cover
Contact Name
Ade Yunita Mafruhat
Contact Email
uptpublikasi@unisba.ac.id
Phone
+6285294008040
Journal Mail Official
jrieb@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah lantai 4, Rektorat Unisba, Jln Tamansari No.20, 40116
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Ilmu Ekonomi dan Bisnis
ISSN : 28083024     EISSN : 2798639X     DOI : https://doi.org/10.29313/jrieb.v1i2
Core Subject : Economy, Social,
Jurnal Riset Ilmu Ekonomi dan Bisnis Jurnal Riset Ilmu Ekonomi dan Bisnis (JRIEB) adalah jurnal peer review dan dilakukan dengan double blind review yang mempublikasikan kajian teoritik dan hasil riset terhadap isu-isu empirik dalam sub kajian ilmu ekonomi dan bisnis. JRIEB ini dipublikasikan pertamanya 2021 dengan eISSN 2798-639X yang diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Semua artikel diperiksa plagiasinya dengan perangkat lunak anti plagiarisme. Jurnal ini akan ter-indeks di Google Scholar, Garuda, Crossref, dan DOAJ. Terbit setiap Juli dan Desember.
Articles 107 Documents
Pengaruh Tingkat Pendidikan, Pengangguran Terbuka, dan PDRB terhadap Tingkat Kemiskinan di Indonesia Ahmad Nasirudin; Meidy Haviz
Jurnal Riset Ilmu Ekonomi dan Bisnis Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Ilmu Ekonomi dan Bisnis (JRIEB)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrieb.v5i1.6398

Abstract

Kemiskinan merupakan suatu masalah yang menyangkut banyak aspek karena berkaitan dengan pendapatan yang rendah, pendidikan yang rendah, buta huruf, derajat kesehatan yang rendah dan buruknya lingkungan hidup. Kemiskinan di pandang sebagai kondisi di mana seseorang atau sekelompok orang tidak terpenuhi hak-hak dasarnya secara layak untuk menempuh dan mengembangkan kehidupan yang bemartabat. Mengatasi masalah kemiskinan tidak dapat dilakukan secara terpisah dari masalah pengangguran, pendidikan, kesehatan dan masalah-masalah lain yang secara eksplisit berkaitan erat dengan masalah kemiskinan. Tujuan dilakukannya penelitian ini diharapkan dapat menganalisis bagaimana dan seberapa besar pengaruh variabel pendidikan, pengangguran dan PDRB terhadap kemiskinan sehingga nantinya diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu dasar dalam penentuan kebijakan dalam mengatasi masalah kemiskinan di Indonesia. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif, dimana penelitian ini menggunakan data sekunder yang merupakan data cross section selama periode tahun 2023 di 34 Provinsi di Indonesia. Data sekunder dalam penelitian ini bersumber dari Badan Pusat Statistik di Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel pendidikan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan. Sementara itu, variabel pengangguran berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan dan variabel PDRB berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan. Poverty is a problem that involves many aspects because it is related to low income, low education, illiteracy, low health status and poor living environment. Poverty is seen as a condition in which a person or group of people do not have their basic rights adequately fulfilled to live and develop a dignified life. Overcoming the problem of poverty cannot be done separately from the problems of unemployment, education, health and other problems that are explicitly closely related to the problem of poverty. The aim of this research is to analyze how and to what extent the variables of education, unemployment and GRDP influence poverty so that later it is hoped that it can be used as a basis for determining policies in overcoming the problem of poverty in Indonesia. This research is a type of quantitative research, where this research uses secondary data which is cross section data for the period 2023 in 34 provinces in Indonesia. Secondary data in this research comes from the Central Statistics Agency in Indonesia. The results of this research show that the education variable has a negative and significant effect on poverty. Meanwhile, the unemployment variable has a positive and insignificant effect on poverty and the GRDP variable has a negative and significant effect on poverty.
Pengaruh Pengeluaran Pemerintah, Rata-Rata Lama Sekolah, dan Laju Pertumbuhan Ekonomi terhadap Prevalensi Stunting Muhamad Ridwan; Asnita Frida Sebayang
Jurnal Riset Ilmu Ekonomi dan Bisnis Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Ilmu Ekonomi dan Bisnis (JRIEB)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrieb.v5i1.6400

