cover
Contact Name
Syakieb Sungkar
Contact Email
jurnal.dekonstruksi@yahoo.com
Phone
+62811101722
Journal Mail Official
jurnal.dekonstruksi@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Tebet Mas Indah III Blok E No. 40 Tebet Barat, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 13115
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Dekonstruksi
Published by Gerakan Indonesia Kita
ISSN : 27746828     EISSN : 2797233X     DOI : 10.54154/dekonstruksi
Jurnal Dekonstruksi is a scientific journal published by Gerakan Indonesia Kita (GITA). This journal publishes scientific articles and research reports on the study of philosophy, art, social science, and cultural studies forth times a year.
Articles 257 Documents
TESIS ESTETIK GM Perihal Rupa, Kata, Obyek, dan yang Grotesk Goenawan Mohamad Arif Bagus Prasetyo
Dekonstruksi Vol. 7 No. 01 (2022): Jurnal Dekonstruksi Volume 7
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.902 KB) | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v7i01.105

Abstract

Pada 18 Juni 2022, di Galeri “Roh”, Jakarta dibuka pameran senirupa Syaiful Aulia Garibaldi, seniman yang bekerja dari Bandung dengan puluhan karya yang sudah dipamerkan di pelbagai galeri di dunia. Goenawan Mohamad diminta membuka dialog dengan Garibaldi. Artikel yang ditulis pada jurnal ini merupakan bagian utama dari percakapan itu. Menurut Goenawan, karya Syaiful Aulia Garibaldi dapat dilihat sebagai kontras terhadap estetika Mondrian. Kehendak Syaiful untuk mengaitkan seni rupanya dengan sains bisa jadi sesuatu yang problematis. Namun menurut Syaiful, kerja Seni dan Sains justru saling menguatkan. Dalam pengalaman berkarya, jawaban atas pertanyaan untuk apa dan apa gunanya berkarya, justru didapatkan dari lingkungan Sains.
Integrasi Teori Strukturasi Anthony Giddens dan Kajian Feminis pada Kebijakan Sumber Daya Manusia di Tempat Kerja Paulus Eko Kristianto
Dekonstruksi Vol. 7 No. 01 (2022): Jurnal Dekonstruksi Volume 7
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.788 KB) | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v7i01.106

Abstract

Persoalan ketidakadilan gender kerap terjadi di tempat kerja. Hal ini dapat dilihat dari beragam kebijakan sumber daya manusia. Artikel ini mencoba menimbang serius kebijakan tersebut dengan perpaduan teori strukturasi Anthony Giddens dan kajian feminis. Perpaduan ini dibangun melalui penelitian pustaka terhadap buku dan jurnal terkait teori strukturasi Anthony Giddens dan kajian feminis, serta potret pengalaman lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan sumber daya manusia belum maksimal memiliki suara keadilan gender, Uraian strukturasi dan feminis menjadi pijakan analisis dan menawarkan transformasi kebijakan dari ketidakadilan gender menjadi adil gender. Sudah seharusnya, kebijakan sumber daya manusia yang ada mengalami transformasi menjadi semakin sensitif gender dan meminimalisasi beragam bentuk ketidakadilan. Tentu, hal ini bukan perkara mudah. Kerjasama dari berbagai pihak menjadi sebuah keniscayaan dan dilakukan bersama.
Diplomasi Indonesia di Laut China Selatan Syakieb Sungkar
Dekonstruksi Vol. 7 No. 01 (2022): Jurnal Dekonstruksi Volume 7
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.513 KB) | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v7i01.107

Abstract

Konflik di China Selatan dimulai ketika di tahun 1994 Tiongkok mengukir 9 garis putus-putus dalam peta laut China Selatan. Namun akar permasalahan yang sesungguhnya sudah dimulai sejak tahun 1930 karena minimnya pengetahuan pemerintah Tiongkok dalam Geografi. Indonesia yang semula berada dalam garis depan melindungi negara-negara ASEAN, kemudian berbalik arah melindungi dirinya sendiri dari klaim Tiongkok atas Natuna. Sementara Jokowi lebih menginginkan adanya diplomasi yang realistis sambil mengharapkan masuknya investasi dari negara tirai bambu itu.
Why Society Change: Anthony Giddens’s Structuration Theory and Time-Space Distanciation Nomine Del-Shamarran
Dekonstruksi Vol. 7 No. 01 (2022): Jurnal Dekonstruksi Volume 7
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.189 KB) | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v7i01.108

