cover
Contact Name
Muhammad Haris
Contact Email
mhd.haritsyah@gmail.com
Phone
+6285265737376
Journal Mail Official
mhd.haritsyah@gmail.com
Editorial Address
Alamat Editorial Prodi PMI STAI Diniyah Pekanbaru Jl. Kuau No.001 / Jl. KH. Ahmad Dahlan No.100, Pekanbaru, Riau, Indonesia, 28121 Info kontak dakwatulislam@diniyah.ac.id Telpon/WA: 085265737376
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Dakwatul Islam
Core Subject : Social,
DAKWATUL ISLAM: Jurnal Ilmiah Masyarakat Islam cetakan P-ISSN: 2581-0987 |E-ISSN: 2828-5484 adalah jurnal akses terbuka yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Juni dan Desember oleh tim jurnal Prodi Pengembangan Masyarakat Islam STAI Diniyah Pekanbaru. Jurnal ini merupakan media komunikasi ilmiah antara dosen, pakar, praktisi, mahasiswa dan lainnya yang berminat terhadap kajian pengembangan masyarakat. Dalam hal publikasi, Jurnal Dakwatulislam mempublikasikan karya ilmiah hasil penelitian pustaka dan penelitian lapangan yang berguna untuk mengembangkan konsep dan teori pengembangan masyarakat yang meliputi bidang Sosial, Pengembangan SDM, Pengembangan Sumber Daya Ekonomi dan Pengembangan Sumer Daya Lingkungan. Dalam setiap volume terbitanya, artikel-artikel yang dipublikasikan dalam jurnal ini merupakan kajian ilmiah atas problem atau fenomena sosial yang berkembang dalam masyarakat. Hasilnya berbentuk gagasan-gagasan yang orisinal dan juga ringkasan hasil penelitian yang dituangkan dalam dua bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan Inggris, agar bisa dipahami oleh siapa saja
Articles 66 Documents
PROBLEM DAKWAH DI DAERAH MINORITAS MUSLIM Yeni Yasyah Sinaga
Dakwatul Islam Vol 8 No 2 (2024): Dakwatul Islam
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam STAI Diniyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/dakwatulislam.v8i2.1025

Abstract

Abstrak Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui problem dakwah di daerah minoritas muslim khususnya di Porsea Kabupaten Toba Samosir dan solusi nya. Dengan harapan penelitian ini bisa memberikan Wawasan bagi para pelaku dakwah. Selain itu bermanfaat juga sebagai referensi dalam mengembangkan dakwah di lingkungan minoritas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi dan wawancara. Berdasarkan metode yang digunakan telah ditemukan bahwa problem dakwah di daerah minoritas muslim Kec.Porsea Kab. Toba Samosir yaitu masalah dari subjek dakwah minimnya da’I, objek dakwah yaitu pada kegiatan ceramah agama yang tidak terlaksana baik Disebabkan warga sibuk dengan pekerjaan, Media dakwah yaitu pada hari besar Islam terhambat kerana masalah anggaran dana sehingga menghambat pelaksanaan tepat waktu, materi dakwah yang hanya membahas Tauhid dan Fiqih dasar, masyarakat menginginkan materi menerapkan nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari contoh menjadi petani yang Islami, metode dakwah masih ada da’I yang kurang menguasai sehingga seringnya terjadi ketidaksesuaian materi dakwah dengan metode yang digunakan. Kata kunci: Problem Dakwah, Minoritas Muslim Abstract The aim of this research is to find out the problem of da'wah in Muslim minority areas, especially in Porsea, Toba Samosir Regency and the solution. It is hoped that this research can provide insight for those who do da'wah. Apart from that, it is also useful as a reference in developing da'wah in minority environments. This research uses descriptive qualitative methods. The data collection techniques used were observation and interviews. Based on the method used, it was found that the Problem of Da'wah in Muslim Minority Areas, Porsea District, District. Toba Samosir, namely the problem of the subject of da'wah, the lack of da'I, the object of da'wah, namely religious lecture activities which are not carried out well, because people are busy with work, the medium of da'wah, namely on Islamic holidays, is hampered due to budget problems, which hinders timely implementation, the da'wah material is only discussing basic Tawhid and Fiqh, people want material to apply Islamic values ​​in everyday life, for example being an Islamic farmer, there are still da'Is who don't master the da'wah method, so there is often a mismatch between the da'wah material and the method used. Keywords: Problem of Da'wah, Muslim Minority
IMPLEMENTASI PROGRAM MAJELIS TA’LIM AZ-ZAHRA MUSLIMAH DALAM PEMBERDAYAAN SPIRITUAL KEAGAMAAN IBU RUMAH TANGGA Hervrizal
Dakwatul Islam Vol 8 No 2 (2024): Dakwatul Islam
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam STAI Diniyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/dakwatulislam.v8i2.1043

