cover
Contact Name
Fitri Dian Perwitasari
Contact Email
kandangjurnal5@gmail.com
Phone
+6281326101864
Journal Mail Official
kandangjurnal5@gmail.com
Editorial Address
Gedung Machdor Fakultas Teknik Lantai 1 Jl Fatahila no 40 watubelah Sumber
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Kandang : Jurnal Peternakan
ISSN : 20858329     EISSN : 26856220     DOI : https://doi.org/10.32534/jkd.v8i1.220
Kandang Journal Ilmiah Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon encompasses a broad range of research topics in animal sciences: breeding and genetics, reproduction and physiology, nutrition, feed sciences, agrostology, animal products, biotechnology, behaviour, welfare, health, livestock farming system, socio-economic, and policy.
Articles 94 Documents
ANALISIS POTENSI WILAYAH KABUPATEN MAJALENGKA TERHADAP PENYEDIA SUMBER PROTEIN HEWANI Rachmat Somanjaya; Dini Widianingrum; Dika Rahmiyan
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 7 No. 1 (2015)
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v7i1.214

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi wilayah Kabupaten Majalengka terhadap penyedia sumber protein hewani. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Studi Literatur dengan model pendekatan Analisis Deskriptif melalui pemanfaatan Data Sekunder. Hasil penelitian menunjukan bahwa kebutuhan rata-rata protein hewani Kabupaten Majalengka Tahun 2010, 2011 dan 2012 adalah 18,05 gram/kapita/hari. Kontribusi protein hewani asal ternak sebanyak 7,97 gram/kapita/hari, sehingga direkomendasikan untuk menambah populasi ternak di Kabupaten Majalengka, atau mendatangkan produk-produk peternakan dari daerah lain guna mencapai kebutuhan protein hewani asal ternak. Kekurangan ketersediaan protein hewani dapat ditambahkan pula dari protein hewani asal ikan.Kata kunci: potensi wilayah, hijauan pakan, protein.
TINJAUAN TENTANG PENGGUNAAN PROBIOTIK PADA AYAM PEDAGING Devi Yuliananda
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 7 No. 1 (2015)
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v7i1.215

Abstract

AbstrakKajian pustaka tentang penggunaan Probiotik pada ayam pedaging telah dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan jawaban yang pasti tentang manfaat probiotik sebagai pengganti antibiotik, sehingga diperoleh kemantapan penggunaan probiotik secara luas dalam industri peternakan, khususnya ternak ayam pedaging. Hasil kajian mengindikasikan bahwa : (1) probiotik dapat digunakan sebagai feed additif pengganti antibiotik, (2) penggunaan probiotik sebagai feed additif tidak menyebabkan efek negatif, dan (3) Pengaruh supplementasi probiotik yang beragam terhadap penampilan ternak ayam pedaging diduga sebagai akibat dari beberapa faktor seperti perbedaan jenis atau strain bakteri dalam probiotik yang digunakan, dosis pemberian pada ternak, dan tingkat ketahanan bakteri terhadap kondisi yang ekstrim baik dalam saluran pencernaan ternak maupun lingkungan penyimpanannya.Kata kunci: probiotik, ayam pedaging dan strain bakteri
PROFIL TATA LAKASANA PEMELIHARAAN PETERNAKAN RAKYAT SAPI PASUNDAN DESA DUKUHBADAG KECAMATAN CIBINGBIN KABUPATEN KUNINGAN Fitri Dian Perwitasari
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 7 No. 2 (2015)
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v7i2.216

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil tata laksana pemeliharaan peternakan rakyat sapi pasundan, untuk mengetahui sejauh mana karateristik profil peternak sapi pasundan di Desa Dukuhbadag. Penelitian dilakukan dengan cara survei di wilayah sentra sapi pasundan di Desa Dukuhbadag Kecamatan Cibingbin Kabupaten Kuningan. Wawancara dilakukan terhadap 41 responden yang dipilih secara random. Data sekunder berupa karakteristik peternak dan data primer tentang manajemen pakan dan data penunjang yang lain meliputi perkandangan, reproduksi dan kesehatan. Data yang diperoleh dievaluasi dan disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik pemeliharaan semi intensif, peternak masih menggembalakan ternak di hutan atau padang gembalaan. Sebagian besar peternak memberikan pakan hijauan tanpa ada pakan tambahan. Tata laksana pemberian pakan baik pada musim kemarau maupun musim penghujan tidak berbeda, yaitu dengan menggunakan pakan yang sama. Disimpulkan bahwa di desa Dukuhbadag Kecamatan Cibingbin Kabupaten Kuningan teknik pemeliharaan semi intensif, untuk ketersedian pakan peternak sebagian besar hanya hijauan saja untuk itulah perlu diberikan teknologi sederhana tepat guna untuk ketersedian pakan yang berkualitas.Kata Kunci: sapi pasundan, tata laksana pemeliharaan, peternak.
Pengaruh Variasi Bobot Sampel dan Waktu Destruksi Terhadap Kadar Protein Bahan Baku Pakan Ternak Non Ruminansia dengan metode Kjedahl Dani Komara; Retno Widyani; Djodjo Sumardjo
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 7 No. 2 (2015)
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v7i2.217

