cover
Contact Name
Enny Keristiana Sinaga
Contact Email
ptbunimed@gmail.com
Phone
+6285399350278
Journal Mail Official
ptbunimed@gmail.com
Editorial Address
Jalan Willem Iskandar, Pasar V Medan Estate Kotak Pos 1589 Medan 20221 Sumatera Utara Telp. (061) 6613365 Fax. (061) 6614002 / 6613319
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil
ISSN : 24774898     EISSN : 24774901     DOI : doi:http//doi.org/10.24114/eb.v4il
Educational Building Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil merupakan media publikasi karya-karya ilmiah khususnya hasil penelitian dalam bidang pendidikan teknik bangunan, teknik sipil, teknik arsitektur, teknik lingkungan, serta bidang ilmu yang relevan lainnya. Sebelum dipublikasi jurnal ini melewati proses daring dan reviewer. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan Juni dan Desember. Jurnal ini terbuka bagi masyarakat ilmiah tidak terbatas pada civitas akademika Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan saja tetapi terbuka bagi dosen dan peneliti dari perguruan tinggi lain, dan para professional lain.
Articles 200 Documents
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK ABU TERBANG JENIS ALUMINO-SILIKAT Silitonga, Ernesto
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol. 3 No. 2 DESEMBER (2017): EDUCATIONAL BUILDING
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/eb.v3i2.8260

Abstract

Circulating Fluidized Bed (CFB) merupakan teknik dimana pekerjaan mengutamakan material yang dihasilkan memiliki emisi polutan yang lebih rendah dibanding metode klasik. Tujuan  utama dari penelitian ini adalah  mengidentifikasi dua jenis abu terbang Alumino-Silikat yang berbeda yang berasal dari pembakaran Circulating Fluidized Bed (CFB). Dalam upaya mengidentifikasi karakteristik kedua abu terbang ini, langkah pertama yaitu melalui karakteristik origin dari abu terbang tersebut, contohnya berdasarkan distribusi diameter partikel, karakteristik mineralogi. Langkah berikutnya dalam mengidentifikasi karakteristik abu terbang direalisasikan dengan bantuan Percobaan Chapelle yang bertujuan untuk menentukan persentase CaOfree yang tersedia untuk reaksi pozzolanic dari abu terbang.  Percobaan memperlihatkan bahwa abu terbang AT/AS-1 memiliki aktivitas yang lebih intens dibanding AT/AS-2. Berdasarkan hasil percobaan dapat disimpulkan dapat kita katakan bahwa rumusan ideal untuk Sodeline adalah campuran yang mengandung 75% Sodeline, 15% kapur dan 10% semen. Memang, campuran ini lebih kuat dan lebih tahan terhadap serangan sulfat Kata Kunci : abu terbang, distribusi diameter partikel, karakter mineralogy. Percobaan Chapelle ABSTRACT Circulating Fluidized Bed (CFB) is a technique where the job of prioritizing the resulting material has lower pollutant emissions than the classical method. The main purpose of this study was to identify two different types of fly ash Alumino-Silicate derived from CFB. In order to identify the characteristics of these two fly ashes, the first step is through the origin characteristics of the fly ash, for example based on the particle diameter distribution, mineralogical characteristics. The next step in identifying the characteristics of fly ash is realized with the help of the Chapelle Test. This test is aimed to determine the percentage of CaOfree which will be available for the pozzolanic reaction of fly ash. Experiments show that AT / AS-1 ash fly has more intense activity than AT / AS-2. Based on the results of the experiment it can be concluded that we can say that the ideal formula for Sodeline is a mixture containing 75% Sodeline, 15% lime and 10% cement. Indeed, this mixture is stronger and more resistant to sulfate attacks. Keywords:  fly ash, particle diameter distribution, mineralogy character. Chapelle's experiment
TRANSFORMASI LINIER UNTUK PERSOALAN PROGRAM KUADRATIK NOL-SATU Zuhanda, M Khahfi
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol. 3 No. 2 DESEMBER (2017): EDUCATIONAL BUILDING
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/eb.v3i2.8261