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi program majelis ta’lim Az-Zahra Muslimah dalam pemberdayaan spiritual keagamaan ibu rumah tangga di kecamatan Medan Sunggal Kota Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi dengan melibatkan 20 orang informannya. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi program majelis Ta’lim Az- Zahra Muslimah dalam pemberdayaan spiritual keagamaan ibu rumah tangga sudah terlaksana dengan baik berkat kerjasama dari ketua dan pengurus majelis talim. Upaya yang dilakukan dalam pemberdayaan spiritual keagamaan ibu rumah tangga yaitu dengan program kegiatan seperti pengajian rutin, jum’at barokah, peringatan hari besar Islam dengan wisata religi, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Faktor pendukung terlaksana kegiatan pemberdayaan spirtualitas keagamaan ibu rumah tangga yang diinisiasi oleh majelis taklim Az-zahra Muslimah adalah sarana prasarana serta kemauan keras ibu-ibu rumah tangga. Sedangkan faktor penghambatnya adalah pengaruh lingkungan, media televisi dan handphone serta kurangnya mubaligh/mubalighah. Kata Kunci: Implementasi, Program, Majelis Ta’lim, Pemberdayaan spiritual keagamaan Abstract The aim of this research is to analyze the implementation of the Az-Zahra Muslimah ta'lim assembly program in empowering the spiritual and religious empowerment of housewives in Medan Sunggal sub-district, Medan City. This research use desciptive qualitative approach. The data collection techniques used were interviews, observation and documentation involving 20 informants. The research results show that the implementation of the Az-Zahra Muslimah Ta'lim assembly program in empowering housewives' religious spirituality has been carried out well thanks to the cooperation of the chairman and administrators of the talim assembly. Efforts made to empower housewives' religious and spiritual empowerment include activity programs such as regular recitations, Friday blessings, commemoration of Islamic holidays with religious tourism, commemoration of the birthday of the Prophet Muhammad SAW. The supporting factors for implementing the activities to empower the religious spirituality of housewives initiated by the Az-zahra Muslimah taklim assembly were the infrastructure and the strong will of the housewives. Meanwhile, the inhibiting factors are the influence of the environment, television and cellphone media and the lack of preachers/preachers. Key Word: implementation, programme, taklim assembly, empowering religious sprituality
STUDI ISLAM DENGAN PENDEKATAN FENOMENOLOGIS Agus Anwar Pahutar; Dame Siregar; Khairul Firdaus; Tamrin Kamal; Rosniati Hakim; Abdul Halim Hanafi; Julhadi
Dakwatul Islam Vol 8 No 2 (2024): Dakwatul Islam
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam STAI Diniyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/dakwatulislam.v8i2.1069

Abstract

Abstrak Studi ini bertujuan untuk menjelaskan pendekatan fenomenologis dalam konteks studi Islam serta menganalisis fenomena keberagamaan dalam masyarakat Muslim kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi sebagai kerangka konseptual. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan fenomenologis memberikan pemahaman yang mendalam terhadap pengalaman keberagamaan individu dalam konteks sosial dan budaya yang kompleks. Temuan ini menggambarkan keragaman praktik keagamaan dan interpretasi personal terhadap ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Implikasi dari studi ini menyoroti pentingnya memahami dinamika keberagamaan dalam masyarakat Muslim kontemporer serta menekankan perlunya pendekatan yang inklusif dan empatik dalam studi Islam. Kata Kunci: Studi Islam, Fenomenologis Abstract This study aims to explain the phenomenological approach in the context of Islamic studies and analyze religious phenomena in contemporary Muslim society. This research uses a qualitative method with a phenomenological approach as a conceptual framework. Data was collected through participant observation, in-depth interviews, and document analysis. The research results show that the phenomenological approach provides a deep understanding of individual religious experiences in a complex social and cultural context. These findings illustrate the diversity of religious practices and personal interpretations of Islamic teachings in everyday life. The implications of this study highlight the importance of understanding religious dynamics in contemporary Muslim societies and emphasize the need for an inclusive and empathetic approach in the study of Islam. Keywords: Islamic Studies, Phenomenology
PEMAHAMAN REALITAS SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT MELALUI RISET AKSI PARTISIPATIF Mochtar, M. Mochtar Mas'od; Ahmad Maulana Anshori; Muhammad Haris; Noprizal; Reni; Siti Zahrina
Dakwatul Islam Vol 9 No 1 (2024): Dakwatul Islam
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam STAI Diniyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/dakwatulislam.v9i1.910

