cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnalagrisains@gmail.com
Phone
+6283827966282
Journal Mail Official
jurnalagrisains@gmail.com
Editorial Address
Kampus Bumi Tadulako, Tondo, Palu 94111, Indonesia
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah AgriSains
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 14123657     EISSN : 27165078     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Bidang Peternakan: Ilmu Peternakan, Sosial Ekonomi Peternakan, Nutrisi dan Makanan Ternak, Teknologi Hasil Ternak, Pembangunan Peternakan, Produksi Ternak, Budidaya Ternak, Produksi dan Teknologi Pakan Ternak, Bioteknologi Peternakan, Sain Veteriner. Bidang Perikanan: Budidaya Perikanan, Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Pengolahan Hasil Perikanan, Nutrisi dan Makanan Ikan, Bioteknologi Perikanan, Teknologi Penangkapan Ikan, Sumberdaya Perairan, Sosial Ekonomi Perikanan, Budidaya Perairan
Articles 119 Documents
Regrowth of Dwarf Elephant Grass (Pennisetum purpureum cv. Mott) Treated with Nitrogen Fertilizer in its Initial Development: Pertumbuhan Kembali Rumput Odot (Pennisetum purpureum cv. Mott) yang Diberi Perlakuan Pupuk Nitrogen pada Perkembangan Awalnya Baso Wahyu; Mustaring; Moh. Basri
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 23 No. 3 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jiagrisains.v23i3.2022.139-147

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengkaji pengaruh perlakuan awal pemupukan nitrogen terhadap pertumbuhan kembali rumput Pennisetum purpureum cv. Mott pada penelitian terdahulu pada tahun 2018 setelah tanam dan mengalami 5 kali pemangkasan berulang. Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan, di Kebun Koleksi dan Pengembangan Tanaman Hijauan Makanan Ternak milik CV. Sandtya Saryamkusuma, di Desa Loru Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Perlakuan pemberian pupuk nitrogen dengan dosis berbeda yakni: 0; 50; 100; dan 150 kg N/ha, setara berturut-turut 0 kg/ha; 10,87 kg/ha; 21,74 kg/ha dan 32,61 kg/ha dengan 5 kali ulangan, sehingga diperoleh 20 unit percobaan yang diatur dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Variabel yang diamati meliputi; tinggi tanaman, panjang helaian daun, lebar helaian daun, panjang pelepah daun dan jumlah anakan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of Variance) dengan program STAT-27. Hasil analisis keragaman menunjukkan  perlakuan tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap masing-masing parameter. Disimpulkan bahwa; i) sudah tidak ada residu pupuk dari pemupukan pada penelitian terdahulu atau perbedaan residu yang ada antar perlakuan sudah tidak mampu memicu perbedaan pertumbuhan kembali tanaman percobaan; dan ii) pemupukan nitrogen diperlukan untuk mengembalikan pertumbuhan yang lebih baik dari rumput gajah mini pada kondisi lokasi penelitian ini.
Maleo Birds Egg-Laying Behavior (Macrochepalon maleo) In Kuala Vuno Area, Oloboju Village, Sigi District, Central Sulawesi Province: Perilaku Bertelur Burung Maleo (Macrochepalon maleo) di Kawasan Kuala Vuno, Desa Oloboju, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah Afandi; Yohan Rusyiantono; Mobius Tanari
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 23 No. 3 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jiagrisains.v23i3.2022.148-153

Abstract

Maleo (Macrocephalon maleo)  termasuk famili Megapodiidae yang merupakan fauna langka dan endemik Pulau Sulawesi. Keistimewaan jenis burung maleo yaitu memiliki telur lebih besar 4-5 kali dari telur ayam kampung, meskipun besar tubuhnya relatif tidak jauh berbeda dengan jenis ayam, dengan warna kerabang telur mendekati warna merah dadu. Penelitian bertujuan mendapatkan gambaran mengenai perilaku bertelur maleo di Kawasan habitat Kuala Vuno Desa Oloboju Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian menggunakan metode survey dan dianalisis secara deskripif. Peubah yang diamati yaitu perilaku bertelur sebelum bertelur, saat bertelur dan setelah bertelur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku bertelur maleo di Kawasan Habitat Kuala Vuno Desa Oloboju Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah dimulai dari maleo mendatangi habitat peneluran, melakukan pengintaian pada lokasi yang dituju, lalu menggali lubang untuk meletakkan telur pada lokasi yang aman. Apabila lubang sudah siap maka maleo betina masuk ke dalam lubang untuk bertelur selama beberapa menit sementara maleo jantan mengawasi selama burung maleo betina dalam proses bertelur. Setelah burung maleo betina keluar dari lubang peneluran maka sepasang burung maleo tersebut menimbun dan meninggalkan habitat penelurannya.
Adoption of Cattle Breeders to Livestock Business Management in Balaesang Tanjung District, Donggala District, Central Sulawesi: Adopsi Peternak Sapi terhadap Manajemen Usaha Peternakan di Kecamatan Balaesang Tanjung, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah Linda Evan; Yudi Mujayin
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 23 No. 3 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jiagrisains.v23i3.2022.162-171

