cover
Contact Name
Udin Saripudin
Contact Email
jres@unisba.ac.id
Phone
+6289657453976
Journal Mail Official
jres@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Ekonomi Syariah
ISSN : 28081242     EISSN : 27985253     DOI : https://doi.org/10.29313/jres.v2i2
Jurnal Riset Ekonomi Syariah publishes academic research articles on theoretical and applied studies and focuses on Islamic economics with the scope of Islamic Banking, Islamic Finance, Accounting, and Muamalah. This journal is published by UNISBA Press. Articles submitted to this journal will be processed online and using a double-blind review by at least two reviewers partners who are experts in their fields.
Articles 120 Documents
Peran Kepemimpinan Islam dalam Mengoptimalkan Fungsi Lembaga Zakat: Tinjauan Literatur Sari, Tita Novita
Jurnal Riset Ekonomi Syariah Volume 5, No. 1, Juli 2025 Jurnal Riset Ekonomi Syariah (JRES)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jres.v5i1.5802

Abstract

Abstrak. Lembaga zakat berperan strategis dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi melalui mekanisme distribusi kekayaan berbasis nilai-nilai Islam. Optimalisasi fungsi lembaga zakat sangat bergantung pada efektivitas kepemimpinan yang berlandaskan prinsip-prinsip Islami. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur untuk mengidentifikasi konsep kepemimpinan Islam yang relevan dalam pengelolaan zakat serta menganalisis kontribusinya terhadap efektivitas lembaga zakat. Data dikumpulkan dari berbagai jurnal, buku, dan laporan penelitian yang relevan, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik kepemimpinan Islam seperti kejujuran (al-sidq), amanah, tabligh, kecerdasan (fathonah), dan keadilan (al-adl) berkontribusi signifikan dalam memperkuat tata kelola lembaga zakat. Implementasi gaya kepemimpinan transformasional, situasional, dan e-leadership berbasis nilai Islami mampu meningkatkan motivasi karyawan, memperbaiki transparansi, dan memperluas jangkauan distribusi zakat. Temuan ini memperkaya literatur kepemimpinan zakat dan memberikan rekomendasi strategis untuk integrasi nilai-nilai kepemimpinan Islam dalam pengembangan lembaga zakat ke depan. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi praktisi dan akademisi dalam memperkuat peran lembaga zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi dan sosial. Abstract. Zakat institutions play a strategic role in enhancing the economic welfare of society through wealth redistribution mechanisms based on Islamic values. The optimization of zakat institutions' functions largely depends on the effectiveness of leadership grounded in Islamic principles. This study employs a literature review method to identify relevant concepts of Islamic leadership in zakat management and to analyze its contribution to the effectiveness of zakat institutions. Data were collected from various journals, books, and research reports, and were analyzed thematically. The findings indicate that Islamic leadership characteristics such as honesty (al-sidq), trustworthiness (amanah), effective communication (tabligh), intelligence (fathonah), and justice (al-adl) significantly strengthen the governance of zakat institutions. The implementation of transformational, situational, and e-leadership styles based on Islamic values enhances employee motivation, improves transparency, and expands the reach of zakat distribution. These findings enrich the leadership literature in zakat management and provide strategic recommendations for integrating Islamic leadership values in the future development of zakat institutions. This research is expected to serve as a reference for practitioners and academics in strengthening the role of zakat institutions as instruments of economic and social empowerment.
TikTok PayLater dan Praktik Riba: Kajian Hukum Islam atas Mekanisme Pembiayaan Digital Siti Fauziah Azis; Busmar, Adhisty Adelia; Zaeni, Mutiara Refanisa
Jurnal Riset Ekonomi Syariah Volume 5, No. 1, Juli 2025 Jurnal Riset Ekonomi Syariah (JRES)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jres.v5i1.5841

