Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Permasalahan Sosial dalam Antologi Cerkak “Pulo Asu” Setyowati, Herlina; Pamilih, Laksito Wening
LOKABASA Vol 10, No 1 (2019): Vol. 10, No. 1, April 2019
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v10i1.16932

Abstract

The author can isolate the un-ideal condition of a society in his view through literature. The goal is to open-mind the readers and make them touched by the conflict arise. The story of “Pulo Asu” contains various stories that are very easy to find in the community but are often ignored because they are considered ordinary tales. These stories contain social problems that are examined by descriptive methods with content analysis techniques. As a result, several social problems were raised by the author i.e. the problem of poverty, anti-critic leaders, the practice of KKN (corruption, collusion, nepotism), less critical of new cultures, stigma against late married women, stigma against inmates family, vigilante, belief in mysticism, psychiatric disorder people  abuses, and stigma against adopted children.AbstrakPengarang dapat mengisolasi keadaan masyarakat yang tidak ideal menurut pandangannya melalui karya sastra. Tujuannya agar pembaca dapat terbuka matanya dan tergugah hatinya akan masalah tersebut. Cerita pada kumpulan cerita cekak “Pulo Asu” memuat berbagai kisah yang sangat mudah ditemui di masyarakat tetapi sering kali diabaikan karena dianggap umum. Kisah-kisah tersebut mengandung permasalahan sosial yang dikaji dengan metode deskriptif dengan teknik analisis isi. Hasilnya, ditemukan beberapa permasalahn sosial yang diangkat pengarang yaitu, masalah kemiskinan, pemimpin yang anti kritik, praktik KKN (korupsi, kolusi, nepotisme), kurang kritis terhadap budaya baru, stigma terhadap wanita yang terlambat menikah, stigma terhadap keluarga narapidana, perbuatan main hakim sendiri, kepercayaan terhadap mistik, perbuatan sewenang-wenang terhadap orang gila, dan stigma terhadap anak adopsi.
Javanese language host training for village officials in Panggungharjo Village, Bantul Regency Aryanto, Aris; Santosa, Eko; Qurniawati, Zuly; Setyowati, Herlina
Community Empowerment Vol 6 No 6 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.865 KB) | DOI: 10.31603/ce.4929

Abstract

The use of the Javanese language in daily communication, especially in meeting activities and ceremonial events, is still not properly used. In fact, Javanese is the mother tongue. In addition, there is still a lack of public knowledge, especially for village officials regarding the use of the Javanese language properly and correctly. Observing the existing condition, it is necessary to have training activities to become a master of ceremony (MC) in Javanese. The purpose of the Javanese MC training activity for village officials is to provide skills and mastery of appropriate Javanese grammar in daily communication. This training activity was carried out using lecture and practical methods. The Javanese MC training activities for village officials in Panggungharjo Village can take place well, smoothly and as expected. The motivation of village officials to practice being an MC in Javanese is getting stronger and better.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS CERITA PENDEK BERBAHASA JAWA SISWA KELAS X TKR B SMK YPT PURWOREJO MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL Herlina Setyowati
Jurnal Pendidikan Surya Edukasi (JPSE) Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan Surya Edukasi (JPSE)
Publisher : UM Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.597 KB) | DOI: 10.37729/jpse.v1i1.2860

