cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan
ISSN : 23018267     EISSN : 25408291     DOI : -
Core Subject : Social,
JIPT (Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan) publishes a scientific papers on the results of the study/research and review of the literature in the sphere of psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 433 Documents
SIKAP TERHADAP UANG DAN PERILAKU BERHUTANG Shohib, Muhammad
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.266 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v3i1.2133

Abstract

Perilaku berutang telah banyak menjadi pilihan individu dalam menyelesaikan masalah pemenuhan kebutuhan. Perilaku berutang tidak hanya dimiliki oleh kalangan menengah ke bawah untuk memenuhi kebutuhan pokok, tetapi juga dimiliki oleh kalangan menengah ke atas. Hal ini tentunya tidak bisa lepas dari sikap seseorang terhadap uang, dimana perbedaan sikap tersebut akan diikuti dengan perbedaan perilaku seseorang yang berhubungan dengan uang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sikap terhadap uang dengan perilaku berutang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional dengan sampel penelitian sebanyak 227 orang. Metode pengambilan data menggunakan skala sikap terhadap uang (money attitude scale) dan skala perilaku berutang yang dianalisis melalui korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara sikap terhadap uang dengan perilaku berutang (p = 0.023, r = 0.150). Sumbangan efektif variabel sikap terhadap uang kepada perilaku berutang sebesar 2.2%. Dalam analisis korelasi parsial ditemukan bahwa dimensi distrus, quality dan anxiety berhubungan dengan perilaku berutang, sedangkan dimensi power-prestige dan retention time tidak berhubungan secara signifikan dengan perilaku berutang.   Kata kunci: Sikap terhadap uang, perilaku berutang   Debt behavior has an option individuals in resolving issues fulfillment. Debt behavior not only owned by the middle to bottom class to meet basic needs, but also owned by the upper middle class. This certainly can not be separated from money attitude, where the difference in money attitude will be followed by the person's behavioral differences that related to money. This study aimed to determine the relationship between money attitudes to debt behavior. This study is a quantitative correlation with a sample of 227 people. The data collection method using a money attitude scale and debt behavior scale then analyzed through product moment correlation. The results showed that there was a significant relationship between attitudes toward money to debt behavior (p = 0.023, r = 0.150). Effective contribution attitudes toward money to debt behavior by 2.2%. In partial correlation analysis found that distrust, quality and anxiety dimensions associated with the debt behavior, while the power-prestige and retention time dimensions was not significantly related to debt behavior.   Keyword : Money attitude, debt behavior  
MENURUNKAN TINGKAT STRES KERJA PADA KARYAWAN MELALUI MUSIK Lidyansyah, Intan Putri Dastia
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.652 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v2i1.1770

Abstract

Stres kerja merupakan bentuk dari ketidak seimbangan antara fisik dan psikis yang dapat menimbulkan kerugian bagi individu maupun organisasi yang terkait. Mendengarkan musik klasik Mozart merupakan salah satu cara untuk menurunkan tingkat stres kerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat stres kerja karyawan antara sebelum dan sesudah diberikan perlakuan musik. Desain yang digunakan adalah One Group Pre and Posttest Design. Alat ukur yang digunakan adalah skala stres kerja. Subjek penelitian berjumlah 5 orang. Hasil penelitian menunjukkan nilai Z = -2.032 dan nilai p = 0.042 dimana hasil tersebut menyatakan bahwa terdapat perbedaan skor stres kerja sebelum dan sesudah perilaku mendengarkan musik. Katakunci: Stres kerja, musik   Work stress is a form of imbalance between the physical and the psychic that can cause harm to individuals and organizations involved. Listening to Mozart classical music is one way to reduce employee stress levels. This study aims to determine the difference between the stress levels of employees before and after the treatment of music. Design used was One Group Pre and Posttest Design. Measuring instruments used were work stress scale. Subjects numbered 5 people. The results show the value of Z = -2032 and p value = 0.042 where the results suggests that there is a difference of work stress scores before and after the music listening behavior. Keyword: Work stress, music
SELF-REGULATED LEARNING (SRL) DENGAN PROKRASTNASI AKADEMIK PADA SISWA AKSELERASI Yudi Suharsono, Fitria Savira dan
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.927 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v1i1.1358

