cover
Contact Name
Parwito
Contact Email
parwitougm@gmail.com
Phone
+6281328676033
Journal Mail Official
parwitougm@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kebun Veteran No 12, Kel. Nusa Indah Kec. Ratu Agung Kota Bengkulu
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ANJANI Journal (Medical Science & Healthcare Studies)
ISSN : -     EISSN : 28278704     DOI : https://doi.org/10.37638/anjani.v2i1.510.g477
Core Subject : Health, Science,
ANJANI JOURNAL scientific periodical publication on Medical Science and Healthcare Studies issue as a media for information dissemination of research result for lecturer, researcher and practitioner. The article published in the ANJANI JOURNAL is the authors original work with a broad spectrum of topics. Detailed scopes of articles accepted for submission are The Journals mission is to promote excellence in nursing and a range of disciplines and specialties of allied health professions. It welcomes submissions from international academic and health professionals community. The Journal publishes evidence based articles with solid and sound methodology, clinical application, description of best clinical practices, and discussion of relevant professional issues or perspectives. Articles can be submitted in the form of research articles, reviews, case reports, and letters to the editor or commentaries. The Journals priorities are papers in the fields of nursing, physical therapy, medical laboratory science, environmental health, and medical imaging and radiologic technologies. Relevant articles from other disciplines of allied health professions may be considered for publication.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2023)" : 8 Documents clear
Formulasi Sediaan Sabun Cair Mengandung Ekstrak Bunga Telang (Clitoria Ternatea L.) Dewi, Ella Junita; Sanora, Sindi; Ikhsan, Ikhsan; Versita, Riana
ANJANI Journal (Medical Science & Healthcare Studies) Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/anjani.v3i2.812

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Salah satu kosmetik pembersih kulit yang selalu dibutuhkan saat ini adalah sabun mandi. Kulit sangat membutuhkan antioksidan untuk menangkal paparan radikal bebas. Bunga Telang (Clitoria ternatea.L) memiliki aktivitas sebagai antioksidan. Bunga telang (Clitoria ternatea.L) diambil dari sekitaran kota Bengkulu dan telah dilakukan verifikasi untuk menunjukkan bahwa tanaman yang digunakan benar jenis atau spesies tanamannya. Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang bertujuan untuk membuat inovasi formula sediaan sabun cair dari ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) dengan variasi Na-CMC 0,5% sebagai F0 tanpa menggunakan ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea.L) , dan Na-CMC 1%, 1,5%, 2% dengan menggunakan ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea.L) 5% yang selanjutnya dilakukan uji organoleptis, uji homogenitas, penentuan pH sediaan, uji viskositas, uji tinggi busa dan kestabilan busa, uji stabilitas sediaan, uji waktu terbilaskan, uji daya bersih sabun, uji iritasi, dan uji hedonik. Hasil dan Pembahasan: Hasil menunjukkan bahwa sabun cair yang diformulasikan dengan ekstrak bunga telang berwarna lebih gelap, dengan aroma yang khas, dan berbentuk cairan homogen dengan kekentalan yang berbeda-beda dengan viskositas antara 500 cP-3500 cP, dan pH sediaan 8-9, dengan waktu terbilaskan rata-rata 13 detik, dan memiliki kemampuan membersihkan noda yang tidak menimbulkan iritasi. Kesimpulan: Formula terbaik berdasarkan hasil evaluasi adalah formula dengan Na-CMC 1,5% dan ekstrak bunga telang 5% dengan ph 8,43 dan viskositas 1201,09 cP. ABSTRACTIntoduction: One of the skin cleansing cosmetics that is always needed today is bath soap. The skin desperately needs antioxidants to ward off exposure to free radicals. Telang flower (Clitoria ternatea.L) has activity as an antioxidant. Butterfly pea flower (Clitoria ternatea.L) was taken from around the city of Bengkulu and has been verified to show that the plant used is the correct type or species of plant Method: This study used an experimental method with the aim of innovating a liquid soap formula made from butterfly pea flower (Clitoria ternatea L.) extract with 0.5% Na-CMC as F0 without using butterfly pea flower (Clitoria ternatea.L) extract, and Na-CMC 1%, 1, 5%, 2% using 5% butterfly pea flower (Clitoria ternatea.L) extract which is then carried out by organoleptic test, homogeneity test, determination of preparation pH, viscosity test, foam height test and foam stability test, preparation stability test, rinsing time test, soap cleaning power test, irritation test , and hedonic test. Result and Discussion:  The results showed that the liquid soap formulated with butterfly pea (Clitoria ternatea.L) extract was darker in color, had a distinctive aroma, and was in the form of a homogeneous liquid with different viscosities with a viscosity between 500 cP-3500 cP, and a preparation pH of 8-9, with an average rinse time. -13 seconds on average, and has non-irritating stain-clearing capabilities.Conclusion: The best formula based on the evaluation results is the formula with 1.5% Na-CMC and 5% butterfly pea flower (Clitoria ternatea.L) extract with a pH of 8.43 and a viscosity of 1201.09 cP.
Pengaruh Gerakan Pelvic Rocking Terhadap Lama Kala Ii Pada Ibu Bersalin Genovicha, Bendsia; Evrianasari, Nita; Isnaini, Nurul
ANJANI Journal (Medical Science & Healthcare Studies) Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/anjani.v3i2.1009

