Inovasi Pendidikan Fisika
Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika menerbitkan artikel hasil penelitian di bidang pendidikan fisika meliputi bidang Filsafat dan Kurikulum, Inovasi Pembelajaran, Media Pembelajaran dan Evaluasi Pembelajaran. Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika diterbitkan secara berkala oleh Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya sebanyak tiga kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Juli, dan September.
Articles
241 Documents
Pengaruh Latihan Membangun Konsep Terhadap Kemampuan Memecahkan Masalah Topik Kalor pada Siswa SMAN 1 Sukodadi Kabupaten Lamongan
Manitasari, Puput Putri;
Suprapto, Nadi
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Berdasarkan hasil penelitian awal berupa tes pemecahan masalah yang dilakukan di SMAN 1 Sukodadi diketahui bahwa siswa kurang memahami konsep fisika yang telah diajarkan sehingga mereka belum mampu menyelesaikan soal pemecahan masalah. Oleh karena itu, dilakukan pembelajaran membangun konsep yang diharapkan dapat membantu siswa dalam memecahkan masalah. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pengaruh latihan membangun konsep dan respons terhadap kemampuan memecahkan masalah siswa pada topik kalor. Desain experimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre experiental design jenis one group pretes posttest design. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2011/2012 siswa kelas X SMA 1 Sukodadi. Hasil analisis korelasi linier dan regresi dapat diketahui bahwa derajat hubungan latihan membangun konsep siswa terhadap kemampuan memecahkan masalah siswa ditentukan oleh koefisien determinasi sebesar 62,41% yang berarti tingkat hubungannya kuat. Berdasarkan hasil analisis angket yang diisi oleh siswa dapat diketahui secara keseluruhan menunjukkan bahwa respons siswa mengenai pembelajaran membangun konsep siswa sangat kuat. Sehingga secara umum hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan membangun konsep berpengaruh positif terhadap kemampuan memecahkan masalah topik kalor pada siswa SMAN 1 Sukodadi Kabupaten Lamongan.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Fisika Dengan Lab Virtual PhET pada Materi Gelombang Elektromagnetik di SMAN 1 Kutorejo
Fatik, Zainul;
Madlazim, Madlazim
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Fisika merupakan salah satu cabang IPA (sains) yang mendasari perkembangan teknologi maju dan konsep hidup harmonis dengan alam. Fisika bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan antara lain: mengembangkan pengalaman untuk dapat merumuskan masalah, mengajukan dan menguji hipotesis melalui percobaan, merancang instrumen percobaan, mengumpulkan, mengolah dan menafsirkan data serta mengkomunikasikan hasil percobaan secara lisan dan tertulis. Namun tujuan tersebut belum optimal di SMAN 1 Kutorejo. Hal ini dapat dilihat dari permasalahan yang ada di SMAN 1 Kutorejo yaitu siswa menganggap fisika itu sulit dan pembelajaran yang kurang menarik karena guru hanya menyampaikan pengetahuan deklaratif saja dan kurang tersedianya alat untuk melakukan praktikum. Sehingga perangkat yang digunakan tanpa adanya kegiatan laboratorium. Berdasarkan studi pustaka yang telah dilakukan, salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan di atas adalah dengan menggunakan lab virtual PhET, melalui pengembangan perangkat pembelajaran fisika dengan lab virtual PhET. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan perangkat dengan lab virtual PhET pada materi gelombang elektromagnetik di SMAN 1 Kutorejo yang dikembangkan dan untuk mengetahui respons siswa terhadap pembelajaran menggunakan perangkat tersebut.. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk hasil telaah dan deskriptif kuantiatif untuk hasil validasi terhadap kelayakan perangkat pembelajaran dan respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran dengan lab virtual PhET yang dikembangkan telah ”layak” digunakan dalam proses pembelajaran di kelas.
