cover
Contact Name
Fitri Dian Perwitasari
Contact Email
kandangjurnal5@gmail.com
Phone
+6281326101864
Journal Mail Official
kandangjurnal5@gmail.com
Editorial Address
Gedung Machdor Fakultas Teknik Lantai 1 Jl Fatahila no 40 watubelah Sumber
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Kandang : Jurnal Peternakan
ISSN : 20858329     EISSN : 26856220     DOI : https://doi.org/10.32534/jkd.v8i1.220
Kandang Journal Ilmiah Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon encompasses a broad range of research topics in animal sciences: breeding and genetics, reproduction and physiology, nutrition, feed sciences, agrostology, animal products, biotechnology, behaviour, welfare, health, livestock farming system, socio-economic, and policy.
Articles 94 Documents
Penilaian performans ayam lokal leher gundul Sampai umur 12 minggu Devi Yuliananda; R Kartasudjana; S Iskandar
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 6 No. 1 (2014)
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v6i1.203

Abstract

AbstrakDalam rangka mempelajari dan menggkaji tentang performans ayam lokal leher gundul ditinjau dari aspek energetik, lima puluh ekor anak ayam leher gundul dan lima puluh ekor anak ayam berbulu lengkap digunakan dalam kajian terhadap pengaruh kadar energi ransum dan fenotip ayam pada variabel-variabel produksi (konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, konversi ransum, bobot karkas). Dua kadar energi ransum (3098, 2 kkal me/kg dan 2655,8 kkal me/kg) serta dua fenotip ayam (leher gundul dan berbulu lengkap) digunakan sebagai faktor dalam rancangan penelitian (ral). Setiap kombinasi perlakuan dalam penelitian ini diulang sebanyak lima kali, dan setiap unit percobaan terdiri dari lima ekor ayam. Ayam ditempatkan pada kandang petak dengan alas kawat. Ransum diberikan ad-libitum dengan kandungan protein ransum ± 16,5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performans produksi ayam lokal tidak dipengaruhi oleh fenotip maupun kadar energi ransum (p˃0,05) dalam hal pertumbuhan, konversi ransum, dan produksi karkas, tetapi fenotip berpengaruh nyata terhadap konsumsi ransum (p˂0,05) yang ditunjukkan oleh rataan konsumsi ransum kumulatif pada ayam leher gundul lebih banyak daripada ayam berbulu lengkap (4.922,47 vs  4.673,08 g/ekor). Berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa performans ayam lokal leher gundul akibat pengaruh kadar energi ransum tidak berbeda dengan respon pertperformans ayam berbulu lengkap. Akan tetapi, pemberian ransum dengan kandungan energi rendah (2655,82 kkal me/kg) memberikan respon positif terhadap peningkatan efisiensi pemanfaatan energi ransum.Kata kunci: ayam lokal leher gundul, performans, umur 12 minggu
Korelasi Antara Lingkar Dada dengan Produksi Susu Laktasi Pertama Sapi Fries Holland (FH) Pada Peternkan Rakyat di Pujon- Malang Taufik Rahmat; Retno Widyani; Djodjo Sumardjo
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 6 No. 1 (2014)
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v6i1.204

