cover
Contact Name
Ali Multazam
Contact Email
physiohs@umm.ac.id
Phone
+6285255549895
Journal Mail Official
physiohs@umm.ac.id
Editorial Address
https://ejournal.umm.ac.id/index.php/physiohs/about/editorialTeam
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Physiotherapy Health Science (PhysioHS)
Core Subject : Health, Science,
PhysioHS is a scientific publication and communication for widespread research and criticism topics in physiotherapy and health science. PhysioHS was published by the Department of the Physiotherapy University of Muhammadiyah Malang with frequency twice yearly in June and December. Information on PhysioHS focus and spacing include the following, Physiotherapy, Health Science, Public Health, and Rehabilitation.
Articles 109 Documents
Perbandingan Tiga Sudut Wall Squats Terhadap Aktivasi Otot Quadriceps Nasirudin, Yusuf; Sudarsono, Ari; Kurniawan, Ganesa Puput Dinda
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 7 No. 1 (2024): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - June 2024
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v7i1.32890

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan tiga sudut wall squats terhadap aktivasi otot quadriceps. Metode pengambilan sampel dengan metode random sampling populasi pada penelitian ini adalah 50 yaitu seluruh mahasiswa yang aktif dalam olahraga yang masuk dalam UKM Olahraga Poltekkes Jakarta III yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Sampel adalah seluruh populasi yang sesuai karakteristik penelitian. Sampel yang diambil yang lolos masuk ke dalam kriteria inklusi, eksklusi yang telah ditentukan. Dalam penelitian ini, pengukuran sudut squats dilakukan dengan goniometer dengan sudut 40, 90 dan 100 derajat dan Surface Electromyograpy sebagai alat ukut aktivasi otot. Uji normalitas data diuji menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov, dan hasilnya menunjukkan distribusi normal pada seluruh nilai normal. Statistik hubungan antara variabel dikonfirmasi menggunakan Uji hipotesis yang digunakan adalah uji komparasi dengan ANOVA. Nilai p <0,05 dianggap signifikan secara statistik. Hasil uji statistic menunjukan terdapat perbedaan kerja pada otot quadriceps saat wall squats pada sudut 40, 90 dan 100 derajat baik pada otot Vastus Medial, Rektus Femoris dan Vastus Medialis.
Mengurangi Efek Kelelahan Pergelangan Tangan Dengan Peregangan Statis Pada Penabuh Gangsa di Desa Darmasaba, Badung I Made Dedi Suparsa
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 7 No. 1 (2024): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - June 2024
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v7i1.32940

Abstract

Penabuh gangsa saat menabuh terjadi gerakan pergelangan tangan fleksi ekstensi yang cepat saat memukul bilah gamelan. Gerakan ini dilakukan secara berulang yang mengakibatkan kelelahan yang berakibat nyeri pada pergelangan tangan. Nyeri merupakan pengalaman sensoris dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan, baik aktual maupun potensial atau yang digambarkan dalam bentuk kerusakan jaringan. Proses terjadinya nyeri pada pergelangan tangan sebenarnya dapat dilakukan tindakan pencegahan dengan cara melakukan latihan peregangan statis pada pegelangan tangan. Rancangan penelitian yang diterapkan pada penelitian ini adalah pre-eksperimental dengan One Group Pretest-Postest Design. Sampel pada penelitian ini berjumlah 10 orang berjenis kelamin laki-laki dan berumur 20-30 tahun di Desa Darmasaba. Latihan yang diberikan yaitu peregangan statis fleksi dan ekstensi pada pergelangan tangan selama 4 minggu dari tanggal 22 mei 2023 sampai 18 juni 2023 dan diberikan 3 kali dalam 1 minggu. Pengukuran nyeri pada pergelangan tangan menggunakan alat ukur VAS (Visual Aanalogue Scale) yang dilakukan sebelum diberikan latihan dan sesudah diberikan latihan. penelitian ini melakukan uji normalitas dengan Shapiro Wilk Test dan didapat sampel berdistribusi normal, setelah itu dilakukan uji hipotesis dengan Paired Sampel t-test Analisis penelitian diperoleh nilai  p=0.000. Setelah diberikan latihan ada penurunan nyeri pergelangan tangan sebesar 41,4%. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian latihan peregangan statis pergelangan tangan dapat mengurangi efek kelelahan yaitu nyeri 41,4% pada penabuh gangsa di Desa Darmasaba, Badung.
Efektifitas Heel Raise Exercise Terhadap Keseimbangan Anak Usia 7-10 Tahun Dengan Flexible Flat Foot Akibat Kegemukan Sativani, Zahra
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 7 No. 1 (2024): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - June 2024
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v7i1.33004

