cover
Contact Name
Bambang Sulanjari
Contact Email
bambangsulanjari@upgris.ac.id
Phone
+6281328248709
Journal Mail Official
jisabda@upgris.ac.id
Editorial Address
http://journal.upgris.ac.id/index.php/jisabda/about/editorialTeam
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JISABDA: Jurnal Ilmiah Sastra dan Bahasa Daerah, Serta Pengajarannya
ISSN : 27156281     EISSN : 27157563     DOI : 10.26877/jisabda
Jisabda: Jurnal Ilmiah Sastra, Bahasa Daerah, dan Pengajarannya merupakan jurnal ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah berisi tulisan ilmiah tentang Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa serta pengajarannya.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2019)" : 10 Documents clear
Problematika Guru dalam Implementasi Kurikulum 2013 Muatan Lokal Bahasa Jawa Sekolah Dasar Di Kota Semarang Ysh., A. Y. Soegeng; Ngatmini, Ngatmini; Suyitno, Suyitno
JISABDA: Jurnal Ilmiah Sastra dan Bahasa Daerah, Serta Pengajarannya Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1456.563 KB) | DOI: 10.26877/jisabda.v1i2.4748

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah-masalah yang dihadapi oleh guru SDdalam mengimplementasikan Kurikulum 2013 Mulok Bahasa Jawa. Tujuan penelitian ini adalahmengidentifikasi permasalahan yang dihadapi oleh guru sekolah dasar dalam pengimplementasian Kurikulum  2013 Muatan Lokal Bahasa Jawa Sekolah Dasar di Kota Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-naturalistik dengan tahapan-tahapan: penetapan tujuan, perancangan, pelaksanaan, analisis data, dan pelaporan hasil penelitian. Berdasarkan hasil pengolahan data, dapat disimpulkan bahwa pengimplementasian Kurikulum 2013 Mulok Bahasa Jawa SD di Kota Semarang terdapat tiga permasalahan, yaitu: (a) Sebagian besar sekolah kembali menggunakan KTSP; (b) sebagian besar guru kurang memiliki kompetensi yang memadai untuk mengajarkan bahasa Jawa terutama karya sastra; dan (c) belum adanya pelatihan pembelajaran bahasa dan sastra Jawa bagi semua guru. Berkait dengan hasil penelitian, perlu adanya tindak lanjut berupa pelatihan materi bahasa dan sastra Jawa bagi guru sekolah dasar di Kota Semarang, melalui daerah binaan (DABIN).
DEIKSIS PERSONA DAN KEKUATAN KATA DALAM MANTRA BERBAHASA JAWA Wijayanti, Kenfitria Diah
JISABDA: Jurnal Ilmiah Sastra dan Bahasa Daerah, Serta Pengajarannya Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1455.829 KB) | DOI: 10.26877/jisabda.v1i2.4743

Abstract

Mantra yang digunakan masyarakat Jawa merupakan warisan leluhur yang lahir secara lisan. Mantra dianggap memiliki daya magis dalam setiap kata yang menyusunnya. Artikel ini mengulas mengenai variasi deiksis persona dan kekuatan kata yang ditimbulkan dalam komposisi mantra. Deiksis persona yang muncul adalah deiksis persona pertama dan ketiga. Pronomina persona pertama merujuk pada diri si perapal mantra, sedangkan pronomina persona ketiga merujuk pada sasaran, mitra tutur, seseorang yang menjadi panutan, dan sesuatu benda. Tujuan digunakannya variasi deiksis persona dalam sebuah mantra adalah untuk mendapatkan unsur estetis, selain itu pembuat mantra ingin memunculkan adanya daya magis dalam setiap diksinya.
ASOSIASI EROTISME DALAM LAGU CAMPURSARI ‘CUCAK RAWA’ Sunarya, Sunarya
JISABDA: Jurnal Ilmiah Sastra dan Bahasa Daerah, Serta Pengajarannya Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1455.729 KB) | DOI: 10.26877/jisabda.v1i2.4749

