cover
Contact Name
Umar
Contact Email
laodeumarpgmi@gmail.com
Phone
+6285353428815
Journal Mail Official
taroajurnalpkmlp2m@gmail.com
Editorial Address
Bima City IAI Muhamamadiyah Bima
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Taroa : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Published by IAI Muhammadiyah Bima
ISSN : 28281780     EISSN : 28283600     DOI : https://doi.org/10.52266/taroa
Jurnal Taroa adalah jurnal double-blind peer-review dan open-access tentang Pengabdian Masyarakat. Fokus jurnal ini membahas masalah studi akademik terutama berkaitan dengan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan Pelatihan, Loka Karya, Workshop, FGD, maupun dalam bentuk Bimbingan Teknis (BIMTEK) lainnya. Ruang lingkup jurnal Taroa meliputi beberapa aspek kegiatan pengabdian masyarakat diantaranya; 1) Pengembangan Dan Pemberdayaan Sosial Budaya Masyarakat, 2) Pendampingan Usaha Dan Ekonomi Kreatif Bagi Masyarakat, 3) Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Komunitas/Mitra. 4) Peningkatan Mutu Pendidikan Dan Pembelajaran, 5) Peningkatan Kapasitas Kesadaran Hukum Dan Politik Bagi Masyarakat, 6) Pengembangan Kegiatan Keislaman dan Kemuhammadiyahan.
Articles 180 Documents
IDENTIFIKASI DAN PEMETAAN KOMUNITAS PRAKTISI DI SEKOLAH MELALUI LOKAKARYA PARTISIPATIF Mei Indra Jayanti; Umar Umar
Taroa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Juli
Publisher : LPPM IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunitas praktisi adalah sekelompok individu yang memiliki semangat dan kegelisahan yang sama tentang praktik yang mereka lakukan dan ingin melakukannya dengan lebih baik dengan berinteraksi secara rutin. Namun, keberadaan dan implementasi program komunitas praktisi di berbagai sekolah masih belum sistematis. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini yaitu untuk memberikan pemahaman tentang definisi dan manfaat komunitas praktisi, mendorong peserta mengidentifikasi komunitas praktisi yang telah ada, membimbing peserta dalam memetakan manfaat dan area kontrol komunitas tersebut di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian menggunakan metode partisipatif melalui pendekatan lokakarya yang dirancang untuk membangun kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan guru dalam mengidentifikasi serta memetakan komunitas praktisi di lingkungan sekolah. Kegiatan lokakarya pengabdian ini berhasil mengidentifikasi keberadaan tujuh komunitas praktisi guru dengan cakupan area kontrol yang bervariasi, mulai dari tingkat sekolah hingga nasional. Temuan menunjukkan bahwa komunitas-komunitas tersebut telah memberikan manfaat nyata bagi pengembangan kompetensi profesional guru, peningkatan jejaring kolaborasi, dan bahkan ekspresi nilai-nilai budaya lokal dalam praktik pendidikan.
PELATIHAN VERIFIKASI INFORMASI BAGI ANAK MUDA DAN PERANGKAT DESA BAKALEREK KECAMATAN NUBATUKAN KABUPATEN LEMBATA Sultan Abdullah
Taroa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Januari
Publisher : LPPM IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/taroa.v5i1.5070