Abstract

Latar Belakang: Kegemukan dapat mempengaruhi struktur kaki pada anak, akibatnya dari perubahan struktur kaki akan memengaruhi perubahan foot alignment menjadi ke arah hiperpronasi (fleksible flat foot). Dampak fleksible flat foot akan membuat ketidakseimbangan tubuh. Keseimbangan merupakan salah satu keterampilan motorik yang penting untuk anak. Heel Raise Exercise mempengaruhi saraf dan struktur tulang karena terdapat rangsang propioseptif saat melakukannya untuk tubuh mempertahankan posisi yang seimbang. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh pemberian Heel Raise Exercise terhadap keseimbangan anak fleksible flat foot akibat kegemukan usia 7-10 Tahun. Metode: pra-eksperimen dengan rancangan one group pre-posttest. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2023. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel 19 orang. Hasil: hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata keseimbangan pada parameter keseimbangan pediatri sebelum intervensi adalah 45.89 menjadi 52.37. Hasil dari nilai p adalah 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Ada pengaruh heel raise exercise terhadap peningkatan keseimbangan pada anak dengan fleksible flat foot akibat kegemukan usia 7 – 10 tahun di SDN Setu.
Program Fisioterapi Dalam Peningkatan Keseimbangan Dinamis Satu Kaki Pasien Paska Operasi ACL dan LCL Reconstruction Sinistra: Case Report Mustiko, Prihantoro Larasati; Taslim, Ahmad Awaludin; Pristianto, Arif
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 7 No. 1 (2024): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - June 2024
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v7i1.33066

Abstract

Latar Belakang: Cedera pada Lateral Collateral Ligament (LCL) sering diasosiasikan dengan terjadinya cedera beriringan dengan Anterior Cruciate Ligament (ACL). Rekonstruksi ligamen merupakan prosedur bedah yang ditujukan untuk memulihkan stabilitas dengan cara menyambungkan kembali ligamen yang rusak dengan sebagian tendon dari tubuh pasien seperti tendon patellar. Tujuan: Case report ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas intervensi fisioterapi berupa latihan penguatan dan kontrol neuromuscular untuk meningkatkan keseimbangan dinamis salah satu tungkai dalam kondisi rehabilitasi paska ACL dan LCL Reconstruction Sinistra di RSO Prof. Dr. Soeharso Surakarta. Metode: Program ini dilakukan langsung kepada responden dengan kondisi pasca operasi ACL dan LCL Reconstruction fase 2 dengan pemberian terapi sebanyak 3 sesi. Pengukuran keseimbangan dinamis satu kaki responden dilakukan dengan Y-Balance test. Hasil: Setelah dilakukan terapi sebanyak tiga kali didapatkan hasil peningkatan keseimbangan dinamis satu kaki yang diukur menggunakan Y-balance test dari T0: anterior: 60 cm, posteromedial: 67 cm, posterolateral: 64 cm Menjadi T3: anterior: 63 cm, posteromedial: 70 cm, Posterolateral: 67 cm. Kesimpulan: Pemberian intervensi Fisioterapi berupa kontrol neuromuskular dan latihan penguatan pada kasus paska operasi ACL dan LCL Reconstruction Sinistra terbukti dapat mengurangi keluhan nyeri dan penurunan kekuatan otot yang berdampak pada keseimbangan dinamis satu kaki.
Hubungan Antara Kualitas Tidur dan Body Mass Index (BMI) dengan Intensitas Nyeri Haid Pada Remaja di SMA Al- Islam 1 Surakarta Wahyuni, Wahyuni
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 7 No. 1 (2024): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - June 2024
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v7i1.33132

