cover
Contact Name
Muhammad Haris
Contact Email
mhd.haritsyah@gmail.com
Phone
+6285265737376
Journal Mail Official
mhd.haritsyah@gmail.com
Editorial Address
Alamat Editorial Prodi PMI STAI Diniyah Pekanbaru Jl. Kuau No.001 / Jl. KH. Ahmad Dahlan No.100, Pekanbaru, Riau, Indonesia, 28121 Info kontak dakwatulislam@diniyah.ac.id Telpon/WA: 085265737376
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Dakwatul Islam
Core Subject : Social,
DAKWATUL ISLAM: Jurnal Ilmiah Masyarakat Islam cetakan P-ISSN: 2581-0987 |E-ISSN: 2828-5484 adalah jurnal akses terbuka yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Juni dan Desember oleh tim jurnal Prodi Pengembangan Masyarakat Islam STAI Diniyah Pekanbaru. Jurnal ini merupakan media komunikasi ilmiah antara dosen, pakar, praktisi, mahasiswa dan lainnya yang berminat terhadap kajian pengembangan masyarakat. Dalam hal publikasi, Jurnal Dakwatulislam mempublikasikan karya ilmiah hasil penelitian pustaka dan penelitian lapangan yang berguna untuk mengembangkan konsep dan teori pengembangan masyarakat yang meliputi bidang Sosial, Pengembangan SDM, Pengembangan Sumber Daya Ekonomi dan Pengembangan Sumer Daya Lingkungan. Dalam setiap volume terbitanya, artikel-artikel yang dipublikasikan dalam jurnal ini merupakan kajian ilmiah atas problem atau fenomena sosial yang berkembang dalam masyarakat. Hasilnya berbentuk gagasan-gagasan yang orisinal dan juga ringkasan hasil penelitian yang dituangkan dalam dua bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan Inggris, agar bisa dipahami oleh siapa saja
Articles 58 Documents
DIGITALISASI SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO KECIL BERBASIS POTENSI LOKAL Bayu Indra Laksana; Ahmad Maulana Anshori; Sudarman; Muharrani; Muhammad Haris
Dakwatul Islam Vol 9 No 2 (2025): Dakwatul Islam
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam STAI Diniyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/dakwatulislam.v9i2.1608

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengidentifikasi beberapa indikator: Kekuatan (Strengths): Produk inovatif seperti Bika Ambon Frozen dari Dapoer Zhafran, ketersediaan produk diberbagai minimarket, adanya reseller, produk Jae-Que tanpa pengawet, pemberdayaan masyarakat, penggunaan mesin dalam produksi, daya tahan produk Keripik Tempe Sumber Rejeki, penyuluhan dari pemerintah, serta inovasi dan kreativitas pelaku usaha. Kelemahan (Weaknesses): Kenaikan harga bahan baku, kelemahan dalam pemasaran, keterbatasan kemasan, kurangnya bahan baku jahe, ketidakmampuan menguasai marketplace Shopee, kurangnya sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi yang tidak optimal, kurangnya modal usaha, dan rendahnya pengetahuan berwirausaha. Peluang (Opportunities): Inovasi produk dengan sertifikasi halal dan BPOM, peluang besar produk herbal Jae-Que, adaptasi melalui media sosial dan marketplace, serta peluang usaha dengan Cash On Delivery (COD). Ancaman (Threats): Kerusakan produk saat pengemasan, dampak pemadaman listrik terhadap produk kue basah, kerentanan mesin produksi, keterbatasan kemasan, persaingan usaha yang semakin ketat, serta kekurangan modal dan pengetahuan pemasaran. Indikator di atas mencerminkan pelaku UMK Kecamatan Lubuk Dalam beradaptasi memanfaatkan teknologi digital dan pemerintah Kabupaten hingga Kampung melakukan program pemberdayaan melalui pelatihan dan pendampingan. Kata kunci: Digitalisasi, Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil (UMK) Abstract The research identified several indicators, namely Strengths: innovative products such as Bika Ambon frozen produced by Dapoer Hafran, product availability in various minimarkets, the presence of resellers, Jae-Que products without preservatives, community empowerment by using machines to produce Sumber Rezeki’s tempe so that it has durability, counseling from the government as well as innovation and creativity of business actors. Weaknesses: increase in raw material prices, marketing weaknesses, packaging limitations, lack of ginger raw materials, inability to control the marketplace, Shopee, lack of human resources, suboptimal use of technology, lack of business capital, and low entrepreneurial knowledge. Opportunities: product innovation with halal and BPOM certification, big opportunities for Jae-Que herbal products, adaptation through social media and marketplaces, as well as business opportunities with Cash On Delivery (COD). Threats: product damage during packaging due to power outages on wet cake products, vulnerability of production machines, packaging limitations, increasingly tight business competition and lack of capital and marketing knowledge. This indicator reflects the Lubuk Dalam sub-district MSEs entrepreneurs adapting to utilize digital technology and the district and village governments carrying out empowerment programs through training and mentoring. Keywords: Digitalization, Empowerment of Micro and Small Enterprises (MSEs)
DESAIN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI BERBASIS PENGARUSUTAMAAN GENDER (ELEMEN SEJARAH PERADABAN ISLAM KELAS XII FASE F) Ratna Sari, Meta; Rafiqah, Lailan Rafiqah
Dakwatul Islam Vol 9 No 2 (2025): Dakwatul Islam
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam STAI Diniyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/dakwatulislam.v9i2.1775