Abstract

Program non linier merupakan persoalan yang cukup menarik untuk di bahas oleh matematikawan. Salah satunya program kuadratik nol-satu yang fungsi tujuan dan kendala berbentuk persamaan kuadratik. Program kuadratik nol-satu merupakan kelas khusus dalam pemrograman non-linier karena persyaratan peubah keputusan bernilai nol-satu. Tulisan ini akan mengajukan sebuah teknik untuk menyelesaikan persoalan program kuadratik nol-satu yang dikembangkan oleh Sherali dan Smith. Teknik ini mengubah Quadratic Problems (QP) menjadi kebentuk Bilinier Problems(BP) terlebih dahulu. Akhir dari proses ini mengakibatkan transformasi  program kuadratik nol-satu menjadi persoalan linier nol-satu. Kata Kunci :  integer, linierisasi, nol-satu, program kuadratik  ABSTRACT Non-linear programming is an interesting issue to be discussed by mathematician. One of them is a zero-one quadratic programming, where the objective function and constraints are quadratic equations. The zero-one quadratic programming is a special case in non-linear programming because of the requirement of value variable is zero-one. This paper propose a technique for solving the zero-one quadratic programming problem was developed by Sherali and Smith. This technique converts the Quadratic Problems (QP) into Bilinier Problems (BP) first. The end of this process will transfrom zero-one quadratic programming to zero-one linear programming problem Keywords: Integer, Linearization, Quadratic Programming, Zero-One, 
ANALISIS KEBUTUHAN PARKIR B BANDAR UDARA INTERNASIONAL KUALANAMU ( STUDI KASUS KENDARAAN RODA EMPAT ) Rahayu, Tri
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol. 3 No. 2 DESEMBER (2017): EDUCATIONAL BUILDING
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/eb.v3i2.8262

Abstract

Kebutuhan akan ruang parkir merupakan hal yang penting dalam pusat kegiatan karena dapat menimbulkan masalah seperti antrian, tundaan atau kemacetan serta akan   mengganggu terhadap kelancaran lalu lintas jika ketersediaan kapasitas jalan dan area parkir tidak memadai.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kapasitas dan kebutuhan ruang parkir B di Bandar Udara Intenasional Kualanamu Medan. Penelitian yang dilakukan yaitu berupa survey dengan mencatat waktu kendaraan yang masuk dan keluar dari lokasi parkir untuk melihat volume parkir, akumulasi parkir, durasi rata-rata parkir kendaraan, indeks parkir, tingkat pergantian parkir dan kapasitas parkir. Waktu pengamatan dilakukan pada hari minggu sampai hari kamis.Berdasarkan hasil perhitungan, akumulasi parkir tertinggi yaitu 251 kendaraan yang terjadi pada pukul 15.00 - 16.00 WIB dengan indeks parkir 37,74%, hal ini menunjukkan bahwa satuan ruang parkir (SRP) mobil masih dapat menampung kendaraan yang akan parkir sehingga membuat batasan-batasan parkir sesuai dengan   sudut parkir yang di tentukan dan memperbaiki sirkulasi kendaraan yang masuk dan keluar dari lokasi parkir. Kata Kunci : kapasitas parkir, karakteristik parker, Kebutuhan ruang parkir  ABSTRACT Parking space requirement is important in the activity because it can be a problem such as queue, delay or congestion will interfere with the smooth traffic if availability of road capacity and inadequate parking area.The goal of this research is to analyze capacity and parking B needs at Internasional Kualanamu Airport Medan. This research  are obtained  by doing survey to record the time the vehicle entry and exit parking location to see volume parking, accumulation of parking, mean parking duration, parking index, parking turn over and parking capacity. Time observations were made on Sunday and Monday. Based on calculation, accumulated the highest parking of 251 vehicle at 15.00 - 16.00 WIB with parking index 37.74 %, it is indicate the unit parking spaces of car can not accomodate vehicles to be parked so the needs for additional parking  plots,  improvement  of  road  conditions  and  parking  lot,  create  a progressive parking rates, make parking retrictions with angle parking planned and improve vehicle circulation the entry and exit parking location. Keywords: parking capacity,  parking characteristics, Parking space requirements 
ANALISIS DEFORMASI GALIAN DALAM PADA TITIK TEPI DINDING DIAFRAGMA DENGAN METODE ELEMEN HINGGA MELALUI STUDI EVALUASI MODEL TANAH Pasaribu, Hadianti Muhdinar
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol. 4 No. 1 JUNI (2018): EDUCATIONAL BUILDING
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/eb.v4i1.10038

