GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh
The focus of interest include but are not limited to: 1. Biomedical sciences: anatomy and physiology, cell biology, biochemistry, microbiology, genetics and molecular biology, immunology, mathematics and statistics, and bioinformatics. 2. Clinical medicine: internal medicine, general surgery, pediatrics, obstetrics and gynecology, orthopedics, psychiatry, radiology, pulmonary medicine, dermatology and venereology, infectious diseases, anesthesiology, cardiology, cancer research, endocrinology, urology, neurosurgery, geriatric medicine, gastroenterology, neurology, nephrology, ophthalmology, dentistry, immunology, infertility, hematology, medical genetics, laboratory medicine, medical statistics, clinical psychology, clinical pharmacy, pharmaceutical sciences and biotechnology. 3. Global, international and public health: climate change, reduction of disparities, and protection against global threats, tropical medicine, travel medicine, epidemiology, biostatistics, social sciences and management of health services, maternal and child health, environmental health, community health, behavioral health, health economics, public policy, mental health, health education, occupational safety, gender issues in health, and sexual and reproductive health. 4. Health profession education/ Medical Education. 5. Interdisciplinary research articles that are found appropriate by the editor.
Articles
283 Documents
Perjalanan Klinis Psikosis Persisten terkait Penggunaan Metamfetamin Kronik dengan Komorbid Judi Patologis dan Sindrom Metabolik
Syahrial, Syahrial;
Nadhrati Surura, Hedya
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 4 No. 6 (2025): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - November 2
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v4i6.25853
Psikosis terkait penggunaan metamfetamin merupakan kondisi neuropsikiatri yang dapat berkembang menjadi psikosis persisten dan menyerupai gangguan spektrum skizofrenia, terutama pada penggunaan kronik yang disertai berbagai faktor komorbid. Laporan kasus ini bertujuan untuk menggambarkan perjalanan klinis psikosis persisten yang berkaitan dengan penggunaan metamfetamin kronik dengan komorbid judi patologis dan sindrom metabolik, serta membahas mekanisme yang mendasari interaksi kompleks tersebut. Seorang laki-laki dewasa dibawa ke rumah sakit jiwa dengan keluhan utama perilaku agresif, agitasi berat, halusinasi auditorik persisten, dan waham persekutorik. Pasien memiliki riwayat penggunaan metamfetamin selama kurang lebih lima tahun dengan kekambuhan gejala psikotik meskipun sempat menjalani rehabilitasi, disertai perilaku judi patologis yang berdampak signifikan pada fungsi sosial dan pekerjaan. Pemeriksaan klinis menunjukkan psikosis aktif dengan tilikan buruk dan skor PANSS-EC yang tinggi. Selain gangguan psikiatri, pasien memiliki komorbid medis berupa diabetes melitus tipe 2, hipertensi tidak terkontrol hingga krisis hipertensi, serta riwayat infark miokard. Penatalaksanaan dilakukan secara multidisipliner meliputi terapi antipsikotik, benzodiazepin, serta pengendalian komorbid metabolik dan kardiovaskular. Diskusi menyoroti bahwa paparan metamfetamin kronik dapat memicu perubahan neurobiologis jangka panjang melalui disfungsi sistem dopaminergik dan glutamatergik, sementara judi patologis mencerminkan gangguan sistem reward yang saling tumpang tindih. Selain itu, sindrom metabolik dan hipertensi berperan sebagai faktor inflamasi dan vaskular yang dapat memperberat serta mempertahankan psikosis persisten melalui disfungsi vaskular serebral dan neuroinflamasi. Laporan kasus ini menegaskan bahwa psikosis terkait metamfetamin tidak selalu bersifat reversibel dan memerlukan pendekatan klinis terpadu yang mencakup manajemen psikosis, rehabilitasi adiksi, serta pengendalian komorbid metabolik dan kardiovaskular untuk memperbaiki prognosis jangka panjang.
