cover
Contact Name
Syakieb Sungkar
Contact Email
jurnal.dekonstruksi@yahoo.com
Phone
+62811101722
Journal Mail Official
jurnal.dekonstruksi@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Tebet Mas Indah III Blok E No. 40 Tebet Barat, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 13115
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Dekonstruksi
Published by Gerakan Indonesia Kita
ISSN : 27746828     EISSN : 2797233X     DOI : 10.54154/dekonstruksi
Jurnal Dekonstruksi is a scientific journal published by Gerakan Indonesia Kita (GITA). This journal publishes scientific articles and research reports on the study of philosophy, art, social science, and cultural studies forth times a year.
Articles 239 Documents
Sejarah Dunia sebagai Dialektika Progresif dalam Perspektif Filsafat Sejarah Hegel Rahman, Abdul; Simbolon, Pormadi
Dekonstruksi Vol. 11 No. 01 (2025): Jurnal Dekonstruksi Volume 11.1
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v11i01.296

Abstract

Paper ini bertujuan meneliti pemikiran Georg Wilhelm Friedrich Hegel tentang sejarah dunia. Metode yang digunakan adalah penelitian berbasis kepustakaan. Pemikiran Hegel dikaji dari buku Hegel dan referensi lain yang relevan. Ditemukan bahwa sejarah dunia dalam pandangan Hegel merupakan sebuah perjalanan Roh yang merealisasikan diri melalui kebebasan di tengah teater dunia. Secara spekulatif, Hegel dengaan berani memaknai sejarah sebagai sebuah perjalanan dialektika progressif. Dalam perjalan refleksinya, Hegel berpendapat bahwa manusia dipanggil melakukan ekstraksi makna dari perjalanan sejarah dunia, terutama sejarah politik. Menurutnya, perjalanan sejarah dimulai dari dunia Timur dan mengalami puncaknya di Eropa. Negara modern menjadi puncak bentuk perkembangan realisasi Roh dalam bentuk kebebasan manusia.
Unveiling the Principle of Personalization in Moral Theories Ruhupatty, Chris
Dekonstruksi Vol. 11 No. 01 (2025): Jurnal Dekonstruksi Volume 11.1
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v11i01.297

Abstract

The morality discussed in this paper is presented as part of human personae. It is not a distant notion but a concept embodied within human personae. It is also not a construct of human capability to perceive the essence of reality. Rather, morality is a phenomenon that appears in perception and is personalized into a concept understandable to humans. Therefore, the objective of morality is to comprehend the authenticity of human experiences and integrate it into human personae.
Analisis Konsep Spiritual “Earth and Air are His Homebody” Karya Ivan Sagita sebagai Upaya Pelestarian Lingkungan Al Anshori, Siroj Ibnu Hajar; Nurcahyanti, Desy; Kholis, Achmad Nur
Dekonstruksi Vol. 11 No. 01 (2025): Jurnal Dekonstruksi Volume 11.1
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v11i01.298

Abstract

Ivan Sagita adalaah seorang pelopor seni surealisme Yogyakarta, yang menghasilkan karya dengan simbolisme spiritual, manusia, dan budaya lokal. Artikel ini menganalisis satu lukisannya yang berjudul “Earth and Air are His Homebody”. Menggambarkan hubungan manusia dengan alam sebagai bagian esensial dari keberadaan manusia. Karya tersebut berkontribusi pada diskusi seni kontemporer yang mempertimbangkan isu ekologis. Elemen visual terkait tanah, udara, dan tubuh manusia merepresentasikan gagasan spiritual yang melampaui batas fisik dan harmoni hubungan antara manusia dengan alam. Berupaya mengeksplorasi makna yang terkandung dalam elemen visual, filosofi spiritualitas, dan konteks sosial-budaya Indonesia dalam karya tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data studi literatur, deskripsi visual, analisis formal, dan pendekatan semiotika. Mengasosiasikan visual karya terkait unsur dan prinsip seni rupa serta simbolisme yang dimunculkan. Hasil analisis menunjukkan bahwa karya tersebut bukan hanya sarana ekspresi seni, tetapi juga refleksi filosofis yang mendorong orang untuk memahami nilai-nilai transendensi dan keberlanjutan dalam kehidupan modern. Perhatian terhadap kelestarian alam tetap menjadi keharusan demi menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan kehidupan manusia di masa depan. Artikel ini menegaskan peran Ivan Sagita sebagai seniman surealis yang mampu memasukkan elemen lokal dan spiritual ke dalam konteks seni kontemporer global.
Menjawab Gugatan Chaos Versus Cosmos Amadea Prajna Putra Mahardika
Dekonstruksi Vol. 11 No. 02 (2025): Jurnal Dekonstruksi Volume 11.2
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v11i02.282

