cover
Contact Name
Imam Alfi
Contact Email
cita47@gmail.com
Phone
+6285291041611
Journal Mail Official
icodev@uinsaizu.ac.id
Editorial Address
Fakultas Dakwah UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto Jl. Jend. A. Yani No. 40A Purwokerto 53126 Jawa Tengah - Indonesia
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Community Development Journal (ICODEV)
ISSN : -     EISSN : 27751538     DOI : https://doi.org/10.24090/icodev
Core Subject : Education,
The Indonesian Community Development Journal (ICODEV) is a scientific journal (scientific journal) in the field of community development and Islamic counseling. This journal is managed and published by the Da`wah Faculty of IAIN Purwokerto. The idea of publishing this journal was motivated by the lack of publication of scientific papers in the field of community development and Islamic counseling. The presence of this journal is intended to facilitate the publication and dissemination of articles and research results for both lecturers, researchers, experts, practitioners and students both internally and externally. With the publication of this journal, it is hoped that it can support scientific development, especially in the field of community development and Islamic Counseling Guidance.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 1 (2026)" : 5 Documents clear
Peran Kearifan Lokal Etnis Padang Pariaman dalam Mendukung Pembangunan Kabupaten Banyumas Mukhyidin, Azmy Habib; Sugiarti, Lina; Pamuji, Toni Dwi; Huwaida, Salma Ulya; Yuliyana, Rita
ICODEV: Indonesian Community Development Journal Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Da'wa Faculty UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/icodev.v7i1.15639

Abstract

This study aims to analyze the role of the local wisdom of the Padang Pariaman ethnic community in supporting the development of Banyumas Regency through social, economic, cultural, and institutional dimensions. A qualitative approach was employed using data collected through in-depth interviews with the Chairman of the Padang Pariaman Family Association (PKDP) Banyumas, participant observation of community activities, and review of regional policy documents and academic literature. The findings reveal that the local wisdom of the Padang Pariaman community—including katok ampe, raso pareso, a strong work ethic, kinship-based networks, and the adaptive principle of “where the earth is trodden, there the sky is upheld”—functions as cultural capital that strengthens social integration between migrants and the local Banyumas community. Economically, microenterprises and the culinary sector managed by Padang Pariaman migrants contribute significantly to job creation, income generation, and regional revenue. Socially, solidarity through the PKDP association is manifested in community-based activities such as fundraising, humanitarian support, and women’s empowerment initiatives. Culturally, the preservation of Minangkabau traditions in the public sphere enriches cultural diversity and supports the development of an inclusive regional identity. These findings indicate that the local wisdom of the Padang Pariaman diaspora serves not only as an ethnic marker but also as sustainable development capital that positively contributes to strengthening the creative economy, social cohesion, and multicultural character of Banyumas Regency.
Potensi Pemanfaatan Limbah Organik Program Makan Siang Gratis sebagai Kompos: Pendekatan Circular Economy Angelia Ginting, Febriyanti Angelia Ginting; Setyowati, Putri Ratna; Sausani, Afifah; Fallo, Trisno; Ginting, Inriyatni Sri Pertiwi
ICODEV: Indonesian Community Development Journal Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Da'wa Faculty UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/icodev.v7i1.15678

