cover
Contact Name
Dudi Nasrudin Usman
Contact Email
uptpublikasi@unisba.ac.id
Phone
+6285294008040
Journal Mail Official
jrtp@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah lantai 4, Rektorat Unisba, Jln Tamansari No.20, 40116
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Teknik Pertambangan
ISSN : 28083105     EISSN : 27986357     DOI : https://doi.org/10.29313/jrtp.v1i2
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP) adalah jurnal peer review dan dilakukan dengan double blind review yang mempublikasikan hasil riset dan kajian teoritik terhadap isu-isu empirik dalam sub kajian Pertambangan. JRTP ini dipublikasikan pertamanya 2021 dengan eISSN 2798-6357 yang diterbitkan UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Semua artikel diperiksa plagiasinya dengan perangkat lunak anti plagiarisme. Jurnal ini dter-indeks di Google Schoolar, Garuda, Crossref, dan DOAJ. Terbit setiap Juli dan Desember.
Articles 106 Documents
Aplikasi Penginderaan Jauh dalam Pemetaan Potensi Cebakan Emas Epitermal Abyan Gugus Pandjadi; Dono Guntoro; Novriadi
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 3, No. 2, Desember 2023, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v3i2.2775

Abstract

Abstract. Determining the potential for mineral deposit occurrences is a crucial step in exploration activities. This research utilizes Landsat 8 imagery in remote sensing applications to identify potential gold deposit areas. Factors such as rock lithology, geological structures, and alteration distributions are assessed. Topographic maps, geological maps, Landsat 8 imagery, and Digital Elevation Models (DEMs) from the Shuttle Radar Topography Mission (SRTM) are employed for analysis. Rock lithology identification is carried out using the Supervised Mapping method. Geological structures are identified through lineament analysis using Lineament Count Density. The distribution of altered rocks is identified using Composite RGB imagery with Bands 4/2, 6/7, and 5. Interpretation results indicate the potential for gold deposits in the Gunungapi Tapaktuan Formation, including several andesite rocks. Geological structures show lineaments with high-density intensities. The distribution of altered rocks appears in shades of yellow to orange. Data analysis yields potential gold deposit zones covering 64.7 Ha in the Northwest Block, 126.3 Ha in the Central Block, and 30.1 Ha in the South Block. While these areas suggest potential deposits, the geometry of gold deposits is yet to be confirmed. Satellite image processing results are corroborated through field observations and laboratory testing using the Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Abstrak. Penentuan potensi cebakan endapan bahan galian adalah langkah krusial dalam kegiatan eksplorasi. Penelitian ini menggunakan Citra Landsat 8 dalam aplikasi penginderaan jauh untuk mengidentifikasi daerah potensi cebakan emas. Faktor-faktor seperti litologi batuan, struktur geologi, dan sebaran alterasi dievaluasi. Peta Topografi, Peta Geologi, Citra Landsat 8, dan Digital Elevation Model (DEM) dari Shuttle Radar Topography Mission (SRTM) digunakan untuk analisis. Identifikasi litologi batuan dilakukan dengan metode Supervised Mapping. Struktur geologi diidentifikasi melalui analisis kelurusan menggunakan Lineament Count Density. Sebaran batuan teralterasi diidentifikasi dengan Citra Komposit RGB Band 4/2, 6/7, dan 5. Hasil interpretasi menunjukkan potensi cebakan emas di Formasi Gunungapi Tapaktuan dengan beberapa batuan andesit. Struktur geologi menunjukkan kelurusan dengan intensitas kerapatan tinggi. Sebaran batuan teralterasi tampak dalam warna kuning hingga oranye. Analisis data menghasilkan zona potensi cebakan emas seluas 64,7 Ha di Blok Barat Laut, 126,3 Ha di Blok Tengah, dan 30,1 Ha di Blok Selatan. Meskipun luasan tersebut menunjukkan potensi cebakan, belum dapat dipastikan endapan emas secara geometri. Hasil pengolahan citra satelit dikonfirmasi melalui observasi lapangan dan pengujian laboratorium menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS).
Analisis Geokimia Manifestasi Air Panas di Desa Bojong Koneng Sukabumi Ahmad Razali Hakim; Yunus Ashari; Dono Guntoro
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 3, No. 2, Desember 2023, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v3i2.2798