Abstract

Penundaan terhadap tugas-tugas sekolah dapat berdampak pada penurunan prestasi akademik siswa. Maka perlu adanya kontrol diri dalam belajar yang menunjang dalam pencapaian tujuan dengan mengatur waktu dan pengendalian sistem belajar yang dikenal dengan SRL. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan SRL dengan prokrastinasi akademik pada siswa akselerasi. Subyek penelitian yang dilibatkan adalah siswa kelas XI program akselerasi SMA Negeri di Kota Malang dengan usia 13-15 tahun (N = 48). Pengambilan data menggunakan dua skala, skala SRL dan prokrastinasi akademik. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan negatif dan sangat signifikan antara SRL dengan prokrastinasi akademik dengan koefisien korelasi (r)= -0,73 dan (P)= 0,000.Kata kunci: Self Regulated Learning (SRL), Prokrastinasi Akademik, AkselerasiProcrastination could decrease student's academic achievement. Therefore student should have a good self-control in education by managing time & learning system control that also known in psychologically term as the Self Regulated Learning. The aim of this research is to know the correlation between SRL and academic procrastination of accelerated students. Subjects of the research were student who follow accelerating program in Senior High School at XI grade.The data collected with two scales, SRL scale and academic procrastination scale. The data analyze used product moment correlation. The result showed there was negative and very significant correlation between SRL and academic procrastination with correlation coefficient value is (r)=-0,73 and (P)=0,000.Keywords: Self Regulated Learning (SRL), Academic Procrastination, Acceleration
TERAPI WARNA UNTUK MENGURANGI KECEMASAN PADA REMAJA YANG HAMIL DI LUAR NIKAH Aysha, Kafiyatul; Latipun, Latipun
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.944 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v4i2.3521

Abstract

Dewasa ini banyak sekali kasus kehamilan yang terjadi diluar nikah pada remaja dan banyak sekali remaja yang tidak siap dengan kehamilannya. Adapun dampak dari kehamilan di luar nikah adalah remaja tersebut mengalami kecemasan, terlebih lagi ketika remaja tersebut menghadapi persalinan. Oleh karena itu dibutuhkan suatu terapi khusus untuk menurunkan kecemasan saat persalinan, salah satunya adalah terapi warna. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kecemasan antara kelompok kontrol dan eksperimen setelah diberikan intervensi berupa terapi warna pada remaja yang hamil di luar nikah. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain control group pre-test post-test dengan subjek penelitian sebanyak 10 orang. Dari penelitian  yang  dilakukan,  diperoleh  hasil  bahwa  terdapat  perbedaan  yang  signifikan mengenai tingkat kecemasan dari kelompok kontrol dan eksperimen, dimana kelompok eksperimen memiliki tingkat kecemasan yang lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol. Dapat disimpulkan bahwa terapi warna mampu mengurangi kecemasan pada remaja yang hamil diluar nikah.Kata Kunci: Terapi warna, Kecemasan pada Remaja, Kehamilan diluar nikahNowadays the are many cases of adolescent premarital pregnancy and they have no preparation on it. The impact of premarital pregnancy is the solicitude that is happened to adolescent, especially when they face the childbirth. Therefore, it is necessary to conduct a therapy. An appropriate therapy for this case is the color therapy. The aim of this study is to show the reader if there is an difference of anxiety between control and experimental group after intervention of color therapy for adolescents who has premarital pregnancy. This study employed experimental research design with pre-test and post-test on control group and it has 10 research subjects. From this study, the researcher got the significant difference in regard to level of anxiousness in facing childbirth from control and experimental group.  The  experimental  group  has  the  lower  level  of anxiousness than control group. In consequence, the color therapy could decrease anxiousnessin facing childbirth of adolescent premarital pregnancy.Keywords: Color Therapy, Adolescent’s Anxiousness, Premarital Pregnancy
UPAYA PEMBERDAYAAN KOMUNITAS MELALUI SINERGI KADER POSYANDU DAN PSIKOLOG PUSKESMAS Sari, Endah Puspita
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.572 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v4i1.2877

