cover
Contact Name
Gatot Suparmanto
Contact Email
info.lppm@ukh.ac.id
Phone
+62271-857724
Journal Mail Official
jurnal@ukh.ac.id
Editorial Address
masgat@yahoo.co.id
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada
ISSN : 20875002     EISSN : 2549371x     DOI : https://doi.org/10.34035/jk.v13i2
Core Subject : Health,
jurnal ini masih berfokus pada ilmu kesehatan kedokteran,keperawatan,biologi,kebidanan dan bidang kesehatan lainnya
Articles 434 Documents
PENGARUH MODISCO TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN PADA BALITA Ersila, Wahyu; Dwi Prafitri, Lia; Utami, Susri
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 15 No. 1, Januari 2024
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v15i1.1214

Abstract

Defisiensi gizi merupakan ketidakseimbangan atau kekurangan antara kebutuhan energi dengan asupan yang dikonsumsi sehari-hari, atau dapat diartikan nutrisi yang dikonsumsi dibawah rata-rata. Dampak yang terjadi ketika seorang balita mengalami malnutrisi berpengaruh pada terjadinya gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Upaya yang dapat dilakukan dengan pemberian Modified Dietetic Skimmed Milk and Coconut Oil (Modisco) karena mengandung lebih tinggi kalori dan protein. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh modisco terhadap peningkatan berat badan pada balita. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan pendekatan pretest posttes without control grup design. Tempat penelitian di Azzamil day care Kabupaten Pekalongan bulan Maret-Mei 2023. Sample yang digunakan 18 balita gizi kurang, dengan teknik purposive sampling Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi. Modisco formula I yaitu susu full krim 100gr, gula pasir 50gr, margarine 50 gr dan dicampur dalam air hangat diberikan sehari 1x selama 30 hari. Analisis data menggunakan analisis bivariate dengan uji beda mean, yaitu uji paired t test. Hasil penelitian diperoleh rata-rata berat badan balita sebelum dilakukan intervensi adalah 9,50 kg dan setelah diberikan memiliki rata-rata 10,21 kg dengan selisih kenaikan sebesar 710 gram. Nilai p diperoleh sebesar 0,000 (<0,05) hal ini juga menunjukkan berarti terdapat pengaruh modisco terhadap peningkatan berat badan pada balita. Kesimpulan bahwa modisco salah nutrisi tambahan yang tinggi protein dan kalori yang mampu meningkatkan berat badan pada anak terutama dengan gizi kurang, sehingga diharapkan modisco menjadi salah satu alternative program nutrisi tambahan yang dapat diberikan dalam penatalaksanaan gizi kurang dan gizi buruk. Nutritional deficiency is an imbalance or deficiency between energy needs and the intake consumed daily, or it can be interpreted as the nutrition consumed being below average. The impact that occurs when a toddler experiences malnutrition has an impact on growth and development disorders. Efforts that can be made are by giving Modified Dietetic Skimmed Milk and Coconut Oil (Modisco) because it contains higher calories and protein. The aim of this research was to determine the effect of modisco on weight gain in toddlers. This type of research is quasi experimental with a pretest posttest approach without control group design. The research location was Azzamil day care, Pekalongan Regency, March-May 2023. The sample used was 18 malnourished toddlers, using a purposive sampling technique. The instrument used was an observation sheet. Modisco formula I, namely 100g full cream milk, 50g granulated sugar, 50g margarine and mixed in warm water, is given once a day for 30 days. Data analysis uses bivariate analysis with a mean difference test, namely the paired t test. The research results showed that the average weight of toddlers before the intervention was carried out was 9.50 kg and after it was given the average was 10.21 kg with a difference in increase of 710 grams. The p value obtained was 0.000 (<0.05), this also shows that there is an influence of modisco on increasing body weight in toddlers. The conclusion is that Modisco is one of the additional nutrients that is high in protein and calories which can increase body weight in children, especially those with malnutrition, so it is hoped that Modisco will become an alternative additional nutrition program that can be provided in the management of malnutrition and malnutrition.
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KEMATIAN NEONATAL DI RUANG NICU RSUDP NTB Disnalia Siswari, Baiq; Supiani, Supiani; N. Yusuf, Nurlathifah
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 15 No. 1, Januari 2024
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v15i1.1227

