cover
Contact Name
Udin Saripudin
Contact Email
jres@unisba.ac.id
Phone
+6289657453976
Journal Mail Official
jres@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Ekonomi Syariah
ISSN : 28081242     EISSN : 27985253     DOI : https://doi.org/10.29313/jres.v2i2
Jurnal Riset Ekonomi Syariah publishes academic research articles on theoretical and applied studies and focuses on Islamic economics with the scope of Islamic Banking, Islamic Finance, Accounting, and Muamalah. This journal is published by UNISBA Press. Articles submitted to this journal will be processed online and using a double-blind review by at least two reviewers partners who are experts in their fields.
Articles 130 Documents
Larangan Gharar dan Maysir dalam Keuangan Digital Perspektif Ekonomi Syariah Indonesia Nurul Mutmainnah; Syahriah Semaun
Jurnal Riset Ekonomi Syariah Volume 6, No. 1, Juli 2026 Jurnal Riset Ekonomi Syariah (JRES)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jres.v6i1.8880

Abstract

Abstract. The development of financial technology in Indonesia has facilitated transactions, but at the same time, it has opened the door to elements of transactions that are prohibited in Islam, such as gharar (uncertainty) and maysir (gambling). This study aims to analyze the forms of transformation of these prohibited transactions in modern digital financial platforms and their implications for sharia compliance. The method used is library research with a qualitative-normative approach, examining literature, DSN-MUI fatwas, and the latest OJK regulations. The results of the study show that transactions such as binary options, paylater features without clear contracts, and mystery box mechanisms in marketplaces contain high elements of speculation that are similar to gambling and involve uncertainty regarding contract objects. In conclusion, literacy regarding contemporary fiqh muamalah is urgently needed to be improved so that the public can avoid harmful and unblessed economic practices. Abstrak. Perkembangan teknologi finansial di Indonesia telah membawa kemudahan transaksi, namun sekaligus membuka celah masuknya elemen-elemen transaksi yang dilarang dalam Islam, seperti gharar (ketidakjelasan) dan maysir (perjudian). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk transformasi transaksi terlarang tersebut dalam platform keuangan digital modern dan implikasinya terhadap kepatuhan syariah. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-normatif, mengkaji literatur, fatwa DSN-MUI, dan regulasi OJK terbaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transaksi seperti binary option, fitur paylater tanpa akad yang jelas, dan mekanisme mystery box dalam marketplace mengandung unsur spekulasi tinggi yang mendekati perjudian dan ketidakpastian objek akad. Kesimpulannya, literasi mengenai fiqih muamalah kontemporer sangat mendesak untuk ditingkatkan agar masyarakat terhindar dari praktik ekonomi yang merugikan dan tidak berkah.
Analisis Makroekonomi dan Maqasid Syariah terhadap Fenomena Lipstick Effect pada Penjualan Kosmetik Halal Hanafi Nugraha
Jurnal Riset Ekonomi Syariah Volume 6, No. 1, Juli 2026 Jurnal Riset Ekonomi Syariah (JRES)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jres.v6i1.9387

