GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh
The focus of interest include but are not limited to: 1. Biomedical sciences: anatomy and physiology, cell biology, biochemistry, microbiology, genetics and molecular biology, immunology, mathematics and statistics, and bioinformatics. 2. Clinical medicine: internal medicine, general surgery, pediatrics, obstetrics and gynecology, orthopedics, psychiatry, radiology, pulmonary medicine, dermatology and venereology, infectious diseases, anesthesiology, cardiology, cancer research, endocrinology, urology, neurosurgery, geriatric medicine, gastroenterology, neurology, nephrology, ophthalmology, dentistry, immunology, infertility, hematology, medical genetics, laboratory medicine, medical statistics, clinical psychology, clinical pharmacy, pharmaceutical sciences and biotechnology. 3. Global, international and public health: climate change, reduction of disparities, and protection against global threats, tropical medicine, travel medicine, epidemiology, biostatistics, social sciences and management of health services, maternal and child health, environmental health, community health, behavioral health, health economics, public policy, mental health, health education, occupational safety, gender issues in health, and sexual and reproductive health. 4. Health profession education/ Medical Education. 5. Interdisciplinary research articles that are found appropriate by the editor.
Articles
271 Documents
Komplikasi Operasi Sinus
Fahrizal, Fahrizal;
Nashirah, Arini;
Awaludin, Lambang Rizki Perwira
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 1 No. 4 (2022): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - November 2
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v1i4.8942
Sinus paranasalis berkembang sebagai suatu rongga berisi udara disekitar rongga hidung yang dibatasi tulang wajah dan kranial. Secara klasik sinus paranasal dibagi dalam 4 pasang sinus, yaitu: sinus frontalis, sinus etmmoidalis, sinus maksilaris dan sinus sfenoidalis. Berdasarkan kepentingan klinis, sinus paranasal dibagi 2 kelompok, yaitu kelompok anterior meliputi sinus frontalis, sinus maksilaris dan sinus etmoidalis anterior yang bermuara di bawah konka media, serta kelompok belakang meliputi sinus etmoidalis posterior dan sinus sfenoidalis yang bermuara pada beberapa lokasi di konka media. Sinusitis merupakan peradangan pada bagian mukosa hidung dan melibatkan sinus paranasalis. Setiap tindakan operasi beresiko mengalami komplikasi seperti perdarah, infeksi. Operasi sinus juga termasuk operasi yang beresiko mengalami komplikasi
Hubungan Pengetahuan Ibu dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan Kejadian Diare pada Balita di Desa Pusong Lhokseumawe
Firenza, Muhammad Dicky;
Mardiati, Mardiati;
Syafridah, Anita
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 1 No. 3 (2022): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Oktober 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v1i3.8255
Diare merupakan salah satu penyakit kesakitan serta kematian di dunia yang bisa melanda seluruh golongan umur, paling utama pada bayi serta anak balita. Diare secara garis besar mengalami penigkatatan yang signifikan. World Health Organization ( World Health Organization) tahun 2017, sekitar 1, 7 miliyar permasalahan diare terjadi dengan nilai kematian 525. 000 pada anak balita masing- masing tahunnya. Pencegahan diare pada balita dapat dicoba dengan mencermati aspek resiko yang dapat menimbulkan terjadinya diare dengan metode tingkatkan pengetahuan ibu serta pula mempraktikkan sikap hidup bersih serta sehar. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan perilaku hidup bersih serta sehat ( PHBS) terhadap kejadian diare pada balita di Desa Pusong Lhokseumawe. Metode Penelitian ini memakai konsep cross sectional. Sampel didapat dari populasi 567 orang, memakai tata cara sederhana random sampling dengan jumlah sampel 90 responden. Instrumen penelitian ini memakai kuesioner serta checklist. Hasil analisa univariat diperoleh pengetahuan ibu mengenai peristiwa diare pada bayi di Dusun Pusong Lhokseumawe baik sebesar 47 orang( 52, 2%), gambaran sikap hidup bersih serta segar( PHBS) baik sebesar 72 orang( 80, 0%). Hasil analisa bivariat memakai percobaan Chi- square, p- value masing-masing sebesar 0,001 yang berarti ada hubungan pengetahuan ibu serta sikap hidup bersih dan sehat ( PHBS) dengan peristiwa diare pada bayi di Desa Pusong Lhokseumawe. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan pengetahuan ibu dan perilaku hidup bersih dan sehat ( PHBS) dengan peristiwa diare pada bayi di Desa Pusong Lhokseumawe.