Perbandingan Regional Anestesi Subarachnoid Block dan General Anestesi Terhadap Kadar Gula Darah Sewaktu Pra dan Pasca Bedah di RS Cut Meutia Aceh Utara
Amalia, Sucita;
Millizia, Anna;
Zubir, Zubir
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 5 No. 1 (2026): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Februari 2
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Jenis anestesi digolongkan menjadi anestesi general, anestesi lokal, dan anestesi regional. Perubahan respon tubuh yang terjadi akibat anestesi dapat menyebabkan aktivasi sistem saraf simpatis, perubahan hormonal dan metabolic yang salah satunya adalah peningkatan kadar gula darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana perbandingan regional anestesi subarachnoid block dan general anestesi terhadap kadar gula darah sewaktu pra dan pasca bedah dengan di RS Cut Meutia Aceh Utara. Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh terhadap perubahan (peningkatan) kadar gula darah setelah pembedahan baik pada general anestesi dan regional anestesi. Hal ini dibuktikan dengan uji t-paired test dengan nilai p untuk general anestesi yaitu 0,063 (p>0,05) dan nilai p untuk regional anestesi yaitu 0,341 (p>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada perbedaan perbandingan yang signifikan kadar gula darah antara regional anestesi subarachnoid block dan general anestesi pada pra dan pasca bedah
The Quality of Alternative Coloring of Miana Leaves as a Substitute for Gentian Violet in Coloring Propionibacterium Acne Bacterial Preparations
Sarwom, Lenny Yustina;
Martuti, Sri;
Mu’awanah, Isnin Aulia Ulfah
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 5 No. 1 (2026): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Februari 2
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Miana leaves (Coleus scutellarioides (L.) Benth) are known to contain anthocyanin pigments with a reddish-purple color that have potential as natural dyes. Anthocyanins are organic compounds soluble in polar solvents, capable of producing varied colors depending on pH, and commonly found in leaves and fruits. This study aimed to evaluate the quality of miana leaf extract as an alternative stain to replace gentian violet in the staining of Propionibacterium acne preparations. This experimental research applied different concentration ratios of miana leaf extract and distilled water, namely 1:1, 1:2, and 1:3. The results showed that the 1:3 concentration produced stronger color intensity and was closest to the positive control using gentian violet. Meanwhile, the 1:1 and 1:2 concentrations were less optimal due to weaker intensity, making bacterial morphology details less visible. Statistical analysis with the Kruskal-Wallis test confirmed significant differences among the groups. This study concludes that miana leaf extract, particularly at a 1:3 ratio, is effective as a natural alternative dye in Gram staining, offering a safer and more environmentally friendly substitute for synthetic stains such as gentian violet, which are known to have negative impacts on both health and the environment.
The Onset of Glucose Dysregulation Among Adults Treated with Antipsychotics: A Systematic Review of Cohort Studies
Putri, Riri Erwina;
Surura, Hedya Nadhrati
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 5 No. 1 (2026): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Februari 2
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Antipsychotic pharmacotherapy, particularly second-generation agents, is widely recognized for its efficacy in psychotic disorders but is strongly associated with adverse metabolic consequences, including disturbances in glucose homeostasis in addition to weight gain and dyslipidemia, though the precise time-to-onset of glucose dysregulation under real-world conditions remains insufficiently characterized. This systematic review aimed to synthesize cohort evidence on the incidence and timing of glucose dysregulation in adults treated with antipsychotics. Following PRISMA guidelines, systematic searches were conducted in PubMed, Scopus, and ScienceDirect for cohort studies published in the past five years, focusing on adult patients with outcomes including fasting plasma glucose, HbA1c, oral glucose tolerance test results, or incidence of diabetes mellitus, with methodological quality appraised using the Cochrane Risk of Bias 2 tool. Eight cohort studies with more than 60,000 participants and follow-up durations ranging from one to twenty years were included, showing that glucose dysregulation often emerged within 6–12 months of