cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan
ISSN : 23018267     EISSN : 25408291     DOI : -
Core Subject : Social,
JIPT (Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan) publishes a scientific papers on the results of the study/research and review of the literature in the sphere of psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 433 Documents
PLAY THERAPY UNTUK MENINGKATKAN KONSENTRASI PADA ANAK ATTENTION DEFICIT HYPERACTIVE DISORDER (ADHD) Hatiningsih, Nuligar
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (787.927 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v1i2.1586

Abstract

Gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktif yang sering disebut sebagai Attention Deficit Hyperactive Disorder (ADHD) yaitu suatu sindrom neuropsikiatrik yang akhir-akhir ini banyak ditemukan pada anak-anak. Gejala kurang konsentrasi yang terjadi pada anak ADHD dapat mengganggu masa perkembangan anak dalam hal kognitif, perilaku, sosialisasi maupun komunikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih dalam apakah play therapy dapat meningkatkan konsentrasi pada anak ADHD. Jenis penelitian yang digunakan adalah single subjek experimental design. Subjek dalam penelitian sejumlah 3 anak ADHD. Metode pengumpulan data menggunakan observasi. Analisa data yang digunakan adalah analisa grafik deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa play therapy dapat meningkatkan konsentrasi pada anak ADHD. Katakunci: Play therapy, konsentrasi, ADHD
EFEKTIVITAS PROGRAM MANAGEMENT BY OBJECTIVES PADA TINGKAT WORK ENGAGEMENT KARYAWAN PT. X ICE CREAM YOGYAKARTA Utomo, Genjadid; Riyono, Bagus; Budiharto, Sus
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.456 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v5i2.4562

Abstract

Work engagement telah menjadi topik hangat dalam beberapa tahun terakhir di perusahaan-perusahaan konsultasi dan dalam dunia bisnis (Saks, 2006). Penting bagi perusahaan  untuk memperhatikan  engagement para karyawannya  karena  sangat  berkaitan  erat  dengan  outcome  bisnis,   seperti:  produktivitas,   keuntungan,  loyalitas  dan  kenyamanan  pelanggan (Markos & Sandhya, 2010). PT. X merupakan usaha kecil menengah (UKM) yang sedang berkembang. Permasalahan yang dihadapi PT. X berkaitan adalah kurang optimalnya kinerja para karyawan. Penting bagi perusahaan tersebut untuk meningkatkan work engagement karyawan terutama untuk memastikan keberlangsungan usaha dan membuat karyawan memiliki kinerja yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektifitas program management by objectives (MBO) pada tingkat work engagement karyawan di PT. X. Program MBO merupakan salah satu metode penetapan tujuan dengan melibatkan karyawan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain penelitian the before and after study. Sebanyak 12 responden dari perusahaan Usaha Kecil Menengah yang bergerak di bidang beverage terlibat dalam Program MBO yang dilakukan selama 2 bulan. Pengukuran work engagement menggunakan skala UWES (Utrecht Work Engagement Scale) yang dikembangkan oleh Schaufeli dan Bakker (2004). Dengan menggunakan analisis data wilcoxon ditemukan perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah dilakukannnya program MBO dengan nilai Z= -2.135  dan signifikansi  0,03 (P<0,05). Sementara sumbangan efektif program MBO terhadap peningkatan work engagement karyawan PT. X adalah 31,33%.  Kata Kunci : management by objectives, work engagementWork engagement has become a hot topic in recent years in consulting firms and in the business world (Saks, 2006). It is important for companies to pay attention to the engagement of its employees because it is closely linked to business outcomes, such as: productivity, profitability, loyalty and customer convenience (Markos & Sandhya, 2010). PT. X is the small and medium enterprises (SMEs) are being developed. Problems faced by PT. X relates is less than optimal performance of employees. It is important for these companies to increase employee engagement work is mainly to ensure business continuity and to make employees have optimal performance. This study aimed to examine the effectiveness of program management by objectives (MBO) at the level of work engagement of employees at PT. X. MBO program is one method of goal setting by involving employees. This research used experimental methods to study the design of the before and after study. A total of 12 respondents from companies small and medium enterprises engaged in the beverage involved in the MBO program conducted over two months. Measurement of work engagement using a scale Uwes (Utrecht Work Engagement Scale) developed by Schaufeli and Bakker (2004). By using the Wilcoxon data analysis found a significant difference before and after the perpetration of the MBO program to the value of Z = -2,135 and significance of 0.03 (P <0.05). While MBO program effective contribution to the improvement of work engagement of employees of PT. X is 31.33%.Keywords: management by objectives, work engagement
KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS REMAJA DI SEKOLAH Prabowo, Adhyatman
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.601 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v4i2.3527