Prevalensi Stunting pada Siswa SMP Negeri 7 Lhokseumawe
Mustika, Sukma;
Khairunnisa, Cut;
Mardiati, Mardiati
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 1 No. 4 (2022): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - November 2
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v1i4.8907
Stunting merupakan gangguan pertumbuhan linier yang disebabkan adanya malnutrisi zat gizi kronis atau penyakit infeksi kronis maupun berulang yang ditunjukkan dengan nilai Z-score tinggi badan menurut umur (TB/U) kurang dari -2 SD. Dampak yang diakibatkan oleh stunting terbagi menjadi dua, yaitu akibat jangka pendek dan jangka panjang. Beberapa kondisi yang diketahui sebagai faktor risiko dari stunting antara lain faktor genetik, kerentanan terhadap penyakit, status gizi, pendapatan keluarga, pendidikan ibu, dan terbatasnya layanan kesehatan. Data World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa Indonesia termasuk ke dalam negara ketiga dengan prevalensi tertinggi di regional Asia Tenggara. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan bahwa prevalensi stunting di Indonesia adalah sebesar 30,8%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi stunting pada siswa SMP Negeri 7 Lhokseumawe dengan melibatkan 265 orang siswa. Metode penelitian ini adalah deskriptif observasional dengan desain cross sectional. Hasil analisis univariat didapatkan karakteristik responden terbanyak usia 14 tahun (31,7%), jenis kelamin laki-laki (52,8%). Gambaran prevalensi stunting pada siswa SMP Negeri 7 Lhokseumawe dengan kategori pendek (25,3%), dan kategori sangat pendek (12,1%). Kesimpulan penelitian terdapat siswa SMP Negeri 7 Lhokseumawe yang mengalami stunting (sangat pendek) sebanyak 12,1%.
Seorang Anak Laki-Laki Usia 9 Tahun dengan Demam Dengue
Amalia, Dika;
Amirah, Fadhilah
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 1 No. 3 (2022): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Oktober 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v1i3.8775
Demam Dengue (DD) adalah penyakit akut yang disebabkan oleh virus dengue, yang ditularkan oleh nyamuk betina Ae. aegypti juga Ae. albopictus. Virus dengue terdapat 4 serotipe, yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3, serta DEN-4. Demam dengue ditemukan di iklim tropis dan sub-tropis di seluruh dunia. Anak Indonesia adalah kelompok rentan mengalami infeksi dengue dan terjadi pada kasus usia 0-14 tahun. Tatalaksana tepat pada anak penting dalam menurunkan morbiditas dan mortalitas infeksi dengue di Indonesia.
Regional Anestesi pada Pasien Chordektomy A/I Hipospadia Anak
Millizia, Anna;
Perwira Awaludin, Lambang Rizki;
Nashirah, Arini;
Akbar, Muhammad Khalilul
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 1 No. 4 (2022): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - November 2
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v1i4.8951
Anestesi spinal atau Subarachniod Blok (SAB) adalah salah satu teknik anestesi regional yang dilakukan dengan cara menyuntikkan obat anestesi lokal ke dalam ruang subarachnoid. Penyuntikan anestesi lokal ke dalam ruangsubaraknoid disegmen lumbal 3-4 atau lumbal 4-5. Hipospadia adalah kelainan bawaan anatomis genitalia eksterna laki-laki. Hipospadia dapat terjadi akibat perkembangan tuberkulum genitalia yang tidak lengkap, sehingga mengakibatkan pertumbuhan jaringan di ventral penis menjadi tidak normal. Pasien berusia 13 tahun didiagnosis dengan Chordee Genital+Hipospadia Penoscrotal + UDT dengan menggunakan regional anestesi.
Diabetes Mellitus dengan Ulkus Kaki Diabetik
Tischa Rahayu Fonna;
Wina Yunida M Siregar;
Baluqia Iskandar Putri
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol 2, No 1 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Februari 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v2i1.9939
Diabetes Mellitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Pasien perempuan (38 tahun) datang dengan keluhan nyeri di jempol kaki kanan sejak 1 minggu ini. Luka awalnya tidak terasa nyeri. Luka saat ini bernanah sehingga menyebabkan nyeri terutama saat berjalan. Pasien mengalami kebas pada kedua kakinya sejak beberapa bulan ini. Pasien juga mengeluhkan matanya terasa kabur dan sulit untuk melihat benda yang jauh. Pemeriksaan fisik didapatkan luka terbuka pada jempol kaki kanan berukuran 1x1x0.2 cm berwarna merah kekuningan dengan bagian kulit sekitarnya terdapat pus. Pasien mengalami penyakit DM sejak 2 tahun ini dan mengontrol kesehatannya ke Puskesmas Syamtalira Bayu. Luka pada kakinya tidak dirawat dengan baik dan pasien tidak mengonsumsi obat secara teratur. Pasien diberikan obat antihiperglikemia oral dan antihipertensi. Pasien diberikan edukasi mengenai Diabetes Mellitus dan cara menjaga pola hidup yang sehat.
