cover
Contact Name
Dudi Nasrudin Usman
Contact Email
uptpublikasi@unisba.ac.id
Phone
+6285294008040
Journal Mail Official
jrtp@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah lantai 4, Rektorat Unisba, Jln Tamansari No.20, 40116
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Teknik Pertambangan
ISSN : 28083105     EISSN : 27986357     DOI : https://doi.org/10.29313/jrtp.v1i2
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP) adalah jurnal peer review dan dilakukan dengan double blind review yang mempublikasikan hasil riset dan kajian teoritik terhadap isu-isu empirik dalam sub kajian Pertambangan. JRTP ini dipublikasikan pertamanya 2021 dengan eISSN 2798-6357 yang diterbitkan UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Semua artikel diperiksa plagiasinya dengan perangkat lunak anti plagiarisme. Jurnal ini dter-indeks di Google Schoolar, Garuda, Crossref, dan DOAJ. Terbit setiap Juli dan Desember.
Articles 116 Documents
Analisis Desain terhadap Manajemen Stockpile Batubara di PT. Era Perkasa Mining Risa Oktariyani; Sriyanti; Sri Widayati
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 4, No. 2, Desember 2024, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v4i2.5214

Abstract

Abstrak. Stockpile batubara adalah area penyimpanan sementara tempat batubara dari area penambangan ditumpuk sebelum digunakan atau dikirim. PT Era Perkasa Mining (EPM), berlokasi di Desa Pauh Ranap, Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, menghadapi kendala dalam menerapkan sistem First In First Out (FIFO) karena desain stockpile yang kurang optimal. Oleh karena itu, analisis desain diperlukan untuk merekomendasikan struktur yang mendukung penerapan sistem FIFO. Analisis ini membutuhkan data arah angin dan dimensi stockpile, termasuk panjang dan lebar lantai atas dan bawah, tinggi timbunan, serta sudut kemiringan. Data diperoleh menggunakan alat Real-Time Kinematic (RTK) dan diolah dengan software Geovia Surpac 6.6.2. Perhitungan volume dan tonase dilakukan menggunakan rumus limas terpancung untuk menghasilkan desain yang lebih baik. PT EPM memiliki dua stockpile: Stockpile 1 (Seam 1 dan Seam 2) dan Stockpile 2 (Seam 3). Stockpile 1 memiliki tinggi 9,81 m dengan sudut kemiringan 360°, sedangkan Stockpile 2 memiliki tinggi 8,98 m dan sudut kemiringan 310°. Dengan kapasitas total 50.000 ton, Stockpile 1 menampung 57.381,22 ton, dan Stockpile 2 menampung 72.559,53 ton. Faktor-faktor seperti arah angin dari timur ke barat, suhu, dan durasi penimbunan memengaruhi risiko swabakar. Desain stockpile yang optimal diharapkan dapat mengurangi risiko ini dan mendukung sistem FIFO secara efektif. Abstract. A coal stockpile acts as a temporary storage site where coal from mining operations is accumulated before use or transportation. PT Era Perkasa Mining (EPM), located in Pauh Ranap Village, Indragiri Hulu District, Riau Province, faces challenges in implementing the First In First Out (FIFO) system due to an unsuitable stockpile design. A design analysis is essential to optimize the stockpile structure and support effective FIFO operation. The analysis involves measuring wind direction and stockpile dimensions, including the lengths and widths of the upper and lower floors, pile height, and slope angle. These measurements are collected using Real-Time Kinematic (RTK) tools and processed with Geovia Surpac 6.6.2 software. Using the truncated pyramid formula, volume and tonnage calculations provide recommendations for an improved design. PT EPM has two stockpiles: Stockpile 1 (Seam 1 and Seam 2) and Stockpile 2 (Seam 3). Stockpile 1 has dimensions including a height of 9.81 m and a slope angle of 360°, while Stockpile 2 is 8.98 m tall with a slope angle of 310°. Wind flows predominantly from east to west. With a combined capacity of 50,000 tons, Stockpile 1 holds 57,381.22 tons, and Stockpile 2 holds 72,559.53 tons. Design improvements aim to mitigate risks such as spontaneous combustion and ensure FIFO implementation.
Perencanaan dan Pentahapan Penambangan Nikel PT. Hillconjaya Sakti Site Indrabakti Mustika Andi Maulana Yusuf; Yuliadi; Elfida Moralista
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 4, No. 2, Desember 2024, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v4i2.5215