Abstract

Banyaknya pembangunan infrastruktur yang merupakan salah satu tolak ukur kemajuan suatu daerah menyebabkan terjadinya penyempitan lahan didaerah tersebut. Sehingga pemanfaatan ruang dan lahan sangat dibutuhkan untuk menunjang kemajuan pesatnya pembangunan infrastruktur. Salah satu inovasi terbaik dalam mengatasi masalah keterbatasan lahan adalah membuat bangunan bawah tanah sehingga memberi ruang yang lebih untuk pembangunan. Pembangunan yang cukup terbaru di Indonesia saat ini adalah pembangunan MRT (Mass Rapid Transit) yang dilakukan di Jakarta. Pembangunan ini dalam pelaksanaannya membutuhkan proses konstruksi terowongan (tunneling) dan galian dalam untuk tiap stasiunnya. Pada penelitian ini, penulis terpusat terhadap masalah galian dalam pada stasiun Senayan dari proyek konstruksi MRT Jakarta. Permasalahan terbesar dalam suatu pekerjaan galian dalam adalah adanya deformasi lateral pada dinding bangunan bawah tanah dalam hal ini yang digunakan adalah dinding diafragma (D-Wall) dan juga adanya penurunan tanah disekitar galian. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengecekan agar tidak terjadi keruntuhan. Metode konstruksi yang digunakan pada stasiun Senayan adalah metode konstruksi Top-Down. Pada penelitian ini dilakukan analisis deformasi horizontal dan penurunan tanah menggunakan software Plaxis 3D dengan dua pemodelan tanah, yaitu model tanah Mohr Coulomb dan Hardening Soil. Hasil deformasi horizontal yang diperoleh menggunakan model tanah Hardening Soil lebih mendekati  monitoring dilapangan dibandingkan dengan model tanah Mohr-Coulomb. Penelitian ini berfokus pada bagian-bagian tepi pada dinding diafragma melengkapi jurnal sebelumnya yang berfokus pada titik tengah dari dinding diafragma. Besarnya deformasi horizontal pada tahap akhir galian (penimbunan kembali tanah hingga dasar muka tanah) di titik P#80 (di tepi dinding diafragma) tercatat pada monitoring inclinometer sebesar 4.15 mm, dan deformasi yang dihasilkan menggunakan model Hardening Soil sebesar 9.57 mm sedangkan  menggunakan model Mohr-Coulomb sebesar 16.05 mm. Hasil deformasi horizontal yang diperoleh menggunakan model tanah Hardening Soil lebih mendekati  monitoring dilapangan dibandingkan dengan model tanah Mohr-Coulomb meskipun hasil yang diperoleh cukup jauh dari monitoring dilapangan.  Kata Kunci : Galian Dalam, Deformasi Horizontal, Model Mohr Coulomb, Model Hardening Soil, Plaxis 3D  The number of infrastructure development which is one of the benchmarks of the progress of a region causes the narrowing of land in the area. So that the utilization of space and land is needed to support the rapid progress of infrastructure development. One of the best innovations in overcoming the problem of land limitations is to make the underground building giving more space for development. The most recent development in Indonesia today is the construction of MRT (Mass Rapid Transit) conducted in Jakarta. This development in its implementation requires tunneling and deep trenching process for each station. In this study, the authors centered on the deep trenching problems at the Senayan station from the Jakarta MRT construction project. The biggest problem in a deep trenching work is the lateral deformation of underground building walls in this case which is used diaphragm wall (D-Wall) and also the decrease of soil around the excavation. Therefore, it is necessary to check to avoid collapse. The construction method used in Senayan station is a Top-Down construction method. In this research, horizontal deformation and soil degradation analysis using Plaxis 3D software with two soil modeling, Mohr Coulomb and Hardening Soil soil model. The result of the horizontal deformation obtained using Soil Hardening Soil model is closer to monitoring the field compared to the Mohr-Coulomb soil model. This study focuses on the edges of the diaphragm wall complementing the previous journal focusing on the midpoint of the diaphragm wall. The magnitude of the horizontal deformation at the final stages of excavation (backfill) to P # 80 (on the edge of the diaphragm wall) was recorded in inclinometer monitoring of 4.15 mm, and the resulting deformation using the Hardening Soil model of 9.57 mm while using the Mohr model -Coulomb of 16.05 mm. The horizontal deformation results obtained using the Soil Hardening Soil model is closer to the field monitoring than the Mohr-Coulomb soil model although the results obtained are quite far from the field monitoring.Keywords: Deep Excavation, Horizontal Deformation, Mohr Coulomb Model, Hardening Soil Model, Plaxis 3D.
PROMOSI DAN PEMETAAN MAHASISWA BARU PROGRAM STUDI (S1) TEKNIK SIPIL JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN FAKULTAS TEKNIK UNIMED Siregar, Syafiatun; Panjaitan, Nahesson
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol. 4 No. 1 JUNI (2018): EDUCATIONAL BUILDING
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/eb.v4i1.10042