Abstract

Latar Belakang: Angka kematian neonatal masih tergolong tinggi dan menjadi masalah kesehatan baik secara global maupun nasional. Di NTB Mayoritas 80,85% kematian bayi terjadi pada masa neonatal. Pada tahun 2021 terjadi peningkatan kematian neonatal dari tahun 2020 di RSUDP NTB, dengan penyebab kematian relatif sama yaitu disebabkan oleh BBLR dan Asfiksia Tujuan: Untuk Mengetahui Faktor - Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kematian Neonatal Di Ruang NICU Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain penelitian adalah case control. Hasil : Tidak ada hubungan paritas dengan kejadian kematian neonatal di Ruang NICU RSUDP NTB dengan p-value 0,583, Tidak ada hubungan Cara Persalinan dengan kejadian kematian neonatal di Ruang NICU RSUDP NTB dengan p-value 0,371, Ada hubungan Usia Kehamilan dengan kejadian kematian neonatal di Ruang NICU RSUDP NTB p-value 0,002, Tidak ada hubungan penyulit/ komplikasi kehamilan dengan kejadian kematian neonatal di Ruang NICU RSUDP NTB dengan p-value 0,487, Ada hubungan sistem rujukan dengan kejadian kematian neonatal di Ruang NICU RSUDP NTB dengan p-value 0,005, Ada hubungan BBLR dengan kejadian kematian neonatal di Ruang NICU RSUDP NTB dengan p-value 0,005, Tidak ada hubungan Asfiksia dengan kejadian kematian neonatal di Ruang NICU RSUDP NTB dengan p-value 0,309. Simpulan: bahwa paritas, cara persalinan, penyulit/komplikasi kehamilan, asfisia tidak berhubungan dengan kejadian kematian neonatal di RSUDP NTB sedangkan usia kehamilan, sistem rujukan, BBLR berhubungan dengan kejadian kematian neonatal di RSUDP NTB The neonatal mortality rate was relatively high and a health problem both globally and nationally. In NTB, the majority of 80,85% of infant deaths occured in the neonatal period. In 2021 there would be an increase in neonatal deaths from 2020 at the NTB Public Hospital, with relatively the same causes of death caused by LBW and Asphyxia. Objective: To find out the factors related to the incidence of neonatal death in the NICU room of the Regional Public Hospital of West Nusa Tenggara Methods: This type of research was analytic observational with a case control research design. Results: There was no relationship between parity and the incidence of neonatal death in the NICU Room of the NTB Hospital with a p-value of 0,583, There was no relationship between the method of delivery and the incidence of neonatal death in the NICU Room of the NTB Public Hospital with a p-value of 0,371. There was a relationship between gestational age and the incidence of neonatal death in NICU room at NTB Public Hospital with p-value of 0,002. There was no relationship between complications of pregnancy with the incidence of neonatal death in the NICU room at NTB Public Hospital with a p-value of 0,487. There was a relationship between the referral system and the incidence of neonatal death in the NICU room at NTB Public Hospital with a p-value of 0,005. There was a relationship between LBW and the incidence of neonatal death in the NICU Room of NTB Public Hospital with a p-value of 0,005. There was no relationship between asphyxia and the incidence of neonatal death in the NICU Room of NTB Public Hospital with a p-value of 0,309. Conclusion: Parity, mode of delivery, complications of pregnancy, asphyxia were not related to the incidence of neonatal death in the NTB Public Hospital, while gestational age, referral system and LBW were related to the incidence of neonatal death in the NTB General Hospital
ANALISIS KUALITATIF EKSTRAK DAGING LIDAH BUAYA DENGAN METODE MASERASI ETANOL 96% Prastyoningsih, Aris; Wijayanti, W; Prawistya Sari, Agnes; Parwati, Linda; Bethananta Aji, berliana; Anif Nurlita, Ressa
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 15 No. 1, Januari 2024
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v15i1.1228

