cover
Contact Name
Dudi Nasrudin Usman
Contact Email
uptpublikasi@unisba.ac.id
Phone
+6285294008040
Journal Mail Official
jrtp@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah lantai 4, Rektorat Unisba, Jln Tamansari No.20, 40116
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Teknik Pertambangan
ISSN : 28083105     EISSN : 27986357     DOI : https://doi.org/10.29313/jrtp.v1i2
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP) adalah jurnal peer review dan dilakukan dengan double blind review yang mempublikasikan hasil riset dan kajian teoritik terhadap isu-isu empirik dalam sub kajian Pertambangan. JRTP ini dipublikasikan pertamanya 2021 dengan eISSN 2798-6357 yang diterbitkan UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Semua artikel diperiksa plagiasinya dengan perangkat lunak anti plagiarisme. Jurnal ini dter-indeks di Google Schoolar, Garuda, Crossref, dan DOAJ. Terbit setiap Juli dan Desember.
Articles 116 Documents
Pengaruh Geometri Jalan Terhadap Produktivitas Alat Angkut Rizky Noor Fitriadi; Iswandaru; Elfida Moralista
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 4, No. 1, Juli 2024, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v4i1.3821

Abstract

Abstract. Based on the actual conditions in the field, there are several road geometries that are not in accordance with the standards resulting in high traffic density. This causes the actual productivity of the HD 785 conveyance at the KGU South front of 108.2 BCM / Hour / Tool to not reach the conveyance productivity target of 115.23 BCM / Hour / Tool. Therefore, it is necessary to conduct this research to increase the productivity of hauling equipment by improving road geometry. The research was conducted on road geometry focusing on the standardization of Jalan Pandawa. Analysis using the comparative method was carried out with reference to KEPMEN ESDM No. 1827 of 2018 and the American Association of State Highways and Transportation Officials (AASHTO) on road geometry, Rolling Resistance and traffic density, so as to achieve the planned hauling equipment productivity target.  Based on the research results, recommendations are obtained to achieve the HD 785 conveyance productivity target, namely by standardizing road geometry with a road grade of no more than 8%, Rolling Resistance of 2.11% with a subsidence state of 2.5 cm, and traffic density of no more than 80% of the maximum density of Jalan Pandawa with a total of 27 units in loaded conditions and 22 units in empty conditions. The productivity of the conveyance increased by 19.55% from 108.2 BCM/Hour/Tool to 129.36 BCM/Hour/Tool so that the productivity target of the conveyance was achieved. Abstrak. Berdasarkan pada kondisi aktual di lapangan terdapat beberapa geometri jalan yang tidak sesuai dengan standar sehingga terjadi traffic density yang tinggi. Hal tersebut menyebabkan produktivitas aktual alat angkut HD 785 di front KGU Selatan sebesar 108,2 BCM/Jam/Alat tidak mencapai target produktivitas alat angkut yaitu sebesar 115,23 BCM/Jam/Alat. Oleh sebab itu maka perlu dilakukan penelitian ini untuk meningkatkan produktivitas alat angkut dengan perbaikan geometri jalan. Penelitian dilakukan terhadap geometri jalan yang berfokus pada standarisasi Jalan Pandawa. Analisis menggunakan metode komparatif dilakukan dengan mengacu pada KEPMEN ESDM No. 1827 tahun 2018 dan American Association of State Highways and Transportation Officials (AASHTO) terhadap geometri jalan, Rolling Resistance serta traffic density, sehingga tercapai target produktivitas alat angkut yang sudah direncanakan.  Berdasarkan hasil penelitian didapatkan rekomendasi untuk mencapai target produktivitas alat angkut HD 785 yaitu dengan melakukan standarisasi geometri jalan dengan grade jalan tidak lebih dari 8%, Rolling Resistance sebesar 2,11% dengan keadaan subsidensi 2,5 cm, serta traffic density tidak lebih dari 80% dari maksimum density Jalan Pandawa dengan total 27 unit pada kondisi muatan serta 22 unit pada kondisi kosongan. Produktivitas alat angkut meningkat 19,55% dari 108,2 BCM/Jam/Alat sampai ke 129,36 BCM/Jam/Alat sehingga target produktivitas alat angkut tercapai.
Rencana Teknis Desain Crushing Plant Sirtu di CV XYZ Garut Muhamad Fikri Abdillah Zidane; Linda Pulungan; Solihin
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 4, No. 1, Juli 2024, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v4i1.3880