Abstract

Abstrak. Platform TikTok telah berevolusi dari media hiburan menjadi platform jual beli online dengan fitur TikTok Shop yang menyediakan layanan TikTok PayLater. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian fitur PayLater di TikTok Shop dengan hukum Islam, khususnya dalam kaitannya dengan mekanisme riba, serta memberikan rekomendasi regulasi yang dapat diterapkan oleh platform e-commerce dalam memastikan transaksi yang sesuai dengan prinsip syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Temuan menunjukkan bahwa sistem PayLater berpotensi mengandung unsur riba melalui mekanisme bunga, denda keterlambatan, dan biaya tambahan yang tidak transparan, yang bertentangan dengan prinsip syariah. Dampak sosial yang ditimbulkan meliputi peningkatan perilaku konsumtif terutama pada Generasi Z, risiko utang bergulir dengan tingkat gagal bayar mencapai 42%, dan tekanan psikologis berupa stres pada pengguna. Data OJK menunjukkan total penyaluran kredit PayLater mencapai Rp21,89 triliun dengan tingkat pembiayaan bermasalah 2,8%-3,7%. Sebagai alternatif, Islam menawarkan akad syariah seperti murabahah, qardh, dan ba'i taqsith yang bebas dari unsur riba. Rekomendasi regulasi meliputi penguatan pengawasan OJK terhadap implementasi syariah pada produk PayLater, harmonisasi ketentuan hukum positif dengan prinsip syariah, dan penetapan standar syariah ketat mengikuti model Malaysia untuk memperkuat perlindungan konsumen Muslim. Abstract. The TikTok platform has evolved from an entertainment medium into an online buying and selling platform with TikTok Shop features that provide TikTok PayLater services. This article aims to analyze the compatibility of the PayLater feature in TikTok Shop with Islamic law, particularly in relation to usury mechanisms, and provide regulatory recommendations that can be applied by e-commerce platforms in ensuring transactions comply with sharia principles. This research employs a qualitative approach with literature study methods. The findings indicate that the PayLater system potentially contains elements of usury through interest mechanisms, late payment penalties, and non-transparent additional fees, which contradict sharia principles.The social impacts include increased consumptive behavior especially among Generation Z, rollover debt risks with default rates reaching 42%, and psychological pressure in the form of stress on users. OJK data shows total PayLater credit disbursement reached Rp21.89 trillion with non-performing financing rates of 2.8%-3.7%. As an alternative, Islam offers sharia contracts such as murabahah, qardh, and ba'i taqsith that are free from usury elements. Regulatory recommendations include strengthening OJK supervision of sharia implementation in PayLater products, harmonizing positive law provisions with sharia principles, and establishing strict sharia standards following the Malaysian model to strengthen Muslim consumer protection.
Investasi Halal melalui Sukuk dan Al-Sharf: Potensi dan Peran dalam Sistem Keuangan Syariah Nurulia, Syifa; Handayani, Desi; Adam, Panji
Jurnal Riset Ekonomi Syariah Volume 5, No. 1, Juli 2025 Jurnal Riset Ekonomi Syariah (JRES)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jres.v5i1.6141

