cover
Contact Name
Muhammad Haris
Contact Email
mhd.haritsyah@gmail.com
Phone
+6285265737376
Journal Mail Official
mhd.haritsyah@gmail.com
Editorial Address
Alamat Editorial Prodi PMI STAI Diniyah Pekanbaru Jl. Kuau No.001 / Jl. KH. Ahmad Dahlan No.100, Pekanbaru, Riau, Indonesia, 28121 Info kontak dakwatulislam@diniyah.ac.id Telpon/WA: 085265737376
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Dakwatul Islam
Core Subject : Social,
DAKWATUL ISLAM: Jurnal Ilmiah Masyarakat Islam cetakan P-ISSN: 2581-0987 |E-ISSN: 2828-5484 adalah jurnal akses terbuka yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Juni dan Desember oleh tim jurnal Prodi Pengembangan Masyarakat Islam STAI Diniyah Pekanbaru. Jurnal ini merupakan media komunikasi ilmiah antara dosen, pakar, praktisi, mahasiswa dan lainnya yang berminat terhadap kajian pengembangan masyarakat. Dalam hal publikasi, Jurnal Dakwatulislam mempublikasikan karya ilmiah hasil penelitian pustaka dan penelitian lapangan yang berguna untuk mengembangkan konsep dan teori pengembangan masyarakat yang meliputi bidang Sosial, Pengembangan SDM, Pengembangan Sumber Daya Ekonomi dan Pengembangan Sumer Daya Lingkungan. Dalam setiap volume terbitanya, artikel-artikel yang dipublikasikan dalam jurnal ini merupakan kajian ilmiah atas problem atau fenomena sosial yang berkembang dalam masyarakat. Hasilnya berbentuk gagasan-gagasan yang orisinal dan juga ringkasan hasil penelitian yang dituangkan dalam dua bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan Inggris, agar bisa dipahami oleh siapa saja
Articles 74 Documents
HUKUM ISLAM SEBAGAI REGULASI SOSIAL DALAM MASYARAKAT MULTIKULTURAL PAHUTAR, AGUS ANWAR; Neila Hifzhi Siregar
Dakwatul Islam Vol. 10 No. 1 (2025): Dakwatul Islam
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam STAI Diniyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/dakwatulislam.v10i1.1800

Abstract

Abstrak Hukum Islam tidak hanya berfungsi sebagai aturan normatif-religius, tetapi juga berperan penting sebagai regulasi sosial yang mengatur kehidupan masyarakat. Dalam konteks masyarakat multikultural seperti Indonesia, hukum Islam menghadapi dinamika interaksi dengan hukum adat, hukum negara, serta nilai-nilai budaya yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana hukum Islam berfungsi sebagai regulasi sosial dalam masyarakat multikultural, serta mengidentifikasi tantangan dan prospek penerapannya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan kajian literatur normatif-sosiologis, yang menelaah hubungan antara hukum, agama, dan budaya melalui analisis teks klasik maupun kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa hukum Islam memiliki peran strategis dalam menjaga harmoni sosial, memperkuat solidaritas, dan menyediakan mekanisme penyelesaian konflik di tengah keragaman budaya. Akulturasi hukum Islam dengan tradisi lokal juga terbukti memperkuat legitimasi sosial dan memudahkan penerimaan masyarakat. Namun demikian, tantangan muncul dari pluralisme hukum, sekularisasi, serta pengaruh globalisasi yang dapat menggeser nilai-nilai Islam dari praktik sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hukum Islam tetap relevan sebagai regulasi sosial dalam masyarakat multikultural, asalkan mampu beradaptasi dengan konteks sosial dan terus mengedepankan prinsip keadilan, persamaan, dan kemaslahatan. Kata kunci: Hukum Islam, Regulasi Sosial, Multikulturalisme, Akulturasi, Integrasi Sosial. Abstract Islamic law functions not only as a normative-religious framework but also plays a vital role as a social regulation governing community life. In the context of multicultural societies such as Indonesia, Islamic law encounters dynamic interactions with customary law, state law, and diverse cultural values. This study aims to analyze how Islamic law operates as a form of social regulation within multicultural communities and to identify the challenges and prospects of its implementation. The research employs a qualitative approach through normative-sociological literature analysis, examining the relationship between law, religion, and culture by reviewing both classical and contemporary texts. The findings indicate that Islamic law holds a strategic role in maintaining social harmony, strengthening solidarity, and providing mechanisms for conflict resolution amidst cultural diversity. The acculturation of Islamic law with local traditions has also proven to reinforce social legitimacy and facilitate broader public acceptance. Nevertheless, challenges arise from legal pluralism, secularization, and the influence of globalization, which may shift Islamic values away from social practice. This study concludes that Islamic law remains relevant as a form of social regulation in multicultural societies, provided it can adapt to social contexts while upholding the principles of justice, equality, and public welfare. Keywords: Islamic Law, Social Regulation, Multiculturalism, Acculturation, Social Integration