Abstract

Latar Belakang: Persalinan lama menimbulkan resiko perdarahan untuk ibu dan bayi dapat asfiksia, data SDKI menunjukkan sebanyak 47% persalinan mengalami komplikasi. jenis kejadian komplikasi persalinan adalah persalinan lama 30 %  Salah satu upaya dalam mencegah persalinan lama seperti pelvic rocking yang mendukung persalinan agar dapat berjalan secara fisiologis. Dari pasien yang melahirkan secara normal di Klinik Pratama Bersalin Wede Arrachman dan 14,58% orang dirujuk ke jenjang fasilitas kesehatan yang lebih tinggi dikarnakan ada komplikasi kehamilan seperti 57,14 % PEB, 28,57 % partus tak maju, dan 14,29% penyakit penyerta seperti HIV dan hepatitis.Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh gerakan pelvic rocking terhadap lama kala II pada ibu bersalin di klinik Pratama Bersalin Wede Arrachman tahun 2020.Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan Quasi Eksperiment dan pendekatan post test only control group designt. Populasi sebanyak 48 orang, sample pada penelitian ini sebanyak 32 orang dengan teknik sampling adalah purposive sampling. Pengumpulan data dengan data primer dan data sekunder dan pengolahan data menggunakan analisa univariate dan bivariate dan menggunakan uji T-Inndependent.Hasil: Hasil analisa univariat didapatkan rata-rata lama kala II pada ibu bersalin kelompok intervensi selama 38,25 menit. Rata-rata lama kala II pada ibu bersalin kelompok kontrol selama 58,06 menit. Hasil analisa bivariat didapatkan ada pengaruh gerakan pelvic rocking terhadap lama kala II pada ibu bersalin di klinik Pratama Bersalin Wede Arrachman tahun 2020 (p–value 0.023 0,05), dengan nilai beda mean sebesar 18,81. Saran dalam penelitian ini adalah agar pelvic rocking  dapat di terapkan dalam persalinan agar semakin mempercepat proses persalinan. ABSTRACTBackground: Prolonged childbirth may cause bleeding on a woman and asphyxia on an infant. The Indonesian Demography and Health Survey showed that there are 47% childbirths suffering complication. 30% labor complication is known as prolonged childbirth. One of the attempts to prevent prolonged childbirth is pelvic rocking movement which enables physiological labor process. Most patients at Wede Arrachman Primary Care and Maternity Clinic gave birth vaginally, however, 14.58% patients were referred to secondary health care due to complication such as 57.14% heavy preeclampsia, 28.57% non-progressive partum, and 14.29% having comorbid like HIV and hepatitis. The objective of the study was to identify the effect of pelvic rocking movement on phase II duration on laboring women at Wede Arrachman Primary Care and Maternity Clinic of Bandar Lampung in 2020
Hubungan Pemakaian Kontrasepsi Hormonal Jenis Suntik Dengan Kejadian Keputihan Pada Akseptor KB Di Puskesmas Namutrasi Kec. Sei Bingai Kab. Langkat Triana, Triana; Dewi, Eva Ratna; Purnamasari, Eka; Nasution, Milawati; Lidya, Wahyu
ANJANI Journal (Medical Science & Healthcare Studies) Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/anjani.v3i2.1008