Abstract

Program Studi S1 Teknik Sipil Unimed pada tahun ajaran semester Ganjil 2017/2018 menerima mahasiswa baru untuk pertama kalinya. Peranan sosialisasi dan promosi dilakukan agar program studi dapat dikenal luas oleh masyarakat Kota Medan khususnya dan umumnya propinsi Sumatera Utara serta secara regional di seluruh Nusantara dapat mengenal progam studi ini. Tujuan dari kegiatan adalah untuk mensosialisasikan keberadaan Program Studi, untuk mengenalkan dan mempromosikan program Studi di wilayah Kota Medan dan Kabupaten Kota sekitarnya dan untuk memetakan mahasiswa baru Program Studi S1 Teknik Sipil Unimed.  Metode yang dilakukan dengan cara mengunjungi dan mempresentasikan materi sosialisasi dan promosi program studi Teknik Sipil  di beberapa sekolah,  menyebarkan informasi melalui brosur ke beberapa sekolah umum dan kejuruan yang berada di Sumatera Utara. Hasilnya adalah jumlah mahasiswa baru yang terdaftar pada program studi Teknik Sipil S1 berjumlah 86 orang dari jumlah peminat sebanyak 1431 orang dengan tingkat persaingan cukup tinggi yaitu 1 : 28. Daerah asal mahasiwa sudah secara regional mencakup pulau Sumatera dan Pulau Jawa. Informasi keberadaan Teknik Sipil S1 PTB FT Unimed diketahui melalui sekolah, Web, jejaring sosial, alumni dan lain-lain, Umumnya Program studi S1 Teknik Sipil merupakan pilihan pertama dari mahasiswa baru. Kata Kunci : Program Studi S1 Teknik Sipil, Sosialisasi Dan Promosi, Unimed  ABSTRACT The Civil Engineering (S1) Study Program Unimed in the year of Odd semester 2017/2018 accepts new students for the first time. The role of socialization and promotion is done so that the study program can be widely known by the people of Medan City in particular and generally the province of North Sumatra and regionally throughout the archipelago can be familiar with this study program. The purpose of the activity is to socialize the existence of the Study Program, to introduce and promote the Study program in the area of Medan City and the surrounding Kota District and to map the new students of Unimed Civil Engineering S1 Program. The methods are undertaken by visiting and presenting the socialization materials and promotion of Civil Engineering courses in some schools, disseminate information by distributing flyers to public and vocational schools located in North Sumatra.  The result is the number of new students enrolled in the Civil Engineering program (S1) amounted to 86 people from the number of applicants as many as 1431 people with a high level of competition is 1: 28. The origin of students already regionally covers the island of Sumatra and Java. Information on the existence of Civil Engineering (S1) PTB FT Unimed known through schools, Web, social networking, alumni, and others. Generally, Civil Engineering (S1) study program is the first choice of new students. Keywords: Civil Engineering Study Program (S1), Socialization and Promotion, Unimed.
PENGARUH CAMPURAN SERAT PISANG TERHADAP BETON Hani, Sheila; ., Rini
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol. 4 No. 1 JUNI (2018): EDUCATIONAL BUILDING
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/eb.v4i1.10043