Abstract

Latar belakang: Tanaman lidah buaya banyak dibudidayakan untuk pertanian, pengobatan, dan tanaman hias, dan dapat juga ditanam di dalam pot. Gel lidah buaya segar dapat langsung digunakan untuk pengobatan secara tradisional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui uji kualitatif fitokimia ekstrak lidah buaya. Metode: metode yang digunakan adalah membuat ekstrak lidah buaya jenis A. Vera dan A. Barbandensis dengan metode maserasi etanol 96%. Dilanjutkan dengan uji fitokimia pada identifikasi alkaloid, flavonoid, sapinin dan tepenoid. Hasil: hasil penelitian menunjukkan bahwa lidah buaya A. Vera memiliki kandungan alkaloid lebih banyak dibandingkan dengan A. Barbandensis. Sedangkan ekstrak lidah buaya jenis A. Barbandensis memiliki kandungan Flavonoid dan Saponin lebih banyak. Diskusi: senyawa fitokimia yang terkandung tersebut dapat digunakan sebagai komponen obat herbal untuk kesehatan. Aloe vera plants are widely cultivated for agriculture, medicine and ornamental purposes, and can also be grown in pots. Fresh aloe vera gel can be used directly for traditional treatment. The aim of this research was to determine the qualitative test of the phytochemicals of aloe vera extract. Method: The method used is to make extracts of A. Vera and A. Barbandensis aloe vera using the 96% ethanol maceration method. Followed by phytochemical tests to identify alkaloids, flavonoids, sapinin and tepenoids. Results: The results of the study showed that A. Vera aloe vera contains more alkaloids than A. Barbandensis. Meanwhile, A. Barbandensis type aloe vera extract contains more flavonoids and saponins. Discussion: the phytochemical compounds contained in it can be used as components of herbal medicine for health.
PENGARUH PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 6-59 BULAN DI DESA MUNDUK BALI TAHUN 2023 Putu Tia Adnyani, Ni; Hendra Setiawan, Komang; Made Kusuma Wijaya, I
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 15 No. 2, Juli 2024
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v15i2.1232