Abstract

Stunting adalah permasalahan gizi jangka panjang yang muncul akibat kurangnya asupan nutrisi, dan menjadi isu kesehatan yang krusial di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pengeluaran dari pemerintah, lama rata-rata pendidikan, dan pertumbuhan ekonomi terhadap prevalensi stunting di Jawa Barat antara tahun 2018 hingga 2023. Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh pentingnya mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi stunting, mengingat dampak negatifnya pada perkembangan anak. Metodologi yang diterapkan adalah analisis regresi data panel. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengeluaran pemerintah tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap stunting p-value: 0,7347. Namun, lama rata-rata pendidikan dan laju pertumbuhan ekonomi menunjukkan pengaruh negatif yang signifikan p-value: 0,0000 dan 0,0001, yang berarti bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan dan pertumbuhan ekonomi, prevalensi stunting cenderung berkurang. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan dapat meningkatkan pemahaman tentang gizi, sementara pertumbuhan ekonomi memberikan akses yang lebih baik terhadap makanan berkualitas. Dengan demikian, disimpulkan bahwa investasi dalam pendidikan serta kebijakan ekonomi yang berkelanjutan sangat penting untuk mengurangi stunting. Pemerintah juga harus mengarahkan pengeluarannya pada program-program yang memberikan dampak langsung dan memperluas akses pendidikan untuk mendukung perkembangan anak yang sehat dan optimal. Stunting is a long-term nutritional problem that arises due to lack of nutritional intake, and is a crucial health issue in Indonesia. This study aims to analyze the impact of government spending, average length of education, and economic growth on the prevalence of stunting in West Java between 2018 and 2023. The background of this study is based on the importance of knowing the factors that influence stunting, considering its negative impact on child development. The methodology used is panel data regression analysis. The findings of the study indicate that government spending does not have a significant effect on stunting p-value: 0.7347. However, the average length of education and economic growth rate show a significant negative effect p-value: 0.0000 and 0.0001, which means that the higher the level of education and economic growth, the prevalence of stunting tends to decrease. This suggests that education can improve understanding of nutrition, while economic growth provides better access to quality food. Thus, it is concluded that investment in education and sustainable economic policies are essential to reduce stunting. The government must also direct its spending to programs that provide direct impact and expand access to education to support healthy and optimal child development.
Pengaruh Jumlah Penduduk dan Jumlah Wisatawan terhadap Pendapatan Asli Daerah Muhammad Yusron Mushodiq; Ade Yunita Mafruhat
Jurnal Riset Ilmu Ekonomi dan Bisnis Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Ilmu Ekonomi dan Bisnis (JRIEB)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrieb.v5i1.6401

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh jumlah penduduk dan jumlah wisatawan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur selama periode 2013-2023. PAD merupakan indikator penting untuk mengukur kemandirian fiskal daerah, yang dipengaruhi oleh aktivitas ekonomi lokal seperti konsumsi, produksi, dan investasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan data panel dari Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur pada tahun 2013-2023. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model (FEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah penduduk berpengaruh positif signifikan terhadap PAD melalui peningkatan konsumsi dan pajak daerah seperti Pajak Kendaraan Bermotor dan Pajak Restoran. Jumlah wisatawan juga berpengaruh positif signifikan terhadap PAD melalui kontribusi sektor pariwisata, seperti Pajak Hotel dan Retribusi Objek Wisata. The aim of this research is to analyze the influence of population and number of tourists on Regional Original Income (PAD) in the Provinces of West Java, Central Java and East Java during the 2013-2023 period. PAD is an important indicator for measuring regional fiscal independence, which is influenced by local economic activities such as consumption, production and investment. This research uses quantitative descriptive methods with panel data from the Provinces of West Java, Central Java and East Java in 2013-2023. The analytical method used is panel data regression with the Fixed Effect Model (FEM) approach. The research results show that population has a significant positive effect on PAD through increasing consumption and regional taxes such as Motor Vehicle Tax and Restaurant Tax. The number of tourists also has a significant positive effect on PAD through the contribution of the tourism sector, such as Hotel Tax and Tourist Attraction Levy.
Pengaruh Pendapatan per Kapita, Pertumbuhan Ekonomi, PAD, dan Akomodasi terhadap Jumlah Wisatawan Nursyaabani Humairah; Hantoro Ksaid Notolegowo
Jurnal Riset Ilmu Ekonomi dan Bisnis Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Ilmu Ekonomi dan Bisnis (JRIEB)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrieb.v5i1.6404