Abstract

Abstract. This research aims to identify thermal anomalies considered as a geothermal system by examining the chemical characteristics of hot springs in the study area and comparing them with geophysical investigation data. Additionally, data validation will involve comparing chemical analysis data with several geothermal fields. Based on the data processing results, it is concluded that the chemical nature of the hot springs in the study area is characterized by HCO3 major ions, indicating a greater influence of meteoric fluid compared to magmatic fluid. Furthermore, geophysical investigation interpretation, specifically geoelectric, revealed various lithologies, including volcanic breccia, tuff breccia, laharic breccia, and andesite basalt. In this study, the hot water-bearing layer is found in laharic breccia lithology at a depth of 15.3 – 43 meters. Based on these findings, it can be concluded that the study area is not a geothermal system. This conclusion is supported by field data from a geothermal field, where the SiO2 content reaches 660 mg/L, while in the study area, the SiO2 content is less than 36 mg/L. It is suspected that the study area is an outflow zone with a heat source from the active magma of Mount Pangrango. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi thermal anomaly yang diaggap sebagai suatu sistem panas bumi dengan cara mengetahui karakteristik kimia air panas di daerah penelitian yang akan dibandingkan dengan data hasil penyelidikan geofisika, selain itu untuk validasi data akan dilakukan perbandingan data analisis kimia dengan beberapa lapangan panas bumi. Berdasarkan hasil pengolahan data disimpulkan dari data hasil pengujian ionisasi bahwasanya sifat kimia air panas yang terdapat di daerah penelitian merupakan air panas dengan major ion HCO3 yang mana hal tersebut menandakan bahwa daerah tersebut lebih banyak peran dari fluida meteorik dibandingkan dengan fluida magmatik selain itu juga berdasarkan hasil interpretasi penyelidikan geofisika dalam hal ini adalah geolistrik didapat beberapa litologi yaitu breksi vulkanik, tuffa breksi, breksi laharik dan andesit basalt. Pada penelitian ini lapisan pembawa air panas berada pada litologi breksi laharik yang berada pada kedalaman 15,3 – 43 meter dimana berdasarkan kedua hal tersebut bahwa daerah penelitian bukanlah sebuah sistem panas bumi, hal tersebut diperkuat dengan beberapa data dari lapangan panas bumi pada lapangan panas bumi berupa kandungan SiO2 mencapai 660 mg/L sedangkan pada daerah penelitian kandungan SiO2 hanya kurang dari 36 mg/L, hal tersebut diduga bahwasanya daerah penelitian merupakan zona outflow yang memiliki sumber panas dari magma aktif Gunung Pangrango.
Penentuan Zona Alterasi Hidrotermal dari Bijih Emas Tujuh Bukit Naufal Abdan S.; Solihin; Yunus Ashari
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 3, No. 2, Desember 2023, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v3i2.2813