Abstract

Pengelolaan sektor peternakan Sulawesi Tengah masih termasuk dalam kategori belum optimal. Jika dilihat dari aspek manajemen usaha, umumnya masih dilakukan secara ekstensif atau dikelola berdasarkan kondisi alamiah dan tidak sesuai kebutuhan dasar ternak serta tata kelola yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adopsi peternak sapi terhadap manajemen usaha peternakan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian dilaksanakan pada 4 Desa di Kecamatan Balaesang Tanjung yaitu Desa Walandano, Malei, Palau dan Pomolulu, pada bulan September - Oktober 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah sensus, observasi dan wawancara langsung di lapangan. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat adopsi peternak terhadap manajemen usaha peternakan sudah sangat baik dengan persentase yaitu peternak mengetahui manajemen usaha (90 %), peternak mengetahui tujuan manajemen usaha peternakan (91%), peternak mengetahui keuntungan beternak sapi (91%), peternak mengetahui manajemen usaha peternakan sapi potong dapat meningkatkan kualitas dan produktivitas ternak (58%), peternak melakukan perubahan manajemen usaha sapi potong (99%), peternak merasakan manajemen usaha sapi memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan peternak (97%), dan peternak telah melakukan tahapan manajemen usaha sapi (70%).
Maskulinisasi Ikan Platy Pedang (Xiphophorus hellerii) melalui Perendaman Larva dalam Larutan Madu dengan Dosis Berbeda Ariatna Dewi Mangia; Novalina Serdiati; Irawati Mei Widiastuti
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 24 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah AgriSains
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jiagrisains.v24i1.2023.1-8

Abstract

Ikan platy pedang jantan memiliki keindahan bentuk, warna lebih mencolok dibanding betina, sehingga harga jual ikan platy pedang jantan lebih tinggi dibandingkan dengan betina. Oleh karena itu, para pembudidaya berupaya meningkatkan produksi ikan platy pedang jantan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis madu yang berbeda terhadap maskulinisasi ikan platy pedang (Xiphophorus hellerii) melalui perendaman larva. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan yang diujikan dalam penelitian yaitu perendaman larva dengan dosis madu 0 mL, 25 mL, 30 mL, dan 35 mL masing-masing per liter air. Hasil analisis ragam (ANOVA) penelitian menunjukkan bahwa perendaman larva ikan platy pedang (Xiphophorus hellerii) dalam larutan madu, berpengaruh nyata terhadap maskulinisasi (p<0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi dosis madu yang diberikan, semakin tinggi pula jumlah persentase jantan yang dihasilkan. Dengan demikian perendaman larva ikan platy pedang dalam larutan madu mampu mengarahkan gonad larva ikan platy pedang yang belum terdiferensiasi menjadi jantan. Perendaman dalam larutan madu dengan dosis 35 ml/L selama 7 jam menunjukkan persentase maskulinisasi tertinggi yaitu sebesar 67,86%.
Evaluasi Program Inseminasi Buatan pada Sapi Donggala di Kecamatan Sindue Tombusabora Kabupaten Donggala Mirnawati M. Hiola; Amiruddin Dg. Malewa; Mardiah Mangun
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 24 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah AgriSains
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jiagrisains.v24i1.2023.16-24

