cover
Contact Name
Ali Multazam
Contact Email
physiohs@umm.ac.id
Phone
+6285255549895
Journal Mail Official
physiohs@umm.ac.id
Editorial Address
https://ejournal.umm.ac.id/index.php/physiohs/about/editorialTeam
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Physiotherapy Health Science (PhysioHS)
Core Subject : Health, Science,
PhysioHS is a scientific publication and communication for widespread research and criticism topics in physiotherapy and health science. PhysioHS was published by the Department of the Physiotherapy University of Muhammadiyah Malang with frequency twice yearly in June and December. Information on PhysioHS focus and spacing include the following, Physiotherapy, Health Science, Public Health, and Rehabilitation.
Articles 109 Documents
Pengaruh Senam Ankor (Anti Komorbid) terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Lansia di Desa Sumur Jomblangbogo, Kabupaten Pekalongan Wulandari, Irine Dwitasari Wulandari
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 6 No. 2 (2023): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - Edisi Desember 2023
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v6i2.28971

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang mengalami peningkatan setiap tahunnya terutama pada kelompok lansia. Pengelolaan yang benar diharapkan dapat mengendalikan penambah jumlah penderita hipertensi pada lansia. Senam ankor adalah senam anti komorbid yang merupakan program pengelolaan penyakit kronis berupa latihan fisik aerobik yang bertujuan untuk meningkatkan kebugaran kardiorespiratori yang dikombinasikan dengan latihan penguluran otot, latihan kekuatan otot, latihan keseimbangan, latihan kognitif dan latihan koordinasi yang sangan bermanfaat bagi penderita hipertensi lanisa . Manfaat senam ankor adalah untuk memperlancar peredaran darah, meningkatkan daya tahan jantung, paru dan pembuluh darah, menjaga fleksibilitas otot, kekuatan otot, keseimbangan, daya ingat, dan koordinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh senam ankor lansia terhadap penurunan tekanan darah pada lansia di PKK Desa Sumur Jomblangbogo. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode pre-experimen design menggunakan rancangan one grup pre-post test design. Dengan jumlah subjek 30 orang diberikan senam ankor 1 kali dalam seminggu selama 4 minggu. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah senam ankor. Alat yang digunakan sphygmomanometer untuk mengukur tekanan darah. Teknik analisa menggunakan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai mean sebelum perlakuan sebesar 126.67 (7.581) dan setelah perlakuan 82.67 (4.498) dan signifikansi p=0,000 (p<0,05). Disimpulkan ada pengaruh senam ankor lansia terhadap penurunan tekanan darah pada lansia di PKK Desa SumurJomblangbogo. 
TINGKAT PENGETAHUAN ATLET TENTANG CEDERA OLAHRAGA FUTSAL DI GSG UIN WALISONGO Triyanita, Maya
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 6 No. 2 (2023): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - Edisi Desember 2023
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v6i2.29678

Abstract

Latar belakang pentingnya penanganan cedera olaraga pada atlet. Dimana penanganan cedera olahraga dengan menggunakan metode (Protection, Rest, Ice, Compression, Elevation) PRICE. Penanganan cedera olahraga dilakukan pada minggu pertama cedera (H1 sampai H7) dengan tahapan, yaitu: 1) Protection, lindungi daerah cedera, 2) Rest, istirahatkan bukan immobilisasi daerah cedera, 3) Ice, aplikasi es berselang 10-20 menit menggunakan bantalan, 4) Compression, kompresi dengan pembebatan dari proksimal ke distal menggunakan stretch band, 5) Elevation, tinggikan daerah cedera melebihi posisi dada setinggi 30 cm.  Cedera dapat timbul akibat kesalahan teknis, kurangnya pemanasan dalam proses latihan, aktivitas fisik yang berlebihan, dan benturan langsung dapat mengakibatkan cedera. Ada dua jenis penyebab cedera: penyebab internal dan penyebab eksternal. Pemain futsal rentan terhadap cedera olahraga, namun pada kenyataannya beberapa pelatih tidak memahami penanganan awal jika terjadi cedera olahraga, sehingga penting dilakukan sosialisasi tentang penanganan awal cedera olahraga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh tingkat pengetahuan atlet tentang cedera olahraga dan terapi latihan dari atlet para pemain futsal di tournament FISIP GSG UIN Walisongo Semarang. Metode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan metode survey dengan teknik pengambilan data menggunakan kuesioner tertutup. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh atlet futsal di FISIP GSG UIN Walisongo Semarang, pengambilan sampel penelitian ini adalah seluruh atlet futsal di FISIP GSG UIN Walisongo Semarang yang berjumlah 30 orang. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif yang dinyatakan dalam persentase. Hasil data questioner menunjukkan 50% tidak mengetahui cedera olahraga dan 50% nya dalam kategori sedang.
Manfaat Pemberian Friction dan Free Active Exercise untuk Mengurangi Nyeri dan Meningkatkan Kekuatan Otot pada Frozen Shoulder agustiningsih, luhur_sesanti
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 6 No. 2 (2023): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - Edisi Desember 2023
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v6i2.29818