Abstract

Keputihan merupakan efek samping dari kontrasepsi suntik, dan peneliti ingin mengetahui lebih lanjut mengenai hubungan antara kontrasepsi hormonal suntik dengan kejadian keputihan pada akseptor KB di Puskesmas Namutrasi Kecamatan Sei Bingai. Kab. Langkat Tahun 2023. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian  analitik dengan studi cross sectional. Populasi dalam penelitian yaitu seluruh akseptor KB suntik sebanyak 42 responden. Jumlah sampel yang digunakan adalah 42 responden dengan teknik pengambilan sampel Total sampling. Teknik analisis data menggunakan chisquare. Akseptor KB hormonal mayoritas memilih suntik 1 bulan yaitu 25 orang (59,5%) dan minoritas akseptor KB hormonal memilih jenis kb suntik 3 bulan yaitu 17 orang  (40,5 %).Dari 42 orang akseptor KB hormonal suntik, mayoritas mengalami keputihan yaitu 23 orang (54,8 %) dan yang tidak mengalami keputihan yaitu 19 orang (45,2 %).Berdasarkan hasil chi square diperoleh hasil asil uji Chi-square diketahui nilai p-value = 0,006 0,05. Berdasarkan hasil chi square diperoleh hasil asil uji Chi-square diketahui nilai p-value = 0,006 0,05 terdapat hubungan yang signifikan antara pemakaian kontrasepsi hormonal jenis suntik dengan kejadian keputihan pada akseptor KB di Puskesmas Namutrasi Kecamatan Sei Bingai. Kab. Langkat Tahun 2023 ABSTRACTVaginal discharge is a side effect of injectable contraception, and researchers want to know more about the relationship between injectable hormonal contraception and the incidence of vaginal discharge in birth control acceptors at the Namutrasi Health Center, Sei Bingai District. Regency. Langkat Year 2023. The type of research used is analytical research with a cross sectional study. The population in the study were all injectable contraceptive acceptors, totaling 42 respondents. The number of samples used was 42 respondents with a total sampling technique. The data analysis technique uses chisquare. The majority of hormonal birth control acceptors chose the 1-month injection, namely 25 people (59.5%) and the minority of hormonal birth control acceptors chose the 3-month injection type, namely 17 people (40.5%). Of the 42 people accepting hormonal birth control injections, the majority experienced vaginal discharge, namely 23 people (54.8%) and those who did not experience vaginal discharge were 19 people (45.2%). Based on the chi square results, the Chi-square test results showed that the p-value = 0.006 0.05. Based on the chi square results obtained from the Chi-square test results, it is known that the p-value = 0.006 0.05, there is a significant relationship between the use of injectable hormonal contraceptives and the incidence of vaginal discharge in family planning acceptors at the Namutrasi Community Health Center, Sei Bingai District. Regency. Leaving in 2023
Pengaruh Pemberian Konsumsi Ubi Jalar Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil Tm I-III Di Praktik Mandiri Bidan Dewi Anggraini, SST Krui Pesisir Barat Azeta, Nurayu Cendriana; Susilawati, Susilawati; Lathifah, Neneng Siti
ANJANI Journal (Medical Science & Healthcare Studies) Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/anjani.v3i2.1010

