cover
Contact Name
Ahmad Muchlis
Contact Email
ahmad.muchlis@universitasbosowa.ac.id
Phone
+6282290242082
Journal Mail Official
jurusan.peternakan.unibos@gmail.com
Editorial Address
Jl. Urip Sumoharjo KM.4 Makassar 90231
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Terpadu (JITPU)
Published by Universitas Bosowa
ISSN : 27988945     EISSN : 27985571     DOI : -
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Terpadu (JITPU) adalah jurnal ilmiah mempublikasikan hasil penelitian dan review bidang peternakan yang mencakup: (1) Pemuliaan dan Genetika Ternak; (2) Reproduksi Ternak; (3) Anatomi dan Fisiologi Ternak; (4) Nutrisi dan Teknologi Pakan Ternak; (5) Hijauan Pakan Ternak; (6) Produksi Ternak; (7) Bioteknologi Peternakan; (8) Tingkah Laku Ternak; (9) Kesehatan Ternak; (10) Sistem Peternakan; (11) Sosial Ekonomi Peternakan; (12) Kebijakan Peternakan; dan (13) Teknologi Hasil Ternak.
Articles 55 Documents
Nilai Organoleptik Silase Molasses Multinutrient Soft (SMMS) Jerami Padi dengan Lama Penyimpanan yang Berbeda Aldi Reynaldi; Syarifuddin; Muhammad Idrus
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Terpadu Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Terpadu, Juni 2026
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/eem17273

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai organoleptik Silase Molasses Multinutrient Soft (SMMS) jerami padi dengan lama penyimpanan yang berbeda. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah SMMS Jerami padi, alat yang dibutuhkan untuk kelancaran penelitian ini yaitu alat pembuatan SMMS Jerami padi dan sarana penilaian organoleptic. Prosedur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pengujian organoleptik dengan memberikan kuesioner kepada 6 orang panelis ber-dasarkan kriteria standar nilai yang telah ditentukan dengan waktu yang berbeda; P0 = SMMS 21 hari fermentasi (kontrol), P1 = SMMS penyimpanan 10 hari, P2 = SMMS penyimpanan 20 hari, P3 = SMMS penyimpanan 30 hari. Parameter yang digunakan penelitian ini yaitu aroma, warna, tekstur dan keberadaan jamur kemudian dianalis untuk menghitung nilai rataan uji organoleptik SMMS jerami padi mengunakan microsoft exel sebagai kalkulator, dengan menggunakan mixed method dan dibahas secara deskriftif. Hasil penelitian ini menunjukkan SMMS Jerami padi dengan lama penyimpanan yang berbeda dengan uji organoleptik (aroma, warna, tekstur, dan keberadaan jamur) P0 sampai dengan P3 memiliki nilai rataan yang ketika di skalakan masih sangat baik dan layak diberikan kepada ternak.
Kualitas Telur Asin dengan Penambahan Daun Kemangi (Ocimum Bacilicum. L) Wahyuningrum; Tati Murniati; Asmawati
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Terpadu Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Terpadu, Juni 2026
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/wjzt2k65

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penambahan daun kemangi terhadap mutu akhir telur asin. Proses pembuatan telur asin dilakukan pada tanggal 9 hingga 23 April 2025 di Jalan Poros Malino, Kelurahan Bontomanai, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa. Sementara itu, uji organoleptik dilaksanakan pada tanggal 25 April 2025 di Laboratorium Fakultas Pertanian, Universitas Bosowa Makassar. Parameter yang diamati meliputi warna, aroma, rasa, dan tekstur. Berdasarkan hasil pembahasan, dapat disimpulkan bahwa penambahan daun kemangi dengan konsentrasi 45% memberikan pengaruh yang sangat signifikan (P<0,01) terhadap warna dan rasa telur asin, namun tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap aroma dan tekstur (P>0,05). Hal ini disebabkan oleh kandungan senyawa aktif dalam daun kemangi, seperti eugenol, flavonoid, saponin, dan tanin, yang dikenal memiliki sifat antibakteri dan antioksidan. Senyawa-senyawa ini lebih berperan dalam memperbaiki penampakan visual dan cita rasa dibandingkan dengan memengaruhi struktur fisik telur asin.
Peningkatan Kualitas Daging Ayam Layer Afkir Dengan Perendaman Air Kelapa (Cocos nucifera) Fermentasi Pada Waktu Yang Berbeda Day Bahtiar; Asmawati; Tati Murniati
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Terpadu Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Terpadu, Juni 2026
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/df3ft477