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan program inseminasi buatan (IB) pada sapi donggala di Kecamatan Sindue Tombusabora Kabupaten Donggala. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 05 Januari - 05  Februari 2022 di Kecamatan Sindue Tombusabora Kabupaten  Donggala. Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sapi donggala akseptor IB sebanyak 80 ekor pada Tahun 2019 dan 102 ekor Tahun 2020. Penentuan lokasi menggunakan purposive sampling dan responden ditentukan secara accidental sampling. Pengambilan data menggunakan metode sensus terhadap peternak sapi donggala di Kecamatan Sindue Tombusabora Kabupaten Donggala yang mengikuti program IB. Variabel yang diamati Service Per Conception (S/C), Conception Rate (CR), dan calving Rate (CvR). Hasil penelitian terhadap evaluasi program Inseminasi Buatan pada sapi donggala di Kecamatan Sindue Tombusabora Kabupaten Donggala pada Tahun 2019 dan 2020 diperoleh nilai Service Per Conception (S/C) sebesar 1,47 dan 1,46; Conception Rate (CR) sebesar 61,25% dan 61,76% dan Calving Rate (CvR) sebesar 57,5% dan 59,8%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program IB pada sapi donggala di Kecamatan Sindue Tombusabora Kabupaten Donggala sudah baik.
Kecernaan Protein dan Lemak dari Penggunaan Minyak Atsiri Daun Cengkeh sebagai Sumber Fitobiotik dalam Pakan Ayam Ras Jantan Alan Sanjaya; Hafsah Hafsah; Mulyati Mulyati; Moh. Tahir; Padang Padang; Moh. Basri
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 24 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah AgriSains
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jiagrisains.v24i1.2023.9-15

Abstract

Peningkatan kecernaan pakan dapat dilakukan dengan penggunaan feed additive dalam pakan ataupun air minum. Feed additive merupakan pakan tambahan yang mengandung komponen bioaktif, dapat berasal dari tanaman yang disebut fitobiotik. Minyak atsiri merupakan salah satu sumber fitobiotik yang dapat diekstrak dari tanaman cengkeh. Tujuan penelitian untuk menentukan daya cerna protein dan lemak dari penggunaan minyak atsiri daun cengkeh dalam pakan ayam ras jantan. Penelitian menggunakan 15 ekor ayam ras jantan umur 12 minggu yang dipelihara selama 7 hari. Perlakuan didesain dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan  dan 3 ulangan. Perlakuan yaitu P1 ( Pakan basal), P2 (Pakan basal + antibiotik 0,005%/kg pakan), P3 (Pakan basal + minyak atsiri daun cengkeh 0,63%/kg pakan), P4 (Pakan basal + minyak atsiri daun cengkeh 1,26%/kg pakan), P5 (Pakan basal + minyak atsiri daun cengkeh 1,89%/kg pakan). Variabel yaitu daya cerna protein dan lemak pakan. Data dianalisis dengan program SPSS versi 19 sesuai desain yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan memberikan pengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap daya cerna protein dan lemak. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan P3 dengan penggunaan 0,63% minyak atsiri daun cengkeh dalam pakan. Disimpulkan bahwa penggunaan minyak atsiri daun cengkeh 0,64% dalam pakan ayam ras petelur jantan dapat meningkatkan kecernaan protein 1,19% (dari 96,00% (antibiotik komersial) menjadi  97,14% (minyak atsiri daun cengkeh) dan lemak 6,77% (dari  84,52% (antibiotik komersial) menjadi 90,24% (minyak atsiri daun cengkeh). Penggunaan minyak atsiri dapat menggantikan penggunaan antibiotik dalam pakan ayam ras  jantan.
Pengaruh Level Protein Kasar terhadap Perubahan Dimensi Tubuh Sapi Donggala Induk Muda Syafatur Rahman Al Gazali; Marsetyo Marsetyo; Nirwana Nirwana; Zainal Zainal; Mustafa Mustafa
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 24 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah AgriSains
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jiagrisains.v24i1.2023.33-38

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan dengan level protein kasar (PK) terhadap perubahan dimensi tubuh sapi donggala induk muda. Penelitian ini dilaksanakan selama 10 minggu yaitu pada pada bulan Oktober-Desember 2020, bertempat di kandang penelitian bertempat di Desa Potoya, Kecamatan Dolo kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Ternak yang digunakan dalam penelitian ini adalah sapi Donggala induk muda yang berjumlah 20 ekor dengan umur sekitar 2,5 - 3 tahun dan kisaran bobot badan antara 250 - 350 kg. Penelitian ini didesain dengan menggunakan. Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 5 perlakuan dan 4 kelompok sebagai ulangan. Adapun perlakuan yang dicobakan meliputi: P1 = PK 12%; P2 = PK 14%; P3 = PK 16%; P4 = PK 18%; dan P5 = PK 20%. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah perubahan dimensi tubuh (lingkar dada, panjang badan, tinggi pundak, tinggi pinggul) sapi Donggala induk muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan dengan level PK  memberikan pengaruh yang nyata (p<0,05) terhadap peningkatan lingkar dada, peningkatan panjang badan, tinggi pundak, tinggi pinggul.  Peningkatan lingkar dada terendah dicapai pada P12 (20,7 cm) dan tertinggi pada P18 (32,0 cm).
Kualitas Telur Ayam Ras yang Diberi Pakan Mengandung Multi Enzim Selviani Selviani; Ummiani Hatta; Asril Adjis; Sugiarto Sugiarto; Rizal Y. Tantu
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 24 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah AgriSains
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jiagrisains.v24i1.2023.25-32