Abstract

Lagu campursari Cucakrawa sangat dekat di telinga masyarakat Jawa, karena lagu tersebut mudah dihafalkan dan memiliki nuansa musik yang membuat orang mudah berdendang. Namun demikian, dari segi bahasa di dalamnya, terdapat nuansa erotisme atau pornografi yang mudah dipahami oleh kalangan dewasa. Sebagian masyarakat yang paham dan kurang suka dengan lagu tersebut, mengatakan sebagai lagu yang “saru” karena berbau pornografi. Dalam tulisan ini ditunjukkan aspek bahasa dari tinjauan semantik dan semiotika, tentang makna asosiasi dan beberapa tanda yang mendukungnya. Beberapa tanda bahasa yang dijadikan media asosiasi terkait dengan konteks “seks” dapat ditunjukkan dengan jelas, dan sebenarnya sangat mudah dipahami oleh kalangan dewasa. Dalam analisis ditemukan beberapa tanda, seperti kata manuk ‘burung’, buntut ‘ekor’, digoyang ser aduh penakke ‘digoyang ser aduh nikmatnya’, dan lain-lain. Jika dibandingkan dengan lagu campur sari yang lain, yang kebanyakan memberikan ajaran moral, lagu campursari Cucakrawa dapat dimasukkan dalam lagu hiburan yang kurang memberikan ajaran moral dan berbau “pornografi”.
MORALITAS DALAM SERAT DARAJAT Setyowati, Herlina
JISABDA: Jurnal Ilmiah Sastra dan Bahasa Daerah, Serta Pengajarannya Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1455.759 KB) | DOI: 10.26877/jisabda.v1i2.4739

Abstract

Bangsa Indonesia memiliki banyak warisan budaya yang berupa bangunan, benda-benda budaya, dan karya sastra. Karya sastra tulis berupa naskah adalah salah satu hasil budaya manusia yang perlu dipelihara dan dikaji untuk memperoleh pemahaman yang mendalam tentang kebudayaan suatu daerah. Peninggalan yang berupa naskah kuno merupakan dokumen bangsa yang menarik untuk diteliti karena mengandung informasi mengenai kebudayaan masa lampau. Di dalamnya terkandung ajaran moral yang layak dijadikan pedoman dalam menjalani kehidupan. Naskah kuno ini biasanya ditulis dalam bentuk prosa (gancaran) maupun puisi (tembang). Salah satunya yaitu Serat Darajat yang ditulis dalam bentuk prosa (gancaran) koleksi Perpustakaan Dewantara Kirti Griya, Yogyakarta, dengan nomor panggil Bb.1.214.
PEMBERDAYAAN GURU DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SECARA REALISTIS Sebuah Upaya Peningkatan Mutu Kinerja Guru Alfiah, Alfiah
JISABDA: Jurnal Ilmiah Sastra dan Bahasa Daerah, Serta Pengajarannya Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1455.752 KB) | DOI: 10.26877/jisabda.v1i2.4745

Abstract

Pada hakikatnya kegiatan pembelajaran adalah upaya sadar yang dilakukan untuk mengubah perilaku siswa. Dalam pelaksanaan pembelajaran, beberapa faktor ikut menentukan keberhasilan dalam suatu pembelajaran.Faktor-faktor tersebut antara lain kurikulum, program pengajaran, kualitas guru, materi pembelajaran, strategi pembelajaran, sumber belajar, dan teknik/bentuk penilaian. Di antara faktor-faktor tersebut guru memegang peranan penting dalam menentukan keberhasilan  pembelajaran. Guru sebagai pemegang kunci sukses dalam kegiatan pembelajaran, mempunyai tiga tugas pokok yaitu menyusun perencanaan, melaksanakan pembelajaran, dan memberikan balikan. Dalam menyusun perencanaan. ada beberapa komponen yang harus diperhatikan antara lain, menentukan SK/KD/indikator, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, pendekatan dan metode, langkah-langkah kegiatan pembelajaran, alat dan sumber belajar, dan evaluasi pembelajaran. Selain itu, juga harus mengacu pada kurikulum sebagai dasar dalam pengembangannya. Ada dua tahapan konkrit yang dapat dilakukan dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) secara riel. Riel  yang dimaksud benar-benar memperhatikan kompetensi siswa sebagai hasil yang akan dicapai. Dua tahapan tersebut adalah (1) perencanaan secara reil/nyata, (2) perencanaan secara administratif. Dua hal pula yang harus diperhatikan dalam menyusun RPP, yaitu penentuan metode inovatif dan penggunakan media di setiap kegiatan pembelajaran. Melalui penentuan dua hal tersebut akan tampak secara jelas corak/gaya guru ketika mengajar dan akan memberikan daya tarik tersendiri terhadap siswa. Oleh karena itu penulis tekankan bahwa penentuan metode yang variatif dan inovatif serta penggunaan media di setiap kegiatan pembelajaran hendaknya selalu diperhatikan.
ANALISIS ASPEK GRAMATIKAL DAN LEKSIKAL IKLAN KECIK DALAM SURAT KABAR SOLOPOS Sulaksono, Djoko
JISABDA: Jurnal Ilmiah Sastra dan Bahasa Daerah, Serta Pengajarannya Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1455.744 KB) | DOI: 10.26877/jisabda.v1i2.4740