initiating high-risk agents such as clozapine and olanzapine, with cumulative risk increasing over prolonged exposure. Baseline factors such as elevated BMI, dyslipidemia, and family history of diabetes were consistently associated with earlier onset, while structured inpatient environments with diet and exercise interventions appeared to mitigate metabolic deterioration despite long-term clozapine use. Overall, antipsychotic treatment in adults is consistently linked to an increased risk of glucose dysregulation, typically arising within the first months to years of therapy, highlighting the importance of proactive monitoring from treatment initiation and the implementation of preventive strategies to reduce long-term cardiometabolic burden. Keywords : Antipsychotics, Glucose dysregulation, Diabetes mellitus, Cohort studies
Pengaruh Berat Badan Lahir Bayi Terhadap Kejadian Hiperbilirubinemia Pada Neonatus : Systematic Literature Review
Prayogo, Ni Luh Putu Mahadewi Eka Putri;
Wijaya, I Made Kusuma;
Pasek, Made Suadnyani
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 5 No. 1 (2026): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Februari 2
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Hiperbilirubinemia merupakan salah satu gangguan paling umum pada neonatus dan dapat menimbulkan komplikasi neurologis serius jika tidak ditangani dengan tepat. Berat badan lahir bayi diduga menjadi faktor determinan penting dalam risiko hiperbilirubinemia. Penelitian ini bertujuan menelaah pengaruh berat badan lahir bayi terhadap kejadian hiperbilirubinemia pada neonatus. Kajian dilakukan menggunakan pendekatan systematic literature review dengan analisis PRISMA. Pencarian literatur dilakukan melalui basis data seperti PubMed dan Google Scholar. Diperoleh 9 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi untuk dianalisis lebih lanjut, dengan fokus pada perbandingan neonatus dengan berat badan lahir rendah dan normal serta mekanisme fisiologis yang mendasari hiperbilirubinemia. Hasil telaah menunjukkan bahwa BBLR memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap hiperbilirubinemia dibandingkan bayi dengan berat badan normal. Mekanisme yang mendasari mencakup peningkatan produksi bilirubin, imaturitas fungsi hati, rendahnya kadar albumin, serta aktivitas peristaltik usus yang belum optimal. Kesimpulan penelitian ini menegaskan terdapat pengaruh yang signifikan antara berat badan lahir bayi dengan hiperbilirubinemia pada neonatus.
Prevalensi Kanker Kolorektal Dirumah Sakit Pendidikan Ibnu Sina Makassar Tahun 2023-2024
Amirullah, Desy Angriani;
Juhamran, Renny Purnamasasri;
Kurniawan, Agung;
Rijal, Syamsu;
Hadi, Santriani
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 5 No. 1 (2026): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Februari 2
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kanker kolorektal (colorectal cancer/CRC) merupakan salah satu penyebab kematian akibat kanker terbanyak di dunia. Insidensinya terus meningkat, termasuk di Indonesia, terutama akibat pola hidup tidak sehat, konsumsi tinggi daging merah, serta kebiasaan merokok. Data lokal mengenai karakteristik pasien CRC masih terbatas, khususnya di wilayah Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi serta karakteristik klinis dan demografis pasien kanker kolorektal di Rumah Sakit Pendidikan Ibnu Sina Makassar tahun 2023–2024.Penelitian ini menggunakan desain retrospektif deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Data diperoleh dari rekam medis pasien CRC yang menjalani perawatan di RS Ibnu Sina Makassar periode 2023–2024 dan memenuhi kriteria inklusi. Variabel yang dikaji meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, riwayat keluarga, kebiasaan konsumsi daging merah, merokok, lokasi tumor, dan hasil histopatologi. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Sebanyak 79 pasien memenuhi kriteria penelitian, terdiri dari 42 laki-laki (53,2%) dan 37 perempuan (46,8%). Kelompok usia terbanyak adalah 51–60 tahun (31,6%). Mayoritas pasien berpendidikan SD (69,6%) dan bekerja sebagai ibu rumah tangga (36,7%). Sebanyak 29,1% memiliki riwayat keluarga CRC, 51,9% memiliki kebiasaan konsumsi daging merah, dan 53,2% merupakan perokok. Lokasi tumor tersering adalah rektum (64,6%) dibanding kolon (35,4%), dengan seluruh hasil histopatologi menunjukkan adenokarsinoma. Kesimpulan, kanker kolorektal di RS Ibnu Sina Makassar tahun 2023–2024 paling banyak terjadi pada usia 51–60 tahun, berjenis kelamin laki-laki, berpendidikan rendah, dengan lokasi tumor dominan di rektum dan tipe histopatologi adenokarsinoma.