Abstract

Abstract. The halal cosmetics industry in Indonesia demonstrates strong resilience despite global macroeconomic pressures. The lipstick effect phenomenon is crucial to examine because halal cosmetics serve not only as aesthetic commodities but also as instruments of psychological resilience and spiritual identity for Muslim consumers amidst economic uncertainty. This study aims to explain the relationship between macroeconomic variables exchange rate, inflation, interest rate, GDP, and unemployment rate and the sales of halal cosmetic products at PT Mandom Indonesia Tbk through the lens of Maqasid al-Shariah and the Lipstick Effect phenomenon. The article adopts Keynesian consumption theory and consumer behavior theory, emphasizing that spending decisions are influenced not only by income but also by psychological and spiritual factors. Using a quantitative approach with multiple linear regression on quarterly data from 2017–2024, the results show that the exchange rate has a negative and significant effect on sales (β = –2.623; p = 0.0023), while inflation, interest rate, and GDP have positive but insignificant effects. These findings suggest that rupiah depreciation reduces sales, whereas halal cosmetic consumption remains stable due to spiritual motivation and the principles of hifz al-nafs and hifz al-mal. Abstrak. Industri kosmetik halal di Indonesia menunjukkan ketahanan yang kuat meskipun berada di bawah tekanan makroekonomi global. Fenomena lipstick effect menjadi krusial untuk dikaji karena kosmetik halal bukan sekadar komoditas estetika, melainkan instrumen resiliensi psikologis dan identitas spiritual bagi konsumen Muslimah di tengah ketidakpastian ekonomi. Artikel ini bertujuan menjelaskan hubungan antara variabel makroekonomi seperti kurs, inflasi, BI Rate, PDB, dan tingkat pengangguran terbuka terhadap penjualan produk kosmetik halal PT Mandom Indonesia Tbk dalam perspektif Maqasid al-Shariah dan fenomena Lipstick Effect. Kajian ini berlandaskan teori konsumsi Keynesian serta teori perilaku konsumen, yang memandang konsumsi tidak hanya dipengaruhi oleh pendapatan, tetapi juga faktor psikologis dan spiritual. Metode yang digunakan ialah pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda terhadap data tiap kuartal 2017–2024. Hasil menunjukkan bahwa kurs berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penjualan (β = –2,623; p = 0,0023), sedangkan inflasi, BI Rate, dan PDB berpengaruh positif namun tidak signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa pelemahan nilai tukar menekan penjualan, sementara konsumsi kosmetik halal relatif stabil karena dipengaruhi oleh motivasi spiritual dan nilai hifz al-nafs serta hifz al-mal.
Implementasi Akad Ijarah dalam Praktik Sewa Lahan Sawah dengan Sistem Pembayaran Setelah Panen Adieb Hilal Hamdala; Popon Srisusilawati; Neng Dewi Himayasari
Jurnal Riset Ekonomi Syariah Volume 6, No. 1, Juli 2026 Jurnal Riset Ekonomi Syariah (JRES)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jres.v6i1.9954

Abstract

Abstract. Rice field leasing with a post-harvest payment system is a common agricultural practice in Buntu Village, Ligung District, Majalengka Regency. This study aims to examine the implementation of rice field leasing practices and analyze them from the perspective of Islamic law, particularly the ijarah contract. This research employs a qualitative method using normative-juridical and empirical approaches. Data were collected through interviews, observation, and documentation and analyzed descriptively based on fiqh muamalah theory. The results show that the leasing practice constitutes an ijarah contract because it involves the utilization of agricultural land by tenant farmers in exchange for an agreed rental payment. From the perspective of Islamic law, the practice fulfills the pillars and conditions of ijarah, including contracting parties, object of contract, rental payment, and consent expression. Although the rent is paid after harvest, the practice remains permissible as long as the rental value is clearly determined at the beginning and not tied to harvest yield. Abstrak. Praktik sewa-menyewa sawah dengan sistem pembayaran setelah panen merupakan bentuk muamalah yang berkembang di masyarakat Desa Buntu Kecamatan Ligung Kabupaten Majalengka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik sewa sawah tersebut serta menganalisisnya dari perspektif hukum Islam, khususnya akad ijarah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif dan empiris melalui pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi yang dianalisis secara deskriptif-analitis berdasarkan teori fikih muamalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik sewa sawah di Desa Buntu merupakan akad ijarah karena terdapat pemanfaatan lahan oleh petani penggarap dengan imbalan sewa yang disepakati. Ditinjau dari hukum Islam, praktik tersebut telah memenuhi rukun dan syarat akad ijarah baik dari aspek subjek akad, objek akad, ujrah, maupun sighat akad.
Implementasi Digital Fundraising Zakat Berdasarkan UU No. 23 Tahun 2011 Perspektif Donatur dan Pengelola Abdullah Sani Harahap; Sandy Rizki Febriadi
Jurnal Riset Ekonomi Syariah Volume 6, No. 1, Juli 2026 Jurnal Riset Ekonomi Syariah (JRES)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jres.v6i1.9983