Abstract

Frozen Shoulder adalah suatu keadaan dimana bahu mengalami peradangan sehingga jaringan ikat di sekitar sendi bahu menjadi kencang dan tebal. Ini menyebabkan adanya rasa nyeri dan pembatasan gerak karena ruang lingkup gangguan miofasial dengan pola kapsuler mobilitas berkurang atau terbatas. Kondisi tersebut bisa terjadi tanpa sebab maupun terjadi karena trauma atau imobilisasi berkepanjangan seperti stroke atau diabetes mellitus Modalitas yang diberikan pada kasus Frozen Shoulder ini berupa pemberian Friction dan Free Active Exercise. Tujuan dari penulisan karya ilmiah ini adalah agar dapat mengetahui manfaat dari pemberian Friction dan Free Active Exercise untuk mengurangi nyeri. Setelah diberikan tindakan fisioterapi dengan modalitas Friction dan Free Active Exercise pada kasus Frozen Shoulder telah dilakukan terapi sebanyak 6 kali sesuai dengan SOP yang ditandai dengan hasil berupa penurunan nyeri, peningkatan lingkup gerak sendi, peningkatan kekuatan otot, penurunan spasme dan adanya peningkatan aktivitas fungsional dengan menggunakan modalitas tersebut.
Efektivitas Chest Physiotheraphy pada Sindroma Obstruksi Pasca Tuberkulosis (SOPT) : Case Report Amanati, Suci
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 6 No. 2 (2023): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - Edisi Desember 2023
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v6i2.29847

Abstract

Latar belakang Sindroma Obstruksi Pasca Tuberkulosis (SOPT) adalah penyakit obstruksi saluran yang ditemukan pada penderita pasca tuberkulosis paru dengan lesi paru yang minimal yang masih sering ditemukan pada pasien pasca tuberkulosis. Problematika yang timbul pada pasien dengan kondisi sindroma obtruksi pasca tuberkulosis (SOPT) yaitu adanya sesak napas, penurunan sangkar thoraks serta menurunnya aktivitas fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas dari pemberian Chest Physiotherapy pada kasus SOPT. Chest Physiotherapy diberikan sebanyak 4x. Evaluasi Pengukuran yang digunakan yaitu dengan skala borg untuk sesak nafas, antopometri untuk ekspansi sangkar thorax dan Skala London Chest Activity of Daily Living (LCADL) untuk aktifitas fungsional pasien. hasil dari penatalaksanaan fisioterapi yang dilaksanakan berupa adanya penurunan sesak napas, peningkatan ekspansi sangkar thoraks serta peningkatan kemampuan aktivitas fungsional
EFEKTIVITAS MODIFIKASI LATIHAN RESISTENSI TERHADAP PENINGKATAN MASSA DAN KEKUATAN OTOT PADA KEJADIAN SARKOPENIA Al Gifari, Muhammad Yusrin
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 6 No. 2 (2023): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - Edisi Desember 2023
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v6i2.30179

Abstract

Sarkopenia merupakan kondisi penurunan massa dan kekuatan otot pada lansia yang berdampak langsung terhadap perubahan metabolisme seluler. Salah satu strategi yang tepat untuk menanggulagi hal tersebut adalah dengan Latihan resistensi. Namun, para lansia kesulitan dalam melakuan latihan resistensi, sehingga diperlukan modifikasi yang di formulasikan secara khusus agar latihan resistensi mudah dilakukan oleh lansia. Berdasarkan hal tersebut, penulis ingin mengetahui pengaruh modifikasi latihan resistensi terhadap peningkatan massa dan kekuatan otot yang akan menurunkan kejadian sarkopenia. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment with pre and post test group design pada komunitas lansia Agape Strong Fitness Banjarmasin selama 4 minggu, sebelum dan sesudah latihan responden diukur kekuatan otot tangan mengunakan handgrip dynamometer dan kekuatan otot kaki menggunakan leg dynamometer, sedangkan massa otot menggunakan Body Analyzer. Setelah dilakukan penelitian dan dilakukan uji statistik didapatkan hasil (p<0.05). Dengan demikian terdapat pengaruh latihan resistensi terhadap penguatan otot genggaman tangan, otot tungkai dan massa otot lansia yang mengalami sarkopenia.
Breathing Exercise dapat Mengurangi Nyeri Dada Pada Pasien Pneumonia di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan : Case Report Nugraha, Dimas Arya
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 6 No. 2 (2023): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - Edisi Desember 2023
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v6i2.30309