INOVASI PRODUK INVESTASI SYARIAH BERBASIS TEKNOLOGI BLOCKCHAIN: POTENSI DANTANTANGAN Ramadi
Dakwatul Islam Vol. 10 No. 1 (2025): Dakwatul Islam
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam STAI Diniyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/dakwatulislam.v10i1.1858

Abstract

Abstrak Penelitian ini secara khusus bertujuan untuk menganalisis potensi dan tantangan implementasi blockchain dalam pengembangan produk investasi Islam berbasis tokenisasi aset riil, dengan fokus pada aspek kepatuhan syariah, model kontrak pintar, dan regulasi pasar keuangan Islam. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis riset pustaka, penelitian ini meninjau literatur akademis, laporan industri, dan regulasi keuangan syariah di negara-negara dengan ekosistem fintech Islam berkembang, khususnya kawasan Asia Tenggara dan Timur Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa blockchain berpotensi memperkuat transparansi akad, mengotomatiskan mekanisme investasi melalui smart contract yang sesuai prinsip syariah, serta memperluas inklusi keuangan melalui kepemilikan fraksional aset riil yang ditokenisasi. Kontribusi penelitian ini terletak pada penyusunan model konseptual pengembangan investasi syariah berbasis tokenisasi aset yang selaras dengan maqāṣid al-syarī‘ah serta memberikan rekomendasi kebijakan untuk regulator dan lembaga keuangan syariah. Namun, beberapa tantangan masih muncul, di antaranya ketidakpastian regulasi lintas negara, keterbatasan literasi teknologi pada lembaga syariah, kesiapan infrastruktur teknis, serta risiko sosial berupa kesenjangan digital. Oleh karena itu, implementasi blockchain dalam investasi Islam memerlukan kolaborasi intensif antara regulator, ulama, lembaga keuangan, dan pengembang teknologi untuk memastikan inovasi ini tetap berorientasi pada keberlanjutan dan kepatuhan syariah. Kata Kunci: Blockchain, Investasi Syariah, Keuangan Islam Abstract This study specifically aims to analyze the potential and challenges of implementing blockchain in the development of Islamic investment products based on real asset tokenization, with a focus on Sharia compliance, smart contract models, and the regulation of Islamic financial markets. Using a qualitative descriptive method based on library research, this study reviews academic literature, industry reports, and Islamic financial regulations in countries with growing Islamic fintech ecosystems, particularly in Southeast Asia and the Middle East. The findings indicate that blockchain has the potential to strengthen contract transparency, automate investment mechanisms through smart contracts that comply with Sharia principles, and expand financial inclusion through fractional ownership of tokenized real assets. The contribution of this research lies in formulating a conceptual model for Sharia-compliant investment development based on asset tokenization that aligns with maqāṣid al-sharī‘ah, as well as providing policy recommendations for regulators and Islamic financial institutions. However, several challenges remain, including cross-border regulatory uncertainty, limited technological literacy among Sharia institutions, technical infrastructure readiness, and social risks such as digital inequality. Keywords: Blockchain, Islamic Investment, Islamic Finance
POLA KOMUNIKASI PENYULUH AGAMA DALAM PEMBINAAN KELUARGA Diana; Ali Sati; Anas Habibi Ritonga
Dakwatul Islam Vol. 10 No. 1 (2025): Dakwatul Islam
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam STAI Diniyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/dakwatulislam.v10i1.1860