Abstract

Anemia kehamilan dapat terjadi karena perubahan normal yang terjadi selama kehamilan. Hasil Riskesdas 2018 menyatakan bahwa di Indonesia sebesar 48,9% ibu hamil mengalami anemia. Sebanyak 84,6% anemia pada ibu hamil terjadi pada kelompok umur 15-24 tahun. Anemia pada ibu hamil dapat diobati secara farmakologis dan nonfarmakologis. Salah satu pengobatan anemia non farmakologis adalah dengan mengkonsumsi ubi jalar. Manis merupakan salah satu jenis tanaman umbi-umbian yang kandungan karbohidratnya tinggi. Tujuan penlitian ini diketahui pengaruh pemberian konsumsi ubi jalar terhadap peningkatan kadar hemoglobinpada ibu hamil TM I-III.Jenis penelitian kuantitatif, metode quasi eksperimental dengan pendekatan one group pretest – posttest design,, populasi sampel adalah rata-rata kunjungan ibu hamil pada 3 bulan terakhir periode bulan Oktober-Desember 2020 sebanyak 54 responden, teknik sampling purposive sampling, analisa data univariat dan bivariat menggunakan t-tes.Rata-rata kadar hemoglobin pada ibu hamil TM I-III sebelum diberi ubi jalar dengan Mean 10,378 Standar Deviasi 0,3843 dan Standar Eror 0,0906. Rata-rata kadar hemoglobin pada ibu hamil TM I-III sesudah diberi ubi jalar dengan Mean 10,528 Standar Deviasi 0,3444 dan Standar Eror 0,0812. Hasil uji statistik didapatkan nilai P-value = 0.000 (0,05) yang artinya terdapat pengaruh pemberian konsumsi ubi jalar terhadap peningkatan kadar hemoglobinpada ibu hamil TM I-III di Praktik Mandiri Bidan Dewi Anggraeni, SST Krui Pesisir Barat Tahun 2021. Ibu hamil diharapkan hendaknya untuk aktif mencari informasi terkait makanan yang banyak mengandung zat besi dan dapat meningkatkan Hb ibu hamil. ABSTRACTAnemia of pregnancy can occur due to the normal changes that occur during pregnancy. The results of Riskesdas 2018 state that in Indonesia 48.9% of pregnant women experience anemia. As many as 84.6% of anemia in pregnant women occurred in the age group 15-24 years. Anemia in pregnant women can be treated pharmacologically and non-pharmacologically. One of the non-pharmacological treatments for anemia is to consume sweet potatoes. Sweet is one type of tuber plant that has a high carbohydrate content. The purpose of this study was to determine the effect of sweet potato consumption on increasing hemoglobin levels in pregnant women with TM I-III.This type of research is quantitative, quasi-experimental method with a one group pretest – posttest design approach, the sample population is the average visit of pregnant women in the last 3 months of the October-December 2020 period as many as 54 respondents, purposive sampling technique, univariate and bivariate data analysis using t-test.The average hemoglobin level in pregnant women TM I-III before being given sweet potato with a Mean 10.378 Standard Deviation 0.3843 and Standard Error 0.0906. The average hemoglobin level in pregnant women TM I-III after being given sweet potatoes with a Mean of 10.528 Standard Deviation 0.3444 and Standard Error 0.0812. The results of the statistical test obtained a P-value = 0.000 (0.05), which means that there is an effect of sweet potato consumption on increasing hemoglobin levels in pregnant women TM I-III in Dewi Anggraeni Midwife Independent Practice, SST Krui Pesisir Barat in 2021. Pregnant women It is hoped that they should actively seek information related to foods that contain lots of iron and can increase the Hb of pregnant women
Pengaruh Terapi Bermain Bercerita Metode Boneka Tangan Terhadap Kemampuan Berkomunikasi Verbal Pada Anak Prasekolah Di Yayasan Pendidkan Raudhatul Athfal (Ra) Al Fatihah Tama Rangkuti, Wirda Dwi; Azizah, Nur; Sinaga, Rosmani; Hadisyah, Hadisyah; Nduru, Sri Wahyu
ANJANI Journal (Medical Science & Healthcare Studies) Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/anjani.v3i2.1029

