cover
Contact Name
Setyo Admoko
Contact Email
setyoadmoko@unesa.ac.id
Phone
+6282144347073
Journal Mail Official
physics@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetaahuan Alam Jl. Ketintang, Gd C3 Lt 1, Surabaya 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Inovasi Pendidikan Fisika
  • inovasi-pendidikan-fisika
  • Website
ISSN : 23024496     EISSN : 28303881     DOI : -
Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika menerbitkan artikel hasil penelitian di bidang pendidikan fisika meliputi bidang Filsafat dan Kurikulum, Inovasi Pembelajaran, Media Pembelajaran dan Evaluasi Pembelajaran. Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika diterbitkan secara berkala oleh Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya sebanyak tiga kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Juli, dan September.
Articles 241 Documents
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) ‎Menggunakan Permainan Kartu Ilmuwan Terhadap Ketuntasan Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas ‎XI SMK Negeri 1 Nganjuk Biantoro, Didik; Abdullah, Abdul Azis
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 2 (2012): Vol. 1 No. 2 Tahun 2012
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mata pelajaran fisika di SMK termasuk program adaptif, yang merupakan sekumpulan bahan kajian atau materi pembelajaran tentang materi dan energi serta interaksinya sebagai pengetahuan dasar penunjang kejuruan, pengetahuan dasar pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selama ini guru kelas XI di SMK Negeri 1 Nganjuk sulit untuk mengajarkan fisika, karena jadwal praktik kerja industri yang tidak tetap. Oleh karena itu dilakukan penelitian yang bertujuan mendeskripsikan pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) menggunakan permainan kartu ilmuwan terhadap ketuntasan hasil belajar fisika, pengelolaan pembelajaran dan angket respon siswa kelas XI SMK Negeri 1 Nganjuk. Adapun metode penelitian yang dipakai adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain ”Pretest and Postest One Group Design”, dengan subyek penelitian kelas XI TKJ dan XI MM 1 menggunakan teknik random sampling. Penelitian dilakukan dengan mengadakan pre-test pada awal pertemuan, kemudian memberikan pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) menggunakan permainan kartu ilmuwan yang disertai dengan observasi. Pada pertemuan terakhir diadakan post-test untuk mengukur ketuntasan hasil belajar siswa. Dari hasil analisis uji t diperoleh thitung untuk kelas XI TKJ dan XI MM 1 berturut-turut adalah 16,03 dan 8,99 dengan ttabel 2,68 dan 1,70. Sehingga penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT menggunakan permainan kartu ilmuwan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Ketuntasan hasil belajar untuk kelas XI TKJ dari 37 siswa tuntas 28 siswa atau 75,8%. Sedangkan kelas XI MM 1 dari 32 siswa tuntas 21 siswa atau 65,6 %. Pengelolaan pembelajaran untuk setiap pertemuan baik dari kelas XI TKJ maupun XI MM 1 memiliki rata-rata nilai 3,23, sehingga dapat dikatakan pengelolaan pembelajaran yang menerapkan model kooperatif tipe TGT berjalan dengan baik. Presentase hasil angket respon siswa dari kedua kelas yaitu 75,62 % sehingga dinyatakan baik. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan menggunkan kartu ilmuwan berpengaruh positif terhadap ketuntasan hasil belajar siswa, pengelolaan pembelajaran dan angket respon siswa kelas XI SMK Negeri 1 Nganjuk. Sebagai himbauan dari peneliti sebaiknya guru membuat rancangan waktu pelaksanaan PBM tersendiri terkait pembelajaran fisika, kemudian dimusyawarahkan di MGMP dan diusahakan sekolah mengadakan praktik kerja industri untuk siswa kelas XI dengan waktu yang bersamaan.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT (Teams Games Tournament) dengan ‎Permainan Physics Squares Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Pokok Bunyi Kelas VIII ‎SMP Negeri 6 Surabaya Prihastuti, Tinus; Mulyanratna, Madewi
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 2 (2012): Vol. 1 No. 2 Tahun 2012
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu guru fisika di SMP Negeri 6 Surabaya diketahui bahwa di sekolah tersebut ada beberapa siswa yang kurang aktif dalam pembelajaran dan beberapa siswa yang memiliki nilai di bawah KKM, sehingga diperlukan model pembelajaran yang dapat memotivasi siswa untuk aktif dalam pembelajaran fisika agar hasil belajar siswa lebih maksimal. Oleh sebab itu, peneliti mencoba menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan permainan physics squares. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan permainan physics squares terhadap hasil belajar siswa dan mengetahui respons siswa terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan permainan physics squares pada materi pokok bunyi. Jenis penelitian ini adalah pra experimental design. Populasi penelitian adalah siswa SMP Negeri 6 Surabaya kelas VIII dengan sampel penelitian terdiri atas satu kelas eksperimen (VIII-E). Dari analisis uji normalitas dan homogenitas didapatkan semua kelas berdistribusi normal dan homogen. Dari permainan physics squares diperoleh poin rata-rata siswa pada permainan tersebut dan dari post-test diperoleh hasil belajar siswa. Kemudian untuk menentukan hubungan antara poin rata-rata siswa pada permainan physics squares dengan hasil belajar siswa digunakan analisis korelas, sehingga diperoleh koefisien determinasi sebesar 44,3%. Sedangkan dari analisis angket diketahui bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan permainan physics squares mendapat respon positif dari siswa. Dari analisis data hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan permainan physics squares berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok bunyi di kelas VIII SMP Negeri 6 Surabaya.