Asuhan Gizi dan Modifikasi Diet pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Glycemic Disorder on Oad, TAVB (Total Atrioventricular Block) on PPM (Permanent Pacemaker) Mode VVI-Capture, Demensia Alzheimer dan BPSD (Behavioral and Psychological Symptoms of Dementia)
Putri Kustiyoasih, Mustika;
Dwipajati
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 5 No. 1 (2026): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Februari 2
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pasien lansia dengan Diabetes Melitus tipe 2 (DM T2) sering mengalami komorbiditas seperti gangguan kardiovaskular dan penurunan fungsi kognitif, sehingga memerlukan modifikasi diet yang tidak hanya disesuaikan dengan kebutuhan energi, tetapi juga mempertimbangkan keterbatasan fisik serta dukungan keluarga. Laporan kasus ini bertujuan mendeskripsikan penerapan diet DM KV 1700 kkal pada lansia dengan DM T2, demensia, dan riwayat Total Atrioventricular Block (TAVB) melalui pendekatan asuhan gizi terstandar berbasis homecare. Subjek adalah pasien perempuan berusia 75 tahun. Intervensi yang diberikan meliputi penerapan diet DM KV 1700 kkal, edukasi gizi kepada keluarga, serta evaluasi perkembangan melalui food recall, pre–post test pengetahuan, dan kuesioner kepatuhan diet (PDAQ). Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan keluarga dari skor rata-rata 70 menjadi 100 (kenaikan 42,9%). Kepatuhan diet pasien tergolong tinggi dengan skor 52 dari 63. Asupan energi, protein, lemak, dan karbohidrat menunjukkan pola perbaikan dan semakin mendekati kebutuhan harian. Dukungan keluarga berperan penting dalam keberhasilan intervensi, terutama karena keterbatasan kognitif pasien. Kesimpulan penelitian ini adalah modifikasi diet DM KV 1700 kkal yang disertai edukasi terstruktur dan keterlibatan keluarga terbukti efektif meningkatkan penerapan diet dan kepatuhan pada lansia dengan DM T2 dan komorbiditas. Pendekatan asuhan gizi berbasis homecare direkomendasikan untuk pasien dengan hambatan fisik maupun kognitif.
Efektivitas Kompres Daun Kelor (Moringa Oleifera) terhadap Nyeri Sendi pada Lansia
Astuti, Tri;
Kusumawardhani, Sri Irmandha;
Pramono, Sigit Dwi;
Syafei, Imran;
Pangnguriseng, Utomo Andi
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 5 No. 1 (2026): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Februari 2
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Nyeri sendi merupakan salah satu keluhan muskuloskeletal yang sering dialami oleh lanjut usia akibat proses degeneratif pada sistem muskuloskeletal. Daun kelor (Moringa oleifera) diketahui memiliki efek antiinflamasi dan analgesik karena kandungan flavonoid, tanin, dan saponin yang dapat membantu mengurangi nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kompres hangat daun kelor terhadap nyeri sendi pada lansia. Jenis penelitian ini adalah quasi-eksperimental dengan desain pretest-posttest control group. Penelitian dilaksanakan di Desa Sassa, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, pada Juli 2025, dengan jumlah sampel 30 lansia yang dipilih secara total sampling. Data diperoleh melalui pengukuran skala nyeri Wong Baker Faces sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat nyeri sebelum intervensi kompres daun kelor adalah 3,8 dan menurun menjadi 3,3 setelah intervensi (p = 0,008). Sedangkan pada kelompok kompres air hangat sebelum daun kelor, terjadi penurunan dari 3,8 menjadi 1,97 (p = 0,000). Perbedaan efektivitas antara kedua kelompok signifikan (p = 0,001). Dapat disimpulkan bahwa kombinasi kompres air hangat dan daun kelor lebih efektif dalam menurunkan nyeri sendi dibandingkan kompres daun kelor saja.