Abstract

Abstract. The development of digital technology has driven changes in zakat management, particularly in fundraising mechanisms through digital platforms. This study is motivated by the need for zakat institutions to adapt to digital banking technologies and to comply with Law Number 23 of 2011 on Zakat Management. The study aims to analyze the conformity of digital fundraising practices with national legal provisions, examine donors’ perceptions of the effectiveness of digital services, and identify the strategies implemented by Lazismu West Java in optimizing technology-based zakat collection. This research employs a qualitative approach using semi-structured interviews, observation, and document analysis. Data were collected from Lazismu West Java managers, donors who utilize digital services, as well as regulatory sources and academic literature. The findings indicate that the use of QRIS, mobile banking, and virtual accounts is perceived as effective and practical, and contributes to increased transparency and accountability in zakat management. Donors generally express positive perceptions of digital fundraising, although challenges remain in terms of digital literacy and human resource competencies. This study concludes that digital fundraising practices are in accordance with Law Number 23 of 2011 and have the potential to enhance donor participation through strengthened education and management systems. Abstrak. Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan dalam pengelolaan zakat, khususnya pada mekanisme penghimpunan dana melalui digital fundraising. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tuntutan adaptasi lembaga amil zakat terhadap teknologi perbankan digital serta kewajiban kepatuhan terhadap Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian praktik digital fundraising dengan ketentuan hukum nasional, menilai persepsi donatur terhadap efektivitas layanan digital, serta mengidentifikasi strategi Lazismu Jawa Barat dalam mengoptimalkan penghimpunan zakat berbasis teknologi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara semi terstruktur, observasi, dan telaah dokumen. Data diperoleh dari pengelola Lazismu Jawa Barat, donatur pengguna layanan digital, serta sumber regulasi dan literatur akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan QRIS, mobile banking, dan virtual account dinilai efektif, praktis, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan zakat. Donatur memberikan persepsi positif terhadap digital fundraising, meskipun masih ditemui kendala pada aspek literasi digital dan kompetensi sumber daya manusia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa digital fundraising sejalan dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 dan berpotensi meningkatkan partisipasi donatur melalui penguatan edukasi dan sistem pengelolaan.
Tinjauan Keputusan Menteri Agama Nomor 606 Tahun 2020 terhadap Kesesuaian Hak Amil atas Dana Zakat, Infak, dan Sedekah Farid Raihan Fadhillah; Maman Surahman
Jurnal Riset Ekonomi Syariah Volume 6, No. 1, Juli 2026 Jurnal Riset Ekonomi Syariah (JRES)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jres.v6i1.9984

Abstract

Abstract. Zakat, infaq, and alms (ZIS) are important instruments in the Islamic economic system aimed at realizing social justice and community welfare. To ensure that ZIS management complies with sharia principles and state regulations, the Indonesian government issued the Decree of the Minister of Religious Affairs (KMA) Number 606 of 2020, which regulates guidelines for zakat management, including provisions regarding amil rights. This study aims to analyze the implementation of KMA No. 606 of 2020 in the management of amil rights over ZIS funds at Baitulmaal X, examine its compliance with sharia principles and applicable regulations, and identify factors influencing its implementation. This research uses a descriptive qualitative method with a case study approach, employing data collection techniques through interviews, observations, and documentation. The results show that Baitulmaal X consistently applies the provisions of KMA No. 606/2020 while maintaining efficiency and prudence principles. The realization of amil rights from zakat funds averaged 6.1% over the last three years, which is significantly below the maximum limit of 12.5%. Furthermore, ZIS fund management is conducted transparently under the supervision of the Sharia Supervisory Board and through the application of PSAK 409. These findings emphasize the importance of professionalism and accountability in zakat fund governance to ensure compliance with sharia principles while supporting institutional sustainability. Abstrak. Zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) merupakan instrumen penting dalam sistem ekonomi syariah yang bertujuan mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan umat. Untuk memastikan pengelolaan ZIS berjalan sesuai prinsip syariah dan regulasi negara, pemerintah menerbitkan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 606 Tahun 2020 yang mengatur pedoman pengelolaan zakat, termasuk ketentuan mengenai hak amil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi KMA Nomor 606 Tahun 2020 dalam pengelolaan hak amil atas dana ZIS di Baitulmaal X, mengkaji kesesuaiannya dengan prinsip syariah dan regulasi yang berlaku, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penerapannya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Baitulmaal X telah menerapkan ketentuan KMA No. 606 Tahun 2020 secara konsisten dengan tetap menjaga prinsip efisiensi dan kehati-hatian. Realisasi hak amil dari dana zakat rata-rata hanya sebesar 6,1% dalam tiga tahun terakhir, jauh di bawah batas maksimal 12,5%. Selain itu, pengelolaan dana dilakukan secara transparan dengan pengawasan Dewan Pengawas Syariah serta penerapan PSAK 409. Temuan ini menegaskan pentingnya profesionalisme dan akuntabilitas dalam tata kelola dana zakat agar sesuai dengan prinsip syariah dan mendukung keberlanjutan lembaga.
Perlindungan Hukum terhadap Kreditur dalam Jaminan BPKB Tanpa Pengalihan Objek Muhammad Nur Heppy
Jurnal Riset Ekonomi Syariah Volume 6, No. 1, Juli 2026 Jurnal Riset Ekonomi Syariah (JRES)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jres.v6i1.10167