Penatalaksanaan Septum Deviasi
Baluqia Iskandar Putri
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol 2, No 1 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Februari 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v2i1.9956
Septum deviasi adalah suatu kondisi dimana terjadi peralihan posisi septum nasi dan merupakan kelainan anatomi hidung yang paling banyak ditemukan. Pada keadaan berat yang dapat menyebabkan gangguan fungsi dan bentuk hidung, kelainan tersebut perlu koreksi. Penatalaksaan septum deviasi sering menggunakan teknik septoplasti. Namun, dengan berkembangnya ilmu, septoplasti dapat digunakan bersama dengan endoskopi. Hal tersebut memudahkan ahli bedah untuk mengoreksi kelainan septum karena visualisasi menjadi lebih baik sehingga dapat mengurangi komplikasi dari septoplasti.
Seorang Laki-Laki Usia 68 tahun dengan Pemfigoid Bulosa
Annisah Istiqomah;
Wizar Putri Mellaratna
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol 2, No 1 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Februari 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v2i1.9311
Pemfigoid bulosa adalah penyakit autoimun kronik yang ditandai dengan lepuh subepiderrnal berdinding tegang. Pemfigoid bulosa paling sering terjadi pada usia tua terutama di atas 60 tahun dengan puncak kejadian di atas usia 70 tahun, kasus pada anak jarang terjadi. Frekuensi pada laki-laki sama dengan perempuan. Etiologi pemfigoid bulosa adalah autoimun, tetapi penyebab yang menginduksi produksi autoantibodi pada sampai saat ini masih belum jelas. Pemfigoid bulosa dipicu oleh sinar Ultraviolet (UV), baik UVB dan Ultraviolet A Light (PUVA), dan terapi radiasi.
Sifilis pada Kehamilan
Iskandar Iskandar;
Muhammad Dwiki Reza
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol 2, No 1 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Februari 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v2i1.8714
Sifilis merupakan Infeksi Menular Seksual yang disebabkan oleh Treponema pallidum dapat mengakibatkan komplikasi berupa aborsi spontan, penghambatan pertumbuhan dalam rahim, kematian perinatal danmenimbulkan gejala sisa yang serius pada anak-anak dengan infeksi sifilis. Pada wanita penyebab penghalangutama dari pengobatan sifilis adalah tidak mampunya mengindentifikasi pada wanita hamil yang terinfeksi. Tesskrining pada trimester pertama bisa dilakukan dengan Tes Non–Treponemal seperti Rapid Plasma Reagen (RPR)atau Venereal Disease Research Laboratory Test (VDRL) dikombinasikan dengan Fluorescent Treponemal AntibodyAbsorption Assay (FTA–ABS) yang merupakan strategi yang dapat menghemat biaya. Pada kondisi yang berisikoharus diuji ulang pada trimester ketiga dengan pengobatan selama kehamilan harus dengan regimen Penisilin. Penggunaan regimen penisilin harus dilakukan tes alergi sebelum dilakukan pengobatan.
Upaya Pengelolaan TB Paru + Underweight dengan Pendekatan Pelayanan Dokter Keluarga
Noviana Zara;
Viola Septina;
Hendra Wahyuni
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol 2, No 1 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Februari 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v2i1.10026
Tuberkulosis adalah suatu penyakit kronik menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini berbentuk batang dan bersifat tahan asam sehingga sering dikenal dengan basil tahan asam. Sebagian besar bakteri tuberkulosis ditemukan menginfeksi parenkim paru dan menyebabkan tuberkulosis paru, namun bakteri ini juga memiliki kemampuan untuk menginfeksi organ tubuh lainya seperti kulit, tulang, sendi, selaput otak, usus serta ginjal yang sering disebut sebagai tuberkulosis ekstrapulmonal. Pasien laki-laki berusia 44 merupakan pasien terkonfirmasi TB klinis yang berobat jalan di Poli Umum Puskesmas Kuta Makmur sejak ± 1,5 bulan terakhir. Pasien saat ini sedang mengkonsumsi obat OAT KDT fase intensif sebanyak 3 tablet. Pasien juga merupakan penderita DM sejak 4 tahun terakhir. Hasil pemeriksaaan fisik didapatkan keadaan umun baik, TD : 130/80 mmHg, HR: 83 x/i, RR: 22 x/i, Suhu: 37,3°C. Data primer diperoleh melalui autoanamnesa dan alloanamnesa. Dilakukan kegiatan berupa kunjungan rumah, mengisi family folder, dan mengisi berkas pasien. Penilaian dilakukan berdasarkan diagnosis holistik awal, proses, dan akhir kunjungan secara kuantitatif dan kualitatif. Dilakukan analisis holistik dan tatalaksana komperhensif terhadap pasien.