cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnalagrisains@gmail.com
Phone
+6283827966282
Journal Mail Official
jurnalagrisains@gmail.com
Editorial Address
Kampus Bumi Tadulako, Tondo, Palu 94111, Indonesia
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah AgriSains
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 14123657     EISSN : 27165078     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Bidang Peternakan: Ilmu Peternakan, Sosial Ekonomi Peternakan, Nutrisi dan Makanan Ternak, Teknologi Hasil Ternak, Pembangunan Peternakan, Produksi Ternak, Budidaya Ternak, Produksi dan Teknologi Pakan Ternak, Bioteknologi Peternakan, Sain Veteriner. Bidang Perikanan: Budidaya Perikanan, Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Pengolahan Hasil Perikanan, Nutrisi dan Makanan Ikan, Bioteknologi Perikanan, Teknologi Penangkapan Ikan, Sumberdaya Perairan, Sosial Ekonomi Perikanan, Budidaya Perairan
Articles 119 Documents
The Effect of Giving Temulawak (Curcuma zanthorrhiza) Flour on the Productivity of Puyuh Bird Eggs: Pengaruh Pemberian Tepung Temulawak (Curcuma zanthorrhiza) terhadap Produktivitas Telur Burung Puyuh Ni Luh Sukriani; Sri Sarjuni
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 22 No. 2 (2021): Agustus
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.554 KB) | DOI: 10.22487/jiagrisains.v22i2.2021.98-105

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung temulawak terhadap produktivitas telur burung puyuh. Materi penelitian menggunakan 100 ekor ternak burung puyuh betina fase layer yang diperoleh dari penelitian sebelumnya dan bibit puyuh diperoleh dari kelompok pembibitan burung puyuh kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan, level penggunaan tepung temulawak sebagai berikut: (P0: 0%; P1: 0,5%; P2: 1%; P3: 1,5%; dan P4: 2%). Peubah yang diamati yaitu konsumsi ransum (g), persentase produksi telur (%) dan konversi ransum. Hasil analisis ragam menunjukan bahwa penggunaan tepung temulawak dalam ransum memberikan pengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum dan konversi ransum, dan memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap produksi telur. Kesimpulan: dari hasil dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa hasil yang terbaik adalah pemberian 1,5% tepung temulawak dalam ransum ditinjau dari persentase produksi telur yang dihasilkan.
Biomass and Nutritional Content of Silk Worms (Tubifex sp.) on The Substrate of Germented Chicken Manure: Biomassa dan Kandungan Nutrisi Cacing Sutera (Tubifex sp.) pada Subtrat Kotoran Ayam Hasil Fermentasi Putri Anita; Irawati Mei Widiastuti
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 22 No. 2 (2021): Agustus
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.578 KB) | DOI: 10.22487/jiagrisains.v22i2.2021.106-113

Abstract

Cacing sutera (Tubifex sp.) merupakan pakan alami yang banyak dimanfaatkan pada kegiatan pembenihan larva dan benih ikan di industri budidaya perikanan. penggunaan cacing sutera yang masih didominasi dari hasil tangkap di alam, mengakibatkan penurunan produksi di alam sedangkan permintaan kebutuhan akan cacing sutera cukup tinggi. Salah satu upaya untuk memenuhi ketersediaan cacing sutera sebagai pakan alami untuk proses budidaya maka dilakukan kultur cacing sutera. Keberhasilan kultur cacing sutera ditentukan oleh media kultur yang mengandung bahan organik dan non organik seperti kotoran ayam fermentasi, bekatul dan ampas tahu. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan substrat dengan penambahan kotoran ayam fermentasi terhadap pertumbuhan biomassa dan kandungan nutrsi cacing sutera (Tubifex sp). Penelitian ini didesain menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dosis kotoran ayam fermentasi (A : 40 g; B : 50 g; C : 60 g; D : 70 g), masing-masing diulang 5 kali. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertumbuhan biomassa dan kandungan nutrisi yang tertinggi terdapat pada perlakuan dengan jumlah substrat 50 g kotoran ayam fermentasi (12,28±8,81 g).
Development of Beat Cattle Farming Business in Palu City Post-Eearthquake: Perkembangan Usaha Peternakan Sapi Potong di Kota Palu Pasca Bencana Gempa Yudi Mujayin; Haerani Maksum; Afandi; Tia Septiani
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 22 No. 3 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.563 KB) | DOI: 10.22487/jiagrisains.v22i3.2021.114-118