Abstract

Wacana merupakan kajian kebahasaan yang terlengkap sehingga banyak data yang dapat dijadikan sebagai objek penelitian wacana atau analisis wacana.Pembahasan dalam penelitian ini dibatasi pada analisis aspek gramatikal dan leksikal.Iklan merupakan informasi yang bertujuan untuk mengenalkan suatu produk kemudian menjualnya.Iklan kecik merupakan iklan yang terdapat dalam harian Solo Post yang secara umum berisi penawaran jual-beli suatu barang.
SASTRA TRADISIONAL DAN PENGEMBANGANNYA BAGI PESERTA DIDIK DI SEKOLAH MENENGAH Sulanjari, Bambang
JISABDA: Jurnal Ilmiah Sastra dan Bahasa Daerah, Serta Pengajarannya Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1455.752 KB) | DOI: 10.26877/jisabda.v1i2.4746

Abstract

Mata ajar sastra memang merupakan mata ajar yang membingungkan bagi sebagian guru, Bahkan masih banyak yang memandang sebelah mata pada mata ajar ini. Mata ajar sastra harus didudukkan sejajar dengan mata ajar lain. Artinya, mata ajar ini harus memiliki relevansi dengan dunia nyata. Pengajaran sastra harus diupayakan bisa memberikan sumbangan yang besar untuk memecahkan masalah-masalah nyata yang cukup sulit dipecahkan di dalam masyarakat. Sastra tradisional Jawa menurut isinya secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sastra yang berisi kisah dan sastra yang berisi petuah. Dua kekuatan yang dimiliki sastra tradisional ini dapat dimanfaatkan oleh guru untuk membina watak peserta didik dengan metode yang bervariasi. Sastra tradisional Jawa yang sering diajarkan di sekolah menengah meliputi puisi bebas (geguritan) dan puisi terikat (sastra gumathok), cerita wayang, cerita rakyat, dan crita cekak. Sebagai contoh kasus dalam strategi pengajaran sastra tradisional ini dipilih pengajaran tembang, khususnya macapat, sebagai bagian dari sastra gumathok. Materi ajar tembang ini cukup representatif untuk melatih empat keterampilan berbahasa. Beberapa strategi yang bisa dimanfaatkan oleh para guru bahasa Jawa di sekolah menengah dalam pembelajaran tembang di antaranya adalah strategi bermain kata dan strategi bermain nada.
NILAI PENDIDIKAN MORAL DALAM SERAT SANGU PATI II KARYA KI PADMA SUJANA Widiyono, Yuli
JISABDA: Jurnal Ilmiah Sastra dan Bahasa Daerah, Serta Pengajarannya Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1455.744 KB) | DOI: 10.26877/jisabda.v1i2.4741