Abstract

Pelatihan Verifikasi Informasi bagi anak muda dan perangkat Desa Bakalerek” dilaksanakan dengan tujuan untuk mengatasi masalah penyebaran hoaks ataupun informasi palsu di Desa Bakalerek. Topik ini dipilih untuk mengatasi banyaknya informasi hoaks yang tersebar di media sosial, sehingga membutuhan kemampuan untuk memverifikasi suatu informasi atau berita dengan tujuan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh dengan informasi hoaks atau informasi palsu yang beredar. Metode pengabdian menggunakan pelatihan dan observasi langsung kepada anak muda dan perangkat Desa Bakalerek. Pelatihan ini dilakuan dalam bentuk penyampaian materi kepada anak muda dan perangkat Desa Bakalerek serta melakukan diskusi bersama dan evaluasi terhadap pemahaman peserta. Hasil dari pelatihan menunjukan peningkatan yang baik dalam pengetahuan peserta dalam memverifikasi informasi serta membedakan informasi hoaks yang beredar dan menerapkan langka-langka verifikasi sebelum menyebarkan informasi. Keberhasilan program ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan anak muda dan perangkat desa dalam menghadapi tantangan informasi digital, terutama dalam hal mencegah penyebaran suatu informasi hoaks, sehingga mendorong sikap kritis dan bertanggung jawab dalam menerima dan menyebarkan informasi di lingkungan Desa Bakalerek.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA: PEMANFAATAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA (TTG) SISTEM IRIGASI TETES OTOMATIS DAN PENGOLAHAN LIMBAH KULIT DURIAN MENJADI PRODUK BERNILAI EKONOMIS Syafruddin Syafruddin; Israjunna Israjunna; Wulan Ratia Ratulangi
Taroa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Januari
Publisher : LPPM IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/taroa.v5i1.5159

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan komunitas pedesaan di Kota Bima melalui penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) yang adaptif dalam budidaya hortikultura dan pemanfaatan limbah kulit durian. Hal ini akan meningkatkan efisiensi, mengurangi polusi, dan meningkatkan literasi teknologi, keterampilan kewirausahaan, serta kemandirian ekonomi yang berkelanjutan. Metode pelaksanaan program dilakukan melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama enam bulan dengan tahapan sistematis (sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan program) untuk mengatasi permasalahan mitra sasaran yang meliputi Masyarakat Tani (Mitra 1) dan PKK (Mitra 2). Program ini berfokus pada Pemberdayaan Masyarakat Desa melalui Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna (TTG) Sistem Irigasi Tetes Otomatis dan pengolahan limbah kulit durian menjadi produk bernilai ekonomis. Hasil kegiatan sangat signifikan terhadap pembangunan berkelanjutan di wilayah pedesaan. Pertama, efisiensi irigasi membantu menjawab tantangan krisis air di musim kemarau dan memperkuat ketahanan pertanian. Kedua, pemanfaatan limbah kulit durian sebagai cuka, tepung, produk makanan, dan biokompos membuka peluang ekonomi baru serta mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia dan energi tak terbarukan. Ketiga, penguatan peran pemerintah desa dalam mendorong inovasi lokal menciptakan ekosistem kolaboratif yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.
PENINGKATAN KAPASITAS TENAGA KEPENDIDIKAN DALAM MENGANALISIS PERFORMA AKADEMIK SISWA UNTUK MENDUKUNG IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MENDALAM DI KABUPATEN GARUT S Suryadi; Zaini Hafidh; Asep Suryana; Liris Raspatiningrum; Deni Kadarsah; Ridana Hinrawan; Gilang Ramadhan Putra
Taroa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Januari
Publisher : LPPM IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/taroa.v5i1.5182