Abstract

Pada tahun 2019, Provinsi Jawa Barat meraih posisi teratas sebagai daerah asal dan tujuan utama kunjungan wisatawan domestik. Namun, antara tahun 2021 hingga 2023, jumlah kunjungan wisatawan di provinsi ini mengalami fluktuasi. Berbagai faktor berkontribusi terhadap perubahan tersebut, termasuk pendapatan per kapita, laju pertumbuhan ekonomi, pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata, serta jumlah akomodasi di hotel nonbintang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap jumlah kunjungan wisatawan di objek wisata di Jawa Barat. Metodologi yang digunakan melibatkan data sekunder dari tahun 2021 hingga 2023 dan analisis regresi data panel dengan model yang dipilih adalah Random Effect Model (REM). Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa pendapatan per kapita tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap jumlah kunjungan wisatawan. Di sisi lain, laju pertumbuhan ekonomi, PAD sektor pariwisata, dan jumlah akomodasi hotel nonbintang menunjukkan pengaruh positif yang signifikan. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar pemerintah, pelaku usaha pariwisata, dan pihak terkait lainnya aktif berperan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, pendapatan dari sektor pariwisata, serta jumlah akomodasi, demi mendorong peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Jawa Barat. In 2019, West Java Province won the top position as the main origin and destination for domestic tourist visits. However, between 2021 and 2023, the number of tourist visits in this province has fluctuated. Various factors contribute to these changes, including per capita income, economic growth rate, local revenue (PAD) from the tourism sector, and the amount of investment in non-star hotels. The purpose of this study is to analyze the influence of these factors on the number of tourist visits to tourist attractions in West Java. The methodology used includes secondary data from 2021 to 2023 and panel data regression analysis with the selected model being the Random Effect Model (REM). The results of this study reveal that per capita income does not have a significant effect on the number of tourist visits. On the other hand, the rate of economic growth, PAD from the tourism sector, and the number of non-star hotels show a significant positive effect. Based on these findings, it is recommended that the government, tourism business actors, and other related parties actively play a role in increasing economic growth, income from the tourism sector, and the amount of investment, in order to encourage an increase in the number of tourist visits to West Java.
Pengaruh PDB, Inflasi, dan PMA terhadap IPEI di Indonesia Tahun 2011-2023 Haikal Qolbi Al Qosam; Ima Amaliah
Jurnal Riset Ilmu Ekonomi dan Bisnis Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Ilmu Ekonomi dan Bisnis (JRIEB)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrieb.v5i1.6405

Abstract

Pembangunan ekonomi inklusif menjadi prioritas penting di Indonesia untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan. Meski Indonesia telah mencatat pertumbuhan ekonomi positif, tingkat ketimpangan dan kemiskinan masih tinggi, yang menunjukkan manfaat pertumbuhan belum terdistribusi secara merata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh produk domestik bruto, inflasi, dan investasi asing langsung terhadap indeks pembangunan ekonomi inklusif di Indonesia selama periode 2011-2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linier berganda berbasis Ordinary Least Square (OLS). Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia (BI), dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Variabel terikat adalah indeks pembangunan ekonomi inklusif, sedangkan variabel bebas mencakup produk domestik bruto, inflasi, dan investasi asing langsung. Data yang digunakan adalah data tahun dari 2011-2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk domestik bruto memiliki pengaruh positif signifikan terhadap indeks pembangunan ekonomi inklusif, sementara inflasi memiliki pengaruh negatif signifikan. Investasi asing langsung memiliki pengaruh positif tetapi tidak signifikan. This study aims to analyze the influence of gross domestic product, inflation, and foreign direct investment on the inclusive economic development index in Indonesia during the 2011-2023 period. This research employs a quantitative approach using multiple linear regression analysis based on Ordinary Least Square (OLS). The study utilizes secondary data obtained from the Central Bureau of Statistics (BPS), Bank Indonesia (BI), and the National Development Planning Agency (Bappenas). The dependent variable is the inclusive economic development index, while the independent variables include gross domestic product, inflation, and foreign direct investment. The data used spans from 2011 to 2023. The results show that gross domestic product has a significant positive effect on the inclusive economic development index, while inflation has a significant negative effect. Foreign direct investment has a positive but insignificant effect. Based on these findings, the government is advised to improve human resource quality, control inflation, and direct foreign investment towards sectors that support job creation and economic equity to achieve inclusive economic development.
Pengaruh Pelatihan Kerja terhadap Kinerja Pegawai: Aulia Rahman; Achmad Efendi; Vera Anitra
Jurnal Riset Ilmu Ekonomi dan Bisnis Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Ilmu Ekonomi dan Bisnis (JRIEB)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrieb.v5i1.7125

