cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan
ISSN : 23018267     EISSN : 25408291     DOI : -
Core Subject : Social,
JIPT (Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan) publishes a scientific papers on the results of the study/research and review of the literature in the sphere of psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 433 Documents
KEMATANGAN KARIR DENGAN INTENSI TURNOVER PADA KARYAWAN Hanza, Sherif Raditya; Ingarianti, Tri Muji
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.004 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v3i2.3534

Abstract

Intensi turnover merupakan fenomena yang tidak bisa dihindari dalam sebuah lingkungan perusahaan. Factor internal kematangan karir merupakan salah satu prediktor terjadinya fenomena intensi turnover ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kematangan karir dengan intensi turnover pada karyawan. Desain penelitian bersifat non-eksperimental kuantitatif dengan menggunakan skala kematangan karir dan skala intensi turnover sebagai instrumen penelitian. Jumlah subjek sebanyak 301 orang dengan menggunakan metode nonrandom sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang sangat signifikan antara kematangan karir dengan intensi turnover (r = -0,472 ; p = 0,000 (p<0,01), dengan sumbangan efektif sebesar 22,3%. Hal ini berarti semakin tinggi kematangan karir karyawan maka akan semakin rendah intensi turnover yang dapat terjadi.                                                                                          Kata kunci: Kematangan karir, intensi turnover, karyawan Turnover intention is a phenomenon that can’t be avoided in an enterprise environment among other phenomena. Internal factors of career maturity is one of the predictors of turnover intention. The purpose of this study was to determine the relationship between career maturity employee turnover intention. As non-experimental quantitative, used career maturity scale and turnover intention scale. The number of subjects were 301 people by using nonrandom sampling method. The results showed that there is a significant negative relationship between career maturity with turnover intention (r=-0.472 ; p = 0.000 (p<0,01)). This means that the higher employee's career maturity, the lower turnover intention may occur. Keywords: Career maturity, turnover intention, employees
STRES KERJA DITINJAU DARI SHIFT KERJA PADA KARYAWAN Marchelia, Venny
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.894 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v2i1.1775

Abstract

Shift kerja merupakan salah satu strategi yang dilakukan perusahaan untuk meningkatkan produktivitas secara maksimal dan efisien namun berpotensi menyebabkan stres kerja pada karyawan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan stres kerja ditinjau dari shift kerja pada karyawan bagian produksi PT.UNISEM Batam. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif.Subjek penelitian berjumlah 121 karyawan yang diambil dengan teknik purposive sampling.Instrumen pengambilan data menggunakan skala stres kerja.Sedangkan metode analisis data menggunakan metode oneway anova untuk menguji perbedaan antara tiga atau lebih kelompok data yang berasal dari satu variabel yaitu stres kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan stres kerja yang signifikan ditinjau dari shift kerja pada karyawan. p=0,000 (p<0,05) dimana shift malam lebih tinggi tingkat stresnya dengan mean = 71.25 dibandingkan shift pagi dengan nilai mean= 64.57 dan shift siang dengan mean= 60.72. Katakunci: Stres kerja,shiftkerja   Work shift was one of the company’s strategies to maximaze company’s productivity and efficiency. Meanwhile, this strategy has potentially caused employees work stress. Accordingly, this descriptive-quantitative study aimed at investigating the difference of the work stress of the employees in production division of PT.UNISEM Batam based on their work shift. The study was conducted to 121 employee by using purposive sampling technique and the data were collected using work stress scale. Further, oneway anova was used to analyze the data and test the differences of the three or more clusters of the data in the same variable which was work stress. The findings revealed that the employees work stress significantly differed in relation to the work shift of the employees. The result was p=0.000 (p<0.05) which signified that the employees at night shift had higher stress level with mean 71.25 compared to those in the morning shift with mean 64.57 and those in the afternoon shift with mean 60.72. Keywords: Workstress, work shift
STRATEGI SELF PRESENTATION PADA KARYAWAN BANK BAGIAN CUSTOMER SERVICE Tri Muji Ingarianti, Stefi Rizki Widya dan
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.31 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v1i1.1363