Abstract

Tujuan dari makalah ini adalah mendeskripsikan nilai pendidikan moral yang terdapat pada serat Sangu Pati II karya Ki Padma Sujana. Serat tersebut berisi sikap dan watak yang harus dilakukan dalam menjalani perjalanan hidup dari lahir sampai meninggal yaitu ajaran yang harus disiapkan untuk menjalani dunia sampai dengan kehidupan selanjutnya yaitu kehidupan akhirat.  Mengangkat kembali nilai-nilai kearifan lokal dalam pembelajaran bahasa Daerah melalui pengkajian karya sastra lampau berupa naskah merupakan salah satu upaya penting untuk mendukung kompetensi, kecapakan, dan menanamkan kepedulian peserta didik terhadap diri sendiri, sesama, dan Tuhan. Karya sastra Jawa dengan nilai–nilai kearifan lokal memiliki kontribusi besar terhadap kekayaan budaya nasional. Peran pentingnya kebijakan pemerintah dalam membina dan memelihara kekayaan daerah memberikan dampak terhadap kelangsungan nilai-nilai luhur yang terdapat di dalam naskah-naskah Jawa. Dengan mengilhami dan mengaplikasikan nilai pendidikan moral dalam serat Sangu Pati II karya Padma Sujana diharapkan mampu memberikan peran dalam meningkatkan budi pekerti, sehingga mampu mendukung terciptanya bangsa yang bermartabat dan memiliki karakter yang kuat dengan nilai bahasa, sastra, budaya yang adiluhung.
DRAMATURGI UPACARA SURO DI KABUPATEN MAGELANG DALAM PERSPEKTIF PERFORMANCE STUDIES Setyawati, Nanik; Zaidah, Nuning; Fatimah, Siti
JISABDA: Jurnal Ilmiah Sastra dan Bahasa Daerah, Serta Pengajarannya Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1455.793 KB) | DOI: 10.26877/jisabda.v1i2.4747

Abstract

Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk/wujud dan puncak performativitas Upacara Suro di Kabupaten Magelang. Digunakan kajian performance untuk mengetahui bentuk/wujud dan puncak performativitas Upacara Suro atau Suran. Berdasarkan penelitian, dapat dikemukakan beberapa hal, yaitu Upacara Suran dalam konteks “is” dan “as” performance.Keduanya dipandang secara dramaturgis.Dalam konteks is performance, Upacara Suran merupakan sebuah aktivitas yang memiliki struktur maupun tekstur. Sementara itu, dalam konteks as performance, Upacara Suran dipahami sebagai proses yang terus berjalan dan berubah serta terjadi karena interaksi dari berbagai pihak yang berada dalam tatanan masyarakat secara keseluruhan dan dapat dianggap sebagai usaha pemertahanan dan pelestarian budaya yang melibatkan berbagai unsur untuk mendapatkan legitimasi dari masyarakat yang terlibat dalam praktik upacara.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa puncak performativitas Upacara Suran merupakan klimaks sebuah social drama, klimaksnya terjadi saat perebutan gunungan. Oleh karena itu, Upacara Suran merupakan sebuah bentuk performance yang memiliki fungsi untuk menjalin solidaritas.
AJARAN BUDI PEKERTI LUHUR DALAM SASTRA MISTIK PENGHAYAT KEPERCAYAAN UNTUK MEMBANGUN PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA Endraswara, Suwardi
JISABDA: Jurnal Ilmiah Sastra dan Bahasa Daerah, Serta Pengajarannya Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1455.794 KB) | DOI: 10.26877/jisabda.v1i2.4742

Abstract

Artikel ini berupaya mendeskripsikan nilai ajaran budi pekerti luhur dalam teks sastra mistik milik penghayat kepercayaan (SMPK), untuk membangun pendidikan karakter. Teks SMPK terdiri dari banyak metrum puisi yang dijadikan bacaan pada saat melaksanakan ritual mistik kejawen. Ritual tersebut sebagai upaya pendekatan diri kepada Tuhan.  Oleh sebab itu artikel ini berusaha memberikan pemahaman analisis pragmatik sastra ke arah eksistensi ritual mistik kejawen modern sebagai bagian dari komunitas penghayat mistik kejawen. Data diambil dari koleksi teks-teks mistik SMPK, dibaca secara heuristik dan dikaji secara hermeneutik. Fokus analisis adalah pragmatik sastra, untuk mencermati kegunaan teks mistik SMPK bagi kehidupan penghayat kepercayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teks sastra mistik memuat ajaran budi pekerti luhur ke arah  budi pekerti luhur. Hal ini merupakan upaya mencapai harmoni kosmos sebagai tanda keselamatan dunia. Kajian didasarkan konteks kebijaksanaan Jawa dalam kehidupan penghayat kepercayaan. Dari kajian ditemukan tiga arah sifat hubungan ajaran budi pekerti luhur, yaitu: (1) hubungan antara manusia dengan Tuhan, yang diwujudkan ke dalam perilaku manembah, (2) hubungan manusia dengan sesama, yang memuat perilaku harus menyenangkan hati sesama, dan (3) hubungan manusia dengan diri sendiri, yang intinya harus mengekang hawa nafsu.

Page 1 of 1 | Total Record : 10