Abstract

Abstrak Penelitian ini membahas desain pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Karakter berdasarkan pendekatan gender mainstreaming. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis konten. Hasil penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut: 1) Penerapan gender mainstreaming dalam Pendidikan Agama Islam, unsur sejarah, pada kelas XII fase F dapat dilakukan dengan mengintegrasikannya ke dalam kurikulum secara bertahap melalui pendekatan kontribusi, pendekatan penambahan, pendekatan transformasional, dan pendekatan aksi sosial. 2) Desain Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Karakter Berbasis Pengarusutamaan Gender sebagai berikut: A) Tujuan Pembelajaran: Menganalisis peran dan teladan ulama Islam yang menyebarkan ajaran Islam di Indonesia, Memahami peran organisasi Islam di Indonesia dalam membangun dan memajukan negara. B) Materi/Isi Pembelajaran: (1) Membaca Al-Qur'an, (2) Cerita Sejarah yang Menginspirasi, (3) Wawasan Islam; Peran Ulama Islam pada Masa Perjuangan Kemerdekaan, Peran Organisasi pada Masa Perjuangan Kemerdekaan. (4) Penerapan Karakter. (5) Refleksi, (6) Ringkasan. C) Metode Pembelajaran: metode rasional (manhaj ‘aqli), metode intuitif (manhaj dhawqi), metode dialogis (manhaj jadali), metode perbandingan (manhaj muqarani), metode kritis (manhaj naqdi). D) Strategi Pembelajaran: Strategi Penyelidikan. E) Prinsip Pembelajaran: bermakna dan menyenangkan, membangun kemampuan untuk menjadi pembelajar seumur hidup, mendukung pengembangan kompetensi dan karakter siswa, pembelajaran yang relevan. F) Evaluasi Pembelajaran: penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Kata kunci: Desain Pembelajaran, Pendidikan Agama Islam dan Karakter, Pengarusutamaan Gender Abstract This study discusses the design of Islamic Religious Education and Character Education learning based on gender mainstreaming. The type of research used is library research. The analysis technique in this study uses content analysis. The results of this study can be described as follows: 1) Gender mainstreaming in Islamic religious education, history elements, grade XII phase F can be done by integrating it into the curriculum in stages through a contribution approach, additive approach, transformational approach, and social action approach. 2) Design of Islamic Religious Education and Character Education Learning Based on Gender Mainstreaming as follows: A) Learning Objectives: Analyze the role and exemplary role of Islamic scholars who spread Islamic teachings in Indonesia, Understand the role of Islamic organizations in Indonesia in building and advancing the country. B) Lesson Material/Content: (1) Let's read the Quran, (2) Inspirational Historical Stories, (3) Islamic Insight; The Role of Islamic Scholars During the War of Independence, The Role of Organizations During the War of Independence. (4) Application of Character. (5) Reflection, (6) Summary. C) Learning Methods: rational method (manhaj ‘aqli), intuitive method (manhaj dhawqi), dialogical method (manhaj jadali), comparative method (manhaj muqarani), critical method (manhaj naqdi). D) Learning Strategy: Inquiry strategy. E) Learning Principles: meaningful and enjoyable, building capacity to become lifelong learners, supporting the development of students’ competencies and characters, relevant learning. F) Learning Evaluation: assessment of attitudes, knowledge and skills. Keywords: Learning Design, Islamic Religious Education and Character, Gender Mainstreaming
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMELIHARAAN DAN PENILIKAN JALAN KOTA OLEH DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG DI KOTA PEKANBARU fira
Dakwatul Islam Vol 9 No 2 (2025): Dakwatul Islam
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam STAI Diniyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/dakwatulislam.v9i2.1408