Abstract

Penelitian ini menilai potensi limbah organik dari program makan siang gratis di sekolah dasar untuk dijadikan kompos, merancang sistem pengelolaan limbah berbasis circular economy yang aplikatif, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang integrasinya dengan pendidikan lingkungan. Pendekatan yang digunakan mencakup survei kuantitatif, observasi lapangan, wawancara mendalam, dokumentasi, dan uji laboratorium terhadap tiga sampel kompos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 65–75% timbulan sampah harian berupa limbah organik, didominasi oleh nasi (40–50%), sayuran (20–25%), buah (15–20%), dan lauk pauk (10–15%). Pengomposan aerobik berlangsung efektif dalam 3–4 minggu dengan bantuan bahan kaya karbon. Uji laboratorium memperlihatkan bahwa kandungan fosfat (0,2620–0,3174%) dan kalium (0,2468–0,3013%) telah memenuhi standar Permentan 70/2011, sedangkan nitrogen (0,3442–0,4582%) berada pada kategori memadai, dengan dua sampel mencapai standar minimal. Rancangan sistem circular economy meliputi pengumpulan, pemilahan, pengolahan, pemanfaatan kompos, integrasi kurikulum, serta monitoring dan evaluasi. Uji coba menunjukkan keterlaksanaan tinggi dan peningkatan partisipasi siswa. Analisis SWOT mengidentifikasi dukungan komite sekolah, peluang pembelajaran kontekstual, serta ancaman berupa keterbatasan sarana dan konsistensi warga sekolah. Secara keseluruhan, pengolahan limbah makanan menjadi kompos terbukti tidak hanya mengurangi beban lingkungan tetapi juga memperkuat pendidikan lingkungan dan berpotensi direplikasi di sekolah dasar lainnya.
Dinamika Cultural Lag Penggunaan Generative Artificial Intelegence (GenAI) dalam Pembelajaran (Studi Kasus: Mahasiswa Baru Prodi Pengembangan Masyarakat Islam UINSU Tahun Ajaran 2025/2026) Syahrani, Hilda; Parmanda, Wahyu Rizky; Hutasuhut, Ikhwan Kurnia; Sugiharto; Permana, Sendi
ICODEV: Indonesian Community Development Journal Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Da'wa Faculty UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/icodev.v7i1.15701

Abstract

Penggunaan Generative Artificial Intelegence (GenAI) dalam pembelajaran dapat mempermudah sekaligus menghadirkan tantangan terhadap perubahan budaya belajar di Perguruan Tinggi. GenAI dapat menggeser pola lama terutama dalam proses penyelesaian tugas perkuliahan, disisi lain terdapat ketegangan yang meningkat terkait batasan penggunaan GenAI yang belum sepenuhnya menjadi perhatian bagi mahasiswa baru. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dinamika Cultural Lag penggunaan GenAI dalam pembelajaran bagi mahasiswa baru Prodi Pengembangan Masyarakat Islam UINSU Tahun Ajaran 2025/2026. Pendekatan yang digunakan ialah kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, serta teknik analisis yakni analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Seluruh mahasiswa pernah menggunakan GenAI sebagai alat bantu dalam mengerjakan tugas, (2) Kecenderungan pilihan tools GenAI yang digunakan mahasiswa secara berurut yakni ChatGPT, MetaAI, dan BlackboxAI, (3) Sebagian besar mahasiswa setuju untuk diperbolehkan mengerjakan tugas dengan bantuan GenAI, dan (4) Seluruh mahasiswa tidak mengetahui bahwa terdapat etika akademik penggunaan tools GenAI, terutama deklarasi tertulis cakupan penggunaan GenAI. Berdasarkan temuan penelitian maka rekomendasi yang dapat dikemukakan yakni perlunya panduan terkait pemanfaatan GenAI yang sesuai dengan situasi akademik, terutama pada level Prodi dengan harapan agar mahasiswa baru lebih melek terkait batasan penggunaan dan mencantumkan deklarasi penggunaan GenAI pada setiap halaman akhir dokumen tugas mereka.
Pengaruh Kepemimpinan Pengasuh dan Media Siber Terhadap Karakter Santri Dimediasi oleh Pendidikan Holistik Utama, Rafi Ilmi Badri; Adawiyah, Wiwiek Rabiatul
ICODEV: Indonesian Community Development Journal Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Da'wa Faculty UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/icodev.v7i1.16173