Abstract

Abstrak. Minat terhadap investasi di perbankan syariah menunjukkan tren peningkatan, khususnya pada instrumen sukuk dan sharf (jual beli valuta asing berbasis syariah). Meskipun memiliki karakteristik serta mekanisme operasional yang berbeda, keduanya berlandaskan pada prinsip-prinsip keadilan, transparansi, dan pembagian risiko yang proporsional. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara komprehensif mekanisme serta kesesuaian antara investasi sukuk dan forex syariah dengan prinsip-prinsip syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur dengan menganalisis berbagai referensi ilmiah dan regulasi yang relevan. Temuan menunjukkan bahwa kedua instrumen tersebut dapat menjadi alternatif investasi yang aman serta sejalan dengan nilai-nilai Islam, karena menjunjung transparansi dan pembagian keuntungan yang adil. Melalui pemahaman yang mendalam, masyarakat diharapkan mampu mengambil keputusan investasi yang selaras dengan prinsip-prinsip syariah. Abstract. Interest in investment in Islamic banking shows an increasing trend, especially in sukuk instruments and sharf (sharia-based foreign exchange). Although they have different characteristics and operational mechanisms, both are based on the principles of fairness, transparency, and proportional risk sharing. This study aims to comprehensively examine the mechanisms and suitability of sukuk and sharia forex investments with sharia principles. This study uses a literature study approach by analyzing various scientific references and relevant regulations. The findings show that both instruments can be safe investment alternatives and are in line with Islamic values, because they uphold transparency and fair profit sharing. Through a deep understanding, the public is expected to be able to make investment decisions that are in line with sharia principles.
Implementasi Hukum Jaminan dalam Akad Rahn Tasjliy di PT. Pegadaian Syariah: Analisis Ketidakwajiban APHT Rohman, Muhammad Taufiqur; Rosidah, A'immatur; Sholatiah, Lathifah; Muhris, Ahmad
Jurnal Riset Ekonomi Syariah Volume 5, No. 1, Juli 2025 Jurnal Riset Ekonomi Syariah (JRES)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jres.v5i1.6247

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi hukum jaminan dalam akad Rahn Tasjily di PT. Pegadaian Syariah, dengan fokus pada kebijakan penggunaan Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT) untuk jaminan tanah atau bangunan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan pihak PT. Pegadaian Syariah, sedangkan data sekunder dikumpulkan dari peraturan perundang-undangan, dan literatur hukum syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Pegadaian Syariah tidak mewajibkan APHT untuk jaminan tanah atau bangunan, melainkan hanya menggunakan Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan (SKMHT). Kebijakan ini, yang bertujuan untuk efisiensi dan kemudahan akses bagi nasabah mikro, tidak memenuhi asas publicitet dan spesialitas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Hak Tanggungan No. 4 Tahun 1996. Akibatnya, posisi hukum PT. Pegadaian Syariah sebagai kreditur menjadi rentan dalam kasus wanprestasi atau sengketa kepemilikan, dengan risiko ketidakmampuan eksekusi jaminan secara langsung. Ketiadaan APHT mencerminkan ketidaksesuaian dengan hukum positif, yang dapat melemahkan perlindungan hukum kreditur. Penelitian ini merekomendasikan penerapan APHT secara selektif untuk pinjaman bernilai tinggi dan pemanfaatan sistem pendaftaran elektronik untuk menjaga efisiensi tanpa mengorbankan kepastian hukum. Abstract. This research aims to analyze the implementation of collateral law in the Rahn Tasjily contract at PT Pegadaian Syariah, focusing on the policy of using the Deed of Granting Mortgage Rights (APHT) for land or building collateral. This research uses a descriptive-analytical qualitative approach. Primary data was obtained through interviews with PT Pegadaian Syariah, while secondary data was collected from laws and regulations, and sharia law literature. The results showed that PT Pegadaian Syariah does not require APHT for land or building collateral, but only uses a Power of Attorney to Enforce Mortgage Rights (SKMHT). This policy, which aims for efficiency and ease of access for micro customers, does not fulfill the principles of publicity and specialty as stipulated in the Mortgage Law No. 4 of 1996. As a result, PT Pegadaian Syariah's legal position as a creditor becomes vulnerable in cases of default or ownership disputes, with the risk of being unable to execute the collateral directly. The absence of APHT reflects inconsistency with positive law, which can weaken the legal protection of creditors. This research recommends selective application of APHT for high-value loans and utilization of electronic registration systems to maintain efficiency without sacrificing legal certainty.
Tinjauan Fikih Muamalah dan UU Perlindungan Konsumen terhadap Praktik Fake Order Nurjanah, Nurjanah; Surahman, Maman; Akhmad Yusup
Jurnal Riset Ekonomi Syariah Volume 5, No. 1, Juli 2025 Jurnal Riset Ekonomi Syariah (JRES)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jres.v5i1.6494