Abstract

Abstrak. PT Hillconjaya Sakti operates a 512-hectare nickel mining area with a 2024 production target of 2,500,000 tons/year, an increase from 1,800,000 tons/year in 2023, necessitating updates in production planning and phase scheduling. Mining designs for the Longori, Silae, and Kolaka blocks follow Indonesian regulations and use Cut of Grade values: Lot 1 Ni 1.45, Lot 2 Ni 1.30, and Lot 3 Ni 1.25. Equipment availability is 86% with 54% utilization, achieving ore extraction efficiency of 71.1% and overburden removal efficiency of 74%. Excavator productivity reaches 240.26 tons/hour for ore and 275.98 BCM/hour for overburden, while dump trucks achieve 29.1 tons/hour and 55.17 BCM/hour, respectively. Reserves are estimated at 2,520,387 tons, adjusted to 2,515,753 tons with a stripping ratio of 1.44, and the 2024 disposal capacity is set at 3,618,793 BCM, supporting the company’s scaling and operational efficiency goals. Abstract. PT Hillconjaya Sakti is a nickel mining company with a 512 ha IUP area, aiming for a 2024 production target of 2,500,000 Tons/Year, up from 1,800,000 Tons/Year in 2023. This increase will impact the production plan and mine sequencing for 2024. The research aims to determine the production target, equipment productivity, reserve estimates based on the mine opening design, and mine sequencing plans.The mining designs were created in accordance with Indonesian mining regulations, including the Law No. 3 of 2020 and Ministerial Decree No. 1827 of 2018. The designs cover three mining blocks: Longori, Silae, and Kolaka, with classifications based on the company’s Cut of Grade values (Ni 1.45, Ni 1.30, and Ni 1.25). Mechanical equipment availability is 86%, with a 54% usage rate. The working efficiency for ore extraction is 71.1%, and for overburden removal, it's 74%. Productivity for ore extraction is 240.26 Tons/Hour for Backhoe and 29.1 Tons/Hour for Dump Truck. For overburden removal, productivity is 275.98 BCM/Hour for Backhoe and 55.17 BCM/Hour for Dump Truck. The estimated reserves based on the pit design are 2,520,387 tons. After completing the mine disposal plan, the reserves are reduced to 2,515,753 tons, with a stripping ratio of 1.44. The disposal capacity for 2024 is estimated at 3,618,793 BCM.
Desain Teknis Pemanfaatan Lahan Bekas Tambang PT. Gunung Kulalet Alif Dhito Renaldhy; Sri Widayati; M.Rahman Ardhiansyah
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 4, No. 2, Desember 2024, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v4i2.5216