Abstract

Abstrak            Sapi Friessland Holstein (FH) merupakan bangsa sapi perah yang banyak dipelihara di Indonesia, baik oleh peternakan rakyat maupun industri. Sapi FH memeliki kemampuan produksi relatf lebih tinggi dibandingkan dengan bangsa sapi perah lainnya. Besar ukuran tubuh dan bobot badan meskipun bukan ukuran ekonmi ternak perah, akan tetapi merupakan gambaran dari pertumbuhan ternak. Pertumbuhan yang baik menunjukan perkembangan hormonal yang baik khususnya hormon pertumbuhan, serta perkembangan organ-organ vital yang memiliki peran yang penting dalam metabolisme tubuh. Berdasarkan hal tersebut, permasalahan dalam penelitian ini adalah berapa nilai korelasi antara lingkar dada dan produksi susu laktasi pertama sapi FH. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya hubungan nyata dengan persamaan regresi produksi susu laktasi pertama dengan lingkar dada sapi FH pada peternakan rakyat di wilayah Pujon Kabupaten Malang. Lokasi penelitian di Peternakan Rakyat di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang, dilaksanaka pada bulan Desember 2012 – Januari 2013. Data yang diambil lingkar dada (sapi perah umur 3 dan 4 tahun) dan catatan produksi susu laktasi pertama, diambil secara random pada peternakan rakyat di Pujon. Data yang diperoleh produksi harian sapi perah sebesar 10,83 ± 0,95 ekor/liter dan produksi selama laktasi 3302,39 ± 290,09 ekor/liter dengan rata-rata lingkar dada sapi FH di peternakan Pujon 163,63±4,83 cm. Kesimpulan dari hasil penelitian ini yaitu ada korelasi antara lingkar dada dan produksi susu laktasi pertama sapi FH sebesar 0,731 (P<0,001) dan persamaan regresi Y = -3877,150 + 43,878 X.Kata Kunci : Sapi perah Fries Holland, lingkar dada dan produksi susu.
PERBANDINGAN PENGGUNAAN BABY CHICK FEEDER TRAY TERHADAP PERTAMBAHAN BERAT BADAN AYAM BROILER UMUR 1 MINGGU Mohamad Ardan Daniar; Retno Widyani; Rudi Permadi
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 6 No. 1 (2014)
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v6i1.205

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh perbedaan tempat pakan antara baby chick feeder dengan feeder tray terhadap pencapaian berat badan ayam umur 7 hari. Penelitian dilaksanakan di peternakan Ayam Broiler Desa Windu Jaya Kecamatan Sedong Kabupaten Cirebon pada tanggal 10 Desember 2012 sampai 2 Januari 2013. Materi yang digunakan adalah 3100 ekor ayam broiler dengan strain Lohman yang dibagi menjadi 2 bagian yakni kelompok A dan B yang masing-masing terdiri dari 1550 ekor ayam broiler. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental. Perlakuan yang diberikan adalah kelompok A diberikan tempat pakan dengan menggunakan baby chick feeder dan kelompok B diberikan tempat pakan dengan menggunakan feeder tray, kemudian dicatat pencapaian berat badan ayam umur 7 hari dengan menggunakan uji f dan perbandingan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan baby chick feeder dan feeder tray berpengaruh terhadap berat badan ayam broiler. Hal ini disebabkan penggunaan baby chick feeder lebih terjamin ketersedian pakan, kebersihan pakan dan palatabilitas ayam lebih baik, tidak adanya pakan yang tumpah jika dibandingkan dengan feeder tray.Kata Kunci : ayam broiler, baby chick feeder dengan feeder tray
EVALUASI TINGKAT KEBERHASILAN INSEMINASI BUATAN (IB) PADA SAPI PERANAKAN ONGGOLE (PO) (STUDI KASUS DI KELOMPOK TANI”HARAPAN MULYA” KABUPATEN KUNINGAN) TAHUN 2011 S/D 2013 Hadi Nuryamin; Retno Widyani; Djodjo Sumardjo
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 6 No. 1 (2014)
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v6i1.206

Abstract

ABSTRAK            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah straw yang digunakan untuk menghasilkan satu kebuntingan atau nilai Service per Conception (SC) pada pelaksanaaan Insemianasi Buatan dan persentase tingkat kebuntingan atau conception rate (CR), hasil Inseminasi Buatan (IB) pertama pada sapi peranakan Onggole (PO). Penelitian dilaksanakan di Kelompok tani “HARAPAN MULYA” Desa Cipondok Kecamatan Cibingbin Kabupaten Kuningan dengan melakukan survey/observasi mengenai data pelaksanaan Inseminasi Buatan (IB) pada ternak sapi peranakan onggole (PO) dari tahun 2011 – 2013 serta pengamatan lapangan. Data primer yang diamati adalah jumlah straw yang digunakan, jumlah ternak sapi yang di inseminasi dan jumlah ternak sapi yang bunting pada Inseminasi Buatan yang pertama. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan IB di Kelompok tani “HARAPAN MULYA” Desa Cipondok Kecamatan Cibingbin Kabupaten Kuningan yang dilakukan oleh petugas / inseminator Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan Kabupaten Kuningan berhasil baik yaitu memiliki nilai Service per Conception (SC) 1,67 dan presentase kebuntingan atau nilai Conception Rate (CR) 60%.Kata kunci : Inseminasi Buatan (IB), Sapi PO, Service per Conception (SC)  dan  Conception Rate (CR)
STUDI PENGGUNAAN MIKROBIALTRANSGLUTAMINASE PADA PROSES PEMBUATAN KEJU DARI SUSU SAPI Mus Nilamcaya
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 6 No. 1 (2014)
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v6i1.207

