cover
Contact Name
Ahmad Muttaqin
Contact Email
ahmadmuttaqin@uinsaizu.ac.id
Phone
+6281211693283
Journal Mail Official
jpa@uinsaizu.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto Jl. Jend. A. Yani No. 40A Purwokerto 53126 Jawa Tengah - Indonesia
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian Agama
ISSN : 14115875     EISSN : 2597954X     DOI : https://doi.org/10.24090/jpa
Jurnal Penelitian Agama is a journal that specifically become a communication medium for scholars, researchers and practitioners to public for the results of religious research. This journal is published two times a year by Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Purwokerto. This journal aims to provide readers with a better understanding of religious studies in Indonesia and around the world. The Journal invites scholars, researchers, and practitioners who focuses on religious studies to submit articles in this journal. Articles will be reviewed by selected expert in this field. The editor is able to make editorial changes without altering the substance of writing.
Articles 237 Documents
Konsep Kenabian menurut Ibnu Khaldun (Telaah Korelasi Kemaksuman dan Kemanusiaan Nabi Muhammad SAW) Munawir Munawir
Jurnal Penelitian Agama Vol 15 No 1 (2014)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.704 KB) | DOI: 10.24090/jpa.v15i1.2014.pp116-132

Abstract

Abstract: The results of this study found that Ibn Khaldun divides the soul intothree tiers. The first level is the common man, the soul remains bound by merephysical experience of body organs. The second level, the soul seekers of God, thesoul can rise above physical attachment to a limited degree. The third level is thesoul of the prophet. The prophets are individuals within them God has provided anatural ability to be able to release its humanitarian dimension. This capacity couldchange all of humanity and human spirituality into the highest level of angelic, sothat they can learn all things there without the help of a physical body organs. Thenthey bring back what they have learned it to the level of ability of human understanding,because then that knowledge can be taught to humans. These events were latercalled "nubuwwah" (prophetic).Keywords: Prophethood, Ibnu Khaldun, Infallibility, and Humanity. Abstrak: Hasil penelitian ini menemukan bahwa bahwa Ibnu Khaldunmembagi jiwa ke dalam tiga tingkatan. Tingkatan pertama dimiliki oleh manusiabiasa, jiwa yang tetap terikat dengan pengalaman organ tubuh fisiknya belaka.Tingkatan kedua, jiwa para pencari Tuhan, jiwa ini bisa naik di atas keterikatan fisiksampai pada tingkat yang terbatas. Adapun tingkatan ketiga adalah jiwa paranabi. Para nabi adalah individu-individu yang di dalam diri mereka telah ditanamkanTuhan suatu kemampuan alamiah untuk mampu melepaskan dimensi kemanusiaannya.Suatu kapasitas yang tentu saja khusus hanya dimiliki mereka danyang tidak didistribusikan secara universal untuk bisa mengubah semua kemanusiaandan spiritualitas manusia menjadi tingkat tertinggi kemalaikatan, sehinggamereka bisa mempelajari semua hal di sana tanpa bantuan organ tubuh fisik.Kemudian mereka membawa kembali apa yang telah mereka pelajari itu ke tingkatkemampuan pemahaman manusia, karena dengan begitu pengetahuan itu bisadiajarkan kepada manusia. Peristiwa inilah yang kemudian disebut dengan“nubuwwah” (kenabian).Kata Kunci: Kenabian, Ibnu Khaldun, Kemaksuman, dan Kemanusiaan.
Sistem Pendayagunaan Zakat Produktif (Kajian tentang Metode Istinbāṭ Hukum Perspektif Usul Fikih) Khariri Khariri
Jurnal Penelitian Agama Vol 15 No 1 (2014)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.839 KB) | DOI: 10.24090/jpa.v15i1.2014.pp74-100