Penerapan Permainan Bingo dalam Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT (Numbered Heads ‎Together) pada Materi Cahaya di Kelas VIII SMPN 2 Jombang‎ Rohmiati, Dyah Palupi; Supriyono, Supriyono
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 2 (2012): Vol. 1 No. 2 Tahun 2012
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa dalam pembelajaran hanya beberapa siswa yang aktif berpartisipasi dan selalu siswa yang tetap. Selain itu beberapa siswa mempunyai hasil belajar yang rendah. Oleh karena itu, peneliti mencoba menerapkan permainan bingo dalam model pembelajaran kooperatif tipe NHT untuk meningkatkan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar dan membuat siswa lebih aktif di dalam kelas sehingga pembelajaran terpusat pada siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hasil belajar siswa yang menerapkan permainan bingo dalam pembelajaran pada materi cahaya kelas VIII SMPN 2 Jombang dan mendeskripsikan respon siswa terhadap permainan bingo yang diterapkan dalam pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah True Experimental Design dengan populasi seluruh siswa kelas VIII SMPN 2 Jombang yang berjumlah 9 kelas dan sampel penelitian terdiri dari 3 kelas eksperimen (VIII-F, VIII-G, dan VIII-I) dan satu kelas kontrol (VIII-H). Berdasarkan hasil analisis uji normalitas dan uji homogenitas diperoleh bahwa semua kelas sampel berdistribusi normal dan homogen. Hasil post-test dianalisis dengan uji-t dua pihak dan uji-t satu pihak. Berdasarkan hasil analisis uji-t dua pihak diperoleh thitung sebesar 2,59; 2,05; 2,86 dengan ttabel sebesar 2,00, karena thitung tidak berada pada -ttabel < thitung < ttabel maka hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan hasil belajar siswa kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Berdasarkan hasil analisis uji-t satu pihak diperoleh thitung sebesar 2,59; 2,05; 2,86 dengan ttabel sebesar 1,67, karena thitung > ttabel maka hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. Berdasarkan Hasil analisis angket repon siswa menunjukkan bahwa siswa memberikan respon positif terhadap penerapan permainan bingo dalam model pembelajaran kooperatif tipe NHT. Dari analisis data hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa hasil belajar kelas eksperimen yang menerapkan permainan bingo dalam model pembelajaran kooperatif tipe NHT lebih baik daripada kelas kontrol dan siswa memberikan respon positif terhadap penerapan permainan bingo dalam model pembelajaran kooperatif tipe NHT.