Abstract

Peningkatan kapasitas tenaga kependidikan dalam menganalisis performa akademik siswa menjadi urgensi mendesak di era pembelajaran mendalam, terutama di Kabupaten Garut yang berkomitmen pada transformasi pendidikan berbasis kompetensi tinggi. Dalam konteks pendidikan modern, data akademik bukan lagi sekadar pencatatan, melainkan sumber daya strategis untuk pengambilan keputusan yang proaktif dan berkelanjutan. Metode pelatihan dalam kegiatan ini mengombinasikan pendekatan praktis dan teoritis. Sesi diskusi dan studi kasus nyata akan digunakan untuk mengaplikasikan konsep yang dipelajari dalam konteks sekolah. Pelatihan daring juga disediakan untuk fleksibilitas akses, dengan tutorial video dan sumber daya online juga kolaborasi pendekatan partisipatif dan pendekatan aplikatif. Pada tahap partisipatif, peserta tidak diposisikan sekadar sebagai penerima materi, melainkan sebagai kontributor aktif yang membawa pengalaman, pengetahuan, dan konteks kerja masing masing ke dalam proses belajar. Dari pelatihan dan pendampingan yang dilakukan, telah tercipta peningkatan signifikan dalam kemampuan tenaga kependidikan untuk memanfaatkan data akademik secara sistematis. Mereka mampu menyusun laporan analisis performa siswa secara berkala, merancang model intervensi berbasis data, serta berkontribusi dalam penyusunan kebijakan sekolah yang lebih responsif. Selain itu, terjadi peningkatan kerja sama antarstakeholder dalam sistem pelaporan dan pemantauan pembelajaran, serta keterampilan menggunakan Artificial Intelegence dalam mendukung peran dan tanggung jawab nya di sekolah.
PENGUATAN LITERASI KARAKTER SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DAN IDENTIFIKASI BULLYING USIA DINI DI SDN 007 SERI KUALA LOBAM: Literasi Karakter Husni Yatul Ramdahani
Taroa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Januari
Publisher : LPPM IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/taroa.v5i1.5240

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganlisis perundungan (bullying) terhadap anak usia dini serta upaya pencegahannya melalui penguatan literasi karakter di SDN 007 Seri Kuala Lobam. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan subjek penelitian siswa kelas IV–VI yang berjumlah 94 orang. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta refleksi diri siswa yang dituliskan pada catatan tempel setelah mengikuti sosialisasi “Stop Bullying, Ayo Berteman Asyik”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa merasakan sedih (41,44%) ketika dirundung, diikuti dengan sakit hati/marah (25,26%), takut/malu (13%), biasa saja (15%), dan kategori lainnya (2,2%). Temuan ini menegaskan bahwa perundungan tidak hanya menimbulkan dampak fisik, tetapi juga berimplikasi serius terhadap kondisi psikologis, sosial, dan akademis siswa. Kegiatan sosialisasi terbukti membantu meningkatkan pemahaman siswa mengenai bahaya perundungan sekaligus menumbuhkan sikap empati, saling menghargai, dan membangun hubungan pertemanan yang sehat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa karakter literasi memiliki peran penting dalam mencegah praktik perundungan di sekolah dasar. Oleh karena itu, pencegahan perundungan perlu dilakukan secara kolaboratif oleh sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan ramah anak.
SITI RUSA (NASI TIM RUMPUT LAUT SAYURAN) ALTERNATIF MP-ASI PADA BALITA UNTUK MENGATASI GIZI BURUK Nursani Nursani; Nur Husnul Khatimah; Ibrahim Ibrahim
Taroa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Januari
Publisher : LPPM IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/taroa.v5i1.5262

Abstract

Desa Karumbu, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, masih menghadapi prevalensi gizi buruk dan stunting yang tinggi, yakni 39,53% balita mengalami stunting, jauh di atas rata-rata nasional maupun provinsi. Kondisi ini diperparah dengan rendahnya literasi gizi ibu rumah tangga, pola konsumsi yang kurang variatif, serta belum optimalnya pemanfaatan bahan pangan lokal seperti rumput laut dan sayuran sebagai sumber makanan bergizi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan stunting melalui pelatihan pembuatan SiTi RuSa (Nasi Tim Rumput Laut Sayuran) sebagai alternatif makanan pendamping ASI (MP-ASI) berbasis pangan lokal. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi gizi, pelatihan hands-on training pembuatan MP-ASI, pengecekan kesehatan balita, serta evaluasi pretest–posttest. Kegiatan melibatkan 120 peserta yang terdiri dari ibu rumah tangga, kader posyandu, dan aparat desa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan peserta, dengan nilai rata-rata pretest 37,06 meningkat menjadi 69,42. Hasil uji T-Test menunjukkan nilai t = 81,526 dengan p-value = 0,000 (p < 0,05) yang menunjukkan banwa terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara nilai sebelum dan sesudah pelatihan. Selain peningkatan keterampilan teknis dalam pembuatan MP-ASI. Peserta juga mampu mempraktikkan pembuatan SiTi RuSa dan variasi MP-ASI berbasis pangan lokal lainnya. Dampak kegiatan ini tidak hanya meningkatkan literasi gizi dan keterampilan ibu dalam penyediaan makanan sehat bagi balita, tetapi juga memperkuat kapasitas kader posyandu serta membuka peluang pemberdayaan ekonomi melalui pengembangan produk pangan lokal.
UPAYA PENINGKATAN PEMAHAMAN TERKAIT URGENSI KONSERVASI SUMBER DAYA AIR MELALUI GERAKAN PENGHIJAUAN DI DESA MANDALAMEKAR KABUPATEN BANDUNG Liza Evita; Muhammad Faisal; Dodik Pranata Wijaya; Oktavianisa Nuraini; Suci Chantika5 Chantika
Taroa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Januari
Publisher : LPPM IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/taroa.v5i1.5410