Abstract

Makalah ini mengeksplorasi pertanyaan teologis mendasar terkait keberadaan kekacauan dan ketidakteraturan (chaos) dalam realitas dunia yang diyakini diciptakan Allah secara teratur (cosmos). Berangkat dari refleksi atas fenomena bencana alam, seperti tsunami Aceh tahun 2004 dan letusan Gunung Lewotobi tahun 2024, penulis mengajukan pendekatan untuk memahami dan mendamaikan dualitas chaos dan cosmos dalam perspektif iman. Kekacauan dipahami sebagai bagian dari dinamika kebebasan manusia dan proses ilahi yang tak sepenuhnya terjangkau oleh akal budi manusia. Makalah ini menawarkan dua pendekatan utama: pertama, mengolah chaos sebagai bagian dari peziarahan iman yang membawa potensi pertumbuhan spiritual; kedua, menyusun narasi keteraturan ilahi yang memberikan makna dalam menghadapi ketidakteraturan. Dengan mengintegrasikan pandangan Agustinus tentang kejahatan sebagai privatio boni dan ajaran Stoa tentang fokus pada hal-hal yang dapat dikendalikan, karya ini menggarisbawahi pentingnya respons aktif berupa empati, solidaritas, dan tindakan nyata dalam menghadapi kekacauan. Kesimpulannya, chaos bukanlah akhir dari tatanan ilahi, melainkan momen yang menuntut partisipasi manusia dalam mewujudkan kebaikan, selaras dengan teladan Yesus. Makalah ini menekankan bahwa usaha mendamaikan chaos dan cosmos adalah panggilan iman untuk memperjuangkan keteraturan hingga kesempurnaan akhir yang dijanjikan Allah.
Analisis Karakter Bujang Ganong dalam Tarian Reog Ponorogo Rianto, Angger; Purwantoro, Agus
Dekonstruksi Vol. 11 No. 02 (2025): Jurnal Dekonstruksi Volume 11.2
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v11i02.284

Abstract

  Tarian Reog Ponorogo merupakan salah satu warisan budaya tradisional yang kaya akan nilai-nilai filosofis dan simbolis. Salah satu tokoh yang menarik perhatian dalam tarian ini adalah Bujang Ganong, karakter yang dikenal dengan gerakan energik, lincah, serta sifat humorisnya. Bujang Ganong tidak hanya berfungsi sebagai elemen hiburan, tetapi juga sebagai simbol kekuatan, kecerdikan, dan semangat muda dalam tradisi Reog Ponorogo. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakter Bujang Ganong dalam perspektif budaya dan seni pertunjukan. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap para seniman Reog Ponorogo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter Bujang Ganong memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan moral dan nilai-nilai lokal, seperti keberanian, ketekunan, dan penghormatan terhadap tradisi. Melalui gerakan dinamis dan atribut khasnya, Bujang Ganong juga menjadi simbol kebebasan ekspresi dalam konteks seni tradisional. Studi ini menegaskan pentingnya pelestarian karakter Bujang Ganong sebagai bagian dari upaya menjaga identitas budaya di tengah tantangan modernisasi.
Operasi Kindertransport Sebagai Tanggung Jawab Tinjauan Etika Levinas dalam Film One Life (2024) Septianno , Beda Holy
Dekonstruksi Vol. 11 No. 02 (2025): Jurnal Dekonstruksi Volume 11.2
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v11i02.285

Abstract

Bagi Levinas tanggung jawab bersumber dari orang lain. Setiap perjumpaan dengan orang lain ini selalu menimbulkan situasi etis tertentu. Oleh karena itu, tindakan yang etis dalam pandangan Levinas tidak melupakan pengalaman konkret dinamika jiwa manusia. Melalui makalah ini, pengalaman tersebut hendak dikontekstualisasikan dalam Film One Life (2024) yang mengisahkan Nicholas Winstons sebagai seorang yang terlibat dalam operasi penyelamatan kemanusiaan dengan Kereta Api untuk anak-anak keturunan Yahudi di zaman pendudukan Nazi (kindertransport). Tulisan ini menguraikan pemikiran Levinas tentang tanggung jawab yang mendahului kebebasan berdasarkan situasi perasaan Winstons yang mengatakan: “Lihat aku harus melakukan sesuatu”, saat ia bertatapan muka dengan seorang anak perempuan yang tinggal di sebuah kamp pengungsi di Sudetenland, daerah bagian Cekoslowakia tahun 1938. Makalah ini mendiskusikan bagaimana memahami tanggung jawab yang bukan sebuah altruisme dan melampaui kebebasan kita. Menurut Levinas tanggung jawab ini tanpa dasar dan melampaui ontologi. Tanggung jawab ini dari mulanya sudah ada lebih dulu (an-arkhe) dan merupakan hakikat eksistensi manusia.
An Existential Dialogue between Fang Yuan and Bai Ning Bing in Novel Reverend Insanity: A Heideggerian Perspective Anam, Rifqi Khairul
Dekonstruksi Vol. 11 No. 02 (2025): Jurnal Dekonstruksi Volume 11.2
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v11i02.301