Abstract

Perkembangan teknologi digital menghadirkan peluang sekaligus tantangan dalam pembentukan karakter generasi muda, termasuk santri mahasiswa yang aktif menggunakan media siber dalam aktivitas akademik dan sosial. Kondisi ini menuntut adanya kepemimpinan pengasuh yang kuat serta sistem pendidikan yang mampu mengintegrasikan berbagai aspek perkembangan santri secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan pengasuh dan media siber terhadap karakter santri dengan pendidikan holistik sebagai variabel mediasi pada pondok pesantren mahasiswa modern di Purwokerto. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 396 santri dari tiga pondok pesantren mahasiswa. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan pengasuh dan media siber berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendidikan holistik dan karakter santri. Analisis menunjukkan bahwa pendidikan holistik memperkuat hubungan antara kepemimpinan pengasuh dan media siber dengan pembentukan karakter santri. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi kepemimpinan pengasuh, pengelolaan media siber yang bijak, dan implementasi pendidikan holistik mampu membentuk karakter santri yang adaptif terhadap perkembangan era digital.
Negotiating Care, Distance, and Well-Being: Psychosocial Dynamics of Transnational Families of Indonesian Migrant Workers Kalamika, Arin Mamlakah; Umam, Khotibul; Ramdani, Idan; Kurniawati, Pratiwi; Shofi, Rubangi
ICODEV: Indonesian Community Development Journal Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Da'wa Faculty UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/icodev.v7i1.16217

Abstract

This study explores how care, distance, and psychosocial well-being are negotiated within transnational families of Indonesian migrant workers. While migration has long been recognized as a strategy for improving household economic conditions, less attention has been given to the relational and psychosocial consequences of family separation. Addressing this gap, the study employs a qualitative case study approach in Cilacap Regency, one of Indonesia’s major migrant-sending regions. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis involving migrant workers and their family members, including spouses, children, and grandparents. The findings reveal that ongoing processes of care negotiation shape transnational family life under conditions of distance and constraint. Communication serves as the primary medium of care but is limited by technological barriers, time differences, and work demands, resulting in only partial emotional connection. Family roles are continuously reconfigured, with men negotiating domestic responsibilities and women maintaining caregiving authority from afar. Grandparents emerge as key caregivers, although intergenerational arrangements often create gaps in emotional care. These dynamics contribute to psychosocial strain, particularly among children and caregivers. This study highlights that family well-being in migration contexts is inherently relational and negotiated, underscoring the need for integrated social work interventions that address psychosocial support, digital inclusion, and gendered care dynamics. Keywords: Transnational families; Psychosocial well-being; Care negotiation; Migration; Social work Penelitian ini mengkaji bagaimana praktik pengasuhan, keterpisahan geografis, dan kesejahteraan psikososial dinegosiasikan dalam keluarga pekerja migran Indonesia. Selama ini, migrasi lebih banyak dipahami sebagai strategi peningkatan kesejahteraan ekonomi, sementara dampak relasional dan psikososial akibat keterpisahan keluarga masih kurang mendapat perhatian. Untuk mengisi kesenjangan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di Kabupaten Cilacap sebagai salah satu daerah pengirim pekerja migran terbesar di Indonesia. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen yang melibatkan pekerja migran serta anggota keluarga yang ditinggalkan, termasuk pasangan, anak, dan kakek-nenek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehidupan keluarga transnasional dibentuk oleh proses negosiasi pengasuhan yang berlangsung dalam kondisi keterbatasan dan jarak. Komunikasi menjadi medium utama dalam praktik pengasuhan, namun dibatasi oleh hambatan teknologi, perbedaan waktu, dan tuntutan kerja sehingga menghasilkan kedekatan emosional yang parsial. Peran keluarga mengalami rekonfigurasi, di mana laki-laki menegosiasikan peran domestik, sementara perempuan tetap menjalankan otoritas pengasuhan dari jarak jauh. Kakek-nenek berperan sebagai pengasuh utama, meskipun seringkali muncul kesenjangan dalam pemenuhan kebutuhan emosional anak. Dinamika ini berdampak pada tekanan psikososial, terutama pada anak dan anggota keluarga lainnya. Kata kunci: Keluarga transnasional; Kesejahteraan psikososial; Negosiasi pengasuhan; Migrasi; Pekerjaan sosial

Page 1 of 1 | Total Record : 5