Abstract

Pneumonia atau peradangan paru - paru merupakan gangguan pada saluran pernafasan yang dapat mengancam jiwa seseorang. Bakteri, virus dan jamur menjadi penyebab utama pada pneumonia. Berdasarkan patologi anatomi dan penyebabnya, pasien pneumonia akan mengalami gangguan pada sistem pernafasan dengan gejala yang biasanya dirasakan seperti demam, menggigil, berkeringat, batuk, dan menghasilkan sputum berlendir (purulen atau bercak darah). Dengan adanya nyeri dada merupakan problematika fisioterapi yang dapat kita berikan intervensi berupa breathing exercise. Studi ini bertujuan untuk membantu penurunan derajat nyeri dada pada pasien pneumonia dengan breathing exercise. Dalam kasus pneumonia fisioterapi menggunakan intervensi chest fisioterapi berupa breathing exercise. Studi yang dilakukan saat ini menggunakan   desain   studi kasus yang dilaksanakan di RS Muhammadiyah Lamongan. Hasil studi kasus menunjukkan adanya penurunan derajat nyeri dada dari pemeriksaan VAS dengan nilai nyeri diam dari T0 = 2 menjadi T4 = 0, nyeri tekan dari T0 = 3 menjadi T4 = 0 dan nyeri gerak dari T0 = 4 menjadi T4 = 1. Pemberian fisioterapi dada berupa Breathing Exercise (BE) selama 4 kali terapi dapat menghasilkan pengaruh yang signifikan terhadap penurunan derajat nyeri dada pada penderita pneumonia.
Neurodevelopmental Treatment dan Oral Stimulation pada Anak Cerebral Palsy: Case Report Khadijah, Siti; Hidayati, Atik; Ningrum, Ajeng Marshela Tiara; Lathifani, Nabila Rizka; Hanifah, Zahrani Bakhita; Syinta, Ahmada Norma
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 6 No. 2 (2023): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - Edisi Desember 2023
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v6i2.30310

Abstract

Cerebral Palsy (CP) merupakan gangguan yang disertai dengan gangguan sensasi, kognisi, dan kejang. Faktor resiko sekarang yang diketahui termasuk kehamilan multipel, jenis kelamin, infeksi virus, prematuritas dan berat lahir rendah serta determinan genetik. Dalam penanganan anak CP ini fisioterapi sangat berperan yaitu mengasah motorik dari anak CP yang beraneka ragam permasalahannya. Pengukuran dilakukan dengan cara palpasi tonus otot, kekuatan otot dengan XOTR Scale, reflek primitive dengan blanko reflek, kemampuan motoric kasar dengan GMFM (Gross Motor Function Measurement). Intervensi diberikan pada kasus CP dengan menggunakan neurodevelopmental treatment (NDT) dan oral stimulation. Pemberian Selama 2 kali terapi belum memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tonus otot dengan palpasi otot pada T1 dan T2 dengan hasil hypotonus. Kekuatan otot dengan XOTR pada T1 dan T2 dengan hasil Trace pada knee dan ankle. Reflek primitive dengan menggunakan blanko reflek pada T1 dan T2 dengan hasil negative reflek sucking dan rooting. Kemampuan motorik kasar dengan GMFM pada T1 dan T2 dengan hasil 21,4%
HUBUNGAN KEPATUHAN DALAM MELAKUKAN EXERCISE MANDIRI DENGAN TINGKAT KEBUGARAN PASIEN CORONARY ARTERY DISEASE Rahmawati, Nurul Aini; Putri, Amelia; Berkanis, Alexandra Yolan Setyawati
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 6 No. 2 (2023): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - Edisi Desember 2023
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v6i2.30660