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi bobot sampel dan waktu destruksi terhadap kadar protein kasar (PK) dalam reference bahan baku tepung ikan pada ternak non ruminansia dengan metode kjeldahl. Penelitian ini dilaksanakan di JAPFA Comfeed Indonesia Tbk Cabang Cirebon melakukan uji profiensi pada penetapan kadar protein kasar dengan metode kjeldahl pada bahan baku pakan ternak. Bahan yang digunakan adalah reference bahan baku tepung ikan untuk pakan ayam bulan  November 2013. Tepung Ikan yang tergolong dalam bahan baku pakan konvensional yang telah teruji homogenitasnya. Hasil Uji Profisiensi out of range dari nilai standart yang ditetapkan, sehingga dilakukan serangkaian uji terhadap faktor-faktor yang menyebabkan penyimpanga  hasil. Pengujian dilakukan dengan memvariasi bobot sampel dan waktu destruksi guna mengetahui jumlah bobot sampel dan lamanya waktu destruksi yang optimal dalam proses analisis. Hasil pengujian kemudian dibandingkan dengan nilai standart kadar protein kasar yang ditetapkan oleh PT JAPFA Comfeed Indonesia Tbk cabang Cirebon agar diperoleh perlakuan maksimum dalam proses analisis. Percobaan dilakukan melalui 2 tahap yaitu penetapan sampel dan pengolahan dat. Penetapan sampel dilakukan dengan memvariasikan bobot sampel yaitu 1 gram; 0,7 gram dan 0,5 gram serta waktu destruksi yaitu 75 menit, 60 menit dan 45 menit. Metode yang digunakan pada percobaan ini adalah metode Kjeldahl yang mengacu pada Association of Offical Analytical Chemists (AOAC 2005) metode 2001.11, dengan perlakuan standart yaitu dengan bobot sampel 1 gram dan waktu destruksi 60 menit. Pengolaha data dilakukan secara statistika menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), meliputi analisis sidik ragam yang dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT). Hasil dari penelitian dilihat dari masing-masing perlakuan yaitu variasi bobot sampel dan waktu destruksi berpengaruh terhadap kadar protein kasar, sedangkan interaksi dari kedua perlakuan tersebut tidak berpengaruh terhadap kadar Protein kasar dalam reference bahan baku tepung ikan pada pakan ternak ayam dengan metode Kjeldahl. Hasil Pengujian diperoleh perlakukan maksimum yang memenuhi nilai standart serta melihat efisiensi bahan pereaksi dan dengan ketelitian yang lebih tinggi yaittu pada perlakuan bobot sampel 0,5 gram dan waktu destruksi 60 menit dengan nilai rerata kadar protein kasar (PK) sebesar 47,80%(b/b), sedangkan nilai standart kadar PK yang ditetapkan oleh PT Japfa Comfeed Indonesi Tbk yaitu sebesar 47,63 – 48,07 % (b/b). sedangkan pada tepung ikan pada perlakuan bobot sampel 1 gram dan waktu destruksi 60 menit dengan nilai rerata kadar PK yang ditetapkan oleh PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk yaitu sebesar 57,51 – 58,20% (b/b).Kata Kunci : waktu destruksi, Tepung ikan, dan metode kjeldahl
Pengukuran Produktivits Sapi Perah Menggunakan Test Interval Titi Julaeha; Retno Widyani; Djodjo Sumardjo
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 7 No. 2 (2015)
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v7i2.218