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pelatihan kerja terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur dengan pendekatan deskriptif-kausal. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai di intansi tersebut, dengan Jumlah sampel sebanyak 83 responden yang diambil menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner berformat skala Likert 1-5 dan dianalisis menggunakan Spss versi 27 dengan uji hipotesis pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa pelatihan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kinerja pegawai, di mana setiap satu jam pelatihan terfokus mampu meningkatkan skor kinerja pegawai sebesar 0,622 poin. Nilai statistik uji t sebesar 9.048 dengan signifikansi < 0,05 menguatkan bahwa hipotesis yang menyatakan pelatihan kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelatihan kerja merupakan strategi efektif dalam pengembangan sumber daya manusia yang berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kinerja instansi/perusahaan. This study aims to examine the effect of job training on employee performance at the Youth and Sports Office of East Kalimantan Province using a descriptive-causal approach. The population of the study consisted of all employees at the agency, with a sample size of 83 respondents selected using a saturated sampling technique. Data were collected through a questionnaire using a Likert scale and analyzed using SPSS version 27 with hypothesis testing at a significance level of 0.05. The regression analysis results indicate that job training has a positive and significant effect on improving employee performance, where each additional hour of focused training can increase the employee performance score by 0.622 points. The t-test statistic value of 9.048 with a significance level below 0.05 confirms the acceptance of the hypothesis stating that job training influences employee performance. Therefore, it can be concluded that job training is an effective strategy in human resource development that significantly contributes to improving the performance of the agency/company.
Strategi Inovasi Digital UMKM Huisaeng Dimsum untuk Pertumbuhan Bisnis Pawindru, Rafly; Purbasari, Ratih
Jurnal Riset Ilmu Ekonomi dan Bisnis Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Ilmu Ekonomi dan Bisnis (JRIEB)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrieb.v5i1.6987

Abstract

Digitalisasi telah menjadi kebutuhan strategis bagi keberlanjutan UMKM di era pascapandemi, terutama dalam menghadapi disrupsi pasar dan perubahan perilaku konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi inovasi digital yang diterapkan oleh UMKM Huisaeng Dimsum Bandung sebagai upaya adaptif dalam mendorong pertumbuhan bisnis. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data diperoleh melalui studi dokumentasi dan analisis isi terhadap sumber sekunder seperti artikel ilmiah, laporan pemerintah, dan publikasi media daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Huisaeng Dimsum secara aktif mengadopsi teknologi digital sejak awal berdiri di masa pandemi melalui pemasaran berbasis media sosial, kolaborasi dengan platform pesan-antar digital, dan pengemasan produk yang mendukung promosi visual. Strategi ini memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan usaha dan keterlibatan pelanggan. Namun, tantangan seperti keterbatasan literasi digital, belum optimalnya sistem manajemen internal, dan keterbatasan kolaborasi digital masih menjadi hambatan. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap literatur inovasi UMKM dengan menekankan pentingnya pendekatan digital yang terintegrasi dan berbasis kebutuhan lokal. Implikasi praktisnya mencakup perlunya pelatihan berkelanjutan, dukungan ekosistem digital, serta pengembangan sistem manajemen berbasis teknologi. Studi ini juga merekomendasikan eksplorasi lebih lanjut melalui pendekatan triangulasi data dan pengkajian lintas sektor untuk memperkaya pemahaman terhadap transformasi digital UMKM. Digitalization has become a strategic necessity for the sustainability of MSMEs in the post-pandemic era, especially in the face of market disruption and changes in consumer behavior. This research aims to identify and analyze the digital innovation strategies implemented by Huisaeng Dimsum Bandung MSMEs as an adaptive effort in driving business growth. Using a qualitative descriptive approach, data was obtained through documentation studies and content analysis of secondary sources such as scientific articles, government reports, and online media publications. The results showed that Huisaeng Dimsum actively adopted digital technology since its inception during the pandemic through social media-based marketing, collaboration with digital delivery platforms, and product packaging that supports visual promotion. This strategy has had a significant impact on business growth and customer engagement. However, challenges such as limited digital literacy, not yet optimized internal management systems, and limited digital collaboration are still obstacles. This research contributes to the MSME innovation literature by emphasizing the importance of an integrated and local needs-based digital approach. Practical implications include the need for continuous training, digital ecosystem support and the development of technology-based management systems. The study also recommends further exploration through data triangulation approaches and cross-sector studies to enrich the understanding of MSME digital transformation.
Sustainable Tourism Business Model di De Bloem Villa dengan Pendekatan Triple Bottom Line Raden Dian Mustika Sidik; Silmi Millatina Wahdini; Lubiana Yubawa; Sri Yuliana Evnawati
Jurnal Riset Ilmu Ekonomi dan Bisnis Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Ilmu Ekonomi dan Bisnis (JRIEB)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrieb.v5i2.7393