Abstract

Abstrak Penelitian ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) untuk memahami situasi sosial ekonomi masyarakat di Jalan Mahasantri, Kelurahan Rimbo Panjang, Pekanbaru. Dengan alat seperti pemetaan sosial, siklus harian, dan transect walk, penelitian ini menginvestigasi kehidupan masyarakat lokal. Pemetaan sosial membantu melukiskan wilayah secara lengkap, termasuk infrastruktur, kemampuan, dan potensi masyarakat. Siklus harian memberikan gambaran tentang kegiatan sehari-hari dan bagaimana waktu dibagi di keluarga, sementara transect walk digunakan untuk mengidentifikasi kondisi lahan, komoditas utama, dan peluang lingkungan. Hasil penelitian menemukan bahwa adanya keterlibatan aktif dan partisipasi yang tinggi, mendukung perekonomian lokal karena banyaknya mahasiswa yang menjadi konsumen utama. Namun, penting untuk memberikan perhatian tambahan pada masalah kebersihan dan tata ruang. Harapannya, kerja sama antara masyarakat, pemerintah, dan perguruan tinggi dapat memperbaiki keadaan sosial ekonomi di daerah ini. Kata Kunci: Participatory Action Research, Penerapan, Sosial-Ekonomi, Masyarakat Abstract This research uses the Participatory Action Research (PAR) method to understand the socio-economic situation of the community in Jalan Mahasantri, Kelurahan Rimbo Panjang, Pekanbaru. Using tools such as social mapping, daily cycles, and transect walks, the research investigated the lives of local people. Social mapping helps to paint a complete picture of the area, including the infrastructure, capabilities and potential of the community. Daily cycles provide an overview of daily activities and how time is divided within the family, while transect walks are used to identify land conditions, key commodities and environmental opportunities. The results found that there is active engagement and high participation, supporting the local economy as many students are the main consumers. However, it is important to pay additional attention to hygiene and spatial planning issues. It is hoped that co-operation between the community, government and universities can improve the socio-economic situation in this area. Keywords: Participatory Action Research, Implementation, Socio-Economic, Community.
VIRALISASI MEDIA SOSIAL SEBAGAI PERCEPATAN RESPON BENCANA ALAM Bayu Indra Laksana; Alifiya Putri
Dakwatul Islam Vol 9 No 1 (2024): Dakwatul Islam
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam STAI Diniyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/dakwatulislam.v9i1.1139