Abstract

ABSTRAKMutu genetik ternak tidak tampak dari luar, yang tampak dan dapat diukur adalah performan atau produksinya oleh karena itu catatat produksi diperlukan sebagai media untuk menduga mutu genetiknya. Pencatatan produski susu yang ideal adalah pencatatan harian tetapi memerlukan waktu yang lama sehingga berdampak terhadap tenaga kerja yang akan mempengaruhi tingginya biaya produksi peternak. Hal tersebut mendorong orang utntuk mencari berbagai cara pencatatan yang praktis dan ekonomis namun mempunyai ketepatan yang tinggi. Metode Test Interval adalah salah satu metode penaksiran produksi susu sapi perah berdasarkan catatan produksi susu bulanan. Metode Test Interval mengestimasi produksi susu mulai sehari setelah tanggal pecatatan sampai hari pencatatan beriktnya. Tujuan penelitian adalah membandingkan hasil produksi susu harian dengan produksi susu taksiran metode test interval pencatatan produksi susu per bulan dan mengetahui peringkat individu sapi perah yang menggunakan Metode Test Interval dibandingkan dengan produksi susu harian. Penelitian dilaksanakan di KUD Karya Nugraha Kabupaten Kuningan. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode survei dengan menggunakan catatan produksi susu sapi perah sebanyak 140 ekor sapi perah laktasi pertama dengan periode pencatatan tahun 2007 – 2013. Hasil penelitian ini menunjukkan produksi susu sapi perah (Laktasi I) rata-rata 3724,15±227,16 liter, umur rata-rata 964 ± 51,46 hari, dan jumlah hari pemerahan (JHP) rata-rata 302,70 ± 3,35 hari. Penaksiran produksi susu sapi perah dengan Metode Test Interval mendekati produksi susu nyata dengan hasil analisis korelasi 0,97. Penggunaan taksiran produksi susu dengan Metode Test Interval tidak mempengaruhi evaluasi genetik sapi perah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penaksiran produksi susu sapi perah dengan Metode Test Interval memberikan tingkat akurasi yang relatif sama dengan produksi susu harian. Taksiran Produksi susu dengan Metode Test Interval dapat digunakan untuk keperluan pengukuran produktivitas ternak sapi perahKata Kunci: Sapi Perah, Pengukuran produktivitas dan Metode Test Interval
Performans Itik Petelur Lokal Siap Bertelur Dengan Pemberian Tepung Daun Katuk Dalam Ransumnya Warkini Warkini; Subandi Subandi; Rusita Rusita
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 7 No. 2 (2015)
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v7i2.219

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung daun katuk terhadap performans itik petelur lokal siap bertelur. Penelitian dilaksanakan di Kelompok Tani Ternak Tani Mukti Desa Bogor Kecamatan Sukra Kabupaten Indramayu selama 14 hari, yaitu tanggal 18 Desember – 1 Januari 2013. Penelitian dilakukan dengan menggunakan 48 ekor itik lokal siap bertelur dengan bobot badan 1.147 – 1.564 gram. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, empat ulang dan masing-masing ulangan terdiri tiga ekor itik. Apabila terjadi perbedaan nyata dilanjutkan dengan uji jarak Duncan. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah: R0 = ransum kontrol (tidak mengandung tepung daun katuk), R1 = ransum mengandung 2,5% tepung daun katuk, R2 = ransum mengandung 5% tepung daun katuk, R3 = ransum mengandung 7,5% tepung daun katuk. Penelitian ini mendapatkan kesimpulan bahwa pemberian tepung daun katuk dapat diberikan dalam ransum maksimal 2,5% pada itk petelur lokal siap bertelur tanpa mempengaruhi performansKata Kunci : Performans, tepung daun katuk, itik pertelur lokal
IMPLEMENTASI GOOD MANUFACTURING PRACTICES PADA RUMAH POTONG AYAM BERSERTIFIKAT HALAL DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Edi Suryanto; Tridjoko Wisnu Murti; Yatri Drastini; Bastoni Bastoni; Ismatullah Salim; Umar Alfaruqi
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 8 No. 1 (2016)
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v8i1.220