Abstract

Abstract. CV. XYZ is a company engaged in the mining sector with gravel and sand commodities. The company is located in Margaluyu Village, Leles District, Garut Regency, West Java Province. To increase the quantity of sirtu from mining activities, CV. XYZ has designed a crushing plant with a production target of 120 tons/hour. The sirtu processing activities at CV. XYZ's crushing plant consist of five stages: feeding using a vibrating feeder, primary crushing with a jaw crusher, secondary crushing with a cone crusher, tertiary crushing with a cone crusher, and sizing using a vibrating screen. The crushing plant unit is also supported by auxiliary equipment such as hoppers and belt conveyors. The feed entering the process is 125 tons/hour with material size up to 500 mm, assuming that 95% of the material will be processed and 5% considered as impurities. The equipment used in the crushing plant includes one hopper with a capacity of 101.6 m³, one vibrating feeder ZSW600x130, one jaw crusher PE-600x900, one cone crusher PYB-1200, one cone crusher PYB-600, one vibrating screen 3YK1548, and seven belt conveyors. The final product is divided into three types: fraction 1 (-20+10 cm), fraction 2 (-10+5 cm), and stone dust (-0.5 cm), with a total production of 124.47 tons/hour. The design of the crushing plant successfully meets the production target of 120 tons/hour. Abstrak. CV. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan dengan komoditas bahan galian sirtu, berlokasi di Desa Margaluyu, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat. CV. XYZ merancang crushing plant dengan target produksi 120 ton/jam. Proses pengolahan sirtu di unit crushing plant terdiri dari lima tahapan: pengumpanan menggunakan vibrating feeder, primary crushing dengan jaw crusher, secondary crushing dengan cone crusher, tertiary crushing dengan cone crusher, dan sizing menggunakan vibrating screen. Unit ini juga didukung oleh alat penunjang seperti hopper dan belt conveyor. Feed yang masuk sebanyak 125 ton/jam dengan ukuran material 500 mm, dengan asumsi 95% material diolah dan 5% sebagai pengotor. Peralatan yang digunakan meliputi satu hopper dengan kapasitas 101,6 m³, satu vibrating feeder ZSW600x130, satu jaw crusher PE-600x900, satu cone crusher PYB-1200, satu cone crusher PYB-600, satu vibrating screen 3YK1548, dan tujuh belt conveyor. Produk akhir dibagi menjadi tiga jenis: fraksi 1 (-20+10 cm), fraksi 2 (-10+5 cm), dan abu batu (-0,5 cm), dengan total produksi mencapai 124,47 ton/jam. Hasil perancangan crushing plant ini berhasil memenuhi target produksi 120 ton/jam.
Studi Pencegahan Swabakar Batubara di Muara Tiga Besar, PT XYZ Reynara Qaulan Fatwa Adiwikarta; Sriyanti; Linda Pulungan
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 4, No. 1, Juli 2024, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v4i1.3881