Abstract

Keberadaan psikolog dalam struktur pelayanan kesehatan tingkat pertama (Puskesmas) dirasa sangat  penting agar tercapai kondisi masyarakat yang sehat secara paripurna. Salah satu pihak yang dapat bersinergi dengan psikolog Puskesmas adalah kader Posyandu karena kader Posyandu berasal dari daerah yang sama dengan wilayah binaan dan sehari-hari berinteraksi dengan lingkungan masyarakat di tempat ia tinggal. Tulisan ini dibuat untuk mendeskripsikan upaya-upaya sinergi yang sudah dan akan dapat dilakukan antara psikolog Puskesmas dan kader Posyandu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara dan observasi. Subjek dalam penelitian ini adalah tiga orang psikolog Puskesmas dan lima orang kader Posyandu. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya beberapa kerja sama yang dilakukan oleh psikolog Puskesmas dan kader Posyandu melalui beberapa program kegiatan bersama, seperi DSSJ dan PusLing.
GRATITUDE DAN PSYCHOLOGICAL WELLBEING PADA REMAJA Prabowo, Adhyatman
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.298 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v5i2.4857

Abstract

Gratitude dan psychological well-being merupakan aspek emosi positif yang ada dalam individu. Individu yang memiliki rasa bersyukur karena mampu menyadari bahwa dirinya banyak menerima kebaikan, penghargaan baik dari Tuhan, orang lain dan lingkungan sekitarnya. Sedangkan individu yang memiliki psychological well-being ketika Ia mampu menerima dirinya, membentuk hubungan yang hangat, memiliki kemandirian, mengontrol lingkungan eksternal, memiliki arti dalam hidup serta merealisasikan potensi dirinya secara kontinyu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Gratitude terhadap Psychological well being pada remaja. Penelitian menggunakan desain kuantitatif non eksperimen korelasional dua variabel. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik cluster sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala Ryff’s psychological well-being scale dan  The Gratitude Questionnaires Six Item Form (GQ-6). Analisa data menggunakan metode analisa korelasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara gratitude dan psychological well-being pada remaja (r=0,012, p=0,865). Kata kunci: Gratitude, psychological well-being, remaja. Gratitude and psychological well being is a positive emotional aspect in every individual. People have gratitude on their self because they aware to get something good in every situation, a good appreciation from God and another people. Meanwhile, people who have psychological well being when they have self acceptance, positive relation to other people, have autonomy and mastering environment, have purpose in life and realizing their potential. The purpose of this study is to know the effect of gratitude towards psychological well being in adolescents. The research design used quantitative non-experimental study, correlating 2 variables. The sampling technique using cluster sampling. The data collected by using Ryff’s Psychological Well-Being Scale formed by Caroll D. Ryff (1989) and The Gratitude Questionnaires Six Item Form (GQ-6) be in the form of Likert Scale by McCullough (2002). The data analyzed by correlational analysis method. The result of this study show that there is no correlation between gratitude and psychological well-being in adolescent (r = 0,012; p=0,865). Keywords: Gratitude, psychological well-being, adolescents
GUIDED IMAGERY TERHADAP TINGKAT KECEMASAN MENJELANG PERSALINAN PADA IBU HAMIL Purnama, Baiq Wahyu Rizki
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (943.28 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v3i2.3533

