Articles
1,579 Documents
FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TURNOVER INTENTION PADA PERUSAHAAN ANIMASI
Nys Nur Hikmah;
Andreas Wahyu Gunawan Putra
Jurnal Ekonomi Trisakti Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : Lembaga Penerbit Fakultas EKonomi dan Bisnis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25105/jet.v6i1.25030
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh management & staff cooperation dan salary & incentive satisfaction terhadap turnover intention dengan organizational commitment sebagai variabel mediasi pada perusahaan animasi. Variabel independen meliputi management & staff cooperation dan salary & incentive satisfaction, variabel dependen adalah turnover intention, dan organizational commitment berperan sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan sampel sebanyak 200 karyawan dari Duality Studio Jakarta dan Infinite Studio Batam, dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan structural equation modeling (SEM) dengan software AMOS versi 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa management & staff cooperation dan salary & incentive satisfaction berpengaruh terhadap turnover intention dan organizational commitment. Namun, organizational commitment tidak berpengaruh terhadap turnover intention, sehingga peran mediasi organizational commitment tidak ditemukan dalam hubungan antara variabel management & staff cooperation dan salary & incentive satisfaction dengan turnover intention.
PENGARUH PDB PER KAPITA, KETIMPANGAN PENDAPATAN, IPM, DAN JUMLAH PENDUDUK TERHADAP EMISI CO2 DI INDONESIA
Dewinta, Hajizah Zahra;
Tri Kunawangsih P.
Jurnal Ekonomi Trisakti Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : Lembaga Penerbit Fakultas EKonomi dan Bisnis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25105/jet.v6i1.25035
Penelitian ini menganalisis pengaruh PDB per kapita, jumlah penduduk, ketimpangan pendapatan, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap emisi CO₂ di Indonesia menggunakan data deret waktu periode 1990–2023 dengan pendekatan Error Correction Model (ECM). Hasil estimasi menunjukkan bahwa PDB per kapita berpengaruh positif dan signifikan terhadap emisi CO₂ dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Jumlah penduduk berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap emisi CO₂, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Ketimpangan pendapatan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap emisi CO₂ dalam jangka panjang, namun tidak signifikan dalam jangka pendek. IPM berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap emisi CO₂ dalam kedua jangka waktu. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan emisi CO₂ di Indonesia terutama dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi, sementara faktor demografi, ketimpangan pendapatan, dan pembangunan manusia memiliki peran yang lebih terbatas.
PENGARUH MICRO-INFLUENCER COFFEE ENTHUSIAST TERHADAP REPURCHASE INTENTION: STUDI FENOMENOLOGIS PADA PENGGUNA INSTAGRAM DAN TIKTOK DI INDONESIA
Adinda, Citra;
Arnolt Kristian Pakpahan
Jurnal Ekonomi Trisakti Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : Lembaga Penerbit Fakultas EKonomi dan Bisnis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25105/jet.v6i1.25058
Pesatnya pertumbuhan industri kedai kopi di Indonesia turut dipengaruhi oleh perubahan perilaku konsumsi generasi muda yang aktif di media sosial. Micro-influencer coffee enthusiast muncul sebagai aktor komunikasi pemasaran digital yang dipercaya karena kedekatan, keaslian, dan kredibilitasnya. Penelitian kualitatif ini bertujuan memahami pengalaman mendalam (lived experience) konsumen dalam memaknai peran micro-influencer Instagram dan TikTok terhadap keputusan pembelian ulang di kedai kopi. Menggunakan pendekatan fenomenologi interpretatif, penelitian melibatkan 85 responden berusia 19–30 tahun yang aktif mengikuti micro-influencer kopi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan dianalisis dengan model: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa repurchase intention tidak hanya dipengaruhi kualitas konten, tetapi juga persepsi keaslian (authenticity), sense of community, resonansi nilai personal, serta kepercayaan terhadap gaya hidup yang ditampilkan influencer. Penelitian ini menegaskan bahwa micro-influencer memiliki peran strategis dalam membentuk pengalaman afektif dan persepsi kualitas, yang pada akhirnya meningkatkan intensi pembelian ulang pada kedai kopi.