Abstract

Nomine Del-Shamarran membahas kritik Anthony Giddens terhadap teori perubahan sosial dan usahanya untuk menjelaskan perubahan sosial melalui teori strukturasi. Teori perubahan sosial adalah teori yang berusaha menjelaskan perubahan dalam masyarakat berdasarkan kriteria mekanisme tunggal, misal - Marx (Kekuatan Produksi), Durkheim (Pembagian Tenaga Kerja), dan Freud-Marcuse (Represi Seksual). Giddens mengkritik teori-teori ini karena mereka terlalu deterministik dan teori-teori ini gagal untuk mengenali agensi manusia dalam masyarakat. Giddens secara khusus memberikan perhatian pada evolusionisme dalam kritiknya. Ia mendefinisikan evolusionisme sebagai teori perubahan sosial yang terkait dengan kemajuan yang tidak dapat diubah dalam masyarakat ke tingkat yang lebih tinggi berdasarkan kriteria tertentu yang berkaitan dengan teori evolusi dalam biologi. Sejarah manusia bagi Giddens bukanlah kisah evolusi seperti Darwin. Ia menganggapnya lebih episodik, terkait dengan konsep kebangkitan dan kejatuhan peradaban Toynbee.
Salam Redaksi Vol. 8 Syakieb Sungkar
Dekonstruksi Vol. 8 No. 01 (2022): Jurnal Dekonstruksi Volume 8
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal kali ini banyak berbicara tentang sastra dan seni rupa serta erotika.
Membaca Gurindam daripada Nietzsche Ayu Utami
Dekonstruksi Vol. 8 No. 01 (2022): Jurnal Dekonstruksi Volume 8
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v8i01.115

Abstract

Esei ini membicarakan tentang Nietzsche yang filsuf sekaligus sastrawan dan pemusik. Prinsip estetika Nietzsche yang pertama adalah mudah dan ringan. Mudah dan ringan menurut kriteria Nietzsche sendiri. Sesuatu yang hanya merangsang syaraf dan indera dan tak lebih dari itu tidak masuk hitungannya — seperti musik Wagner. Menurutnya, keindahan adalah untuk sedikit orang. Ia juga tidak percaya ada keindahan an sich. Keindahan pada dirinya sendiri adalah suatu makhluk mitologis, sejenis dengan idealisme. Padahal, estetika harus berkelindan dengan prinsip biologis. Prinsip biologis yang ia maksud adalah adanya gerak hidup yang naik dan gerak hidup yang turun (degenerasi). Dari situ, ada estetika yang merayakan hidup, yaitu estetika klasik. Dan, ada estetika yang membenci hidup, atau estetika dekaden, yaitu estetika modern yang ia saksikan. Kasus Wagner baginya adalah kasus dekadensi Eropa modern. Ia mencerca gaya Wagner sebagai brutal, palsu, tidak canggih, dengan membandingkannya pada karya komponis Prancis George Bizet, Carmen, yang ia tonton sedikitnya sampai dua puluh kali.
Filsafat (di) Indonesia pada Masa Pandemi: Sebuah Retrospeksi Syarif Maulana
Dekonstruksi Vol. 8 No. 01 (2022): Jurnal Dekonstruksi Volume 8
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v8i01.116