Abstract

Latar belakang : Menatruasi dialami oleh wanita sebagai proses fisiologis pada organ reproduksinya. Masalah umum yang dirasakan oleh wanita pada usia subur adalah nyeri haid.  Nyeri haid dirasakan oleh sebesar 64,25% wanita Indonesia. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan intensitas nyeri haid bervariasi antara satu orang dengan yang lainnya, salah satunya yaitu kualitas tidur yang buruk dan Body Mass Index (BMI) yang tidak normal. Tujuan penelitian ini ialah menganalisis hubungan kualitas tidur, BMI, dan intensitas nyeri haid pada remaja. Metode penelitian : Desain penelitian yang digunakan adalah observasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini menggunakan kuesioner derajat nyeri haid yang menggunakan skala NRS, kuesioner kualitas tidur yang dikenal dengan PSQI, dan pengukuran BMI untuk menilai status gizi. Sebanyak 72 orang dilibatkan dalam sampel penelitian. Hasil penelitian ini di Uji menggunakan Uji Correlation Bivariat pearson. Hasil penelitian : Hasil penelitian yang menggunakan Uji Korelasi Bivariat Pearson menunjukkan adanya nilai hubungan antara kualitas tidur dan intensitas nyeri haid yang signifikan (r=0,270). Sebaliknya korelasi BMI dengan intensitas nyeri haid menunjukkan nilai yang tidak signifikan (r=-0,096). Kesimpulan : Ada hubungan antara kualitas tidur dengan intensitas nyeri haid (r=0.270). tetapi tidak ada hubungan antara BMI dengan intensitas nyeri haid (r=-0.096).
Telephysio Terhadap Penurunan Kelelahan Pada Kasus Long COVID Syndrome: Literature Review Pahlawi, Riza; Tedjasasmita, Najla Azzahra
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 7 No. 1 (2024): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - June 2024
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v7i1.33152

Abstract

Long Covid Syndrome adalah kondisi menetapnya gejala-gejala setelah sembuh dari COVID-19, seperti kelelahan dengan insidensi 17,5%-72%. Kondisi tersebut menyebabkan keterbatasan dalam melakukan aktivitas sehari-hari sehingga dibutuhkan intervensi fisioterapi. Namun, dalam situasi pandemi aktivitas secara virtual dapat menjadi alternatif utama untuk tetap melakukan fisioterapi. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan dalam situasi ini adalah Telephysio. Pada penelitian ini dilakukan pencarian literatur dengan kata kunci pasien Long Covid Syndrome; Telephysio; Direct Rehabilitation; outcome berupa skala kelelahan melalui Google Schoolar, Pubmed, Proquest, dan Scopus. Dari hasil pencarian dengan berbagai database, kemudian dilakukan assessment critical appraisal terhadap 11 jurnal yang dipublikasi, 4 jurnal tidak sesuai kriteria inklusi dilakukan eksklusi. Kualitas dari studi ini dinilai dengan JBI Critical Appraisal Checklist untuk resiko bias, desain studi, dan kualitas dari evidence yang dilakukan oleh P dan A sebagai reviewer utama. Sintesis data dilakukan dengan pendekatan simplified approach oleh Aveyard, et al menggunakan JBI Data Extraction. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fisibilitas Telephysio dan Direct Rehabilitation dalam penurunan kelelahan pada kasus Long Covid Syndrome serta mengetahui program, metode, dan dosis yang tepat. Dari 7 jurnal yang direview terdapat penurunan skala kelelahan pada pasien Long Covid Syndrome dengan melakukan latihan breathing exercise, aerobic exercise, strengthening exercise, dan stretching dalam masa terapi 2-6 minggu dengan frekuensi 2-3x/minggu dan berdurasi 30-40 menit/hari dengan menggunakan metode berbasis Telephysio dan Direct Rehabilitation. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian Telephysio sama efektifnya dengan pemberian Direct Rehabilitation terhadap penurunan kelelahan pada kasus Long Covid Syndrome dan dapat dijadikan alternatif dalam situasi pandemi saat ini.
Penatalaksanaan Fisioterapi pada Efusi Pleura Et Causa Hydropneumothorax dengan Modalitas Breathing Exercise dan Massage: Case Report Safitri, Syalwa
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 7 No. 1 (2024): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - June 2024
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v7i1.33271