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini mengambil subjek siswa kelas X TKR B SMK YPT Purworejo. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai bulan Mei tahun ajaran 2011/2012 dengan dua siklus dan melalui empat tahap, meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Fokus penelitian adalah keterampilan menulis cerita pendek berbahasa Jawa melalui pendekatan kontekstual. Instrumen pengumpulan data adalah lembar observasi, wawancara, lembar angket respon siswa, dan penugasan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan kontekstual dapat meningkatkan keterampilan menulis cerita pendek siswa. Hal ini ditandai dengan peningkatan kualitas proses pembelajaran dan peningkatan hasil menulis cerita pendek berbahasa Jawa. Pada proses pembelajaran motivasi belajar siswa meningkat dan proses pembelajaran tidak lagi didominasi ceramah. Peningkatan kemampuan menulis siswa dapat dilihat dari nilai tugas menulis cerita pendek berbahasa Jawa dalam setiap siklus. Nilai rata-rata pada siklus 1 pertemuan 1 adalah 56,765. Nilai tersebut menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan dengan nilai rata-rata pretest sebesar 55,529. Nilai rata-rata siklus 1 pertemuan 2 adalah 60,393. Nilai rata-rata siklus 2 adalah 63,800. Sementara itu, nilai rata-rata posttest adalah 67,636. Dengan demikian, keterampilan menulis cerita pendek berbahasa Jawa pada siswa kelas X TKR B SMK YPT Purworejo dapat ditingkatkan melalui pendekatan kontekstual.
Kesantunan Berbahasa Dalam Cerita Bersambung Mikul dhuwur Mendhem Jero Karya Tiyasti Dalam Majalah Djaka Lodang Tahun 2017 Anirotul Hikmah; Aris Aryanto; Yuli Widiyono; Herlina Setyowati
Kawruh : Journal of Language Education, Literature and Local Culture Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/kawruh.v4i1.2218

Abstract

This study aims to describe (1) compliance with the principle of politeness in language, and (2) violation of the principle of politeness in language in the serialized story Mikul Dhuwur Mendhem Jero by Tiyasti. This type of research is descriptive qualitative. The data source of this research is the serialized story of Mikul Dhuwur Mendhem Jero by Tiyasti. The data of this research are quotations that contain compliance with the principles of politeness in language and violations of the principles of politeness in the serialized story of Mikul Dhuwur Mendhem Jero by Tiyasti. Data collection techniques using library techniques and see notes. The research instrument is the researcher himself as the main instrument. Data analysis using content analysis techniques. The results of the study: The forms of compliance with the principles of politeness in language include: (a) 15 maxims of wisdom; (b) 4 maxims of generosity; (c) 11 maxims of praise; (d) 10 humility maxims; (e) 11 agreement maxims; and (f) 6 sympathy maxims. Forms of violation of language politeness include: (a) 2 maxims of wisdom; (b) 3 maxims of praise; (c) 1 humility maxim; (d) 3 maxims of agreement. In the serialized story Mikul Dhuwur Mendhem Jero by Tiyasti, there is no violation of the maxim of generosity and maxim of sympathy.
KAJIAN FEMINISME DALAM LAYANG PANUNTUN KAMULYANING BOCAH WADON KARYA RADEN WIRAWANGSA Herlina Setyowati; Djoko Sulaksono; Apriliani Ekaningsih
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 1, No 1 (2012): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep fundamental Jawa mengenai kedudukan seorang wanita di masyarakat masih menjadi hal yang menarik untuk dikaji lebih lanjut. Keberadaan karya sastra yang adapun, sedikit banyak terpengaruh oleh feminism atau konsep kesetaraan gender. Begitupun karya sastra tulis Layang Panuntun Kamulyaning Bocah Wadon karya Raden Wirawangsa. Layang Panuntun Kamulyaning Bocah Wadon diartikan sebagai buku penuntun kemuliaan bagi anak perempuan. Teks sastra ini berisi nasehat pengarang mengenai pentingnya memuliakan anak perempuan agar menjadi wanita yang mandiri. Sebagai salah satu teks sastra klasik yang menyampaikan kebangkitan wanita Jawa dalam status sosial budayanya, Layang Panuntun Kamulyaning Bocah Wadon menjadi bukti bahwa teks sastra tersebut merupakan hasil imajinasi pengarang atas pengaruh situasi sosial budaya pada masa itu. Bagaimanapun juga, karya sastra merupakan perpaduan harmonis antara lingkungan dan faktor kehidupan pengarang. Kata Kunci : Feminisme, Relevansi, Layang
Workshop Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi Bagi Guru MI Muhammadiyah di Kecamatan Gombong Rochi mansyah; Herlina Setyowati; Yuli Widiyono
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 13, No 1 (2019): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.321 KB)