Abstract

Komunikasi merupakan kebutuhan yang mendasar bagi manusia dalam menjalin interaksi. Komunikasi dapat memberikan kepuasan bagi masing-masing orang, misalnya terpenuhi perasaan kasih saying, cinta dan perhatian. Oleh karena itu, untuk menstimulasi perkembangan berbicara anak, komunikasi sangat perlu untuk diperhatikan. Di Indonesia setiap tahunnya mengalami peningkatan sekitar 6% di tahun 2015 terdapat 19% anak yang mengalami gangguan berbicara menurut (Riskesdas, 2015 ). Terapi bermain boneka tangan berdampak terapeutik pada peningkatan komunikasi anak dan merupakan media untuk mengekspresikan perasaan yang mereka alami selama di rumah sakit. Seringkali anak terlalu takut untuk mengungkapkan perasaannya pada saat mengalami perawatan medis. Penggunaan boneka tangan pada anak- anak bertujuan untuk mengidentifikasi ketakutan dan kesalahpahaman tentang apa yang terjadi pada mereka, boneka tangan merupakan permainan yang memberikan peluang kepada anak untuk menceritakan perasaan selama di rumah sakit dengan menggunakan puppets (boneka terbuat dari kain flanel) yang dimasukkan ke tanganTujuan penelitian untuk Untuk mengetahui apakah Pengaruh Terapi Bermain Bercerita Metode Boneka Tangan Terhadap Kemampuan Berkomunikasi Verbal Pada Anak Prasekolah   Di Yayasan Pendidikan Raudhatul Athfal (RA) AL Fatihah.Desain penelitian yang digunakan ialah jenis penelitian Pre-eksperimental design. Penelitian ini menggunakan One Group pre-test and post-test design tanpa kelompok kontrol, kelompok subjek diobservasi sebelum dilakukan intervensi, kemudian diobservasi lagi setelah intervensi Sampel penelitian adalah 29 Siswa Yayasan Pendidikan Raudhatul Athfal (RA) AL Fatihah.Hasil Univariat 29 responden yang kemampuan berkomunikasi verbal pada anak prasekolah sebelum diberikan terapi bermain bercerita metode boneka tangan mayoritas memiliki kemampuan yang kurang sebanyak 17 responden (58,6%). Dan sesudah mayoritas baik sebanyak 14 responden (48,3%). Hasil Bivariat menunjukkan adanya perbedaan kemampuan berkomunikasi verbal anak prasekolah sebelum dan sesudah diberikan terapi bermain bercerita metode boneka tangan.Untuk Diharapkan terapi bermain bercerita metode boneka tangan dapat dimasukkan dalam program pembelajaran sebagai salah satu cara yang bisa diterapkan dalam peningkatan kemampuan berkomunikasi verbal pada anak yang difokuskan pada penggunaan kosakata sehingga kosakata anak akan bertambah.
Jus Buah Bit Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Remaja Putri Yang Mengalami Anemia Oktaviani, Rafika; Evayanti, Yulistiana; Astriana, Astriana; Maternity, Dainty
ANJANI Journal (Medical Science & Healthcare Studies) Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/anjani.v3i2.1011