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Good Manufacturing Practices (GMP) pada Rumah Potong Ayam (RPA) bersertifikat halal di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), untuk mengetahui kualitas daging pada RPA yang bersertifikat halal di DIY, dan untuk mengetahui korelasi antara implementasi GMP dengan kualitas daging pada RPA yang bersertifikat halal di DIY. Materi penelitian terdiri dari responden yaitu pelaku usaha RPA di DIY. Metode penelitian ini terdiri dari teknik pengambilan data responden dengan cara purposive sampling sebanyak 50% RPA bersertifikat halal di DIY. Jumlah responden adalah 20 RPA di DIY. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan menggunakan kuesioner untuk mengetahui implementasi GMP. Pengambilan sampel dilakukan dengan survei. Survei yang dilakukan meliputi pengamatan dan menilai secara langsung kegiatan di RPA dengan skor penilaian 1 sampai 5. Untuk mengetahui kualitas daging dilakukan uji Total Plate Count (TPC) dan uji keasaman (pH). Kemudian dianalisa dengan menggunakan uji Rank Spearman untuk mengetahui korelasi antara implementasi GMP dengan kualitas daging ditinjau dari hasil uji TPC dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata implementasi GMP adalah 314,7 dengan Skor 4 yang menunjukkan hampir mendekati penerapan yang benar. Hasil kualitas daging menunjukkan bahwa nilai rata-rata pH daging 5.91 dan nilai TPC rata-rata 3,5x103 cfu/g. Terdapat korelasi antara implementasi GMP dengan hasil uji pH nilai pada Rank Spearman adalah 0,666, nilai Rank Spearman menunjukkan bahwa ada korelasi sangat signifikan. Terdapat korelasi antara implementasi GMP dengan hasil uji TPC nilai pada Rank Spearman adalah 0,782, nilai Rank Spearman menunjukkan bahwa ada korelasi sangat signifikan. Kesimpulan dari hasil penelitian adalah pelaksanaan dan penerapan GMP pada RPA bersertifikat halal di DIY belum seluruhnya dilakukan dengan baik. Hasil kualitas daging baik masih sesuai dengan SNI. Terdapat korelasi yang signifikan antara implementasi GMP dengan kualitas daging (nilai pH dan TPC) pada RPA yang bersertifikat halal di DIY.Kata Kunci: Good Manufacturing Practices (GMP), Rumah Potong Hewan (RPA), Sertifikat Halal, dan Kualitas Daging).
Kajian Tentang Management Perkandang Sapi Potong Rakyat Di Desa Dukuhbadag Kecamatan Cibingbin Kabupaten Kuningan Fitri Dian Perwitasari
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 8 No. 1 (2016)
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v8i1.221

Abstract

ABSTRAKPemeliharaan sapi secara tradisional merupakan sistem yang dilaksanakan oleh sebagian besar Peternak di Indonesia. Managemen perkandangan merupakan salah satu faktor produksi yang belum mendapat perhatian dalam usaha peternakan sapi potong khususnya peternakan rakyat. Oleh sebab itulah penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi dari peternak tentang manajemen perkandangan dan usaha kesehatan hewan. Metode penentuan lokasi purposive sampling. Pengolahan data secara metode deskriptif, Pengambilan data dengan Wawancara dan Survey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondsi kandang sapi belum memenuhi standart kandang yang baik, ditambah lagi belum ada sanitasi kandang sehingga menyebabkan kondisi kandang menjadi lembab dan becek. Limbah yang menumpuk tersebut bisa menjadi penyakit bagi sapi dan lingkungan sekitar. Inilah beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya produktivitas usaha ternak sapi potong.Key Words:   Sapi, Management perkandangan dan kesehatan
IMPLEMENTASI GOOD MANUFACTURING PRACTICES PADA RUMAH POTONG HEWAN BERSERTIFIKAT HALAL DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Bastoni Bastoni; Edi Suryanto; Rusman Rusman; Tridjoko Wisnu Murti; Yatri Drastini; Nasrul Hidayat
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 8 No. 1 (2016)
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v8i1.222