Abstract

Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang ditandai dengan hasil TB/U < -2 standar deviasi. Sampai saat ini stunting masih menjadi permasalahan di Indonesia dengan prevalensi 24,4%. ASI Eksklusif memiliki peran krusial dalam pemenuhan gizi untuk mendukung tumbuh kembang anak. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui adanya pengaruh pemberian ASI Eksklusif terhadap kejadian stunting pada anak usia 6-59 bulan di Desa Munduk Bali tahun 2023. Penelitian ini dilakukan di Desa Munduk Bali yang merupakan kawasan wisata, tetapi masih memiliki permasalahan gizi khususnya stunting. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain penelitian case control. Populasi penelitian mencakup seluruh anak usia 6-59 bulan yang tinggal di Desa Munduk sejumlah 250 anak. Penelitian dilakukan dengan menyetarakan karakteristik umum antara kelompok kasus dan kontrol dengan metode purposive sampling lalu diseleksi dengan kriteria inklusi dan eksklusi hingga didapatkan subjek penelitian berjumlah 20 anak dengan keterangan 10 anak kelompok kasus dan 10 anak kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam bersama Ibu dari sampel penelitian. Hasil uji bivariat dengan fisher exact test mendapat hasil P= 0,020 (Pvalue<0,05) dengan nilai Odds Ratio (OR) = 21,000 dengan confidence interval CI 95% berkisar 1,777 – 248.103. Hal ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting di Desa Munduk tahun 2023. Anak yang tidak ASI Eksklusif memiliki risiko terkena stunting 21 kali lebih tinggi dari pada anak dengan ASI Eksklusif. Stunting is a chronic nutritional problem characterized by a height-for-age (HAZ) result of < -2 standard deviations. Until now, stunting remains a prevalent issue in Indonesia, with a prevalence rate of 24.4%. Exclusive breastfeeding (EBF) plays a crucial role in fulfilling nutritional needs to support the growth and development of children. This research aims to investigate the influence of exclusive breastfeeding on the occurrence of stunting in children aged 6-59 months in Bali’s Munduk Village in 2023. The study is conducted in Balis’Munduk Village, a tourist area that still faces nutritional problems, particularly stunting. This analytical observational research employs a case-control study design. The study population includes all children aged 6-59 months residing in Munduk Village, totaling 250 children. The characteristics of the case and control groups are matched through purposive sampling, followed by selection based on inclusion and exclusion criteria, resulting in a total of 20 research subjects, comprising 10 cases and 10 controls. Data collection is carried out through in-depth interviews with the mothers of the research subjects. Bivariate analysis using Fisher's exact test yields a significant result with P = 0.020 (P value < 0.05) and an Odds Ratio (OR) value of 21.000, with a 95% confidence interval ranging from 1.777 to 248.103. This indicates a significant influence between exclusive breastfeeding and the occurrence of stunting in Munduk Village in 2023. Children who do not receive exclusive breastfeeding have a 21 times higher risk of experiencing stunting compared to those exclusively breastfed
PENGARUH PEMBERIAN PELATIHAN BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) TERHADAP PENGETAHUAN DAN TINDAKAN BHD PADA SISWA SMA KARYA PEMBANGUNAN MARGAHAYU Sujana, Treesia; Alfilayli Nikmah, Bella; Ginting, Monika
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 15 No. 1, Januari 2024
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v15i1.1238

Abstract

Kondisi kegawat daruratan henti jantung dapat terjadi dimana saja termasuk di lingkungan sekolah. Besaran masalah ini terlihat dari angka kematian akibat penyakit jantung dimana di Indonesia terdapat 251 kematian akibat penyakit jantung pada setiap 100.000 penduduk di tahun 2019. Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) di lingkungan sekolah dirasakan penting untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan BHD pada siswa SMA. Tujuan studi ini adalah mengidentifikasi apakah pelatihan BHD memberikan pengaruh terhadap pengetahuan dan tindakan BHD pada siswa SMA Karya Pembangunan Margahayu. Quasi experiment dengan pretest-postest with One Grup Design dipergunakan dalam studi ini. Teknik purposive sampling kemudian mendapatkan 50 sample. Uji statistik Wilcoxon dipergunakan dalam analisa data. Setelah pelatihan BHD, didapatkan bahwa 42 siswa (84.0%) memiliki pengetahuan baik dan 20 siswa ditemukan memiliki kemampuan cukup dalam tindakan BHD (36.0%). Uji statistik Wilcoxon diperoleh p-value 0,000 ˂ 0,05 yang memperlihatkan bahwa terdapat pengaruh pelatihan BHD terhadap meningkatnya pengetahuan dan tindakan BHD pada siswa SMA Karya Pembangunan Margahayu. Simpulan dari penelitian adalah bahwa pelatihan BHD memiliki pengaruh terhadap pengetahuan dan tindakan BHD pada siswa. Diharapkan dengan memiliki ketrampilan BHD, siswa dapat menghadapi kondisi kegawat daruratan yang dapat terjadi disekitar mereka termasuk di lingkungan sekolah dan masyarakat. Basic Life Support (BLS) training for high school students is important to increase knowledge and skills in BLS. The need of BLS training can be seen from the number of deaths from heart disease in Indonesia, where there were 251 deaths caused by heart disease in every 100,000 citizens in 2019. BLS training is considered to be important in increasing BLS knowledge and skills towards High School students. The purpose of this study is to identified whether there is an influence of BLS training towards knowledge and skills in students of Margahayu High School of Development. This research design uses quasi-experiments with pretest-postest with One Group Design. Purposive sampling techniques was used to collect 50 samples. Wilcoxon statistical test is chosen to analised the data. After the BHD training, it was found that 42 students (84.0%) had good knowledge and 20 students were found to have sufficient skills in BLS (36.0%). Furthermore, Wilcoxons statistical tests identified the p-value of 0,000( ˂ 0,05) which shows the influence of giving BLS training on the improvement of BLS knowledge and skills in students of Margahayu Karya Development High School. It is concluded from this study that BLS training can affect students BLS knowledge and psichomotor. It is expected that by having the BLS skills, students will be able to cope with the emergency situation that might occur surround them, including at school and the community.
FAKTOR LANGSUNG DAN TIDAK LANGSUNG DENGAN KEJADIAN STUNTING Irjayanti, Apriyana; Irmanto, Maxsi; Safitri Fatiah, Mona
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 15 No. 2, Juli 2024
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v15i2.1241