Abstract

Abstrak. Pemanfaatan lahan bekas tambang menjadi isu krusial dalam upaya pelestarian lingkungan serta peningkatan nilai ekonomi kawasan pasca-tambang. Penelitian ini bertujuan untuk merancang desain teknis pemanfaatan lahan bekas tambang PT Gunung Kulalet di Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Lahan ini sebelumnya digunakan untuk penambangan batu andesit dan kini akan dijadikan kawasan perumahan sesuai dengan Rancangan Tata Ruang dan Wilayah. Kegiatan reklamasi dilakukan melalui penataan lahan yang diratakan untuk pembangunan pemukiman, serta revegetasi dengan penanaman pohon-pohon untuk memperbaiki kondisi tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan bekas tambang di PT Gunung Kulalet memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kawasan pemukiman. Desain teknis yang diusulkan meliputi penataan ulang topografi, pembangunan perumahan dan fasilitas pendukung, serta revegetasi dengan tanaman berkayu untuk meningkatkan stabilitas lereng dan mengurangi risiko erosi. Rencana ini juga mencakup pembuatan fasilitas sesuai dengan tata ruang yang berlaku. Dengan penerapan desain teknis yang tepat, lahan bekas tambang dapat direklamasi secara efektif, memberikan manfaat ekologis dan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Luas Izin Usaha Pertambangan PT Gunung Kulalet adalah 3,5 Ha, dengan 2,47 Ha untuk kawasan perumahan, 0,53 Ha untuk revegetasi, dan 0,5 Ha sebagai void. Abstract. The utilization of ex-mining land is a crucial issue in efforts to preserve the environment and enhance the economic value of post-mining areas. This study aims to design a technical plan for the utilization of the former mining land of PT Gunung Kulalet in Baleendah District, Bandung Regency, West Java Province. The area, previously used for andesite mining, will be transformed into a residential area in accordance with the existing Spatial and Regional Plan. Reclamation activities were conducted in the past year by leveling the mined land into a residential area, along with revegetation activities such as tree planting. The findings indicate that the ex-mining land at PT Gunung Kulalet has the potential to be developed into a residential area. The proposed technical design includes the rearrangement of land topography, construction of housing and supporting facilities, and revegetation with woody plants to enhance slope stability and reduce the risk of erosion. The design also incorporates the development of housing in line with the existing spatial and regional plans. With the proper application of this technical design, the ex-mining land can be effectively reclaimed, bringing ecological and economic benefits to the local community. The technical design for PT Gunung Kulalet, which covers a 3.5 Ha Mining Business License area, involves land arrangement where 2.47 Ha will be used for residential purposes, 0.53 Ha for revegetation, and 0.5 Ha as void space.
Analisis Kestabilan Lereng untuk Rencana Pit Tambang Batubara PT. XYZ Muhammad Dhafin Razaqa; Iswandaru; Zaenal
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 4, No. 2, Desember 2024, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v4i2.5217

Abstract

Abstrak. Penambangan terbuka memiliki risiko ketidakstabilan massa batuan, sehingga analisis kestabilan lereng menjadi krusial. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis serta sifat fisik dan mekanik batuan penyusun lereng, sekaligus merekomendasikan geometri lereng yang stabil berdasarkan faktor keamanan dan probabilitas kelongsoran. Data sifat fisik (densitas natural dan saturated) dan sifat mekanik (kohesi dan sudut gesek dalam) dianalisis menggunakan Limit Equilibrium Method (LEM) dan Monte Carlo untuk probabilitas kelongsoran. Analisis dilakukan pada lereng tunggal dengan tinggi 5, 8, dan 10-meter serta kemiringan 40-60°, sedangkan lereng keseluruhan menggunakan sudut 20-50° pada berbagai elevasi. Untuk lereng timbunan, analisis mencakup tinggi 10-40 meter dengan kemiringan 19, 21, dan 23°. Hasilnya, geometri lereng tunggal yang direkomendasikan adalah sandstone (tinggi 8 m, sudut 55°), siltstone dan claystone (tinggi 10 m, sudut 45°), serta carbonaceous claystone dan coal (tinggi 10 m, sudut 60°). Geometri lereng keseluruhan yang disarankan meliputi sudut 35° untuk high wall dan low wall pit Selatan (elevasi 0 mdpl), 28° untuk high wall pit Utara (elevasi -30 mdpl), dan 32° untuk low wall pit Utara (elevasi -20 mdpl). Untuk lereng timbunan, direkomendasikan geometri dengan tinggi 40 meter dan sudut 21°. Analisis ini memberikan acuan penting bagi perencanaan tambang yang aman dan efisien. Abstract. Open-pit coal mining poses risks of rock mass instability, necessitating slope stability analysis. This study aimed to evaluate rock types, physical and mechanical properties, and recommend slope geometries based on safety factors and failure probabilities. Data included rock densities, shear strength (cohesion and friction angle), and analyses using the Limit Equilibrium Method (LEM) and Monte Carlo Method. Single slope stability was analyzed for heights of 5, 8, and 10 meters with angles of 40-60°, while overall slope stability considered angles of 20-50° at varying elevations and heights. Disposal slope stability was examined for heights of 10-40 meters with slopes of 19, 21, and 23°. Recommendations include single slope geometries for sandstone (8 m height, 55° angle), siltstone and claystone (10 m height, 45° angle), and carbonaceous claystone and coal (10 m height, 60° angle). Overall slope recommendations are 35° for South pit high and low walls at 0 mdpl, 28° for North pit high wall at -30 mdpl, and 32° for North pit low wall at -20 mdpl. For disposal slopes, a geometry of 40 m height with a 21° angle is suggested.
Pengaruh Geometri Dan Penggunaan bahan Peledak Di kuari Batu Andesit Terhadap Jarak Flyrock: Studi Kasus Pada Infrastruktur Kereta Cepat Jalur Jakarta-Bandung Purwakarta Jati Nugroho; Yuliadi; Yunus Ashari
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 4, No. 2, Desember 2024, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v4i2.5278