Abstract

Coronary Artery Disease (CAD) merupakan gangguan fungsi jantung yang disebabkan otot miokard kekurangan suplai darah diakibatkan penyempitan arteri koroner dan tersumbatnya pembuluh darah jantung. Kejadian Penyakit Jantung dinegara berkembang seperti Indonesia tingkat kejadian terus meningkat setiap tahun. Prevalensi penyakit jantung koroner di Indonesia berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan dan gejala adalah sebesar 1,5% atau diperkirakan sekitar 2.650.340 orang. Ketaatan pasien dalam melakukan exercise mandiri pada pasien CAD sangat penting untuk menurunkan morbiditas, mortalitas dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Hubungan tingkat kepatuhan dalam melakukan exercise mandiri dengan tingkat kebugaran Pasien CAD. Metode penelitian yang digunakan dengan deskriptif analitik melalui pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik non probalility sampling yakni accidental sampling. Sampel pada penelitian ini adalah pasien CAD yang melakukan exercise mandiri dirumah dan memenuhi kriteria inklusi dengan jumlah 35 pasien CAD. Hasil penelitian didapatkan nilai korelasi spearman rho menunjukan p-value: 0.013 (p-value<α:0.05) yang berarti ada hubungan kepatuhan melakukan exercise mandiri dengan tingkat kebugaran pasien CAD. Nilai correlation coefficient (nilai R) menujukan 0.416 yang menunjukkan hubungan kepatuhan melakukan exercise mandiri dengan tingkat kebugaran pasien CAD pada kategori korelasi lemah.
Gambaran Pemetaan Kualitas Pelayanan Fisioterapi Praktik Mandiri Di Malang Raya Rahmanto, Safun; Ainun Ma’rufa, Siti
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 6 No. 2 (2023): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - Edisi Desember 2023
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v6i2.31430

Abstract

Kualitas merupakan keseluruhan karakteristik dari produk dan jasa yang meliputi marketing, engineering, manufacture, dan maintenance dimana produk dan jasa tersebut dalam penggunaannya oleh konsumen/pelanggan akan sesuai dengan kebutuhan dan harapan pelanggan. Kualitas layanan atau layanan yang diterima oleh pelanggan dipersepsikan baik dan memuaskan jika sesuai dengan harapan pelanggan dan bahkan melebihi harapan mereka. Jika kualitas layanan atau layanan tersebut dapat mencapai bahkan melebihi harapan pelanggan, maka layanan tersebut dapat dianggap sebagai kualitas yang ideal/baik. Sebaliknya, jika layanan atau layanan yang diterima oleh pelanggan kurang dari apa yang mereka harapkan, maka layanan atau layanan tersebut dapat dianggap sebagai kualitas yang buruk. Penelitian ini betujuan untuk mengatahui, menilai, dan menganalisis kualitas pelayanan fisioterapi praktik mandiri di Malang Raya. Metode penelitian ini bersifat observasional yang dilakukan secara langsung oleh peneliti pada 8 praktik mandiri fisioterapis di Malang Raya.
ANALISA KOMPONEN FISIK PADA ANAK DENGAN CEREBRAL PALSY SPASTIK Yulianti, Atika; Elita Hafi Dhiyah; Kurnia Izza Habiba Peluw; NUR AZIZAH FARAH BELLADEWANTI Y.A
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 6 No. 2 (2023): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - Edisi Desember 2023
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v6i2.31454

Abstract

Latar Belakang: Cerebral Palsy (CP) merupakan sekelompok gangguan perkembangan gerak dan postur yang bersifat permanen, menyebabkan keterbatasan aktivitas yang dikaitkan dengan gangguan non-progresif yang terjadi di otak janin atau bayi yang berkembang. Peningkatan tonus otot pada pasien dengan CP dapat mempengaruhi postur dan pola jalan yang dapat membatasi aktivitas dan mobilitas anak. Spastisitas, abnormalitas postur, serta gangguan jalan menyebabkan deformitas pada tungkai bawah. Kelaianan otot dan skeletal tersebut berdampak pada kemampuan mobilitas dan fungsional anak dengan Cerebral palsy. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Analisa perbedaan komponen kemampuan motoric berupa selektif motor control; kemampuan gross motor ; dan control postur pada anak dengan CP Spastik dengan 3 kelompok (Hemiplegi, Diplegi, dan Quadriplegi). Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional study pada anak dengan cerebral palsy spastik diplegi usia 3 sampai 13 tahun, Penilaian selektive motor control dilakukan dnegan alat ukur SCALE, penilaian kontrol tubung dengan TCMS, dan penilaian motorik kasar dengan GMFCS. Hasil : Hasil diapatkan ada pebedaan signifikan pada untuk pengukuran kontrol postural, dan tidak ada perbedaan yang signifikan pada penilaian selektive motor kontrol dan motorik kasar Kata kunci: cerebral palsy, spastik, selective motor control, kontrol postural, motorik kasar

Page 8 of 11 | Total Record : 109