Abstract

Kasus stunting menjadi permasalahan global yang saat ini merupakan satu faktor terhambatnya perkembangan manusia di dunia. Tujuan riset yaitu menganalisis faktor langsung dan tidak langsung kejadian stunting. Metode riset memakai analitik observasional dengan desain case control. Populasi dan sampel yaitu rumah tangga yang memiliki balita berusia 25-59 bulan yang berisiko stunting di wilayah kerja Puskesmas Jayapura Utara sebanyak 82 balita. Besar sampel menggunakan perbandingan sampel antara kasus dan kontrol 1:1. Teknik pengambilan sampel yaitu teknik consecutive sampling. Seluruh variabel memakai instrumen kuesioner dan analisis data univariat dan bivariat. Hasil riset didapatkan ada korelasi antara riwayat penyakit diare dengan stunting pada balita (p-value = 0,001) dan tidak terdapat korelasi antara praktik cuci tangan (p-value = 0,258), praktik buang air besar (p-value = 0,081), praktik pengamanan sampah rumah tangga (p-value = 0,649), praktik pengelolaan air minum dan makanan (p-value = 1,000), akses air minum (p-value = 0,065), sanitasi jamban (p-value = 0,797), sanitasi pembuangan limbah cair (p-value = 0,068), dan sanitasi sampah rumah tangga (p-value = 1,000) dengan stunting pada balita. Saran riset ini ialah masyarakat agar membiasakan diri berperilaku higienis dan saniter serta membarui dan menegakkan keberlanjutan budaya hidup bersih dan sehat. The case of stunting is a global problem which is currently a factor in hampering human development in the world. The aim of the research is to analyze direct and indirect factors in the incidence of stunting. The research method uses observational analytics with a case control design. The population and sample are 82 households with toddlers aged 25-59 months who are at risk of stunting in the working area of ​​the North Jayapura Community Health Center. The sample size uses a sample ratio of 1:1 between cases and controls. The sampling technique is consecutive sampling technique. All variables use questionnaire instruments and univariate and bivariate data analysis. The research results showed that there was a correlation between a history of diarrhea and stunting in toddlers (p-value = 0.001) and there was no correlation between hand washing practices (p-value = 0.258), defecation practices (p-value = 0.081), safety practices household waste (p-value = 0.649), drinking water and food management practices (p-value = 1.000), access to drinking water (p-value = 0.065), latrine sanitation (p-value = 0.797), liquid waste disposal sanitation (p-value = 0.068), and household waste sanitation (p-value = 1.000) with stunting in toddlers. The advice of this research is for the public to get used to hygienic and sanitary behavior and to renew and uphold the sustainability of a clean and healthy living culture.
PENGARUH KARAKTERISTIK RESPONDEN TERHADAP KESIAPSIAGAAN BENCANA BANJIR DI DESA PASAWAHAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS CICURUG KABUPATEN SUKABUMI Budhiana, Johan
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 15 No. 1, Januari 2024
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v15i1.1243