Abstract

Abstrak. Panghegar berada dekat dengan infrastruktur kereta cepat jalur Jakarta-Bandung dengan jarak sekitar ± 80 m. Infrastruktur dari kereta cepat tersebut merupakan obyek vital nasional yang menyangkut hajat hidup orang banyak, kepentingan negara dan sumber pendapatan negara yang bersifat strategis. Oleh karena itu dari infrastruktur Kereta Cepat Jalur Jakarta-Bandung tersebut harus dijaga kondisinya dari adanya gangguan dari luar termasuk aktivitas penambangan yang berada dekat dengan jalur kereta tersebut. Untuk menjaga kondisi objek vital nasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung, perlu dilakukan kajian akibat dampak negatif peledakan (flyrock). Sehingga dari penelitian ini ditujukan untuk mengetahui jarak lemparan terjauh, geometri yang berpengaruh terhadap lemparan flyrock dan prediksi lemparan flyrock dari peledakan yang dilakukan. Untuk mengetahui hasil tersebut digunakan pendekatan dengan analisis regresi dan korelasi serta menggunakan beberapa prediksi empiris. Dari penelitian ini dapat dilihat bahwa parameter yang paling berpengaruh terhadap jarak lemparan flyrock yaitu powder factor dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,943 dan stemming dengan nilai koefisien korelasi sebesar -0,9. Prediksi empiris yang dapat digunakan pada CV Panghegar yaitu oleh Shakeri, 2022 dengan hasil standar deviasi 5,57 mendekati hasil lemparan aktual flyrock. Dengan demikian dampak negatif kegiatan peledakan (flyrock) tidak berpengaruh atau menganggu infrastruktur jalur kereta cepat.   Abstract. CV Panghegar is located approximately ±80 meters from the Jakarta-Bandung High-Speed Train Line, a vital national infrastructure critical to public welfare, state interests, and revenue. To ensure the safety of this infrastructure from potential impacts of nearby mining activities, particularly blasting, a study was conducted to assess the maximum flyrock throw distance, geometric factors influencing flyrock behavior, and predictive methods for flyrock throws. The study utilized regression and correlation analysis, revealing that powder factor (correlation coefficient 0.943) and stemming (correlation coefficient -0.9) are the most influential parameters affecting flyrock throw distance. Among various empirical models, the Shakeri (2022) method was identified as the most accurate for application in CV Panghegar, with a standard deviation of 5.57 closely matching observed flyrock data. The results confirm that the negative impacts of blasting activities, specifically flyrock, do not pose a threat to or interfere with the Jakarta-Bandung High-Speed Train Line infrastructure, thereby ensuring its safety and operational stability.
Kajian Teknis Dimensi Sump dan Kebutuhan Pompa pada Penyaliran Tambang Terbuka PT. XYZ Muhammad Fawwaz Mursyid; Noor Fauzi Isniarno; Zaenal
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 4, No. 2, Desember 2024, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v4i2.5282

