cover
Contact Name
Setyo Admoko
Contact Email
setyoadmoko@unesa.ac.id
Phone
+6282144347073
Journal Mail Official
physics@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetaahuan Alam Jl. Ketintang, Gd C3 Lt 1, Surabaya 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Inovasi Pendidikan Fisika
  • inovasi-pendidikan-fisika
  • Website
ISSN : 23024496     EISSN : 28303881     DOI : -
Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika menerbitkan artikel hasil penelitian di bidang pendidikan fisika meliputi bidang Filsafat dan Kurikulum, Inovasi Pembelajaran, Media Pembelajaran dan Evaluasi Pembelajaran. Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika diterbitkan secara berkala oleh Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya sebanyak tiga kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Juli, dan September.
Articles 241 Documents
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dengan Kegiatan Praktikum di ‎Laboratorium untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Gerak Kelas VII di SMP ‎Negeri 2 Menganti Agustin, Rengga Rea; Budiningarti, Hermin
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan pada dasarnya merupakan interaksi antara pendidik dengan peserta didik. Untuk mendapatkan hasil belajar yang baik digunakan model pembelajaran kooperatif Tipe Jigsaw dengan kegiatan di laboratorium. Pada Pembelajaran kooperatif Tipe Jigsaw ini siswa diminta untuk membentuk kelompok asal dan kemudian berkumpul ke kelompok ahli masing-masing materi yang telah diberikan. Selain itu siswa melakukan praktikum langsung di laboratorium karena pada penelitian ini mengambil materi Gerak dengan Sub Pokok Bahasan Gerak Lurus, karena pada materi ini tidak hanya membahas materi secara teroritis melainkan juga secara praktikum. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan pembelajaran, dan hasil belajar siswa pada pembelajaran kooperatif Tipe Jigsaw dengan kegiatan praktikum di laboratorium. Desain penelitian ini adalah One Group Pretest-Postest dengan menggunakan 2 kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII-C dan VII-D. Dari data hasil penelitian kemudian dianalisis sehingga diperoleh pengelolaan pembelajaran kelas VII-C dan VII-D dikategorikan sangat baik sebesar 3,6 dan 3,5. Hasil pengamatan pengelolaan pembelajaran kooperatif Tipe Jigsaw dengan kegiatan praktikum di laboratorium dikatakan reliabel. Hasil belajar siswa mencakup tiga ranah yaitu kognitif, afektif dan psikomotor. Pada ranah kognitif hasil belajar siswa kelas VII-C sebesar 78,5% dan pada kelas VII-D sebesar 77,3% dengan kategori masing-masing kelas sangat baik. Pada ranah afektif hasil belajar siswa kelas VII-C dan VII-D masing-masing sebesar 2,8 dan 2,7 dikategorikan baik. Pada ranah psikomotor hasil belajar siswa kelas VII-C sebesar 2,9 dan VII-D sebesar 2,7 dengan kategori baik utuk masing-masing kelas. Tingkat keberhasilan siswa mencapai lebih dari 60% bahan pelajaran yang dapat dikuasai siswa maka siswa yang berhasil dalam pembelajaran pada kelas VIIC sebesar 83,4% dan kelas VII-D SMPN 2 MENGANTI adalah sebesar 94,46%. Tingkat keberhasilan suatu proses pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan kegiatan praktikum di laboratorium kelas VII-C dan VII-D adalah baik sekali.Kendala yang dihadapi dalam penerapan model pembelajaran kooperatif Tipe Jigsaw dengan kegiatan praktikum di laboratorium ini adalah memerlukan waktu cukup lama untuk penataan ruang yang belum terkondisikan dengan baik dan harus dikondisikan terlebih dahulu.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Problem Solving Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas ‎X pada Materi Arus Listrik di SMA Negeri 1 Kedungpring, Lamongan Handoko, Agus Imam; Madlazim, Madlazim