Abstract

Abstrak. Di era digital, jual beli online semakin populer, namun menghadirkan tantangan seperti persaingan ketat antar pelaku bisnis. Penelitian ini fokus pada praktik fake order yang dilakukan oleh toko Fd23_Fashion untuk meningkatkan transaksi dan penilaian toko. Praktik ini, meskipun menarik bagi pengunjung, dapat merugikan konsumen dan merusak reputasi toko. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan field research, melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari segi fikih muamalah, praktik ini termasuk bai' najasy, yang dianggap manipulatif dan tidak jujur. Sementara itu, menurut Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UUPK), praktik fake order ini melanggar hukum, sebagaimana diatur dalam Pasal 4 poin c yang menyatakan bahwa konsumen berhak memperoleh informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai produk. Selain itu, Pasal 7 poin a, b, dan c menekankan bahwa pelaku usaha harus beritikad baik, memberikan informasi yang akurat, serta melakukan pelayanan yang jujur dan tidak diskriminatif. Penelitian ini menegaskan pentingnya etika dalam bisnis online untuk menjaga kepercayaan konsumen dan kelangsungan usaha. Abstract. In the digital era, online buying and selling is increasingly popular, but it presents challenges such as fierce competition between business people. This research focuses on the practice of fake orders carried out by Fd23_Fashion stores to increase transactions and store valuations. This practice, while appealing to visitors, can harm consumers and damage the store's reputation. This study uses a qualitative method with a field research approach, through observation, interviews, and literature studies. The results of the study show that in terms of muamalah fiqh, this practice includes bai' najasy, which is considered manipulative and dishonest. Meanwhile, according to the Consumer Protection Law (UUPK), this practice of fake orders is unlawful, as stipulated in Article 4 point c which states that consumers have the right to obtain true, clear, and honest information about products. In addition, Article 7 points a, b, and c emphasize that business actors must be in good faith, provide accurate information, and provide honest and non-discriminatory services. This research emphasizes the importance of ethics in online business to maintain consumer trust and business continuity.
Tinjauan Hukum Islam terhadap Distribusi Zakat untuk Pembangunan Huntara Korban Bencana Gempa Cianjur Mauladi, Mochammad Syukria; Saripudin, Udin; Nuzula, Zia Firdaus
Jurnal Riset Ekonomi Syariah Volume 5, No. 1, Juli 2025 Jurnal Riset Ekonomi Syariah (JRES)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jres.v5i1.6499