Abstract

Abstract: The results of this study is the first, the productive utilization of zakatsystem viewed from the aspect istinbat legal proposal in the perspective ofjurisprudence is the istislahi method. Second, the views of scholars associatedproductive utilization of zakat divided into two, namely there who agree and somedo not. Third, according to the authors, the scholars do istinbat law on zakat productiveby analyzing three methods, namely bayani, ta'lili, and istislahi. Through the methodof Bayani, the scholars explore a comprehensive explanation of the text passagesto find out how the pronunciation nas show productive law intended. Meanwhile, withthe method ta'lîlî the scholars seek to legal discovery for the case that there is nolegal text. Here the text of the existing legal scope expanded so it can include charityproductive. With the method istislahi, the scholars tried to generate productive zakatlegal conclusions relevant to the objectives of Islamic law.Keywords: System, Reform, Zakat, and Productive. Abstrak: Hasil penelitian ini adalah pertama, sistem pendayagunaan zakatproduktif dilihat dari aspek istinbat hukumnya dalam perspektif usul fikih adalahdengan metode istislahi. Kedua, pandangan ulama terkait pendayagunaan zakatsecara produktif terbagi menjadi dua, yaitu ada yang setuju dan ada yang tidaksetuju. Ketiga, menurut penulis, para ulama melakukan istinbat hukum terhadapzakat produktif dengan menganalisis tiga metode, yaitu bayani, ta’lili, dan istislahi.Melalui metode bayânî, para ulama mengeksplorasi suatu penjelasan secarakomprehensif terhadap teks nas untuk mengetahui bagaimana cara lafal nasmenunjukkan kepada hukum produktif yang dimaksudkannya. Sementara itu,dengan metode ta’lîlî para ilama berupaya melakukan penemuan hukum untukkasus yang tidak ada teks hukumnya. Di sini teks hukum yang ada diperluascakupannya sehingga bisa mencakup zakat produktif yang tidak terdapat tekshukumnya. Dengan metode istislahi, para ulama berusaha mengeluarkankesimpulan hukum zakat produktif yang sesuai dengan tujuan hukum Islam.Kata Kunci: Sistem, Pendayagunaan, Zakat, dan Produktif.
Potret Pendidikan Multikultural dalam Kurikulum Sekolah di Purwokerto Muhammad Nurhalim
Jurnal Penelitian Agama Vol 15 No 1 (2014)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.514 KB) | DOI: 10.24090/jpa.v15i1.2014.pp101-115

Abstract

Abstract: This study intends to present a comprehensive comparison of thedescription of ideal curriculum, actual curriculum, and hidden curriculum at SDN 1Purwokerto Wetan, SMPN 1 and SMAN 1 Purwokerto in relation to multiculturaleducation. The results showed that: 1) The ideal shape curriculum in three schoolsclearly visible in the learning plan that includes characters, materials, teachingmethods, and plan learning activities that allow every religion, race, ethnicity, andgender participation. 2) The actual curriculum has clearly visible reference to theideal multicultural curriculum perspective. 3) The shape of the hidden curriculumare clearly visible from the regulation, habituation program, symbols, environment,and the school system is conducive to the formation of a culture that is basedmulticultural values. Schools also provide equal opportunities to students in service,education, and teaching.Keywords: Ideal Curriculum, Curriculum Actual, Hidden Curriculum,Multicultural education. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk menyajikan perbandingan secaramendalam dan komprehensif tentang deskripsi Ideal Kurikulum di SDN 1Purwokerto Wetan, SMPN 1 dan SMAN 1 Purwokerto dalam kaitannya denganpendidikan multikultural; Deskripsi Aktual Kurikulum di SDN 1 Purwokerto Wetan,SMPN 1 dan SMAN 1 Purwokerto dalam kaitannya dengan pendidikan multikultural;dan Deskripsi Hidden Kurikulum di SDN 1 Purwokerto Wetan, SMPN 1 dan SMAN1 Purwokerto dalam kaitannya dengan pendidikan multikultural. Hasil penelitianini menunjukkan bahwa: 1) Bentuk ideal kurikulum di tiga sekolah terlihat secarajelas dalam rencana pembelajaran yang mencakup karakter, materi, metodepembelajaran, dan rencana kegiatan belajar yang memungkinkan setiap agama,ras, suku, dan gender berpartisipasi. 2) Bentuk aktual kurikulum terlihat secarajelas telah mengacu pada ideal kurikulum yang telah berperspektif multikultural.3) Bentuk hidden kurikulum terlihat secara jelas dari peraturan, programpembiasaan, simbol-simbol, lingkungan, dan sistem sekolah yang kondusif untukpembentukan budaya yang berasaskan nilai multikultural. Sekolah jugamemberikan kesempatan yang sama kepada peserta didik dalam pelayanan,pendidikan, dan pengajaran.Kata kunci: Ideal Curriculum, Actual Curriculum, Hidden Curriculum,pendidikan Multikultural.
Pelaksanaan Program Gerakan Nasional Pendidikan Anak Usia Dini di Kabupaten Banyumas (Evaluasi Program Berdasarkan Goal Oriented Model) Fauzi Fauzi
Jurnal Penelitian Agama Vol 15 No 2 (2014)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.099 KB) | DOI: 10.24090/jpa.v15i2.2014.pp274-288