Abstract

Masalah kenakalan remaja di Indonesia semakin memprihatinkan dan menjelma menjadi masalah sosial yang kritis karena telah mengarah pada berbagai bentuk tindakan kriminalitas. Kesejahteraan psikologis pada remaja dapat menjadi pondasi bagi remaja dalam menghadapi masa kritis dan penuh gejolak pada periode remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah menggambarkan kesejahteraan psikologis remaja di sekolah. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian yaitu 224 remaja di Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah Malang. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode cluster sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala psychological well-being dari Caroll D.Ryff. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kesejahteraan psikologis remaja di Sekolah Menengah Kejuruan berada pada kategori sedang. Dimensi yang paling berpengaruh pada kesejahteraan psikologis remaja adalah adalah enviromental mastery, dimana remaja merasa bahagia ketika mampu menguasai lingkungannya secara baik.Kata kunci: Kesejahteraan psikologis, remaja.Juvenile delinquency problem in Indonesia was even more alarming and transformed into a critical social problem because it has led to various forms of criminal acts. Psychological wellbeing in adolescents can be a foundation for youth in the face of critical and turbulent period in the adolescent period. The purpose of this study was to describe the psychological well-being of adolescents in schools. This research method used descriptive quantitative method. Subjects were 224 teenagers in Vocational High School Malang. The sampling method used cluster sampling method. Data collection techniques in this study used psychological well-being scale by Caroll D.Ryff. The results showed that the psychological well-being of adolescents in schools shows most students have medium psychological well-being. The most influential dimension is the dimension of environmental mastery, where teenagers feel happy when able to control the environment as well.Keywords: psychological well-being, teenager.
KESIAPAN MENGHADAPI MASA PENSIUN DITINJAU DARI PERAN GENDER KARYAWAN Safitri, Bintang Rahmannisa
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.828 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v1i2.1577

Abstract

Kesiapan pensiun adalah hal penting yang harus dimiliki karyawan demi keberlangsungan hidup di masa tua setelah pensiun. Pada kenyataanya setiap karyawan memiliki orientasi peran gender masing-masing dengan sifat atau karakteristik yang berbeda, sehingga kesiapan karyawan dalam menghadapi pensiun tentunya berbeda pula. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji perbedaan kesiapan karyawan menghadapi pensiun ditinjau dari peran gender. Penelitian ini dilakukan terhadap 92 karyawan yang sedang dalam Masa Persiapan Pensiun (MPP) di PT. Krakatau Steel. Pengumpulan data dilakukan dengan skala peran gender (BSRI) dan skala kesiapan pensiun. Terdapat 18 karyawan yang termasuk kategori orientasi peran gender feminim, 28 karyawan dengan kategori orientasi peran gender maskulin, dan 46 karyawan dengan kategori orientasi peran gender androgini. Hasil penelitian menunjukan adanya perbedaan kesiapan karyawan dalam menghadapi masa pensiun ditinjau dari peran gender, bahwa karyawan yang masulin lebih siap dibandingkan dengan karyawan yang feminim dan androgini.Katakunci: Kesiapan, masa pensiun, peran gender
PROFIL KECERDASAN SOSIAL SISWA SMA DI KOTA BANDUNG DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENYELENGGARAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING Afrianti, Nurul
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1258.164 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v5i1.3838