Abstract

Abstract. Indonesia, situated along the copper-gold belt, establishes itself as one of the world's largest gold producers, ranking among the top 10. This is attributed to the magmatic belt formed by the convection currents of magma, pushing tectonic plates to create uplift fault zones. These zones serve as pathways for hydrothermal fluids to reach the Earth's surface, forming alteration zones where chemical reactions occur between hydrothermal solutions and surrounding rocks, resulting in mineralization pathways. Tujuh Bukit, one of the largest gold deposits in Indonesia, is formed from porphyry and intermediate to high-sulfide epithermal ore types. This research employs the Corbet and Leach method to determine alteration zones in samples from the Tujuh Bukit area. The study reveals that differences in alteration zones, such as advanced argilic and argilic, impact gold ore formation. The advanced argilic zone exhibits higher temperatures and lower pH compared to the argilic zone. Samples falling within the advanced argilic zone are characterized by the presence of alunite, a product of silicate alteration by sulfuric acid. Quartz content also influences pH and temperature during the alteration process, while one sample falls into the argilic zone. The research involves the collection of secondary and primary data, including geological maps, weather data, X-Ray Diffraction analysis, and Mineralogical Analysis. Abstrak. Indonesia, sebagai salah satu negara yang terletak pada jalur copper-gold belt, mendudukkan dirinya sebagai salah satu produsen emas terbesar di dunia, masuk dalam 10 besar. Keadaan ini disebabkan oleh jalur magmatis yang terbentuk akibat arus konveksi magma, mendorong lempeng tektonik membentuk zona sesar naik. Zona ini menjadi jalur lemah bagi cairan hidrotermal untuk mencapai permukaan bumi, membentuk zona alterasi tempat terjadinya reaksi kimia antara larutan hidrotermal dan batuan sekitarnya, menghasilkan jalur mineralisasi. Tujuh Bukit, salah satu deposit emas terbesar di Indonesia, terbentuk dari bijih tipe porfiri dan epitermal sulfida menengah hingga tinggi. Penelitian ini menggunakan metode Corbet dan Leach untuk menentukan zona alterasi pada sampel di daerah Tujuh Bukit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan zona alterasi, seperti advanced argilic dan argilic, mempengaruhi pembentukan bijih emas. Zona advanced argilic memiliki temperatur lebih tinggi dan pH lebih rendah dibandingkan zona argilic. Sampel yang termasuk ke dalam zona advanced argilic ditandai dengan keterdapatan alunit hasil perombakan silikat oleh asam sulfat. Kandungan kuarsa juga berpengaruh terhadap pH dan temperatur selama proses alterasi, sementara satu sampel masuk ke zona argilic. Penelitian ini melibatkan pengumpulan data sekunder dan primer, termasuk peta geologi, data cuaca, analisis X-Ray Diffraction, dan Analisis Mineragrafi.
Pengaruh Penambahan Fly Ash Batubara terhadap Parameter Geomekanik Tanah Randa Rahmattullah Ginara; Iswandaru; Indra Karna Wijaksana
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 3, No. 2, Desember 2023, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v3i2.2847

Abstract

Abstract. Soil is the result of the natural accumulation of organic and inorganic materials in the Earth's crust. The crucial strength of soil lies in its ability to support the load above and prevent subsidence. Over time, soil strength diminishes, impacting its stability. Direct Shear Tests are employed to measure soil strength. This research focuses on enhancing soil strength by incorporating fly ash as an additive material. The study involves literature review, sample collection, and laboratory tests to monitor changes in the physical and mechanical properties of clayey soil with the addition of fly ash. The results indicate that the clayey soil falls into the category of low plasticity clay, with Atterberg limits revealing a liquid limit of 40.20% and a plastic limit of 17.39%. In density tests with fly ash percentages ranging from 5% to 15%, the 11% mixture achieves the highest density at 1.150 g/cm3. Mechanical properties, such as cohesion (c) and internal friction angle (Ф), are measured at 15.2 KPa and 15.220, respectively. The findings of this research offer insights into the use of fly ash to improve soil strength, with the 11% mixture emerging as the optimal option. Abstrak. Tanah adalah hasil akumulasi material organik dan anorganik secara alami di kerak bumi. Kekuatan tanah krusial untuk menopang beban di atasnya dan mencegah penurunan. Seiring waktu, kekuatannya berkurang, mempengaruhi stabilitasnya. Uji Geser Langsung digunakan untuk mengukur kekuatan tanah. Penelitian ini fokus pada peningkatan kekuatan tanah dengan menambahkan fly ash sebagai material sisipan. Penelitian melibatkan studi literatur, pengambilan sampel, dan uji laboratorium untuk memantau perubahan sifat fisik dan mekanik tanah lempung dengan tambahan fly ash. Hasil menunjukkan bahwa tanah lempung klasifikasi lempung plastisitas rendah. Uji Atterberg limit menghasilkan batas cair 40,20% dan batas plastis 17,39%. Pada pengujian densitas dengan persentase fly ash 5% hingga 15%, campuran 11% mencapai densitas tertinggi, yaitu 1,150 g/cm3. Sifat mekanik, seperti kohesi (c) dan sudut geser dalam (Ф), diukur masing-masing sebesar 15,2 KPa dan 15,220. Hasil penelitian ini dapat memberikan wawasan tentang penggunaan fly ash untuk meningkatkan kekuatan tanah, dengan campuran 11% menjadi opsi optimal.
Kajian Teknis Optimasi Produksi Alat Gali-Muat dan Angkut pada Overburden Removal Fakhri Akbar Dzulfikar; Zaenal; Elfida Moralista
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 3, No. 2, Desember 2023, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v3i2.2879