Abstract

Abstrak Tujuan dari artikel ini adalah untuk menganalisis bagaimana dampak dari viralisasi media sosial terhadap bencana alam erupsi Gunung Marapi. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif, menggunakan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui studi literatur dan observasi non partisipasif. Studi literatur adalah proses komprehensif yang melibatkan pengumpulan, peninjauan, analisis, dan sintesis literatur yang relevan dengan topik atau bidang penelitian tertentu. Dan observasi non partisipatif adalah metode pengumpulan data dalam penelitian di mana peneliti mengamati subjek atau situasi tanpa terlibat atau berpartisipasi dalam kegiatan yang sedang diamati. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam era digital, kecepatan dan efisiensi respons terhadap bencana alam telah mengalami peningkatan signifikan berkat fenomena viralitas di media sosial. Dalam era digital saat ini, informasi mengenai bencana alam dapat menyebar dengan sangat cepat melalui media sosial. Dengan viralnya informasi terkait bencana alam dapat mempercepat datangnya bantuan dan mempercepat penanganan pada korban yang terkena erupsi Gunung Marapi. Kata kunci: Viralisasi, Media Sosial, Bencana Alam Abstract The aim of this article is to analyze the impact of social media viralization on the natural disaster of the eruption of Mount Marapi. The type of research is qualitative research, using descriptive methods. Data was collected through literature study and non-participative observation. Literature study is a comprehensive process that involves collecting, reviewing, analyzing, and synthesizing literature relevant to a particular topic or area of ​​research. And non participatory observation is a method of collecting data in research where the researcher observes a subject or situation without being involved or participating in the activity being observed. The results of this research show that in the digital era, the speed and efficiency of responses to natural disasters has increased significantly thanks to the virality phenomenon on social media. In the current digital era, information about natural disasters can spread very quickly through social media. By viral information related to natural disasters, it can speed up the arrival of aid and speed up treatment of victims affected by the eruption of Mount Marapi. Keywords: Viralization, Social Media, Natural Disasters
DAKWAH TIKTOK : PENGARUHNYA TERHADAP RELIGIUSITAS MAHASISWA Lulu, Lux Luil; Ahmad Maulana Anshori; Moralely Hendrayani
Dakwatul Islam Vol 9 No 1 (2024): Dakwatul Islam
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam STAI Diniyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/dakwatulislam.v9i1.1270

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu Pengaruh Dakwah Media Sosial Tiktok Terhadap Religiusitas Mahasiswa IAI Diniyyah Pekanbaru Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Adapun Sampel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini mahasiswa IAI Diniyyah Pekanbaru sebanyak 92 orang dengan teknik pengambilan sampel purposive random sampling. Program olah data yang digunakan adalah software IBM SPSS for windows versi 27. Berdasarkan hasil penelitian analisis yang telah dilakukan melalui uji regresi linear sederhana menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif antara dakwah menggunakan media sosial TikTok terhadap tingkat religiusitas mahasiswa IAI Diniyyah Pekanbaru dapat dilihat nilai koefisien regresi dari setiap penambahan 1% nilai religiusitas maka nilai partisipasi bertambah sebesar 0,538. Kemudian pada uji regresi linear sederhana menunjukkan nilai rhitung sebesar 0,351 yang mana hal ini menyatakan bahwa pengaruh antara variabel independen dan variabel dependen sebesar 35,1%. Maka, hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, jadi dakwah menggunakan media sosial TikTok (X) berpengaruh pada tingkat religiusitas mahasiswa(Y). Kata Kunci : Pengaruh, Dakwah Media Sosial, TikTok, Religiusitas. Abstract This research aims to find out a positive influence of social media Tik Tok on the level of student religiosity. This research methodology uses a qualitative approach. The sample used in this research are IAI Diniyyah Pekanbaru students with a total of 92 students, using a purposive random sampling technique. Data collection techniques use questionnaires and observation. The data processing program used in this research is IBM SPSS for Windows version 27 software. Meanwhile, based on the results of the analysis carried out through a simple linear regression test, it is stated that there is a positive influence between da'wah using social media TikTok on the level of religiosity of IAI Diniyyah Pekanbaru students. This can be seen from the regression coefficient value for every 1% addition of the religiosity value, the participation value increases by 0.538. The simple linear regression test shows the rcount value of 0.351 indicating that the influence between the independent variable and the dependent variable is 35.1%. Then the test results show that Ho is rejected and Ha is accepted, so da'wah using the social media TikTok (X) influence on the level of student religiosity (Y) Keywords : Influence, Social Media Da’wah, TikTok, Religiosity.
PRAKTIK SOSIAL UPTD PERLINDUNGAN PEREMPUAN DAN ANAK PROVINSI SUMATERA BARAT BERKOLABORASI DENGAN STAKEHOLDER DALAM PENANGANAN KASUS PEREMPUAN KORBAN KEKERASAN BERBASIS GENDER (KBG) khairunnisa
Dakwatul Islam Vol 9 No 1 (2024): Dakwatul Islam
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam STAI Diniyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/dakwatulislam.v9i1.1278