Abstract

Customer service merupakan jembatan penghubung bank dengan nasabah yang dituntut untuk memberikan pelayanan dengan mutu terbaik dengan memperlihatkan performa diri yang positif agar terkesan sebagai seseorang yang bersahabat, ahli, serta berpengalaman dalam menawarkan jasa bank. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi self presentation pada karyawan bank bagian customer service. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian sebanyak 60 customer service bank dengan teknik Incidental Sampling. Metode pengumpulan data menggunakan angket dengan metode analisa data menggunakan prosentase. Hasil penelitian ini menunjukkan 14 customer service (23,33%) menggunakan strategi ingratiation ketika melayani nasabah, 13 (21,67%) strategi self promotion, 11(18,33%) strategi supplification, 9 (15%) strategi aligning actions, 6 (10%) strategi exemplification, 4 (6,67%) strategi self handicapping, 3 (5%) strategi altercasting, serta 0% strategi intimidation.Kata kunci: Strategi Self Presentation, Customer Service BankCustomer service is a bridge for bank to the customer so they are required to provide the highest quality service in order to maintain the relationship and the bank remains a good image in the eyes of the customer. The purpose of this study was to determine self-presentation strategies on the bank's customer service employees. This type of research is descriptive quantitative approach. The sample of 60 customer service bank. Sampling technique used is incidental sampling. Instruments used to collect the data was questionnaires and data analysis methods are percentages.These results indicated that 14 customer service (23.33%) used the strategy of ingratiation when serving customers, 13 (21.67%) strategy of self promotion, 11(18.33%) supplification strategies, 9 (15%) strategy of aligning actions, 6 (10%) strategy of exemplification, 4 (6.67%) selfhandicapping strategies, 3 (5%) altercasting strategies, and 0% onintimidation strategies.Keywords: Self-Presentation Strategies, Bank Customer Service
MUSIK KLASIK DAN DAYA INGAT JANGKA PENDEK PADA REMAJA Dharmawan, Triadib
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.073 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v3i2.3538

Abstract

Mendengarkan musik klasik akan memberikan ketenangan serta merangsang dan mampu mengatur kondisi otak untuk berkonsentrasi. Kondisi seperti ini sangat baik untuk digunakan dalam aktivitas belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh alunan musik klasik terhadap ingatan jangka pendek pada remaja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain pretest-posttest control group, subjek dibagi menjadi dua kelompok dengan rincian kelompok eksperimen diperdengarkan musik klasik pada saat kegiatan mengingat silabel tak bermakna sedangkan untuk kelompok kontrol tidak diperdengarkan musik klasik pada saat kegiatan mengingat silabel tak bermakna. Subjek dalam penelitian ini adalah 20 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang dengan kategori usia remaja akhir dan kategori IQ rata-rata. Data dianalisis dengan metode non parametric uji independent sample t-test.  Dari hasil penelitian ini menyatakan bahwa hipotesa ditolak karena musik klasik tidak pengaruh terhadap daya ingat jangka pendek pada remaja.Kata kunci: Daya ingat jangka pendek, musik klasikListening to classical music will make a relax condition as long as stimulate and manage the brain’s condition to concentrate, this condition is very good to use in learning activities. This research intend to find out the effect of classical music strain for short-term memory in teens. The research method is experiment with the pretest-posttest control group design, subjects were divided into two groups with details the experimental group heard classical music during memorizing meaningless syllables activities whereas for the control group are not heard classical music at the time memorizing meaningless syllables activities. Subjects in this research were 20 students of the University of Muhammadiyah Malang by category teens and average IQ. The data were analyzed with non-parametric test method independent sample t-test. The results is classical music was not significant effect for short-term memory in teens.Keyword: Short-term memory, classical music
TEKNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF UNTUK MENGURANGI STRES PADA PENDERITA ASMA Resti, Indriana Bil
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jipt.v2i1.1766