Abstract

Beton merupakan salah satu bahan yang sering digunakan untuk pembangunan struktur bangunan, jembatan dan lain-lain. Beton terdiri dari campuran agregat halus (pasir), agregat kasar (kerikil), air, dan semen. Selain bahan tersebut, beton biasanya juga dicampur dengan bahan tambahan. Dalam penelitian ini digunakan serat batang pisang batu sebagai bahan tambahan dalam campuran beton.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi campuran serat batang pisang dalam beton, serta mengetahui perilaku keretakan beton saat dilakukan pengujian setelah adanya tambahan serat batang pisang pada campuran beton.Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan variasi serat batang pohon pisang, yaitu 0% (beton normal); 2,5% dan 5%. Serat pisang dari batang pohon dikeringkan dan dipotong dengan panjang 5 cm dan ketebalan 3 mm. Dalam pengujian ini digunakan dua model benda uji, yaitu benda uji silinder berukuran 15x30 cm dan model pelat berukuran 100x100x10 cm. Pengujian yang dilakukan adalah kuat tekan beton yang dilakukan setelah beton mencapai umur 14 dan 28 hari dan pengujian susut yang dapat dilihat secara visual. Dari hasil pengujian secara visual dapat dilihat bahwa benda uji 3 yaitu beton dengan kandungan pisang 5% memiliki retak yang sangat halus dibandingkan dengan benda uji 2 (2,5%) dan dan benda uji 1 (0%). Untuk pengujian kuat tekan, benda uji 3 memberikan nilai 105 Mpa, benda uji 2 164 Mpa dan Benda uji 1 320 Mpa. Hasil kuat tekan berbanding terbalik dengan kemampuan menahan retak. Maka dapat disimpulkan bahwa penambahan serat pisang mengurangi kuat tekan beton namun menambah kemampuan beton menahan keretakan yang terjadi. Kata Kunci : Beton, Kuat Tekan, Serat Pisang   ABSTRACT Concrete was one of material which often used in building construction, bridge and others. Concrete was a combination of sand, coarse, water and cement. Beside those material, concrete also mixed with additive. In this research, banana trunk fiber were added as a additive mixture. This study was aimed to get the composition of banana trunk fiber mix, and also to know the crack behavior during compression test and shrunk.Experimental method were used with variated banana trunk fiber divided into three percentage, 0%; 2,5% and 5%. Banana trunk fiber made from skin of banana trunk tree which dried and cut into 5 cm length and 3 mm thickness. In this experiment, two mold concrete models were used. They were silinder mold with size15x30 cm and plate size 100x100x10 cm. the compressive test were held after they reach 14 and 28 days and after that day, we could see the shrunk visually. As visual, we could see that sample 3 with 5% banana trunk fiber had finer crack than sample 2 with 2,5% banana trunk fiber, and sample 2 had finer crack than sample 1 without addictive. The result of compressive strength for sample 3 was 105 Mpa, for sample 2 was 164 Mpa and for sample 1 was 320 Mpa. Compressive strength result was inversely to crack resistance. It concluded that the addition of banana trunk fiber could reduce compressive strength, but could raise the concrete ability in crack resistance Keywords: Concrete, Compressive Strength, Banana Trunk Fiber
PENGARUH SETBACK PADA BANGUNAN DENGAN SOFT STORY TERHADAP KINERJA STRUKTUR AKIBAT BEBAN GEMPA Efrida, Rizki
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol. 4 No. 1 JUNI (2018): EDUCATIONAL BUILDING
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/eb.v4i1.10046

Abstract

Pembangunan konstruksi teknik sipil mengalami perkembangan yang sangat pesat seiring dengan berkembangnya zaman sehingga menuntut kita lebih kreatif dalam perancangan struktur baik dalam bentuk bangunan beraturan maupun tidak beraturan yaitu, bangunan setback dan bangunan soft story. Di Indonesia, tantangan yang dihadapi dalam kontruksi gedung bertingkat adalah adanya resiko akibat gempa. Salah satu metode untuk menganalisis beban gempa adalah analisis pushover. Analisis pushover merupakan prosedur analisis untuk mengetahui perilaku keruntuhan suatu bangunan terhadap gempa. Penelitian dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh setback dan soft story yaitu bangunan tanpa dinding pengisi pada lantai dasar terhadap kinerja struktur akibat beban gempa berdasarkan hasil kurva pushover. Stuktur bangunan dimodelkan sebagai portal 2 dimensi yang tanpa adanya dinding pengisi pada lantai dasar yaitu terdiri dari 4 model rangka penuh, setback1, setback2, dan setback3. Hasil analisis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kontribusi dinding pengisi yang terbuat dari dinding bata mempengaruhi kekakuan lateral struktur, serta dengan dikuranginya setback pada struktur bangunan mengakibatkan nilai kekakuan semakin kecil sehingga nilai daktilitas semakin besar. Pada struktur gedung rangka penuh dan setback1 lunak kondisi bangunan sudah mengalami rusak parah atau runtuh saat terjadi gempa kuatdikarenakan terbentuknya sendi plastis pada kolom lantai pertama.  Kata Kunci : Analisis Pushover, Dinding Pengisi, Setback, Soft Story  ABSTRACT The construction of civil engineering construction has developed very rapidly along with the development of the era so it demands that we are more creative in the design of structures both in the form of irregular and irregular buildings ie, setback building and soft story building. In Indonesia, the challenge faced in the construction of multi-storey building is the risk caused by the earthquake. One method to analyze earthquake loads is pushover analysis. Pushover analysis is an analytical procedure to determine the collapse behavior of a building against earthquake. The research was conducted to find out how big the effect of setback and soft story that is building without wall filler on the ground floor to the structure performance due to earthquake load based on the result of pushover curve. The structure of the building is modeled as a 2-dimensional portal without the filler wall on the ground floor consisting of 4 full frame models, setback1, setback2, and setback 3. The results of the analysis in this study indicate that the contribution of wall filler made of brick walls affect the lateral stiffness of the structure, as well as with the reduced setback on the structure of the building resulting in smaller stiffness value so that the greater the ductility value. In full skeletal structure and soft setback1 the condition of the building has been severely damaged or collapsed during a strong earthquake due to the formation of plastic joints in the first floor column. Keywords: Pushover Analysis, Setback, Soft Story, Wall Filler
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP MINAT DAN HASIL BELAJAR KONSTRUKSI BANGUNAN PADA SISWA KELAS X PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK GAMBAR BANGUNAN SMK NEGERI 1 PERCUT SEI TUAN T.A 2016/2017 ., Herianto; Wijaya, KInanti
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol. 4 No. 1 JUNI (2018): EDUCATIONAL BUILDING
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/eb.v4i1.10048