Abstract

Abstract. The collateral practice of retaining the BPKB (Motor Vehicle Ownership Certificate) without transferring the right of ownership at Syariah Pawnshops potentially creates legal vulnerability and difficulties for creditors in executing the collateral in the event of debtor default, due to the non-fulfillment of formal requirements for Pawn or Fiduciary Guarantees. Therefore, this research aims to analyze the implementation of legal protection for creditors in this practice at Bandung Syariah Pawnshop and examine its compatibility with Positive Law and the thought of Wahbah Az-Zuhaili. The conceptual framework of this research is based on the theory of legal protection for creditors and the concept of Rahn (pawn) contract in fiqh muamalah literature, specifically Wahbah Az Zuhaili's view on Rahn Tasjily (registered pawn) which permits collateral without physical surrender. This research employs a qualitative method with a descriptive-analytical approach. Data was obtained through a case study at Bandung Syariah Pawnshop, collecting primary data via interviews and observation, and secondary data such as relevant documents, regulations, and legal literature. The research findings indicate that, implementatively, legal protection is carried out preventively (written contract and retention of the original BPKB) and repressively (warnings and vehicle withdrawal based on debtor's consent). Abstrak. Praktik jaminan berupa penahanan BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor) tanpa adanya pengalihan objek kepemilikan di Pegadaian Syariah berpotensi menimbulkan kerentanan hukum dan kesulitan bagi kreditur untuk mengeksekusi jaminan apabila debitur melakukan wanprestasi, sebab tidak terpenuhinya syarat formal Jaminan Gadai maupun Jaminan Fidusia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan perlindungan hukum bagi kreditur dalam praktik tersebut di Pegadaian Syariah Bandung serta menelaah kesesuaiannya dalam perspektif Hukum Positif dan pemikiran Wahbah Az Zuhaili. Kerangka pemikiran penelitian ini didasarkan pada teori perlindungan hukum bagi kreditur dan konsep akad Rahn (gadai) dalam literatur fiqih muamalah, khususnya pandangan Wahbah Az-Zuhaili mengenai gadai tercatat yang membolehkan jaminan tanpa penyerahan fisik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui studi kasus di Pegadaian Syariah Bandung, dengan mengumpulkan data primer melalui wawancara dan observasi, serta data sekunder berupa dokumen, peraturan, dan literatur hukum terkait. Temuan penelitian menunjukkan bahwa secara implementatif, perlindungan hukum dilakukan secara preventif (akad tertulis dan penahanan BPKB asli) dan represif (peringatan dan penarikan kendaraan atas persetujuan debitur).
Tinjauan Hukum Islam atas Penggunaan Teknologi Fintech dalam Transaksi Keuangan Syariah Adhitya Yudha Yudistira; Panji Adam Agus Putra; Arif Rijal Anshori
Jurnal Riset Ekonomi Syariah Volume 6, No. 1, Juli 2026 Jurnal Riset Ekonomi Syariah (JRES)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jres.v6i1.10228

Abstract

Abstract. Advances in information technology have driven innovation in financial technology (fintech), including Sharia-based financial services. However, the development of Sharia fintech in Indonesia still faces fundamental challenges in the form of weak oversight mechanisms and a lack of legal certainty regarding Sharia compliance, which could potentially lead to deviations from the principles of Islamic law, particularly riba, gharar, and maysir. This study aims to examine the use of fintech in Sharia financial transactions from an Islamic law perspective, with a focus on the role of the Indonesian Sharia Fintech Association (AFSI) in filling the gap in Sharia oversight amid limited state regulations. The methods used include a normative-juridical and empirical approach employing qualitative research methods. Data were obtained from DSN-MUI fatwas, OJK and Bank Indonesia regulations, AFSI documents, and relevant literature reviews. The results indicate that AFSI plays a strategic role as a supervisory and internal oversight body through contract certification, Sharia compliance education, and policy advocacy. However, the absence of specific regulations for Sharia fintech and the weak legal standing of AFSI remain major obstacles. This study concludes that AFSI’s role reflects the function of hisbah and the principles of maqāṣid al-syarī‘ah, particularly in safeguarding assets and ensuring transactional justice. Abstrak. Perkembangan teknologi informasi mendorong inovasi financial technology (fintech), termasuk layanan keuangan berbasis prinsip syariah. Namun, perkembangan fintech syariah di Indonesia masih menghadapi tantangan mendasar berupa lemahnya mekanisme pengawasan dan kepastian hukum kepatuhan syariah, sehingga berpotensi menimbulkan penyimpangan dari prinsip hukum Islam, khususnya riba, gharar, dan maysir. Penelitian ini bertujuan mengkaji penggunaan fintech dalam transaksi keuangan syariah dari perspektif hukum Islam dengan menitikberatkan pada peran Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) dalam mengisi kekosongan pengawasan syariah di tengah keterbatasan regulasi negara. Metode yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dan empiris dengan metode kualitatif. Data diperoleh dari fatwa DSN-MUI, regulasi OJK dan Bank Indonesia, dokumen AFSI, serta kajian literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AFSI berperan strategis sebagai lembaga pembina dan pengawas internal melalui sertifikasi akad, edukasi kepatuhan syariah, dan advokasi kebijakan. Namun, ketiadaan regulasi khusus fintech syariah dan lemahnya kekuatan hukum AFSI masih menjadi kendala utama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran AFSI mencerminkan fungsi hisbah dan prinsip maqāṣid al-syarī‘ah, khususnya dalam menjaga harta dan keadilan transaksi.
Tinjauan Fiqih Muamalah terhadap Praktik Jual Beli Buku dengan Sistem Random di Online Shop Shopee Reynald Hafizd; Zaini Abdul Malik; Zia Firdaus Nuzula
Jurnal Riset Ekonomi Syariah Volume 6, No. 1, Juli 2026 Jurnal Riset Ekonomi Syariah (JRES)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jres.v6i1.10246