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh keadaan jalan yang masih banyak dikategorikan rusak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan hambatan yang dihadapi oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Pekanbaru dalam mengimplementasikan kebijakan pemeliharaan dan penilikan jalan Kota Pekanbaru. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Ripley dan Franklin, yang memiliki tiga indikator: tingkat kepatuhan aparatur, kelancaran dan tidak adanya persoalan, dan kinerja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi kebijakan pemeliharaan dan penilikan jalan kota Pekanbaru belum berjalan dengan maksimal karena masih ditemukan kendala dalam pelaksanaannya. Hambatan yang ditemukan meliputi alat perbaikan jalan yang belum memadai, kurangnya koordinasi antar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Pekanbaru dengan pihak kelurahan atau kecamatan dalam perbaikan jalan dan lambatnya proses penanganan jalan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Pekanbaru
KEBIJAKAN PENATAAN PEDAGANG KAKI LIMA PADA KAWASAN PASAR ATAS KOTA BUKITTINGGI Zahrah
Dakwatul Islam Vol 9 No 2 (2025): Dakwatul Islam
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam STAI Diniyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/dakwatulislam.v9i2.1416

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis situasi nyata implementasi kebijakan penataan pedagang kaki lima di Kota Bukittinggi yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Bukittinggi pada kawasan Pasar Atas. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan implementasi kebijakan penataan pedagang kaki lima di kawasan Pasar Atas Kota Bukittinggi dapat dikatakan sudah terlaksana dari segi penyampaian instruksi dalam implementasi penataan pedagang kaki lima Namun proses komunikasi tersebut kurang berkelanjutan karena melakukan sosialisasi dua kali dalam setahun, jarak waktu yang cukup jauh menyebabkan sosialisasi tersebut kurang kondusif. Faktor penghambat dalam implementasi ini adalah penataan struktur organisasi yang kurang efektif dan kurangnya sosialisasi, banyaknya pedagang kaki lima dari luar Kota Bukittinggi yang menolak ikut kegiatan sosialisasi penataan pedagang kaki lima serta kurangnya fasilitas untuk pedagang kaki lima. Kata kunci: Implementasi Kebijakan, Penataan Pedagang Kaki Lima Abstract This study aims to analyze the real situation of the implementation of the street vendor arrangement policy in Bukittinggi City which has been carried out by the Bukittinggi City Government in the Pasar Atas area. The research method used is descriptive qualitative research with data collection techniques through interviews, observations and documentation. The results of this study indicate that the implementation of the street vendor arrangement policy in the Pasar Atas area of ​​Bukittinggi City can be said to have been implemented in terms of delivering instructions in the implementation of street vendor arrangement. However, the communication process is less sustainable because it carries out socialization twice a year, the long time interval causes the socialization to be less conducive. The inhibiting factors in this implementation are the ineffective organizational structure and lack of socialization, the large number of street vendors from outside Bukittinggi City who refuse to participate in the socialization activities for street vendor arrangement and the lack of facilities for street vendors.. Keywords: Policy Implementation, Street Vendor Arrangement
TATA KELOLA MASJID AGUNG ISLAMIC CENTRE KABUPATEN ROKAN HULU Sonia
Dakwatul Islam Vol 9 No 2 (2025): Dakwatul Islam
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam STAI Diniyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/dakwatulislam.v9i2.1417