Abstract

Abstract. Coal is a sedimentary rock produced from peat and rock formation processes in swamp basins. Indonesia has a coal-producing State-Owned Enterprise (BUMN), namely PT XYZ Tbk, which is located in Tanjung Enim, South Sumatra. In general, coal will experience a decrease in quality due to self-burning and long storage times (livestock). Spontaneous combustion is a self-combustion process without any external heat source due to an exothermic oxidation response, which causes an increase in temperature. Spontaneous combustion that occurs in coal causes the coal to be separated from stockpiles and cannot be sold; if this continues continuously, it will result in losses for the company. Research results are divided into research observations and research measurements. Based on these results, this research reveals that several factors, such as embankment temperature, environmental temperature, wind direction, wind speed, trenching system, demolition system, and embankment system, influence the causes of spontaneous combustion at PT XYZ Tanjung Enim. Spontaneous combustion can be prevented through LIFO management in the demolition system, controlling the stockpile height, trenching system, and compacting the stockpile. Meanwhile, preventing spontaneous combustion can be done through LIFO management in the demolition system, controlling the stockpile height, trenching system, and compacting the stockpile. Abstrak. Batubara merupakan jenis batuan sedimen yang dihasilkan dari proses penggambutan dan pembatubaraan dalam cekungan di rawa-rawa. Indonesia memiliki perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) penghasil batubara yaitu PT XYZ Tbk yang terletak di Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Pada umumnya, batubara akan mengalami penurunan kualitas yang disebabkan oleh terjadinya swabakar akibat waktu penyimpanan yang lama. Swabakar (Spontaneous combustion) adalah proses pembakaran tanpa adanya sumber panas dari luar dikarenakan respon oksidasi eksotermis yang menyebabkan peningkatan temperatur. Swabakar yang terjadi pada batubara menyebabkan batubara tersebut harus dipisahkan dari timbunan dan tidak dapat dijual, apabila hal ini berlangsung secara terus menerus akan mengakibatkan kerugian pada perusahaan. Hasil penelitian dibagi menjadi pengamatan penelitian dan pengukuran penelitian. Berdasarkan hasil tersebut penelitian ini mengungkapkan bahwa penyebab terjadinya swabakar di PT XYZ Tanjung Enim dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti temperatur timbunan, temperatur lingkungan, arah angin, kecepatan angin, sistem paritan, sistem pembongkaran, dan sistem penimbunan. Sementara itu, untuk mencegah swabakar maka dapat dilakukan melalui manajemen LIFO pada sistem pembongkaran, melakukan kontrol pada ketinggian stockpile, sistem paritan, dan juga dilakukannya pemadatan pada stockpile.
Rencana Teknis dan Biaya Reklamasi Periode Kedua Tambang Batuan Andesit Reza Alfikri; Dudi Nasrudin Usman; Rully Nurhasan Ramadhani
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 4, No. 1, Juli 2024, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v4i1.3884

Abstract

Abstract. The andesite rocks in this study come from the PT. Sofa Nugraha mine located in Parung Panjang District, Bogor Regency, West Java Province. The purpose of this research is to plan a good technical implementation of reclamation, determine the stages of reclamation activities at the research location, and calculate the direct and indirect costs required for the reclamation activity plan. The technical reclamation plan at the research location begins with land reclamation activities such as recontouring over an area of 5.452 hectares (10-year mining block) using a Kobelco D-85 E-55 Bulldozer, followed by road access construction using a Hino FM-260 200 Dump Truck with a road width of 5 meters, a maximum wheel load of 0.9 tons, and a material volume of 1,800 BCM. Next, a water channel is constructed using a Komatsu PC-200 Excavator with a channel length of 88.6 meters. The final stage of reclamation at the research location involves revegetation, including land preparation with a spacing of 5 meters by 4 meters. Pioneer plants are then planted, with fast-growing species such as sengon, gamelina, and acacia. The process concludes with the planting of cover crops including cassava, paddy, peanuts, corn, and sweet potatoes, followed by plant maintenance until the age of 1 year. The total budget required is Rp. 1,494,300,000, consisting of direct costs amounting to Rp. 534,055,000 and indirect costs amounting to Rp. 960,245,000. Abstrak. Batuan andesit pada penelitian ini berasal dari tambang PT. Sofa Nugraha yang berlokasi di Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk merencanakan pelaksanaan teknis reklamasi yang baik, menentukan tahapan kegiatan reklamasi di lokasi penelitian, serta menghitung biaya langsung dan tidak langsung yang dibutuhkan untuk rencana kegiatan reklamasi. Rencana teknis reklamasi di lokasi penelitian dimulai dengan kegiatan penataan lahan reklamasi berupa recontouring dengan luas area sebesar 5,452 hektar (blok penambangan tahun ke-10) menggunakan Bulldozer tipe Kobelco D-85 E-55, dilanjutkan dengan pembuatan akses jalan menggunakan Dump Truck Hino FM-260 200 dengan lebar jalan angkut 5 meter, beban roda maksimum 0,9 ton, dan volume material 1.800 BCM. Kemudian, dilakukan pembuatan saluran air menggunakan Excavator Komatsu tipe PC-200 dengan panjang saluran 88,6 meter. Tahap akhir kegiatan reklamasi di lokasi penelitian adalah revegetasi yang meliputi penyiapan lahan tanam dengan jarak tanam 5 meter x 4 meter. Selanjutnya, dilakukan penanaman tanaman pionir dengan komposisi tanaman yang cepat tumbuh seperti sengon, gamelina, dan akasia. Proses ini diakhiri dengan penanaman tanaman penutup seperti ubi kayu, padi sawah, kacang tanah, jagung, dan ubi jalar, serta pemeliharaan tanaman hingga usia 1 tahun. Adapun total anggaran biaya yang harus dikeluarkan adalah sebesar Rp. 1.494.300.000, terdiri dari biaya langsung sebesar Rp. 534.055.000 dan biaya tidak langsung sebesar Rp. 960.245.000.
Kajian Geometri dan Daya Dukung Perkerasan Jalan pada Pengangkutan Batubara Erlan Adiya Jamil; Indra Karna Wijaksana; Zaenal
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 4, No. 1, Juli 2024, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v4i1.3894

