Articles
97 Documents
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN SENI RUPA MENGGUNAKAN MEDIA LOOSE PARTS DALAM PEMBELAJARAN BDR PADA ANAK KELOMPOK B.1
Elnia Regiani;
Rahmah;
Susi Herlinda
Jurnal Ta'lim : Journal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Keguruan Vol 9 No 2 (2021): TA'LIM JOURNAL VOL IX NO.2 DECEMBER 2021
Publisher : P3M STKIP 'Aisyiyah Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (276.839 KB)
This research is motivated by the difficulties of children when learning from home (BDR) during the covid-19 pandemic, where learning is only centered on teachers not on the interest needs of children learning, so there is boredom in children when learning art and less attractive learning media provided by teachers. So that there is no fun atmosphere when learning from home. This research aims to find out the Implementation of Fine Arts Learning Using Loose Parts Media in BDR Learning in Group B.1 Children in TK Tunas Harapan District Salo Kampar Riau Regency. This type of research is descriptive research with a qualitative approach. The data collection techniques used in this study are observation, interviews and documentation. The result of this research is that the implementation of fine art learning using loose parts media has been implemented and running as it should, artinya thatprills seni rupa can be done byusing media Loose Parts in BDR learning.. Based on the results of the research and the purpose of the study, the conclusion of this study is that the Implementation of Fine Arts Learning Using Loose Parts Media in BDR Learning in Children Group B.1 In Tk Tunas Harapan Salo District has been implemented and runs as it should be reviewed from aspect 1) Learning Objectives 2) Learning Materials, 3) Models or methods used 4) Media or sources used, 5) Evaluation of learning.
PERAN KOMUNIKASI VERBAL DALAM PEMEBELAJARAN PENENAMAN AKHLAK ANAK USIA 5-6 TAHUN
Rinawati;
Herwina;
Susi Herlinda
Jurnal Ta'lim : Journal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Keguruan Vol 9 No 2 (2021): TA'LIM JOURNAL VOL IX NO.2 DECEMBER 2021
Publisher : P3M STKIP 'Aisyiyah Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (283.875 KB)
The purpose of this research in general is to find out how the role of verbal communication in the cultivation of morals in children. This research is a qualitative research with descriptive method. Data was collected through interviews and observations and then compiled to form a research report. The results of the study that the role of verbal communication in the cultivation of morals can develop well. Instilling morals in early childhood can be done through learning methods in schools, many find religious material delivered through songs and videos which contain material related to morals. Inculcating morals in early childhood cannot be done only by giving advice, but also needs to be exemplified directly how the form of morals is. The use of verbal communication is one of the choices in efforts to inculcate morals in early childhood. Carrying out the role of verbal communication in inculcating children's morals is a shared responsibility between teachers and parents to instill the morals that are taught to educate children properly can be fulfilled.
UPAYA KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PAEDAGOGIK GURU DI TK SE-KECAMATAN TAMBANG KABUPATEN
Dina Nopriani;
Baidarus Baidarus
Jurnal Ta'lim : Journal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Keguruan Vol 10 No 1 (2022): JURNAL TA'LIM VOL X NO.1 JUNI 2022
Publisher : P3M STKIP 'Aisyiyah Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The purpose of this study was to determine the principal's efforts to improve the pedagogical competence of teachers in kindergartens in the mining district of Kampar district. The research method uses a descriptive method with a quantitative approach. The population is 110 teachers with a sample of 25% of the population as many as 27 people. Data collection methods are in the form of observation, documentation, and questionnaires. Data analysis is done by using the percentage technique. The results showed that the principal's efforts in improving the pedagogic competence of teachers in Kindergartens throughout the Tambang District of Kampar Regency were classified as very good. This means that the principal has made maximum efforts in improving the pedagogical competence of teachers in Kindergartens throughout the Tambang District of Kampar Regency. Starting from 1) Planning the activities of education, care, and protection programs, 2) Implementing the education, nurturing, and protection process, 3) Carrying out an assessment of the process and outcomes of education, care and protection.