Abstract

Abstract: This article presents the results of an evaluative study on theimplementation of a national movement for early childhood education (Paudisasimovement) in Banyumas district. The selected program evaluation model that isgoal oriented models. The study results showed that the general implementation ofPaudisasi movement in Banyumas district has led to the achievement of the setprogram standards. Yet still found lest than optimal program on every aspect of theprogram is based on criteria or indicators specified program. Necessary to optimizethe implementation of a national movement programs for early childhood educationin a more creative, substantive and qualitative.Keywords: evaluation of the program, a national movement for early childhoodeducation. Abstrak: Artikel ini memaparkan hasil kajian evaluatif atas pelaksanaangerakan nasional pendidikan anak usia dini (gerakan Paudisasi) di kabupatenBanyumas. Model evaluasi program yang dipilih yakni goal oriented model. Hasilkajian menunjukan bahwa secara umum pelaksanaan gerakan Paudisasi dikabupaten Banyumas telah mengarah pada upaya pencapaian standar programyang ditetapkan. Namun demikian masih ditemukan kekurangoptimalanpelaksanaan program pada setiap aspek program berdasarkan kriteria atauindikator program yang ditetapkan. Diperlukan optimalisasi implementasi programgerakan nasional pendidikan anak usia dini secara lebih kreatif, substantif, dankualitatif.Kata Kunci: evaluasi program, gerakan nasional pendidikan anak usia dini.
Gerakan Salafi Alumni Laskar Jihad (Studi Kasus Pondok Pesantren Salafi Al-Manshuroh di Desa Mujur Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap) Supani Supani
Jurnal Penelitian Agama Vol 15 No 2 (2014)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.184 KB) | DOI: 10.24090/jpa.v15i2.2014.pp179-193

Abstract

Abstract: This study was aimed at explaining 1) the movement pattern of LaskarJihad Alumni in Mujur, Disctrict of Kroya, Cilacap Regency, 2) its development, and3) social respond in the district. This is a field research using a qualitative approach.Data were collected through observations and interviews. The findings of this researchare as follows. 1) The movement of Laskar Jihad alumni in Mujur, Disctrict of Kroya,Cilacap Regency converts itself from its nature as a Jihad-oriented movement (inconflict area of Ambon and Poso) to an education-oriented movement. 2) There aresome different social responds to this movement, i.e. [a] some people give neutralrespond to this movement and do not feel bothered with the existence of thismovement, but they do not give any support to it; [b] some people give positiverespond, do not feel bothered, and support the movement; [c] some people givenegative respond to it, feel bothered and feel disturbed by this movement. Thevariety of responds depends on whether the existence of this movement will giveadvantage, disadvantage, even threat to each group of society. 3) Local governmentof Kroya District gives a neutral respond to this movement and other religiousmovement existing in the district. The local government expects all religiousmovement to respect one another, including the previously existing religiousmovements such as NU and Muhammadiyah.Keywords: Salafi, Laskar Jihad alumnae, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah,government. Abstrak: Penelitian ini menemukan bahwa pertama gerakan salafi alumnilaskar jihad di Desa Mujur Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap mengalamipergeseran dari pola gerakan jihadi (gerakan “jihad” di wilayah konflik, Ambondan Poso) menjadi pola gerakan yang berorientasi pada pendidikan. Kedua,respons masyarakat terhadap gerakan salafi beragam, yaitu: [1] ada kelompokmasyarakat yang merespon dengan sikap netral, mereka tidak merasa terganggudengan keberadaan gerakan salafi, tetapi mereka juga tidak mendukung gerakantersebut, [2] ada kelompok masyarakat yang merespon dengan positif, merekamerasa tidak terganggu dan mendukung keberadaan gerakan salafi, [3] adakelompok masyarakat yang merespon dengan negatif, mereka merasa tergangguatau dirugikan dengan keberadaan gerakan salafi. Respon masyarakat yangberagam tersebut terkait dengan apakah keberadaan gerakan salafi mengancam, merugikan, atau menguntungkan bagi keberlangsungan kelompok masyarakattertentu. Ketiga, pemerintah Kecamatan Kroya pada posisi netral dalam meresponberbagai respon yang beragam terhadap keberadaan gerakan salafi alumni laskarjihad di Desa Mujur Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap. Yang terpenting bagipemerintah bahwa berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh fahamkeagamaan yang ada tidak melanggar peraturan perundang-undangan yang ada.Namun demikian, untuk menciptakan kehidupan beragama yang harmonis,pemerintah menghimbau kepada seluruh faham/ organisasi keagamaan yangada di wilayah Kroya agar saling menghormati satu sama lain, lebih khusus kepadafaham keagamaan yang baru (seperti salafi) agar lebih menghormati organisasikeagamaan yang telah lama ada di wilayah Kroya (seperti Nahdlatul Ulama danMuhammadiyah).Kata kunci: Salafi, alumni laskar jihad, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah,dan pemerintah.
Dinamika Perubahan Paradigma Pendidikan: Studi tentang Kesiapan Guru Pendidikan Agama Islam di SD/MI di Wilayah Kabupaten Banyumas dalam Menerapkan Pendekatan Pembelajaran Saintifik dan Penilaian Otentik Kurikulum 2013 Suparjo Suparjo
Jurnal Penelitian Agama Vol 15 No 2 (2014)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.582 KB) | DOI: 10.24090/jpa.v15i2.2014.pp194-210