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui peningkatan kualiatas daging ayam layer afkir dengan perendaman air kelapa fermentasi pada waktu yang berbeda terhadap pH dan keempukan daging ayam layer afkir. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 10-22 April 2025 di Laboratorium Kampus II Politeknik Pembangunan Pertanian (POLBANGTAN) Gowa dengan menggunakan ayam layer afkir sebanyak 12 ekor (bagian paha kiri sebagai sampel). Parameter pengujian yang akan dilakukan yaitu Ph (Potential of Hydrogen), dan keempukan. Berdasarkan pembahasan yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa perendaman air kelapa (cocos nucifera) dapat menurunkan pH, dan dapat memperbaiki keempukan daging ayam layer afkir. Oleh karena itu disarankan penelitian lebih lanjut dengan meningkatan waktu yang lebih lama terhadap daging ayam layer afkir agar dapat memberikan hasil yang lebih maksimal.      
Dampak African Swine Fever Pada Ternak Babi Terhadap Perekonomian Masyarakat Di Desa Cendana Hitam kecamatan Tomoni Timur Kabupaten Luwu timur Agus Suhendra; Ahmad Muchlis; Jirfan Dawanto
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Terpadu Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Terpadu, Juni 2026
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/sw4xjx43

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak wabah African Swine Fever (ASF) terhadap kondisi perekonomian masyarakat peternak babi di Desa Cendana Hitam, Kecamatan Tomoni Timur, Kabupaten Luwu Timur. ASF merupakan penyakit menular yang memiliki tingkat kematian hampir 100% pada ternak babi, sehingga menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan. Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini dengan melibatkan 66 responden yang dipilih melalui metode simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana untuk mengetahui pengaruh variabel ASF terhadap perekonomian masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wabah ASF secara nyata menyebabkan penurunan populasi ternak babi, hilangnya pendapatan utama, dan perubahan mata pencaharian sebagian besar peternak. Skor total variabel ASF berada dalam kategori tinggi, yang mencerminkan tingginya tingkat penyebaran dan dampak wabah. Sementara itu, variabel perekonomian masyarakat berada dalam kategori sedang, menunjukkan bahwa meskipun terdampak signifikan, masyarakat mulai melakukan adaptasi ekonomi melalui usaha lain. Berdasarkan temuan ini, diperlukan strategi mitigasi terpadu, edukasi biosekuriti, serta dukungan kebijakan pemulihan ekonomi bagi peternak terdampak agar keberlanjutan usaha ternak babi dapat terjaga di masa mendatang. Kata kunci: African Swine Fever, ternak babi, perekonomian masyarakat, Desa Cendana Hitam
Inhibisi Aktivitas Bakteri E. Coli Penyebab Mastitis Susu dengan Immunoglobolin Y (IgY) Ekstrak kuning Telur Ayam Kampung: Studi In Vitro A Achmad Ramos; Ahmad Muchlis; Jirfan Dawanto
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Terpadu Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Terpadu, Juni 2026
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pry34936

Abstract

Ternak perah merupakan penghasil susu sebagai komoditas utama. Produk susu dikenal sebagai penyedia protein hewani berkualitas tinggi dengan kandungan nutrisi lengkap, menjadikannya komponen esensial dalam pemenuhan gizi masyarakat. Potensi pengembangan industri peternakan sapi perah di Indonesia cukup signifikan. Keberhasilan pengelolaan peternakan dapat dinilai melalui beberapa parameter kunci meliputi produktivitas, performa reproduksi, kelayakan finansial, serta ketersediaan infrastruktur pendukung. Faktor lingkungan memegang peranan krusial dalam menjaga kualitas susu mulai dari proses pemerahan hingga penanganan pasca produksi. Sanitasi yang buruk tidak hanya berpotensi meningkatkan kontaminasi mikroba pada susu yang berdampak pada penurunan mutu, namun juga berisiko menimbulkan penyakit pada ternak. Salah satu masalah kesehatan utama adalah mastitis, yaitu peradangan kompleks pada kelenjar ambing dengan variasi penyebab dan tingkat keparahan. Namun, pendekatan ini berisiko meninggalkan residu kimia berbahaya bagi ternak dan konsumen. Sebagai solusi alternatif, dapat dimanfaatkan antibodi alami berupa imunoglobulin Y (IgY) dari kuning telur ayam kampung. Sumber antibodi alami ini menawarkan berbagai keunggulan seperti efisiensi produksi, pertimbangan kesejahteraan hewan, dan spesifisitas tinggi. Mekanisme transfer alami IgY dari induk ayam ke kuning telur memungkinkan ekstraksi antibodi dalam skala besar tanpa metode yang invasif. Penelitian ini dirancang untuk menguji potensi immunoglobulin Y (IgY) sebagai bahan pengobatan alternatif terhadap infeksi E. coli yang memicu mastitis pada ternak perah.