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Tata Kelola Masjid Agung Islamic Centre Kabupaten Rokan Hulu yang telah dilakukan oleh Badan Pengelola Masjid Agung Islamic Centre Kabupaten. Adapun jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data secara observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari hasil analisis masing-masing indikator pengukur keberhasilan tata kelola,berupa indikator Partisipas, Transparansi, Akuntabilitas, Efektifitas, Kepastian hukum, Responsif maka hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukan bahwa tata kelola masjid agung Islamic centre Kabupaten Rokan Hulu dapat dikatakan sudah terlaksana tetapi belum terwujud secara ideal sehingga pelaksanaan tata kelola masjid agung Islamic centre ini belum berlangsung optimal. Faktor penghambat dalam tata kelola masjid agung Islamic centre ini adalah kurangnya sumber daya manusia yang tidak maksimalnya kinerja dan belum sesuai dengan kompetensinya, serta rendahnya tingkat koordinasi antar badan pengelola. Kata kunci: Tata Kelola, Masjid Agung Islamic Centre Kabupaten Rokan Abstract The purpose of this study was to determine the Governance of the Great Mosque of the Islamic Center of Rokan Hulu Regency which has been carried out by the Management Board of the Great Mosque of the Islamic Center of the Regency. The type of research used in this study is qualitative research with data collection techniques through observation, interviews and documentation. From the results of the analysis of each indicator measuring the success of governance, in the form of indicators of Participation, Transparency, Accountability, Effectiveness, Legal Certainty, Responsiveness, the results obtained from this study indicate that the governance of the Great Mosque of the Islamic Center of Rokan Hulu Regency can be said to be good but has not been realized ideally so that the implementation of the governance of the Great Mosque of the Islamic Center has not been optimal. The inhibiting factors in the governance of the Great Mosque of the Islamic Center are the lack of human resources whose performance is not optimal and is not in accordance with their competence, as well as the low level of coordination between the management bodies. Keywords: Governance, Islamic Center Grand Mosque, Rokan Regency
EFEKTIVITAS PROGRAM KAMPUNG KELUARGA BERKUALITAS: STUDI KASUSN DESA SEMELINANG DARAT Adhia Pradesty; Yasmine, Fayza
Dakwatul Islam Vol 9 No 2 (2025): Dakwatul Islam
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam STAI Diniyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/dakwatulislam.v9i2.1484

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini yaitu ingin mengetahui bagaimana pelaksanaan program kampung keluarga berkualitas Di Desa Semelinang Darat. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan cara Observasi, Wawancara, Dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori Budiani dalam Suryo Cipto Nugroho 2021 untuk mengukur suatu keefektivitasan pada Program Kampung Keluarga Berkualitas terdapat empat indikator yaitu ketepatan Sasaran program, Sosialisasi program, Pencapaian tujuan program, Pemantauan program. Berdasarkan penelitian ini dapat di simpulkan bahwa Program Kampung Keluarga Berkualitas Di Desa Semelinang Darat Kabupaten Indrigiri Hulu belum berjalan Efektif, hal ini di sebabkan oleh beberapa faktor yaitu kurangnya ke ikut sertaan masyarakat dalam berpartisipasi, kurangnya sarana dan prasarana,kurangnya pengetahuan kader-kader Kampung KB. Kesimpulan yang dihasilkan bahwa pelaksanaan program kampung KB di Desa Semelinang Darat masih belum optimal dapat dilihat dari sasaran yang belum optimal,keikutsertaan masyarakat terhadap program masih belum efektiv,sarana dan prasarana belum memadai. Kata kunci: Efektivitas,Program,Kampung Keluarga Berkualitas Abstract The purpose of this study was to find out how the implementation of the quality family village program in Semelinang Darat Village. This type of research is qualitative with descriptive methods. Data collection techniques by means of Observation, Interviews, Documentation. This study uses Budiani's theory in Suryo Cipto Nugroho 2021 to measure the effectiveness of the Quality Family Village Program, there are four indicators, namely the accuracy of program targets, program socialization, achievement of program objectives, program monitoring. Based on this study, it can be concluded that the Quality Family Village Program in Semelinang Darat Village, Indrigiri Hulu Regency has not been running effectively, this is caused by several factors, namely the lack of community participation in participating, lack of facilities and infrastructure, lack of knowledge of KB Village cadres. The conclusion that was drawn that the implementation of the KB village program in Semelinang Darat Village was still not optimal can be seen from the targets that were not optimal, community participation in the program was still not effective, facilities and infrastructure were inadequate. Keywords: Effectiveness, Program, Quality Family Village
TOLERANSI DALAM ISLAM: ANTARA IDEALITAS AJARAN DAN REALITAS SOSIAL PAHUTAR, AGUS ANWAR
Dakwatul Islam Vol 9 No 2 (2025): Dakwatul Islam
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam STAI Diniyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/dakwatulislam.v9i2.1560