Pengaruh Penggunaan Alat Peraga Sederhana Perpindahan Kalor Sebagai Media Pembelajaran ‎Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas X di SMA Negeri 1 Gedeg Mojokerto Lusitadewi, Findri; Prabowo, Prabowo
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 2 (2012): Vol. 1 No. 2 Tahun 2012
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam suatu pembelajaran konsep yang bersifat abstrak, seorang guru memerlukan alat bantu ajar berupa benda – benda konkret sebagai visualisasinya yang disebut sebagai alat peraga sederhana. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan pengaruh penggunaan alat peraga sederhana perpindahan kalor sebagai media pembelajaran pada materi pokok kalor terhadap prestasi belajar siswa kelas X di SMA Negeri 1 Gedeg Mojokerto. Metodologi penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental ( One Group Pre Test Post Test Design ) dengan kegiatan pembelajaran yang digunakan tiga kali replikasi. Berdasarkan hasil perhitungan uji-t sesuai dengan hasil nilai rata-rata post test siswa diperoleh thitung untuk kelompok kontrol-eksperimen 1 sebesar 8,5434 ; kelompok kontrol-eksperimen 2 sebesar 3,1316 ; dan kelompok kontrol-eksperimen 3 sebesar 9,6352 , sedangkan dari ttabel dengan taraf signifikansi 5% diperoleh masing-masing kelompok secara berturut-turut sebesar 1,98 ; 1,98 ; dan 1,98. Dari hasil uji-t tersebut menunjukkan bahwa thitung lebih besar daripada ttabel. Hal ini menunjukkan bahwa prestasi belajar kelompok siswa yang menggunakan alat peraga sederhana perpindahan kalor yaitu kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol yang tidak menggunakan alat peraga sederhana perpindahan kalor. Sedangkan dari nilai rata-rata post test siswa untuk kelas kontrol sebesar 70,4186 dan untuk kelas eksperimen 1, 2, dan 3 berturutturut sebesar 86,9024 ; 77,0238 ; 88,4186 . Dari analisis angket respons siswa terhadap pembelajaran dengan menggunakan alat peraga sederhana perpindahan kalor adalah 80% siswa setuju dengan penggunaan alat peraga sederhana perpindahan kalor penyampaian materi lebih jelas dan 80% siswa menyatakan lebih senang dan antusias dalam mengikuti pembelajaran dengan menggunakan alat peraga sederhana perpindahan kalor. Maka dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan alat peraga sederhana perpindahan kalor berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran yang Melatih Keterampilan Berpikir Kritis Siswa untuk ‎Materi Listrik Dinamis pada Kelas X SMAN I Wonoayu Anisah, Anisah; Setyarsih, Woro
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 2 (2012): Vol. 1 No. 2 Tahun 2012
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengembangan perangkat pembelajaran yang melatih keterampilan berpikir kritis siswa untuk materi listrik dinamis, dengan tujuan untuk mendeskripsikan perangkat pembelajaran yang dapat melatih keterampilan berpikir kritis siswa, mengetahui hasil belajar siswa, dan mendeskripsikan respon siswa setelah diterapkannya perangkat pembelajaran tersebut. Rancangan penelitian mengacu pada model 4-D (four D models), tetapi pada tahap penyebaran tidak dilakukan. Hasil pengembangan perangkat pembelajaran berupa silabus, RPP, dan LKS menekankan siswa berpikir kritis sesuai dengan poin berpikir kritis adaptasi dari Dr.Vera Zdravkovich. Pada penyusunan buku siswa, berpikir kritis ditekankan pada penyajian informasi dalam bentuk fitur dan contoh soal. Berpikir kritis pada kisikisi soal mengacu pada pendapat Ennis. Hasil pengembangan diperoleh seperangkat pembelajaran Silabus, RPP (tiga pertemuan), 3 LKS, Buku siswa, dan seperangkat Kisi-kisi soal berpikir kritis 10 soal esai. Hasil validasi perangkat mendapatkan skor rata-rata sebesar 86,5% dengan kategori sangat baik. Setelah uji coba terbatas, ketuntasan hasil belajar siswa mencapai 75,0%. Hal ini menunjukkan tujuan penelitian tercapai. Respon siswa terhadap ketertarikan pada komponen materi pelajaran, buku siswa, LKS, suasana belajar, dan cara guru mengajar dengan kategori baik (63,3%). Sedangkan respon siswa terhadap kemudahan memahami bahasa, isi/materi, dan contoh-contoh soal pada buku, petunjuk LKS, dan cara guru dalam kategori baik (60,0%).
