cover
Contact Name
Syakieb Sungkar
Contact Email
jurnal.dekonstruksi@yahoo.com
Phone
+62811101722
Journal Mail Official
jurnal.dekonstruksi@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Tebet Mas Indah III Blok E No. 40 Tebet Barat, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 13115
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Dekonstruksi
Published by Gerakan Indonesia Kita
ISSN : 27746828     EISSN : 2797233X     DOI : 10.54154/dekonstruksi
Jurnal Dekonstruksi is a scientific journal published by Gerakan Indonesia Kita (GITA). This journal publishes scientific articles and research reports on the study of philosophy, art, social science, and cultural studies forth times a year.
Articles 239 Documents
Apologetika dalam Konteks Kristen sebagai Jembatan dalam Dialog Antaragama Ambarita, Chrispo; Siregar, Angella Rossanne Putri; Siagian, Riris Johanna
Dekonstruksi Vol. 11 No. 03 (2025): Jurnal Dekonstruksi Volume 11.3
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v11i03.323

Abstract

Dialog antaragama merupakan hal yang penting untukdilakukan di tengah keberagaman agama saat ini untukmenghindari kesalahpahaman yang akan mengakibatkankonflik. Apologetika dapat menjadi solusi sebagai jembatandalam dialog antaragama. Tulisan ini membahas dasar-dasar, teori, praktik, dan peran apologetika dalam dialog antaragama. Penyusanan tulisan ini menggunakan metode pendekatan studiliteratur. Melalui pendekatan yang inklusif dan diaogis, apologetika tidak hanya mempertahankan atau membelakeyakinan tetapi juga membantu memahami keyakinan orang lain. Oleh karena itu, tulisan ini akan melihat bagaimanaapologetika dapat digunakan dalam membangun dialog antaragama dan mengurangi konflik antaragama.
Dromologi dalam Fitur Close Friends Instagram di Kalangan Generasi Z Setiawan, Fristian
Dekonstruksi Vol. 11 No. 03 (2025): Jurnal Dekonstruksi Volume 11.3
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v11i03.325

Abstract

Dromologi adalah kondisi manusia di era digital dengan kecepatan dalam segala aspek kehidupan. Dromologi lahir di era pascamodernisme, yang mengakibatkan dromologi membawa relativisme kebenaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat implikasi dromologi pada bentuk komunikasi digital, yakni penggunaan close friends Instagram yang dilakukan oleh Generasi Z. Metode penelitian ini adalah fenomenologi dengan jenis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk konkret dari dromologi dapat terlihat melalui fenomena-fenomena unik yang Generasi Z lakukan saat menggunakan fitur close friends Instagram. Termasuk fenomena saat salah satunya perbedaan teman di dunia digital dengan teman di dunia fisik, hal ini menandakan relatifnya kebenaran yang diyakini terkait definisi teman dekat.
Bahasa Sebagai Teknologi Bio-Politik: Analisis Novel 1984 dalam Perspektif Teori Foucault dan Agamben Septianno , Beda Holy; Aslam, Aman; Krismonila, Lucia; Upaka, Thatsanai
Dekonstruksi Vol. 11 No. 03 (2025): Jurnal Dekonstruksi Volume 11.3
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v11i03.327

Abstract

Abstrak Negara bekerja mencapai tujuannya melalui banyak mekanisme kekuasaan. Dalam Novel 1984, George Orwell menggambarkan sebuah negara totalitarian yang mempertahankan kekuasaannya dengan pendekatan manipulasi bahasa, sejauh pikiran manusia selalu bergantung pada kata (bahasa). Dalam manipulasi yang ilmiah ini ada agenda kekuasaan. Melalui analisis Foucault dan Agamben, makalah ini menunjukan bagaimana logika kekuasaan (panopticon) bekerja, salah satunya melalui bahasa. Teknologi kekuasaan atas bahasa ditempuh lewat pengawasan sosial (social surveillance) tentang kebenaran dan penulisan ulang sejarah. Melalui penelitian ini, kami menemukan bahwa pengawasan sosial seperti digambarkan dalam 1984 membatalkan atau menghapus hidup politik (bios).
Antara MK dan Demokrasi: Menilik Kembali Putusan MK No. 90 yang Merusak Demokrasi Indonesia. Arga, Feliks
Dekonstruksi Vol. 11 No. 03 (2025): Jurnal Dekonstruksi Volume 11.3
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v11i03.328

