cover
Contact Name
Syakieb Sungkar
Contact Email
jurnal.dekonstruksi@yahoo.com
Phone
+62811101722
Journal Mail Official
jurnal.dekonstruksi@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Tebet Mas Indah III Blok E No. 40 Tebet Barat, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 13115
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Dekonstruksi
Published by Gerakan Indonesia Kita
ISSN : 27746828     EISSN : 2797233X     DOI : 10.54154/dekonstruksi
Jurnal Dekonstruksi is a scientific journal published by Gerakan Indonesia Kita (GITA). This journal publishes scientific articles and research reports on the study of philosophy, art, social science, and cultural studies forth times a year.
Articles 257 Documents
Karya Instalasi dari Masa ke Masa Anna Sungkar
Dekonstruksi Vol. 5 No. 01 (2022): Jurnal Dekonstruksi
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1234.61 KB) | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v5i01.82

Abstract

Karya Instalasi yang dimulai ketika pada tahun 1917 Marcel Duchamp meletakkan Urinoir pada sebuah pameran di New York, terus menjadi trend sampai saat ini. Karya Duchamp yang diberi judul “Fountain” itu menjadi cikal bakal pengembangan instalasi yang menjadi besar pada tahun 60an. Adanya kesalahpahaman bahwa seni instalasi yang umurnya sudah seabad itu sebagai suatu penemuan baru dalam senirupa, membuat segelintir komunitas seni di Indonesia belum merasa kontemporer kalau tidak membuat atau mengoleksi karya instalasi. Muncul pertanyaan, mengapa karya instalasi tidak pernah menjadi hit dalam art market.
Pameran Tunggal Syakieb Sungkar: Retro Expressionism, Painting Reenactment Asmudjo J. Irianto
Dekonstruksi Vol. 5 No. 01 (2022): Jurnal Dekonstruksi
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2081.405 KB) | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v5i01.83

Abstract

Dalam estetika otonom modernis, seni lukis menduduki peranan utama, apa yang disebut seni rupa modern tak lain adalah seni lukis. Kendati setelah itu, seni lukis berkali-kali dinyatakan “mati”—karena kehadiran fotografi, seni instalasi, heppening art, performance art, dan new media art—namun seni lukis membuktikan dirinya dapat terus hidup dan berkembang. Ketika membahas lukisan-lukisan Syakieb Sungkar, Asmudjo J. Irianto mengatakan, pada dasarnya seni lukis menjadi bagian penting dalam praktik seni rupa kontemporer global, demikian pula yang tampak dalam seni rupa kontemporer Indonesia. Seni lukis tetap menjadi primadona.
Melihat Wanita dengan Perut Berlemak I Gede Made Surya Darma
Dekonstruksi Vol. 5 No. 01 (2022): Jurnal Dekonstruksi
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.115 KB) | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v5i01.84

Abstract

Melukis dengan menonjolkan bagian yang berlemak adalah suatu penghormatan untuk tubuh. Seluruh bagian tubuh memiliki sisi menariknya, karena kecantikan itu adalah bahasa universal yang tidak bisa hanya dinilai dengan ukuran bentuk. Semua unsur tubuh memiliki kelebihan dan daya tarik masing-masing. Dalam pengamatan I Gede Made Surya Darma, terlihat Syakieb tidak peduli dengan market. Ia menjadi kontemporer dengan gayanya sendiri: lingkungan dan peristiwa dalam kehidupannya sehari-hari dituangkannya dalam kanvas, dengan kejujuran dan gaya jenaka.
Studi Kemiskinan di Negara Berkembang Syakieb Sungkar
Dekonstruksi Vol. 5 No. 01 (2022): Jurnal Dekonstruksi
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.161 KB) | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v5i01.85

Abstract

Penanggulangan kemiskinan di negara berkembang dilakukan dengan berbagai macam cara. Beberapa upaya dari negara diuraikan di sini, seperti memberikan solusi makro dengan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional, pemberian kemudahan akses kredit perbankan, dan ada juga yang memberikan solusi secara mikro dengan memberikan bantuan langsung tunai (BLT) yang disebut sebagai program pendapatan dasar universal, karena transfer tunai diberikan secara merata ke setiap orang. Diuraikan pula solusi Microfinance seperti yang dilakukan Grameen Bank. Demikian pula pengiriman uang dari buruh migran terhadap keluarganya di tanah air juga dapat mengentaskan kemiskinan. Ada banyak keberhasilan dan tentu saja banyak terdapat kelemahan pada program-program tersebut yang menjadi ruang untuk perbaikan dan peningkatan keberhasilan.
Salam Redaksi Vol. 6 Syakieb Sungkar
Dekonstruksi Vol. 6 No. 01 (2022): Jurnal Dekonstruksi
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.808 KB)

Abstract

Jurnal Dekonstruksi Volume 6 banyak bercerita masalah keberagaman budaya.
Work Sucks, I Know: Herbert Marcuse Mengenai Pekerjaan Sebagai Represi Manusia Aldrich Anthonio
Dekonstruksi Vol. 6 No. 01 (2022): Jurnal Dekonstruksi
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.279 KB) | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v6i01.88