WGES (Water Gas Electrolyzer System): Studi Eksperimental Elektrolisis Air Terhadap Emisi Gas ‎Buang dan Konsumsi Bahan Bakar pada Kendaraan Bermotor Rosyidi, Fiktor; Dwikoranto, Dwikoranto
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 2 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha untuk menghemat pemakaian bahan bakar merupakan pekerjaan yang sangat penting yang harus dilakukan saat ini dan masa depan, salah satu diantaranya adalah dengan menggunakan Brown Gas. Di sisi lain, penggunaan Brown Gas pada kendaraan sebagai bahan bakar belum optimal, hanya menggunakan elektrolisis sederhana, memperpendek usia aki, energi listrik sisa pengisian masih terbuang, elektrolisis belum memanfaatkan sistem HTES, hasil gas hidrogen belum maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh data kadar emisi gas buang dan konsumsi bahan bakar sepeda motor berbahan bakar bensin dan dengan menggunakan WGES. Penelitian dilakukan dengan dua pengujian, yaitu pengujian standar dan pengujian eksperimen dengan menggunakan WGES. Data yang telah diperoleh dimasukkan ke dalam tabel dan ditampilkan dalam bentuk grafik yang kemudian akan dianalisis dan ditarik kesimpulannya, sehingga dapat diketahui perbandingan antara penggunaan WGES dengan standar. Dari data perbandingannya maka dapat diketahui persentase konsumsi bahan bakar dan kadar emisi gas buang pada Honda GL MAX 124,1 cc yang masih standart dan menggunakan WGES. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan WGES dapat menurunkan konsumsi bahan bakar dan meningkatkan kualitas emisi gas buang. Penurunan konsumsi bahan tertinggi sebesar 62% didapatkan pada putaran 6000 rpm. Selain itu juga terjadi peningkatan kualitas emisi gas buang dengan menurunnya kadar emisi CO, HC, dan meningkatnya kadar CO2. Penurunan emisi kadar CO tertinggi yang sebelumnya 9,22% vol pada pengujian standart menjadi 3.92% vol dengan menggunakan WGES pada putaran 6000 rpm, penurunan kadar HC tertinggi yang sebelumnya 2728,33 ppm pada pengujian standart menjadi 178,00 ppm pada pengujian WGES, kenaikan kadar CO2 tertinggi yang sebelumnya 5,33% vol pada pengujian standart menjadi 8,57 % vol pada pengujian WGES. Siswa di kelas 2 mesin otomotif SMK NEGERI 2 PURWOSARI BOJONEGORO mempunyai respons yang sangat kuat sekali sebesar 94%.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dengan Metode Eksperimen pada Materi ‎Getaran dan Gelombang Kelas VIII di SMP N 1 Bangsal Mojokerto Septina, Norma Dewi; Mulyaningsih, Sri
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 2 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kenyataan yang ada di SMP N 1 Bangsal Mojokerto bahwa cara mengajar guru di sekolah tersebut dengan teori dan praktikum yang belum terarah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hasil belajar siswa, mendeskripsikan aktivitas siswa, dan mendeskripsikan respon siswa melalui kegiatan belajar mengajar dengan model pembelajaran STAD dengan metode eksperimen. Penelitain ini merupakan eksperimental dengan randomized control group pretest posttest design dengan empat kelas eksperimen (VIIIA, VIIIC, VIIIF) dan satu kelas kontrol (VIIIG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran STAD dengan metode eksperimen lebih baik daripada hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajar STAD dengan metode demonstrasi dengan aktivitas siswa ketika pembelajaran berlangsung yang paling menonjol adalah aktivitras berdiskusi dengan anggota kelompok dan siswa memberikan respon yang baik terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan metode eksperimen tersebut.
Analisis Perbandingan Level Kognitif dan Keterampilan Proses Sains dalam Standar Isi (SI), Soal ‎Ujian Nasional (UN), Soal (Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS), dan ‎Soal Programme for International Student Assessment (PISA)‎ Ramadhan, Danny; Wasis, Wasis
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 2 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan perbandingan level kognitif dan keterampilan proses sains dalam SI, Soal UN, TIMSS, dan PISA. Level kognitif yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: C1 (mengingat), C2 (memahami), C3 (menerapkan), C4 (menganalisis), C5 (mengevaluasi), dan C6 (menciptakan), sedangkan keterampilan proses sains yang digunakan meliputi: kemampuan mengamati, merumuskan hipotesis, merencanakan percobaan, melakukan percobaan, menginterpretasi data/grafik, meramal/memprediksi, menerapkan konsep, dan kemampuan berkomunikasi. Dalam penelitian ini soal yang dianalisis meliputi soal UN tahun 2011/2012, soal TIMSS tahun 2007 yang direlease, dan soal PISA tahun 2006 yang direlease. Analisis level kognitif dan keterampilan proses sains disajikan berupa tabel kemudian dibuat dalam bentuk diagram dan dikomparasikan hingga diperoleh suatu kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) level kognitif dalam standar isi lebih dominan pada level C3 (menerapkan), sedangkan keterampilan proses sains yang terukur sebesar 48% dari seluruh standar isi yang dianalisis. 2) level kognitif dalam soal UN lebih dominan pada level C3 (menerapkan), sedangkan keterampilan proses sains yang terukur sebesar 78% dari seluruh soal UN yang dianalisis. 3) level kognitif dalam soal TIMSS lebih dominan pada level C2 (memahami), sedangkan keterampilan proses sains yang terukur sebesar 96% dari seluruh soal TIMSS yang dianalisis. 4) level kognitif dalam soal PISA lebih dominan pada level C2 (memahami), sedangkan keterampilan proses sains yang terukur sebesar 89% dari seluruh soal PISA yang dianalisis. 5). Perbandingan level kognitif yang terukur pada soal UN dan PISA diperoleh bahwa soal UN masih rendah pada level tinggi yaitu C4 dan C5 dibanding dengan soal PISA, serta perbandingan persentase keterampilan proses sains pada SI, UN, TIMSS, dan PISA secara berturut-turut 48%, 78%, 96%, dan 89%.. Penelitian ini hanya menganalisis ditinjau pada level kognitif dan keterampilan proses sains sehingga perlu dikembangkan secara lebih luas ditinjau dari aspek yang lain.