Abstract

Abstract. PT Pancaran Surya Abadi is a coal mining company located in Muara Badak District, Kutai Kartanegara Regency, East Kalimantan Province, employing the surface mining system. Based on the company's productivity data in February 2023, the actual overburden excavation in Pit B1 East Block reached 80,946.00 BCM, accounting for 33.15% of the planned production target of 244,160.00 BCM. The discrepancy led to obstacles in coal production due to a mismatch between digging-loading and hauling equipment (match factor) and road geometry not meeting applicable standards. Consequently, this study evaluates the production shortfall by assessing the technical fleet determination to optimize the overburden removal process. The technical evaluation involves simulating the match factor and adjusting related variables to determine the optimal number of machines in the fleet. The analysis refers to Ministerial Decree ESDM 1827/2018 and AASHTO (American Association of State Highway and Transportation Officials) 1965 for technical road geometry recommendations supporting optimal fleet productivity. Field research in February-March 2023 yielded a match factor of 0.85 and a production rate of 164.03 BCM/hour, achieving 75.24% of the hourly production target. Optimization increased the match factor to 1.03, raising production to 230.91 BCM/hour or 258,622.18 BCM/month, ensuring the attainment of the 218 BCM/hour productive day shift target. Abstrak. PT Pancaran Surya Abadi merupakan perusahaan pertambangan batubara yang berlokasi di Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, dan menggunakan sistem penambangan terbuka. Berdasarkan data produktivitas perusahaan pada bulan Februari 2023, penggalian overburden aktual di Pit B1 Blok Timur mencapai 80.946,00 BCM, yang merupakan 33,15% dari target produksi rencana sebesar 244.160,00 BCM. Ketidaksesuaian ini menyebabkan hambatan dalam produksi batubara karena ketidakcocokan antara peralatan penggalian-pemuatan dan pengangkutan (match factor) serta geometri jalan yang tidak memenuhi standar yang berlaku. Oleh karena itu, penelitian ini mengevaluasi ketidakcapaian produksi dengan menilai penentuan armada teknis untuk mengoptimalkan proses pengangkatan overburden. Evaluasi teknis melibatkan simulasi match factor dan penyesuaian variabel terkait untuk menentukan jumlah optimal mesin dalam armada. Analisis mengacu pada Keputusan Menteri ESDM 1827/2018 dan AASHTO (American Association of State Highway and Transportation Officials) 1965 untuk rekomendasi geometri jalan teknis yang mendukung produktivitas armada yang optimal. Penelitian lapangan pada Februari-Maret 2023 menghasilkan match factor sebesar 0,85 dan produksi sebesar 164,03 BCM/jam, mencapai 75,24% dari target produksi per jam. Optimasi meningkatkan match factor menjadi 1,03, meningkatkan produksi menjadi 230,91 BCM/jam atau 258.622,18 BCM/bulan, memastikan pencapaian target produksi per jam pada shift kerja yang produktif sebesar 218 BCM/jam.
Analisis Kemajuan Tambang Terhadap Perancangan Mine Plan pada Aktivitas Overburden Removal Aftri Sa Putra; Hepryandi L. D. J Usup; Noveriady
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 3, No. 2, Desember 2023, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v3i2.3077