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi yang digunakan oleh penyuluh agama Islam dalam pembinaan keluarga bermasalah di Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dengan subjek penelitian terdiri atas empat penyuluh agama Islam dan empat staf pendukung. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara tidak terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga pola komunikasi utama yang diterapkan, yaitu: (1) komunikasi langsung melalui tatap muka untuk memberikan nasihat dan solusi secara jelas; (2) komunikasi tidak langsung melalui pendekatan persuasif dan empatik agar keluarga lebih terbuka; dan (3) komunikasi advokatif dengan peran penyuluh sebagai mediator netral dalam penyelesaian konflik. Penerapan pola komunikasi tersebut terbukti mampu meningkatkan kesadaran keagamaan keluarga, memperkuat hubungan emosional antar anggota keluarga, serta membantu penyelesaian konflik secara lebih efektif dan bijaksana. Kata Kunci: Pola Komunikasi, Penyuluh Agama Islam, Pembinaan Keluarga, Keluarga Bermasalah. Abstract This study aims to analyze the communication patterns used by Islamic religious instructors in guiding problematic families in Tambusai District, Rokan Hulu Regency. This research employs a qualitative approach with a descriptive method, involving four Islamic religious instructors and four supporting staff as research subjects. Data were collected through observation, unstructured interviews, and documentation, and were analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings reveal three main communication patterns applied in the guidance process: (1) direct communication through face-to-face interaction to provide clear advice and solutions; (2) indirect communication using persuasive and empathetic approaches to encourage openness among family members; and (3) advocative communication in which the instructor acts as a neutral mediator in resolving family conflicts. The application of these communication patterns effectively enhances religious awareness, strengthens emotional relationships within the family, and supports wise and effective conflict resolution. Keywords: Communication Patterns, Islamic Religious Counselors, Family Guidance, Troubled Families.
MINAT MAHASISWA KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM DALAM MENGEMBANGKAN KARIER SEBAGAI TENAGA HUMAS Efendi, Erwin; Mohd. Rafiq; Maslina Daulay
Dakwatul Islam Vol. 10 No. 1 (2025): Dakwatul Islam
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam STAI Diniyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/dakwatulislam.v10i1.1870

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya minat mahasiswa Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) untuk mengembangkan karier sebagai tenaga humas, meskipun kompetensi kehumasan termasuk profil lulusan prodi. Penelitian bertujuan menggambarkan minat mahasiswa terhadap profesi humas, menilai persiapan karier dan kesiapan kompetensi, menganalisis kegiatan akademik maupun non-akademik yang mendukung profesi humas, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan terdiri dari 20 mahasiswa KPI angkatan 2017–2018 dan tiga dosen. Analisis data melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, diperkuat triangulasi. Hasil menunjukkan minat mahasiswa tergolong sedang, dengan sebagian memiliki ketertarikan awal namun belum berorientasi jangka panjang. Kegiatan pendukung profesi humas meliputi mata kuliah Public Relations, Press Release, Jurnalistik, serta praktik PDL dan kehumasan, namun kompetensi teknis dan non-teknis masih kurang. Faktor penghambat utama adalah keterbatasan fasilitas, minim praktik lapangan, dan orientasi karier mahasiswa, sementara faktor pendukung meliputi mata kuliah relevan dan dukungan dosen. Penelitian merekomendasikan penguatan kurikulum, praktik kehumasan, dan fasilitas pendukung. Kata Kunci: Minat, Mahasiswa, Tenaga Humas. Abstract This study is motivated by the low interest of students in the Islamic Broadcasting Communication (KPI) Study Program at the Faculty of Da'wah and Communication Science (FDIK) in pursuing a career as public relations professionals, despite PR competence being part of the program’s graduate profile. The study aims to describe students’ interest in the PR profession, assess their career preparation and competency readiness, analyze academic and non-academic activities supporting the PR profession, and identify supporting and inhibiting factors. A descriptive qualitative approach was employed using in-depth interviews, observations, and documentation. Informants consisted of 20 KPI students from the 2017–2018 cohorts and three lecturers. Data