Abstract

Keadaan jiwa dan fisik seseorang terdapat hubungan yang erat dan saling mempengaruhi.Stres terbukti telah membawa kerugian bagi setiap penderitanya, misalnya, pada penderita asma. Manajemen stres merupakan upaya menyeluruh untuk mengendalikan stres namun tidak untuk menghilangkannya. Manajemen stres dengan teknik relaksasi otot progresif merupakan salah satu teknik untuk menahan terbentuknya respon stres. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui apakah teknik relaksasi otot progresif dapat mengurangi stres pada penderita penyakit asma.Jenis penelitian yang digunakan single-case experimental designs. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian A-B. Subjek dalam penelitian ini sejumlah 2 orang penderita penyakit asma. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakanself report. Peneliti juga menggunakanwawancara sebagai metode pengumpulan data. Wawancara dilakukan pada saat pra terapi sebagai asesmen awal, proses selama terapi, pasca terapi, dan  tindak lanjut. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa teknik relaksasi otot progresif yang diberikan dapat membantu mengurangi tingkat stres dan gejala stres yang dirasakan oleh kedua subjek yang mempunyai penyakit asma. Kata kunci: Teknik relaksasi otot progresif, stres, penderita asma   The soul and the physical condition of a close relationship and mutual influence. Stress brought losses for each suffers, for example, in patients with asthma. Stress management is a comprehensive effort to handle stress, but not to eliminate them. Stress management with progressive muscle relaxation technique is one technique to suppress the formation of stress response. This study was undertaken to find out what progressive muscle relaxation techniques can reduce stress in patients with asthma. Type study used a single case experimental designs. This research used the AB research design. The subjects in this study a total of 2 patients with asthma. In addition to self-report, researchers also used the interview as a method of data collection. Type the researcher used interview performed at pre therapy as early asesmen process for therapy, post- therapy, and follow-up. From the results of the study found that progressive muscle relaxation techniques provided can help reduce stress levels and symptoms of stress felt by both subjects with asthma. Keyword: Progressive muscle relaxation techniques, stress, asthma Sufferers
SUCCESSFUL AGING PADA LANSIA YANG TINGGAL DI LINGKUNGAN PERUMAHAN DAN PERKAMPUNGAN Firlianda, Ariesta
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.939 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran successful aging pada lansia yang tinggal di lingkungan perumahan dan perkampungan.Variabel penelitian adalah successful aging. Subjek yang digunakan sebanyak 322 orang yang keseluruhan merupakan lanjut usia (lansia) dengan rata-rata usia 60-75 tahun. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling atau sampel bertujuan. Alat pengumpul data berupa skala successful aging. Hasil penelitian menunjukkan Successful aging lansia yang tinggal di lingkungan perumahan dan perkampungan menunjukkan adanya perbedaan, artinya lansia yang tinggal di lingkungan perumahan lebih tinggi pada 3 indikator  Successful aging yaitu terdiri dari indikator kemandirian, finansial dan status sosial dan kebermaknaan hidup, sedangkan di indikator aktualisasi diri lansia yang tinggal diperumahan lebih rendah dari lansia yang tinggal di lingkungan perkampungan. Analisis data menggunakan teknik deskriptif statistik. Hasil analisis data diperoleh nilai Successful aging lansia, baik di perumahan dan diperkampungan tergolong dalam kategori Tinggi dengan persentase lansia yang tinggal di perumahan 61% dan presentase lansia yang tinggal di perkampungan sebesar 52%.Kata Kunci:Successful Aging, Lansia (Lanjut Usia), Lingkungan Perumahan dan perkampungan.This study was conducted to describe of successful aging in elderly living in residential and settlement area. Variabel research was successful aging. Subjects used as many as 322 people who overall ware elderly with an average age of 60-75 years. Technique sampling used purposive sampling. Data collect with successful aging scales. The result of this research shows that the successful aging in elderly living at residential and settlement area shows the difference, meaning that the elderly living in the housing is higher on 3 indicators Successful aging is consist of independence, financial and social indicators and meaningfulness of life, while in self-actualization indicator the elderly living in the housing is lower than the elderly living in the neighborhood. Data analysis using statistical descriptive technique. The result of data analysis obtained the value of Successful aging elderly, both in housing and dikampamp pertained in High category with percentage of elderly who live in housing 61% and percentage of elderly living in settlement by 52%.Keywords: Successful Aging, Elderly (Seniors), Housing and Settlement Environment.
LINGKUNGAN DAN KEPUASAN KONSUMEN HOTEL Djudiyah, Djudiyah
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.776 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v1i1.1354