Analisis Hubungan Faktor-Faktor Kepuasan Pasien terhadap Bed Occupancy Rate (BOR) pada Instalasi Bedah RSP Ibnu Sina
Puspita, Andi Adelia;
Jaya, Muhammad Alim;
Karim, Marzelina;
Harahap, Wirawan;
Hasbi, Berry Erida
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 5 No. 1 (2026): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Februari 2
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat kepuasan pasien dan Bed Occupancy Rate (BOR) pada pelayanan rawat inap Instalasi Bedah RS Ibnu Sina YW–UMI Makassar. Penelitian ini merupakan studi epidemiologi analitik korelasional dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional) yang menggunakan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui kuesioner kepuasan pasien berbasis SERVQUAL yang mencakup lima dimensi, yaitu tangible, empathy, reliability, responsiveness, dan assurance, sedangkan datasekunder berupa laporan BOR rumah sakit Triwulan I Tahun 2025. Sampel penelitian berjumlah 89 responden yang dipilih menggunakan teknikpurposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai BOR Instalasi Bedah sebesar 70,85%, yang berada dalam kategori ideal sesuai standar Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Sebagian besar pasien menyatakan puas terhadap pelayanan yang diberikan, dengan tingkat kepuasan tertinggi pada dimensi reliability dan terendah pada dimensi responsiveness. Namun, hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara seluruh dimensi kepuasan pasien dan BOR (p > 0,05) dengan kekuatan hubungan yang sangat lemah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pencapaian BOR lebih dipengaruhi oleh faktor manajerial dan operasional rumah sakit dibandingkan persepsi kepuasan pasien, sehingga peningkatan mutu pelayanan dan pengelolaan BOR perlu dilakukan melalui pendekatan yang terintegrasi.
Analisis Gambaran Jenis Leukosit Pasien Kanker Serviks Dengan Kemoterapi Paclitaxel Carboplatin DI RS Ibnu Sina Makassar
Casmito, Annisa Eidhelia;
Hamsah, M.;
Syahruddin, Febie Irsandy;
Mappaware, Nasrudin Andi;
Syahril, Erlin
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 5 No. 1 (2026): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Februari 2
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kanker serviks merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada wanita. Kemoterapi Paclitaxel Carboplatin dapat menyebabkan perubahan hematologis, khususnya pada profil leukosit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan jenis leukosit sebelum dan sesudah kemoterapi Paclitaxel Carboplatin pada pasien kanker serviks di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar. Penelitian ini merupakan studi analitik deskriptif retrospektif menggunakan data sekunder dari rekam medis 34 pasien kanker serviks yang menjalani kemoterapi Paclitaxel kemoterapi. Data dianalisis menggunakan Uji Peringkat Bertanda Wilcoxon dan uji t berpasangan berdasarkan distribusi data. Analisis statistik menunjukkan adanya perubahan yang bermakna pada kadar monosit dan eosinofil setelah kemoterapi, sedangkan kadar neutrofil, limfosit, dan basofil tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna secara statistik antara sebelum dan sesudah kemoterapi. Kemoterapi Paclitaxel Carboplatin menyebabkan perubahan selektif pada jenis leukosit pada pasien kanker serviks, dengan perubahan signifikan terutama pada monosit dan eosinofil, sementara komponen leukosit lainnya tetap relatif stabil. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rejimen Paclitaxel Carboplatin memiliki efek hematologis yang relatif ringan dan ditoleransi dengan baik.