cover
Contact Name
Dudi Nasrudin Usman
Contact Email
uptpublikasi@unisba.ac.id
Phone
+6285294008040
Journal Mail Official
jrtp@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah lantai 4, Rektorat Unisba, Jln Tamansari No.20, 40116
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Teknik Pertambangan
ISSN : 28083105     EISSN : 27986357     DOI : https://doi.org/10.29313/jrtp.v1i2
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP) adalah jurnal peer review dan dilakukan dengan double blind review yang mempublikasikan hasil riset dan kajian teoritik terhadap isu-isu empirik dalam sub kajian Pertambangan. JRTP ini dipublikasikan pertamanya 2021 dengan eISSN 2798-6357 yang diterbitkan UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Semua artikel diperiksa plagiasinya dengan perangkat lunak anti plagiarisme. Jurnal ini dter-indeks di Google Schoolar, Garuda, Crossref, dan DOAJ. Terbit setiap Juli dan Desember.
Articles 116 Documents
Pengaruh Ukuran Butir terhadap Recovery MnO pada Pemisahan Bijih Mangan Oksida Menggunakan Magnetic Separator Bakri, Suriyanto; Juradi, Muhammad Idris; Nurhawaisyah, Sitti Ratmi; Furkani, Dian
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v5i2.7562

Abstract

Abstract. Indonesia has considerable manganese ore reserves, particularly in South Sulawesi, such as in Barru and Bone Regencies. However, most of these manganese ores still contain many impurities and have relatively low MnO content. Various beneficiation methods have been studied in recent years. This study aims to examine the effectiveness of separating manganese oxide ore using a magnetic separator with varying particle sizes. This study aims to evaluate the effect of particle size variation on the separation of manganese oxide (MnO) ore from the Ponre area, using a magnetic separator method with a primary focus on determining the MnO mineral content and recovery in each particle size fraction after the magnetic separation process. The research method used manganese ore samples that had been dried and crushed using a jaw crusher and roll crusher. The samples were then ground using a ball mill to obtain the appropriate particle size fractions. For separation purposes, the samples were classified into several size fractions: +80 mesh; -80 +100 mesh; -100 +150 mesh and -150+200 mesh. The results of manganese oxide (MnO) ore separation show that finer particle sizes do not increase MnO mineral content, nor do they increase recovery rates. Optimum recovery is achieved with MnO mineral content of 49.78% and only a 3.09% increase in MnO content for particle sizes of -100+150 mesh. Abstrak. Indonesia memiliki cadangan bijih mangan yang cukup besar, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan seperti Kabupaten Barru dan Kabupaten Bone. Namun demikian, sebagian besar bijih mangan tersebut masih mengandung banyak mineral pengotor, serta memiliki kadar MnO yang relatif rendah. Berbagai metode benefisiasi telah dikaji dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian ini bermaksud untuk mengkaji efektivitas pemisahan bijih mangan oksida menggunakan magnetic separator dengan variasi ukuran butir. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi ukuran butir terhadap hasil pemisahan bijih mangan oksida (MnO) asal daerah Ponre, menggunakan metode magnetic separator dengan fokus utama untuk mengetahui kadar dan recovery mineral MnO pada setiap ukuran fraksi partikel setelah proses pemisahan magnetik. Metode penelitian menggunakan sampel bijih mangan yang telah kering dihancurkan menggunakan jaw crusher dan roll crusher. Selanjutnya digerus menggunakan ball mill hingga diperoleh fraksi ukuran partikel yang sesuai. Untuk keperluan pemisahan, sampel diklasifikasikan menjadi beberapa fraksi ukuran: +80 mesh; -80 +100 mesh; -100 +150 mesh dan -150+200 mesh. Hasil pemisahan bijih mangan oksida (MnO) menunjukkan bahwa ukuran fraksi partikel yang semakin halus tidak memberikan kadar mineral MnO semakin meningkat dan begitupun juga dengan recovery yang didapatkan. Recovery optimum diperoleh kadar mineral MnO sebesar 49,78% dengan hanya diperoleh peningkatan kadar MnO sebesar 3,09% pada ukuran fraksi partikel -100+150 mesh.
Rancangan Kolam Pengendapan pada PT. Ceria Nugraha Indotama (CNI) Hasriani, Hasriani; Salu, Sahrul Poalahi; Nurfasiha
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v5i2.7667

