cover
Contact Name
Syakieb Sungkar
Contact Email
jurnal.dekonstruksi@yahoo.com
Phone
+62811101722
Journal Mail Official
jurnal.dekonstruksi@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Tebet Mas Indah III Blok E No. 40 Tebet Barat, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 13115
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Dekonstruksi
Published by Gerakan Indonesia Kita
ISSN : 27746828     EISSN : 2797233X     DOI : 10.54154/dekonstruksi
Jurnal Dekonstruksi is a scientific journal published by Gerakan Indonesia Kita (GITA). This journal publishes scientific articles and research reports on the study of philosophy, art, social science, and cultural studies forth times a year.
Articles 239 Documents
Romantic Hermeneutic Schleiermacher and Relevance with Existence of Radio Broadcasting Anam, Rifqi Khairul
Dekonstruksi Vol. 10 No. 04 (2024): Jurnal Dekonstruksi Volume 10.4
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v10i04.279

Abstract

Hermeneutics is defined as the process of interpreting a text. One of hermeneutics school is romantic hermeneutics. Romantic hermeneutics have inquiry to recapturing the truth from the text, which was intended for the writing purpose of the artist. To achieve a genuine, definitive comprehension of a text, it is necessary to provide a psychological interpretation that is a projection into the creative process and the author's subjectivity, thereby bringing the grammatical interpretation of the text closer to a meanings framework based on selected words. The current investigation will concentrate on the romantic hermeneutic and its correlation with the existence of radio. This research is a philosophical reflection approach to library research. The result is in the context of listen radio, the listener interprets a spoken word that is generated by a broadcaster, which is characterized by grammatical arrangement, linguistics, and principles. In the process of intrepretation, the text presented by the broadcaster was interpreted by the listener in the social and cultural context.
Salam Redaksi Vol. 11.1 Sungkar, Syakieb
Dekonstruksi Vol. 11 No. 01 (2025): Jurnal Dekonstruksi Volume 11.1
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v11i01.287

Abstract

Jurnal kali ini membahas pemikiran Manuel Castells, Ahmad Sadali, Bhagavad-Gita, Giorgio Agamben, Paul Ricoeur, Franz Magnis-Suseno, Andrew K Woods, Keith Ward, Hegel, Edmund Husserl, yang diaplikasikan pada pembahasan moral, ketuhanan, sejarah, media sosial, seni visual dan sastra.
Tinjauan Kritis atas Berkembangnya Media Sosial dan Ancaman Terhadap Media Mainstream Menurut Manuel Castells Susanto, Gabriel Abdi
Dekonstruksi Vol. 11 No. 01 (2025): Jurnal Dekonstruksi Volume 11.1
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v11i01.288

Abstract

Artikel ini menganalisis dampak berkembangnya media sosial terhadap media mainstream melalui perspektif pemikiran Manuel Castells. Dalam konteks perubahan paradigma komunikasi yang ditandai oleh munculnya masyarakat jaringan, media sosial berfungsi sebagai kekuatan disruptif yang mengubah cara individu berinteraksi, berpartisipasi dalam diskursus publik, dan mengakses informasi. Meskipun media sosial memberikan ruang bagi suara-suara yang terpinggirkan dan memfasilitasi mobilisasi sosial, tantangan seperti disinformasi dan polarisasi juga muncul, mengancam integritas diskursus publik. Melalui studi kasus Arab Spring, artikel ini menggambarkan bagaimana media sosial tidak hanya berperan dalam pengorganisasian gerakan sosial tetapi juga menantang dominasi media tradisional dalam membentuk narasi publik. Artikel ini menekankan pentingnya pendidikan literasi media dan regulasi yang lebih baik untuk mengelola interaksi antara media sosial dan media mainstream. Dengan memahami dinamika ini, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan potensi media sosial sambil mengatasi risiko yang ada, sehingga memastikan media berfungsi sebagai pilar demokrasi yang sehat.
Ahmad Sadali Perintis Seni Lukis Abstrak Indonesia Sungkar, Anna
Dekonstruksi Vol. 11 No. 01 (2025): Jurnal Dekonstruksi Volume 11.1
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v11i01.289