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi upaya Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Provinsi Sumatera Barat dalam membangun kolaborasi dengan stakeholder untuk menangani kasus Kekerasan Berbasis Gender (KBG) terhadap perempuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teori Praktik Sosial Bourdieu, melibatkan wawancara mendalam dengan informan terpilih melalui teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara tematik berdasarkan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UPTD PPA berhasil membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, LSM, dan masyarakat dengan memanfaatkan modal sosial staf dan relawan. Kolaborasi stakeholder tersebut mencakup advokasi kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD), diskusi multipihak, serta pendekatan kepada aktor masyarakat. Pemanfaatan modal sosial memungkinkan UPTD PPA memberikan perlindungan yang lebih baik kepada korban KBG, meskipun masih terdapat tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan dinamika birokrasi. Kata kunci: Praktik Sosial, UPTD PPA Provinsi Sumatera Barat, Kolaborasi Stakeholder, Korban Kekerasan Berbasis Gender (KBG) Abstract This study aims to explore the efforts of the Regional Technical Implementation Unit for the Protection of Women and Children (UPTD PPA) of West Sumatra Province in building collaboration with stakeholders to address cases of Gender-Based Violence against women. This research employs a qualitative method using Bourdieu's Social Practice Theory, involving in-depth interviews with selected informants through purposive sampling techniques. Data analysis was conducted thematically based on the Miles and Huberman model. The results indicate that UPTD PPA has successfully established collaboration with local governments, NGOs, and communities by leveraging the social capital of staff and volunteers. This stakeholder collaboration includes advocacy to Regional Apparatus Organizations, multi-stakeholder discussions, and engagement with community actors. The utilization of social capital enables UPTD PPA to provide better protection to Gender-Based Violence victims, despite challenges such as limited resources and bureaucratic dynamics. Keywords: Social Practice, UPTD PPA West Sumatera Province, Stakeholder Collaboration, Gender Based Violence
PERAN PEKERJA SOSIAL DALAM PENANGANAN ORANG TERLANTAR DI KOTA PEKANBARU Hy, Moralely; Bayu Indra Laksana
Dakwatul Islam Vol 9 No 1 (2024): Dakwatul Islam
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam STAI Diniyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/dakwatulislam.v9i1.1282

Abstract

Abstract This study aims to analyze the role of social workers in handling displaced people in Pekanbaru City. This type of research is qualitative research, using descriptive methods. Data were collected through interviews. The results of this study indicate that social workers play a role in the Needs Assessment which is carried out at an early stage to assess the physical, mental, and social conditions of displaced people. Social workers play a role in Direct Intervention: Providing emergency assistance such as temporary housing or what is called a shelter, providing food, and health services. Assistance and Counseling in this case social workers provide emotional support and counseling so that they can improve the quality of life of displaced people. and finally social workers act as Social Service Liaisons which connect displaced people with government and private assistance institutions or programs. For example, displaced people are given clothing and food assistance when they are going to their home area and when they arrive in their home area, when displaced people need assistance with economic programs or empowerment, they will be entered into the integrated social welfare data DTSKS so that displaced people can get various assistance. Keywords: The role of Social Workers, Displaced Persons
KOMUNIKASI LINGKUNGAN KELUARGA DALAM MENCEGAH KENAKALAN REMAJA Yeni, Yeni Yasyah Sinaga
Dakwatul Islam Vol 9 No 1 (2024): Dakwatul Islam
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam STAI Diniyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/dakwatulislam.v9i1.1312