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar Konstruksi Bangunan siswa SMK Negeri 1 percut sei tuan Tahun Ajaran 2017/2018. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X jurusan teknik gambar bangunan yang terdiri dari kelas TGB 1 dan TGB 2 yang berjumlah 60 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik total sampling, dimana keseluruhan populasi dijadikan sampel. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah objektif tes berbentuk pilihan berganda yang berjumlah 25 soal dengan 4 opsi jawaban. Hasil analisis data setelah diberikan perlakuan dengan masing-masing model pembelajaran menunjukkan bahwa kelas yang diajarkan dengan model pembelajaran berbasis masalah memperoleh nilai rata-rata sebesar 84,80, dan standar deviasi sebesar 5,82. Sedangkan kelas yang diajarkan dengan model konvensional memperoleh nilai rata-rata  sebesar 72,07 dan standar deviasi  sebesar 3,74. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan statistik uji-t Dari perhitungan hipotesis diperoleh thitung sebesar 3,89 dan ttabel sebesar 1,68. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa thitung > ttabel (3,89 > 1,68) maka hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (H0) ditolak. dan minat belajar siswa dengan model konvensional memiliki rata-rata 61,63 dan pembelajaran berbasis masalah 83,61 mengalami peningkatan 26,28% Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang positif dan signifikan model pembelajaran berbasis masalah terhadap minat dan hasil belajar Konstruksi Bangunan Kata Kunci : Berbasis Masalah, Hasil Belajar, Minat Belajar, Model Konvensional,  Pembelajaran   ABSTRACT This study aims to determine the effect of problem-based learning on learning outcomes of  Building Construction students SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan Year of Teaching 2017/2018. This type of research is experimental research. Population in this research is all class X student majoring in building drawing techniques consisting of TGB 1 and TGB 2 class of 60 people. Sampling in this study was done by total sampling technique, where the entire population was sampled. The research instrument used to collect the data is the objective of multiple choice test consisting of 25 questions with 4 answer options.  The results of the data analysis after the handling given to each study model shows that the class is taught by a problem-based learning model scored an average of 84.80, and a standard deviation about 5.82. While the classes taught by the conventional model obtain an average value about 72.07 and standard deviation about 3.74. Hypothesis testing is done by using t-test statistic. From the calculation of the hypothesis obtained t-count of 3.89 and t-table of 1.68. The result of hypothesis testing shows that t-hitung> t-table (3.89> 1.68) then the alternative hypothesis (Ha) is accepted and the null hypothesis (H0) is rejected. And students' learning interest with conventional model has an average of 61.63 and problem based learning 83,61 experienced an increase of 26,28%. From these results it can be concluded that there is a positive and significant effect of problem-based learning model on Building Construction interest and learning outcomes.Keywords: Problem Based, Learning Outcomes, Interest In Learning, Conventional Model, Learning
HUBUNGAN LINGKUNGAN DAN KEMANDIRIAN BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR GAMBAR TEKNIK DASAR SISWA KELAS X SMK NEGRI SE “ KOTA MADYA MEDAN Athariq, Rara Maizura; Tampubolon, Jintar
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol. 4 No. 2 DES (2018): EDUCATIONAL BUILDING
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ebjptbs.v4i2 DES.12559