THE ROLE OF PARENTS IN SEX EDUCATION AT HOME FOR CHILDREN AGED 5-6 YEARS
Intan Yuliza Kumar;
Radhiyatul Fithri;
Herwina
Jurnal Ta'lim : Journal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Keguruan Vol 10 No 1 (2022): JURNAL TA'LIM VOL X NO.1 JUNI 2022
Publisher : P3M STKIP 'Aisyiyah Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Masalah penelitian ini yakni peran orang tua dalam pendidikan seks dirumah pada anak usia 5-6 tahun masih tergolong lemah serta kurang maksimal dalam segala perhatiannya terhadap pendidikan seks anak. Tujuan penelitian untuk mengetahui peran orang tua terhadap pendidikan seks pada anak usia 5-6 Tahun di Perumahan Najah Muda Sejahtera RT 004 / RW 004 Kecamatan Payung Sekaki Pekanbaru. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan April hingga Agustus 2021. Tempat untuk melaksanakan penelitian adalah di Perumahan Najah Mudah Sejatera. Subjek penelitian terdiri 3 orang tua yang berdomisili di Perumahan Najah Mudah Sejatera. Hasil penelitian ini yakni peran orang tua dalam pendidikan seks di rumah pada anak usia 5-6 Tahun telah dilaksanakan secara baik oleh orang tua. Kesimpulan penelitian yakni orang tua sudah memperlihatkan kerjasama dalam pendidikan anak, serta mengevaluasi pendidikan seks anak, dengan adanya pendampingan ataupun pemantauan dalam setiap pendidikan seks anak di rumah yang telah dijalankan dengan baik. Saran diberikan kepada orang tua diharapkan senantiasa lebih baik dalam memperhatikan pendidikan seks anak, agar tidak terjadinya penyimpangan pada anak dalam memahami pendidikan seks yang baik
MANAGEMENT OF FACILITIES AND INFRASTRUCTURE TK RIZKIA KIDS IN KAMPAR DISTRICT, RIAU PROVINCE
Nurfadillah;
Susi Herlinda;
Radhiyatul Fithri
Jurnal Ta'lim : Journal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Keguruan Vol 10 No 1 (2022): JURNAL TA'LIM VOL X NO.1 JUNI 2022
Publisher : P3M STKIP 'Aisyiyah Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58795/talim.v10i1.287
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui manajemen sarana dan prasarana di tk rizkia.Adapun pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan pengamatan, wawancara observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian yaitu (1) Perencanaan sarana dan prasarana yang di terapkan di TK Rizkia Kids sudah baik karena setelah dilakukan perencanaan hasil perencanaan tersebut dilaporkan keyayasan baru disetujui dan disahkan anggaran tersebut. (2) pengadaan sarana dan prasarana di TK Rizkia Kids dilakukan dengan cara menyesuaikan rencana sarana dan prasarana yang telah di sepakati dalam rapat yang telah dilakukan sebelumnya. (3) inventarisasi sarana dan prasarana di TK Rizkia Kids dalam proses inventarisasi hanya dilakukan pencatatan sarana dan prasarana pada suatu buku inventarisasi saja. (4) proses penyimpanan sarana dan prasarana di TK Rizkia Kids Kalau ADM sekolah disusun dengan rapi, apabila ada yang diperlukan bias diambil sesuai dengan tempatnya. (5) proses manajemen atau pemeliharaan sarana dan prasarana dilakukan setiap hari Kalau untuk penilaian anak di lakukan setiap hari tetapi untuk ADM lainnya dialkukan apabila di perlukan. (6) penghapusan sarana dan prasarana jika kondisi sarana dan prasarana sudah rusak Kalau sudah rusak di buat juga catatannya dan barangnya akan dibuang. (7) proses pengawasan sarana dan prasarana di TK Rizkia Kids proses pengawasan sarana dan prasarana dilakukan oleh pendidik
DAMPAK VIRUS COVID 19 DENGAN KEMANDIRIAN BELAJAR ANAK USIA DINI
Susi Herlinda
Jurnal Ta'lim : Journal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Keguruan Vol 10 No 1 (2022): JURNAL TA'LIM VOL X NO.1 JUNI 2022