Abstract

Abstract. To support this, good road geometry and bearing capacity are essential. Currently, some road segments do not meet standards, and poor surface conditions marked by undulations (subsidence) hinder transportation activities. This study uses a quantitative methodology with direct field data collection through observations and measurements, including road geometry data and Dynamic Cone Penetrometer (DCP) tests. Data analysis involves comparing road geometry and soil bearing capacity with the standards set in Kepmen No. 1827.K/30/MEM/2018. For geometry that does not meet standards, design improvements will be made, and for insufficient soil bearing capacity, additional road pavement layers will be added. The study found that some roads had narrowed widths and inadequate superelevation. The highest soil bearing capacity was 7.40 kg/cm², insufficient to support the vehicle load of 9.43 kg/cm². This results in road damage, marked by surface depressions and undulations. Therefore, road reinforcement is needed by adding a sub-base course using 84 cm thick soil material in segment 1 and 63 cm in segment 2, followed by a base course using 20 cm thick class A crushed stone for both segments. Abstrak. Salah satu kegiatan utama perusahaan ini adalah proses pengangkutan batubara. Untuk mendukung aktivitas tersebut, diperlukan kondisi geometri dan daya dukung jalan yang baik. Berdasarkan kondisi aktual di lapangan, terdapat beberapa segmen jalan yang belum memenuhi standar dan kondisi permukaan yang buruk, ditandai dengan adanya undulasi (amblasan), yang dapat mengganggu aktivitas pengangkutan. Metodologi penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengambilan data secara langsung di lapangan melalui pengamatan dan pengukuran, meliputi data geometri jalan dan pengujian Dynamic Cone Penetrometer (DCP). Analisis data dilakukan dengan membandingkan geometri jalan dan daya dukung tanah dengan standar yang ditetapkan dalam Kepmen No. 1827.K/30/MEM/2018. Untuk geometri jalan yang belum sesuai, dilakukan perbaikan desain, sedangkan untuk daya dukung tanah yang kurang memadai, dilakukan penambahan lapisan perkerasan jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa jalan mengalami penyempitan dan superelevasi yang tidak sesuai standar. Daya dukung tanah terbesar yang diperoleh adalah 7,40 kg/cm², yang dinilai kurang dalam menopang beban kendaraan sebesar 9,43 kg/cm². Hal ini menyebabkan kerusakan jalan, ditandai dengan penurunan permukaan dan undulasi. Oleh karena itu, diperlukan perkerasan jalan dengan penambahan sub-base course menggunakan material tanah setebal 84 cm pada segmen 1 dan 63 cm pada segmen 2, serta base course menggunakan batu pecah kelas A setebal 20 cm untuk kedua segmen.
Pengaruh Geometri Jalan terhadap Produktivitas Batubara di Pit 2 Banko Shoffan Shofa Hamdan Nurullah; Dono Guntoro; Indra Karna Wijaksana
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 4, No. 1, Juli 2024, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v4i1.3897