Abstract

Abstract: This study was aimed at explaining the changes of educationparadigm among islamic education teachers in elementary schools and islamicelementary schools in Banyumas Regency, shown by teacher’s readiness inimplementing Curriculum 2013, especially in applying scientific method andauthentic assessment. This research used mixed methods, quantitative andqualitative methods. The research found that Islamic education teachers in bothgeneral and islamic elementary schools are ready to implement Curriculum 2013.In addition, they are also ready apply and develop scientific learning model andauthentic assessment as well as adapt to the new education paradigm. However,because of the lack of socialization, training, and facilities, they get some difficultiesin mastering knowledge about the curriculum and its implementation. From theresearch findings, it can be concluded that curriculum can be a starting point tochange the paradigm and practices of education as far as it is prepared and facilitated.Keywords: education paradigm, teacher, religious education, curriculum 2013. Abstrak: Hasil penelitian ini adalah bahwa guru PAI di SD maupun guru MI sudahsiap mengimplementasikan Kurikulum 2013, merasa mampu menerapkannyadalam mengembangkan model pembelajaran saintifik, penilaian otentik dan menyesuaikannyadengan paradigma baru pendidikan. Hanya saja, karena sosialisasidan pelatihan serta instrumen pendukung kurikulum belum tersedia secara makismal.Karenanya, mereka mengalami kendala dalam pengetahuan dan kemampuanmengimplementasikannya. Berdasarkan temuan tersebut dapat diambil kesimpulanbesar yakni, kurikulum mampu menjadi titik awal mengubah paradigmadan praktik pendidikan sesuai tuntutan idealisme pendidikan itu sendiri sejauhdilakukan persiapan dan fasilitas pendukung yang memadai.Kata Kunci: paradigma pendidikan, guru, pendidikan agama, dan kurikulum2013
Tradisi Kematian Wong Islam Jawa Suwito Suwito; Agus Sriyanto; Arif Hidayat
Jurnal Penelitian Agama Vol 15 No 2 (2014)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.801 KB) | DOI: 10.24090/jpa.v15i2.2014.pp211-234