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Good Manufacturing Practices (GMP) pada Rumah Potong Hewan (RPH) bersertifikat halal di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), untuk mengetahui kualitas daging pada RPH di DIY, dan untuk mengetahui korelasi antara implementasi GMP dengan kualitas daging pada RPH di DIY. Materi penelitian terdiri dari responden yaitu pelaku usaha RPH di DIY. Metode penelitian ini terdiri dari teknik pengambilan data responden dengan cara purposive sampling sebanyak 50% RPH bersertifikat halal di DIY. Jumlah responden adalah 22 RPH di DIY. Pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner untuk mengetahui implementasi GMP. Pengambilan sampel dilakukan dengan survei. Survei yang dilakukan meliputi pengamatan dan menilai secara langsung kegiatan di RPH dengan skor penilaian 1 sampai 5. Untuk mengetahui kualitas daging dilakukan uji Total Plate Count (TPC) dan uji keasaman (pH). Kemudian dianalisa dengan menggunakan uji Rank Spearman untuk mengetahui korelasi antara implementasi GMP dengan kualitas daging ditinjau dari hasil uji TPC dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata implementasi GMP adalah 368,3 dengan Skor 4 yang menunjukkan hampir mendekati penerapan yang benar. Hasil kualitas daging menunjukkan bahwa nilai rata-rata pH daging 5.9 dan nilai TPC rata-rata 2,6 x 103 cfu/g. Terdapat korelasi antara implementasi GMP dengan hasil uji pH nilai pada Rank Spearman adalah 0,655, nilai Rank Spearman menunjukkan bahwa ada korelasi sangat signifikan. Terdapat korelasi antara implementasi GMP dengan hasil uji TPC nilai pada Rank Spearman adalah 0,637, nilai Rank Spearman menunjukkan bahwa ada korelasi sangat signifikan. Kesimpulan dari hasil penelitian adalah pelaksanaan dan penerapan GMP pada RPH bersertifikat halal di DIY belum seluruhnya dilakukan dengan baik. Hasil kualitas daging baik masih sesuai dengan SNI. Terdapat korelasi yang signifikan antara implementasi GMP dengan kualitas daging (nilai pH dan TPC) pada RPH yang bersertifikat halal di DIY.Kata Kunci: Good Manufacturing Practices (GMP), Rumah Potong Hewan (RPH), Sertifikat Halal, dan Kualitas Daging)
Hubungan antara Kecepatan Pemerahan dengan Produksi Susu Sapi Perah Di Peternakan Sapi Perah Kelompok Tani Mulya Makmur Desa Manislor Kecamatan Jalaksana Kabupaten Kuningan Desi Unari; Retno Widyani; Rudi Permadi
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 8 No. 1 (2016)
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v8i1.223

Abstract

AbstrakProduksi susu harus terus ditingkatkan agar terciptanya swasembada susu nasional. Produksi susu yang dihasilkan dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah manajemen pemerahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara kecepatan pemerahan dengan produsi susu. Penelitian ini dilaksanakan di peternakan sapi perah Kelompok Tani Mulya Makmur,Desa Manislor, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan pada bulan Juni 2014 sampai bulan Juli 2014. Penelitian ini melibatkan seluruh populasi sapi laktasi yang berada di peternakan sapi Kelompok Tani Mulya Makmur yang berjumlah 72 ekor sapi. Waktu pemerahan pagi hari pukul 06.00 WIB dan sore hari pukul 15.30 WIB. Peralatan yang digunakan dalam penelitian yaitu, gelas ukur plastik, stopwatch, pita ukur, ember, tabel pengisian data, alat tulis dan alat dokumentasi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan mencatat data primer yaitu jumlah sapi yang diperah, produksi susu (liter), dan lama pemerahan. Dari data jumlah produksi susu diperoleh data rata-rata produksi susu dan dari pembagian data produksi susu dan lama pemerahan diperoleh data kecepatan pemerahan. Data tersebut dianalisis nilai korelasinya kemudian diperoleh persamaan regresi linearnya dengan menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian diperoleh rata-rata produksi susu satu hari 8.38 liter, rata-rata kecepatan pemerahan 0.67 liter/menit, nilai korelasi 0.76 dan persamaan regresi Y = 11.15 X + 0.9. Dengan Y adalah rata-rata produksi susu (liter) dan X adalah kecepatan pemerahan (liter/menit). Hasil uji signifikasi dengan α = 0.05 diperoleh t Hitung > t Tabel, hal ini menunjukan terdapat hubungan antara kecepatan pemerahan dengan produksi susu di peternakan sapi perah Kelompok Tani Mulya Makmur. Setelah dilakukan penelitian, produksi susu di peternakan sapi perah Kelompok Tani Mulya Makmur belum memenuhi kadar minimal produksi susu yang harus dihasilkan dalam satu hari.Dengan demikian, apabila kecepatannya tinggi, maka tinggi pula produksi susunya. Begitu pula sebaliknya, apabila kecepatan rendah, maka rendah pula produksi susunya. Kata-kata kunci: sapi perah, kecepatan pemerahan, dan produksi susu

Page 3 of 10 | Total Record : 94