cover
Contact Name
Syakieb Sungkar
Contact Email
jurnal.dekonstruksi@yahoo.com
Phone
+62811101722
Journal Mail Official
jurnal.dekonstruksi@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Tebet Mas Indah III Blok E No. 40 Tebet Barat, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 13115
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Dekonstruksi
Published by Gerakan Indonesia Kita
ISSN : 27746828     EISSN : 2797233X     DOI : 10.54154/dekonstruksi
Jurnal Dekonstruksi is a scientific journal published by Gerakan Indonesia Kita (GITA). This journal publishes scientific articles and research reports on the study of philosophy, art, social science, and cultural studies forth times a year.
Articles 257 Documents
Memeriksa Inkonsistensi Estetika Dampak Immanuel Kant versus Gagasan Proto-Naturalisme Non-Deterministik David Hume dalam Etika Kantian Simanjuntak, Mardohar Batu Bornok
Dekonstruksi Vol. 10 No. 02 (2024): Jurnal Dekonstruksi Volume 10.2
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v10i02.228

Abstract

Teori estetika yang digagas Immanuel Kant mempergunakan pendekatan dampak, sebaliknya etika Kantian menempuh pendekatan proses. Teks kajian estetik Kantian diterbitkan oleh Kant setelah dua teks yang pertama, termasuk di dalamnya argumentasi Kant tentang ontologi moral. Inkonsistensi ini dicoba untuk dibedah dari perspektif estetika analitis, dan terutama kajian dari pemeriksaan teks yang dilakukan oleh Sally Sedgwick dan Dabney Townsend. Dari penelusuran yang dilakukan, ketidakkonsistenan Kant terjadi karena ada dua ragam relasi, yaitu relasi kausal spasio-temporal dan relasi non-kausal non-spasio-temporal. Pelacakan lebih lanjut menunjukkan bahwa gagasan Kant tentang non-kausal non-spasio-temporalitas dikembangkan dari karakter aksidental dalam persepsi-rasawi yang digagas oleh David Hume. Penelitian ini sampai pada kesimpulan bahwa pengembangan gagasan yang dilakukan Kant didasarkan pada bangun argumentasi Hume yang memiliki karakteristik Proto-Naturalisme non-Deterministik.
Konsep Bali dan Unsur Visual Pada Periodisasi Karya Seni Made Wianta Kuswanto, Nicolaus F
Dekonstruksi Vol. 10 No. 02 (2024): Jurnal Dekonstruksi Volume 10.2
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v10i02.229

Abstract

Made Wianta sebagai seniman Bali telah memberikan andil yang sangat besar pengaruhnya bagi perkembangan seni rupa modern Indonesia. Karya-karya seni rupa Made Wianta dalam perkembangan selama berkarir dapat ditelusuri berdasarkan periodisasi yang kemudian menjadi citraan kuat terhadap identitas karyanya. Ada Sembilan periodisasi karya Made Wianta yang dikenal dengan Golden Legacy. Terciptanya periodisasi kekaryaan Made Wianta sangat dipengaruhi kuat oleh konsep Bali maupun unsur visual karya-karya yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk membahas kelahiran periodisasi karya seni rupa Made Wianta yang bisa ditelusuri berdasarkan konsep Bali dan unsur visual karya. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Konsep Bali dan unsur visual setiap periodisasi karya memberikan pengaruh periode ke periode laninya. Penilaian konsep Bali dan unsur visual karya ini bersifat subyektif, sehingga sangat mungkin ada penilaian yang berbeda. Simpulan yang dapat disampaikan bahwa konsep Bali dan unsur visual pembangun estetika dapat ditelusuri dengan melihat karya-karya itu dibuat dengan memiliki ciri khas atau specific.
Temporalitas, Waktu Naratif dan Identitas dalam Pandangan Paul Ricoeur Sungkar, Syakieb
Dekonstruksi Vol. 10 No. 02 (2024): Jurnal Dekonstruksi Volume 10.2
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v10i02.230