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumusan kurikulum di berbagai negara menempatkan pengembangan keterampilan memecahkan masalah sebagai salah satu prioritas pengembangan. Pernyataan singkat yang digunakan seperti siswa mepresentasikan penerapan pemecahan masalah menjadi kompetensi utama. Oleh karena itu dilakukan pnelitian tentang pengaruh penerapan model pembelajaran problem solving terhadap hasil belajar siswa pada materi arus listrik. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh Penerapan model pembelajaran problem solving terhadap hasil belajar siswa kelas X pada materi arus listrik di SMA Negeri 1 Kedungpring, Lamongan, mendeskripsikan aktivitas siswa kelas X di SMAN 1 Kedungpring Lamongan melalui kegiatan belajar mengajar dengan model pembelajaran problem solving pada materi arus listrik. Rancangan penelitian eksperimental ini adalah control group pretest posttest dengan populasi penelitian sebanyak 5 kelas dari kelas X dan sampel terdiri dari satu kelas eksperimen (X3), dan satu kelas kontrol (X4). Analisis homogenitas sampel dilakukan dengan uji homogenitas nilai rapor dan menunjukkan populasi berdistribusi homogen. Analisis uji t dua pihak pada aspek kognitif diperoleh thitung kelas X4 sebesar 28,38 dengan ttabel sebesar 2,00, hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar kelas eksperimen lebih baik dari pada kelas kontrol karena thitung>ttabel sedangkan pada ranah psikomotor diperoleh rata-rata kelas kontrol sebesar 70 dan kelas eksperimen sebesar 82,untuk ranah afektif nilai rata-rata dari kelas eksperimen sebesar 97 sedangkan kelas kontrol sebesar 78.sedangkan nilai untuk ketrampilan proses sains untuk kelas kontrol memeliki rata-rata sebesar 79 dan kelas eksperimen sebesar 93 Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran problem solving lebih baik daripada hasil belajar siswa melalui penerapan model konvensional dengan peningkatan sebesar 11,17% pada ranah kognitif, 12,5% untuk ranah psikomotor dan 15,21% untuk ranah afektif.
Penerapan Teknik Catatan Tulis dan Susun dalam Pembelajaran Quantum Teaching pada Materi ‎Pokok Bunyi di SMP Negeri 1 Mojokerto Wandhira, Retno; Mulyanratna, Madewi
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan teknik Catatan Tulis dan Susun (TS) dalam pembelajaran Quantum Teaching pada materi pokok Bunyi dan mendeskripsikan respons siswa terhadap penerapan teknik Catatan: TS dalam pembelajaran Quantum Teaching pada materi pokok Bunyi di SMP Negeri 1 Mojokerto. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah True Experimental Design yang dilakukan di SMP Negeri 1 Mojokerto dengan subyek penelitian kelas VIII C dan VIII E. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Desain Prates-Pascates Kelompok Acak. Penelitian dilakukan dengan mengadakan pretest pada awal pertemuan, kemudian memberikan pembelajaran menggunakan Quantum Teaching dengan teknik Catatan: TS. Pada pertemuan terakhir diadakan posttest untuk mengukur nilai kognitif sebagai hasil belajar siswa. Dari analisis data hasil penelitian, didapatkan penerapan teknik Catatan: TS dalam pembelajaran Quantum Teaching dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII pada materi pokok Bunyi yang ditunjukkan oleh rata-rata nilai kognitif kelas eksperimen lebih baik daripada rata-rata nilai kognitif kelas kontrol yang diajarkan menggunakan pembelajaran yang biasa digunakan di SMP Negeri 1 Mojokerto dengan taraf signifikan 0,05 atau taraf kepercayaan 95% dan respons siswa kelas VIII C terhadap penerapan teknik Catatan: TS dalam pembelajaran Quantum Teaching berkriteria baik sekali dengan ratarata persentase respons siswa sebesar 83%.