Abstract

Abstrak. Insiatif Zakat Indonesia Jawa Barat (IZI Jabar) memberikan bantuan untuk korban bencana gempa cianjur berupa membangun hunian sementara (huntara). Namun sebagai lembaga pengelola zakat perlu adanya kejelasan terkait praktik dari program tersebut, terlebih terkait dana zakat yang digunakan tersebut apakah telah disalurkan sesuai ketentuan, karena berdasarkan At-Taubah ayat 60 zakat hanya boleh diberikan kepada mereka yang termasuk kepada 8 asnaf zakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui praktik Pembangunan hunian sementara (huntara) untuk korban gempa Cianjur, serta meninjaunya berdasarkan Teori Distribusi Zakat menurut Yusuf Qardhawi. Penelitian ini merupakan Penelitian Lapangan (Field Research), dengan metode Kualitatif, dan pendekatan Yuridis Empiris. Hasil penelitian ditemukan bahwa dana yang digunakan pada program pembangunan huntara adalah dana zakat dan memprioritaskan warga golongan Fakir Miskin. Perlu adanya konsultasi denga Biro Kepatuhan Syari’ah sebelum IZI Jabar menjalan programnya untuk memastikan tidak menyalahi ketentuan hukum. Selain itu program pembangunan huntara oleh IZI Jabar ini telah sesuai dengan teori distribusi zakat menurut Yusuf Qardhawi. Abstract. Insiatif Zakat Indonesia (IZI) West Java provides assistance to victims of the Cianjur earthquake disaster in the form of building temporary shelters. However, as a zakat management institution, there needs to be clarity regarding the practice of the program, especially regarding whether the zakat funds used have been distributed according to the provisions, because based on At-Taubah verse 60 zakat can only be given to those who are included in the 8 asnaf zakat. The purpose of this research is to find out the practice of building temporary shelters for Cianjur earthquake victims, and review it based on the Theory of Zakat Distribution according to Yusuf Qardhawi. This research is a Field Research, with Qualitative method, and Empirical Juridical approach. The results found that the funds used in the shelter construction program are zakat funds and prioritize the poor. It is necessary to consult with the Shari'ah Compliance Bureau before IZI runs its program to ensure that it does not violate legal provisions. In addition, the shelter construction program by IZI is in accordance with the theory of zakat distribution according to Yusuf Qardhawi.
Analisis Fikih Muamalah pada Akad Hotel Syariah terhadap Fatwa Dewan Syariah Nasional tentang Pariwisata Syariah Nur, Muhammad Fakhriansyah; Maulida, Ira Siti Rohmah
Jurnal Riset Ekonomi Syariah Volume 5, No. 1, Juli 2025 Jurnal Riset Ekonomi Syariah (JRES)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jres.v5i1.6637

Abstract

Abstrak. Penelitian ini menganalisis penerapan fikih muamalah dalam transaksi hotel syariah, khususnya terkait dengan akad ijarah dan kemungkinan akad lainnya, seperti akad bai. Berdasarkan Fatwa DSN Nomor 108/DSN-MUI/X/2016 tentang Pariwisata Syariah, hanya akad ijarah yang diizinkan dalam pariwisata syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris dengan metode kualitatif dan kajian fikih muamalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akad bai tidak dapat diterapkan dalam hotel syariah, meskipun sebelumnya dianggap sebagai alternatif akad ijarah. Namun, akad salam ditemukan sebagai alternatif yang sesuai dengan prinsip syariah dan tidak bertentangan dengan akad ijarah. Pernyataan Ketua Dewan Syariah Nasional Perwakilan Jawa Barat juga mendukung penggunaan akad salam dalam konteks ini. Dengan demikian, akad ijarah tetap menjadi akad utama yang digunakan dalam hotel syariah, dan akad bai tidak sesuai dengan praktik yang dianjurkan dalam fatwa tersebut. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa meskipun ada multiakad, tidak ada pertentangan antara akad ijarah dan salam dalam praktik hotel syariah. Abstract. This study analyzed the application of mujahideen fiqh in Islamic hotel transactions, especially related to looted contracts and other possible accounts, such as charitable deeds. Based on the DSN Fatwa Number 108/DSN-MUI/X/2016 on Sharia Tourism, only looted accounts are allowed in sharia tourism. This study uses an empirical juridical approach with qualitative methods and an all-out fiqh study. Research results showed that the academy could not be applied in sharia hotels, although it was previously considered an alternative to the looted academy. However, akadhalam was found to be an alternative that conforms to sharia principles and does not contradict looted acadjas. The statement of the Chairman of the National Sharia Council of West Java also supports the use of salamat in this context. Thus, the looted academy remains the main deed used in Islamic hotels, and the deed does not comply with the recommended practice in the fatwa. This study also shows that although there is a multi-acad, there is no contradiction between looting and salutation in the practice of sharia hotels.
Pengaruh Minat Penggunaan Mobile Banking terhadap Penghimpunan DPK di BSI Region VI Bandung Melani, Farida Andy; Syarief, Mochamad Edman; Marwansyah, Marwansyah
Jurnal Riset Ekonomi Syariah Volume 5, No. 1, Juli 2025 Jurnal Riset Ekonomi Syariah (JRES)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jres.v5i1.6959