Abstract

Abstract: This study was aimed at revealing how Javanese Moslem’s traditionsof mortality is understood by the performers, both of great and little tradition, andwhat their meanings are. These two points evolve from time to time. Some variationsfound in the tradition of Javanese Moslem’s mortality are caused by the distance ofthe performers from the center of governance and the different time of performance.In regards to these variations, there are some interesting views. First, in understandingtheir belief and performing their tradition of mortality, Javanese Moslems has aprinciple that the tradition is an expression of honor to human being and it has asymbolic meaning. Second, Javanese Moslem mean mortality as a return way toGod that requires sincerity and a belirf that God is the only to worship. JavaneseMoslems perceive that God is forgiveful that human beings should pray and apologizefor their mistakes.Key words: tradition, Javanese Islam, variation, God, and Faith. Abstrak: Tulisan ini berusaha untuk mengungkap tentang tradisi kematian WongIslam Jawa dipahami oleh pelakunya dalam framework great and little tradition, danmakna di dalam tradisi kematian Wong Islam Jawa. Dua hal tersebut, bila diungkap dandipahami dalam tataran praktik, adakalanya memiliki pergeseran. Variasi yang munculdalam tradisi kematian Wong Islam Jawa karena jarak yang jauh dari pusat, juga karenaperubahan dari waktu ke waktu (evolusi). Dalam hal ini, ada beberapa pandangan menarik:Pertama, Wong Islam Jawa dalam memahami keyakinan dan menjalankan praktiktradisi kematian memiliki dasar yang leluhur sebagai tata cara penghormatan kepadamanusia yang hidup, serta memiliki dimensi simbolik dengan alam lain. Kedua, WongIslam Jawa dalam memaknai kematian sebagai jalan kembali kepada Tuhan sehinggaharus dalam keadaan suci dan tetap memiliki keyakinan bahwa Allah SWT adalah satusatunyayang pantas disembah. Pandangannya berdasar pada Tuhan YangMahapengampun sehingga manusia hendaknya senantiasa berdoa untuk minta maafatas kesalahan yang pernah diperbuat.Kata Kunci: tradisi, Wong Islam Jawa, variasi, Tuhan, dan keyakinan.
Membongkar Konstruksi Politik di Media Massa Analisis Wacana terhadap Harian Kompas Tahun 2013-2014 Umi Halwati
Jurnal Penelitian Agama Vol 15 No 2 (2014)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.608 KB) | DOI: 10.24090/jpa.v15i2.2014.pp235-257

Abstract

Abstract: This research is motivated by politics that can not be separated fromthe mass media. The mass media is an effective mediator in the publication ofpolitical ideology in an attempt to win public support. This study is a qualitativeresearch approach of critical discourse analysis Teun A. Van Djik. Results of thisstudy are: in terms of thematic, more news in Kompas takes the theme of presidentialcandidate and direction of the coalition at presidential elections in 2014. In theschematic aspect, Kompas has a systematic scheme from the start the title, leadand body mutually sustainable. In terms of semantics, the meaning is emphasizedKompas in reporting each party has a presidential candidate, but legislative electionand electability figures that will be decisive. In stylistic aspect, Kompas use wordsthat universal, humanistic, and not dry. Kompas also using graphic elements tohighlight or emphasize deemed important by using photos or images and alsographs and put political news in the headline.Keywords: politics, media, discourse analysis. Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberadaan politik yang tidakdapat dipisahkan dari media massa. Media massa merupakan mediator yangefektif dalam publikasi ideologi politik dalam taraf memenangkan dukungan publik.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis wacanakritis Teun A. Van Djik. Hasil penelitian ini adalah: dari segi tematik, pemberitaan diKompas lebih banyak mengambil tema tokoh kandidat capres dan arah koalisipemilihan presiden 2014. Dalam aspek skematik, Kompas mempunyai skemayang sistematis dari mulai judul, lead dan body saling berkesinambungan. Darisisi semantik, makna yang ingin ditekankan Kompas dalam pemberitaannya adalahmasing-masing partai mempunyai kandidat capres, tetapi pileg dan elektabilitastokoh yang akan menjadi penentu. Dalam Dari aspek stilistik, Kompas menggunakankata-kata yang universal, humanistis, dan tidak kering. Menggunakanelemen grafis untuk menonjolkan atau menekankan yang dianggap pentingdengan menggunakan foto atau gambar dan juga grafik serta menaruh beritapolitik dalam headline.Kata kunci: politik, media, analisis wacana.
Transformasi Identitas Mahasiswa-Santri (Studi Fenomenologi Perubahan Identitas Mahasiswa STAIN Purwokerto Program 'Pesantrenisasi' Tahun Akademik 2013-2014) Uus Uswatusolihah
Jurnal Penelitian Agama Vol 15 No 2 (2014)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.067 KB) | DOI: 10.24090/jpa.v15i2.2014.pp258-273