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki kondisi geografis, geologis, hidrologis, demografis dan sosiologis membuatnya rentan terhadap bencana. Letak geografisnya di kawasan beriklim tropis menyebabkan Indonesia memiliki musim kemarau dan musim hujan. Karena hal ini Indonesia menempati peringkat ketiga sebagai negara yang rentan mengalami banjir di dunia. Banjir merupakan situasi di mana daratan tergenang oleh kenaikan volume air. Tujuan penelitia ini ntuk mengetahui pengaruh karakteristik responden terhadap kesipasiagaan masyarakat dalam mengahadapi bencana banjir. Jenis penelitian ini menggunakan korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini sebanyak 1.538 orang dan sampel 317 orang dengan teknik proportional random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara karakteristik responden terhadap kesiapsiagaan dengan nilai p-value jenis kelamin (0,000), umur (0,000), pendidikan (0,000), pekerjaan (0,000), sumber informasi (0,000), keikutsertaan organisasi (0,000), pelatihan bencana (0,006), pernah mengalami bencana (0,000) dan lama tinggal (0,000). Simpulan terdapat pengaruh jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan, sumber informasi, keikutsertaan organisasi, pelatihan bencana, pernah mengalami banjir, lama tinggal terhadap kesiapsiagaan bencana banjir serta terdapat pengaruh simultan jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan, sumber informasi, keikutsertaan organisasi, pelatihan bencana, pernah mengalami banjir, lama tinggal terhadap kesiapsiagaan bencana banjir di Desa Pasawahan Wilayah Kerja Puskesmas Cicurug Kabupaten Sukabumi. Indonesia as an archipelago with geographical, geological, hydrological, demographic and sociological conditions makes it vulnerable to disasters. Its geographical location in the tropical climate region causes Indonesia to have a dry season and a rainy season. Because of this, Indonesia ranks as the third most flood-prone country in the world. Flooding is a situation where land is inundated by an increase in water volume. The purpose of this study is to determine the influence of respondent characteristics on community preparedness in dealing with flood disasters. This type of study uses correlation with a cross-sectional approach. The population of this study included 1,538 people, and the sample using proportional random sampling technique was 317 people. As a result, there was no influence between the characteristics of the respondents on motivation by the p-values ​​of gender (0.000), age (0.000), educational background (0.000), occupation (0.000), information source (0.000), and organizational involvement (0.000). It has been shown that there is disaster training (0.006), disaster experience (0.000), length of stay (0.000). It has been concluded that there is a gender effect; age, education, occupation, information sources, organizational participation, disaster training, having experienced a flood, length of stay on flood disaster preparedness and there is a simultaneous influence of gender, age, education, occupation, information sources, organizational participation, disaster training, having experienced a flood. Length of residence on flood disaster preparedness in Pasawahan Village, Cicurug Health Center Working Area, Sukabumi Regency.
MODIFIKASI PERILAKU PERIKSA PAYUDARA SENDIRI MELALUI MEDIA KALENDER SADARI Indargairi, Indargairi; Sintawati, Sintawati
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 15 No. 1, Januari 2024
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v15i1.1252