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Untuk mengetahui hubungan antara lingkungan belajar terhadap hasil belajar belajar siswa kelas X mata pelajaran Gambar Teknik Dasar di SMK se-Kota Madya Medan. 2) Untuk mengetahui hubungan antara kemandirian belajar terhadap hasil belajar siswa kelas X mata pelajaran Gambar Teknik Dasar di SMK se-Kota Madya Medan. 3) Untuk mengetahui hubungan antara lingkungan dan kemandirian belajar secara bersama-sama terhadap hasil belajar siswa kelas X mata pelajaran Gambar Teknik Dasar di SMK se-Kota Madya Medan. Sebelum penelitian ini dilakukan instrumen penelitian terlebih dahulu di uji cobakan, dilanjutkan dengan uji validitas, Reliabilitas, indeks kesukaran, dan daya pembeda soal. Berdasarkan pengujian hipotesis dapat disimpulkan 1) Terdapata hubungan yang positif dan berarti antara lingkungan Belajar dengan Hasil Belajar Menggambar Teknik Dasar Kelas X SMK Negeri Se-Kota Madya Medan. Hal ini dibuktikan dengan hasil perhitungan korelasi yang memberikan hasil nilai rxly>rtabel = 0,2448 > 0,227 dengan harga thitung > ttabel = 2,2841 > 1,992. 2) Terhadap hubungan positif dan berarti antara kemandirian belajar dengan hasil belajar Gambar Teknik Dasar siswa kelas X SMK Negeri se-Kota Madya Medan. Hal ini dibuktikan dari perhitungan korelasi yang memberikan hasil nilay rx1y> rtabel = 0,2543 > 0,227 dengan harga thitung > ttabel = 2,3708 > 1,992. 3) Terdapat Hubungan yang positif dan berarti antara Lingkungan dan Kemandirian Belajar dengan Hasil Belajar Gambar Teknik Dasar siswa kelas X SMK Negeri Se-Kota Madya Medan. R = 6,24 > Rtabel = 0,227, sehingga Rhitung> Rtabel yaitu (6,24 > 0,227), dan diperoleh determinasi R2 sebesar 39,03 yang berarti Lingkungan (X1) dan Kemandirian Belajar (X2) dengan harga hitung fhitung = 41,30 > ftabel = 3,13.Dengan demikian Lingkungan dan Kemandirian Belajar mempunyai hubungan yang positif dan berarti dengan Hasil Belajar Gambar Teknik Dasar. Kata Kunci: Gambar Teknik Dasar,  Hasil Belajar, Kemandirian Belajar, Lingkungan    1ABSTRACT This study aims to determine: 1) To determine the relationship between the learning environment on the learning outcomes of students of class X subjects of Basic Technical Drawings in SMK as the City of Medan. 2) To know the relationship between the independence of learning toward the learning outcomes of X class students subjects of Basic Technical Drawing in SMK in Medan City. 3) To know the relationship between the environment and independence of learning together towards the learning outcomes of students of class X subjects of Basic Technical Drawing in SMK in Medan City. Prior to this research, the first research instrument will be tested, followed by validity, reliability, difficulty index, and distinguishing factor. Based on the hypothesis testing can be concluded 1) There is a positive and meaningful relationship between the environment Learning with Learning Results Drawing Basic Technique Class X SMK Negeri Se-Kota Madya Medan. This is evidenced by the results of correlation calculations that give results rxly> rtabel = 0.2448> 0.227 with tcount price> ttable = 2.2841> 1.992. 2) To the positive and meaningful relationship between the independence of learning with learning outcomes Basic Technical Drawing students class X SMK Negeri Medan City. This is evidenced from the calculation of the correlation that gives results nilay rx1y> rtabel = 0,2543> 0,227 with price t count> ttable = 2,3708> 1,992. 3) There is a positive and meaningful relationship between the Environment and Independence Learning with Learning Outcomes Basic Technical Drawing of students of class X SMK Negeri Se-Kota Madya Medan. R = 6,24> Rtabel = 0,227, so Rhitung> Rtabel is (6,24> 0,227), and determination of R2 equal to 39,03 which means Environment (X1) and Learning Independence (X2) with calculated value fcount = 41, 30> ftable = 3.13. Thus the Environment and Learning Independence has a positive and meaningful relationship with the Basic Technical Learning Element Keywords: Drawing Basic, Environment,  Learning Independence,  Learning Results Technical
KARAKTERISTIK BATU BATA TANPA PEMBAKARAN DARI LIMBAH INDUSTRI PERTANIAN DAN MATERIAL ALAM ., Irwansyah; Isma, Faiz; ., Purwandito
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol. 4 No. 2 DES (2018): EDUCATIONAL BUILDING
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ebjptbs.v4i2 DES.12560