Abstract

Abstrak. Operasi tambang terbuka di PT XYZ menghadapi tantangan manajemen air akibat fluktuasi cuaca, terutama saat curah hujan tinggi. Penelitian ini berfokus pada desain geometri kolam penampungan dan pemilihan pompa yang optimal untuk memastikan efisiensi sistem pengelolaan  air tambang. Kolam penampungan dirancang untuk menampung limpasan air hujan tanpa mengganggu operasi tambang, sementara pompa yang tepat diperlukan untuk menjaga efektivitas pengaliran air dan keselamatan kerja. Metode penelitian melibatkan pengumpulan data primer dari lapangan, seperti debit air limpasan dan kapasitas kolam, serta data sekunder dari catatan cuaca historis dan literatur terkait. Analisis menggunakan metode E.J. Gumbell untuk menghitung curah hujan ekstrem dan statistika untuk keseimbangan air di kolam. Hasil menunjukkan intensitas curah hujan maksimum mencapai 20,37 mm/jam, debit limpasan 9419,67 m³/jam, debit air tanah 64,65 m³/hari, dan debit pemompaan 3805,87 m³/hari. Desain kolam penampungan memiliki dimensi panjang dasar 40 m, panjang permukaan 50 m, dan kedalaman 5 m dengan kemiringan 45°. Saluran penyaliran didesain dengan lebar dasar 0,40 m, lebar permukaan 0,81 m, dan kedalaman 0,42 m. Kolam pengendapan dirancang dengan lebar 50 m, panjang 25 m, dan kedalaman 2 m. Untuk tahun pertama, kebutuhan maksimum adalah tiga pompa guna mengelola air secara optimal sesuai kapasitas desain. Abstract. Operasi tambang terbuka di PT XYZ menghadapi tantangan signifikan dalam manajemen air akibat fluktuasi cuaca, terutama selama curah hujan tinggi. Penelitian ini bertujuan merancang geometri kolam penampungan dan memilih pompa optimal untuk memastikan pengelolaan air tambang yang efisien serta mendukung kelancaran operasi dan keselamatan kerja. Kolam penampungan dirancang untuk mengakomodasi limpasan air hujan tanpa mengganggu aktivitas tambang, sementara pompa yang dipilih harus mampu mengalirkan air secara efektif. Data primer dikumpulkan langsung dari lapangan, termasuk debit limpasan dan kapasitas kolam, sedangkan data sekunder diperoleh dari catatan cuaca historis dan literatur terkait. Metode E.J. Gumbell digunakan untuk menganalisis curah hujan ekstrem, sementara analisis statistik diterapkan untuk menghitung keseimbangan air di kolam. Hasil penelitian menunjukkan intensitas curah hujan maksimum mencapai 20,37 mm/jam, debit limpasan hingga 9419,67 m³/jam, debit air tanah 64,65 m³/hari, dan debit pemompaan sebesar 3805,87 m³/hari. Kolam penampungan dirancang dengan panjang dasar 40 m, panjang permukaan 50 m, dan kedalaman 5 m dengan kemiringan 45°. Saluran drainase memiliki lebar dasar 0,40 m, lebar permukaan 0,81 m, dan kedalaman 0,42 m. Kolam pengendapan didesain dengan lebar 25 m, panjang 60 m, dan kedalaman 2 m. Pada tahun pertama, diperlukan tiga unit pompa untuk pengelolaan air yang optimal sesuai kapasitas desain.
Pengaruh Geometri Jalan terhadap Konsumsi Bahan Bakar Alat Angkut pada Penambangan Batubara Nabilla Amellia Putri; Iswandaru; Elfida Moralista
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v5i1.6470