Abstract

Abstract. Mining progress is the changes that occur in the mining area after mining activities have been carried out. In this case, it is a change in surface shape due to the mining process. This change in shape is measured using a measuring instrument total station. Mining progress occurs because of activity overburden removal namely the process of moving overburden from the mining front to disposal. Activity overburden removal at PT. Rimau Tangguh Perkasa has 2 units of loading digging equipment to carry out work with 2 units fleet each unit has an appropriate capacity for the transportation equipment. The progress of the mine has the aim of knowing the transition design pit every time activities are carried out in the mining area from the results overburden removal based on changes that occur in the mining area. PT. Rimau Tangguh Perkasa has mine progress with good excavation results overcut, undercut, over-stripping and in plan to planning mine plan in May, June and July 2023. On results overlay mine plan design regarding mining progress in May 2023 has results overcut 16.008,98 BCM, undercut 41.904 BCM, over-stripping 68,989 BCM and progress in plan 80,148 BCM. In June 2023 have results overcut 24.215,31 BCM, undercut 66.499 BCM, over-stripping 23,248 BCM and progress in plan 133,321 BCM. And in July 2023 have results overcut 22.369 BCM, undercut 66.499 BCM, over-stripping 12,789 BCM and progress in plan 173.605 BCM. Abstrak. Kemajuan tambang adalah perubahan-perubahan yang terjadi pada daerah tambang setelah dilakukan kegiatan penambangan. Dalam hal ini adalah perubahan bentuk permukaan karena proses penambangan. Perubahan bentuk ini diukur menggunakan alat ukur total station. Kemajuan tambang terjadi karena adanya aktivitas overburden removal yaitu proses pemindahan tanah penutup dari front penambangan menuju disposal. Kegiatan overburden removal di PT. Rimau Tangguh Perkasa memiliki 2 unit alat gali muat untuk melakukan pekerjaan dengan 2 fleet masing-masing unit memiliki kapasitas yang sesuai terhadap alat angkut. Kemajuan tambang memiliki tujuan untuk mengetahui peralihan design pit penambangan dari hasil overburden removal berdasarkan perubahan-perubahan yang terjadi pada daerah tambang. PT. Rimau Tangguh Perkasa memiliki kemajuan tambang dengan hasil penggalian yang overcut, undercut, over-stripping dan in plan terhadap perancangan mine plan pada bulan Mei, Juni dan Juli 2023. Pada hasil overlay mine plan design terhadap kemajuan tambang bulan Mei 2023 memiliki hasil overcut 16.008,98 BCM, undercut 41.904 BCM, over-stripping 68.989 BCM dan progress in plan 80.148 BCM. Pada bulan Juni 2023 memiliki hasil overcut 24.215,31 BCM, undercut 66.499 BCM, over-stripping 23.248 BCM dan progress in plan 133.321 BCM. Dan pada bulan Juli 2023 memiliki hasil overcut 22.369 BCM, undercut 66.499 BCM, over-stripping 12.789 BCM dan progress in plan 173.605 BCM.
Analisis Match Factor pada Kegiatan Pemindahan Overburder di PT. Ceria Nugraha Indotama Hedianto; Enni Tri Mahyuni; Tri Utomo Taliding; Agil Syahrul Ramadhan
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 4, No. 1, Juli 2024, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v4i1.3287

Abstract

Abstract. PT. Ceria Nugraha Indotama (PT. CNI) is a company engaged in laterite nickel ore mining, with an IUP area of 6,785 hectares in Wolo District, Kolaka Regency, Southeast Sulawesi Province. This company started operating after obtaining a permit in 2012. Heavy equipment plays a crucial role in the mining process to achieve production targets, so the condition of the equipment must always be optimal. The research carried out by the author is quantitative, namely systematic and continuous research on a problem with the immediate aim of specific needs through numerical calculations using certain equations. The efficiency of the loading digging equipment (Hitachi Zaxis 350 type Excavator) was recorded at 69%, while the efficiency of the transport equipment (Komatsu Hm400 type Articulated Dumptruck) reached 65%. The compatibility factor between the loading digging equipment and the transport equipment is 0.64, indicating that the loading digging equipment works less than 100%. Abstrak. PT. Ceria Nugraha Indotama (PT. CNI) adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang pertambangan bijih nikel laterit, dengan luas IUP mencapai 6.785 hektar di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara. Perusahaan ini mulai beroperasi sejak memperoleh izin pada tahun 2012. Alat berat memegang peran krusial dalam proses penambangan untuk mencapai target produksi, sehingga kondisi peralatan harus selalu optimal. Penelitian yang dilakukan penulis bersifat kuantitatif, yaitu penelitian sistematis dan berkelanjutan terhadap suatu masalah dengan tujuan segera untuk keperluan tertentu melalui perhitungan numerik menggunakan persamaan tertentu. Efisiensi alat gali muat (Excavator tipe Hitachi Zaxis 350) tercatat mencapai 69%, sedangkan efisiensi alat angkut (Articulated Dumptruck tipe Komatsu Hm400) mencapai 65%. Faktor keserasian antara alat gali muat dan alat angkut adalah 0,64, menunjukkan bahwa alat gali muat bekerja kurang dari 100%.
Kajian Desain Jalan Tambang Pengangkutan Batubara dari Pit Menuju Stockpile Rahma Wita; Zaenal; Indra Karna Wijaksana
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 4, No. 1, Juli 2024, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v4i1.3776