Abstract

Abstract. A sedimentation pond is an essential component of mine water management designed. At PT Ceria Nugraha Indotama, particularly in the Pit Diamond area, the existing sedimentation pond is unable to accommodate the incoming flow, resulting in frequent overflow. This condition increases the risk of sediment-loaded water being released into the surrounding environment and reduces the overall effectiveness of the mine water management system. This study aims to design an improved sedimentation pond capable of managing sediment more efficiently by considering the hydrological characteristics of the catchment area. The methodology includes analyzing rainfall data, catchment area size, topography, and runoff discharge using several approaches: the Hassing method for determining runoff coefficients, the Gumbel distribution for peak discharge estimation, the Mononobe method for rainfall intensity calculation, the Rational method for runoff determination, and dimension ratio analysis for establishing appropriate pond proportions. Site selection is based on topographic conditions, prioritizing the lowest contour to ensure optimal flow accumulation from the mine opening area. Based on a ten-year rainfall record, the calculated runoff discharge is 5.98 m³/s with a particle settling velocity of 0.00035 m/s. The designed sedimentation pond requires a length of 219 meters, a width of 73 meters, and a depth of 5 meters, providing a total storage capacity of 79,935 m³. The proposed design is expected to enhance sediment removal efficiency prior to discharge and improve the overall performance of mine water management at PT Ceria Nugraha Indotama. Abstrak. Kolam pengendapan merupakan salah satu fasilitas pengelolaan air buangan tambang. Pada PT Ceria Nugraha Indotama, khususnya di area Pit Diamond, kolam pengendapan eksisting tidak mampu menampung volume aliran masuk sehingga sering mengalami limpasan. Kondisi ini berpotensi meningkatkan beban sedimen ke badan air dan menurunkan kinerja pengelolaan air tambang. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kolam pengendapan yang mampu mengelola sedimen secara lebih efisien dengan mempertimbangkan karakteristik hidrologi daerah tangkapan. Metode penelitian meliputi analisis data curah hujan, luas daerah tangkapan, dan topografi, serta perhitungan debit limpasan menggunakan analisis hidrologi. Pemilihan lokasi kolam dilakukan berdasarkan kondisi topografi, dengan prioritas pada kontur terendah agar seluruh aliran permukaan dari area bukaan tambang dapat terakumulasi secara optimal. Berdasarkan data curah hujan sepuluh tahun terakhir, diperoleh debit limpasan sebesar 5,98 m³/s dengan kecepatan pengendapan partikel sebesar 0,00035 m/s. Dari hasil perancangan, kolam pengendapan yang dibutuhkan memiliki panjang 219 meter, lebar 73 meter, dan kedalaman 5 meter, dengan kapasitas tampung total 79.935 m³. Rancangan ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas penurunan sedimen sebelum air dibuang ke lingkungan serta memperbaiki kinerja sistem pengelolaan air tambang di PT Ceria Nugraha Indotama.
Evaluasi Produksi Penambangan Batu Andesit Menggunakan Metode AHP dan Regresi Linier Berganda Solahudin, Muhamad Sodik; Zaenal; Moralista, Elfida; Absyor, Agus Budianto Ulil
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v5i2.8454

Abstract

Abstract. This study was conducted at the andesite quarry of PT Indo Global Karya Mulia, Jobsite Puskop Kartika Mulawarman, Tabang District, East Kalimantan. The monthly production target of 112,000 BCM was not consistently achieved due to several technical inefficiencies, including suboptimal fragmentation (76.76% Kuz-Ram; 72.44% WipFrag), truck queuing (match factor 1.25), improper road geometry (up to 19% slope), and low crusher efficiency (EU K1: 47.08%, K2: 34.25%, K3: 48.18%). The Analytical Hierarchy Process (AHP) was used to prioritize key technical parameters based on expert judgment. A multiple linear regression model was then applied to validate AHP results using actual production data. AHP identified crusher efficiency as the most critical factor (weight: 0.654), followed by fragmentation (0.598), Digger & Hauler performance (0.259), and road geometry (0.143). Regression analysis yielded R² = 0.892 and Adj. R² = 0.813, with crusher efficiency (EU K2) as the only variable with a significant impact on production (Sig. = 0.006). These findings validate the AHP model and support its use as a decision-making tool in improving quarry production performance. Abstrak. Penelitian ini dilakukan di quarry andesit PT Indo Global Karya Mulia, Jobsite Puskop Kartika Mulawarman, Kecamatan Tabang, Kalimantan Timur. Target produksi bulanan sebesar 112.000 BCM belum tercapai secara konsisten akibat beberapa ketidakefisienan teknis, seperti fragmentasi yang belum optimal (76,76% Kuz-Ram; 72,44% WipFrag), antrian truk (match factor 1,25), geometri jalan yang tidak sesuai desain (kemiringan hingga 19%), serta efisiensi crusher yang rendah (EU K1: 47,08%; K2: 34,25%; K3: 48,18%). Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk menentukan prioritas parameter teknis berdasarkan penilaian pakar. Selanjutnya, regresi linier berganda digunakan untuk memvalidasi hasil AHP dengan data produksi aktual. AHP menunjukkan efisiensi crusher sebagai faktor paling krusial (bobot: 0,654), diikuti fragmentasi (0,598), kinerja alat gali-muat (0,259), dan geometri jalan (0,143). Hasil regresi menunjukkan R² = 0,892 dan Adj. R² = 0,813, dengan efisiensi crusher (EU K2) sebagai satu-satunya variabel yang berpengaruh signifikan terhadap produksi (Sig. = 0,006). Temuan ini menguatkan validitas model AHP dan mendukung penggunaannya sebagai alat pengambilan keputusan teknis dalam upaya peningkatan kinerja produksi tambang.
Analisis Karakteristik Mekanik Cemented Paste Backfill Menggunakan Agregat Material Waste Kencana Qorrib, Fatkhul; Wijaksana, Indra Karna; Guntoro, Dono
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v5i2.8482