Abstract

Karya-karya Ahmad Sadali pada masa awal menunjukkan suatu persamaan dari segi bentuk dan isi dengan Ries Mulder, gurunya. Dimana Ries Mulder terpengaruh oleh Jacques Villon (1875-1963), yang banyak bermain-main dengan pola kubisme geometris demi membentuk figur atau alam benda yang dipadukan warna-warni pastel yang lembut. Namun dalam perkembangan waktu, pengaruh Ries Mulder mulai pudar, karya-karya Sadali di era tahun 60-an banyak mengikuti pola karya Nicolas de Stael (1914-1955) yang mengandung blok-blok warna dengan tekstur tebal membentuk citra lanskap. Mulai dekade 1970an, tema karya-karya Ahmad Sadali bergerak ke arah spiritualitas, dengan menampilkan simbol-simbol seperti Gunungan, huruf Alif, dan aksara Arab yang dipetik dari Al Quran. Karya-karya dekade itu banyak mengarah pada visual Antoni Tapies (1923-2012), Mark Rothko (1903-1970) dan Barnett Newman (1905-1970), dengan inovasi pada aksen prada dan pola gunungan untuk membuat karya abstrak Sadali terlihat cantik.
Dialektika Krishna dengan Arjuna dalam Bhagavad-Gita Putra, Agustinus Tamtama
Dekonstruksi Vol. 11 No. 01 (2025): Jurnal Dekonstruksi Volume 11.1
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v11i01.290

Abstract

Tulisan ini mengelaborasi gagasan filosofis dalam Bhagavad-Gita, salah satu dari buku suci literatur India yang paling menarik dan bermakna. Penulis berargumentasi bahwa kebijaksanaan tua lebih banyak mengajarkan tentang riuh rendah dan artifisialnya kehidupan jaman modern. Sosok Krishna menempati posisi yang penting dalam dilema moral Arjuna, sosok sentral dalam perang Bharatayuda. Dilema moral yang menjadi simbol dari dilema hidup manusia itu menuntut untuk segera diselesaikan. Sementara itu Kurukhsetra yang mencekam dan terbuka, melambangkan hati manusia sebagai tempat bertarungnya ide, bergulatnya gagasan dan berperangnya ideologi dengan semesta baik dan buruknya. Artikel ini mengurai tentang inkarnasi Krishna dan pernyataan dirinya sebagaimana tercatat dalam Bhagavad-Gita, berikut hakikat-Nya dalam analisis atas sajak-sajak indah.
Memaknai Ulang Korporealitas dan Ruang Pengecualian dari Pameran Sejengkal Kurang Sedepa Nandang Gumelar Wahyudi Simanjuntak, Mardohar Batu Bornok
Dekonstruksi Vol. 11 No. 01 (2025): Jurnal Dekonstruksi Volume 11.1
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v11i01.291

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk memaknai ulang konsep korporealitas dan spasialitas vakum yang dihadirkan dalam pameran Sejengkal Kurang Sedepa karya Nandang Gumelar Wahyudi, yang dikenal dengan nama Nandanggawe. Pameran ini menghadirkan narasi kompleks yang memadukan elemen-elemen simbolik, mistik, serta kritik sosial yang tertuang dalam karya seni rupa dua dan tiga dimensi. Masalah utama yang diidentifikasi dalam tulisan ini adalah bagaimana Nandanggawe mendialogkan kuasa ruang dan tubuh politisnya. Metode analisis yang dipergunakan adalah intertekstualitas tanggapan-tanggapan karya-karya Nandanggawe yang ditampilkan dalam pameran, serta pendekatan teoretis Agamben tentang ruang pengecualian. Pembahasan menunjukkan bahwa Nandanggawe mampu menghadirkan ruang dialog yang menginterjeksi sublimasi kekuasaan, saat tubuh dan ruang menjadi medium yang berperan sebagai instrumen aktivisme subtil. Simbol-simbol tribal dan artefak hibrida dipergunakan Nandanggawe untuk menggarisbawahi interaksi kompleks tersebut. Dengan dialog paratekstual yang disuguhkannya, Nandanggawe mengundang pengamat untuk memikirkan kembali batas-batas samar dimensi politis dan estetis.
Reading Film as a Text: Hermeneutics of Suspicion from Film the Joneses Anam, Rifqi Khairul
Dekonstruksi Vol. 11 No. 01 (2025): Jurnal Dekonstruksi Volume 11.1
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v11i01.292