Abstract

ABSTRAK :Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh penambahan enzim mikrobial transglutaminase (MTG) pada proses pembuatan keju segar dari susu sapi terhadap yield, komposisi dan karakteristik keju.  Materi berupa susu sapi segar diperoleh dari Experimental Farm, Fakultas Peternakan. Enzim yang digunakan adalah water solutionMTG (Activa TG-BW-MH), dan mikrobial rennet berbentuk tablet kering. Penelitian dilaksanakan secara eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Terdapat 5 macam perlakuan yang diuji, yang meliputi penambahan MTG sebanyak 0,1; 0,2; 0,3 dan 0,4% (w/w) dari bobot susu sapi yang digunakan; dengan satu perlakuan kontrol yaitu tanpa penambahan MTG. Penambahan MTG dilakukan pada susu pasteurisasi (suhu 50oC), kemudian susu didiamkan selama satu jam. Selanjutnya, susu ditambah dengan kultur cair bakteri asam laktat dan diinkubasi selama 2 jam pada suhu 37oC, kemudian ditambah dengan koagulan (rennet). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali.Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan MTG sampai level 0,4% pada proses pembuatan keju dapat meningkatkan yield  sampai 34%, namun peningkatan level MTG dari 0,1% sampai dengan 0,4% tidak memberikan pengaruh yang nyata. Penambahan MTG meningkatkan kadar air, namun di sisi lain menurunkan kadar protein keju. Kadar lemak dan mineral keju yang dibuat dengan penambahan MTG menunjukan nilai yang relatif sama dengan kontrol. Sama halnya dengan yield, peningkatan level MTG dari 0,1% sampai dengan 0,4% tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap kadar air, protein, lemak dan mineral. Tingkat keasaman (pH) keju dan whey tidak dipengaruhi oleh penambahan MTG. Pengamatan secara visual menunjukan bahwa whey dari proses pembuatan keju yang ditambah MTG terlihat lebih jernih dibandingkan dengan kontrol. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penambahan MTG pada proses pembuatan keju segar dari susu sapi mampu meningkatkan yield namun tidak banyak mempengaruhi komposisi dan karakteristik keju.Kata kunci :   susu sapi, mikrobial transglutaminase, keju,  whey,  yield
HUBUNGAN ANTARA PENERAPAN PANCA USAHA TERNAK DENGAN PRODUKTIVITAS PEMBIBITAN DOMBA GARUT Rachmat Somanjaya; Dini Widianingrum; Ace Carta
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 6 No. 1 (2014)
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v6i1.209

Abstract

Penelitian mengenai hubungan antara penerapan panca usaha ternak dengan produktivitas pembibitan Domba Garut telah dilaksanakan dari tanggal 10 sampai dengan 30 September 2012 di Kecamatan Kasokandel Kabupaten Majalengka. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara penerapan panca usaha ternak dengan produktivitas pembibitan Domba Garut di Kecamatan Kasokandel. Penelitian menggunakan metode survei. Data primer diperoleh dari 100 peternak Domba Garut di wilayah Kecamatan Kasokandel Kabupaten Majalengka. Data sekunder diperoleh dari Dinas Hutbunak dan BP3K Kasokandel. Data dianalisis dengan menggunakan rumus korelasi Rank Spearman dan kemudian diinterpretasikan menurut aturan Guilford. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan panca usaha ternak di Kecamatan Kasokandel berada pada kategori sedang, yaitu dengan nilai rata-rata 40,6. Produktivitas pembibitan domba Garut di Kecamatan Kasokandel berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata 5,32. Secara komulatif terdapat hubungan yang sangat kuat antara penerapan panca usaha ternak dengan produktivitas pembibitan domba Garut (rs = 0,845). Kata kunci : Panca Usaha Ternak; Produktivitas Pembibitan Domba Garut.
SUBTITUSI EMPULUR SAGU FERMENTASI DALAM RANSUM TERHADAP PRODUKSI TELUR BURUNG PUYUH UMUR 50-99 HARI Irawan Arisandi; Aam Gunawan; syarif Djaya
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 7 No. 1 (2015)
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v7i1.210