Publisher : P3M STKIP 'Aisyiyah Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Independence is an important thing that must be nurtured from an early age. Children who are not independent can have bad consequences in the future. Educating children through activities during the COVID-19 pandemic whose activities are carried out at home can make students to study independently, assisted by parents at home. There are many activities that students can do during the COVID-19 pandemic, starting from their own activities to teaching materials provided by teachers through their parents. Children's independence will be able to develop when parents and people around them can provide motivation and stimulants so that students will be provoked to carry out their daily activities such as cleaning the bedroom, bathing themselves, doing their own assignments, going to the toilet alone to urinate and defecate. Covid 19 is a virus that spreads in several countries including Indonesia with symptoms of fever, cough and flu to shortness of breath. The impact of this virus initially only had an impact on the economic field, but now it has an impact on the education sector so that learning is carried out using Darring. Learning from home is certainly required by the readiness of students and parents so that learning continues as it should
PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL SECARAONLINE PADA MASA PANDEMI COVID 19 (Studi di TK At-Taubah Rumbai Pekanbaru )
Wery Agnesha Putri;
Rahmah;
Radhiyatul Fithri
Jurnal Ta'lim : Journal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Keguruan Vol 10 No 1 (2022): JURNAL TA'LIM VOL X NO.1 JUNI 2022
Publisher : P3M STKIP 'Aisyiyah Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Sehingga dalam penelitian ini tidak memerlukan hipotesis, tetapi menggambarkan apa adanya tentang “Penggunaan Media Pembelajaran Audio Visual Secara On-line Pada Masa Pandemi Covid 19 (Studi di TK At-Taubah Rumbai Pekanbaru )”. Disusun secara sistematis kemudian dianalisis secara kualitatif untuk memenuhi kejelasan masalah yang dibahas, setelah analisis data selesai, maka akan disajikan dalam bentuk laporan penelitian. Hasil penelitian yang telah dilakukan maka disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran audio visual yang diberikan kepada anak sudah cukup baik dan telah dilakukan seoptimal mungkin walaupun dengan berbagai keterbatasan dan kendala yang ditemui saat penerapan media pembelalajran audio visual tersebut. Penerapan media pembelajaran audio visual baik dari mulai perencanaan hingga hasil dari penggunaan media pembelajaran tersebut guru dituntut kreatif dalam menentukan dan juga menggunakan media pembelajaran yang tepat dalam kondisi sekarang ini pada saat pandemic covid19 karena kurangnnya pembiasaan dalam menggunakan media pembelajaran audio visual yang sebelumnya guru terbiasa melaksanakan kegiatan pembelajaran secara langsung. Penggunaan media pembelajaran audio visual dapat dikatakan membantu kegiatan belajar mengajar karena kondisi pandemic yang tidak memungkinkan dilakukan kegiatan belajar mengajar secara langsung walaupun dengan keterbatasan dan kekurangan dalam penerapan media pembelajaran audio visual tersebut pada saat kegiatan pembelajaran dilaksanakan
IMPLEMENTASI MODEL PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS KELUARGA TERINTEGRASI PEMBELAJARAN PAUD DALAM MENANAMKAN SIKAP TOLERANSI PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN
Dinah Afifah Yosi
Jurnal Ta'lim : Journal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Keguruan Vol 11 No 1 (2023): JURNAL TA'LIM VOL. XI NO. 1 JUNI 2023
Publisher : P3M STKIP 'Aisyiyah Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58795/talim.v11i1.297
This study aims to observe the implementation of a family-based character education model in instilling an effective attitude of tolerance in children aged 5-6 years. This research using a qualitative method with a descriptive analysis approach. Data obtained through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that an effective family-based character education implementation model has been implemented in accordance with the steps that include 4 components, namely: Objectives, Programs, Processes, and Evaluations, which are integrated in learning. There are supporting factors in this implementation, including a positive environment, facilities and infrastructure as well as comfortable and religious school conditions, and the attitude of parents who pay attention to children's development. The inhibiting factors are the different characteristics and abilities of children, and the role of parents who are not supportive.