Abstract

Bencana alam gempa bumi merupakan getaran pada permukaan bumi karena adanya pelepasan energi secara tiba- tiba dari pusat gempa di dalam bumi. Energi yang dilepaskan tersebut merambat melalui tanah dalam bentuk getaran. Hal ini merupakan pergerakan tanah alami yang disebabkan oleh fenomena yang beragam, temasuk proses tektonik, vulkanisme/gunung api, dan ledakan, serta runtuhan. Gempa bumi dengan kekuatan 7,4 SR yang mengguncang wilayah Kota Palu (Sulawesi Tengah) mengakibatkan tsunami yang menerjang Pantai Talise juga likuifaksi di Petobo dan Balaroa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perkembangan Usaha Peternakan Sapi Potong Di Kota Palu Pasca Gempa. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan April 2019. Penentuan lokasi penelitian ini dilakukan secara sengaja (purposive sampling). Penelitian ini dilakukan di kota Palu, di kecamtan Tawaeli, kecamtan Mantikolure, kecamtan Palu Selatan. Metode penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Slovin. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 100 responden, jumlah sampel tiap kecamatan,yaitu 47 (Tawaeli), 39 (Mantikolure), 14 (Palu Selatan) Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Model analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif yang menggambarkan situasi atau kejadian serta membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara polaatis, factual,dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki oleh peneliti. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perkembangan usaha peternakan sapi potong di kota Palu mengalami kerugian yang cukup besar.
The Comparative Superiority of Goats in Palu City: Keunggulan Komparatif Ternak Kambing di Kota Palu Ritha Rahayu Mashudie; Yudi Mujayin; Miftahul Maulita
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 22 No. 3 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.829 KB) | DOI: 10.22487/jiagrisains.v22i3.2021.119-125

Abstract

Ternak kambing merupakan salah satu ternak ruminansia yang berpotensi untuk dikembangkan di Kota Palu. Hal ini karena ternak kambing memiliki populasi terbesar dan tersebar hampir diseluruh kecamatan di Kota Palu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keunggulan komparatif ternak kambing terhadap ternak ruminansia lain di Kota Palu. Penelitian ini telah dilaksanakan di Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah pada bulan Agustus 2020. Objek penelitian adalah data populasi ternak ruminansia. Data yang digunakan adalah data sekunder yakni data runut waktu (time series) selama 15 tahun terakhir (2005 – 2019). Data tersebut bersumber dari beberapa instansi terkait antara lain: Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah, Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Tengah, dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kota Palu. Variabel yang diamati adalah jumlah populasi ternak ruminansia. Model analisis yang digunakan adalah (1) Location Quotient (LQ), (2) Growth Share. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa komoditas ternak kambing di Kota Palu merupakan sektor basis dimana yang menjadi konsentrasi wilayah terdapat di kecamatan Ulujadi, diikuti oleh kecamatan Tatanga, Palu Barat, Tawaeli dan Palu Utara yang artinya sektor basis tersebut mampu memenuhi kebutuhan daerahnya sendiri maupun mensuplai ke daerah yang lain di sulawesi tengah. Selain itu ternak kambing merupakan komoditas unggulan yang mana klasifikasi sektor unggulan menunjukkan bahwa komoditas tersebut memiliki pertumbuhan yang cukup tinggi (+) dan kontribusi yang diberikan cukup besar (+).
PO Cattle Population Dynamics In Sigi: Dinamika Populasi Sapi PO di Kabupaten Sigi Amirudin Dg. Malewa; Nur Al Mu'min
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 22 No. 3 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.045 KB) | DOI: 10.22487/jiagrisains.v22i3.2021.126-135

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika populasi Sapi PO di Kabupaten Sigi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode survey. Data penelitian diperoleh dari 90 responden yang memelihara Sapi PO di Kecamatan Dolo Induk, Kecamatan Dolo Barat dan Kecamatan Marawola dengan sampel 578 ekor. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu metode pruposive sampling pada kecamatan dan metode random sampling pada desa dan peternak di Kabupaten Sigi dimana setiap anggota populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dimasukkan sebagai sampel. Variabel yang dihitung dalam penelitian ini adalah Angka Pemasukan meliputi tingkat kelahiran, tingkat pembelian dan tingkat bantuan. Angka Pengeluaran meliputi tingkat kematian, tingkat penjualan dan tingkat pemotongan dan Natural Increase (NI). Analisis data yang digunakan adalah analisis secara deskriptif. Dinamika populasi sapi PO Kab Sigi, dengan angka pemasukan terdiri dari persentase kelahiran 67,13 % dr induk (24,74% populasi), pembelian 9% dan bantuan 1,73% dengan total pemasukan sebesar 205 ekor (35,47%). Angka Pengeluaran meliputi angka kematian 54 ekor (3,62%), penjualan 89 ekor (15,39%), pemotongan 27 ekor (4,66%) dengan total pengeluaran sebesar 137 ekor (23,70%) dan natural increase sebesar 21,11%.
The Use of Different Feed on The Growth and Survival of Milkfish (Chanos chanos): Pemberian Pakan Berbeda terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Ikan Bandeng (Chanos chanos) Reza Aditya Pradika; Eka Rosyida; Sitti Ramlah Yusuf
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 22 No. 3 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.398 KB) | DOI: 10.22487/jiagrisains.v22i3.2021.136-143