Abstract

Abstract. PT Bara Selaras Resources is a coal mining company with an open-pit mining system and a production target of 250,000 tons/month. However, production in May and June 2024 only reached 178,236 tons and 177,498 tons. In addition, the fuel ratio exceeded the maximum limit of 0.22 liters/BCM, reaching 0.29 liters/BCM in May and 0.27 liters/BCM in June. This issue is suspected to be due to the road geometry not complying with the standards of the Minister of Energy and Mineral Resources Decree No. 1827K/30/MEM/2018 and the AASHTO standards.This study aims to analyze the influence of road geometry on fuel consumption and transport equipment productivity. The study was conducted on a 1.96 km coal transport road divided into 33 segments, with an evaluation of road width, grade, cross slope, and superelevation based on the standards of the Minister of Energy and Mineral Resources Decree No. 1827K/30/MEM/2018 and AASTHO.The research results show that after the repairs, the productivity of the transport equipment increased by 18.32% from 67.76 BCM/hour/unit to 82.96 BCM/hour/unit. The fuel ratio decreased by 43.75% from 0.23 liters/BCM to 0.16 liters/BCM. Production increased by 22.53% from 221,825.49 tons to 271,584.20 tons, thus achieving the production target. Abstrak. PT Bara Selaras Resources merupakan perusahaan tambang batubara dengan sistem tambang terbuka dan target produksi 250.000 ton/bulan. Namun, produksi pada Mei dan Juni 2024 hanya mencapai 178.236 ton dan 177.498 ton. Selain itu, fuel ratio melebihi batas maksimum 0,22 liter/BCM, yaitu 0,29 liter/BCM pada Mei dan 0,27 liter/BCM pada Juni. Masalah ini diduga akibat geometri jalan yang tidak sesuai dengan standar Keputusan Menteri ESDM No. 1827K/30/MEM/2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik dan standar American Association of State Highways and Transportation Officials (AASTHO). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh geometri jalan terhadap konsumsi bahan bakar dan produktivitas alat angkut. Studi dilakukan pada jalan angkut batubara sepanjang 1,96 km yang terbagi dalam 33 segmen, dengan evaluasi terhadap lebar jalan, grade, cross slope, dan superelevasi berdasarkan standar Keputusan Menteri ESDM No. 1827K/30/MEM/2018 dan AASTHO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah perbaikan, produktivitas alat angkut meningkat 18,32% dari 67,76 BCM/jam/alat menjadi 82,96 BCM/jam/alat. Fuel ratio menurun 43,75% dari 0,23 liter/BCM menjadi 0,16 liter/BCM. Produksi meningkat 22,53% dari 221.825,49 ton menjadi 271.584,20 ton, sehingga target produksi tercapai.
Kajian Ekonomi Pengupasan Overburden Berdasarkan Evaluasi Cost Control Penambangan Batubara Widya Mastari; Zaenal; Noor Fauzi Isniarno
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v5i1.6566