Abstract

Pembangunan perumahan di kota Langsa dan sekitarnya terus mengalami peningkatan menyebabkan permintaan bata untuk keperluan pasangan dinding akan terus juga mengalami peningkatan. Umumnya ketersediaan bata saat ini masih menggunakan cara teradisional melalui proses pembakaran secara berlebihan akan berdampak terhadap polusi udara. Sehingga perlu diberikan suatu alternatif dalam penyediaan bata tanpa pembakaran yang ramah lingkungan dan bermutu baik. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan produksi batu bata tanpa bakar dengan memanfaatkan material limbah pertanian dan material alam yang lebih efisien dari segi waktu serta bermutu baik berdasarkan sifat fisik dan mekanis memenuhi standarisasi penyediaan bata di Indonesia. Penelitian menunjukkan pembuatan bata tanpa bakar lebih efisien dari segi waktu yaitu selama 4 hari bata sudah dapat dipasarkan dengan sifat fisik bata berukuran 225 x 110 x 65 mm, berwarna coklat muda dan bersuara nyaring dan sifat mekanis menghasilkan kuat tekan sebesar 6,14 Mpa dan kuat lentur berkisar 1,5 Mpa dimana kondisi ini memenuhi toleransi standarisasi bata di Indonesia. Kata Kunci: Bata tanpa bakar,sifat fisik bata,dan sifat mekanis bata ABSTRACT Housing development in the city of Langsa and surrounding areas continues to increase. It cause the demand of bricks for the needs of wall pairs continuesly increasing. Currently, the availability of bricks is produced by traditional methods through excessive combustion processes which caused an impact on air pollution. Therefore, the needs of an alternative method in providing both environmentally friendly and good quality bricks. The purpose of this study is to produce non-combustible brick production by utilizing agricultural waste and natural materials that are more time-efficient and good quality based on physical and mechanical properties to meet the standard of brick provision in Indonesia. The study showed that brick without burning process was more efficient in terms of time where in 4 days brick could be marketed. The brick physical properties is 225 x 110 x 65 mm, light brown color and loud sound. The mechanical properties of brick have compressive strength of 6.14 Mpa and strong bending ranges from 1.5 MPa which meets brick standardization tolerance in Indonesia Keywords: Brick without burning, brick physical test, and brick mechanical

Filter by Year

2015 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 2 (2023): DESEMBER 2023 Vol. 9 No. 2 (2023): DESEMBER 2023 Vol 9, No 1 (2023): JUNI 2023 Vol. 9 No. 1 (2023): JUNI 2023 Vol. 8 No. 2 DES (2022): EDUCATIONAL BUILDING Vol 8, No 2 DES (2022): EDUCATIONAL BUILDING Vol. 8 No. 1 JUN (2022): EDUCATIONAL BUILDING Vol 8, No 1 JUN (2022): EDUCATIONAL BUILDING Vol 7, No 2 DES (2021): EDUCATIONAL BUILDING Vol. 7 No. 2 DES (2021): EDUCATIONAL BUILDING Vol 7, No 1 JUN (2021): EDUCATIONAL BUILDING Vol. 7 No. 1 JUN (2021): EDUCATIONAL BUILDING Vol 6, No 2 DES (2020): EDUCATIONAL BUILDING Vol. 6 No. 2 DES (2020): EDUCATIONAL BUILDING Vol. 6 No. 1 JUN (2020): EDUCATIONAL BUILDING Vol 6, No 1 JUN (2020): EDUCATIONAL BUILDING Vol 5, No 2 DES (2019): EDUCATIONAL BUILDING Vol. 5 No. 2 DES (2019): EDUCATIONAL BUILDING Vol. 5 No. 1JUNI (2019): EDUCATIONAL BUILDING Vol 5, No 1JUNI (2019): EDUCATIONAL BUILDING Vol 4, No 2 DES (2018): EDUCATIONAL BUILDING Vol. 4 No. 2 DES (2018): EDUCATIONAL BUILDING Vol 4, No 1 JUNI (2018): EDUCATIONAL BUILDING Vol. 4 No. 1 JUNI (2018): EDUCATIONAL BUILDING Vol 3, No 2 DESEMBER (2017): EDUCATIONAL BUILDING Vol. 3 No. 2 DESEMBER (2017): EDUCATIONAL BUILDING Vol. 3 No. 1 JUNI (2017): EDUCATIONAL BUILDING Vol 3, No 1 JUNI (2017): EDUCATIONAL BUILDING Vol 2, No 2 DESEMBER (2016): Educational Building Vol 2, No 1 JUNI (2016): Educational Building Vol. 2 No. 1 JUNI (2016): Educational Building Vol 1, No 2 DESEMBER (2015): Educational Building Vol. 1 No. 2 DESEMBER (2015): Educational Building Vol 1, No 1 JUNI (2015): Educational Building Vol. 1 No. 1 JUNI (2015): Educational Building More Issue