Abstract

Abstrak. Kemajuan teknologi digital dan meningkatnya akses internet di Indonesia  memicu perubahan pola perilaku masyarakat dalam menggunakan layanan keuangan, salah satunya  penggunaan mobile banking. BSI sebagai bank syariah modern juga mengembangkan aplikasi BSI Mobile untuk memudahkan nasabah bertransaksi secara online. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan mobile banking terhadap penghimpunan DPK di wilayah BSI Region VI Bandung. Studi ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis PLS-SEM untuk menguji pengaruh antar variabel, yang melibatkan 350 nasabah aktif BSI. Hasil studi menunjukkan bahwa persepsi kemanfaatan (Perceived Usefulness) dan kemudahan penggunaan (Perceived Ease Of Use) berpengaruh terhadap sikap (Attitude) dan niat adopsi (Adoption Intention) terhadap Mobile banking. Meskipun demikian, niat adopsi tidak berpengaruh terhadap penghimpunan DPK. Temuan ini mengindikasikan bahwa keputusan nasabah untuk menyimpan dana dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar adopsi teknologi, seperti tingkat kepercayaan, kebiasaan finansial, dan kualitas layanan. Penelitian ini menegaskan pentingnya inovasi digital dalam membentuk perilaku dan sikap keuangan nasabah, serta pentingnya pendekatan menyeluruh dalam strategi peningkatan DPK melalui platform digital. Abstract. The rapid advancement of digital technology and growing internet penetration in Indonesia have brought significant shifts in how people access and utilize financial services, particularly through the adoption of mobile banking. Bank Syariah Indonesia (BSI) as a modern Islamic bank has also developed the BSI Mobile application to facilitate customers in making online transactions. This study aims to evaluate the impact of Mobile banking usage on the collection of ThirdParty Funds (TPF) in the BSI Region VI Bandung. his study adopts a quantitative approach and employs the PLS-SEM analysis technique to examine the relationships among variables, with data collected from 350 active BSI customers. The findings reveal that Perceived Usefulness and Perceived Ease of Use significantly influence customer attitudes and adoption intentions toward Mobile banking. However, adoption intention does not show a direct significant effect on the collection of Third Party Funds (TPF). This finding indicates that customers' decisions to save funds are influenced by factors other than technology adoption, such as level of trust, financial habits, and service quality. This study highlights the critical role of digital innovation in influencing customers' financial behavior and attitudes, while also underscoring the need for a holistic strategy to enhance Third Party Fund (TPF) collection through digital platforms.
Menggali Potensi Keterlibatan Masyarakat di Masjid Merah (Moekhlas Sidik) Pandaan untuk Pemberdayaan yang Efektif Windari, Windari; Nizar, Muhammad; Iltiham, Muhammad Fahmul
Jurnal Riset Ekonomi Syariah Volume 5, No. 1, Juli 2025 Jurnal Riset Ekonomi Syariah (JRES)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jres.v5i1.6969