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan remaja untuk dapat diterima oleh lingkungannya. Remaja yang dapat diterima oleh lingkungan adalah remaja yang memiliki kecerdasan sosial. Kecerdasan sosial menjadi penting karena pada dasarnya remaja tidak dapat hidup sendiri. Banyak kegiatan dalam hidup terkait dengan orang lain. Remaja yang gagal mengembangkan kecerdasan sosialnya akan mengalami banyak hambatan dalam dunia sosial. Akibanya mereka mudah tersisihkan secara sosial. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan gambaran keterampilan sosial siswa SMA di kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Dengan sampel sebanyak 548 siswa. Penelitian ini menggunakan alat ukur Skala Kecerdasan Sosial (SKS) yang dikembangkan peneliti dan terdiri dari 38 butir soal dengan empat jawaban pilihan.  Indeks reliabilitas sebesar 0.796 dan SEM (Standar Error Measurement) sebesar 4.302. Secara umum profil kecerdasan sosial pada tiap dimensi yaitu social insight, social sensitivity, dan social communication pada sampel penelitian berada pada kategori sedang. Kata kunci: keterampilan sosial, social insight, social sensitivity, social communication. This research based on the needs of adolescents to be accepted by the environment. Adolescent can be accepted by the environment are who have social intelligence. Social intelligence becomes important because basically adolescent can not live alone. Many activities in life associated with other people. Adolescent who fail to develop social intelligence will face many obstacles in the social world. Akibanya they are easily marginalized socially. The study is to describe the social skills of high school students in the city of Bandung. The method used is descriptive method. With a sample of 548 students. This study uses a measurement tool Social Intelligence Scale developed researcher and consisted of 38 items with four answer choices. Reliability index for 0796 and SEM (Standard Error Measurement) amounted to 4,302. In general, social intelligence profiles on each dimension, namely social insight, social sensitivity, and social communication in the study sample were in the moderate category. Keyword: social intelligence, social insight, social sensitivity, social communication.
PENERAPAN KONSELING KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN HAPPINESS PADA REMAJA PANTI ASUHAN Anwar, Zainul
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.547 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v3i1.2134

Abstract

Pengasuhan secara masal, seperti halnya panti asuhan membawa dampak tersendiri karena kurang mendapatkan bimbingan pada saat perubahan fisik maupun mental terjadi pada dirinya, sehingga merasa cemas, bingung, tidak percaya diri lebih jauh lagi merasa kurang mendapat kasih sayang, perhatian dan pengawasan, membuat remaja panti asuhan kurang memiliki happiness. Menyimak kondisi tersebut, perlu kiranya dilakukan penanganan terhadap remaja panti asuhan agar memiliki happiness yang lebih baik. Metode yang digunakan yaitu konseling kelompok untuk meningkatkan happiness pada remaja panti asuhan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh konseling kelompok dalam meningkatkan happiness pada remaja panti asuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata dan standar deviasi happiness antara pre dan post dapat diketahui bahwa pada saat sebelum diberikan konseling kelompok rata-rata tingkat happiness nya adalah 57,38, sedangkan rata-rata happiness setelah diberikan konseling kelompok adalah 55,00. Oleh karena nilai p-value statistic uji t adalah sebesar 0,503 (p> 0,05), maka kesimpulannya adalah hipotesis ditolak, berarti tidak terdapat pengaruh konseling kelompok terhadap peningkatan happiness pada remaja panti asuhan. Kata kunci: Konseling kelompok, happiness   Parenting mass rearing, as well as orphanages bring a disparate impact because the current lack of guidance on the physical and mental changes occur to him, so feel anxious, confused, insecure furthermore feel lack of love, attention and supervision, making teens home care have less happiness. Observing these conditions, it would need to do the handling of juvenile orphanage in order to have a better happiness. The method used is group counseling to increase happiness in adolescents orphanage. The purpose of the study was to determine the effect of group counseling in increasing happiness in adolescents orphanage. The results showed that the mean and standard deviation of happiness between the pre and post can be seen that at the time before being given counseling group average of its happiness level is 57.38, while the average happiness after being given counseling group was 55.00. Because p-value of t test statistic is equal to 0.503 (p> 0.05), then the conclusion is the hypothesis is rejected, meaning there is no effect on the improvement of group counseling on adolescent happiness orphanage. Keywords: Group counseling, happiness
SHIFT KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KOTA TARAKAN Supomo, Triana Megawati
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.248 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v2i1.1771