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: pevalensi anemia remaja usia 5-14 tahun sebesar 26,4% dan 18,4% penderita berumur 15-24 tahun, di Provinsi Lampung sebanyak 69,7% siswi mengalami anemia lebih tinggi dari angka nasional sekitar 63,3%. Anemia dapat menyebabkan cepat lelah, gangguan konsentrasi belajar dan prestasi menurun. slah satu penanganan anemia dapat mengkonsumsi Buat bit yang mengandung kadar asam folat yaitu 109µg, zat besi 0.80 mg dari buah bit segar per 100 mg dan 4,9 mg Vit C.Tujuan: untuk mengetahui pengaruh pemberian jus buah bit terhadap peningkatan kadar Hemoglobin pada remaja putri yang mengalami anemia di MTs Yayasan Pondok Pesantren Al-Islah Sukadamai Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan.Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan metode penelitian pra ekperiment dengan pendekatan One group pretest-posttest, sampel dalam penelitian ini adalah santri MTs di Yayasan Pondok Pesantren Al-Ishlah Sukadamai kecamatan Natar kabupaten Lampug Selatan Tahun 2020 yang berjumlah 20 orang sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. pengumpulan data menggunakan lembar observasi. analisis data secara univariat dan bivariat (uji t)Hasil: penelitian diketahui Rata-rata nilai kadar Hb sebelum diberikan jus buah bit adalah 10,4 gr.dl dengan standar deviasi 0,230. Rata-rata nilai kadar Hb sesudah diberikan jus buah bit adalah 11,4 gr/dl dengan standar deviasi 0,58.Kesimpulan: Ada Pengaruh Konsumsi Jus Buah Bit Terhadap Peningkatan Kadar Hb Pada Remaja Putri Di MTS Yayasan Pondok Pesantren Al-Islah Sukadamai Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2020 T-Test T Hitung, 7,375,  p-value = 0,000).Saran: peneliti untuk remaja putri  mencegah anemia dapat dilakukan dengan mengkonsumsi jus buah bit ABSTRACTBackground: The prevalence of anemic adolescent was known 26.4% aged between 5 and 14 years and 18.4% aged between 14 and 24 years. Specifically in Lampung Province, there were 69.7% anemic school girls, higher than the national number 63.3%. Anemia may cause exhausted easily, concentration difficulty in learning, and decreasing achievement. One of anemia treatments is consuming beets because it contains 109µg folic acid, 0.80 mg iron per 100 mg fresh beets, and 4.9 mg Vitamin C.Pourpuse: The objective of this study was to identify the effect of beets juice on the increase of hemoglobin count on anemic adolescent girls at MTs Yayasan Pondok Pesantren Al-Ishlah Sukadamai of Natar Subdistrict of Lampung Selatan Regency.Methods: This was a quantitative study with pre-experiment research method and One group pretest posttest approach. the samples are 20 school girls at MTs Yayasan Pondok Pesantren Al-Ishlah Sukadamai of Natar Subdistrict of Lampung Selatan Regency. The sampling technique was purposive sampling. The data collection was through observation sheet. The data analysis was through univariate and bivariate (T-Test). The result: of this study revealed that the average Hb Count before drinking beets juice was 10.4 gr/dL with deviation standard 0.230. The average Hb count after drinking beets juice was 11.4 gr/dL with deviation standard 0.58. Conclusion: It can be implied that beet juice influence the hemoglobin count of the school girls at at MTs Yayasan Pondok Pesantren Al-Ishlah Sukadamai of Natar Subdistrict of Lampung Selatan Regency in 2020 because the T-Test T Count, 7.375, p value = 0.000.Suggestion: The adolescent girls are suggested to drink beets juice in order to prevent anemia. 
Skrining Fitokimia Metabolid Sekunder Ektrak Etil Asetat Kulit Buah Durian (durio zibethinus murr) Diambil Dari Kabupaten Bengkulu Tengah Versita, Riana; Ekuansah, Muhammad; Oktoviani, Oktoviani
ANJANI Journal (Medical Science & Healthcare Studies) Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/anjani.v3i2.696

Abstract

Pendahuluan: Durian (Durio zibenthinus Murr) merupakan salah satu sumber daya genetik (SDG) tanaman lokal Provinsi Bengkulu yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Tanaman durian adalah tumbuhan tropis Asia Tenggara yang hanya dimanfaatkan buah dan batang pohonya saja sedangkan kulit buah durian hanya sebagai limbah” Metode: Penelitian ini menggunakan pemeriksaan di laboratorium yang bertujuan untuk mengetahui metabolit sekunder yang terdapat pada kulit buah Durian (Durio zibenthinus Murr) dalam proses skrining fitokimia menggunakan pelarut etil asetat “Hasil dan Pembahasan: Hasil ekstrak etil asetat kulit buah Durian (Durio zibenthinus Murr) mengandung senyawa alkaloid ditandai dengan berubahnya warna pada sampel setelah ditetesi dengan reagen dragendroff, mayer dan wagner. Selain itu ekstrak etil asetat kulit Durian (Durio zibenthinus Murr)  juga mengandung senyawa triterpenoid, flavonoid dan tanin yang dapat dimanfaatkan didalam pengobatan herbal seperti antikanker.” Namun tidak mengandung senyawa steroid, saponin karena pada saat penelitian tidak terjadi perubahan warna seperti warna cincin biru kehijauan untuk steroid melainkan berwarna hijau kebiruan yang dapat diketahui bahwasanya mengandung senyawa steroid. “Kesimpulan: dari penelitian ini adalah komponen yang terkandung dalam kulit Durian (Durio zibenthinus Murr)  diekstrak dengan pelarut etil asetat yaitu alkaloid, flavonoid, triterpenoid dan tanin. ABSTRACTIntroduction: Durian (Durio zibenthinus Murr) is one of the genetic resources (SDGs) of the local plant of Bengkulu Province which has quite high economic value. The durian plant is a tropical plant in Southeast Asia. Methods: This study used laboratory tests to determine the secondary metabolites present in the rind of Durian (Durio zibenthinus Murr) during the phytochemical screening process using ethyl acetate solvent. Result and Discussion: Alkaloid compounds are characterized by changes in color in the sample after being dripped with Dragendroff, Mayer and Wagner reagents. In addition, the ethyl acetate extract of Durian peel (Durio zibenthinus Murr) also contains triterpenoid compounds, flavonoids and tannins which can be used in herbal medicine. However, it does not contain steroid compounds, saponins because at the time of the study there was no color change such as the color of the greenish-blue ring for steroids but rather a bluish-green color which can be seen to contain steroid compounds. Conclusion: from this study, the components contained in Durian peel (Durio zibenthinus Murr) were extracted with ethyl acetate solvent, namely alkaloids, flavonoids, triterpenoids and tannins.
Unveiling the Distinctive Traits of Aedes aegypti and Aedes albopictus Mosquito Larvae: A Remarkable Entomological Exploration for dengue fever Astuti, Aldiana; Rolanda, Rolanda
ANJANI Journal (Medical Science & Healthcare Studies) Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/anjani.v3i2.976