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menentukan seberapa besar tingkat substitusi empelur sagu fermentasi terhadap produksi telur burung puyuh umur 50-99 hari. Burung puyuh umur 50 hari sebanyak 300 ekor dibagi ke dalam 20 petak kandang, setiap petak diisi dengan 15 ekor burung puyuh dan dipelihara selama 7 minggu. Perlakuan yang dicobakan terdiri dari P0=  Empulur Sagu Fermentasi 0% + Pakan Komersial 100%, P5=  Empulur Sagu Fermentasi 5% + Pakan Komersial 95%; P10 =   Empulur Sagu Fermentasi 10% + Pakan Komersial 90%; P15 = Empulur Sagu Fermentasi 15% + Pakan Komersial 85%; dan P20 = Empulur Sagu Fermentasi 20% + Pakan Komersial 80%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penggunaan empulur sagu fermentasi sampai 20% dalam ransum burung puyuh tidak berpengaruh nyata terhadap konsumsi ransum, tetapi menurunkan produksi telur dan berat telur puyuh serta tidak efisien yang ditandai dengan nilai konversi ransum yang semakin meningkat.Kata Kunci : Burung puyuh, empulur sagu dan fermentasi
HUBUNGAN ANTARA UMUR LAKTASI PERTAMA DENGAN AIR SUSU SAPI PERAH FRIES HOLLAND Roni Maulana Yusuf Tian Lean; Retno Widyani; Djodjo Sumardjo
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 7 No. 1 (2015)
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v7i1.211

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara umur laktasi pertama dengan produksi air susu sehingga dapat memberikan informasi yang penting bagi peternak dalam tatalaksana pengelolaan peternakan sapi perah di wilayah kerja KUD Karya Nugraha Kelurahan Cipari Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja KUD Karya Nugraha Kelurahan Cipari Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan selama bulan Januari 2015. Hasil penelitian ini menghasilkan analisis regresi hubungan antara umur pertama laktasi dengan produksi susu puncak dengan persamaan regresi Y = 4203, 451 + 53,021 x . Nilai R = 0,522 menunjukan bahwa umur laktasi pertama berpengaruh sebesar 52,2% terhadap produksi susu pada laktasi tertinggi, sedangkan yang 47,8% di pengaruhi oleh faktor lain. Analisis korelasi produksi susu laktasi pertama dengan produksi susu laktasi tertinggi sebesar 0,73 dan korelasi produksi susu laktasi pertama dengan produksi susu laktasi total sebesar 0,86. Hasil analisis korelasi menunjukan bahwa produksi susu pada laktasi pertama memiliki hubungan yang nyata dengan produksi susu tertinggi pada laktasi puncak dan produksi susu total. Sapi yang menghasilkan susu terbanyak pada laktasi pertama akan menghasilkan susu tertinggi pula dalam laktasi puncak dan produksi susu total. Produksi susu seekor sapi akan terus meningkat dengan tambahnya umur sapi sampai umur 7 – 8 tahun dan setelah umur tersebut produksi susu akan menurun sampai sapi berumur 11 – 12 tahun. Tingginya pengaruh laktasi pertama terhadap produksi susu dimungkinkan karena faktor genetik yang dimiliki oleh sapi tersebut dimunculkan secara bersamaan dan berlangsung secara terus menerus dengan tata laksana pemeliharaan yang konstan dari mulai laktasi 1 sampai laktasi 8. Kuantitas produksi susu disamping dipengaruhi oleh faktor genetik, juga sangat di pengaruhi oleh faktor pemberian pakan pada saat sapi laktasi.Kata kunci : sapi perah FH, periode laktasi, air susu
PERANAN FUNGSI KELOMPOK TERNAK DALAM AGRIBISNIS TERNAK SAPI POTONG DI KELURAHAN ARGASUNYA KECAMATAN HARJAMUKTI KOTA CIREBON Bayu Azy; Retno Widyani; Rudi Permadi
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 7 No. 1 (2015)
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v7i1.212