Abstract

Abstract. PT Long Daliq Primacoal is a coal mining contractor operating at PT Banjarsari Asli's IUP, located in East Merapi District, Lahat Regency, South Sumatra Province. This research was conducted because the mining operational costs did not meet the company’s established cost standards. Therefore, evaluating and controlling mining costs is necessary to meet these standards. The research used a comparative method by comparing planned data with actual data from the field. Both primary and secondary data were collected. Then, data processing and analysis were carried out to determine whether the operational costs aligned with the set standards. The results showed that in May, the planned production target of 275,000.00 BCM did not match the actual production of 217,134.00 BCM, resulting in a shortfall of 50,243.00 BCM. The planned mining operational cost was IDR 7,876,914,668.00, while the actual cost was IDR 7,387,765,786.00. The projected profit was IDR 2,629,071,161.78, but the actual profit was IDR 885,319,814.00, a difference of IDR 1,743,751,347.78. After implementing improvements, the production target increased to 284,408.43 BCM, operational costs were IDR 8,026,378,386.18, and profits reached IDR 2,809,582,719.03. Abstrak. PT Long Daliq Primacoal merupakan kontraktor tambang batubara di IUP PT Banjarsari Pribumi yang berada di Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini dilakukan karena tidak tercapainya biaya operasional penambangan dengan standar biaya yang telah ditetapkan perusahaan.  Maka dari itu dibutuhkan evaluasi serta control cost pada kegiatan penambangan untuk mencapai standar biaya yang telah ditetapkan perusahaan. Penelitian yang dilakukan ini menggunakan metode komparatif berdasarkan perbandingan data yang telah direncanakan sebelumnya dengan data aktual yang terjadi di lapangan. Data yang diambil yaitu data primer dan data sekunder. Lalu, dilakukan pengolahan data dan analisis berdasarkan rencana-aktual di lapangan, dan diketahui tercapai atau tidak biaya operasional penambangan dengan standar biaya yang ditetapkan perusahaan. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan yaitu pada bulan Mei didapatkan target produksi yang telah direncanakan tidak sesuai dengan aktual lapangan, yaitu target produksi rencana sebesar 275.000,00 BCM dan aktual sebesar 217.134,00 BCM, dengan selisih 50.243,00 BCM. Dan juga, biaya operasional penambangan rencana sebesar Rp 7.876.914,668,00 dan aktual sebesar Rp 7.387.765.786,00. Total profit rencana sebesar Rp 2.629.071.161,78 dan aktual sebesar Rp 885.319.814,00 dengan selisih Rp 1.743.751.347,78. Setelah dilakukan perbaikan, didapatkan target produksi sebesar 284.408,43 BCM, biaya operasional penambangan sebesar Rp 8.026.378.386,18 dan profit sebesar Rp 2.809.582.719,03.
Pengaruh Flyrock Hasil Peledakan terhadap Sarana Prasarana Bendungan Tiga Dihaji Khoerunnisa Prihatini; Yuliadi; Dwihandoyo Marmer
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v5i1.6604

Abstract

Abstrak.Pada proyek pemberian batuan di lokasi Fasum Gunung Siki, dalam rangka pembangunan Bendungan Tigadihaji, kegiatan peledakan dilakukan untuk memecah batuan andesit. Lokasi peledakan berjarak kurang dari 118 meter dari konstruksi bendungan, sehingga perlu dilakukan kajian untuk mengantisipasi dampak negatif berupa flyrock lemparan batuan yang dapat merusak struktur bendungan. Analisis difokuskan pada prediksi jarak lemparan terjauh flyrock dan pemberian rekomendasi geometri peledakan yang optimal untuk meminimalkan risiko tersebut. Data yang digunakan meliputi parameter geometri peledakan seperti burden, spacing, diameter lubang, kedalaman lubang ledak, serta jenis dan jumlah bahan peledak. Data ini kemudian dianalisis dengan menggunakan teori dan metode prediksi dari Richard and Moore, Ebrahim Gashemi, Zhou, Jamei, dan Shakeri. Hasil prediksi menunjukkan jarak terjauh flyrock sebesar 10,06 meter, yang masih berada dalam batas aman terhadap jarak bendungan. Rekomendasi teknis untuk peledakan adalah menggunakan diameter lubang 200 mm dengan perhitungan berdasarkan Scale Depth of Burial (SDOB). Metode Richard and Moore dipilih karena memberikan hasil prediksi yang paling mendekati kondisi aktual di lapangan, sehingga dapat dijadikan acuan dalam pengendalian risiko flyrock pada proyek ini. Abstract. At the Fasum Gunung Siki site for the Tigadihaji Dam Project, blasting operations were conducted to fragment andesite rock. The blasting location is approximately less than 118 meters from the dam construction site, making it crucial to study the negative effects of blasting, especially flyrock—the rock fragments thrown during blasting. The study aims to determine the maximum throw distance of flyrock and provide recommendations on optimal blasting geometry to minimize its occurrence. Parameters analyzed include blasting geometry such as burden, spacing, stemming, borehole diameter, borehole depth, and explosive charge. These data were processed using theoretical models developed by Richard and Moore, Ebrahim Gashemi, Zhou, Jamei, and Shakeri to predict flyrock throw distances. Statistical methods including linear regression and standard deviation were applied to assess flyrock parameters and deviations. The farthest flyrock distance recorded was 10.06 meters, which is considered safe relative to the dam’s location. The recommendation is to use a borehole diameter of 200 mm, based on Scale Depth of Burial (SDOB) calculations. Among the prediction methods, Richard and Moore’s equation was preferred as it closely matched actual field conditions. This approach helps ensure the safety of the dam by effectively managing flyrock risks during blasting.
Monitoring Temperature Batubara untuk Prediksi Swabakar pada Stockpile Inpit TAL RL Utara Muhamad Rizal Kautsar; Sriyanti; Elfida Moralista
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v5i1.6606