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh tim dosen program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa ini dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 26 Januari 2019. Pelaksanaannya di gedung MI Semondo, Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen. Metode yang dilakukan yakni ceramah, diskusi dan tutorial. Permasalahan belum maksimalnya pemanfaatan internet dalam pembelajaran, dan belum paham penulisan aksara jawa dengan media netbook pada guru MI Muhammadiyah di Kecamatan Gombong. Workshop ini memberikan solusi permasalahan tersebut. Guru menjadi paham pentingnya media pembelajaran dan pemanfaatan internet dalam pembelajaran. Guru dapat membuat media pembelajaran berbasis online. Guru paham pedoman penulisan aksara Jawa dan penulisannya menggunakan netbook. Pelaksanaan kegiatan meliputi tiga tahap penjelasan konsep, diskusi dan tutorial, evaluasi produk media pembelajaran.   kata kunci: media pembelajaran, teknologi informasi
ANALISIS NILAI MORAL DALAM CERITA BERSAMBUNG “MBURU PUSAKA” KARYA AL ARIS PURNOMO Herlina Setyowati; Eko Santosa
GENTA BAHTERA: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 3, No 1 (2017): Juni
Publisher : Kantor Bahasa Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3594.105 KB) | DOI: 10.47269/gb.v3i1.2

Abstract

Karya sastra sebagai salah satu hasil kebudayaan manusia tentunya sangat menarik untuk dikaji kandungan pesan moralnya. Nilai-nilai pesan moral yang terdapat dalam cerita bersambung tersebut dapat dijadikan sebagai pedoman hidup dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari- hari. Dalam penelitian ini, cerita bersambung yang diteliti berjudul “Mburu Pusaka” karya Al Aris Purnomo yang dimuat di Majalah Jaya Baya. Cerita bersambung “Mburu Pusaka” ini dimuat bagian demi bagian dari episode 1 sampai 23, yaitu sejak edisi nomor 06  Bulan Oktober 2014 sampai dengan edisi nomor 27 Bulan Maret 2015. Tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan kandungan nilai moral di dalam cerita bersambung “Mburu Pusaka” karya Al Aris Purnomo. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik pustaka dan teknik catat. Dalam teknik analisis data, peneliti menggunakan metode content analysis (analisis isi). Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa cerbung “Mburu Pusaka” karya Al Aris Purnomo mengandung nilai moral baik meliputi sopan, ramah, percaya adanya Tuhan, menghormati perbedaan pendapat, peduli, rendah hati, akrab antara atasan dan bawahan, menghormati orang lain, mempunyai prinsip hidup, mengutamakan orang lain, bijaksana, jujur, dan cerdik; sedangkan nilai moral buruk meliputi mudah percaya pada orang lain, sakit hati pada orang lain, menukar barang milik orang lain, dan licik. Kata kunci: nilai moral, cerita bersambung Literary work is one people cultures which is very interesting to be analyzed in terms of its moral values. Moral values found inside this serial story can become life guidance and it can be applied in daily life. In this research, the serial story which is going to be analysed entitles Mburu Pusaka (hunting for heritage) written by al Aris Purnomo contained in Jaya Baya magazine. This story is contained part by part from episode 1 until episode23, since edition number 06 month of October 2014 until edition number 27 month of March 2015. The aim of this research is to describe the moral values found in serial story of Mburu Pusaka written by Al Aris Purnomo. Data collecting tecniques used are literary and documentary note-taking analysis. Data analysis technique used is content analysis method. Based on reserach result, it is found out that the Mburu Pusaka story contains good moral values such as polite, friendly, respecting different opinions, care, humble, being chummy between boss and staff, respecting others, accentuating others, wise, honest, and smart while bad moral values such as easily believing in others, resentful to othres, exchange other’s goods, and sly.
KAJIAN HUMOR DALAM RUBRIK SEMARANGAN DJAKA LODANG Herlina Setyowati
p-ISSN 2356-0576
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.054 KB) | DOI: 10.37729/btr.v3i05.4723