Abstract

Kinerja merupakan hasil yang berkaitan dengan produktifitas dan efektifitas, produktifitas disini merupakan hubungan antara jumlah barang dan jasa yang dihasilkan dengan jumlah tenaga, modal, dan sumber daya yang digunakan dalam produksi. Shift kerja adalah pola waktu kerja yang diberikan pada tenaga kerja untuk mengerjakan sesuatu dan biasanya dibagi atas kerja pagi, sore dan malam.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh shift kerja terhadap kinerja. Penelitian ini menggunakan metode non-tes dengan skala kinerja. Jumlah subjek sebanyak 120 orang pegawai Satuan Polisi Pamong Praja yang bekerja Shift. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh shift kerja terhadap kinerja dibuktikan dengan hasil analisis Independent Sample Test dengan nilai signifikan 0.000 < 0.05, dengan rata-rata kinerja shift pagi lebih besar sebesar 135.60 dari kinerja shift malam sebesar 122.02. Katakunci: Kinerja, shift kerja, satuan polisi pamong praja   Performance is the result related to productivity and effectiveness, productivity here is the relationship between the amount of goods and services produced by the number of workers, capital, and resources used in production. work shift patterns of working time is given in labor to grind and is usually divided into work in the morning, afternoon and malam.Tujuan this study was to determine the effect of shift work on performance. This study uses the non-test performance scale. The number of subjects over 120 Civil Service Police Unit employees who work shift. The results showed that there was the influence of shift work on performance is evidenced by the results of the analysis Independent Sample Test with significant value of 0.000 < 0.05 with the average performance of a large shift over morning by 135.60 of the performance of the night shift at 122.02. Keyword: Performance, shift work, civil service police unit
KEBUTUHAN AFILIASI DENGAN INTENSITAS MENGAKSES FACEBOOK PADA REMAJA Ari Firmanto, Hefrina Rinjani dan
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.418 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v1i1.1359

Abstract

Salah satu sumber informasi internet yang saat ini sangat terkenal di kalangan masyarakat adalah situs jejaring sosial facebook. Situs jejaring sosial facebook ini dapat dimanfaatkan untuk mencari teman sebanyakbanyaknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebutuhan afiliasi dengan intensitas mengakses facebook pada remaja. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja berusia 12-22 tahun yang memiliki akun facebook. Sampel penelitian ini berjumlah 50 orang dan sampling yang digunakan adalah incendental sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan skala dan dokumentasi, selanjutnya dianalisa dengan korelasi product moment. Berdasarkan hasil analisa data diperoleh hasilrxy=0,675 p= 0,000yang berarti adanya hubungan positif dan sangat signifikan antara kebutuhan afiliasi dengan intensitas mengakses facebook pada remaja. Sumbangan efektif kebutuhan afiliasi dengan intensitas mengakses facebook sebesar 45,6%.Kata kunci: Kebutuhan Afiliasi, Intensitas Mengakses Facebook, RemajaFacebook is one of a well known social media nowadays. Facebook can be used to find friends as much as it can. This research aimed to know correlation between need of affilliation and intensity in using Facebook. Population in this research is adolescent in 12-22 years old who has Facebook account. Samples consisted of 50 people and sampling technique used is incidental sampling. Data collection method used is scale and documentation, while data analysis method is product moment correlation. The resulted showed correlation coefficient value (r) = 0,675 and level of siginificance (p) = 0,000, which means there is significant and positive correlation between need for affiliation and Facebook accessing intensity in adolescent. Effective contribution of affiliation needs with Facebook accessing intensity is 45.6%.Keywords: Affiliation Needs, Facebook Accessing Intensity, Adolescent
TERAPI SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (SEFT) UNTUK MENURUNKAN TINGKAT STRES AKADEMIK PADA SISWA MENENGAH ATAS DI PONDOK PESANTREN Adawiyah, Wardatul; Ni’matuzahroh, Ni’matuzahroh
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.677 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v4i2.3523