Abstract

Para filsuf atau bisa juga para pengkaji filsafat, adalah orang-orang yang bisa dikatakan “kesepian”. Mereka bergulat dengan pikirannya sendiri atau paling banter berdiskusi dengan teman-temannya yang sepemikiran. Itupun jumlahnya bisa jadi sangat sedikit. Dengan dibukanya akses melalui daring, para filsuf atau para pengkaji filsafat menjadi memiliki kesempatan untuk mendiskusikan pemikirannya dengan banyak orang. Selain bertemu teman sepemikiran yang berasal dari wilayah lain di Indonesia atau bahkan di luar negeri, para filsuf atau pengkaji filsafat ini juga bisa beradu pandangan dengan para peserta diskusi yang tak kalah kritis dan jumlahnya kian bertambah dari waktu ke waktu. Kita bisa asumsikan bahwa para pembelajar filsafat adalah orang-orang yang serius. Dalam artian, mereka adalah orang-orang yang benar-benar mencintai ilmu, tanpa perlu mengaitkannya dengan tujuan instrumental seperti kemudahan akses kerja. Namun amat disayangkan bahwa usaha-usaha mereka untuk mendalami ilmu ini seringkali terhambat akses geografis yang berdampak pada persoalan ekonomi.
Erotika Goenawan Mohamad
Dekonstruksi Vol. 8 No. 01 (2022): Jurnal Dekonstruksi Volume 8
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v8i01.117

Abstract

Seni rupa diasumsikan lahir dari dualisme (subyek/obyek dan melihat/dilihat) di mana subyek merepresi obyek, menentukan ukuran dan ruangnya. Sementara subyek, dengan tatapannya yang menentukan, seakan-akan terlepas dari sudut pandangnya dan tak terpengaruh si obyek. Dürer dan orang sezamannya percaya bahwa keindahan, sebagai kesan visual, bisa dijabarkan sebagai sesuatu yang bisa diukur secara obyektif. Ia percaya bahwa ‘melihat’ bisa menangkap dengan pasti dunia di luar diri subyek. Bagi Descartes, bukan mata itu yang melihat, melainkan rasio, atau sukma. Dengan mengambil ‘hanya dalam beberapa hal saja’ dari realitas, dan menyisihkan yang lain, tubuh ini adalah sebuah tubuh yang diorganisir untuk menghadirkan sebuah ide tertentu. Tak jauh berbeda dari tubuh perempuan-perempuan yang molek dalam kanvas Ingress, tubuh itu pun tak merdeka. Yang-erotik dalam kanvas adalah sesuatu yang diatur: perempuan-perempuan yang dipasang pasif dalam sebuah ruang untuk mentaati sebuah ide (laki-laki) tentang kecantikan seksual. Jernih, mudah terlihat, tapi kaku dan nyaris beku.
Melihat Chairil dari Empat Lembar Catatan Jassin Hasan Aspahani
Dekonstruksi Vol. 8 No. 01 (2022): Jurnal Dekonstruksi Volume 8
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v8i01.118

Abstract

H.B. Jassin meninggalkan catatan harian yang ditulis dengan mesin ketik. Catatan ini terkait pemikiran, opini, dan tinjauannya atas situasi yang ia hadapi terkait pekerjaannya. Juga sedikit cerita pribadi.Catatan Jassin itu bisa menjadi bahan penting dan amat kuat menggambarkan beberapa hal tentang Chairil Anwar, sosok yang ia beri perhatian penuh itu, juga melukiskan situasi Jakarta ketika Jepang sedang berkuasa. Terhadap kuasa Jepang kala itu, kalau mau selamat orang harus jadi munafik “bermoeka doea”. Pergantian kekuasan dari Belanda ke Jepang amat mendadak. Jepang harus mencurigai semua orang sebagai pendukung Belanda. Penangkapan, penyiksaan, pengawasan amat menekan kehidupan.
Sutherland dan Churchill Anna Sungkar
Dekonstruksi Vol. 8 No. 01 (2022): Jurnal Dekonstruksi Volume 8
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v8i01.119

Abstract

Graham Sutherland adalah pelukis modernis terkemuka Inggris setelah perang dunia kedua. Di tahun 1954 ia pernah mendapat pekerjaan komisioning untuk melukis Perdana Menteri Winston Churchill. Karya-karya Graham termasuk dalam genre Neo-Romantik yang menjadi trend di Inggris setelah Perang Dunia II.

Page 8 of 26 | Total Record : 257