analysis involved data reduction, presentation, and conclusion drawing, strengthened by triangulation. Results indicate that students’ interest is moderate, with some showing initial enthusiasm but lacking long-term career orientation. Activities supporting PR include courses on Public Relations, Press Release, Journalism, and practical PR exercises. Competency gaps remain in technical and non-technical skills. Main inhibitors are limited facilities, minimal field practice, and career focus, while supporting factors include relevant courses and lecturer support. Recommendations include enhancing the curriculum, increasing PR practice, and providing better facilities. Keywords: Interest, Students, Public Relations Officer
PROBLEMATIKA KOMUNIKASI DAKWAH DALAM GERAKAN HIJRAH REMAJA Yasyah Sinaga, Yeni; Krisna Jaya, Canra
Dakwatul Islam Vol. 10 No. 1 (2025): Dakwatul Islam
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam STAI Diniyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/dakwatulislam.v10i1.1873

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganilisis problematika komunikasi dakwah dalam gerakan hijrah remaja di Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak serta memahami factor-faktor yang mempengaruhi efektivitas penyampaian pesan dakwah dikalangan generasi muda. Fenomena gerakan hijrah yang berkembang pesat dikalangan remaja mencerminkan adanya semangat spiritual baru, namun seringkali dihapkan pada tantangan komunikasi, seperti perbedaan persepsi, pemahaman agama yang parsial, serta pengaruh media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui obervasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan melalui tahap resukdi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problem utama komunikasi dakwah dalam gerakan hijrah di Tualang terletak pada kurangnya kemampuan da’I dalam memahami psikologi remaja, penggunaan media sosial dakwah yang belum efektif dan kadang menimbulkan salah tafsir, lemahnya pembinaan lanjutan setelah kegiatan dakwah. Upaya solutif yang dilakukan dengan peningkatan kapasitas da’I muda, pendekatan dakwah berbasis komunitas, serta pemanfaatan media digital serta kreatif dan edukatif. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian komunikasi dakwah kontemporer serta menjadi rujukan bagi pengembangan strategi dakwah remaja di era digital. Kata kunci: Komunikasi dakwah, gerakan hijrah, remaja Abstract This study aims to identify and analyze the problems of da'wah communication in the youth hijrah movement in Tualang District, Siak Regency and to understand the factors that influence the effectiveness of delivering da'wah messages among the younger generation. The phenomenon of the hijrah movement that is growing rapidly among teenagers reflects a new spiritual spirit, but is often faced with communication challenges, such as differences in perception, partial understanding of religion, and the influence of sosial media. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews and documentation. Data analysis was carried out through the stages of data collection, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that the main problems of da'wah communication in the hijrah movement in Tualang lie in the lack of ability of da'i in understanding adolescent psychology, the use of sosial media da'wah that is not yet effective and sometimes leads to misinterpretation, weak follow-up guidance after da'wah activities. Solution efforts are carried out by increasing the capacity of young da'i, a community-based da'wah approach, and the use of digital media that is creative and educational. This research is expected to enrich the study of contemporary Islamic missionary communication and serve as a reference for developing Islamic missionary strategies for youth in the digital era. Keywords: Islamic missionary communication, hijrah movement, youth
SINERGI MANAJEMEN ZAKAT DAN DANA HAJI UNTUK PEMBERDAYAAN EKONOMI UMAT Agus Salim Lubis
Dakwatul Islam Vol. 10 No. 1 (2025): Dakwatul Islam
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam STAI Diniyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/dakwatulislam.v10i1.1876

Abstract