Abstract

Abstract. This research is motivated by the need for alternative aggregate materials to replace tuff in the cemented paste backfill (CPB) mixture used in the underground mining operations of PT Nusa Halmahera Minerals, due to limited tuff availability. The study aims to analyze the mechanical characteristics of CPB using pure waste material and a waste-tuff mixture under varying cement contents and curing times. A quantitative experimental method was employed, with CPB specimens composed of Portland Type I cement, waste aggregate, and reclaimed water. Test samples were prepared with cement proportions ranging from 12.57% to 24.05%, and tested on curing days 3, 7, and 14. The specimens underwent uniaxial compressive strength (UCS) and indirect tensile strength (Brazilian test).  Data analysis utilized non-linear regression and correlation modeling. Results revealed that CPB made with pure waste exhibited higher compressive and tensile strength than CPB mixed with tuff, attributed to the more reactive physical and mineralogical properties of waste. The addition of tuff tended to reduce strength but may be considered a cost-effective alternative at lower cement ratios. Overall, CPB strength increased with higher cement content and longer curing time. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan alternatif agregat pengganti tuff dalam campuran cemented paste backfill (CPB) di tambang bawah tanah PT Nusa Halmahera Minerals, seiring dengan keterbatasan ketersediaan tuff. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik mekanik CPB menggunakan material waste murni dan campuran waste-tuff pada berbagai variasi kadar semen dan waktu pengeringan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif eksperimental, dengan objek berupa CPB yang dibuat dari semen Portland Tipe I, agregat waste, dan air reklamasi. Sampel uji dibuat dengan variasi kadar semen 12,57% hingga 24,05%, dan diuji pada hari ke-3, 7, dan 14. Pengujian dilakukan terhadap kuat tekan (UCS) dan kuat tarik tidak langsung (KTTL). Data dianalisis menggunakan regresi non-linear dan model korelasi. Hasil menunjukkan bahwa CPB berbasis waste murni memiliki kekuatan tekan dan tarik yang lebih tinggi dibandingkan campuran dengan tuff, disebabkan oleh sifat fisik dan mineralogi waste yang lebih reaktif. Penambahan tuff cenderung menurunkan kekuatan, tetapi pada komposisi rendah dapat menjadi alternatif ekonomis. Kekuatan CPB meningkat seiring waktu pengeringan dan kadar semen.
Analisis Real Option Menggunakan Simulasi Stokastik pada Proyek Tambang Nikel Laterit Fahadilah, Muhamad; Ardhiansyah, Mohammad Rahman; Zaenal
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v5i2.8502

