari, Ida Ayu Diah; Satwika Putra, Putu Widya
Ganesha Medicina Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gm.v5i1.92874

Abstract

Moluskum kontagiosum adalah salah satu penyakit di bidang dermatologi yang disebabkan oleh infeksi virus Molluscum Contagiosum Virus (MCV). Penyakit ini sering terjadi pada anak-anak usia 2-5 tahun dan dewasa yang memiliki aktivitas seksual yang tinggi serta kekebalan tubuh yang lemah. Manifestasi klinis dari moluskum kontagiosum adalah papul berbentuk kubah berwarna merah muda atau warna kulit yang didalamnya terdapat cekungan (umbilikasi) berisi badan moluskum/delle. Penegakan diagnosis moluskum kontagiosum secara umum dapat melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik dengan temuan lesi yang khas. Laporan kasus ini membahas seorang anak laki-laki usia 10 tahun yang datang dengan keluhan adanya bintil-bintil pada area pipi kiri dengan manifestasi berupa papul, berwarna kulit mengkilap seperti mutiara, berbentuk kubah disertai umbilikasi (lekukan di bagian tengah lesi). Pasien ditatalaksana dengan tindakan enukelasi yaitu mengeluarkan badan moluskum dengan alat steril. Selain itu, untuk mengurangi infeksi sekunder pasca enukleasi, pasien juga diberikan obat pulang yaitu antibiotik oral dan topikal. Penyakit ini dapat berulang, sehingga pasien diedukasi untuk menghindari menggaruk-garuk wajah dan menjaga kebersihan tangan serta wajah.
Tingkat Kesiapan Interprofessional Education Mahasiswa Kedokteran Dalam Pembelajaran Field Lab Travel Medicine Ni Luh Putu Pranena Sastri; Made Kurnia Widiastuti Giri; Komang Hendra Setiawan; Made Bayu Permasutha
Ganesha Medicina Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gm.v5i1.94526

Abstract

Interprofessional education (IPE) menjadi suatu hal yang penting dalam pembelajaran kedokteran dan kesehatan, dengan tujuan untuk meningkatkan kerjasama dalam tim dan pemahaman mahasiswa mengenai peran profesinya dalam perawatan pasien IPE sebagai persiapan dari mahasiswa profesi kesehatan untuk dapat berkolaborasi dan kerjasama tim dalam perawatan pasien sejak dini. Mahasiswa Kedokteran di FK Undiksha mempelajari materi IPE pada mahasiswa semester 7. Beberapa penugasan kuliah IPE terkait dengan pelaksanaan field lab travel medicine yang dilaksanakan di beberapa puskesmas di Kabupaten Buleleng. Field lab ini dilaksanakan pada semester 7 serta berkaitan dengan kesehatan masyarakat dan kedokteran pariwisata. Penelitian ini dilakukan untuk untuk mengetahui tingkat kesiapan pembelajaran IPE mahasiswa dalam pembelajaran field lab. Penelitian ini dilakukan kepada mahasiswa semester 7 Program Studi Kedokteran FK Undiksha yang dipilih secara secara total sampling. Instrumen yang digunakan adalah RIPLS yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Hasil akan dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui tingkat kesiapan pembelajaran IPE dari mahasiswa pada masing-masing item instrumen. Pada penelitian ini mahasiswa menunjukkan telah memiliki pemahaman yang baik mengenai kerjasama dan kolaborasi antar profesi, identitas professional positif dan identitas professional negative. Kata Kunci : interprofessional education (IPE), field lab travel medicine, kesiapan mahasiswa.   Abstract Interprofessional education (IPE) is important in medical and health education, to improving students’ teamwork and  understanding their profession role in patient care. IPE as a preparation for health profession students to be able to collaborate and teamwork in patient care. Medical students in FK Undiksha are learned IPE on 7th semester. Several IPE assignments are related to the implementation of the travel medicine field lab which is carried out in several health centers in Buleleng Regency. This field lab is carried out in 7th semester and is related to public health and travel medicine. This study was conducted to determine the level of readiness of students' IPE learning on field lab learning. This study was conducted on 7th semester Medical Student in FK Undiksha who were selected by total sampling. The instrument used was RIPLS which has been tested for validity and reliability. The results will be analyzed descriptively to determine the level of readiness of students' IPE learning on each instrument item. In this study, students showed that they had good understanding of cooperation and collaboration between professions, positive professional identity and negative professional identity. Keywords : interprofessional education (IPE), field lab travel medicine, student readiness

Page 1 of 1 | Total Record : 9