Pengaruh Penerapan Metode Eksperimen dengan Model Pengajaran Langsung (Direct Instruction) Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas X pada Materi Perpindahan Kalor di SMA Negeri 1 Kedungadem Bojonegoro
Prasetya, Afif Yuli Candra;
Suliyanah, Suliyanah
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti di SMA Negeri 1 Kedungadem diketahui bahwa selama ini siswa mengalami kesulitan dalam melakukan kegiatan eksperimen. Oleh sebab itu, peneliti mencoba menerapkan suatu metode eksperimen dengan model pengajaran langsung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan pengaruh metode eksperimen dengan model pengajaran langsung terhadap prestasi belajar siswa pada materi perpindahan kalor. Penelitian ini menggunakan desain “True Experimental Design”. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Kedungadem yang berjumlah lima kelas. Sampel penelitian terdiri dari tiga kelas eksperimen (X-1, X-2, X-3) dan satu kelas kontrol (X-4).Hasil Penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode eksperimen dengan model pengajaran langsung dapat meningkatkan prestasi siswa pada materi perpindahan kalor di SMA Negeri 1 Kedungadem.
Pengaruh Penerapan Probing Question dengan Model Pembelajaran NoS (Nature of Science) Terhadap Pemahaman Konsep Siswa pada Materi Fluida Statis di SMA Negeri 2 Kediri
Ningsih, Puji Rahayu;
Wasis, Wasis
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian yang telah dilakukan adalah tentang pengaruh penerapan probing question dengan model pembelajaran NOS (Nature of Science) terhadap pemahaman konsep siswa pada materi fluida statis di SMA Negeri 2 Kediri. Penelitian ini merupakan penelitian true experimental dengan control group pre-test post-test design yang bertujuan mendeskripsikan perbedaan pemahaman konsep fisika siswa yang menerapkan probing questions dengan model pembelajaran NOS (Nature of Science) pada materi fluida statis di SMA Negeri 2 Kediri dengan pemahaman konsep siswa yang tidak menerapkan. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 2 Kediri yang berjumlah empat kelas. Berdasarkan hasil uji normalitas diperoleh tiga kelas terdistribusi normal dengan X2hitung < X2tabel (α = 0,05) dan dari hasil uji homogenitas diperoleh Fhitung < Ftabel (α = 0,05), serta diacak secara random dipilih kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dengan memanipulasi model pembelajaran yang digunakan dan mengontrol materi yang dipelajari, diperoleh hasil posttest yang kemudian dianalisis dengan uji-t satu pihak. Hasil uji-t pihak kanan diperoleh thitung ≥ ttabel (α = 0,05) menunjukkan bahwa pemahaman konsep siswa pada kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemahaman konsep siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 2 Kediri pada materi fluida statis yang menerapkan pemberian probing question dengan model pembelajaran NOS (Nature of Science) lebih baik daripada pemahaman konsep siswa yang tidak menerapkan.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) Tipe STAD dengan Strategi Kartu Sortir (Card Sort) Terhadap Prestasi Belajar Fisika pada Materi Fluida Statis di Kelas XI SMA Negeri 1 Mojokerto
Rozik, Achmad Uzlul;
Achmadi, Hainur Rasyid
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui hasil belajar siswa yang dimiliki siswa setelah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan strategi kartu sortir pada materi fluida statis di kelas XI SMAN 1 Mojokerto. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan adanya perbedaan prestasi belajar fisika antara siswa yang di ajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD menggunakan strategi kartu sortir dengan siswa yang di ajar dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD dan untuk mendeskripsikan prestasi belajar fisika siswa yang di ajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD menggunakan strategi kartu sortir lebih baik daripada siswa yang di ajar dengan menggunakan pembelajaraan kooperatif tipe STAD. Penelitian ini menggunakan desain “Random Terhadap Subyek”. Berdasarkan analisis uji t dua pihak diperoleh rata-rata nilai post test kelas XI-IPA-2 berbeda dengan rata-rata nilai post test kelas XI-IPA-3, karena (thitung=6,46) > (ttabel=7,81). Dari hasil analisis uji t satu pihak diperoleh rata-rata nilai post test kelas XI-IPA-2 lebih baik dari pada rata-rata nilai post test kelas XI-IPA-3. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan prestasi belajar fisika antara siswa yang di ajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD menggunakan strategi kartu sortir dengan siswa yang di ajar dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD dan prestasi belajar fisika siswa yang di ajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD menggunakan strategi kartu sortir lebih baik daripada siswa yang di ajar dengan menggunakan pembelajaraan kooperatif tipe STAD.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran IPA Terpadu Model Integrated pada Subpokok Bahasan Mata Sebagai Alat Optik di Kelas VIII SMP