Abstract

Peradaban dan pekerjaan bagi Herbert Marcuse adalah sebuah represi terhadap kehidupan manusia. Berangkat dari pemahaman Freud, terdapat dua tingkatan represi: ontogenetik dan filogenetik. Represi ontogenetik adalah represi individu berdasarkan struktur ego, superego, dan id; sedangkan represi filogenetik adalah represi masyarakat yang dimulai dari kondisi alamiahnya pada kelompok primal. Dalam kedua tingkatan tersebut prinsip kenikmatan (berkaitan dengan pemuasan hasrat) dikalahkan oleh prinsip realitas (ingin mempertahankan hidup di dunia). Namun dalam sistem kapitalisme muncul penindasan lanjutan melalui represi-berlebih (surplus-repression) dan prinsip prestasi (performance principle). Sebagai jalan keluar dari kondisi ini Marcuse merasa perlunya perubahan kesadaran manusia melalui bidang estetika, yaitu seni, yang dianggapnya tidak pernah berada dalam dominasi prinsip prestasi. Menurutnya pekerjaan dan peradaban masih mungkin terjadi tanpa penindasan, dan pekerjaan bisa menjadi bukan cara mempertahankan hidup melainkan sebagai cara mengekspresikan diri.
Seni Rupa dan “Fundamentalisme” Agama Wicaksono Adi
Dekonstruksi Vol. 6 No. 01 (2022): Jurnal Dekonstruksi
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1180.414 KB) | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v6i01.89

Abstract

Seni sejatinya memiliki peluang untuk mengurangi kadar otokratisme segala bentuk fundamentatisme dengan menciptakan ruang-ruang pertemuan dari berbagai entitas yang telah mengalami eksklusi dan konfrontasi tanpa akhir. Ia dapat menciptakan ruang-ruang pertemuan baru untuk memicu permainan bentuk sebagai pengalaman bersama yang tak terduga. Pada derajat tertentu seni modern telah mengganti seni religius tradisional dengan spiritualitas individual yang sekuler. Seni modern juga memiliki tendensi kritikal terhadap bentuk-bentuk dehumanisasi kultur kapitalisme-industrial maupun totalisme politik. Tapi, setelah artikulasi kritikal itu mulai tumpul, seni modern kemudian mengalihkan sasaran “agresi” kepada dirinya sendiri sebagai kritik lanjutan terhadap “modernitas” itu sendiri.
Rasa - Surat-surat Ayu Utami Ayu Utami
Dekonstruksi Vol. 6 No. 01 (2022): Jurnal Dekonstruksi
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1968.692 KB) | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v6i01.90

Abstract

Ayu Utami menuliskan argumentasi bagaimana ia menilai tiga karya pilihan dari 10 karya terbaik pada Hadiah Sastra Rasa 2022. Hadiah Sastra Rasa ditujukan untuk para penulis pemula. Menurutnya, memberikan Hadiah Sastra merupakan cara merawat dan memelihara sastra Indonesia. Esei mengenai karya-karya Sasti Gotama, Thoriq Aufar dan Hilmi Faiq, merupakan kritik sastra yang menarik, walau ia mengaku pemenang sayembara merupakan pilihan personal. Namun metodologinya dalam menulis kritik sastra telah memberikan kesejukan dalam padang tandus tulisan serius tentang sastra di negeri ini.
Membaca Saman dalam Bingkai Etika Tanggung Jawab Emmanuel Levinas Nurul Annisa Hamudy
Dekonstruksi Vol. 6 No. 01 (2022): Jurnal Dekonstruksi
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.402 KB) | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v6i01.91

Abstract

Tulisan ini tentang refleksi filosofis novel Saman yang diulas dalam bingkai etika tanggung jawab Emmanuel Levinas. Novel ini menyajikan ilustrasi yang relevan dengan pemikiran Levinas saat Saman berjumpa dan terusik dengan gadis miskin berkebutuhan khusus asal Sei Kumbang yang mengalami banyak masalah. Keterusikan ini dialami bukan karena gadis dikurung oleh keluarganya, melainkan karena Saman melihatnya sebagai manusia lain. Dalam pandangan Levinas, etika pertama-tama selalu terkait pertemuan konkret dengan orang lain, bukan dengan pemikiran yang bersifat abstrak mengenai relasi antarmanusia. Dalam perjumpaan dengan wajah yang lain, Saman menurut Levinas telah menjadi sandera yang tidak bisa menutup mata atas penderitaan orang lain setelah berjumpa dengannya. Suatu pertemuan yang menuntut tanggung jawab terhadap wajah yang lain tak terhindarkan. Dalam ketidakberdayaannya, wajah orang lain mengusik dan menginterupsi kenyamanan hidup Saman.
Benturan Antarperadaban Huntington Syakieb Sungkar
Dekonstruksi Vol. 6 No. 01 (2022): Jurnal Dekonstruksi
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.437 KB) | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v6i01.92

Abstract

Perang Rusia melawan Ukraina tiba-tiba membuat orang kembali mengingat buku Huntington tentang The Clash of Civilization. Mengapa Rusia yang mewakili peradaban Ortodoks - menurut Huntington, berbeda dengan Ukraina yang menurutnya bagian dari peradaban Barat, hal itu tidak mendapat penjelasan yang memadai dalam bukunya. Paper ini ingin membahas keanehan yang lain dari tesis Huntington itu, terutama yang menyangkut benturan antara Islam dengan Barat, yang terpengaruh pemikiran tentang Perang Salib.

Page 6 of 26 | Total Record : 257