Abstract

Periksa Payudara Sendiri (SADARI) merupakan cara termurah dan teraman dalam melakukan deteksi dini kanker payudara. Namun, tidak banyak remaja atau wanita yang rutin melakukan SADARI. Oleh sebab itu, diperlukan sebuah pendekatan baru dimana remaja wanita mampu bertanggungjawab dalam manajemen diri perilaku SADARI secara rutin setiap bulan. Pemberian edukasi berbasis Kalender SADARI yang di-follow up selama tiga bulan diharapkan mampu memodifikasi perilaku remaja wanita dalam melakukan SADARI untuk meningkatkan kulaitas hidup mereka dan sebagai langkah dalam deteksi awal kanker payudara. Penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan pretest-postest control group design. Jumlah sampel sebanyak 94 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Responden dibagi dalam kelompok intervensi (48 siswa) dan kelompok kontrol (46 siswa). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner data demografi, kuesioner perilaku SADARI, dan isian praktik SADARI siswi selama 3 bulan pada Kalender SADARI. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (p=0.078), namun responden pada kelompok intervensi maupun kelompok kontrol secara konsisten melakukan SADARI selama tiga bulan berturut-turut. Dari hasil penelitian ini diharapkan pihak sekolah dapat memberi program pendidikan bagi siswa tentang pentingnya melakukan SADARI untuk memfasilitasi pencegahan dan deteksi dini kanker payudara melalui kalender SADARI. Breast Self-Examination (BSE) is the cheapest and safest way to detect breast cancer early. However, not many teenagers or women regularly do BSE. Therefore, a new approach is needed where young women are able to take responsibility for self-management of BSE behavior on a regular basis every month. Providing education based on the BSE Calendar which is followed up for three months is expected to be able to modify the behavior of young women in carrying out BSE to improve their quality of life and as a step in early detection of breast cancer. This research used a quasi-experiment with a pretest-posttest control group design. The total sample was 94 respondents. The sampling technique uses accidental sampling. Respondents were divided into intervention groups (48 students) and control groups (46 students). Data was collected using a demographic data questionnaire, a BSE behavior questionnaire, and filling in female students' BSE practice for 3 months on the BSE Calendar. The results showed that there was no significant difference between the two groups (p=0.078), but respondents in the intervention group and control group consistently performed BSE for three consecutive months. From the results of this research, it is hoped that schools can provide educational programs for students about the importance of doing BSE to facilitate the prevention and early detection of breast cancer through the BSE calendar.
ANALISIS RANCANGAN PROTOTIPE PATIENT SELF-REPORTING SYSTEM UNTUK PERCEPATAN DETEKSI DINI POSTPARTUM BLUES MELALUI PENDEKATAN USER-CENTERED DESIGN Batubara, Intan; Aziz Pramudita, Dias; Mardiyah, Siti
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 15 No. 1, Januari 2024
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v15i1.1264

Abstract

Ibu postpartum yang mengalami blues dan tidak segera mendapatkan penanganan rentan mengalami depresi, kekambuhan pada kehamilan dan persalinan selanjutnya serta berisiko tinggi melakukan bunuh diri. Adapun skrining kejadian blues yang selama ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) masih menggunakan bentuk konvensional (kertas) dan hanya dinilai oleh tenaga kesehatan. Di sisi lain, patient self-reporting system memudahkan ibu postpartum untuk dapat menilai sendiri tanda dan gejala yang dialami dengan melakukan deteksi dini dan skrining postpartum blues secara mandiri dari mana saja dan kapan saja. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan sebuah rancangan prototipe self-reporting system yang mampu menjadi media lapor diri ibu postpartum dalam mentracking tanda dan gejala blues dan melakukan intervensi sederhana untuk meningkatkan suasana (mood) saat blues terjadi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah perancangan prototipe postpartum blues self-reporting system dan user interface serta analisis dengan pendekatan user-centered design dengan melibatkan dua UI/UX Specialist. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah User Experience Questionnaire (UEQ). Hasil analisis user centered design menunjukkan prototipe Sejati! Go mendapatkan evaluasi positif dalam ketiga aspek attractiveness, pragmatic quality dan hedonic quality. Sedangkan dalam pengukuran benchmark, hanya aspek dependability berada pada kategori below average. Penelitian ini memerlukan pengembangan dalam dependability dengan mengimplemantasikan robust error handling. Penelitian ini juga merekomendasikan prototipe Sejati! Go siap untuk dikembangkan ke tahap lanjutan usability study baik itu sofware deployment maupun mobile application testing dan diuji secara langsung ke calon user (penderita, suami, dokter spesialis kandungan dan kebidanan, psikolog, dokter umum, perawat, bidan dan kader). Postpartum mothers who experience baby blues and do not receive immediate treatment are at risk of developing depression and an increased risk of suicide. Screening for the blues, which has been done using the Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) questionnaire, is still in a conventional form (paper) and is only assessed by healthcare workers. On the other hand, patient self-reporting systems make it easier for postpartum mothers to identify their signs and symptoms from anywhere and anytime independently. This study aimed to produce a prototype design of a self-reporting system for mothers in tracking postpartum blues signs and symptoms so that they could apply home-based interventions to improve their mood when the blues occur. The research method used in this study was designing a prototype and user interface of a postpartum blues self-reporting system with a user-centered design approach. This study involved two UI/UX Specialists. The instrument used was the User Experience Questionnaire (UEQ). The results of the user-centered design analysis showed that the Sejati! Go prototype received positive evaluations in all three aspects: attractiveness, pragmatic quality, and hedonic quality. However, only the dependability aspect was in the below-average category in the benchmark measurement. This study requires development in dependability, specifically in robust error handling. This study also recommends that the Sejati! Go prototype can be further proceeded to usability study, both software deployment and mobile application testing with potential users (patients, husbands, obstetrician and gynecologists, psychologists, general practitioners, nurses, midwives, and cadres) to assess the user experience.
INTERVENSI MUSIK GAMELAN JAWA DALAM MENINGKATKAN NILAI KOGNITIF PADA LANSIA DENGAN PREDEMENSIA DI DESA KLESEM KEBONAGUNG Hasnah, Kholifah; Nuryanti, Aprilia
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 15 No. 1, Januari 2024
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v15i1.1277