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan berbeda terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan Bandeng (Chanos chanos). Penelitian dilaksanakan di laboratorium Kualitas Air dan Biologi Akuatik, Jurusan Akuakultur, Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako. Organisme uji yang digunakan pada penelitian ini adalah ikan bandeng dengan berat rata-rata 1,09±0,16 g/ekor, dipelihara selama 30 hari dengan padat tebar 1 ekor / 1 L air. Perlakuan pada penelitian ini adalah pemberian pakan berbeda yaitu perlakuan (A) Klekap, perlakuan (B) Dedak padi fermentasi + Lumut sutra, Perlakuan (C) Dedak padi fermentasi + klekap, Perlakuan (D) klekap + lumut sutra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan yang berbeda berpengaruh nyata (p <0,05) terhadap pertumbuhan ikan bandeng. Laju pertumbuhan harian dan pertumbuhan bobot mutlak tertinggi terdapat pada perlakuan pemberian pakan klekap + lumut sutra, yaitu masing-masing sebesar 0,04%/hari dan 1,16 g, sedangkan terendah ditunjukkan oleh perlakuan pemberian dedak padi fermentasi + lumut sutra, yaitu 0,02%/hari dan 0,68 g. Pertumbuhan mutlak tertinggi ada pada perlakuan D (Klekap + Lumut sutra) 1,16 g. Semua perlakuan dengan pakan yang mengandung klekap menunjukkan pertumbuhan yang lebih tinggi. Kelangsungan hidup tertinggi juga terlihat pada pemberian pakan Klekap + lumut sutra (88%).
The Effect of Different Natural Feeds on Growth and Survival Rate of Tilapia Larvae (Oreochromis niloticus): Pengaruh Penggunaan Jenis Pakan Alami Berbeda terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Larva Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Tobigo, Desiana Trisnawati; Hisra
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 22 No. 3 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.308 KB) | DOI: 10.22487/jiagrisains.v22i3.2021.144-151

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan jenis pakan alami berbeda terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2020 bertempat di Laboratorium Budidaya Perairan, Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu. Larva yang digunakan berumur 7 hari. Penelitian ini didesain dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari tiga perlakuan dan enam ulangan. Pakan yang digunakan berupa Moina sp., jentik nyamuk (Culex sp.), dan Rotifera sp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap pertumbuhan bobot, dan kelangsungan hidup larva ikan nila (Oreochromis niloticus). Pertumbuhan tertinggi pada larva ikan nila (Oreochromis niloticus) terdapat pada perlakuan A yaitu dengan pemberian pakan alami berupa Moina sp., sedangakan pertumbuhan terendah yaitu terdapat pada perlakuan B dengan pemberian pakan berupa Rotifera sp.
Evaluation of Artificial Insemination Program for Bali Cattle in Sindue Tombusabora District, Donggala Regency: Evaluasi Program Inseminasi Buatan pada Sapi Bali di Kecamatan Sindue Tombusambora Kabupaten Donggala Mardiah Mangun; Amiruddin Dg. Malewa; Nur'Afni
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 22 No. 3 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.868 KB) | DOI: 10.22487/jiagrisains.v22i3.2021.152-159