Abstract

Abstract. PT Era Perkasa Mining Site Peranap is a coal mining company operating in Katipo Village, Peranap District, Indragiri Hulu Regency, Riau Province, with an IUP covering 1,350 hectares. The site is located 232 km from Sultan Syarif Kasim II International Airport, an estimated 6-hour drive by land. The main issue at this site is the failure to meet the transportation production target of 200,000 BCM per month, due to non-standard road geometry and high ground pressure in some segments. The study was conducted through direct field observation to assess the site conditions. Data collected included road width, road gradient, ground pressure, cycle time, and production calculations. The results showed that the road geometry was 16 meters wide in segment R-S and the minimum road width was 4 meters. The road gradient in segment C-D was 13%, and the ground pressure was 334.55 lbs/inch². The transportation production was 181,540 BCM per month, below the target. Improvements were made by adjusting the road width and gradient to meet standards (Kepmen ESDM No.1827K/30/MEM/2018) and AASHTO, and adding hardening materials to reduce ground pressure. After these efforts, transportation production increased to 232,440 BCM per month, meeting the target. Abstrak. PT Era Perkasa Mining Site Peranap adalah perusahaan tambang batubara yang beroperasi di Desa Katipo, Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, dengan IUP seluas 1.350 hektar. Lokasi ini berjarak 232 km dari Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, dengan estimasi perjalanan darat selama 6 jam. Permasalahan di lokasi ini adalah target produksi pengangkutan yang belum tercapai sebesar 200.000 BCM per bulan, disebabkan oleh geometri jalan yang tidak sesuai standar dan ground pressure yang besar di beberapa segmen. Penelitian dilakukan dengan pengamatan langsung di lapangan untuk mengkaji kondisi lokasi. Data yang diambil meliputi lebar jalan, kemiringan jalan, ground pressure, cycle time, dan perhitungan produksi. Hasil perhitungan menunjukkan geometri jalan 16 meter pada segmen R-S dan lebar jalan minimum 4 meter. Kemiringan jalan di segmen C-D memiliki grade 13%, dan ground pressure sebesar 334,55 lbs/inch². Produksi pengangkutan hanya mencapai 181.540 BCM per bulan, sehingga target belum tercapai. Upaya perbaikan dilakukan dengan menyesuaikan lebar dan kemiringan jalan sesuai standar (Kepmen ESDM No.1827K/30/MEM/2018) dan AASHTO, serta menambah material pengeras untuk mengurangi ground pressure. Setelah upaya ini, produksi pengangkutan meningkat menjadi 232.440 BCM per bulan, sehingga target tercapai.
Rencana Teknis dan Biaya Reklamasi Tambang Pasir Kuarsa di PT. XYZ Raden Muhammad Ridwan Wiradikusumah; Yunus Ashari; Novriadi
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 4, No. 1, Juli 2024, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v4i1.3777