Abstract

Latar belakang Efusi pleura adalah suatu keadaan dimana terjadi penumpukan cairan melebihi normal di dalam cavum pleura diantara pleura parietalis dan viseralis dapat berupa transudat atau cairan eksudat. Hydropneumotorax adalah adalah suatu keadaan dimana terdapat udara dan cairan di dalam rongga pleura yang mengakibatkan kolapsnya jaringan paru. Water sealed drainage (WSD) merupakan tindakan medis yang biasa digunakan untuk mengeluarkan cairan atau udara di dalam rongga pleura dengan menggunakan selang. Pasien pada Karya Tulis Ilmiah ini merupakan pasien di Rumah Sakit Paru Dr. Ario Wirawan Salatiga  dengan diaognosis  efusi pleura et causa hydropneumothorax dengan paska pemasangan Water Sealed Drainage (WSD) dextra. Problematika yang dialami pasien yakni terdapat nyeri saat bernapas pada area incisi paska bedah pemasangan WSD, spasme otot otot pernapasan, sesak napas dan penurunan ekspansi sangkar thorax dan penurunan fungsional aktivitas dengan kondisi pasien masih menjalani rawat inap di RS. Paru Dr. Ario Wirawan Salatiga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penatalaksanaan fisioterapi pada efusi pleura et causa hydropneumothorax dengan modalitas breathing exercise (dengan teknik breathing control, segmental breathing dan diaphraghmatic breathing) dan massage. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana penatalaksanaan fisioterapi pada efusi pleura et causa hydropneumothorax dengan modalitas breathing exercise yang terdiri dari breathing control, segmental breathing dan diaphragmatic breathing dan massage yang di lakukan pada area otot m. pectoralis mayor dan m. intercostalis .  Breathing exercise dan massage diberikan sebanyak 3 kali yang dilakukan pada tanggal 30 Januari 2024, 2 Febuari 2024 dan 5 Febuari 2024 . Evaluasi Pengukuran yang digunakan yaitu dengan skala borg untuk sesak nafas, antopometri untuk ekspansi sangkar thorax,spasme pada otot pernapasan, VAS untuk nyeri, Auskultasi dan Rate of preceived exertion untuk aktifitas fungsional pasien. hasil dari penatalaksanaan fisioterapi yang dilaksanakan berupa adanya penurunan sesak napas, peningkatan ekspansi sangkar thoraks, penurunan nyeri pada luka bedah paska WSD, penurunan spasme pada otot-otot perapasan.
Hubungan Antara Aktivitas Fisik Dengan Intensitas Nyeri Dismenorea Primer pada Mahasiswa Fisioterapi di Universitas Dhyana Pura Putu Anggya Sarania Devi
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 7 No. 1 (2024): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - June 2024
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v7i1.33314