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara medalam komunikasi lingkungan keluarga dalam mencegah kenakalan remaja. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif bertujuan untuk menggambar, menguraikan data yang ada bersamaan dengan situasi yang terjadi. Subjek penelitian sebanyak 12 orang dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan komunikasi lingkungan keluarga yang terjalin dalam mencegah kenakalan remaja yaitu komunikasi verbal dan nonverbal. Komunikasi verbal untuk menyampaikan pesan secara jelas, sedangkan komunikasi nonverbal untuk menyampaikan perasaan, dari Gerakan tubuh, atau sikap, agar remaja dapat tersentuh. Hambatan nya yaitu psikologi dan simantik. Hambatan psikologi yaitu faktor ketakutan yang dirasakan oleh orangtua dan remaja ketika berkomunikasi tidak lancar dengan baik. Sedangkan hambatan semantik karena orangtua berbicara terlalu cepat akibatnya remaja tidak memahami apa yang disampaikan sehingga komunikasi menjadi buruk. Upaya yang dilakukan menyibukkan anak dengan kegiatan yang bermanfaat, dan memberikan Pendidikan agama. Kata kunci: Komunikasi, Lingkungan Keluarga, Kenakalan Remaja Abstract This study aims to examine in depth the communication of the family environment in preventing juvenile delinquency. The research method used is a descriptive qualitative method aimed at drawing, describing existing data along with the situation that occurs. The subjects of the study were 12 people with data collection techniques through observation and interviews. The results of this study indicate that communication in the family environment that is established in preventing juvenile delinquency is verbal and nonverbal communication. Verbal communication is to convey messages clearly, while nonverbal communication is to convey feelings, from body movements, or attitudes, so that adolescents can be touched. The obstacles are psychological and semantic. Psychological obstacles are the fear factor felt by parents and adolescents when communicating is not smooth. While semantic obstacles are because parents speak too fast, as a result adolescent do not understand what is being conveyed so that communication becomes poor. Efforts made to keep children busy with useful activities, and provide religious education. Keywords: Communication, Family Environment, Juvenile Delinquency
KONSEP MAQASID SYARIAH DALAM MENGATASI TANTANGAN SOSIAL DAN BUDAYA DI ERA GLOBALISASI PAHUTAR, AGUS ANWAR; Mahyudin Ritonga; Abdul Halim Hanafi
Dakwatul Islam Vol 9 No 1 (2024): Dakwatul Islam
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam STAI Diniyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/dakwatulislam.v9i1.1316

Abstract

Abstrak Fokus penelitian terletak pada bagaimana Maqasid Syariah, melalui prinsip-prinsip utamanya seperti perlindungan agama (hifz ad-din), jiwa (hifz an-nafs), akal (hifz al-aql), keturunan (hifz an-nasl), dan harta (hifz al-mal), dapat memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan sosial seperti krisis nilai, disintegrasi norma, dan tantangan budaya seperti erosi kearifan lokal serta hilangnya identitas keagamaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui kajian literatur yang melibatkan sumber-sumber primer dan sekunder, seperti kitab-kitab klasik ushul fiqih, jurnal ilmiah, dan studi kasus kontemporer. Analisis dilakukan dengan pendekatan Maqasid Syariah untuk mengevaluasi relevansinya dalam menjawab tantangan-tantangan globalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Maqasid Syariah memiliki fleksibilitas untuk diadaptasi dalam konteks sosial budaya modern. Prinsip maslahah (kemaslahatan) dapat dijadikan landasan dalam menyusun kebijakan yang mendukung pelestarian tradisi lokal, penguatan identitas keagamaan, dan peningkatan kesejahteraan sosial. Selain itu, Maqasid Syariah mampu mendorong harmoni antara nilai-nilai Islam dan tuntutan modernitas tanpa mengorbankan prinsip dasar syariah. Kata kunci: Maqasid Syariah, tantangan sosial, budaya, globalisasi Abstract . The focus of the research lies on how Maqasid Syariah, through its main principles such as protection of religion (hifz ad-din), soul (hifz an-nafs), reason (hifz al-aql), descendants (hifz an-nasl), and property (hifz al-mal), can provide solutions to various social problems such as value crises, disintegration of norms, and cultural challenges such as erosion of local wisdom and loss of religious identity. This study uses a qualitative method with a descriptive-analytical approach. Data were collected through a literature review involving primary and secondary sources, such as classical books of ushul fiqh, scientific journals, and contemporary case studies. The analysis was carried out using the Maqasid Syariah approach to evaluate its relevance in responding to the challenges of globalization. The results of the study indicate that Maqasid Syariah has the flexibility to be adapted in a modern socio-cultural context. The principle of maslahah (benefit) can be used as a basis for formulating policies that support the preservation of local traditions, strengthening religious identity, and improving social welfare. In addition, Maqasid Syariah is able to encourage harmony between Islamic values ​​and the demands of modernity without sacrificing the basic principles of sharia. Keywords: Maqasid Syariah, social challenges, culture, globalization