Abstract

Gagasan Paul Ricoeur tentang identitas naratif dan konstruksi identitas manusia melalui penceritaan dibahas dalam beberapa karyanya. Salah satu karya paling menonjol di mana ia mengeksplorasi konsep-konsep ini adalah bukunya “Time and Narrative,” khususnya di Volume III. Dalam karya ini, Ricoeur menggali eksplorasi filosofis waktu, narasi, dan kedirian. Dalam “Time and Narrative,” pembahasan Ricoeur sering kali berkisar pada jalinan waktu dan narasi, dan bagaimana narasi berfungsi sebagai kendaraan untuk memahami pengalaman dan identitas manusia.
Mamsa dalam Tantra Bhairawa, Interpretasi di Ruang Budaya Hendrawan, Lucky; Apin, Arleti Mochtar
Dekonstruksi Vol. 10 No. 02 (2024): Jurnal Dekonstruksi Volume 10.2
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v10i02.231

Abstract

Dalam ruang kehidupan yang terbagi atas ras, suku, agama dan kelompok masyarakat penggiat budaya sering dijumpai bentuk nilai ajaran yang serupa, tapi juga terdapat perbedaan dalam penerapan pelaksanaannya. Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah kondisi tersebut berasal dari satu sumber yang sama ataukah tidak. Berangkat dari pertanyaan itu, maka tulisan ini akan membandingkan penerapan ajaran tersebut dengan beberapa ajaran agar dapat memberikan arah jelas seperti apa perbedaan serta kemiripannya. Ungkapan dalam bahasa sastra yang amat halus atau sebaliknya terasa kasar kadang membuat pembaca hanya memahami sebagian dari keutuhan pesan. Pembahasan ini akan menggunakan sudut hermeneutika karena kuatnya kecenderungan dari sisi interpretasi. Pada akhirnya akan ada gambaran jelas tentang penerapan ajaran tersebut dari berbagai kelompok, sehingga inti ajaran dapat dipahami lebih baik secara filosofis. Tujuannya agar konotasi negatif ajaran yang tersurat dapat dikoreksi dan terhormat untuk diamalkan. Pada akhirnya kelak makin banyak orang akan mengalami peningkatan kualitas dalam hidupnya karena memahami nilai ajaran dengan tepat.
Seni Rupa dan Kekuasaan: Dua Tafsir Wahyudin, Wahyudin
Dekonstruksi Vol. 10 No. 02 (2024): Jurnal Dekonstruksi Volume 10.2
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v10i02.232

Abstract

Sebuah lukisan dapat saja ditafsirkan berbeda ketika terjadi perubahan konteks. Lukisan abstrak A.D. Pirous Mentari Setelah September 1965 yang dibuat pada tahun 1968, oleh Kenneth M. Goerge ditafsirkan sebagai kenangan sebuah masa ketika negeri ini berada dalam genggaman kekuasaan Orde Lama. Namun 26 tahun kemudian, oleh Astri Wright lukisan itu ditafsirkan sebaliknya, yaitu sebagai kritik terhadap kekuasaan Orde Baru. Terlepas dari perbedaan tafsir atas makna lukisan itu, telah terjadi pemberangusan secara semena-mena karya-karya dan kehidupan sosial para seniman LEKRA, yang dituduh komunis, pada pasca September 1965.
Menanti Demokrasi: Sebuah Ingatan Tentang Kedaulatan Individu, Kesetaraan, dan Keadilan Ruhupatty, Chris
Dekonstruksi Vol. 10 No. 02 (2024): Jurnal Dekonstruksi Volume 10.2
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v10i02.233

Abstract

Dalam percakapan apapun mengenai sistem atau tatanan politik, topik demokrasi dan demokratisasi selalu relevan. Sebelum merenungkannya sebagai sebuah tatanan, ada baiknya kita lebih dulu memahaminya sebagai konsep filosofis. Dengan menggunakan pemikiran Derrida sebagai sumber primer, artikel ini mengeksplorasi demokrasi sebagai sebuah konsep filosofis untuk memperoleh pemahaman menyeluruh tentang demokrasi dan perbedaannya dengan demokratisasi. Selain itu, hakikat demokrasi dijelaskan dalam artikel ini melalui lensa hermeneutika. Oleh karena itu, demokrasi, menurut artikel ini, bukanlah sebuah Idea tentang tatanan dunia yang ideal, melainkan sebuah a-propriasi terhadap “dunia” yang akan datang. Demokrasi adalah sebuah keberadaan meski tidak pernah hadir di dunia aktual. Ini adalah sebuah keberadaan yang muncul dalam kesadaran manusia. Maka, demokratisasi merupakan upaya manusia untuk merawat ingatan tentang kedaulatan individu, kesetaraan, dan keadilan. Artikel ini ditujukan bagi mereka yang mempelajari pemikiran Derrida, pengamat dan praktisi politik, serta pecinta kebijaksanaan.
Tradisi Ritus Pengobatan Suku Sakai dan Maknanya Sutrianti, Sri
Dekonstruksi Vol. 10 No. 02 (2024): Jurnal Dekonstruksi Volume 10.2
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v10i02.234