Abstract

The Indonesian Constitutional Court in 2023 made a verdict that changed the electoral process in Indonesia. The decision, known as Constitutional Court Decree No. 90 in 2023, paved the way for Gibran Rakabuming Raka, the son of former president Joko Widodo, to run as the vice presidential candidate alongside Prabowo Subianto as the presidential candidate. This hurt the Indonesian democratic election that was taking place at the time. As the son of the incumbent president, Gibran's advancement as a vice presidential candidate by changing the existing law perpetuated the practice of nepotism—the same principle that was fought against by reform in 1998. Through this paper, the author aims to show how far the decisions are actually guided by the moral ethics of law in Indonesia and how the decisions undermine the dignity and value of democracy in Indonesia by perpetuating nepotism in the nomination of presidential and vice presidential candidates in the 2024 general elections.
Kebebasan yang Berinkarnasi: Telaah Kritis atas Filsafat Kehendak Paul Ricoeur Sungkar, Syakieb
Dekonstruksi Vol. 11 No. 03 (2025): Jurnal Dekonstruksi Volume 11.3
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v11i03.329

Abstract

Artikel ini membahas secara mendalam struktur filsafat kehendak Paul Ricoeur sebagaimana dikembangkan dalam tiga tahap konseptual: eidetik kehendak, empirik kehendak, dan puitika kehendak.[1] Dengan pendekatan fenomenologis-hermeneutik, Ricoeur menafsirkan kehendak manusia dalam dialektika antara yang berkehendak (voluntary) dan yang tidak berkehendak (involuntary), serta mengusulkan model kebebasan manusia sebagai kebebasan yang berinkarnasi —yakni kebebasan yang konkret, terbatas, tetapi tetap otonom dalam ruang historis dan tubuh biologis.[2] Artikel ini juga membandingkan pendekatan Ricoeur dengan beberapa pemikir utama lainnya seperti Edmund Husserl[3], Maurice Merleau-Ponty[4], dan Jean-Paul Sartre untuk menyoroti kontribusi orisinal Ricoeur dalam membangun sebuah filsafat subjek yang non-dualistis dan dialogis.[5] Pendekatan ini membuka jalan bagi pemahaman interdisipliner antara filsafat, psikologi, dan hermeneutika dalam menjelaskan dinamika kehendak manusia.[6] [1] Ricoeur, Paul (1950). Freedom and Nature: The Voluntary and the Involuntary. Paris: Aubier. [2] Ricoeur, Paul (1960). Fallible Man. New York: Fordham University Press. [3] Husserl, Edmund (1931). Ideas: General Introduction to Pure Phenomenology. trans. W. R. Boyce Gibson. London: Macmillan (original work published 1913). [4] Merleau-Ponty, Maurice (1962). Phenomenology of Perception. trans. Colin Smith. London: Routledge & Kegan Paul (original work published 1945). [5] Sartre, Jean-Paul (1956). Being and Nothingness: An Essay in Phenomenological Ontology. trans. Hazel E. Barnes. New York: Philosophical Library (original work published 1943). [6] Ricoeur, Paul (1976). Interpretation Theory: Discourse and the Surplus of Meaning. trans. David Ihde. Fort Worth: Texas Christian University Press.
Teori Seni sebagai Medium Pembebasan dalam Pendekatan Personalisasi Ruhupatty, Chris
Dekonstruksi Vol. 11 No. 03 (2025): Jurnal Dekonstruksi Volume 11.3
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v11i03.333

Abstract

Artikel ini mendiskusikan seni pada tataran teoretis dengan memberikan penekanan terhadap unsur epistemologinya. Teori yang menjadi perhatian secara khusus adalah teori seni berdasarkan pemikiran Immanuel Kant. Di dalam konteks ini, Kant menilai seni berdasarkan teori praktis yang dibatasi oleh regulasi atau konsep-konsep bawaan pada struktur pemahaman. Sehingga Kant menilai kualitas seni berdasarkan penilaian terhadap keindahan alami yang tidak hanya bersifat estetis tapi juga sublim. Dengan perkataan lain, meskipun seni dibangun berdasarkan hubungan dengan fakta sosial, tapi tetap memiliki potensi untuk menjadi objektif atau universal. Alhasil, seni adalah media atau alat yang merepresentasikan esensi keindahan alami realitas. Di sisi lain, artikel ini memandang seni sebagai medium yang membawa kepada pengalaman personal manusia yang terpapar langsung dengan esensi realitas. Karena artikel ini menunjukkan bahwa manusia memahami realitas dengan cara mempersonalisasikannya ke dalam bentuk karya dan karsa. Sehingga hasil karya dan karsa tidak mencerminkan esensi realitas secara langsung, tapi membawa kepada penyingkapan jejak-jejak keberadaannya yang telah dipersonalisasi. Oleh sebab itu, seni adalah platform bagi perwujudan kebebasan merekayasa esensi realitas ke dalam bentuk perspektif dan tindakan personal.
Disarming Communication: : Refleksi Atas Pesan Paus Fransiskus di Hari Komunikasi Sosial Sedunia Ke-59 Susanto, Gabriel Abdi
Dekonstruksi Vol. 11 No. 03 (2025): Jurnal Dekonstruksi Volume 11.3
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v11i03.338