Abstrak Pengelolaan zakat dan dana haji memiliki potensi strategis dalam mendorong pemberdayaan ekonomi umat di Indonesia. Zakat sebagai instrumen distribusi kekayaan berperan dalam pengentasan kemiskinan, sedangkan dana haji sebagai dana umat yang dikelola negara memiliki potensi pengembangan ekonomi melalui investasi yang produktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model sinergi antara manajemen zakat dan dana haji dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi umat melalui integrasi program pemberdayaan yang berkelanjutan. Pendekatan kualitatif digunakan dengan kajian literatur, analisis regulasi, dan praktik implementasi pada lembaga terkait seperti BAZNAS dan BPKH. Hasil kajian menunjukkan bahwa sinergi antara zakat dan dana haji dapat diwujudkan melalui kolaborasi program pemberdayaan ekonomi berbasis kewirausahaan, peningkatan kapasitas mustahik, serta investasi produktif yang sesuai prinsip syariah. Sinergi tersebut berpotensi meningkatkan efektivitas pendayagunaan dana umat, memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, dan mendukung pembangunan ekonomi syariah nasional. Namun, optimalisasi sinergi memerlukan harmonisasi regulasi, tata kelola integratif, serta penguatan literasi ekonomi syariah di masyarakat. Kata Kunci: Zakat, Dana Haji, Sinergi, Pemberdayaan Ekonomi Umat Abstract The management of zakat and hajj funds holds strategic potential in supporting the economic empowerment of Muslim communities in Indonesia. Zakat, as a wealth redistribution instrument, plays a significant role in poverty alleviation, while hajj funds, managed by the state, serve as a productive investment source for the development of the Islamic economy. This study aims to analyze a synergy model between zakat and hajj fund management to enhance community welfare through sustainable empowerment programs. A qualitative approach was employed through literature reviews, regulatory analysis, and examination of implementation practices in relevant institutions such as BAZNAS and BPKH. The findings indicate that synergy between zakat and hajj funds can be realized through collaborative economic empowerment programs based on entrepreneurship, capacity building for mustahik, and sharia-compliant productive investments. This synergy has the potential to improve the effectiveness of Islamic social fund utilization, strengthen community economic independence, and support national Islamic economic development. However, optimizing the synergy requires regulatory harmonization, integrated governance, and strengthening Islamic economic literacy within society. Keywords: Zakat, Hajj Funds, Synergy, Economic Empowerment
RELEVANSI PEMIKIRAN FAZLUR RAHMAN TERHADAP WACANA ISLAMISASI ILMU DI ERA DIGITAL DAN DISRUPSI TEKNOLOGI Juliana Sari Caniago; Safrina Harahap; Julita; Fauziah Nasution
Dakwatul Islam Vol. 10 No. 2 (2026): Dakwatul Islam
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam STAI Diniyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi pemikiran Fazlur Rahman terhadap wacana Islamisasi ilmu di era digital, dengan menyoroti tantangan dan peluang yang ditimbulkan oleh perkembangan teknologi. Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan, penelitian ini menemukan bahwa metode hermeneutika Rahman dapat menjadi fondasi penting untuk merumuskan Islamisasi ilmu yang adaptif, tidak dogmatis, dan responsif terhadap perubahan zaman. Dalam konteks disrupsi teknologi, gagasan Rahman tentang reinterpretasi ajaran Islam secara historis dan normatif dapat memperkuat proses integrasi ilmu agama dan ilmu modern, khususnya dalam bidang sains, etika digital, dan kecerdasan buatan. Dengan demikian, pemikiran Fazlur Rahman tetap relevan sebagai basis konseptual Islamisasi ilmu menuju pengembangan pengetahuan yang rasional, inklusif, dan kemaslahatan manusia kontemporer. Kata Kunci: Islamisasi Ilmu, Era Digital, Disrupsi Teknologi, Hermeneutika. Abstract This study aims to analyze the relevance of Fazlur Rahman's thoughts to the discourse on the Islamization of knowledge in the digital era, highlighting the challenges and opportunities posed by technological developments. Through a qualitative approach based on literature study, this study finds that Rahman's hermeneutical method can be an important foundation for formulating an Islamization of knowledge that is adaptive, non-dogmatic, and responsive to changing times. In the context of technological disruption, Rahman's ideas on the historical and normative reinterpretation of Islamic teachings can strengthen the process of integrating religious and modern knowledge, particularly in the fields of science, digital ethics, and artificial intelligence. Thus, Fazlur Rahman's thoughts remain relevant as a conceptual basis for the Islamization of knowledge towards the development of rational, inclusive knowledge and the benefit of contemporary humanity. Keywords: Islamization of Knowledge, Digital Era, Technological Disruption, Hermeneutics