Abstract

Kepercayaan pada kekuatan alam menjadi dasar dari tata nilai kehidupan suku Sakai di pedalaman Riau. Alam menjadi kekuatan penentu arah kehidupan masyarakat adat tersebut. Setiap elemen alam, membentuk simbol-simbol kepercayaan, seperti kepercayaan pada simbol kekuasaan laut, api, dan padi. Demikian pula pada cara pengobatan yang dilakukan oleh masyarakat adat, mereka menggunakan jalan keterhubungan antara raga, sukma dan alam itu sendiri. Dalam pengobatan, suku Sakai menggunakan media alam, seperti dedaunan yang tidak berhubungan dengan produk kimiawi. Selain dedaunan, pengobatan penyakit dilakukan dengan upacara ritus yang sudah turun temurun. Upacara ritus pengobatan suku Sakai itu menggunakan perpaduan antara tarian, doa-doa dan eksplorasi dedaunan dari sumber alam.
Jelajah Ideologi Asimilasionis dan Separatis dalam Kitab Perjanjian Lama Kristianto, Paulus Eko
Dekonstruksi Vol. 10 No. 02 (2024): Jurnal Dekonstruksi Volume 10.2
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v10i02.235

Abstract

Perjanjian Lama dibangun dengan banyak ideologi, di antaranya asimilasionis dan separatis. Artikel ini mencoba memetakan suara ideologi asimilasionis dan separatis yang ada di dalam Perjanjian Lama. Pemetaan ini diharapkan dapat menginspirasi kita dalam menyikapi konteks plural masa kini. Setidaknya, jelajah ini mencerahkan penulis bahwa situasi multikontekstual masa kini tidak diwarnai pada monofoni melainkan polifoni.
Membaca Keugaharian: Anak Bajang Mengayun Bulan Septianno, Beda Holy
Dekonstruksi Vol. 10 No. 02 (2024): Jurnal Dekonstruksi Volume 10.2
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v10i02.236

Abstract

Novel Anak Bajang Mengayun Bulan (disingkat ABMB) merampaikan drama berjenjang tentang pergulatan kakak-beradik, Sumantri dan Sukrosono. Kisah yang ditilik secara baru dari jagad pewayangan ini tidak mengulang cerita kebesaran kesatria Sumantri, tetapi memerankan Sukrosono yang antihero itu menjadi tabib bagi penyakit heroisme dan kecerobohan kakaknya, Sumantri. Pembacaan kedua tokoh fiktif tersebut dihadapkan dalam bingkai teori keugaharian (Sophrosune) menurut dialog Xarmides karangan Plato. Tulisan ini menghindari perunutan kronik definisi-definisi keugaharian Xarmides pada ABMB, seolah Sumantri-Sukrosono lekas dimengerti hanya dalam bingkai Xarmides. Selain memang mengadopsi “ajaran” keugaharian Plato, proses pertentangan dan kesamaan Sumantri-Sukrosono dengan khasnya menelurkan inti keugaharian adalah adanya “yang jelek”.
Salam Redaksi Vol 10.3 Sungkar, Syakieb
Dekonstruksi Vol. 10 No. 03 (2024): Jurnal Dekonstruksi Volume 10.3
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v10i03.249

Abstract

Jurnal edisi ini membicarakan tentang Filsafat Immanuel Kant, Derrida, Paul Ricoeur, filsafat Politik Hannah Arendt, Fenomenologi, seni fotografi, komik, grafiti, mural, dan seni rupa.