Pengaruh Penerapan Latihan Soal Bergambar Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPA pada ‎Materi Kesetimbangan Benda Tegar di SMAN 2 Mojokerto‎ Efendi, Arif; Dwikoranto, Dwikoranto
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti di SMAN 2 Mojokerto diketahui bahwa sekolah tersebut sebagian besar masih menggunakan latihan soal berupa kata-kata. Oleh sebab itu, peneliti mencoba menerapkan suatu latihan soal bergambar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan latihan soal bergambar terhadap hasil belajar siswa pada materi kesetimbangan benda tegar, terutama pada ranah kognitif. Penelitian ini menggunakan desain “Control group pre test-post test design”. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMAN 2 Mojokerto. Sampel penelitian terdiri atas satu kelas eksperimen (XI IPA 4) dan satu kelas kontrol (XI IPA 1). Data yang diperoleh adalah hasil pre test dan post test. Selanjutnya data tersebut dianalisis dengan statistik yang terdiri atas uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Hasil pre test dianalisis dengan uji normalitas dan uji homogenitas. Berdasarkan hasil analisis uji normalitas dan uji homogenitas, didapatkan semua kelas terdistribusi normal dan homogen. Berdasarkan analisis uji t dua pihak diperoleh rata-rata nilai post test kelas eksperimen berbeda dengan rata-rata nilai post test kelas kontrol, karena thitung > ttabel. Dari hasil analisis uji t satu pihak diperoleh rata-rata nilai post test kelas eksperimen lebih baik dari pada rata-rata nilai post test kelas kontrol. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan latihan soal bergambar berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa kelas XI IPA pada materi kesetimbangan benda tegar di SMAN 2 Mojokerto.
Pengaruh Penerapan Permainan Destinasi Dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournaments (TGT) Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Pelajaran Fisika Sub Pokok Bahasan Listrik Dinamis di Kelas X SMAN 1 Galis Pamekasan Karimah, Annisaul; Abdullah, Abdul Azis
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang Pengaruh Penerapan Permainan Destinasi Dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournaments (TGT) Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Pelajaran Fisika Sub Pokok Bahasan Listrik Dinamis di Kelas X SMAN 1 Galis Pamekasan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan hasil belajar siswa pada ranah kognitif, psikomotor, dan afektif ; mendeskripsikan respon siswa terhadap penerapan permainan destinasi, serta mendeskripsikan pengaruh kemampuan kinerja siswa setelah diterapkan permainan destinasi dengan model pembelajaran Kooperatif Tipe TGT terhadap hasil belajar siswa kelas X SMAN 1 Galis Pamekasan pada pokok bahasan listrik dinamis Rancangan penelitian ini adalah true experimental design. Penentuan sampel penelitian dengan menggunakan teknik Random Sampling sehingga diperoleh kelas kontrol (X-3) dan kelas eksperimen (X-4, X-5 dan X-6). Dari hasil analisis uji-t dua pihak pada kelas eksperimen didapatkan thitung > ttabel, hal ini menunjukkan adanya perbedaan rata-rata hasil belajar antara kelas kontrol dengan kelas eksperimen Hasil uji-t satu pihak didapatkan thitung > ttabel. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol karena hasil analisis kinerja siswa diketahui kelas Eksperimen memperoleh nilai rata-rata kinerja lebih baik daripada kelas kontrol yaitu berturutturut sebesar 2, 710; 2,730; dan 2,760, sedangkan pada kelas eksperimen mendapat skor sebesar 2,580. Dari hasil analisis regresi dan korelasi linier diketahui bahwa kemampuan kinerja siswa berpengaruh positif terhadap hasil belajar kognitif siswa dan sebesar 96,08% siswa mempunyai respon yang baik terhadap pembelajaran dengan menerapkan permainan destinasi dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGT pada mata pelajaran fisika pokok bahasan listrik dinamis.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Posing (Pengajuan Soal) Tipe within Solution Posing ‎pada Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPA Pokok Bahasan Fluida Statis di SMA Negeri 2 Bangkalan Rozy, Fathur; Dwikoranto, Dwikoranto