Abstract

Abstrak. PT Bukit Asam adalah perusahaan di Indonesia yang bergerak dalam industri pertambangan batubara, memiliki 3 IUP yaitu Air Layar, Muara Tiga Besar dan Bangko. Pada stockpile inpit TAL rl 35 utara terdapat kandungan karbon pada batubara sehingga beresiko untuk terjadi reaksi swabakar. Dilakukan penelitian pengontrolan temperatur batubara terhadap 5 titik pengamatan pada stockpile dengan nilai ambang batas sesuai [1] No.1827/K/30/MEM/2018. Batubara pada stockpile inpit TAL rl 35 utara termasuk kedalaman rank batubara lignite dengan nilai kalor 4.601 – 4.800 kkal/kg. Stockpile inpit TAL rl 35 Utara menggunakan pola penimbunan chevcon dengan metode pembongkaran LIFO. Pengukuran temperatur dilakukan dengan menggunakan alat thermos gun dengan hasil temperatur 28°C pada kondisi permukaan stockpile dan tertinggi mencapai 100°C pada kedalaman 2 meter. Berdasarkan pengujian batubara mulai terjadi gejala swabakar pada temperatur ±50°C. Estimasi terjadinya swabakar terdapat pada 3 titik pengamatan dengan waktu yang berbeda. Swabakar pada stockpile inpit TAL rl 35 utara dapat terjadi karena desain stockpile yang tidak sesuai, angin yang secara langsung menabrak dinding stockpile, kualitas batubara dengan kalori rendah, waktu stockpile yang terlalu lama, ukuran butir yang tidak seragam dan sistem pembongkaran LIFO yang tidak efisien. Abstract. PT Bukit Asam is a company in Indonesia engaged in the coal mining industry, has 3 IUPs, namely Air Layar, Muara Tiga Besar and Bangko. In the TAL rl 35 north inpit stockpile, there is carbon content in the coal so that there is a risk of spontaneous combustion reactions. A study was conducted on controlling the temperature of coal at 5 observation points on the stockpile with threshold values ​​according to [1] No.1827/K/30/MEM/2018. The coal in the TAL rl 35 north inpit stockpile is included in the lignite coal rank depth with a calorific value of 4,601 - 4,800 kcal / kg. The TAL rl 35 North inpit stockpile uses a chevcon stockpiling pattern with the LIFO unloading method. Temperature measurements were carried out using a thermos gun with a temperature result of 28 ° C on the stockpile surface and the highest reaching 100° C at a depth of 2 meters. Based on coal testing, spontaneous combustion symptoms began to occur at a temperature of ± 50° C. The estimation of the occurrence of spontaneous combustion is found at 3 observation points with different times. Self-combustion in the TAL rl 35 north inpit stockpile can occur due to inappropriate stockpile design, wind that directly hits the stockpile wall, low-calorie coal quality, too long stockpile time, non-uniform grain size and inefficient LIFO unloading system.

Page 10 of 12 | Total Record : 116