Abstract

Fungsi kognitif merupakan kemampuan mental dan intektual serta memori, perhatian, persepsi, penalaran dan kondisi kesadaran secara umum yang dapat diukur untuk melihat nilai dari kognitif. Nilai kognitif akan menurun saat memasuki fase lansia dan mengakibatkan lansia menjadi mudah lupa, bingung dan terdapat gangguan bahasa. Salah satu implementasi yang dapat diberikan pada lansia dengan penurunan nilai kognitif adalah memberikan stimulasi music gamelan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui peningkatan nilai kognitif lansia setelah diberikan stimulasi music gamelan jawa. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah quasy eksperimental dengan one group pretest and posttest design. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 20 lansia yang akan diberikan implementasi musik gamelan jawa dan diukur nilai kognitif dengan kuisioner Mini Mental State Examination sebelum dan sesudah diberikan implementasi music gamelan jawa. Hasil analisa menunjukkan bahwa ada peningkatan nilai kognitif dengan kategori dari gangguan kognitif berat menjadi gangguan kognitif ringan dengan selisih nilai rata rata sebesar 6,7 pada nilai pre test dan post test. Kesimpulan terapi music gamelan dapat meningkatkan nilai kognitif pada lansia. Saran perlu adanya penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan penyakit degenerative pada lansia. Cognitive function is mental and intellectual abilities as well as memory, attention, perception, reasoning and general states of consciousness that can be measured to see the value of cognition. Cognitive values ​​will decrease when entering the elderly phase and result in elderly people becoming easily forgetful, confused and experiencing language problems. One implementation that can be given to elderly people with cognitive decline is providing gamelan music stimulation. The aim of this research is to determine the increase in the cognitive value of the elderly after being given Javanese gamelan music stimulation. The method used in this research was quasi-experimental with one group pretest and posttest design. The number of subjects in this study were 20 elderly people who would be given the implementation of Javanese gamelan music and their cognitive scores would be measured using the Mini Mental State Examination questionnaire before and after being given the implementation of Javanese gamelan music. The results of the analysis show that there is an increase in cognitive scores in categories from severe cognitive impairment to mild cognitive impairment with an average difference of 3.1 in the pre-test and post-test scores. Conclusion Gamelan music therapy can improve cognitive values ​​in the elderly. Suggestions require further research related to degenerative diseases in the elderly