Abstract

Abstrak Artikel ini membahas dinamika antara idealitas ajaran Islam mengenai toleransi dan realitas sosial umat Islam dewasa ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitik untuk mengkaji hubungan antara idealitas ajaran toleransi dalam Islam dan realitas sosial umat Islam. Melalui metode ini, penulis bertujuan untuk menggambarkan fenomena yang terjadi, baik dalam konteks teologis maupun sosial, serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan ajaran Islam tentang toleransi dalam praktik kehidupan sehari-hari. Islam sebagai agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam mengandung prinsip-prinsip dasar yang mendukung kehidupan damai dan saling menghormati antar umat manusia. Nilai-nilai tersebut secara eksplisit tercermin dalam Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW, yang mengajarkan penghargaan terhadap perbedaan, kebebasan beragama, dan perlakuan adil terhadap semua golongan. Namun demikian, dalam praktik sosial, umat Islam di berbagai belahan dunia masih dihadapkan pada tantangan intoleransi yang bersumber dari pemahaman keagamaan yang sempit, politisasi agama, serta lemahnya literasi keagamaan. Artikel ini menganalisis akar kesenjangan tersebut dan menawarkan pendekatan solutif melalui penguatan pendidikan Islam moderat, dakwah humanis, serta peran aktif lembaga keagamaan dalam membangun budaya toleransi. Dengan pendekatan kualitatif dan analisis normatif-sosiologis, tulisan ini menegaskan pentingnya reorientasi praksis keagamaan agar sesuai dengan semangat Islam sebagai agama yang inklusif dan universal. Kata kunci: Toleransi, Islam, idealitas, realitas sosial, moderasi, keberagaman Abstract This article explores the dynamics between the ideal teachings of Islam on tolerance and the current social realities faced by Muslim communities. The research employs a qualitative approach with a descriptive-analytical design to examine the relationship between the ideal of tolerance in Islamic teachings and the lived experiences of Muslims. Through this method, the author seeks to describe the phenomenon from both theological and social perspectives, and to analyze the factors that influence the implementation of Islamic values of tolerance in everyday life. As a religion that brings mercy to all of creation, Islam upholds fundamental principles that support peaceful coexistence and mutual respect among human beings. These values are explicitly reflected in the Qur’an and the Sunnah of the Prophet Muhammad (peace be upon him), which advocate respect for diversity, freedom of religion, and fair treatment of all people. Nevertheless, in social practice, Muslim communities across various regions still face the challenge of intolerance, which stems from narrow religious interpretations, the politicization of religion, and weak religious literacy. This article analyzes the root causes of this gap and offers constructive approaches through the strengthening of moderate Islamic education, humanistic da’wah, and the active role of religious institutions in fostering a culture of tolerance. Using a qualitative approach and normative-sociological analysis, the paper emphasizes the urgent need for a reorientation of religious praxis that aligns with the inclusive and universal spirit of Islam. Keywords: Tolerance, Islam, ideality, social reality, moderation, diversity
OPTIMALISASI INFAQ DAN SHADAQAH UNTUK PEMBERDAYAAN PENDIDIKAN ANAK YATIM Hervrizal
Dakwatul Islam Vol 9 No 2 (2025): Dakwatul Islam
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam STAI Diniyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/dakwatulislam.v9i2.1615

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana optimalisasi infaq dan shadaqah untuk pemberdayaan pendidikan anak yatim pada “Sahabat Yatim Indonesia”Cabang Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif besifat deskriptif analitis. Hasil penelitian adalah terdapat berbagai upaya yang dilakukan dalam rangka menghimpun infaq dan shadaqah seperti pencarian donator tetap, menjalin kemitraan dengan beberapa pihak, manejemen pengelolaan terstruktur. Sedangkan pendistribusian infaq shadaqah untuk layanan pendidikan dilakukan dengan penyediaan kebutuhan dasar baik itu sandang, pangan, dan papan, biaya sekolah termasuk uang sekolah, buku, seragam, dan perlengkapan sekolah lainnya yang diperlukan oleh anak-anak yatim dalam pendidikan. Faktor pendukung adalah adanya donatur tetap, menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, dan pelaporan yang transparan. Faktor penghambat banyaknya LAZ di Indonesia dan adanya skeptisisme dari masyarakat. Kata kunci: Infaq, Shadaqah, Pendidikan Anak Yatim Abstract This study aims to determine how to optimize Infaq and Shadaqah for the empowerment of orphan education at "Sahabat Yatim Indonesia" Pekanbaru Branch. The method used is a qualitative research method with a descriptive analytical nature. The results of the study are that there are various efforts made in order to collect infaq and shadaqah such as finding permanent donors, establishing partnerships with several parties, and structured management. Meanwhile, the distribution of infaq and shadaqah for educational services is carried out by providing basic needs such as clothing, food, and shelter, school fees including school fees, books, uniforms, and other school supplies needed by orphans in education. Supporting factors are the existence of regular donors, establishing partnerships with various parties, and transparent reporting. Inhibiting factors are number of LAZ in Indonesia and skeptic respons of community. Keywords: Infaq, Shadaqah, Orphan Education