Abstract

Dismenorea primer akan memuncak saat remaja beranjak umur dua puluhan awal. Dismenorea primer adalah salah satu gangguan ginekologi yang mengacu pada nyeri kram pada perut bagian bawah sebelum atau saat menstruasi tanpa adanya patologi. Aktivitas fisik yang tergolong rendah akan memicu produksi hormon prostaglandin yang merupakan penyebab timbulnya nyeri saat menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan intensitas nyeri dismenorea primer pada mahasiswi fisioterapi Universitas Dhyana Pura. Metode penelitian menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional tipe korelasional. Sampel penelitian adalah 40 orang mahasiswi Jurusan Fisioterapi Universitas Dhyana Pura. Data penelitian adalah data primer yang berupa kuesioner. Pengukuran intensitas nyeri menggunakan Numerical Pain Rating Scale (NPRS) dan pengukuran tingkat aktivitas fisik menggunakan International Physical Activity Questionnaire Short Form (IPAQSF) versi Bahasa Indonesia. Hasil uji korelasi Kendall Tau-b menunjukkan nilai p = 0,109 (p > 0,05) dengan nilai koefisiensi korelasi negatif  yang berarti berlawanan arah sehingga jika nilai aktivitas fisik semakin meningkat maka nilai intensitas nyeri akan menurun. Maka dapat disimpulkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik dengan intensitas nyeri dismenorea primer pada mahasiswi fisioterapi Universitas Dhyana Pura.
Perbedaan Sweedish Back Massage dan Brisk Walking Exercise Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Wulandari, octavia Dita
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 7 No. 1 (2024): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - June 2024
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v7i1.33413

Abstract

Seiring pertambahan usia maka akan terjadinya penurunan dari system kardiovaskuler yang dapat menyebabakan terjadinya hipetensi pada usia lanjut. DIY menepati urutan ke-12 sebagai provinsi dengan kasus hipertensi terbanyak Di Indonesia. Salah satu upaya untuk penanganan hipertensi dapat dilakukan dengan terapi nonfarmakologi, seperti terapi swedish back massage dan latihan fisik brisk walking exercise. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan swedish back massage dan brisk walking exercise terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Desain penelitian menggunakan quasi eksperimental pre and post test two group design, teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Sampel penelitian lansia yang berusia ≥45 tahun dengan jumlah sampel 26 orang yang terdiri dari 13 orang kelompok I dan 13 orang kelompok II. Kedua intervensi dilakukan selama 3 kali seminggu selama 2 minggu. Pengukuran tekanan darah menggunakan sphygmomanometer jarum. Analisa data menggunakan uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan uji independent sample t-test nilai tekanan darah setelah diberikan perlakuan pada kelompok I dan II adalah 0,084 dan 0,418 (p>0,05), artinya tidak ada perbedaan swedish back massage dan brisk walking exercise terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Pada penelitian ini tidak ada perbedaan swedish back massage dan brisk walking exercise terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi.
Hubungan Komunikasi Terapeutik Fisioterapis Dengan Tingkat Kepuasan Pasien di Instalasi Rehabilitasi Medik RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun Devika, Triana; Lubis, Zidni Imanurrohmah; Wardojo, Sri Sunaringsih Ika
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 7 No. 1 (2024): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - June 2024
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v7i1.33480

Abstract

Komunikasi terapeutik fisioterapis merupakan bagian dari intervensi fisioterapi yang berpusat kepada pasien sehingga terjadi perubahan positif dalam diri pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komunikasi terapeutik fisioterapis dengan tingkat kepuasan pasien di instalasi rehabilitasi medik RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Berdasarkan polling kualitas pelayanan di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun tahun 2022 di mana 74,4 % responden menyatakan perlu perbaikan termasuk didalamnya adalah masalah komunikasi. Metode dalam penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif dengan pendekatan berbasis survei. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan sampel 70 responden sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner yang terdiri dari data demografi, kuesioner komunikasi terapeutik fisioterapis dan kuesioner tingkat kepuasan pasien, data dianalisis dengan SPSS 25 melalui uji korelasi spearman rho. Hasil dari penelitian ini menunjukan nilai p = 0,000 (p < 0, 05) artinya terdapat hubungan yang signifikan antara komunikasi terapeutik fisioterapis dengan tingkat kepuasan pasien, nilai correlation coefficient (r) = 0,861 artinya tingkat korelasi pada penelitian ini adalah sangat kuat. Penelitian ini menegaskan bahwa pentingnya komunikasi terapeutik fisioterapis untuk meningkatkan kepuasan pasien di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun sesuai dengan visi, misi dan tujuan rumah sakit.

Page 9 of 11 | Total Record : 109