Saraswati, Yohana;
Mulyanratna, Madewi
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pengembangan perangkat pembelajaran IPA Terpadu model Integrated dengan subpokok bahasan ”Mata Sebagai Alat Optik” dilakukan sebagai salah satu contoh untuk mengatasi problematika pembelajaran IPA Terpadu di SMP yang masih diajarkan secara terpisah dengan guru tunggal atau team teaching. Pengembangan perangkat ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan perangkat pembelajaran, hasil belajar dengan menerapkan perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan, dan respons siswa terhadap perangkat pembelajaran. Pengembangan perangkat menggunakan model 4-P tetapi dibatasi hanya sampai tahap pengembangan. Uji coba perangkat menggunakan desain One Group Pretest-Postest di kelas VIII SMP Negeri 22 Surabaya sebanyak 15 siswa. Hasil telaah perangkat pembelajaran oleh dosen dan guru menyatakan bahwa pengembangan perangkat sudah layak untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Hasil belajar siswa tuntas 80% dan tidak tuntas 20%. Respons siswa positif terhadap perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan dengan prosentase 80,2%.
Pengaruh Model Pembelajaran Diskusi dengan Strategi Belajar PQ4R Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Pokok Kalor di Kelas VII SMP Negeri 1 Bangsal Mojokerto
WAHYUNINGDYAH, HENY;
Hasanah, Retno
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan di SMP Negeri 1 Bangsal Mojokerto, didapatkan bahwa belum pernah dilakukan pembelajaran model diskusi dengan strategi belajar PQ4R. Oleh karena itu, peneliti mencoba menggunakan model pembelajaran diskusi dengan strategi belajar PQ4R pada materi pokok kalor. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran diskusi dengan strategi belajar PQ4R terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok kalor di kelas VII SMP Negeri 1 Bangsal Mojokerto. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimental dengan Redomized Control Group Pretest Postest Design. Populasi yang digunakan adalah kelas VII SMP Negeri 1 Bangsal dan sampel diambil secara acak dengan cara undian pada kelas VII SMP Negeri 1 Bangsal yaitu 3 kelas eksperimen dan 1 kelas kontrol. Berdasarkan hasil analisis pretest diperoleh kelas VII-B, VII-E, VII-F (kelas eksperimen) dan VII-G (kelas kontrol) berdistribusi normal dan homogen. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran diskusi dengan strategi belajar PQ4R berpengaruh positip terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok kalor.
Pengaruh Model Pembelajaran Guided Inquiry dengan Self Assesment Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X pada Materi Listrik Dinamis di SMA Negeri 1 Krian
Primadani, Rohmah;
Arief, Alimufi
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Berdasarkan hasil wawancara dengan guru fisika kelas X SMA Negeri 1 Krian diketahui bahwa model pembelajaran guided inquiry belum pernah digunakan dalam proses pembelajaran. Sistem penilaian masih berpusat pada guru. Siswa belum pernah diberi kesempatan untuk menilai kelebihan dan kekurangan dirinya sendiri. Hasil belajar siswa juga masih rendah. Oleh sebab itu, peneliti mencoba menerapkan model pembelajaran guided inquiry dengan self assesment. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran guided inquiry dengan self assesment terhadap hasil belajar siswa kelas X pada materi listrik dinamis di SMA Negeri 1 Krian. Penelitian menggunakan desain true experimental design dengan rancangan control group pre-test, post-test. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Krian tahun pelajaran 2011/2012 yang berjumlah 279 siswa. Sampel penelitian terdiri dari satu kelas eksperimen (X-9) dan satu kelas kontrol (X-6), tiap-tiap kelas berjumlah 31 siswa. Berdasarkan hasil analisis uji-t dua pihak didapatkan thitung sebesar 3,78 dengan ttabel sebesar 2,00. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen berbeda dengan kelas kontrol karena thitung tidak memenuhi -ttabel < thitung < ttabel. Nilai thitung pada uji-t satu pihak sama dengan thitung pada uji-t dua pihak dengan ttabel sebesar 1,67. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol karena thitung > ttabel. Dari analisis data hasil penelitian diperoleh simpulan bahwa penerapan model pembelajaran guided inquiry dengan self assesment berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa kelas X pada materi listrik dinamis di SMA Negeri 1 Krian.
Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) Berorientasi Problem Solving pada Materi Kalor di MAN 2 Bojonegoro
Sholeh, Muhammad;
Suliyanah, Suliyanah
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Menurut Kurikulum KTSP, tujuan pembelajaran fisika di SMA adalah selain memahami konsep-konsep fisika siswa juga dituntut mampu menggunakan metode ilmiah yang dilandasi oleh sikap ilmiah untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari (BSNP, 2006). Namun, tujuan pembelajaran tersebut belum optimal di MAN 2 Bojonegoro. Hal ini dapat dilihat dari permasalahan yang ada di MAN 2 Bojonegoro antara lain: (1) Siswa jarang dilatihkan keterampilan berpikir sehingga penguasaan konsep siswa menjadi lemah. (2) Siswa jarang diberikan pengalaman langsung melalui praktikum sehingga pengetahuan siswa sebatas teoritis. Serta (3) kurang tersedianya Lembar Kerja Siswa (LKS). sebagai penunjang pembelajaran. Berdasarkan studi pustaka yang telah dilakukan, salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan di atas adalah dengan cara melatihkan keterampilan proses berfikir kepada siswa. Salah satunya adalah membantu pemahaman konsep siswa melalui pemecahan masalah (problem solving) yang diimplementasikan ke dalam LKS, melalui pengembangan LKS Berorientasi problem solving. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan LKS Berorientasi problem solving pada Materi Kalor di MAN 2 Bojonegoro yang dikembangkan dan untuk mengetahui respons siswa terhadap LKS tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan sasaran penelitian adalah LKS yang dikembangkan. Sumber data diperoleh dari tim ahli meliputi dosen dan guru fisika sebagai penelaah dan validator, serta 15 siswa kelas X MAN 2 Bojonegoro. Rancangan penelitian ini adalah pengembangan yang mengacu pada 4-D (four D models) yang dikemukakan oleh Thiagarajan (1974). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lembar Kerja Siswa (LKS) berorientasi problem solving yang dikembangkan telah layak digunakan dalam proses pembelajaran, karena telah memenuhi kelayakan berdasarkan hasil validasi terhadap kriteria kesesuaian terhadap komponen problem solving.
Pengembangan Tes Diagnostik (Diagnostic Test) Teknik Analitik pada Materi Listrik Dinamis untuk Siswa SMA Kelas X
Fajariyah, Siti Maryamah;
Wasis, Wasis
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
KTSP menggunakan prinsip mastery learning (belajar tuntas). Ketika ada siswa yang tidak mencapai standar ketercapaian minimal maka sesuai prinsip mastery learning, siswa tersebut menempuh remedi.Tetapi bila remedi dilakukan tanpa mendeteksi sumber kesulitan siswa, remidi tersebut belum memberikan hasil yang optimal, maka melalui penelitian ini dikembangkan perangkat tes diagnostik teknik analitik untuk mendeteksi kesulitan siswa sebelum memperoleh remidi. Tes diagnostik yang dikembangkan untuk materi listrik dinamismeliputi kisi-kisi soal, butir soal, dan pedoman penskoran.Tes diagnostik ini divaidasi konstruksi dan isi oleh dua dosen fisika dan seorang guru fisika dan divalidasi bahasa oleh ahli bahasa, kemudian diujicobakan pada siswa kelas X SMAN 15 Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan perangkat tes diagnostik teknik analitik pada materi listrik dinamis untuk siswa SMA kelas X yang dikembangkan telah layak digunakan sebagai instrumen untuk mendeteksi kesulitan belajar siswa. Persentase kesulitan yang dialami siswa kelas X dalam menyelesaikan permasalahan atau soal fisika pada materi listrik dinamis meliputi schematic knowledge sebesar 69,32%; strategy knowledge sebesar 67,28%; algorithmic knowledge sebesar 44,97%; dan linguistic knowledge sebesar 23,29%.