Abstract

Abstract: The aim of creating humor is to entertain listener/reader. Listener/ reader which is touched his/her feeling will smile and laugh. One of discourses which contain humor is found in Djaka Lodang magazine in Semarangan rubric. This Semarangan rubric is realized in discourse which describe the people’s daily life. This daily life is the activity which is described in narrative and in picture story. Data sources of this research is discourse of Semarangan rubric found in Djaka Lodang number 15,14,11,10 dan 9 in 2015. Data analized is picture illustration found in coloum of Semarangan rubric. The data analized technique used is content analysis. Based on the result of analysis, The humor writers use many aspect of language as a resource of creativity in which one of the creativities is language deviation which means the deviation from something expected. This deviation aims to create something funny so that the readers can be entertained. Meanwhile the aims of speech in Semarangan rubric are giving order, asking, giving information, and quipping.   Key words: humor, Djaka Lodang
Workshop Public Speaking Bagi Anak Usia Dini di Desa Susuk Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo Umi Faizah; Herlina Setyowati; Junaedi Setiyono; Andrian Nuriza Johan
Surya Abdimas Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v4i1.455

Abstract

Tujuan dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah untuk membantu anak usia dini untuk mengembangkan potensi public speaking. Untuk mencapai tujuan tersebut metode pelatihan adalah dengan melalui workshop. Sasaran Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah anak usia dini di Desa Susuk Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo dengan jumlah populasi adalah 60 orang. Permasalahan diselesaikan dalam tiga (3) tahapan kegiatan, yakni persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap persiapan yang dilakukan adalah menganalisa masalah dan kebutuhan anak usia dini untuk melatih public speaking. Tahap kedua yaitu pelaksanaan terbagi menjadi beberapa sesi yaitu pembukaan, penyampaian teori dasar public speaking Tahap ketiga yakni evaluasi dengan meminta umpan balik peserta melalui kuesioner tentang pemahaman materi. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini dapat diuraikan sebagai berikut: Berdasarkan hasil umpan balik dari peserta, didapatkan informasi bahwa kegiatan ini sangat relevan dengan anak menghadapi permasalan public speaking bagi anak usia dini, para peserta merasa mendapatkan wawasan yang lebih luas tentang public speaking. Disamping Peserta merasa mendapatkan peningkatan dalam hal ketrampilan public speaking untuk anak usia dini, baik secara teori maupun praktik.
Desiminasi Hasil Penelitian: Pemrosesan Informasi Sosial Pembelajaran Berbicara Bahasa Jawa Dengan Pendekatan Komunikatif di Sekolah Menengah Atas Yuli Widiyono; Rochimansyah Rochimansyah; Herlina Setyowati
Surya Abdimas Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v4i1.508

Abstract

Pendekatan komunikatif dilandasi pengertian bahasa sebagai sarana mengungkapkan makna fungsional lewat kompetensi kebahasaan, wacana, sosiokultural, dan kompetensi aksional. Pendekatan komunikatif ini menekankan keterampilan kebahasaan dan kompetensi komunikatif dalam praktik berbahasa Jawa yaitu bisa menyampaikan komunikasi menggunakan bahasa Jawa sesuai dengan fungsi imperatif, deklaratif, interogatif dengan berbagai modus yang disajikan. Pengembangan dari model pembelajaran yang sesuai dengan karakter dalam materi pembelajaran akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan proses pembelajaran. Model Pemrosesan informasi soisal merupakan model pembelajaran yang menekankan kemampuan pembelajar untuk membentuk makna dengan memperoleh, mengolah data, dan menghasilkan solusi-solusi yang tepat terhadap masalah, serta mengembangkan konsep bahasa dalam berinteraksi untuk mempersiapkan dalam mengembangkan proses pembelajaran yang demokratis dan terpadu, baik dalam tataran pribadi maupun sosial serta meningkatkan kegiatan berbasis demokrasi sosial yang produktif.