Abstract

Abstract. The rapid development of information and communication technology in the digital era has significantly increased online buying and selling activities through marketplaces, including random book sales on Shopee. In this system, buyers do not know the exact book title they will receive but are only provided with general information regarding the book’s category, condition, or publisher. This practice raises issues from the perspective of Islamic law, particularly concerning the clarity of the contract object and the potential presence of gharar. This study aims to examine the practice of random book sales on Shopee and assess its compliance with Islamic law. It employs a qualitative approach using field and library research methods. Data were collected through interviews with buyers and relevant documentation and were analyzed using the fiqh muamalah approach. The results show that the essential pillars and requirements of a sale contract have been fulfilled, including the contracting parties, the contract object, the offer and acceptance (sighat), and the consideration. Although the transaction contains an element of gharar due to uncertainty regarding the book title, it is classified as gharar yasir because the seller provides basic information about the book. Therefore, this practice is considered valid and consistent with Islamic law. Abstrak. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di era digital membawa perubahan signifikan dalam pola transaksi masyarakat, salah satunya melalui praktik jual beli online. Platform marketplace seperti Shopee memudahkan masyarakat memenuhi kebutuhan, termasuk transaksi jual beli buku. Salah satu praktik yang berkembang adalah jual beli buku dengan sistem random atau acak, di mana pembeli tidak mengetahui secara pasti judul buku yang akan diterima, melainkan hanya memperoleh informasi umum terkait kategori, kondisi, atau penerbit buku. Praktik ini menimbulkan persoalan dalam perspektif hukum Islam, khususnya terkait kejelasan objek akad dan potensi unsur gharar dalam transaksi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi lapangan dan studi pustaka. Data diperoleh melalui wawancara dengan pembeli serta dokumentasi yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan fiqih muamalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik jual beli buku dengan sistem random di platform Shopee serta menilai kesesuaiannya dengan ketentuan syariat Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara rukun dan syarat jual beli, transaksi buku sistem random telah terpenuhi, meliputi adanya pihak yang berakad, objek akad, sighat akad, dan nilai tukar. Namun, dalam pelaksanaannya terdapat unsur gharar akibat ketidakjelasan judul buku yang diterima pembeli. Meski demikian, gharar tersebut tergolong gharar yasir karena penjual tetap memberikan informasi dasar terkait buku. Oleh karena itu, praktik jual beli ini dinilai sah dan tidak bertentangan dengan hukum Islam.
Implementasi Murabahah bil Wakalah Program Pembiayaan Syariah di Bank Syariah dan Dampaknya pada Kesejahteraan Masyarakat Alia Nur Veranti; Udin Saripudin
Jurnal Riset Ekonomi Syariah Volume 6, No. 1, Juli 2026 Jurnal Riset Ekonomi Syariah (JRES)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jres.v6i1.10254