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan pengelolaan pembelajaran model pembelajaran problem posing tipe within solution posing pada kegiatan belajar mengajar dan mengetahui pengaruh model pembelajaran problem posing tipe within solution posing terhadap hasil belajar siswa pada materi fluida statis. Rancangan penelitian ini adalah true experimental design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 2 Bangkalan yang berjumlah lima kelas. Sampel penelitian terdiri dari satu kelas eksperimen (XI-IPA 5) dan satu kelas kontrol (XI IPA 3). Hasil pretest dianalisis dengan uji normalitas dan homogenitas, didapatkan semua kelas berdistribusi normal dan homogen. Berdasarkan hasil analisis uji-t dua pihak terhadap nilai post-test didapatkan thitung kelas XI IPA 5 sebesar 4,28 dengan ttabel sebesar 2,00.Hal ini menunjukkan rata-rata hasil belajar kelas eksperimen berbeda dengan kelas kontrol karena thitung tidak berada pada -ttabel < thitung < ttabel. Nilai thitung pada uji-t satu pihak kelas XI IPA 5 sama dengan thitung pada uji-t dua pihak dengan ttabel sebesar 1,67. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol karena thitung > ttabel. Dapat disimpulan bahwa penerapan model pembelajaran problem posing tipe within solution posing memberikan hasil yang baik terhadap hasil belajar siswa pada pokok bahasan fluida statis di kelas XI IPA SMA Negeri 2 Bangkalan.
Pengembangan Alat Peraga Tuas untuk Mengajarkan Sub Materi Tuas di Kelas VIII SMP Negeri 5 ‎Sidoarjo Faranaz, Rani; Prabowo, Prabowo
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti di SMP Negeri 5 Sidoarjo, diketahui bahwa sekolah tersebut belum memiliki alat peraga tuas yang dapat membantu siswa untuk memahami konsep dan mendapatkan hasil belajar yang sesuai dengan KKM. Oleh sebab itu peneliti mengembangkan suatu alat peraga tuas yang bertujuan untuk mendeskripsikan kelayakan alat peraga tuas, hasil belajar siswa pada sub materi tuas dan respon siswa terhadap alat peraga tuas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and development/ R&D). Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Sidoarjo. Sampel penelitian terdiri dari tiga kelas eksperimen (VIII-2, VIII-3 dan VIII-4). Alat peraga tuas yang dikembangkan ditelaah dan dinilai oleh dosen Fisika dan guru IPA. Berdasarkan hasil penilaian alat peraga tuas, diperoleh persentase kelayakan sebesar 75% dengan kategori baik. Hasil belajar siswa setelah mengikuti proses pembelajaran dengan menggunakan alat peraga tuas mengalami kenaikan hingga diperoleh persentase ketuntasan belajar siswa secara klasikal mencapai 85,13%. Respon siswa terhadap alat peraga tuas yang digunakan dalam proses pembelajaran adalah sebesar 92,3% dengan kategori sangat baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat peraga tuas yang dikembangkan layak untuk diterapkan pada pembelajaran di SMP Negeri 5 Sidoarjo.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT (Numbered Heads Together) dengan Metode ‎Snowball Throwing Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Kalor di Kelas X SMA Negeri 2 ‎Bangkalan Dewi, Anggita Stefany Kusumaning; Suliyanah, Suliyanah
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa di sekolah tersebut masih sedikit guru fisika yang menerapkan model dan strategi pembelajaran, hal ini mengakibatkan lemahnya motivasi siswa untuk belajar di kelas, sehingga hasil belajar mereka cenderung rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together) dengan metode snowball throwing terhadap hasil belajar siswa pada materi kalor. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, dengan memberikan perlakuan terhadap subjek penelitian. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 2 Bangkalan dan sampel yang diambil yaitu kelas X-E, X-F, X-G sebagai kelas eksperimen dan kelas X-D sebagai kelas kontrol yang berdistribusi normal dan homogen sebagai sampel penelitian dengan diberikan pre-test. Hasil post-test yang diperoleh kemudian dianalisis dengan uji-t. Hasil uji-t dua pihak diperoleh -ttabel < thitung < ttabel menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar kelas eksperimen berbeda dengan kelas kontrol. Hasil uji-t satu pihak diperoleh thitung > ttabel menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. Kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together) dengan metode snowball throwing berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 2 Bangkalan.