Abstract

Abstract. Nickel mining projects face high risks due to price fluctuations and technical uncertainties, making financial feasibility evaluations more complex. This study aims to evaluate the economic feasibility of a laterite nickel mining project at PT XYZ, South Sulawesi Province, by incorporating price uncertainty using the Real Option Analysis (ROA) approach based on Stochastic Simulation and the Geometric Brownian Motion (GBM) model. The analysis shows that the Net Present Value (NPV) using constant 2015 prices yields Rp -109 billion, while using actual prices (2015–2024) results in an NPV of Rp -17 billion. The ROA approach, using the Stratified Stage Aggregation (SSA) method, still indicates that the project is not feasible (negative NPV and Option Value = 0) under the base scenario. However, simulations suggest the project becomes feasible if investment costs decrease by 38% or the underlying asset value increases by 60%. The price volatility of nickel is recorded at 6.47%, indicating a significant influence on the project’s feasibility sensitivity. In conclusion, the ROA approach provides a more realistic and flexible evaluation under commodity price uncertainty through managerial options such as delaying or adjusting investment decisions. Abstrak. Proyek tambang nikel menghadapi risiko tinggi akibat fluktuasi harga dan ketidakpastian teknis, yang membuat evaluasi kelayakan finansial menjadi kompleks. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kelayakan ekonomi proyek tambang nikel laterit di PT XYZ, Provinsi Sulawesi Selatan, dengan mempertimbangkan ketidakpastian harga menggunakan pendekatan Real Option Analysis (ROA) berbasis Stochastic Simulation dan Geometric Brownian Motion (GBM). Hasil analisis menunjukkan bahwa perhitungan Net Present Value (NPV) dengan harga konstan tahun 2015 bernilai Rp -109 miliar, sedangkan dengan harga aktual (2015–2024) sebesar Rp -17 miliar. Pendekatan ROA menggunakan metode Stratified Stage Aggregation (SSA) tetap menunjukkan proyek tidak layak (NPV negatif dan Option Value = 0) pada skenario dasar. Namun, simulasi mengindikasikan bahwa proyek menjadi layak jika nilai investasi turun 38% atau nilai underlying asset naik 66%. Volatilitas harga nikel sebesar 6,47% menunjukkan pengaruh signifikan terhadap sensitivitas proyek. Kesimpulannya, pendekatan ROA dapat memberikan penilaian yang lebih realistis dan fleksibel dalam menghadapi ketidakpastian harga komoditas, melalui opsi manajerial seperti menunda atau menyesuaikan investasi.
Pengaruh Pola Struktur Geologi terhadap Karakteristik Getaran Tanah Akibat Peledakan pada Tambang Batugamping Yuliadi, Yuliadi; Wattimena, Ridho K.; Simangunsong, Ganda M.; Widodo, Nuhindro Priagung; H, Dhia Fahri
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v5i2.8749

Abstract

Abstract. Ground vibrations generated by blasting at limestone quarries may affect surrounding infrastructure and the environment. Although blasting vibration is commonly evaluated based on distance and explosive charge per delay, the influence of geological structures on vibration propagation is often overlooked. This study aims to evaluate the effects of geological structure patterns and orientations on blasting-induced ground vibration characteristics. A quantitative approach was applied using primary data from blast vibration measurements and geological structure mapping via the scanline method, supported by secondary data including geological maps and building vibration resistance classifications based on SNI 7571:2010. Vibration characteristics and site-specific attenuation parameters were analyzed using the Scale Distance (SD) and Peak Vector Sum (PVS) relationship. The results show that joint orientations predominantly trend N310°E–N320°E and are controlled by a west–southeast–trending normal fault. A strong correlation in the PVS–SD relationship confirms the suitability of the scale distance method. Measurements parallel to the fault orientation yield lower PVS values than predicted, indicating vibration attenuation, whereas perpendicular measurements result in higher PVS values, indicating vibration amplification. These findings highlight the importance of geological structure orientation as a key factor in site-specific blasting design and vibration control. Abstrak. Kegiatan peledakan di tambang batugamping menimbulkan getaran tanah yang dapat memengaruhi lingkungan dan infrastruktur. Besarnya getaran umumnya dipengaruhi oleh jarak dan muatan bahan peledak per delay, namun metode konvensional belum sepenuhnya mempertimbangkan peran struktur geologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pola dan orientasi struktur geologi terhadap karakteristik getaran peledakan dengan pendekatan kuantitatif. Data primer meliputi pemetaan struktur geologi menggunakan metode scanline dan pengukuran getaran, sedangkan data sekunder berupa peta geologi dan klasifikasi ketahanan bangunan menurut SNI 7571:2010. Analisis getaran dilakukan menggunakan hubungan Scale Distance (SD) dan Peak Vector Sum (PVS). Hasil penelitian menunjukkan arah umum kekar N310°E–N320°E yang dikontrol oleh sesar normal berarah barat–tenggara. Hubungan PVS–SD menunjukkan korelasi kuat antara jarak dan getaran. Getaran yang sejajar dengan arah sesar mengalami peredaman, sedangkan getaran yang memotong arah sesar mengalami penguatan. Hal ini menegaskan bahwa orientasi struktur geologi berperan penting dan perlu dipertimbangkan dalam perencanaan serta pengendalian peledakan.

Page 12 of 12 | Total Record : 116