Abstract

Tulisan ini mengkaji pesan Paus Fransiskus dalam peringatan Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-59 yang berjudul Share with gentleness the hope that is in your hearts (cf. 1 Pet 3:15-16). Paus menggarisbawahi tantangan disinformasi, polarisasi, dan dominasi kekuatan tertentu dalam komunikasi publik. Fokus utama pesan ini adalah membangun komunikasi yang membawa harapan, menghindari agresivitas, dan menumbuhkan budaya dialog. Studi ini mengupas pesan tersebut dalam konteks komunikasi sosial Gereja dan relevansinya dalam era digital saat ini.
Pengetahuan Melalui Penciptaan :: Epistemologi Praksis dalam Seni Instalasi The Cats World Sebagai Relasi Emosional di Dunia Urban Sungkar, Anna
Dekonstruksi Vol. 11 No. 03 (2025): Jurnal Dekonstruksi Volume 11.3
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v11i03.339

Abstract

Karya seni tidak hanya sebagai produk estetis, tetapi juga sebagai wujud pemikiran embodied yangmampu menyingkap struktur-struktur afektif, sosial, dan eksistensial dalam kehidupan manusia. Gagasanbahwa penciptaan seni merupakan sebuah bentuk knowing in action (Schön, 1983), atau bahkan site ofknowledge production (Bolt, 2007), telah membuka ruang bagi seniman untuk mewujudkan pengalamankreatifnya sebagai bentuk refleksi epistemologis. Penelitian ini didasarkan atas pengamatan selamamengkurasi karya instalasi The Cats World yang diciptakan Syakieb Sungkar selama kurun periodetahun 2024 (perencanaan) dan tahun 2025 (produksi). Dengan mengambil pendekatan practice-led research,penulis menelusuri bagaimana intuisi, tubuh, material, dan interaksi publik berkontribusi terhadapterbentuknya epistemologi personal dalam seni.
Reinkarnasi sebagai Proses Dinamis: Sebuah Upaya Penafsiran dalam Perspektif Filsafat Proses Alfred N. Whitehead Sianipar, Yesika
Dekonstruksi Vol. 11 No. 04 (2025): Jurnal Dekonstruksi Volume 11.4
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v11i04.331

Abstract

Artikel ini merupakan sebuah upaya penafsiran penulis dalam mengeksplorasi gagasan reinkarnasi dalam kerangka Filsafat Proses Alfred North Whitehead, yang menekankan dinamisme dan interkoneksi dalam realitas. Reinkarnasi, yang sering dipahami sebagai konsep kehidupan setelah kematian, ditafsirkan dalam konteks prosesual sebagai evolusi terus-menerus dari entitas yang terjalin dalam relasi kosmik. Dengan melihat prinsip ‘proses’ yang mirip dengan hukum penyebaban dalam Buddhisme kita dapat memahami reinkarnasi menurut perspektif filsafat proses. Perlu ditegaskan bahwa Whitehead tidak pernah secara eksplisit membahas tentang reinkarnasi, namun perspektifnya memberikan kerangka yang dapat menjelaskan fenomena ini. Melalui pendekatan filsafat proses, penelitian ini menawarkan pemahaman yang lebih luas tentang reinkarnasi. Pandangan Whitehead dapat memberikan wawasan yang berharga terhadap fenomena ini, sehingga filsafat proses dapat menjadi cara atau jalan yang baru untuk memahami reinkarnasi.
Analisis Lukisan “Kehidupan Desa” Karya Sudjana Kerton Berdasarkan Teori Semiotika Ferdinand De Saussure Ica, Elsabila Aulia Khoirunissa; Suherlan, Yayan
Dekonstruksi Vol. 11 No. 04 (2025): Jurnal Dekonstruksi Volume 11.4
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v11i04.334

Abstract

Sudjana Kerton merupakan seniman yang sering menggambarkan tentang kehidupan sosial, dengan gaya ekspresif yang khas dan deformatif. Kehidupan sosial pada masyarakat desa sering digambarkan dengan suasana yang masih tradisional dalam aktivitasnya. Satu diantara karya lukisannya yang akan di teliti dalam penelitian ini berjudul “Kehidupan Desa”. Metode pendekatan yang digunakan yaitu kualitatif dengan teknik studi pustaka dan penelusuran data online. Analisis ini menggunakan teori semiotika ferdinand de saussure untuk mengkaji tanda dan makna dalam karya lukisnya. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah elemen-elemen visual dalam lukisan seperti warna, objek, dan bentuk sebagai penanda (signifer). Serta untuk memahami makna yang terkandung didalamnya sebagai petanda (signified). Hasil analisis menunjukkan bahwa simbol-simbol dalam lukisan “Kehidupan Desa” merepresentasikan nilai-nilai sosial dan budaya masyarakat desa di Indonesia, serta mengandung pesan bahwa mempertahankan identitas budaya di tengah perubahan zaman sangat penting. Penelitian ini memiliki peran dalam memahami karya lukis sebagai perwujudan kehidupan masyarakat desa melalui pendekatan semiotika.