Abstract

Abstract. This study aims to examine the implementation of Murabahah bil Wakalah contact in the Tepat Pembiayaan Syariah program at Bank X Syariah Dramaga branch, and its impact on community welfare. The research is motivated by the importance of applying sharia principles in financial institutions to avoid usury practices, as well as Bank X Syariah’s commitment to empowering productive underprivileged customers. This research uses a qualitative method with data collected through interviews, observations, and documentation. The findings indicate that the Murabahah bil Wakalah contract has been implemented in accordance with sharia principles and applicable regulations. The Tepat Pembiayaan Syariah program has proven to improve community welfare, as reflected in increased income, higher school participation among children aged 6-18 years, changes in consumption patterns through increased refrigator ownship, and a rise in participants owning motor vehicles. In conclusion, the implementation of the Murabahah bil Wakalah contract not only complies with sharia principles but also makes a tangible contribution to improving the quality of life of the community. Abstrak. Penelitian ini bertujuan mengetahui implementasi akad Murabahah bil Wakalah dalam program Tepat Pembiayaan Syariah di Bank X Syariah cabang Dramaga serta dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya penerapan prinsip syariah dalam lembaga keuangan untuk menghindari praktik riba, serta komitmen Bank X Syariah dalam memberdayakan nasabah prasejahtera produktif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akad Murabahah bil Wakalah telah diterapkan sesuai prinsip syariah dan ketentuan yang berlaku. Program Tepat Pembiayaan Syariah terbukti meningkatkan kesejahteraan masyarakat, yang tercemin dari peningkatan pendapatan, partisipasi anak usia sekolah 6-18 tahun, perubahan pola konsumsi melalui peningkatan kepemilikan lemari es, serta bertambahnya peserta program yang memiliki kendaraan bermotor. Kesimpulannya, implementasi akad Murabahah bil Wakalah tidak hanya sesuai prinsip syariah, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Pengaruh Sistem Layanan Zakat Perdagangan Berbasis Online terhadap Tingkat Kepercayaan Muzzaki pada BAZNAS Kabupaten Bandung Puput Nurul Aulia; Ira Siti Rohmah Maulida
Jurnal Riset Ekonomi Syariah Volume 6, No. 1, Juli 2026 Jurnal Riset Ekonomi Syariah (JRES)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jres.v6i1.10256

Abstract

Abstract. This study aims to analyze the influence of online zakat services on the level of trust of muzakki (religious payers) at the BAZNAS (National Zakat Agency) in Bandung Regency. The background of the study is based on the development of digital technology in zakat management, which is expected to simplify payments, increase transparency, and strengthen public trust. The method used is quantitative research with simple regression analysis. Data were obtained through questionnaires to muzakki, then analyzed using a significance test. The results show that online zakat services (X) have a regression coefficient of 0.292 with a significance value of 0.064, which means a positive but insignificant effect on the level of trust of muzakki (Y). A constant of 2.857 indicates that even without the use of online zakat services, the level of trust is in the fairly high category. Curve analysis indicates that an increase in the quality of online services tends to be followed by an increase in trust, although other factors such as reporting transparency, institutional reputation, and direct interaction remain dominant. The conclusion of this study is that online zakat services play a positive role in the trust of muzakki, but need to improve the quality, socialization, and integration of digital services with real programs in the community. Abstrak. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh layanan zakat online terhadap tingkat kepercayaan (trust) muzakki pada BAZNAS Kabupaten Bandung. Latar belakang penelitian didasari oleh perkembangan teknologi digital dalam pengelolaan zakat yang diharapkan mempermudah pembayaran, meningkatkan transparansi, dan memperkuat kepercayaan masyarakat. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan analisis regresi sederhana. Data diperoleh melalui kuesioner kepada muzakki, kemudian dianalisis menggunakan uji signifikansi. Hasil penelitian menunjukkan layanan zakat online (X) memiliki koefisien regresi 0,292 dengan nilai signifikansi 0,064, yang berarti berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap tingkat kepercayaan muzakki (Y). Konstanta sebesar 2,857 menunjukkan bahwa meskipun tanpa penggunaan layanan zakat online, tingkat kepercayaan berada pada kategori cukup tinggi. Analisis kurva mengindikasikan bahwa peningkatan kualitas layanan online cenderung diikuti kenaikan kepercayaan, meski faktor lain seperti transparansi laporan, reputasi lembaga, dan interaksi langsung masih dominan. Kesimpulan penelitian ini adalah layanan zakat online berperan positif terhadap kepercayaan muzakki, namun perlu peningkatan kualitas, sosialisasi, dan integrasi layanan digital dengan program nyata di masyarakat.

Page 13 of 13 | Total Record : 130