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan lingkungan fisik dan lingkungan sosial yang dapat mempengaruhi kepuasan konsumen. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian berjumlah 25 tamu hotel bintang tiga di kota Malang yang diambil dengan teknik sampel insidental. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dan interviu, sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah analisis prosentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa25 % reponden menyatakan desain eksterior hotel merupakan faktor utama yang mempengaruhi kepuasan mereka dalam memilih hotel, 37% responden merasa nyaman bila kendaraannya terlindung dari sinar matahari dan hujan, 47 % responden menyatakan bahwa kamar, furniture, desain interior hotel, kondisi lingkungan yang tidak bising serta perlindungan terhadap privasi juga merupakan faktor yang dapat membuat mereka puas, 41% responden mengatakan bahwa kepuasan mereka dipengaruhi oleh karyawan hotel yang berpenampilan menarik dan responsif, 16.67% responden menyatakan bahwa empati karyawan hotel juga merupakan faktor yang membuat mereka puas.Kata kunci: Lingkungan Fisik dan Sosial, Kepuasan KonsumenThis research aimed to analyze and describe of hotel environment, both physical and social environment which influence to the customer satisfaction. The method used in this research was descriptive quantitative research. Subjects in this research were 25 three-star hotel customers in Malang. Sampling procedure used in this research was incidental sampling. The instruments used in collecting the data were open questionare and interview. Method to analyze data is procentage. It was found that twenty five of respondents stated that exterior design of the hotel was the main factor that influenced customer satisfaction in choosing a hotel. Thirty seven percent of respondents stated that they felt comfort if their vehicles were protected from sunlight and rain. Forty seven percent of respondents stated that room condition, the furniture, interior design, lack of noise and privacy protection were factors that related to their satissfaction. Forty one percent respondent said that attractive and responsive employees and 16.67% respondents said empathic employees make them feel satissfied.Key words: Physical and Social Environment, Customer Satisfaction
ANALISIS KOMPETENSI KEPEMIMPINAN WANITA Meizara, Eva; Dewi, Puspita; Basti, Basti
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.096 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v4i2.3518

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mendiskripsikan  adalah: (1) Mendeskripsikan bagaimana wanita menjalankan peran kepemimpinannya ditinjau dari kompetensi dan kepribadian; (2) Perbedaan pemimpin wanita dan laki-laki menurut bawahan. Penelitian ini menggunakan wawanacara, Focus Grouping Discus (FGD), dan observasi. Dua instansi dijadikan tempat pengambilan data dengan jumlah keseluruhan subyek sebanyak 11 orang. Hasil pengolahan data dari kedua instansi tersebut saling melengkapi sehingga didapatkan hasil sebagai berikut: Kepribadian yang dibutuhkan pemimpin wanita yakni: harus memiliki juga sifat maskulin (percaya diri, tegas dan berani mengambil keputusan) dan adanya dukungan dari keluarga terutama suami. Disamping itu, kemampuan lain yang mendukung adalah management waktu karena harus berperan ganda yang keduanya berjalan bersamaan sehingga sinergitas sangat dibutuhkan. Secara umum bawahan tidak lagi memperdebatkan jenis kelamin seorang pemimpin, yang lebih utama adalah kompetensi dan kepribadiannya. Namun jika dianalisa lebih dalam, maka terdapat 2 perbedaan mendasar antara pemimpin pria dan wanita, yakni: a) Berkaitan dengan Kinerja; b) Berkaitan dengan EmpatiKata Kunci: Kepemimpinan, WanitaThe aims of this study are to describe: 1). Describing how women manage a leadership role in terms of competence and personality. 2). Describing differences between women and men leadership role according to the assistants. This study uses interview, Focus Grouping Discus (FGD), and observation. Two agencies used as a data collection with a total of eleven person subjects. Data processing results of both these institutions are complementary to obtain the following results: Personality required women leaders specifically: must have also masculine (confident, assertive, and bold decision-making) and the support of family, especially her husband. In addition, other capabilities that support are management of time because they have a double role, which both run concurrently so that synergy is essential. Normally assistant no longer debating the gender of a leader, more important is the competence and personality. However, if analyzed more deeply, then there are three fundamental differences obtained from the analysis of this study, namely: a). Related to performance: b). Related to empathyKey word: Leadership, Woman
PARTISIPASI PERENCANAAN STRATEGIS BERBASIS BALANCED SCORECARD TERHADAP PENINGKATAN KOMITMEN TUJUAN Hidayatullah, Muhammad Syarif
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.921 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v3i1.2127