Abstract

Enzim merupakan senyawa protein yang berfungsi sebagai katalisator untuk mempercepat reaksi pemecahan senyawa kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana. Penambahan multi enzim sebagai campuran bahan pakan unggas memiliki potensi meningkatkan kualitas pakan yang pada akhirnya dikuti oleh peningkatan kualitas telur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian multi enzim dalam pakan terhadap kualitas telur. Penelitian di laksanakan selama 42 hari yaitu pada tanggal 27 Desember 2022 - 06 Februari 2023 di Kandang Percobaan Laboratorium Pengembangan Agribisnis Peternakan dan Perikanan Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Tadulako. Penelitian menggunakan 80 ekor ayam petelur umur 35 minggu. Penelitian ini menggunakan  Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan, perlakuan yang dibeikan sebagai berikut: M0 = pakan kontrol (jagung 50% + konsentrat 35 % + dedak padi 15%), M1 = Pakan kontrol + 0,025% Multi enzim, M2 = Pakan Kontrol + 0.050% Multi enzim, M3 = Pakan Kontrol +0.075% Multi enzim dan M4 = Pakan kontrol + 0.10% Multi enzim. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa pemberian multi enzim dalam pakan ayam ras petelur tidak memberikan pengaruh nyata (p>0,05) terhadap persentase kuning telur, indeks kuning telur serta warna kuning telur. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian Multi enzim hingga 0,10% dalam pakan ayam ras petelur tidak memberikan pengaruh terhadap semua perlakuan selama penelitian atau memberikan pengaruh yang sama terhadap nilai persentase, indeks dan warna kuning telur.
Tingkat Keberhasilan Inseminasi Buatan pada Sapi Bali di Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala Musnaeni Musnaeni; Muh Ilyas Mumu; Indriani Indriani
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 24 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah AgriSains
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jiagrisains.v24i1.2023.39-47

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan inseminasi buatan pada Sapi Bali di Sindue Kabupaten Donggala. Penelitian dilaksanakan pada bulan November - Desember 2022. Data Inseminasi Buatan Sapi Bali diambil dari lima desa di Kecamatan Sindue dengan jumlah populasi sapi bali terbanyak yaitu Desa Toaya Vunta, Toaya, Enu, Kavaya dan Kumbasa dengan total induk sapi bali dalam program IB (akseptor) sebanyak 119 ekor. Penentuan lokasi penelitian dan responden dilakukan secara sengaja (purposive sampling). Parameter yang diamati yaitu Service per Conception (S/C) dan Conception Rate (CR). Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata nilai S/C dan CR pada Tahun 2022 secara berturut-turut adalah 1,52 dan 55,46%. Nilai S/C dan CR tersebut dikategorikan cukup baik.
Pengaruh Jenis Substrat terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Glass Eel Anguilla bicolor pacifica Fadly Y. Tantu; Moh. Fadli; Jusri Nilawati
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 24 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah AgriSains
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jiagrisains.v24i1.2023.48-57

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menentukan tipe substrat yang memengaruhi pertumbuhan dan kelangsungan hidup glass eel Anguilla bicolor pacifica dalam skala laboratorium. Penelitian didesain dalam rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan enam ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu perlakuan A (tanpa substrat), B (substrat kerikil), C (substrat pasir), dan D (substrat lumpur),dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak enam kali. Padat tebar glass eel 10 ekor/wadah (10L) dengan waktu pemeliharaan selama enam puluh hari. Selama pemeliharaan ikan diberi pakan cacing Tubifex sebanyak 20% dari biomassanya. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan dan kelangsungan hidup. Data dianalisis ragam (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan substrat berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap pertumbuhan glass eel. Bobot tertinggi diperoleh pada perlakuan dengan substrat kerikil yaitu sebesar (14,78 g), dan terendah pada perlakuan tanpa substrat (A) yaitu (7,38 g). Kelangsungan hidup pada perlakuan menggunakan substrat (B, C dan D) sebesar 100%, sedangkan pada perlakuan tanpa substrat (A) sebesar 94%.

Page 7 of 12 | Total Record : 119