PENGARUH DIGITAL LEADERSHIP DAN ORGANIZATIONAL CULTURE TERHADAP EMPLOYEE PERFORMANCE MELALUI DIGITAL TRANSFORMATION PADA PERUSAHAAN AVIASI
Hafizhah, Alya;
Andreas Wahyu Gunawan
Jurnal Ekonomi Trisakti Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : Lembaga Penerbit Fakultas EKonomi dan Bisnis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25105/jet.v6i1.25066
Transformasi digital menjadi kebutuhan strategis bagi industri aviasi yang memiliki kompleksitas operasional dan ketergantungan tinggi terhadap teknologi. Keberhasilan transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh adopsi teknologi, tetapi juga dipengaruhi oleh kepemimpinan dan pembelajaran organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Digital Leadership dan Organizational Learning terhadap Employee Digital Performance dengan Employee Dynamic Capability sebagai variabel mediasi pada industri aviasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 202 responden karyawan industri aviasi. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan aplikasi AMOS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Digital Leadership dan Organizational Learning berpengaruh positif dan signifikan terhadap Employee Dynamic Capability serta Employee Digital Performance. Selain itu, Employee Dynamic Capability terbukti memediasi pengaruh Digital Leadership dan Organizational Learning terhadap Employee Digital Performance. Temuan ini menegaskan pentingnya peran kepemimpinan digital yang visioner dan praktik pembelajaran organisasi yang berkelanjutan dalam meningkatkan kinerja digital karyawan di industri aviasi.
PERAN ORGANIZATIONAL COMMITMENT PADA KARYAWAN UP3 (UNIT PELAKSANAAN PELAYANAN PELANGGAN)
Fitriyani;
Andreas Wahyu Gunawan
Jurnal Ekonomi Trisakti Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : Lembaga Penerbit Fakultas EKonomi dan Bisnis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25105/jet.v6i1.25088
Kinerja pegawai merupakan faktor kunci dalam meningkatkan efektivitas organisasi sektor publik, khususnya di tengah tuntutan transformasi digital dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Pondok Gede sebagai organisasi pelayanan publik dituntut tambahmemiliki sumber daya manusia yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kondisi psikologis kerja yang mendukung kinerja optimal. Faktor-faktor psikologis seperti kepuasan kerja, dukungan atasan, dan komitmen organisasional menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan oleh manajemen organisasi. Kepuasan kerja mencerminkan tingkat kenyamanan dan perasaan positif pegawai terhadap pekerjaannya, sementara perceived supervisor support menggambarkan sejauh mana pegawai merasa dihargai dan didukung oleh atasan dalam menjalankan tugasnya. Kedua faktor tersebut diyakini berperan dalam membentuk komitmen organisasional yang kuat, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kinerja pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh job satisfaction dan perceived supervisor support terhadap job performance dengan organizational commitment sebagai variabel mediasi pada pegawai UP3 Pondok Gede.
PERAN AFFECTIVE COMMITMENT TERHADAP EMPLOYEE INNOVATIVE BEHAVIOR TENANT OFFICE DI TCC BATAVIA, JAKARTA PUSAT
Azzahra, Agna;
Andreas Wahyu Gunawan
Jurnal Ekonomi Trisakti Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : Lembaga Penerbit Fakultas EKonomi dan Bisnis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25105/jet.v6i1.25141
Penelitian ini menelaah bagaimana Digital Leadership dan Green Satisfaction memengaruhi Employee Innovative Behavior pada karyawan tenant di TCC Batavia, Jakarta Pusat. Temuan utama menunjukkan bahwa pengaruh kedua faktor tersebut terhadap perilaku inovatif bekerja secara tidak langsung—melalui penguatan Affective Commitment—daripada memberikan efek langsung yang signifikan. Dengan kata lain, dukungan digital dan kepuasan terhadap praktik hijau harus dikonversi menjadi keterikatan emosional untuk benar-benar mendorong munculnya inisiatif dan realisasi ide baru. Hasil ini memberi arah praktis bagi manajer dan HR untuk menautkan program digital dan keberlanjutan dengan strategi peningkatan ikatan afektif karyawan.
PENGARUH WORK-LIFE CONFLICT DAN WORK-LIFE ENRICHMENT TERHADAP JOB PERFORMANCE PADA DESAINER GRAFIS GENERASI Z
Purnama, Lutfia;
Andreas Wahyu Gunawan Putra
Jurnal Ekonomi Trisakti Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : Lembaga Penerbit Fakultas EKonomi dan Bisnis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25105/jet.v6i1.25164
Industri kreatif menuntut kualitas kerja tinggi dan kreativitas berkelanjutan, sehingga pekerja Generasi Z rentan mengalami dinamika antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Work-Life Conflict dan Work-Life Enrichment terhadap Job Performance dengan Work-Related Stress sebagai variabel mediasi pada desainer grafis Generasi Z di wilayah JABODETABEK. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 170 responden yang memiliki pengalaman kerja minimal enam bulan. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Work-Life Conflict berpengaruh dan signifikan terhadap Work-Related Stress, sedangkan Work-Life Enrichment berpengaruh dan signifikan terhadap Work-Related Stress. Selanjutnya, Work-Related Stress berpengaruh dan signifikan terhadap Job Performance. Temuan juga menunjukkan bahwa Work-Life Conflict dan Work-Life Enrichment tidak berpengaruh langsung secara signifikan terhadap Job Performance. Namun, Work-Related Stress terbukti memediasi secara signifikan pengaruh Work-Life Conflict dan Work-Life Enrichment terhadap Job Performance. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa pengelolaan stres kerja menjadi faktor kunci dalam menjaga kinerja desainer grafis Generasi Z di industri kreatif.