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan program inseminasi buatan pada sapi Bali di Kecamatan Sindue Tombusabora Kabupaten Donggala. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Sindue Tombusabora Kabupaten Donggala, pada tanggal 15 April-15 Mei 2021. Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sapi Bali akseptor IB pada tahun 2019 dan 2020 sebannyak 139 ekor. Variabel yang diamati meliputi Service per Conception (S/C), Conception Rate (CR), dan Calving Rate (CvR). Penelitian ini menggunakan metode survey dengan cara sensus dan adapun data yang di peroleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2019 dan 2020 rata-rata umur peternak berkisar antara 15 dan 64 tahun, tingkat pendidikan peternak pada tahun 2019 di dominasi oleh lulusan SD sebesar 54,76%, kemudian SMP 30,95%, dan SMA 14,28%. Pada tahun 2020 tingkat pendidikan peternak lulusan SD sebesar 57,69%, SMP 26,92%, dan SMA 15,38%. Lama beternak pada tahun 2019 dan 2020 rata-rata 6-10 tahun. Hasil pelaksanaan program IB menunjukkan bahwa nilai S/C pada tahun 2019 sebesar 1,36 dan tahun 2020 sebesar 1,40, dengan rata-rata 1,38. CR tahun 2019 sebesar 74,60% dan pada tahun 2020 sebesar 68,42%, dengan rata-rata 72,51%, sedangkan nilai CvR tahun 2019 sebesar 68,25% dan pada tahun 2020 sebesar 64,67%, dengan rata-rata 66,36%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program IB pada sapi Bali di Kecamatan Sindue Tombusabora Kabupaten Donggala menunjukkan hasil yang sangat baik.
Protein, Fat, Water, and Total Microbe Level is Beef Meatballs Processed with Coconut Fiber Liquid Smoke: Kadar Protein, Kadar Lemak, Kadar Air dan Total Mikroba Bakso Daging Sapi yang Diolah dengan Asap Cair Sabut Kelapa Sukisman Abdul Halid; Minarny Gobel
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 22 No. 3 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.523 KB) | DOI: 10.22487/jiagrisains.v22i3.2021.160-167

Abstract

Pangan tidak hanya berfungsi sebagai penyedia zat gizi untuk kebutuhan tubuh (fungsi primer) dan sebagai pemenuhan selera karena aroma dan citarasanya (fungsi primer), tetapi pangan yang dikonsumsi juga harus memiliki fungsi tersier yaitu sebagai penyedia zat aktif yang jika masuk ke dalam tubuh atau sistem hayati lainnya dapat mempengaruhi proses fisiologis dan biokimiawi. Salah satu bahan tambahan pangan yang memberikan aroma dan cita rasa yang khas adalah asap cair sabut kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sifat fisik kimia yang meliputi kadar protein, kadar lemak, dan kadar air, serta analisis terhadap total mikroba (Total Palte Count/TPC) bakso daging sapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar protein tertinggi diperoleh pada sampel B3sk2 yaitu 12,80+0,82 % dan terendah diperoleh pada sampel B1 sk0 yaitu sebesar 9,38+0,54 %, kadar lemak tertinggi diperoleh pada sampel B5sk4 sebesar 0,23+ 0,02% dan terendah diperoleh pada sampel B2sk1 sebesar 0,13+0,01%. Kadar air tertinggi diperoleh pada sampel B1sk0 sebesar 77,03+0,18%, dan terendah diperoleh pada sampel B3sk2 sebesar 69,60+0,13%, serta rata-rata jumlah total mikroba tertinggi diperoleh pada sampel B2sk1 yaitu sebesar 4,79+0,33 log cfu/g, dan terendah diperoleh pada sampel B4sk3 sebesar 2,20+ 0,70 log cfu/g.
Feeding Silk Worm (Tubifex sp.) with Different Dosage on Growth and Survival of Seed Climbing Perch (Anabas testudineus, Bloch 1792): Pemberian Pakan Cacing Sutera (Tubifex sp.) dengan Dosis yang Berbeda terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Betok (Anabas testudineus, Bloch 1792) Fahril; Zakirah Raihani Ya'la; Nasmia
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 23 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.042 KB) | DOI: 10.22487/jiagrisains.v23i2.2022.93-100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan benih ikan betok (Anabas testudineus Bloch, 1792) yang diberi pakan alami cacing sutera (Tubifex sp.) dengan dosis yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April - Mei 2021. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan, sehingga banyaknnya satuan percobaan sebanyak 20 unit. Perlakuan yang digunakan yaitu Perlakuan A (dosis 5% dari bobot), perlakuan B (dosis 6% dari bobot ikan), perlakuan C (dosis 7% dari bobot ikan), perlakuan D (dosis 8% dari bobot ikan), perlakuan E (dosis 9% dari bobot ikan). Data pertumbuhan bobot mutlak dan panjang mutlak dianalisis ragam (ANOVA) dengan tingkat kepercayaan 95%, selanjutnya dilakukan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan dengan menggunakan Program Minitab 16. Kualitas air dan kelangsungan hidup disajikan dalam bentuk tabel dan grafik serta dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian diperoleh bahwa pemberian pakan cacing sutera (Tubifex sp.) dengan dosis yang berbeda pada benih ikan betok memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup. Bobot mutlak tertinggi diperoleh pada perlakuan dosis 9% dengan nilai 2,465 g, panjang mutlak 1,683 cm dan kelangsungan hidup berkisar 90-100%.

Page 5 of 12 | Total Record : 119