Penerapan Kecakapan Akademik (Academic Skill) dalam Model Pembelajaran Penemuan ‎Terbimbing (Guided Discovery) pada Materi Kalor Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA ‎Khadijah Surabaya Suryani, Septi Lilis; Hariyono, Eko
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang penerapan kecakapan akademik (academic skill) dalam model pembelajaran penemuan terbimbing (guided discovery) terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil belajar siswa, kecakapan akademik siswa, serta respon siswa terhadap penerapan kecakapan akademik dalam model pembelajaran penemuan terbimbing pada kegiatan pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif pra-experimental design dengan desain penelitian one group pretest posttest design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Khadijah Surabaya yang berjumlah lima kelas, sampel penelitian terdiri dari dua kelas experimen (X-2 dan X-3) dan satu kelas kontrol (X1). Data yang diperoleh adalah hasil pre-test, post-test, dan skor kecakapan akademik, selanjutnya data tersebut dianalisis dengan statistik yang terdiri dari uji normalitas, homogenitas, dan uji hipotesis. Dari analisis uji-t satu pihak diperoleh nilai thitung pada kelas eksperimen I = 7,993; eksperimen II = 9,064, adapun pada daftar distribusi t(1-0,05))(68)= 1,671. Nilai thitung>ttabel dengan kriteria pengujian –t(1-½α)(dk)<t< t(1-½α)(dk), didapatkan bahwa hasil belajar kelompok eksperimen lebih baik daripada kelompok kontrol, Berdasarkan hasil pengamatan kecakapan akademik siswa yang terkait dengan keterampilan mengidentifikasi variabel, menghubungkan variabel, dan melakukan percobaan memperoleh kriteria baik, sedangkan keterampilan merumuskan hipotesis memperoleh kriteria cukup. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan kecakapan akademik (academic skill) dalam model pembelajaran penemuan terbimbing (guided discovery) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X SMA Khadijah Surabaya pada materi kalor.
Penerapan Strategi Belajar Metakognitif dalam Meningkatkan Kualitas Belajar Siswa pada Materi ‎Cahaya di Kelas VIII SMP Negeri I Mojokerto Agustina, Lucky; Mulyanratna, Madewi
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang telah dilakukan adalah tentang penerapan strategi belajar metakognitif pada materi cahaya yang dilakukan di SMP Negeri 1 Mojokerto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas siswa, ketuntasan belajar siswa dan respon siswa terhadap pembelajaran dengan strategi metakognitif ini. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan penelitian one shot case study. Subyek penelitiannya adalah siswa yang menerapkan strategi metakognitif yakni siswa kelas VIII A SMP Negeri 1 Mojokerto. Instrumen yang digunakan dalam penelitian terdiri dari lembar pengamatan aktivitas siswa, lembar tes ketuntasan belajar, dan lembar angket respons siswa. Dari hasil penelitian diperoleh jika siswa telah melaksanakan lebih dari 7 aktivitas metakognitif selama pembelajaran ini, presentase ketuntasan belajar 76,9% dan rata – rata presentase respons positif siswa terhadap strategi metakognitif ini 94%. Berdasarkan hasil analisis data maka dapat disimpulkan jika aktivitas siswa melakukan strategi metakognitif dikategorikan sangat aktif karena siswa sudah melakukan lebih dari 7 aktivitas metakognitif, hal ini dikarenakan guru selalu membimbing siswanya untuk melakukan strategi metakognitif. Ketuntasan belajar siswa telah melampaui batas ketuntasan klasikal, yakni lebih dari 70%. 23,1% siswa yang tidak lulus ini disebabkan oleh banyak yang terkecoh dan tidak teliti dalam mengerjakan tes akhir, serta banyak yang tidak mengumpulkan evaluation sheet yang pertama. Untuk respon siswanya dikategorikan sangat positif karena lebih dari 80%. Sehingga disarankan cara ini dapat dipakai siswa ataupun guru di materi lainnya.