Abstract

Konservasi sumber daya air merupakan upaya memelihara keberadaan, keberlanjutan keadaan, sifat, fungsi sumber daya air agar senantiasa tersedia dalam kuantitas dan kualitas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan manusia dan makhluk hidup lainnya, baik pada waktu sekarang maupun yang akan datang. Hal ini penting untuk dilaksanakan mengingat air merupakan sumber kehidupan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam rangka memelihara keberadaan sumber daya air adalah melalui gerakan penghijauan, penanaman pohon. Permasalahan utama yang dihadapi oleh Mitra yang dalam hal ini Desa Mandalamekar memiliki potensi 2 sumber mata air, namun jika musim kemarau debit airnya menurun, ini tentu mempengaruhi tingkat kecukupan akan pemenuhan kebutuhan air warga masyarakat setempat, dan pemenuhan sebagai Desa Wisata Rintisan. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat desa tentang pentingnya konservasi sumber daya air, melalui kegiatan penghijauan lahan. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan participatory action yang dipadukan dengan metode ceramah dan diskusi interaktif, sekaligus pendampingan penghijauan lahan desa. Hasil kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman dan kesadaran warga masyarakat mengenai urgensi konservasi sumber daya air, sehingga diharapkan warga masyarakat dapat menjaga dan memanfaatkan sumber daya air dengan baik. Kata kunci : konservasi sumber daya air, kuantitas dan kualitas air, penghijauan
DIGITALISASI TRADISI LISAN MANGAYUN SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN GENERASI MUDA NAPOSO NAULI BULUNG AEK BADAK Khoiriah Hasanah; Anis Pitria Hutabarat; Erwin Saputra Nasution; Sabilah Nasution; Khatib Lubis; Nikmah Sari Hasibua
Taroa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Januari
Publisher : LPPM IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/taroa.v5i1.5411