Abstract

This paper delves into the existential dialogue between Fang Yuan and Bai Ning Bing, two central characters in the xianxia novel Reverend Insanity. Through Heideggerian lens, researcher examine understanding of existence, mortality, and the pursuit of meaning. Fang Yuan, a seasoned cultivator, embodies a mature understanding of Being-in-the-world, accepting death and living authentically. In contrast, Bai Ning Bing grapples with his own mortality and seeks a path to meaning. By analyzing their dialogue, researcher explore themes of freedom, authenticity, and the role of the other in shaping individual identity. This paper argues that the dialogue between these two characters offers a profound exploration of the human condition and the challenges of finding meaning in the world.
Algoritma sebagai Subjek Etis: Analisis Filsafat Komunikasi terhadap Moralitas Sistem Kecerdasan Buatan Susanto, Gabriel Abdi
Dekonstruksi Vol. 11 No. 02 (2025): Jurnal Dekonstruksi Volume 11.2
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v11i02.302

Abstract

Algorithms in artificial intelligence (AI) systems are increasingly playing a role in shaping the landscape of digital communication. However, studies in communication philosophy often treat algorithms merely as technical tools rather than ethical subjects. This article examines how algorithms, particularly in social media, contribute to shaping public opinion, fostering social polarization, and carrying ethical implications. Using a communication philosophy approach, the article highlights the moral aspects of algorithms and the challenges and opportunities in creating more ethically responsible AI systems.
Hermeneutika-Personalisasi: Menafsir Jejak Esensi Realitas dalam Struktur Teks Ruhupatty, Chris
Dekonstruksi Vol. 11 No. 02 (2025): Jurnal Dekonstruksi Volume 11.2
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v11i02.303

Abstract

Artikel ini menyajikan sebuah kajian tentang hermeneutika dengan menggunakan pendekatan “hermeneutika-personalisasi.” Di dalam pendekatan ini, menafsirkan sebuah teks dinyatakan sebagai mempersonalisasikan jejak esensi realitas yang tersingkap di dalam dan melalui struktur teks. Ini menunjukkan bahwa membaca sebuah teks tidak membawa kepada perjumpaan dengan penulis atau “dunia” yang dibangunnya. Tetapi membawa kepada perjumpaan dengan jejak esensi realitas yang dipersonalisasikan penulis. Alhasil, memahami teks adalah memahami permainan personalisasi dalam hal mewujudkan jejak esensi realitas.
Ancaman Eksistensial Bagi Kemanusiaan dan Kegagapan Manusia Yang Naif: : Pemeriksaan Kritis Mengenai Kecerdasan Buatan dalam Pendidikan Agustinus Tamtama Putra
Dekonstruksi Vol. 11 No. 02 (2025): Jurnal Dekonstruksi Volume 11.2
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v11i02.304

Abstract

There are two trends in education in the face of rapid and massive technological development, in this case Artificial Intelligence. One pole reviles Artificial Intelligence as an existential threat to humanity, while the other pole glorifies Artificial Intelligence as a genius invention, a sophisticated and reliable product of modern thinking. This paper aims to examine the strengths and weaknesses of these two polar opposites in the contemporary debate on Artificial Intelligence, particularly in the realm of education. Through a literature study in which the latest scientific research is scrutinised and tested, the author aims to clash the two schools of thought within the framework of human philosophy as a dialectical subject, along with the ethical dimensions that surround the debate on Artificial Intelligence. As a finding of the research, as well as to synthesise the two opposing poles, the author sees that the collaboration between humans and Artificial Intelligence is a necessity in this day and age because moral and ethical boundaries can only be provided when humans are truly involved and take part in the dynamics of Artificial Intelligence. Human insecurity in the face of Artificial Intelligence should also not happen because the capacity of human soul, spirit and work can never be replaced by Artificial Intelligence. The realm of education can utilise Artificial Intelligence to further advance humanity.