Abstract

Secara teoritis, guided imagery merupakan salah satu metode yang dapat menurunkan kecemasan dengan cara membayangkan suatu keadaan atau serangkaian pengalaman yang menyenangkan secara terbimbing dengan melibatkan indera. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah guided imagery dapat menurunkan tingkat kecemasan menjelang persalinan pada ibu hamil. Desain yang digunakan adalah one shot case study pre-test post-test pre-experimental design yang dilakukan pada 3 orang partisipan. Pengukuran dilakukan dengan skala kecemasan yang disusun peneliti dengan mengadopsi Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Hasil penelitian menunjukkan guided imagery dapat menurunkan tingkat kecemasan jika dilakukan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Penelitian ini dapat menjadi pengetahuan bagi masyarakat bahwa guided imagery merupakan salah satu alternatif penanganan dalam mengurangi kecemasan menjelang persalinan pada ibu hamil.Kata kunci: Guided imagery, Kecemasan menjelang persalinanBased on theory, guided imagery is an methods forreducinganxiety with imagining a condition or a sequence of pleasing experience by inolving senses. The purpose of this experiment is to know weather guided imagery can reduce the level of anxiety toward the childbirth for expectant mother. The design isa one shot case study pre – test post test pre experimental design which is invovled three participants. The  measurement used anxiety scale which compiled by the researcher by adopting  Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). The result oh the experiment shows that guided imagery  can reduce a level of anxiety if appropriate with the procedure which has been set. This study can be a knowledge for the citizen that guided imagery is analternative intervention for reducing anxiety toward the childbirth for expectant mother. Keyword: Guided Imagery, anxiety toward the childbirth
SIKAP TERHADAP BRANDING PERUSAHAAN DENGAN JOB INSECURITY PADA KARYAWAN Yuliyani, Yuliyani
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.918 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v2i2.1998

Abstract

Sebuah Brand atau nama besar yang telah dimiliki oleh sebuah perusahaan akan menjadi tolak ukur bagi kualitas kinerja karyawannya. Untuk mencapai kinerja yang bagus pastilah seorang karyawan harus bekerja lebih keras lagi. Saat bekerja tersebut muncul sebuah tekanan terhadap pekerjaannya sehingga akan memunculkan sebuah ketidakamanan kerja atau sering dikenal dengan istilah job insecurity. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan antara sikap terhadap branding perusahaan dengan job insecurity pada karyawan. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data yang bersifat kuantitatif dengan model skala Likert. Jumlah subjek penelitian sebanyak 100 orang yang bekerja di sebuah perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang sangat signifikan antara sikap terhadap branding perusahaan dengan job insecurity, dengan nilai r sebesar -0,598 dan nilai p=0,000. Hal ini berarti semakin positif sikap karyawan terhadap branding perusahaan, maka akan semakin rendah job insecurity-nya. Sumbangan efektif sikap terhadap branding perusahaan terhadap job insecurity sebesar 35,8% yang artinya masih ada 64,2% job insecurity dipengaruhi oleh variabel lain.    Kata kunci: Sikap, brand, job insecurity   Company’s brand or trademark was used to measure the quality of the employees’ work performance. To achieve a good work performance, employees were thus required to work harder. This caused the employees to feel pressure at work and thus made them feel Job Insecurity.  The purpose of this study was to determine how the relationship between attitudes toward branding the company with job insecurity on employees. This study uses the technique of quantitative data analysis with Likert scale models. The number of research subjects were 100 people working in a company. The results showed there was a significant relationship between attitudes toward branding the company with job insecurity, the r value of -0.598 and p = 0.000. This means that the more positive employee attitudes toward branding the company, the lower its job insecurity. Effective contribution to the company's branding attitude towards job insecurity was 35.8%, which means there are still 64.2% job insecurity is influenced by other variables. Keywords: Attitude, brand, job insecurity
REGULASI DIRI MAHASISWA DITINJAU DARI KEIKUTSERTAAN DALAM ORGANISASI KEMAHASISWAAN Alfiana, Arini Dwi
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.427 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v1i2.1581