Abstract

Film, as a form of mass communication, is fundamentally a textual representation that communicates a specific message. The act of watching a film is fundamentally equivalent to perusing a book, as both mediums are designed to communicate a message. Analyzing a film involves the engagement of our entire repertoire of memories, which serves as the foundation for interpreting its significance. The objective of this research is to illuminate the significance of covert marketing and the hazards it presents by examining the material object of the film The Joneses through the lens of Paul Ricoeur's hermeneutics of suspicion and employing a content analysis approach. Film "The Joneses" portrays a seemingly flawless family with appealing adolescent children and a high socioeconomic status as an ideal. It is, however, disclosed that they are in fact covert marketing agents who engage in stealth marketing. Stealth marketing is an unscrupulous marketing strategy that exploits the consumer's subconscious, obscuring the fact that they are being approached with a product. This form of marketing deceives consumers into believing that they actually need the item, despite the fact that its practical value is superfluous. Instead, the item functions as a representation of one's social status. Therefore, stealth marketing contributes to the perpetuation of a consumer-driven society, in which consumption is employed to demonstrate one's identity and novelty.
Intuisi dan Hak Asasi Manusia Hadiputro, Matias Filemon
Dekonstruksi Vol. 11 No. 01 (2025): Jurnal Dekonstruksi Volume 11.1
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v11i01.293

Abstract

Hak Asasi Manusia tidak muncul dari ruang kosong. Pergulatan dan perjuangan mewarnai kesepakatan perumusan Hak Asasi Manusia. Salah satunya adalah penggunaan intuisi dalam meneropong dan memberikan penilaian moral terhadap Hak Asasi Manusia. Intuisi acapkali dibedakan dari penalaran rasional. Akibatnya, intuisi dipandang sekadar luapan emosional belaka, sehingga keberadaannya agak diabaikan. Oleh karenanya, perlu penjernihan definisi dari intuisi agar dapat menakar keterlibatannya dalam memberikan penilaian dalam diri setiap manusia.
Antara Impunitas dan Impotensi: Pemaknaan atas Novel Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas Mahardika, Amadea Prajna Putra
Dekonstruksi Vol. 11 No. 01 (2025): Jurnal Dekonstruksi Volume 11.1
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v11i01.294

Abstract

Makalah ini mengeksplorasi kritik Eka Kurniawan dalam novel Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas terhadap impunitas dalam sistem hukum Indonesia. Melalui tokoh Ajo Kawir, yang menderita impotensi akibat trauma kekerasan, Eka menggambarkan bagaimana ketidakadilan dan kekebalan hukum merusak individu dan masyarakat. Impotensi Ajo Kawir menjadi simbol dari ketidakberdayaan rakyat kecil di hadapan otoritas yang kebal hukum. Dengan pendekatan analisis naratif, penulis mengeksplorasi tema ketidakadilan struktural, sublimasi agresi, dan dampak impunitas. Penelitian ini menemukan bahwa Eka Kurniawan memanfaatkan simbol-simbol dalam ceritanya untuk mengkritik impunitas yang melanggengkan kekerasan sistemik dan ketidakadilan. Novel ini memperingatkan bahwa tanpa penegakan hukum yang adil, masyarakat terjebak dalam lingkaran kekerasan dan penderitaan, serta menyerukan pentingnya keadilan yang menyeluruh dan tegas.
Akal dan Tuhan: Sejauh Mana Sains Dapat Menunjukkan Jalan kepada Tuhan? Arga, Feliks Erasmus
Dekonstruksi Vol. 11 No. 01 (2025): Jurnal Dekonstruksi Volume 11.1
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v11i01.295

Abstract

Dalam sejarah umat manusia, entitas Tuhan selalu diandaikan ada dengan berbagai istilah dan pengertian. Ritual penyembahan kepada Entitas Tertinggi ini ditemukan di seluruh kebudayaan manusia. Ketika peradaban manusia mulai dimasuki sains dan ilmu-ilmu pasti lainnya, keberadaan Entitas Tertinggi ini mulai dipertanyakan. Hal ini terjadi karena Tuhan tidak bisa dibuktikan oleh metode saintifik. Akan tetapi melalui pendekatan abduksi, sains dapat menjawab kemungkinan keberadaan Tuhan. Tulisan ini hendak memperlihatkan bahwa Sains—dengan keterbatasan metode yang dimilikinya—dapat menunjukkan jalan menuju Tuhan.