Abstract

Abstract. PT XYZ is a coal mining company that employs four mining stages in its operations: ripping, digging, loading, and hauling. The digging-loading equipment used is the Volvo 480D, and the hauling equipment is the Volvo FMX400. The hauling process significantly impacts the achievement of production targets. In January, the coal production from Pit 2 fleet 1 reached 93% of the production target. Several road geometry conditions can affect the speed of the hauling equipment, impacting the production targets. To address the issue of slowing hauling equipment, data such as the actual speed of the hauling equipment from each road segment, the weight of the hauling equipment, road geometry, and classification of resistance values are needed to determine the actual rimpull value. Reducing the rimpull value involves evaluating and improving the mining roads, considering factors such as road grade, cross slope, superelevation, and the surface material of the mining roads that affect the rolling resistance. Road grade changes were implemented in segments C-D and J-L. After evaluating and improving the roads, theoretically, the loaded travel time decreased to 3.1 minutes, and the empty travel time decreased to 1.8 minutes. Consequently, coal production increased from 91,826 BCM/month to 127,100 BCM/month, a production increase of 28.8%. Abstrak. PT XYZ adalah perusahaan pertambangan batubara yang dalam proses penambangannya meliputi empat tahapan: ripping, digging, loading, dan hauling. Alat gali-muat yang digunakan adalah Volvo 480D, sementara alat angkutnya adalah Volvo FMX400. Proses pengangkutan sangat mempengaruhi pencapaian target produksi. Pada bulan Januari, produksi batubara di Pit 2 fleet 1 mencapai 93% dari target produksi. Beberapa kondisi geometri jalan mempengaruhi kecepatan alat angkut saat hauling, yang berdampak pada pencapaian target produksi. Untuk mengatasi perlambatan laju alat angkut, diperlukan data seperti kecepatan alat angkut aktual dari setiap segmen jalan, berat alat angkut, geometri jalan, dan klasifikasi nilai ketahanan untuk mengetahui besaran nilai rimpull aktual. Pengurangan nilai rimpull dilakukan dengan mengevaluasi dan memperbaiki jalan tambang, baik dari geometri jalan seperti grade, cross slope, dan superelevasi, maupun dari material permukaan jalan tambang yang mempengaruhi nilai rolling resistance. Perubahan grade jalan dilakukan pada segmen C-D dan J-L. Setelah evaluasi dan perbaikan jalan, secara teoritis, waktu berangkat bermuatan menjadi 3,1 menit, sedangkan waktu berangkat kosong menjadi 1,8 menit. Produksi batubara pun meningkat dari 91.826 BCM/bulan menjadi 127.100 BCM/bulan, atau terjadi kenaikan produksi sebesar 28,8%.
Analisis Getaran Peledakan Tambang Batubara di PT. X, Tenggarong Seberang Terhadap Pemukiman Rifai, Achmad; W, Suparta; Winarti
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 4, No. 2, Desember 2024, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v4i2.4371

Abstract

Abstrak. Peledakan dalam pertambangan bertujuan untuk memberaikan batuan menjadi fragmentasi yang standar (<70cm), sehingga memotong waktu produksi dalam aktivitas ripping unit dozer dan mempercepat  digging time unit loader. Namun, aktivitas peledakan berdampak pada getaran yang memicu permasalahan di area pemukiman sekitar pertambangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis getaran peledakan sehingga didapatkan rekomendasi isian bahan peledak dan teknik peledakan yang paling optimal digunakan untuk menghasilkan getaran yang rendah (<2mm/s). Penelitian ini menggunakan metoda analisa regresi linear terhadap peak vector sum (PVS) yang didapatkan dari pengukuran getaran di lapangan dan scale distance yang diolah dari data jarak peledakan, isian bahan peledak, hingga diketahui nilai konstanta K=62,284 dan β=0.878 untuk memprediksi nilai peak vector sum. Dari hasil penelitian diketahui ketepatan PVS prediksi dan aktual mencapai 78%, dan korelasi scale distance terhadap PVS hanya mencapai 15% sehingga perlu dikorelasikan dengan pola perangkaian beserta aksesoris delay yang digunakan. Terdapat dua peledakan yang melebihi ambang batas yaitu PVS 2.054mm/s dan 2.901mm/s pada jarak keduanya 575m dengan  pola echelon. Disimpulkan bahwa rekomendasi PVS<2mm/s untuk jarak 571m maksimal isian 121kg, 500m maksimal isian 92kg, jarak 400m maksimal isian 59kg, dan 300m maksimal isian 33kg dengan menggunakan IHD6500ms dan partisi IHD500ms serta SDD 175ms untuk pola peledakan yang digunakan hole by hole. Abstract. Blasting in mining aims to break rocks into standard fragmentation (<70cm), so it can cut production time. However, blasting has vibration problems that impact nearby settlements. This study aims to analyze vibration in order to obtain recommendations for the most optimal explosive charge and blasting technique used to produce low vibration (<2mm/s). This research uses linear regression analysis on PVS obtained from vibration measurement processed from blasting distance data, explosive charge, until the constant value of K = 62.284 and β = 0.878 is known to predict PVS value. It is known that the accuracy of predicted and actual PVS reaches 78%, and the correlation of SD to PVS only reaches 15%, so it needs to be correlated with the assembly pattern and delay accessories used. There were two blasts that exceeded the threshold, namely PVS 2.054mm/s and 2.901mm/s at a distance of both 575m with an echelon pattern. It is concluded that the recommendation of PVS<2mm/s for a distance of 571m is a maximum charge of 121kg, 500m is a maximum charge of 92kg, 400m is a maximum charge of 59kg, and 300m is a maximum charge of 33kg using IHD6500ms and IHD500ms partition and SDD 175ms for the blasting pattern used hole by hole.
Analisis Kinerja Crushing Plant untuk Mencapai Target Produksi Batu Andesit Rafly Aditya Pratama; Solihin; Yunus Ashari
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 4, No. 2, Desember 2024, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v4i2.5030