Abstract

Abstract. The development of tourist destinations, including villa-based accommodations, now focuses on the concept of sustainable tourism. The goal is to ensure that the industry's growth provides sustainable benefits without sacrificing natural and cultural resources for future generations. As traveler awareness of environmental and social issues rises, sustainability has become a key competitive advantage. This study examines the business model of De Bloem Villa using the Triple Bottom Line (TBL) framework: Profit (Economic), People (Social), and Planet (Environmental). This approach analyzes how the accommodation balances financial goals with socio-ecological responsibilities. Using a descriptive qualitative method comprising observations, in-depth interviews, and documentation the results show that De Bloem Villa effectively integrates sustainability through eco-friendly energy, local community empowerment, integrated waste management, and flexible profitability strategies. This model enhances competitiveness while delivering positive social and environmental impacts, serving as a vital reference for industry players to adopt TBL practices for a greener future of tourism. Abstrak. Pengembangan destinasi wisata, termasuk akomodasi villa, kini berfokus pada konsep pariwisata berkelanjutan. Tujuannya untuk memastikan pertumbuhan industri pariwisata memberikan manfaat berkelanjutan, tanpa mengorbankan sumber daya alam dan budaya generasi mendatang.  Saat ini kesadaran wisatawan terhadap isu lingkungan dan sosial meningkat sehingga penerapan prinsip keberlanjutan menjadi kunci daya saing. Penelitian ini mengkaji model bisnis pariwisata berkelanjutan di De Bloem Villa menggunakan pendekatan Triple Bottom Line (TBL), yaitu Ekonomi, Sosial, dan Lingkungan (Planet), yang memungkinkan analisis menyeluruh tentang bagaimana akomodasi dapat menyeimbangkan finansial dengan tanggung jawab sosial dan ekologisnya. Metodenya menggunakan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasilnya menunjukkan De Bloem Villa telah mengintegrasikan keberlanjutan secara efektif. Implementasinya melalui penggunaan energi ramah lingkungan, pemberdayaan masyarakat lokal, pengelolaan limbah terpadu, dan strategi profitabilitas yang fleksibel. Model ini terbukti meningkatkan daya saing destinasi sekaligus memberikan dampak positif bagi sosial dan lingkungan. Diharapkan penelitian ini menjadi referensi pengembangan bisnis pariwisata lainnya yang mengadopsi praktik TBL, demi masa depan pariwisata yang lebih hijau dan berkelanjutan.  
Perbedaan Konseptual dalam Laporan Keuangan: Antara Entitas Bisnis Konvensional dan Syari’ah Husnur Raja'; Syahriyah Semaun
Jurnal Riset Ilmu Ekonomi dan Bisnis Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Ilmu Ekonomi dan Bisnis (JRIEB)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrieb.v5i2.7432