Pengaruh Penerapan Pendekatan Masalah Terbuka dalam PBI (Problem Based Instruction) ‎Terhadap Hasil Belajar di SMA N 1 Menganti Gresik Riyanti, Suci; Kholiq, Abdul
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 2 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

IPA mencakup dua hal yaitu proses dan produk. Oleh karena itu , peneliti mencoba menerapkan pendekatan masalah terbuka dalam PBI terhadap hasil belajar pada materi listrik dinamis di SMA N 1 Menganti Gresik. Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan pengaruh pendekatan masalah terbuka dalam PBI terhadap hasil belajar siswa. Rancangan peneliti ini adalah true experiment design. Berdasarkan hasil analisis pre-test diperoleh kelas X-1, X-2 (kelas eksperimen), dan X-3 (kelas kontrol) berdistribusi normal dan homogen. Hasil post-test yang dianalisis menggunakan uji-t satu pihak menunjukkan bahwa thitung pada kelas eksperimen tidak terletak antara –t1-1/2α dan t1-1/2α dengan dk = (n1 + n2 +2) dan taraf signifikan α = 0,05. Hal tersebut menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol di indikasikan dengan nilai afektif terhadap hasil belajar siswa, dengan nilai sebagai berikut: X-1 nilai afektif sebesar 78,262 dan hasil belajar sebesar 73,436; X-2 nilai afektif sebesar 75,993 dan hasil belajar sebesar 68,397; X-3 nilai afektif sebesar 71,321 dan hasil belajar sebesar 57,835. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulakan bahwa hasil belajar siswa dengan penerapan pendekatan masalah terbuka dalam PBI lebih baik daripada dengan pembelajaran konvesional.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran untuk Mendukung Multimedia Interaktif Fisitekh pada ‎Pokok Bahasan Alat Optik Kelas VIII SMP Noviasari, Anggita; Madlazim, Madlazim
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 2 No. 2 (2013): Vol. 2 No. 2 Tahun 2013
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan perangkat pembelajaran, mengetahui kelayakan perangkat pembelajaran guna mendukung multimedia interaktif Fisitekh pada materi alat optik kelas VIII di SMPN 1 Prambon dan mengetahui keterlaksanaan perangkat yang meliputi hasil respon, ketuntasan hasil belajar, serta proses pelaksanaan pembelajaran dengan perangkat yang dikembangkan. Penelitian ini mengacu pada model 4-D yang dikemukakan Thiagarajan, yaitu 1) tahap pendefinisian (define), 2) tahap perencanaan (design), 3) tahap pengembangan (develop), 4) tahap penyebaran (disseminate). Namun penelitian ini hanya dibatasi sampai tahap pengembangan. Perangkat yang telah dikembangkan di validasi oleh 2 dosen Fisika UNESA dan guru IPA-Fisika SMPN 1 Prambon. Uji coba terbatas perangkat pembelajaran dilakukan pada 36 siswa SMPN 1 Prambon. Penilaian terhadap perangkat secara umum meliputi silabus, RPP, LKS, buku siswa dan lembar penilaian memperoleh skor prosentase kelayakan berturut turut 83%;85%;85%;84% dan 90%, sehingga perangkat pembelajaran untuk mendukung multimedia interaktif Fisitekh layak untuk digunakan dengan kategori baik. Hasil pengamatan keterlaksanaan meliputi respon siswa terhadap perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan adalah siswa merespons baik. Nilai hasil belajar siswa diperoleh dari gabungan ketiga aspek nilai yaitu kognitif, afektif dan psikomotor, seluruh siswa dinyatakan tuntas. Selain itu Dari hasil uji coba juga diperoleh bahwa guru telah melakukan pembelajaran Fisika dengan sangat baik yaitu dengan skor 3,5.