Abstract

Abstract: This study was aimed at knowing the transformation of identity amongstudents joining Pesantrenisasi Program in State College on Islamic Studies ofPurwokerto in the academic year 2013-2014. This study explored their own perceptionof being a student of the college and a santri. This is a qualitative research withinterviews as the main method of collecting data. A number of students wereinterviewed to get the answers of research questions. This research found thatpesantrenisasi program is successful in making closed relationship betweenstudent and pesantren (Islamic boarding school). The life in pesantren has madesome students transform their identity. The transformation happens gradually andslowly through unspontaneous self-dialogue. This transformation also gives them anew self-image, a new self-language, and new relationships with others as well asnew bounds with social norms. Before living in a pesantren, they imagine pesantrenas a dirty, massy, strict, and fully scheduled place of living. This image graduallychanges after they experience themselves living in pesantren. A new image comesto them that pesantren is an ideal place to study religious knowledge, to train aperson to be mature and having good character, and to perform more worship toGod. Some of the transformations include the quantity and quality of their worship aswell as their attitude and behavior to be more discipline, independent, and humble.Keywords: identity transformation, students, pesantren. Abstrak: Hasil penelitian ini adalah bahwa program pesantrenisasi telahberhasil mendekatkan mahasiswa dengan kehidupan pesantren dan menyebabkanterjadinya perubahan atau transformasi identitas diri sebagian mahasiswa.Transformasi itu sendiri pada umumnya berjalan secara perlahan dan melaluiproses-proses perenungan dan dialog diri yang tidak spontan. Transformasi jugamembuat mereka memperoleh citra diri yang baru, bahasa diri yang baru,hubungan-hubungan yang baru dengan orang-orang lain dan ikatan-ikatan yangbaru dengan tatanan sosial. Sebelum tinggal di pondok pesantren, mereka mendefinisikandunia pesantren adalah tempat yang kumuh, tidak rapi, memiliki banyakperaturan yang mengekang. Definisi ini berubah selama mereka berada di pesantren: Pondok pesantren adalah tempat yang ideal untuk menuntut berbagaiilmu agama, melatih diri menjadi lebih dewasa dan berkarakter yang baik sertamemperbanyak ibadah seraya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Beberapaperubahan terjadi dalam kuantitas dan kualitas ibadah, perubahan dalam sikapdan perilaku yang lebih disiplin, mandiri dan sederhana, serta peningkatanpengetahuan berbagai ilmu agama Islam.Keywords: perubahan identitas, mahasiswa, pesantren.
Media Internet, Koran, dan Majalah Berbahasa Arab dalam Pembelajaran Tarjamah di Kelas Prodi PBA Jurusan Tarbiyah STAIN Purwokerto Ali Muhdi
Jurnal Penelitian Agama Vol 15 No 2 (2014)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.374 KB) | DOI: 10.24090/jpa.v15i2.2014.pp289-303

Abstract

Abstract: In learning translation, themes or texts selection from internet media,newspapers, and magazines are more attractive over from the classics or bookspurely religious texts. The Internet, newspapers, and magazines represents thefaster change and development of language that actual in communities, as well asover-accommodative adaptive to new vocabularies of contemporary and popular.Similarly, the responses of the students feel more comfortable to use materials fromthe Internet, newspapers, and magazines in Arabic Translations in the learningprocess. They are more interested because the texts are more able to absorb theactuality of discourse or emerging opinion. As well as the variations of the themethat made the students do not get bored with the learning process that takes place.Keywords: Media, Internet, newspapers, magazines, translation. Abstrak: Proses pembelajaran tarjamah bahasa Arab dimulai dengandiberikannya pengantar tentang teori atau beberapa konsep dasar penerjemahanbahasa Arab yang baik berikut langkah yang mudah dan praktis. Respon paramahasiswa terhadap media internet, Koran, dan majalah berbahasa Arab dalamproses pembelajaran Tarjamah adalah merasa senang dan lebih tertarik jika materiteks tarjamah berasal dari media internet/koran/majalah berbahasa Arab. Alasanmereka jika dibandingkan teks yang berasal dari kitab-kitab klasik, teks darimedia internet, koran, majalah, atau media modern lainnya lebih bisa menyerapaktualitas wacana atau opini yang sedang berkembang. selain itu, ada variasitema yang menjadikan para mahasiswa tidak merasa bosan karena selalu adahal baru dan menarik yang diperbincangkan atau didiskusikan di dalam kelas.Kata Kunci: Media, Internet, koran, majalah, penerjemahan.

Page 10 of 24 | Total Record : 237