Abstract

Abstract. The preparation of financial statements follows PSAK standards for conventional entities and Sharia PSAK for entities based on Islamic principles. Although both aim to provide relevant information for decision-making, there are fundamental conceptual differences stemming from the philosophy of their respective economic systems. These differences significantly affect the structure, substance, and orientation of the financial statements. This study employs a literature review method by comprehensively examining various relevant scientific sources. The results indicate significant differences between conventional and Sharia financial reporting due to their underlying economic values. Conventional accounting tends to focus on the interests of capital owners, profit maximization, asset growth, and the principles of economic efficiency and value neutrality. In contrast, Sharia financial statements do not merely present financial data but also prioritize the principles of justice, transparency, and full sharia compliance. The Sharia orientation emphasizes social and spiritual accountability to achieve the common good (maslahah) for all stakeholders within a comprehensive philosophical and ethical framework of Islamic economics. Abstrak. Penyusunan laporan keuangan mengikuti standar PSAK untuk entitas konvensional dan PSAK Syariah untuk entitas berlandaskan prinsip Islam. Meskipun keduanya bertujuan menyediakan informasi relevan bagi pengambilan keputusan, terdapat perbedaan konseptual mendasar yang bersumber dari filosofi sistem ekonomi masing-masing. Perbedaan tersebut memengaruhi struktur, substansi, serta orientasi laporan keuangan yang disajikan secara signifikan. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber informasi ilmiah yang relevan secara komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan nyata antara pelaporan keuangan konvensional dan syariah akibat perbedaan nilai ekonomi yang melandasinya. Akuntansi konvensional cenderung berfokus pada kepentingan pemilik modal, maksimalisasi laba, peningkatan aset, serta prinsip efisiensi dan netralitas nilai. Sebaliknya, laporan keuangan entitas syariah tidak hanya menyajikan data finansial semata, tetapi juga mengedepankan prinsip keadilan, keterbukaan, serta kepatuhan penuh terhadap ketentuan syariah (sharia compliance). Orientasi syariah menekankan aspek pertanggungjawaban sosial dan spiritual guna mencapai kemaslahatan bagi seluruh pemangku kepentingan dalam kerangka filosofis dan etika ekonomi Islam yang komprehensif.
Dampak Inflasi dan Kenaikan Harga Emas terhadap Perilaku Konsumen dalam Investasi Emas Noor Annisa Ahla; Muzalifah
Jurnal Riset Ilmu Ekonomi dan Bisnis Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Ilmu Ekonomi dan Bisnis (JRIEB)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrieb.v5i2.7495

Abstract

Abstract. Inflation and rising gold prices are macroeconomic factors influencing consumer investment decisions. This study analyzes the effects of inflation and gold prices on consumer behavior in choosing gold as an investment instrument, while considering the role of financial literacy. The study assumes that consumers act rationally and respond to macroeconomic changes. A qualitative literature review method was applied using scientific articles, reports, and relevant publications from 2020–2025. The results show that inflation reduces purchasing power and encourages asset shifts toward hedging instruments such as gold. Rising gold prices during periods of global economic uncertainty further strengthen perceptions of gold as a safe-haven asset. Financial literacy significantly shapes consumers’ ability to understand risk and make rational investment decisions. Consequently, gold investment behavior is influenced by inflationary pressure, gold price dynamics, and consumers’ financial knowledge. This study recommends strengthening financial literacy education and developing policies that support inclusive and accessible gold investment opportunities for society overall sustainably. Abstrak. Inflasi dan kenaikan harga emas merupakan faktor makroekonomi yang memengaruhi perilaku konsumen dalam pengambilan keputusan investasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh inflasi dan harga emas terhadap perilaku konsumen dalam memilih emas sebagai instrumen investasi dengan mempertimbangkan peran literasi finansial. Penelitian ini didasarkan pada asumsi bahwa konsumen bersifat rasional dan responsif terhadap perubahan kondisi ekonomi makro. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur terhadap artikel ilmiah, laporan, dan publikasi relevan periode 2020–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa inflasi menurunkan daya beli sekaligus mendorong peralihan aset ke instrumen lindung nilai seperti emas. Kenaikan harga emas di tengah ketidakpastian ekonomi global juga memperkuat persepsi emas sebagai aset aman. Selain itu, literasi finansial berperan penting dalam meningkatkan kemampuan konsumen memahami risiko dan mengambil keputusan investasi secara rasional. Dengan demikian, perilaku investasi emas dipengaruhi tekanan inflasi, dinamika harga emas, dan tingkat pemahaman keuangan konsumen. Penelitian ini merekomendasikan penguatan edukasi literasi finansial pada masyarakat luas secara.

Page 10 of 11 | Total Record : 107