Abstract

Abstrak. Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga memiliki potensi sebagai pusat pemberdayaan masyarakat dalam bidang ekonomi, sosial, dan budaya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya optimalisasi fungsi masjid dalam mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi keterlibatan masyarakat di Masjid Merah Pandaan, menganalisis hambatan yang dihadapi, serta merumuskan strategi pemberdayaan yang efektif. Penelitian ini berlandaskan pada pemikiran teoritis bahwa partisipasi aktif masyarakat merupakan kunci keberhasilan program pemberdayaan berbasis komunitas. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap takmir, masyarakat, dan pengunjung masjid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Merah memiliki potensi besar sebagai pusat kegiatan sosial dan ekonomi, meskipun masih menghadapi kendala seperti rendahnya partisipasi berkelanjutan, kurangnya promosi program, serta minimnya sinergi dengan komunitas sekitar. Penelitian ini menyarankan strategi seperti peningkatan komunikasi, pengembangan program berbasis minat dan ekonomi kreatif, serta pendekatan partisipatif berbasis kelompok kecil. Dengan penguatan strategi tersebut, Masjid Merah Pandaan berpeluang besar menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis masjid yang efektif dan berkelanjutan. Abstract. A mosque does not only serve as a place of worship, but also holds great potential as a center for community empowerment in the economic, social, and cultural sectors. This study is based on the importance of optimizing the mosque’s role in promoting sustainable community welfare. The purpose of this research is to identify the potential for community involvement at Masjid Merah Pandaan, analyze the challenges faced, and formulate effective empowerment strategies. This research is grounded in the theoretical assumption that active community participation is key to the success of community-based empowerment programs. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through interviews, observations, and documentation involving mosque administrators, local residents, and mosque visitors. The findings indicate that Masjid Merah has strong potential to serve as a hub for social and economic activity, although it still faces obstacles such as inconsistent participation, limited program promotion, and lack of synergy with surrounding communities. The study recommends strategies including improved communication, the development of interest-based and creative economic programs, and participatory approaches through small group engagement. With the implementation of these strategies, Masjid Merah Pandaan has a promising opportunity to become a model for effective and sustainable mosque-based community empowerment.
Peran Moderasi Kebijakan Deviden pada Dinamika Nilai Perusahaan di Sektor Sharia Non-Cyclical Consumer Achmad Budi Susetyo
Jurnal Riset Ekonomi Syariah Volume 5, No. 1, Juli 2025 Jurnal Riset Ekonomi Syariah (JRES)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jres.v5i1.6994

Abstract

Abstrak. Non-cyclical consumer atau sektor primer merupakan sektor pada pasar modal syariah yang memiliki pendapatan stabil dan keberlanjutan tinggi. Pernyataan tersebut mendorong perusahaan meningkatkan serta berfokus pada laba dan nilai perusahaan untuk lebih menarik investor. Penelitian ini berfokus pada faktor yang mempengaruhi inkonsistensi efek faktor independen terhadap nilai perusahaan. Disamping itu, penelitian ini secara lengkap membahas  kemampuan dan kekuatan moderasi kebijakan deviden pada relasi profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Metode penelitian pada studi ini berjenis asosiatif dengan sampling data menggunakan purposive sampling. Hasil sampling didapatkan 50 data observasi sesuai kriteria yang bersumber dari laporan tahunan perusahaan non-cyclical consumer  pada pasar modal syariah dalam periode 2018-2022. Analisis data menggunakan pendekatan Moderated Regression Analysis. Hasil analisis menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, namun secara independen tidak dengan kebijakan deviden. Selain itu diketahui bahwa kebijakan deviden mampu memoderasi dan memperkuat relasi profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Beberapa pernyataan tersebut memberi informasi kepada investor untuk mempertimbangkan besar deviden perusahaan sebagai faktor ”eksternal” dalam melihat hubungan profit dan nilai perusahaan. Abstract. The Islamic capital market's stable and sustainable non-cyclical consumer and primary sector is encouraging companies to focus on profit and value to attract more investors. The present study focuses on the factors that influence the inconsistency of the effects of independent factors on firm value. Furthermore, this study comprehensively explores the capacity and moderating influence of dividend policy on the association between profitability and firm value. This study uses a purposive sampling method to collect 50 pieces of data from the annual reports of non-cyclical consumer companies in the Islamic capital market from 2018-2022. The data is analysed using a moderated regression approach. The analysis indicates that profitability has a positive impact on firm value, though this effect is not independent of dividend policy. Furthermore, it is acknowledged that dividend policy has the capacity to moderate and strengthen the relationship between profitability and firm value. Some of these statements provide investors with the necessary information to consider the amount of corporate dividends as an 'external' factor in gauging the relationship between profit and firm value.

Page 11 of 12 | Total Record : 120