POLA ASUH ORANG TUA TUNGGAL DALAM MEMBENTUK KEMANDIRIAN ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK BIRUNI KOTA PEKANBARU
Lola Irhas
Jurnal Ta'lim : Journal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Keguruan Vol 11 No 1 (2023): JURNAL TA'LIM VOL. XI NO. 1 JUNI 2023
Publisher : P3M STKIP 'Aisyiyah Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58795/talim.v11i1.298
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran ibu sebagai orang tua tunggal dalam memberikan pola asuh kepada anak dan upaya dari ibu orang tua tunggal tersebut dalam membentuk kemandirian anak. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif yaitu pendekatan penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian yang terjadi sekarang, yang dimana penelitian ini memotret peristiwa, kejadian yang terjadi sekarang. Yang dimana penelitian ini memotret peristiwa dan kejadian yang terjadi menjadi fokus perhatiannya untuk kemudian dijabarkan sebagaimana adanya. Jumlah subjek yang diteliti ada 3 orang dari 60 anak,sedangkan objek penelitian adalah pola asuh orang tua tunggal dalam membentuk kemandirian anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil penelitian bahwa pola asuh yang diberikan oleh ibu orang tua tunggal dalam membentuk kemandirian anak di TK Biruni kota pekanbaru. Pola asuh yang diterapkan secara berbeda-beda dapat menimbulkan kemandirian yang berbeda-beda pada tiap anak. Anak yang di asuh debgan pola asuh demokratis memiliki kemandirian yang tinggi sedangkananak yang di asuh dengan pola asuh otoriter kurang memiliki kemandirian. Bagi orang tua harus memperhatikan pola asuh yang diberikan pada anak dan dampaknya bagi kehidupan anak dimasa mendatang. Orang tua yang bersikap terlalu memperbolehkan anak melakukan apapun yang diinginkan diharapkan lebih tegas dan memperingatkan anak ketika berbuat salah.
ANALISIS PENGGUNAAN GADGET TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK TK ANANDA KECAMATAN TENAYAN RAYA PEKANBARU
Rizky Amalia
Jurnal Ta'lim : Journal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Keguruan Vol 11 No 1 (2023): JURNAL TA'LIM VOL. XI NO. 1 JUNI 2023
Publisher : P3M STKIP 'Aisyiyah Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58795/talim.v11i1.299
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penggunaan gadget terhadap perkembangan sosial emosional anak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Perencanaan disusun dan dirancang secara sistematis kemudian dianalisis secara kualitatif setelah melakukan wawancara dan observasi dilapangan kemudian hasil observasi dan wawancara dianalisis selanjutnya. Hasil penelitian yang telah dilakukan Perkembangan sosial emosional anak belum optimal dimana pada indikator kesadaran diri. Belum optimalnya perkembangan sosial emosional anak karena beberapa faktor salah satunya karena penggunaan gadget yang diberikan oleh orang tua anak sehingga menghambat perkembangan sosial emosional anak, ada kurang bersosialisasi dengan lingkungannya anak kurang atau tidak dapat mengekspresikan diri karena sibuk dengan aktifitasnya. Orang tua dalam membatasi penggunaan dan durasi pengunaan gadget sudah dilakukan dengan cukup baik, dampak penggunaan gadget dalam jangka pendek ataupun dalam jangka panjang anak menjadi misinteraksi sosial dengan orang lain ataupun kurang peduli dengan lingkungan sekitarnya dan memberikan gadget bagi anak yang menangis bukan menjadi solusi agar anak diam karena dampak negatif penggunaan gadget lebih banyak bagi anak baik dari segi kecanduan, sikap sosial anak dengan lingkungan dan teman serta efek negatif bagi kesehatan anak itu sendiri.