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan ancaman global yang disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami karakteristik larva kedua jenis nyamuk tersebut melalui pendekatan entomologi, dengan tujuan memahami pola perindukan dan perilaku habitatnya. Metode: Penelitian ini mengadopsi pendekatan eksploratif entomologi dengan teknik pengambilan sampel larva menggunakan metode simple random sampling. Fokus utama penelitian adalah pada identifikasi ciri khas larva Aedes aegypti dan Aedes albopictus serta distribusi perindukannya di area penelitian. Hasil: Hasil penelitian mengungkapkan ciri khas larva Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang mencolok, dengan perbedaan dalam pola perindukan dan prevalensi di berbagai lingkungan. Larva Aedes aegypti cenderung mendominasi di ruangan, sementara larva Aedes albopictus lebih sering ditemukan di luar ruangan. Temuan ini memberikan wawasan mendalam mengenai adaptasi kedua jenis nyamuk terhadap lingkungan sekitarnya. Kesimpulan: Eksplorasi entomologi ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai ciri khas larva Aedes aegypti dan Aedes albopictus, serta distribusi perindukannya di lingkungan sekitar. Penelitian ini memberikan dasar untuk pengembangan strategi pengendalian vektor yang lebih efektif dalam upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue. Hasil ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi intervensi yang tepat dan berkelanjutan untuk mengurangi risiko penularan DBD. ABSTRACTIntroduction: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a global threat caused by viruses transmitted through the bites of Aedes aegypti and Aedes albopictus mosquitoes. This research aims to delve into the characteristics of larvae of both mosquito species through an entomological approach, with the goal of understanding their breeding patterns and habitat behavior. Methodology: The study adopts an exploratory entomological approach with larval sampling using the simple random sampling method. The primary focus of the research is on identifying the distinctive features of Aedes aegypti and Aedes albopictus larvae, as well as their distribution of breeding sites within the study area. Results: The research reveals striking characteristics of Aedes aegypti and Aedes albopictus larvae, showing differences in breeding patterns and prevalence across various environments. Aedes aegypti larvae tend to dominate indoor locations, while Aedes albopictus larvae are more commonly found in outdoor settings. These findings provide profound insights into the adaptation of both mosquito species to their surrounding environments. Conclusion: This entomological exploration offers a deeper understanding of the distinctive characteristics of Aedes aegypti and Aedes albopictus larvae, along with the distribution of their breeding sites in the surrounding environment. The research provides a foundation for the development of more effective vector control strategies in the effort to prevent Dengue Hemorrhagic Fever. These results are expected to serve as a basis for appropriate and sustainable interventions to reduce the risk of Dengue transmission.

Page 1 of 1 | Total Record : 8