Abstract

Abstract. In marine mining activities can have a negative impact on the marine environment such as disruption of the coral reef ecosystem, marine fauna habitat, and decreased water quality. According to the Decree of the Minister of Energy and Mineral Resources Number 1827 K/30 / MEM / 2018 concerning Guidelines for the Implementation of Good Mining Engineering Rules, mining environmental management is an effort to handle the impact of activities on the environment caused by mining activities. In this study, a reclamation planning study and reclamation cost calculation were carried out at PT XYZ with an area of 8 Ha. Technical planning includes a study of the manufacture and installation of FADs and artificial coral reef transplants, maintenance and monitoring of seawater quality. Based on the calculation, the direct cost of the reclamation plan for the PT XYZ area is Rp 1,716,667,125 with an indirect cost of Rp 552,766,814. Abstrak. Dalam kegiatan penambangan laut dapat memberikan dampak negatif bagi lingkungan laut seperti terganggunya ekosistem terumbu karang, habitat fauna laut, dan penurunan kualitas air. Menurut Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1827 K/30/MEM/2018 Tahun 2018 Tentang Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan yang baik, bahwa pengelolaan lingkungan hidup pertambangan adalah upaya penanganan dampak kegiatan terhadap lingkungan hidup yang ditimbulkan akibat dari kegiatan pertambangan. Pada penelitian ini dilakukan kajian perencanaan reklamasi dan perhitungan biaya reklamasi pada PT XYZ dengan luasan 8 Ha. Perencanaan teknis meliputi kajian pembuatan dan pemasangan rumpon serta transplantasi terumbu karang buatan, pemeliharaan dan pemantauan kualitas air laut. Berdasarkan perhitungan didapatkan biaya langsung rencana reklamasi untuk area PT. XYZ yaitu sebesar Rp 1.716.667.125 dengan biaya tidak langsung sebesar Rp 552.766.814.
Kajian Pengaruh Geometri Jalan Terhadap Konsumsi Bahan Bakar Alat Angkut Dimas Gumelar; Zaenal; Elfida Moralista
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 4, No. 1, Juli 2024, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v4i1.3817

Abstract

Abstract. PT XYZ Tbk is a company engaged in the mining industry with one of its commodities in the form of bauxite located in Sanggau Regency, West Kalimantan Province. In the actual conditions in the research area there are several road geometries that are not in accordance with the standards set so that the production target is not achieved. In this research process, the road geometry at Bukit 30 Site is focused on the standardization of the hauling road to the washing plant area. Analysis using the comparative method is carried out on road geometry that refers to the Decree of the Minister of Energy and Mineral Resources No. 1827 of 2018 and the American Association of State Highways and Transportation Officials Based on the actual research results, the actual productivity in the field of hauling equipment is 32.23 BCM / hour / tool with an average fuel consumption of 10.06 liters / hour and a Fuel Ratio of 0.31 liters / BCM. After simulating the road geometry improvement process using software, recommendations are obtained to increase tool productivity and reduce Fuel Ratio with road grade standardization of no more than 8%. Then obtained an increase in productivity of 69.4 BCM / hour / tool recommendations with the achievement of production of 126,469.04 tons / month with an average fuel consumption of 7.35 liters / hour and a Fuel Ratio of 0.1 liters / BCM. Abstrak. PT XYZ Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang usaha industri pertambangan dengan salah satu komoditasnya berupa bauksit yang berlokasi di Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat. Pada kondisi aktual di daerah penelitian terdapat beberapa geometri jalan yang tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan sehingga, target produksi tidak tercapai. Dalam proses penelitian ini dilakukan terhadap geometri jalan pada Site Bukit 30 yang berfokus pada standarisasi jalan hauling menuju area washing plant. Analisis menggunakan metode komperatif dilakukan terhadap geometri jalan yang mangacu pada Keputusan Menteri ESDM No. 1827 tahun 2018 dan American Association of State Highways and Transportation Officials Berdasarkan hasil penelitian secara aktual maka didapatkan produktivitas aktual di lapangan alat angkut 32,23 BCM/jam/alat dengan rata-rata konsumsi bahan bakar alat angkut 10,06 liter/jam dan Fuel Ratio sebesar 0,31 liter/BCM. Setelah melakukan proses simulasi perbaikan geometri jalan menggunakan perangkat lunak maka didapatkan rekomendasi untuk peningkatan produktivitas alat dan pengurangan Fuel Ratio dengan standarisasi grade jalan tidak lebih dari 8%. Maka didapatkan peningkatan produktivitas rekomendasi alat angkut 69,4 BCM/jam/alat dengan tercapainya produksi sebesar 126.469,04 ton/bulan dengan rata-rata konsumsi bahan bakar alat angkut 7,35 liter/jam dan Fuel Ratio sebesar 0,1 liter/BCM.

Page 8 of 11 | Total Record : 106