PENGARUH FINANCIAL LITERACY, FINANCIAL INCLUSION, LIFESTYLE DAN MENTAL ACCOUNTING TERHADAP FINANCIAL BEHAVIOR
Puspa Kirana, Gita;
Deni Darmawati
Jurnal Ekonomi Trisakti Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : Lembaga Penerbit Fakultas EKonomi dan Bisnis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25105/jet.v6i1.25253
Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh tingkat literasi keuangan, inklusi keuangan, gaya hidup, serta mental accounting generasi muda. Topik ini penting dikaji mengingat masih banyak individu yang menunjukkan perilaku keuangan kurang bijak meskipun akses layanan keuangan semakin luas. Metode kuantitatif diterapkan pada penelitian ini dengan sumber data primer melalui survei berbasis kuesioner. Analisis data memakai regresi linier berganda. Hasil analisis membuktikan financial literacy dan mental accounting berdampak secara positif dan signifikan pada financial behavior. Sebaliknya, financial inclusion dan lifestyle tidak berdampak secara signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan pemahaman keuangan dan kemampuan individu dalam mengelola serta mengelompokkan keuangan secara mental berperan penting dalam membentuk pola pengeloaan keuangan yang rasional, terencana dan bertanggung jawab.
FROM FIT TO FEEL: DETERMINAN REPURCHASE INTENTION PADA KONSUMEN PAKAIAN OLAHRAGA
Arandi, Uray;
Arnolt Kristian Pakpahan
Jurnal Ekonomi Trisakti Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : Lembaga Penerbit Fakultas EKonomi dan Bisnis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25105/jet.v6i1.25261
Industri pakaian olahraga mengalami transformasi signifikan, di mana produk tidak lagi dipersepsikan semata sebagai perlengkapan fungsional, tetapi juga sebagai simbol identitas dan ekspresi gaya hidup. Dalam konteks persaingan merek yang semakin ketat, fluktuasi penjualan dan pergeseran preferensi konsumen menunjukkan bahwa keunggulan kualitas produk saja belum tentu menjamin terjadinya pembelian ulang. Jumlah Responden yg tersedia adalah 200 Kondisi ini menegaskan pentingnya pemahaman yang lebih mendalam mengenai pengalaman subjektif konsumen dalam menggunakan pakaian olahraga. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana konsumen memaknai pengalaman penggunaan pakaian olahraga dan bagaimana makna tersebut membentuk repurchase intention. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap konsumen pakaian olahraga yang telah melakukan pembelian berulang. Analisis data dilakukan dengan pendekatan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa niat beli ulang terbentuk melalui interaksi antara dimensi fungsional (fit), dimensi emosional (feel), serta proses identifikasi diri dengan merek. Temuan ini menegaskan bahwa repurchase intention bukan sekadar keputusan rasional berbasis kualitas produk, melainkan merupakan hasil konstruksi makna dan hubungan emosional jangka panjang antara konsumen dan merek, yang memiliki implikasi penting bagi strategi pengelolaan merek di industri pakaian olahraga.
PENGARUH STRUKTUR TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN (STUDI PADA SEKTOR PERUSAHAAN OTOMOTIF DI INDONESIA TAHUN 2020-2024)
Wijaya, Tommy Aditya;
Murtanto
Jurnal Ekonomi Trisakti Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : Lembaga Penerbit Fakultas EKonomi dan Bisnis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25105/jet.v6i1.25269
Penelitian ini diadakan untuk melakukan analisis hubungan antara implementasi tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) dengan kinerja perusahaan pada industri otomotif di Indonesia selama periode 2020–2024. Aspek tata kelola perusahaan yang diteliti mencakup keberadaan Dewan Komisaris Independen, Dewan Direksi, serta Komite Audit, sementara kinerja perusahaan diproksikan melalui ROE. Pendekatan penelitian yang dipergunakan ialah kuantitatif melalui pemanfaatan data sekunder yang berasal dari laporan keuangan tahunan perusahaan otomotif yang tercatat di BEI. Sampel penelitian melibatkan 11 perusahaan dengan total 55 unit observasi yang ditetapkan melalui teknik purposive sampling. Analisis data dilaksanakan melalui metode regresi linier berganda. Temuan studi ini menunjukkan bahwasanya Dewan Komisaris Independen dan Dewan Direksi tidak memiliki dampak yang signifikan pada kinerja perusahaan. Sebaliknya, Komite Audit terbukti menyebabkan pengaruh positif dan signifikan pada kinerja perusahaan. Hasil ini menjadi indikasi bahwasanya fungsi pengawasan Komite Audit memiliki peranan krusial dalam mendorong peningkatan kinerja perusahaan.