KONTRIBUSI ISMAIL AL-FARUQI TERHADAP PENGEMBANGAN STUDI AGAMA KOMPARATIF DI MASA KINI Mufidah Hannum Nst; Faizah Rahmi Tarihoran; Fauziah Nasution
Dakwatul Islam Vol. 10 No. 2 (2026): Dakwatul Islam
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam STAI Diniyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini membahas kontribusi Ismail al-Faruqi terhadap pengembangan studi agama komparatif pada masa kini, khususnya dalam konteks pendekatan integratif yang menggabungkan rasionalitas akademik dan komitmen etis keagamaan. Al-Faruqi menegaskan pentingnya objektivitas, empati intelektual, dan keterlibatan dialogis antartradisi keagamaan sebagai fondasi dalam membangun pemahaman lintas iman yang konstruktif. Melalui analisis pemikirannya, penelitian ini menemukan bahwa metode komparatif yang ditawarkan al-Faruqi tidak hanya memperkaya kerangka epistemologis studi agama modern, tetapi juga memberikan arah baru bagi pengembangan disiplin yang lebih inklusif dan relevan dengan tantangan global kontemporer, seperti pluralisme, intoleransi, dan konflik antaragama. Kontribusinya terbukti signifikan dalam mendorong terciptanya pendekatan komparatif yang bersifat dialogis, transformatif, dan adaptif terhadap dinamika sosial keagamaan masa kini. Kata Kunci: Ismail al-Faruqi, studi agama komparatif, dialog antaragama Abstract This study examines the contributions of Ismail al-Faruqi to the development of contemporary comparative religion studies, particularly focusing on his integrative approach that combines academic rationality with ethical religious commitment. Al-Faruqi emphasized the importance of objectivity, intellectual empathy, and dialogical engagement among religious traditions as fundamental principles for fostering constructive interfaith understanding. Through an analysis of his ideas, this research finds that his comparative method enriches the epistemological framework of modern religious studies and provides a new direction for cultivating a more inclusive discipline capable of addressing contemporary global challenges such as pluralism, intolerance, and interreligious conflict. His contributions are shown to be significant in promoting a dialogical, transformative, and socially responsive approach to comparative religion in the present era. Keywords: Ismail al-Faruqi, comparative religion studies, interfaith dialogue
SIKAP MUHAMMADIYAH TERHADAP BUDAYA JAWA: PENGHARGAAN DAN KETEGANGAN Yuharniza Yuharniza; Ahmad Lahmi; Dasrizal Dahlan; Mahyudin Ritonga; Faisal Efendi; Afrikal Candra
Dakwatul Islam Vol. 10 No. 2 (2026): Dakwatul Islam
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam STAI Diniyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Artikel ini meneliti hubungan dialektis antara Muhammadiyah dan budaya Jawa periode awal berdirinya organisasi, yaitu 1912–1930. Studi ini muncul dari kebutuhan untuk memahami interaksi Islam modernis dengan konteks budaya lokal, sekaligus menantang stigma historis yang memandang Muhammadiyah sebagai gerakan puritan anti-budaya. Novelti buku ini terletak pada perspektif revisionis yang menunjukkan bahwa Muhammadiyah awal tidak menolak budaya Jawa, tetapi bersikap inklusif dan akomodatif terhadap praktik budaya yang tidak bertentangan dengan prinsip Islam. Metodologi ini bersifat historis-kualitatif, dengan pendekatan arsip dan studi literatur. Hasil, Muhammadiyah awal, dipimpin Ahmad Dahlan dan tokoh priyayi Jawa lainnya, memanfaatkan bahasa, busana, nama, dan ritual lokal sebagai sarana dakwah, sekaligus mempertahankan kemurnian akidah Islam. Pergeseran sikap terjadi setelah 1930-an akibat masuknya pengaruh ulama Minangkabau, ideologi Wahabi, dan pembentukan Majlis Tarjih, yang menjadikan organisasi lebih puritan dan syari’ah-oriented. Buku ini juga menyoroti kontribusi Muhammadiyah dalam modernisasi pendidikan dan masyarakat Jawa, serta relevansinya terhadap gagasan dakwah kultural kontemporer. Kata kunci: Muhammadiyah, Budaya Jawa, Islam Modern, Sejarah Sosial, Tinjauan Buku. Abstract This article examines the dialectical relationship