Abstract

Regulasi diri merupakan kemampuan seseorang mengontrol diri dalam mencapai tujuan, sehingga mahasiswa meregulasi diri demi tercapai tujuan berkuliahnya. Adanya kegiatan organisasi yang tidak diwajibkan menjadikan perbedaan kegiatan mahasiswa. Penelitian ini dilakukan untuk melihat perbedaan tingkat regulasi diri mahasiswa jika dikaji dengan keikutsertaan dalam organisasi kemahasiswaan. Penelitian ini dilakukan di Universitas Muhammadiyah Malang dengan jumlah sampel 200 mahasiswa, diambil dengan teknik accedental sampling (nonprobability sampling). Teknik pengambilan data adalah menyebarkan skala SRQ (Self Regulation Questionaire), yang diadaptasi dari skala yang disusun Miller dan Brown (1991). Hasil try out terhadap 50 mahasiswa menunjukan nilai validitas bergerak dari 0.324-0.714 dengan reliabilitas sebesar 0.825. Hasil penelitian menyatakan mahasiswa yang mengikuti organisasi memiliki tingkat regulasi diri yang lebih tinggi. Hal tersebut sesuai dengan hasil analisis dengan metode t-test, di mana nilai t = 4,952 dengan p < 0,01. Katakunci: regulasi diri, mahasiswa, organisasi kemahasiswaan
HUBUNGAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DENGAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN DEWASA AWAL BAGIAN PRODUKSI PT. GANGSAR TULUNGAGUNG Diasmoro, Okky
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1018.404 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v5i1.3885

Abstract

Tuntutan mencapai target produksi, membuat karyawan dewasa awal bagian produksi memiliki fokus kerja yang tinggi dan rentan mengalami konflik yang berpengaruh pada kepuasan kerjanya. Fokus kerja membuat karyawan dewasa awal jarang melakukan komunikasi interpersonal dengan rekan kerjanya, sedangkan manfaat dari komunikasi interpersonal dapat meningkatkan dukungan sosial yang berpengaruh pada kepuasan kerja. Penelitian kuantitatif korelasional ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komunikasi interpersonal dengan kepuasan kerja karyawan dewasa awal bagian produksi PT. Gangsar Tulungagung yang berjumlah 142 dari 242 karyawan dengan menggunakan simple random sampling. Data diperoleh menggunakan skala Komunikasi Interpersonal dan skala Kepuasan Kerja. Teknik analisa data menggunakan uji korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan positif signifikan antara komunikasi interpersonal dengan kepuasan kerja. Semakin tinggi komunikasi interpersonal maka akan semakin tinggi pula kepuasan kerja pada karyawan dewasa awal bagian produksi PT. Gangsar Tulungagung. Pengaruh komunikasi interpersonal terhadap kepuasan kerja sebesar 16,5% (r = 0,406 ; p = 0,000<0,01 ;  = 0,165). Kata kunci : Komunikasi interpersonal, kepuasan kerja, karyawan dewasa awal bagian produksi Demand to achieve the production targets makes early adult production employees have to focus more to fulfill their duties. This condition makes them gain more conflicts and get less of interpersonal communication that affects their job satisfaction, while the interpersonal communication itself creates a social support which also increases the job satisfaction. The purpose of this correlational quantitative research is to know the correlation between interpersonal communication and job satisfaction from early adult production employees of PT. Gangsar Tulungagung which are 142 employees from 242 of total employees and uses simple random sampling. Data is collected using Interpersonal Communication scale and Job Satisfaction scale and analyzed using Product Moment. The result shows a significant positive correlation between interpersonal communication and job satisfaction, which means if the early adult production employees of PT. Gangsar Sentosa have a high interpersonal communication, they will also be satisfied with their job. Interpersonal communication affects the job satisfaction as 16,5% (r = 0,406 ; p = 0,000<0,01 ; = 0,165 ). Keyword : Interpersonal communication, job satisfaction, early adult production employee