Abstract

Abstrak. CV JPRO adalah perusahaan yang bergerak di industri pertambangan, khususnya dalam produksi andesit di Kabupaten Subang, Jawa Barat, yang didirikan pada tahun 2010. Perusahaan ini memproduksi andesit dengan berbagai ukuran untuk memenuhi kebutuhan pembangunan, baik lokal maupun di luar daerah, seperti proyek gedung, jalan raya, dan proyek besar seperti jalan tol trans Jawa. Untuk meningkatkan produksinya hingga 10.000 ton per bulan, CV JPRO merancang crushing plant yang terdiri dari empat tahapan pengolahan: pengumpanan dengan vibrating feeder, primary crushing dengan jaw crusher, secondary crushing dengan cone crusher, dan sizing dengan vibrating screen, serta didukung oleh alat seperti hopper dan belt conveyor. Dengan kapasitas 400 ton per jam, crushing plant ini menghasilkan tiga jenis produk akhir, yaitu split 2, split 3, dan abu batu, dengan target produksi harian mencapai 394,76 ton. Abstract. CV JPRO is a company engaged in the mining industry, particularly in the production of andesite in Subang Regency, West Java, which was established in 2010. The company produces andesite of various sizes to meet development needs, both locally and outside the region, such as building projects, highways, and large projects such as the trans Java toll road. To increase its production to 10,000 tons per month, CV JPRO designed a crushing plant consisting of four processing stages: feeding with a vibrating feeder, primary crushing with a jaw crusher, secondary crushing with a cone crusher, and sizing with a vibrating screen, and supported by tools such as hoppers and belt conveyors. With a capacity of 400 tons per hour, this crushing plant produces three types of final products, namely split 2, split 3, and stone ash, with a daily production target of 394.76 tons.
Kajian Geometri Jalan Angkut dari Lokasi Loading Point Menuju Lokasi Dumping Arif Mangkusagara; Zaenal; Noor Fauzi Isniarno
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 4, No. 2, Desember 2024, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v4i2.5144