Abstract

Tingginya angka stres akademik pada siswa pondok pesantren menjadi perhatian penting sehingga perlu adanya penanganan preventif agar tidak menimbulkan hal negatif dan mampu memberikan kesuksesan dalam belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan efektivitas terapi Spritual Emotional Freedom Tehnique dalam menurunkan tingkat stres akademik pada siswa menengah atas di pondok pesantren. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain control group pre-test dan post-test. Subjek adalah 14 siswa sekolah menengah atas di Pondok Pesantren Darul Aman dengan 7 siswa sebagai kelompok eksperimen dan 7 siswa sebagai kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan tingkat stres akademik antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, sedangkan kelompok eksperimen memiliki skor stres akademik yang lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol. Diperoleh kesimpulan bahwa terapi SEFT dinilai efektif untuk menurunkan stres akademik pada siswa menengah atas di pondok pesantren.Kata kunci: stres akademik, Terapi SEFT, siswa menengah atas, pondok pesantren.Academic Stress Value in High School students at Islamic Boarding School is rather high, its need preventive action so it can prevent the negative behavior and also increase the motivation in learning. The goal of this research is to prove the effectiveness of Spritual Emotional Freedom Tehnique therapy in decreasing the Academic Stress Value in High School students at Islamic Boarding School.  This research use experimental research design with control group, and to gain significant data the researcher use pre-test and post-test test type. Subjects were 14 high school students in Pondok Pesantren Darul Aman with 7 students as an experimental group and 7 students as a control group. The research data shown a different academic stress level between experimental and control group after the treatment. Experimental group score is less than the control group, which is indicate that SEFT therapy is effective to decreasing the academic stress value in high school students at Islamic Boarding School.Key words: academic stress, SEFT Theraphy, high school students, Islamic boarding school
HUBUNGAN PERSEPSI TERHADAP KESEHATAN DENGAN KESADARAN (MINDFULNESS) MENYETOR SAMPAH ANGGOTA KLINIK ASURANSI SAMPAH DI INDONESIA MEDIKA Sudarsono, Andi Sudarsono; Suharsono, Yudi
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (826.867 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v4i1.2876

Abstract

Persepsi merupakan salah satu faktor yang membentuk sebuah kesadaran pada diri seseorang. Tingkat kesadaran seseorang bisa dilihat dari bagaimana persepsi seseorang terhadap obyek yang dipersepsikan, lebih mengarah kepada positif atau negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap kesehatan dengan kesadaran (mindfulness) menyetor sampah anggota klinik asuransi sampah di Indonesia Medika. Teknik sampel yang digunakan yaitu purposive sampling dengan metode yang digunakan dalam penelitian adalah non tes dengan menggunakan skala persepsi terhadap kesehatan dan kesadaran (mindfulness). Subjek pada penelitian ini berjumlah 95 orang dari total member anggota klinik asuransi sampah di Indonesia Medika. Analisa data dengan menggunakan korelasi product moment dan hasil penelitian menunjukkan ada hubungan positif signifikan antara persepsi terhadap kesehatan dengan kesadaran (mindfulness) menyetor sampah anggota klinik asuransi sampah di Indonesia Medika (r=0,468; p=0,000; p<0,01). Sumbangan persepsi terhadap kesehatan dengan kesadaran (mindfulness) menyetor sampah adalah 21,9%.