Abstract

Tradisi lisan Mangayun di Desa Aek Badak, Kabupaten Tapanuli Selatan, mengalami praktik dasar dan hampir tidak lagi dikenal oleh generasi muda. Kondisi ini menimbulkan urgensi untuk melakukan pelestarian melalui pendekatan yang relevan dengan perkembangan teknologi digital. Penelitian pengabdian ini bertujuan meningkatkan kesadaran budaya generasi muda Naposo Nauli Bulung , melatih keterampilan produksi konten digital, serta menempatkan mereka sebagai agen pelestari budaya melalui media sosial. Metode penelitian menggunakan pendekatan partisipatorik dengan desain one-group pretest posttest. Subjek penelitian adalah 30 anggota Naposo Nauli Bulung berusia 14-25 tahun. Instrumen pengumpulan data meliputi tes pengetahuan, rubrik keterampilan produksi, analitik media sosial, observasi, dan kuesioner berbasis skala Likert. Analisis data dilakukan secara kuantitatif menggunakan N-Gain dan Cohen's d serta dilengkapi interpretasi kualitatif dari observasi dan umpan balik. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada aspek pemahaman tradisi Mangayun (N-Gain = 0,65) dan literasi digital (N-Gain = 0,66), dengan efek ukuran besar. Keterampilan produksi konten digital meningkat dari kategori rendah menjadi sangat baik, dan menghasilkan enam video pendek serta satu dokumenter yang dipublikasikan melalui media sosial dengan total 3.216 tayangan dan engagement rate 7,8%. Dampak sosial-budaya terlihat dari kebangkitan kembali Mangayun dalam pertunjukan desa dan meningkatnya partisipasi generasi muda sebagai produsen konten budaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa digitalisasi tradisi lisan berbasis partisipasi komunitas efektif untuk memperkuat identitas budaya sekaligus meningkatkan kapasitas literasi digital generasi muda. Implikasi praktisnya mencakup peluang replikasi model pada tradisi lisan lain dan kontribusi terhadap pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya.
PELATIHAN PENGOLAHAN LIMBAH SAYURAN RUMAH TANGGA MENJADI PUPUK ORGANIK CAIR (POC) DI KELURAHAN SASAKE, LOMBOK TENGAH Nurlita Lestariani
Taroa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Januari
Publisher : LPPM IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/taroa.v5i1.5480

Abstract

Liquid organic fertilizer (POC) is a type of liquid fertilizer derived from organic materials that is easily absorbed by plants, thereby increasing soil fertility while also serving as an environmentally friendly solution to reduce dependence on chemical fertilizers. Training activities on processing POC from vegetable waste in Sasake Village were carried out using the Asset-Based Community Development (ABCD) method through the stages of counseling, practice, mentoring, and evaluation involving pre-tests, post-tests, and fermentation observations. The results of the activity showed an increase in the community’s knowledge and skills in converting vegetable waste into nutrient-rich, environmentally friendly POC that can be applied in agriculture. The three-week fermentation process demonstrated microbial development, indicating that it was running optimally. This training not only succeeded in reducing organic waste problems but also supported community independence, sustainable agriculture, and environmental conservation.
REVITALISASI MANAJEMEN KARANGTARUNA BAJU KETA DESA LERE MELALUI PENINGKATAN KAPASITAS SDM DAN DIGITALISASI DALAM MENGELOLA WISATA UNTUK MENINGKATKAN JUMLAH WISATAWAN DAN PENDAPATAN MASYARAKAT Rafiuddin Rafiuddin; Muhammad Akbar; Khairunnisa Khairunnisa
Taroa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Januari
Publisher : LPPM IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/taroa.v5i1.5518

Abstract

Pengabidan kepada masyarakat (PKM) bertujuan untuk memperkuat pengelolaan Karangtaruna Baju Keta Desa Lere sebagai mitra melalui Peningkatan Kapasitas SDM dan Digitalisasi dalam mengelola wisata Untuk Meningkatkan Jumlah Wisatawan dan Pendapatan Masyarakat. Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut, tim pengabidan kepada masyarakat menggunakan pendekatan pelatihan dan pendampingan secara intensif kepada mitra. Pendekatan yang dilakukan adalah a)melakukan survei pemetaan awal, b) FGD hasil survei, c) melakukan pelatihan managerial organisasi, kepemimpinan, hospitality, pemanfaatan media sosial, promosi digital,story telling dan short vidio, d) pendampingan antara mitra dan UMKM, e) Desiminasi hasil. Selain pendekatan tersebut, TIM memberikan inovasi dan teknologi kepada mitra beruapa akun media sosial untuk promosi wisata seperti website, facebook, you tube, tiktok dan instagram, papan informasi wisata, papan petunjuk arah dan spot foto. Hasil pengabdian menunjukan bahwa mitra menunjukan peningkatan pemahaman dan skill untuk mengelola organisaisi secara maksmal. Selain itu, meningktnya kunjungan wisata ke desa Lere dan daya beli ke UMKM setempat akibat dari promosi wisata melalui media sosial dan informasi