Abstract

Karyawan yang memiliki komitmen tinggi sangat peduli dengan tujuan organisasi. Sebaliknya, karyawan yang berkomitmen tujuan rendah tidak peduli tujuan organisasi dapat tercapai atau tidak. Partisipasi mempengaruhi komitmen karyawan pada tujuan organisasi. Partisipasi memberikan peluang terjadinya pertukaran informasi dan negosiasi, menciptakan persepsi spesifik, realistis dan perasaan memiliki. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh partisipasi perencanaan strategis berbasis balanced scorecard (BSC) terhadap peningkatan komitmen tujuan dan menghasilkan rencana strategis berbasis BSC di sebuah yayasan. Desain penelitian menggunakan kuasi eksperimen. Penelitian ini melibatkan 16 subjek di sebuah yayasan. Pengukuran komitmen tujuan menggunakan skala komitmen tujuan. Analisa data kuantitatif dengan Repeated Measures ANOVA. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa tidak ada peningkatan yang signifikan pada komitmen tujuan (F = 0,500 dan p = 0,611 setelah mengikuti perencanaan strategis partisipatif berbasis BSC.   Kata kunci: Partisipasi, perencanaan strategis, balanced scorecard, komitmen tujuan Employees who have high goal commitment are very concerned with organizational goals. Otherwise, employees who have low goal commitment did not care organization goals can be achieved or not. Participation affect employee commitment to organizational goals. Participation provides opportunities for information exchange and negotiation, creating a perception that the goals has specific, realistic and a sense of belonging to the goals. This study aims to examine the effect of participation in strategic planning based on the balanced scorecard (BSC) to increase goal commitment and to generate strategic plan based on the BSC in a foundation. This study involved 16 subjects in a foundation. Measurement of goal commitment using goal commitment scale. Quantitative data analysis with Repeated Measures ANOVA. The result showed that there was no significant increase of goal commitment (F = .500 and p = .611) after attending a participatory strategic planning based on BSC.   Keywords: Participation, strategic planning, balanced scorecard, goal commitment
KECENDERUNGAN PERILAKU CYBERBULLYING DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN EKSTROVERT DAN INTROVERT Satalina, Dina
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.826 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v2i2.2003

Abstract

Cyberbullying saat ini menjadi sebuah topik yang sedang marak dibicarakan. Cyberbullying merupakan suatu perilaku agresi yang mengacu pada perilaku bullying yang dilakukan oleh seseorang melalui sosial media seperti web, sms, jejaring sosial, chat room, dan lain-lain. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi seseorang dalam melakukan cyberbullying, salah satunya adalah tipe kepribadian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kecenderungan perilaku cyberbullying jika ditinjau dari tipe kepribadian ekstrovert dan introvert. Penelitian ini menggunakan metode kausal-komparatif dengan menggunakan alat tes kepribadian EPI-A dan skala perilaku cyberbullying. Teknik sampling yang digunakan adalah stratified random sampling dan didapatkan 165 siswa SMAN 1 Purwosari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan kecenderungan perilaku cyberbullying ditinjau dari tipe kepribadian ( t=0,019, p=0,05). Kata kunci: Cyberbullying, tipe kepribadian, remaja, ekstrovert, introvert  Cyber bullying is becoming an emerging topic discussed. Cyber bullying is an aggression behavior which refers to bullying behavior by a person through social media such as web, messaging, social networking, chat rooms, etc. Many factors that can influence a person in making cyber bullying, one of which is a personality type. The purpose of this study was to determine  differences in behavioral tendencies cyber bullying when viewed from extraversion and introversion personality type. This research used a causal-comparative using EPI-A and cyber bullying behaviors scale. The sampling technique used is stratified random sampling and obtained 165 students of public senior high school of Purwosari. The results showed that there were differences in behavioral tendencies in terms of personality types of cyberbullying (t = 0.019, p = 0.05). Keywords: Cyberbullying, personality types, adolescence, extraversion, introversion