between Muhammadiyah and Javanese culture during the early period of the organization's establishment, namely 1912–1930. This study arises from the need to understand the interaction between modern Islam and the local cultural context, while challenging the historical stigma that views Muhammadiyah as an anti-cultural puritanical movement. The novelty of this book lies in its revisionist perspective, which shows that early Muhammadiyah did not reject Javanese culture, but was inclusive and accommodating towards cultural practices that did not conflict with Islamic principles. The methodology is historical-qualitative, with an archival and literature study approach. The results show that early Muhammadiyah, led by Ahmad Dahlan and other Javanese priyayi figures, utilized language, clothing, names, and local rituals as means of da'wah, while maintaining the purity of Islamic doctrine. A shift in attitude occurred after the 1930s due to the influence of Minangkabau scholars, Wahhabi ideology, and the formation of the Majlis Tarjih, which made the organization more puritanical and Sharia-oriented. This book also highlights Muhammadiyah's contribution to the modernization of education and Javanese society, as well as its relevance to contemporary cultural da'wah ideas. Keywords: Muhammadiyah, Javanese Culture, Modern Islam, Social History, Book Review.
KOMUNIKASI ISLAM DALAM RUANG DIGITAL: STUDI KUALITATIF TENTANG ETIKA DAKWAH DAN LOGIKA MEDIA SOSIAL SUGITO SUGITO
Dakwatul Islam Vol. 10 No. 2 (2026): Dakwatul Islam
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam STAI Diniyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik komunikasi Islam dalam ruang digital dengan fokus pada etika dakwah dan pengaruh logika media sosial. Islam dan tuntutan algoritma, viralitas, serta budaya visual media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi konten dakwah digital, dan dokumentasi terhadap akun media sosial dai dan kreator dakwah di Indonesia. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola makna dan praktik etika dakwah digital. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dakwah digital cenderung mengalami pergeseran orientasi dari nilai edukatif dan spiritual menuju logika popularitas. penelitian ini melibatkan 8 pendakwah digital (dai muda) dan 5 audiens aktif sebagai subjek kunci. Penentuan jumlah informan didasarkan pada prinsip saturasi data, di mana penambahan subjek tidak lagi memberikan variasi informasi baru yang signifikan terhadap pola negosiasi etika dakwah. Fokus penelitian diarahkan pada kedalaman interpretasi terhadap fakta dan fenomena komunikasi yang ditemukan di lapangan guna menghasilkan analisis yang komprehensif. Penelitian ini berkontribusi pada penguatan kerangka konseptual komunikasi Islam digital dan memberikan implikasi bagi pengembangan praktik dakwah yang beretika di era media sosial. Kata kunci: Komunikasi Islam, Dakwah Digital, Etika Dakwah, Media Sosial, Logika Media Digital   Abstract This study examines Islamic communication practices in digital spaces, focusing on the ethics of da’wah and the logic of social media. Islamic ethical values and algorithm-driven demands such as visibility, virality, and visual culture. Using a qualitative interpretative approach with a case study design, data were collected through in-depth interviews, observation of digital da’wah content, and documentation of social media accounts of Indonesian preachers. Thematic analysis was employed to identify patterns of meaning and ethical negotiation in digital da’wah practices. The findings reveal that digital da’wah tends to shift toward popularity-oriented communication. This study involves 8 digital preachers (young dais) and 5 active audience members as key subjects. The number of informants was determined based on the principle of data saturation, ensuring that further data collection would not yield significantly new information regarding the negotiation of da’wah ethics. The research focuses on the depth of interpretation of the observed communication phenomena to provide a comprehensive and nuanced analysis. This study contributes to the development of value-based Islamic communication theory in digital contexts and offers practical insights for promoting ethical da’wah practices within social media ecosystems. Keywords: Islamic Communication, Digital Da’wah, Da’wah Ethics, Social Media, Media Logic