Abstract

Abstrak. PT Silva Andia Utama adalah perusahaan tambang batu andesit yang beroperasi di Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Dengan metode tambang terbuka (surface mining), perusahaan ini menghadapi tantangan dalam mencapai target produksi. Pada September 2023, produksi aktual hanya mencapai 13.654,65 BCM dari target 24.000 BCM, setara dengan 56,89%. Faktor utama yang menghambat adalah geometri jalan yang tidak sesuai standar dan ketidakserasian (match factor) antara alat gali-muat dan alat angkut. Untuk mengatasi masalah ini, perusahaan melakukan evaluasi teknis berbasis Keputusan Menteri ESDM 1827 tahun 2018 dan AASHTO 1965. Fokus evaluasi adalah perbaikan geometri jalan untuk mendukung produktivitas. Awalnya, match factor tercatat sebesar 0,42, dengan produksi 47,74 BCM/jam menggunakan 1 unit excavator Hitachi Zaxis 350 H dan 2 unit dump truck Mitsubishi Fuso 220 PS. Setelah optimasi, match factor meningkat menjadi 0,74, dengan produksi 87,02 BCM/jam. Hasilnya, produksi bulanan mencapai 24.887,94 BCM, melampaui target dengan persentase ketercapaian 103,70%. Kajian ini menunjukkan pentingnya evaluasi teknis dalam meningkatkan efisiensi operasional, terutama terkait geometri jalan dan penggunaan alat mekanis, untuk mendukung pencapaian target produksi perusahaan. Abstract. PT Silva Andia Utama operates in the andesite stone mining sector, located in Batujajar District, West Bandung Regency, West Java. The company employs surface mining methods and faced challenges in September 2023 when actual production reached only 13,654.65 BCM, achieving 56.89% of the 24,000 BCM target. The shortfall was attributed to substandard road geometry and an inefficient match factor between loading and hauling equipment. To address these issues, a technical evaluation was conducted, referencing the Minister of Energy and Mineral Resources Decree 1827 of 2018 and AASHTO 1965 standards. The evaluation aimed to improve road geometry and optimize equipment performance. Findings revealed a match factor of 0.42 and production of 47.81 BCM/hour using one Hitachi Zaxis 350 H excavator and two Mitsubishi Fuso 220 PS dump trucks. Following optimization efforts, productivity increased to 87.02 BCM/hour, with the match factor improving to 0.74. Monthly production rose to 24,887.94 BCM, exceeding the target with a 103.70% achievement rate. This case highlights the critical role of technical evaluations in optimizing equipment operations and road conditions, ensuring effective and efficient achievement of production goals.
Evaluasi K3 dengan Metode Analytic Hierarchy Process pada PT. Silva Andia Utama Embun Alicia Amoret; Yunus Ashari; Dono Guntoro
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 4, No. 2, Desember 2024, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v4i2.5213

Abstract

Abstrak. Untuk menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) di PT Silva Andia Utama, evaluasi dilakukan menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan prioritas dan mengetahui efektivitas implementasi sistem. Berlokasi di Desa Giriasih, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, evaluasi ini melibatkan dokumentasi, kuesioner, audit SMKP, pembobotan AHP, serta analisis terhadap SOP dan Job Safety Analysis. Hasil evaluasi mengungkapkan adanya 2 risiko menengah dan 6 risiko sangat berbahaya yang memerlukan pengendalian lebih lanjut. Dari survei kepada 45 pekerja melalui 13 pertanyaan, sebagian besar responden menyatakan "setuju" bahwa SMKP diterapkan. Namun, audit SMKP hanya mencapai skor 4%, sementara pembobotan AHP menghasilkan nilai 194,64, dengan kategori predikat "Kurang" (D). Faktor utama kendala penerapan adalah rendahnya kesadaran pekerja terhadap penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan ketidaksesuaian dengan SOP. Untuk perbaikan, direkomendasikan audit berkala untuk memantau dan membandingkan hasil implementasi SMKP dengan standar dalam Kepdirjen Minerba No. 185 Tahun 2019, serta evaluasi ketidaksesuaian dalam kegiatan kerja. Langkah ini penting untuk meningkatkan efektivitas sistem keselamatan kerja dan kesehatan di lingkungan pertambangan. Abstract. The implementation of the Mining Safety Management System (SMKP) at PT Silva Andia Utama in Giriasih Village, Batujajar District, West Bandung, was evaluated using the Analytic Hierarchy Process (AHP). The evaluation aimed to assess the system's effectiveness and identify shortcomings in occupational safety and health practices. Data sources included documentation, questionnaires, SMKP audits, and analyses of Standard Operating Procedures (SOPs) and Job Safety Analysis. The findings revealed 2 medium risks and 6 high risks, necessitating immediate risk control measures. A survey of 45 workers showed that most agreed SMKP was implemented; however, the SMKP audit scored only 4%, and the AHP assessment produced a score of 194.64, categorized as "Less" (D). These results indicated that SMKP implementation was not optimal. Key issues included low worker awareness of Personal Protective Equipment (PPE) usage and non-compliance with SOPs. These gaps underscore the importance of improving training and safety culture within the company. To enhance SMKP implementation, periodic audits should be conducted to monitor progress and compare results over time. Aligning practices with the Directorate General of Mineral and Mineral Resources Regulation No. 185 of 2019 is essential to ensure a safer and more compliant mining operation.

Page 9 of 12 | Total Record : 116