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menguji penerapan funngsi kelompok ternak, untuk meningkatkan pengetahuan peternak dalam usaha ternak sapi potong serta mengevaluasi hasil kegiatan penyuluhan yang dilakukan, dari setiap indikator terlemah baik dari variabel fungsi kelompok ternak atau variabel usaha ternak sapi potong kelurahan Argasunya. Kegiatan penelitian ini mengambil sampel berjumlah 30 responden peternak di Kecamatan Harjamukti dengan kepemilikan minimal 2 ekor sapi, sampel diambil datanya dengan menggunakan instrumen berupa kuesioner tertutup yang sudah disediakan jawbannya. Instrumen diuji dengan skala reabilitas Alpha Cronbach 0,876. Data yang diambil kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan uji konkordasi Kendall’s W. Hasil dari penelitian ini terdapat nilai signifikan 0,000 < 0,05 maka H1 diterima, yang artinya ada hubungan secara signifikan antara fungsi kelompok ternak dengan produksi Agribisnis Ternak Sapi Potong. Karena Koefisien korelasi nilainya positif, maka berarti fungsi kelompok Ternak berhubungan positif dan signifikan terhadap Produksi Agribisnis Ternak Sapi Potong. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Fungsi Kelompok Ternk berhubungan positif terhadap Produksi agribisnis Ternak Sapi Potong di Kelurahan Argasunya Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon.Kata Kunci : Peningkatan, Fungsi kelompok Ternak dan Usaha Ternak Sapi Potong
EVALUASI TINGKAT KEBERHASILAN INSEMINASI BUATAN (IB) PADA SAPI PERANAKAN ONGOLE (PO) Mardi Mardi; Mus Nilamcaya; Djodjo Sumardjo
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 7 No. 1 (2015)
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v7i1.213

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah straw yang digunakan  untuk menghasilkan satu kebuntingan atau nilai Service per Conception (SC) pada pelaksanaan Inseminasi Buatan dan prosentase tingkat kebuntingan atau Conception Rate (CR) hasil Inseminasi Buatan (IB) pertama pada sapi peranakan Ongole (PO). Penelitian dilaksanakan di Kelompoktani Ternak Sapi Potong “ KTTS  PADUSAN ” Desa Kubang Kecamatan Talun Kabupaten Cirebon dengan melakukan survey / observasi mengenai data pelaksanaan Inseminasi Buatan (IB) pada ternak sapi peranakan Ongole (PO) dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2009 serta pengamatan lapangan. Data primer yang diamati adalah jumlah straw yang digunakan, jumlah ternak sapi yang di inseminasi dan jumlah ternak sapi yang bunting pada Insemiansi Buatan yang pertama. Hasil penelitan menujukan bahwa pelaksanaan Inseminasi Buatan (IB) di Kelompoktani Ternak Sapi Potong  “ KTTS  PADUSAN ” Desa Kubang Kecamatan Talun Kabupaten Cirebon yang dilakukan oleh petugas / inseminator Dinas Pertanian Perkebunan Peternakan Dan Kehutanan Kabupaten Cirebon berhasil sangat baik yaitu memiliki nilai Service per Conception (SC) 1,61 dan Prosentase Kebuntingan  atau Nilai Conception Rate (CR) 62 %.  Kata Kunci : IB, Sapi PO, nilai Service per Conception (SC) dan Conception Rate  (CR)

Page 2 of 10 | Total Record : 94